Anda di halaman 1dari 4

DETERMINE ETHANOL IN DRUG ELIXIR USING EXTERNAL

STANDARD WITH GAS CHROMATOGRAPHY
Penetapan Kadar Etanol Dalam Obat Eliksir Secara Eksternal Standar Dengan
Kromatografi Gas
Farhan Abdul Hakim, Lira Pinia Princlibilla, Sarah Maulina, PKT 36, XIII-5
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, SMK-SMAK Bogor
ABSTRAK
Alkohol dalam minuman biasanya ditentukan dengan metode kromatografi gas. Tujuan praktikum adalah
untuk mempelajari cara kerja dari alat Kromatografi Gas dan untuk menguji kebenaran kadar alkohol dalam
label sampel. Analisis kuantitatif dilakukan dengan perhitungan luas area. Sampel yang dianalisis adalah obat
eliksir, standar yang digunakan adalah Etanol 4 %. Pada label obat eliksir tersebut tertera bahwa kadar
alkoholnya sebesar 1%, sedangkan hasil analisis menunjukkan bahwa kadar alkoholnya sebesar 1,63 %. Dengan
pengujian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kadar yang tertera pada label tidak jauh berbeda dengan yang
sebenarnya.

Kata Kunci : etanol, kromatografi gas
ABSTRACT
Alcohol Alcohol contents in beverages usually determined by gas chromatography. This practicum for
study the workings of gas chromatography instrument and to test the truth of the alcohol in the sample label.
Quantitative analysis performed by calculating the peak area. Samples analyzed were drug elixir, the standard
used was 4 % Ethanol. On the drug label stated that the elixir is the alcohol content of 1%, while the results of the
analysis indicate that the alcohol content of 1,63 %. With such testing, it can be concluded that the levels indicated
on the label is not much different from the truth.

Key Words : ethanol, gas chromatography
PENDAHULUAN
Etanol yang nama lainnya alkohol,
aethanolum, etil alcohol, adalah cairan yang
bening, tidak berwarna, mudah mengalir,
mudah menguap, mudah terbakar, higroskopik
dengan karakteristik bau spiritus dan rasa
membakar, mudah terbakar dengan api biru
tanpa asap. Campur dengan air, kloroform,
eter, gliserol, dan hampir semua pelarut organic
lainnya. Penyimpanan pada suhu 8-15 °C, jauh
dari api dalam wadah kedap udara dan
dilindungi dari cahaya, serta mempunyai rumus
struktur CH3CH2OH.
Kromatografi
gas
adalah
teknik
kromatografi yang bisa digunakan untuk
memisahkan senyawa organik yang mudah
menguap. Senyawa-senyawa tersebut harus
mudah menguap dan stabil pada temperatur
pengujian, utamanya dari 50 – 300 °C. Jika
senyawa tidak mudah menguap atau tidak
stabil pada temperatur pengujian, maka

senyawa tersebut bisa diderivatisasi agar dapat
dianalisis dengan kromatografi gas.
Dalam kromatografi gas atau KG, fase
gerak berupa gas lembam seperti helium,
nitrogen, argon bahkan hidrogen digerakkan
dengan tekanan melalui pipa yang berisi fase
diam.
Tekanan
uap
atau
keatsirian
memungkinkan komponen menguap dan
bergerak bersama-sama dengan fase gerak
yang berupa gas. Kromatografi gas merupakan
metode yang sangat tepat dan cepat untuk
memisahkan campuran yang sangat rumit.
Komponen campuran dapat diidentifikasi
dengan menggunakan waktu tambat (waktu
retensi) yang khas pada kondisi yang tepat.
Waktu tambat ialah waktu yang menunjukkan
berapa lama suatu senyawa tertahan dalam
kolom.
Dewasa ini banyak produk dengan
campuran alkohol yang beredar di pasaran
terutama
pada
produk
minuman.
Permasalahannya adalah sering munculnya

b. Untuk memperkecil tekanan tersebut agar memenuhi kondisi pemisahan maka digunakan drager yang dapat mengurangi tekanan dan mengalirkan gas dengan laju tetap. Mengapa digunakan metode kromatografi gas? Adapun tujuan dari pembahasan pada jurnal ini yaitu: 1. Tabung gas pembawa 2. 8. Untuk mengetahui cara kerja kromatografi gas. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mempelajari penggunaan alat GC (Gas Chromatography) dan untuk menentukan kadar alkohol pada suatu cairan (obat eliksir) yang tertera pada label produksi untuk memastikan kebenaran kadar pada label tersebut. cuplikan yang akan dipisahkan diinjeksikan kedalam injektor. Untuk lebih memahaminya. 7. biasanya udara. Adapun persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh gas pembawa adalah : a. 2. Umumnya. Inert. dan retensi relatif (T A/B) digunakan untuk analisis kualitatif. kolom jejal (packed columns) adalah kolom metal atau gelas yang diisi bahan pengepak terdiri dari . Gas Pembawa Gas pembawa ditempatkan dalam tabung bertekanan tinggi. Volume retensi (vR) adalah produk dari waktu retensi dan kecepatan aliran gas pengemban. aliran gas pembawa yang inert akan membawa uap cuplikan kedalam kolom. khususnya dalam pembuatan obat. Suhu pada tempat injeksi ini haruslah ± 50 oC diatas titik didih tertinggi yang ada dalam campuran cuplikan dan tidak boleh terlalu tinggi karena kemungkinan dapat mengurai senyawa yang akan dianalisa. 3. dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. mudah didapat dan murah harganya. Kolom akan memisahkan komponen-komponen cuplikan tersebut. Kolom Ada 2 jenis kolom yang digunakan dalam kromatografi gas secara umum. 3. Komponen-komponen yang telah terpisah tadi dapat dideteksi oleh detektor sehingga memberikan sinyal yang kemudian dicatat pada rekorder dan berupa puncakpuncak (kromatogram). Untuk mengetahui keunggulan metode kromatografi gas dibandingkan dengan metode lain. Apakah keunggulan kromatografi gas dibandingkan dengan metode lain? 3. Pengontrolan aliran dan regulator tekanan 4. Waktu retensi atau volume retensi yang sudah disetel adalah perbedaan antara waktu retensi atau volume retensi dari sampel dengan suatu komponen yang inert. Cocok untuk detektor yang digunakan. Apakah teknik kromatografi gas ini dapat menganalisis kandungan alkohol dalam obat eliksir? 2. Dapat mengurangi difusi dari gas d. Karena kecepatan gas tetap maka komponen juga mempunyai volume yang karateristik untuk gas pembawa (volume retensi). (5) Cara pemisahan dari sistem ini sangat sederhana sekali. Retensi relatif adalah rasio dari waktu retensi atau volume retensi yang disetel dari standar dengan waktu retensi atau volume retensi yang disetel dari komponen sampel. c. Sistem Kromatografi Gas (GLC) Sistem peralatan dari kromatografi gas terdiri dari 7 bagian utama. yaitu kolom jejal (packed columns) dan kolom tubuler terbuka (open tubular columns). 6. 5. agar tidak terjadi interaksi dengan pelarut. Tempat Injeksi Sebelum memasuki kolom maka ia harus dirubah menjadi uap dan ini dilakukan pada tempat injeksi. Untuk mengetahui bagian-bagian utama dari kromatografi gas beserta fungsinya. TINJAUAN PUSTAKA Waktu retensi (tR) adalah perbedaan waktu antara penyuntikan komponen sampel dengan puncak maksimum yang tercatat pada kromatogram. sehingga dapat mengurangi keraguan masyarakat. 1.para produsen ilegal yang membuat minuman dengan kadar alkohol yang tinggi atau tidak sesuai dengan label pada kemasan. Murni. Injection port (tempat injeksi cuplikan) Kolom Detektor Rekorder (pencatat) Sistem termostat untuk (3). (4). Aliran gas akan mengelusi komponen-komponen dengan waktu yang karaterisitik terhadap komponen tersebut (waktu retensi). 2. waktu retensi yang sudah disetel(t’R) dan volume retensi yang sudah disetel (v’R). Diantaranya : 1.

4. biasanya dalam ukuran mikroliter karena sensitivitas dari GLC ini sangat tinggi. sampel obat eliksir. Pemisahan Dengan GLC memungkinkan untuk memisahkan molekul-molekul dari suatu campuran.01% (= 100 ppm). METODE PENELITIAN Praktikum ini dilakukan di dalam laboratorium AI SMK-SMAK Bogor pada tanggal 27 Oktober 2016. 5. gas yang merupakan fasa bergerak sangat cepat mengadakan kesetimbangan antara fase bergerak dengan fase diam. Kemudian klik start. Kemampuan memisahkan komponen per meter kolom pada kolom tubuler terbuka tidak jauh berbeda dengan pemisahan pada kolom jejal. Kecepatan a. Kolom tubuler terbuka sangat berbeda dengan kolom jejal. dapat digunakan sebagai : 1) Analisa kualitatif yaitu dengan membandingkan waktu retensi. suntikan 5 ml. tidak sensitif terhadap perubahan temperatur dan kecepatan aliran dan juga tidak mahal harganya. Detektor yang diinginkan adalah detektor yang mempunyai sensitifitas yang tinggi.penunjang padatan yang dilapisi fase cair yang tidak menguap (untuk kromatografi gaspadatan). karena kolomnya merupakan tabung tanpa bahan pengisi.7 sampai 2 meter. Sederhana 3. noisenya rendah. Meskipun demikian. Detektor Detektor dapat menunjukan adanya sejumlah komponen didalam aliran gas pembawa serta sejumlah dari komponenkomponen tersebut. piala gelas. yaitu WCOT (Wall Coated Open Tubular Columns) dan SCOT (Support Coated Open Tubular Columns). injector. 4. sedangkan kolom tubuler terbuka dapat mempunyai panjang dari 30 sampai 300 meter. Sedangkan alat yang digunakan yaitu labu ukur 100 mL. Setelah dibuat standar. yaitu gas yang mengalir sepanjang kolom tidak mengalami hambatan. di mana hal ini tidak mungkin dipisahkan dengan cara-cara yang lain. sampel diinject sebanyak 3 ?? ke dalam injection port. Sensitif GLC sanagt sensitif . alat Gas Chromatography Sumber sampel adalah obat eliksir yang sudah tersedia di laboratorium dengan kandungan alkohol di dalamnya sebesar 1% menurut label pada obat tersebut. 2) Analisa kuantitatif yaitu dengan perhitungan luas puncak. Kolom yang panjang ini biasanya dibuat dalam bentuk melilit bergulung seperti spiral. 5. b. Analisa. Intrepretasi langsung dari data yang diperoleh dapat dikerjakan. 6. Adapun bahan yang digunakan yaitu larutan etanol pro analisis. responnya linear. dapat memberikan respon dengan setiap senyawa. Alat yang paling sederhana dapat mendeteksi konsentrasi dalam ukuran 0. Catat data Height. GLC hanya memerlukan sejumlah kecil dari cuplikan. aquades. Rekorder (pencatat) Rekorder jenis potensiometer yang dipergunakan dalam kromatografi gas adalah servo-operated voltage balancing device. Adapun keunggulan dari kromatografi gascair (GLC) yaitu : 1. Alat GLC relatif sangat mudah dioperasikan. Harga dari alat GLC relatif murah. Ada 2 jenis kolom tubuler terbuka. kecepatan gas yang tinggi dapat juga digunakan 2. Pertama etanol pekat dipipet sebanyak 4 mL kemudian dilarutkan dalam labu ukur 100 mL (4%). Time dan . Alat GLC dapat dipakai dalam waktu yang lama dan berulang-ulang. alat GC diatur sebagai berikut :  Suhu injektor : 1300C  Suhu detektor : 1500C  Initial temp : 800C  Initial time : 1 menit  Rate : 50C/menit  Final temp : 800C  Final time : 5 menit Setelah alat disetting. tunggu sampai data keluar pada komputer. penggunaan kolom yang sangat panjang bersama-sama dengan waktu analisis yang relatif cepat merupakan alat penolong yang berharga bagi para ahli kimia untuk dapat memisahkan komponenkomponen yang perbedaannya kecil didalam sifat-sifat fisiknya. Kolom jejal umumnya mempunyai panjang yang berkisar antara 0.

Nama Area Keterangan 1. d. 2001. grafik di komputer menunjukkan puncak yang memiliki ekor. Yogyakarta: Liberty. Kemudian pembacaan standar. Difusi Eddy.704 Tabel 1. 4. Kromatografi.wordpress. Vogel’s Textbook of quantitative inorganic analysis including elementary instrumental analysis. Sampel yang akan dianalisis harus fresh atau baru dibuka segelnya dan sampel yang dianalisis dilakukan oleh analis yang sama agar standar deviasi kecil. b. Difusi molekular. dapat dihitung konsentrasi sampel dengan rumus berikut : Csampel = (???? ??????×??????????? ???????) = ` ???? ???????? 1462397×4 3593720 = 1. Fardiaz.697 H = 64202 T = 2. . Kesetimbangan yang lambat.63 %. Bogor: Departeman Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Perguruan Tinggi Pusat Antar Universitas IPB. H. didapatkan kadar etanol dalam sampel obat eliksir sebesar 1. klik start dan tunggu sampai data keluar. alat disetting sama dengan sampel. London: Longman Group UK Limited. Catat Hight.com/2010/ 05/12/pemisahan-dan-penentuankadar-etanol-dengan-kromatografigas/. hal ini disebabkan oleh : a. Pada pembacaan oleh alat.Area. D. Standar diinjeck sebesar 3 ?? ke dalam injection port. Sedangkan yang tercantum 1.63 % tidak jauh berbeda dengan konsentrasi etanol pada label sampel yaitu sebesar 1 %. KESIMPULAN DAN SARAN Gambar 1. http://arnisfarida. DATA PENGAMATAN pada label kemasan sebesar 1 %. Data Pengamatan HASIL DAN PEMBAHASAN Dari tabel data pengamatan di atas.63 % Diketahui konsentrasi sampel obat eliksir sebesar 1. molekul yang bergerak dengan arah yang salah c. DAFTAR PUSTAKA Gambar 2. Kromatografi Gas Analisis Pangan. 1989. Kromatogram Standar Etanol Berdasarkan praktikum kali ini. Bassett. Kromatogram Sampel Obat Eliksir No. Sastrohamidjojo. Standard Etanol 4% 3593720 H = 147374 Sampel Obat Eliksir 1462397 2. yang disebabkan perbedaan lintasan yang ditempuh. 2. 3. Harga Kd yang tidak tetap. T = 2. J. Time dan Area.