Anda di halaman 1dari 10

BORANG

LAPORAN PRAKTIKUM
LABORATORIUM MIKROBIOLOGI

No. Dokumen
Berlaku sejak
Revisi
Halaman

FO-UGM-BI-07-13
03 Maret 2008
00
1 dari 10

LAPORAN MIKROBIOLOGI INDUSTRI
SKRINING MIKROORGANISME PENGHASIL ANTIBIOTIK

Nama
NIM
Golongan
Asisten

Disusun oleh:
: Muhammad Anwar Aziz
: 12/ 334308/ BI/ 08980
: B/ Shift 2
: Wahyu Tejo Baskoro

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI
FAKULTAS BIOLOGI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2015

I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Antibiotik adalah bahan organik yang berasal dari mikrobia yang
merupakan racun dan dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain.
Nilainya yang tinggi dalam pengobatan penyakit menular terutama pada daya racun
yang selektif, yang ditunjukkan kepada penyebab penyakit, tetapi tidak kepada inang
yang terkena infeksi. Telah dibuktikan sekarang bahwa banyak golongan antibiotik
memperlihatkan daya racunnya yang selektif karena kenyataannya sasarannya adalah

Dari uraian tersebut maka praktikum ini penting dilakukan agar mahasiswa memahami teknik serta tahapan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi strain mikrobia potensial penghasil antibiotik khususnya dari bahan kecap cair serta mempelajari daya antibiotik yang ditunjukkan oleh strain mikrobia tersebut. Fungsi penicillin antara lain mampu mencegah kolonisasi fungi ataupun bakteri yang tidak diinginkan (Laich et al. Jadi keberadaan antibiotik terutama yang spesifik pada umumnya semakin dibutuhkan untuk menangani berbagai kasus penyakit akibat mikrobia patogen. merusak membran sitoplasma. Pada umumnya antibiotik mengeluarkan efek bakteriosida pada organisme yang rentan dengan menghambat sintesis dinding sel. Produksi penicillin terjadi ketika kapang ini tumbuh pada permukaan produk makanan kemudian memisahkannya ke dalam medium. Tujuan Praktikum ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi strain mikrobia potensial penghasil antibiotik yang berasal dari bahan kecap cair. menghambat biosintesis protein dan menghambat sintesis asam nukleat. B. Alat dan Bahan . 1984). Kedua fungi ini dikenal sebagai produsen antibiotik penicillin. Beberapa fungi yang sering diisolasi dari berbagai produk fermentasi dan juga obat antara lain Penicillium chrysogenum dan Penicillium nalgiovense. Aktivitas antibakteri pada penicillin umumnya dihasilkan oleh fungi. 1958). Penicillin memiliki keunggulan yang sangat menonjol dalam mengeluarkan tindakan mematikan pada organisme yang rentan dengan menghambat sintesis peptidoglikan dinding sel mikroorganisme sehingga dinding sel bakteri yang terbentuk akan melemah yang akhirnya dapat mematikan bakteri tersebut (Volk & Wheeler. 2001). serta mempelajari teknik dan pengamatan daya antibiotika yang ditunjukkan oleh strain mikrobia tersebut. Penicillin merupakan antibiotik yang diproduksi oleh Penicillium notatum.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 2 dari 10 struktur (fungsi) yang khusus baik sel prokariotik atau eukariotik (Pelczar & Reid. Metode A. II.

jarum ose untuk menginokulasi strain mikrobia. pipet tetes untuk mengambil reagen skala kecil/tetes. 10-4. gram B. Setelah itu diinkubasi kurang lebih 7 hari. Cara Kerja Langkah kerja yang dilakukan dalam praktikum mengenai antibiotik ini yaitu diawali dengan penyiapan bahan cair hasil fermentasi kecap yang diduga mengandung mikrobia potensial penghasil antibiotik. Kemudian diuji daya antibiotikanya menggunakan dua metode yaitu Metode Streak serta Metode KirbyBauer dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. lampu bunsen untuk menjaga tempat agar tetap aseptis. 10-3. 10-2. air. Bahan-bahan yang digunakan yaitu bahan kecap cair hasil fermentasi kedelai. tabung reaksi untuk pengenceran bertingkat. gram C. serta 10-5. pinset untuk membantu memindahkan paper disc. inkubator untuk menginkubasi biakan mikrobia. B. Kemudian tabung reaksi pada 2 pengenceran terakhir dilakukan inokulasi secara pour plate ke dalam 2 cawan petri berbeda dengan medium NA. biakan murni Escherichia coli. cawan petri sebagai wadah menumbuhkan strain mikrobia serta menguji daya antibiotika.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 3 dari 10 Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain autoclave untuk sterilisasi alat bahan. Dari hasil koloni yang tumbuh pada kedua cawan petri tersebut. cat gram A. Metode Streak Dari bahan cair hasil fermentasi kecap dilakukan pengenceran bertingkat menggunakan akuades steril sebagai pelarutnya berurutan dari 10-1. vortex untuk homogenisasi suspense. medium nutrien agar (NA). gram D. pipet ukur dan pipet pump atau mikropipet untuk mengambil bahan pada pengenceran bertingkat dengan volume tertentu. methylene blue. akuades steril. kertas filter Whatman untuk paper disc. mikroskop untuk mengamati morfologi sel hasil pengecatan. ditentukan 2 koloni yang . Pengenceran bertingkat berurutan dilakukan dengan mengambil 1 ml dari pengenceran sebelumnya kemudian dicampur dengan 10 ml akuades steril dalam tabung reaksi kemudian divorteks agar homogen. alkohol 70%. mistar atau penggaris untuk mengukur zona penghambatan. gelas benda untuk membuat preparat. biakan murni Bacillus subtilis.

Disisi lain telah diinokulasi strain mikrobia biakan murni Escherichia coli dan biakan murni Bacillus subtilis dalam medium NA plate agar. Dari koloni tersebut kemudian dilakukan karakterisasi seperti morfologi koloni dan morfologi sel/ pengecatan sederhana dan pengecatan gram. Mikrobia potensial penghasil antibiotik akan membentuk zona penghambatan berupa zona jernih disekitar paper disc. Kemudian paper disc tersebut dicelupkan ke dalam bahan cair hasil fermentasi kecap yang diasumsikan mengandung mikrobia potensial penghasil antibiotik dengan bantuan pinset. b. Metode Kirby-Bauer Disiapkan paper disc yang berasal dari kertas filter Whatmann lingkaran berukuran diameter 0.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. Diinkubasikan selama 1 minggu kemudian diamati zona penghambatannya pada biakan Escherichia coli dan Bacillus subtilis tersebut. Kemudian paper disc dimasukkan dalam biakan kedua spesies tersebut. Hasil . Kemudian ditandai garis lurus pada petri untuk memudahkan melakukan streak pada biakan Escherichia coli dan Bacillus subtilis tersebut. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 4 dari 10 paling dominan yang dianggap sebagai mikrobia potensial penghasil antibiotika. Kemudian zona penghambatan tersebut diukur menggunakan bantuan mistar. Hasil dan Pembahasan 1. Disisi lain telah diinokulasi strain mikrobia biakan murni Escherichia coli dan biakan murni Bacillus subtilis dalam medium NA plate agar. Kedua strain mikrobia potensial penghasil antibiotik yaitu 2 koloni dominan tadi di lakukan streak atau goresan secara lurus menggunakan ose mengikuti alur garis pada biakan Escherichia coli dan Bacillus subtilis. Diinkubasikan selama 1 minggu kemudian diamati zona penghambatannya pada biakan Escherichia coli dan Bacillus subtilis tersebut. Indeks zona penghambatan dihitung dengan rumus berikut: IP = Lzp – Lpd Lpd IP = Indeks Zona Penghambatan Lzp = Diameter paper disc Lpd = Diameter Zona Jernih III.6 cm.

Morfologi Koloni 2 Isolat Potensial Penghasil Antibiotik Karakter Morfologi Koloni Bentuk Warna Tepi Elevasi Isolat A Isolat B Irregular Putih Lobate Raised Bulat Transparan Entire Low Convex 2. Foto Hasil Pengecatan Sederhana (a) isolat A dan (b) isolat B . Morfologi Sel 2 Isolat Potensial Penghasil Antibiotik Karakter Morfologi Sel Isolat A Isolat B Bentuk Sifat Gram Basil Negatif Basil Negatif (a) (b) Gambar 1.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. Karakter Morfologi Sel Isolat Terpilih Tabel 2. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 5 dari 10 Setelah dilakukan pengamatan selama praktikum berlangsung. Karakter Morfologi Koloni Isolat Terpilih Tabel 1. diperoleh hasil sebagai berikut: 1.

6 Rk=0.13.8 Rz=0.6 Rk=0.93 Rz=0.07 11.1 0.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI (a) No.13 2.35 Lk=0. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 6 dari 10 (b) Gambar 2.19 Rata-rata Nilai IP (Indeks Penghambatan) IP 1.1 Bakteri Inokulum 4. Pengamatan Daya Antibiotik Metode Kirby-Bauer Tabel 4.1 EC A= 0.79 5.7 Rk=0.36 1. Pengamatan Daya Antibiotik Metode Streak Tabel 3.9 Lz=2. Medium BS 1 BS 2 EC 1 Rerata Panjang Zona Jernih A B A B A B BS Rerata panjang Zona Jernih (cm) 1.39 A= 1.74 .76 1. B= 2.06 Dk=0.54 Dk=0.36 8.28 4 Dz=1.3 Lk=0.38 2 Dz=0.43 0.66 Dk=0.58 Lz=1.17 Rz=0. Foto Hasil Pengecatan gram (a) Isolat A dan (b) isolat B 3.3 Lk=0.77 Rz=0.5 Rk=0.25 Lk=0.46 Lz=0.6 0. B= 0. Indeks Zona Jernih Metode Streak Isolat A dan B pada Kultur Escherichia coli dan Bacillus subtilis. Zona Jernih 1 Diameter Jari2 Luas Dz=1.43 Dk=0.88 Lz=2.28 3 Dz=1. Indeks Zona Penghambatan Metode Kirby-Bauer pada Kultur Bacillus subtilis.85.

Isolasi mikrobia yaitu bakteri pada praktikum ini adalah dari bahan kecap cair hasil rendaman pada fermentasi kecap.3 Lk=0.28 3 Dz=1. Zona Jernih 1 Diameter Jari2 Luas Dz=1.94985 Dk=0.28 4 Dz=1.07 8.5 Rk=0.55 Lz=0.6 Rz=0.6 Rk=0. Berikutnya. Pembahasan Pada praktikum skrining mikroorganisme penghasil antibiotik ini akan di isolasi strain-strain mikrobia potensial untuk menghasilkan antibiotik serta menguji daya antibiotik mikroorganisme yang didapatkan tersebut menggunakan dua metode yaitu metode streak atau goresan serta metode Kirby-Bauer.54 Dk=0.3 Lk=0.9 Lz=2.14 2.6 Rk=0.1 Rz=0.66 Dk=0. Pada awalnya dilakukan isolasi menggunakan metode serial dilution atau pengenceran bertingkat yang bertujuan untuk mengencerkan sampel sehingga kerapatan mikrobia setiap pengencerannya semakin berkurang sehingga memudahkan proses isolasi. Setelah tumbuh ternyata terlihat 2 koloni dominan yang memenuhi kultur dalam cawan petri. Selanjutnya.57 7. Pengenceran dilakukan sampai pada 10-5 dimana pada tingkat tersebut diharapkan kerapatan mikrobia sesuai yaitu tidak terlalu rapat atau gtidak terlalu jarang. Selanjutnya 2 koloni dominan tersebut dipurifikasi dan dipindahkan .7 Rz=0. Hal tersebut karena diasumsikan pada cairan tersebut terdapat beberapa strain mikrobia yang mampu eksis dan dominan di dalam cairan tersebut karena menghasilkan zat-zat organik yang mampu menghambat pertumbuhan mikrobia lainnya sehingga dianggap potensial untuk menghasilkan antibiotik.84 7.25 Lk=0. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 7 dari 10 Tabel 4. dilakukan metode yang pertama yaitu metode streak. Indeks Zona Penghambatan Metode Kirby-Bauer pada Kultur Escherichia coli.25 Lk=0. Kemudian diberi waktu inkubasi kepada mikrobia tersebut untuk tumbuh.8 Lz=2. beberapa seri pengenceran dalam tabung yang mengandung cairan yang diduga terdapat mikrobia potensial penghasil antibiotik diinokulasikan ke medium agar secara pour plate atau metode tuang.19625 2 Dz=1.8 Rz=0.85 Lz=2.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. Sumber isolat mikrobia yaitu berasal dari praktikum pembuatan kecap.5 Rk=0.01 Dk=0.07 9.19 Rata-rata Nilai IP (Indeks Penghambatan) IP 3.

Kemudian metode kedua yang dilakukan yaitu metode Kirby-Bauer. Kedua isolat yang lebih mampu menghambat pertumbuhan Escherichia coli ini dengan kata lain dapat disebut bahwa isolat A dan isolat B lebih baik digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri gram negatif. Setelah dicelupkan kedalam bahan kecap cair tersebut maka diasumsikan dalam paper disc tersebut mengandung berbagai jenis mikrobia yang potensial menghasilkan antibiotik. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 8 dari 10 ke medium NA miring pada tabung reaksi. Kemudian hasil karakterisasi morfologi sel menunjukkan kemiripan antara isolat A dan B yaitu berbentuk basil serta bersifat gram negatif. Langkah selanjutnya yaitu meletakkan paper disc ke dalam medium agar plate di cawan petri yang telah .6 cm atau disebut paper disc.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. Hal tersebut terlihat dari hasil pengecatan gram yang menunjukkan warna merah pada keduanya seperti terlihat pada gambar 2. Semakin panjang nilai zona penghambatan maka isolat tersebut semakin baik dalam sifatnya memproduksi antibiotik untuk menghambat bakteri lain pada paraktikum ini contohnya yaitu Escherichia coli dan Bacillus subtilis. isolat B memiliki daya antibiotik terhadap Escherichia coli lebih tinggi daripada isolat A. Karakterisasi tersebut penting dilakukan untuk langkah identifikasi awal dengan menentukan berbagai sifat morfologi yang terlihat. Hasilnya menunjukkan bahwa isolat A memiliki daya antibiotik terhadap Bacillus subtilis lebih tinggi dari pada isolat B. Hal tersebut terjadi karena pada metode ini diambil komunitas mikrobia penghasil antibiotik dalam bahan kecap cair dengan cara mencelupkan kertas saring Whatmann yang telah dibentuk lingkaran dengan diameter 0. Kemudian diinkubasikan agar tumbuh dan mulai beraktivitas memproduksi antibiotik. Sementara itu. Metode ini berbeda dengan metode sebelumnya karena pada metode ini kita tidak mendapatkan kultur murni isolat potensial penghasil antibiotik. Tahap berikutnya yaitu pengujian daya antibiotika. Hal tersebut bertujuan untuk memperoleh kultur murni dari 2 koloni dominan tadi yang kemudian diberi nama isolat A dan isolat B. Kedua isolat tersebut memiliki karakter morfologi koloni yang berbeda seperti terlihat pada bagian hasil yaitu Tabel 1. Namun kedua isolat ini memiliki daya hambat terhadap Escherichia coli daripada terhadap Bacillus subtilis Hasil tersebut terlihat dari panjang zona penghambatan seperti terlihat pada Tabel 3. Tahap ini dilakukan dengan menumbuhkan isolat A dan isolat B pada medium plate agar yang telah diinokulasi 2 jenis bakteri target antibiotik yaitu Escherichia coli dan Bacillus subtilis.

Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dalam praktikum ini yaitu berhasil diisolasi strain mikrobia potensial penghasil antibiotik dalam bahan kecap cair. Pengamatan daya antibiotik dilakukan dengan 2 metode yaitu metode streak dan metode Kirby-Bauer. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 9 dari 10 diinokulasi biakan murni Escherichia coli dan Bacillus subtilis. Hasil yang didapatkan berupa indeks penghambatan (IP) yang merupakan perbandingan selisih diameter zona jernih dikurangi diameter paper disc dengan diameter paper disc.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. Hasilnya menunjukkan bahwa IP pada biakan murni Escherichia coli lebih tinggi nilainya daripada IP pada biakan murni Bacillus subtilis. Jadi hasil pada kedua metode yang dipraktekkan menunjukkan bahwa isolatisolat bakteri yang terkandung didalam bahan kecap cair sebagai sumber inokulum mikrobia potensial penghasil mikrobia lebih efektif untuk menghambat pertumbuhan mikrobia yang bersifat gram negatif. IV. Kemudian diberi waktu inkubasi agar terjadi aktivitas pertumbuhan dan proses penghambatan dengan adanya produksi antibiotik. Kedua metode yang digunakan menunjukkan bahwa mikrobia penghasil antibiotik pada bahan kecap baik aktivitasnya pada bakteri gram negatif. Semakin besar nilai indeks penghambatan maka berarti semakin baik aktivitas antibiotiknya. .

Vol. Microbiology.J. Mc Graw Hill Book Company. F. 68(3): 1211–1219. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 03 Maret 2008 00 10 dari 10 V. J..A. F. Production of Penicillin by Fungi Growing on Food Products : Identification of a Complete Penicillin Gene Cluster in Penicillium griseofulvum and a Truncated Cluster in Penicillium verrucosum. 2002. and Martin. Daftar Pustaka Laich.. Penerbit Erlangga. Volk. dan Wheeler.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. R. Pelczar.D. Fierro. F. W.. 1958.F. New York. M. Applied and Environmental Microbiology. Jakarta.. M. . Mikrobiologi Dasar Jilid I. and Reid. 1984.