Anda di halaman 1dari 18

BAB 1

LAPORAN PENDAHULUAN

A. NYERI AKUT
1. Definisi

Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan
yang muncul akibat kerusakan jaringan actual atau yang
digambarkan sebagai kerusakan ( internasional association for the
study of pain) ; awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas
ringan hingga berat dengan akhiran yang dapat diantisipasi atau
prediksi dan berlangsung < 6 bulan.
2. Batasan karakeristik
- Perubahan selera makan
- Perubahan tekanan darah
- Perubahan frekuensi jantung
- Perubahan frekuensi pernapasan
- Laporan isyarat
- Diaforesis
- Perilaku distraksi
- Mengeksperikan perilaku
- Maker wajah
- Sikap melindungi area nyeri
- Fokus menyempit
- Indikasi nyeri yang dapat diamati
- Perubahan posisi untuk menghin dari nyeri
- Dilatasi nyeri
- Melaporkan nyeri secara verbal
- Ganguan tidur

Etiologi a) Obstruksi kelenjar prostat yang membesar. infeksi. Arjatm T.neoplasma ) . Hendra Utama. SPFK.Agen cedera kimiawi ( mis. dan zat-zat lainnya. Ph. And dan dr. Striktur uretra (penyempitan lumen dari uretra). abdomen dan daerah genetalia. . Batu kandung kemih adalah batu yang tidak normal di dalam saluran kemih yang mengandung komponen kristal dan matriks organik tepatnya pada vesika urinari atau kandung kemih. diamox.D. prosedur bedah dll ) . laksatif dan aspirin dosis tinggi yang berlebihan. amputasi. oksalat. Factor yang berhubungan Agen cedera biologis ( mis. 2007). Batu kandung kemih sebagian besar mengandung batu kalsium oksalat atau fosfat ( Prof. vitamin D. 2006 ). Vesikolitiasis adalah batu yang terjebak di vesika urinaria yang menyebabkan gelombang nyeri yang luar biasa sakitnya yang menyebar ke paha. (Brunner and Suddarth. luka bakar. Etioligi - B. Medikasi yang diketahui menyebabkan pada banyak klien mencakup penggunaan antasid. 2005).Agen cedera fisik ( mis. Sp. luka bakar. iskemia. 2. agens mustard ) 4.( Smeltzer and Bare. terpotong. abses. kapsasin. Batu vesika urinaria terutama mengandung kalsium atau magnesium dalam kombinasinya dengan fosfat. Dr. metilen klorida. Definisi Vesikolitiasis adalah penyumbatan saluran kemih khususnya pada vesika urinaria atau kandung kemih oleh batu penyakit ini juga disebut batu kandung kemih. VESIKOLITIASI 1.3.

Penurunan jumlah air kemih Dikarenakan masukan cairan yang sedikit. batu kandung kemih disebabkan infeksi. Hipositraturia Suatu penurunan ekskresi inhibitor pembentukan kristal dalam air kemih. misalnya kateter. . d. Hiperurikosuria Peningkatan kadar asam urat dalam air kemih yang dapat memacu pembentukan batu kalsium karena masukan diet purin yang berlebih.b) Neurogenik bladder (lumpuh kandung kemih karena lesi pada neuron yang menginervasi bladder). infeksi. c) Benda asing . khususnya sitrat. disebabkan idiopatik.urin dapat tertampung pada suatu kantung di dinding vesika urinaria. hiperparatiroidisme primer. kalsium dan protein). Jenis cairan yang diminum Minuman yang banyak mengandung soda seperti soft drink. maupun radang. minum Asetazolamid. disebabkan karena hiperkalsiuria idiopatik (meliputi hiperkalsiuria disebabkan masukan tinggi natrium. statis urin dan periode imobilitas (drainage renal yang lambat dan perubahan metabolisme kalsium). jus apel dan jus anggur. Faktor. terutama oleh Shistoma haemotobium. Menurut Smeltzer (2005) bahwa. asidosis tubulus ginjal tipe I (lengkap atau tidak lengkap). Hiperkalsiuria b. d) Divertikula. dan kelebihan vitamin D atau kelebihan kalsium. c. e.faktor yang mempengaruhi menurut batu kandung kemih (Vesikolitiasis) adalah : a. lesi mengarah keganasan Hal-hal yang disebutkan di atas dapat menimbulkan retensi urin. dan diare dan masukan protein tinggi. Suatu peningkatan kadar kalsium dalam urin. e) Shistomiasis. sarkoidosis.

Hiperoksalouria Kenaikan ekskresi oksalat diatas normal (45 mg/hari). 6 % batu asam urat. c) Terdapat hematuri pada akhir kencing. g. nyeri dan perut kembung (Smeltzer. a) Dapat tanpa keluhan. peningkatan absorbsi kalsium intestinal. Batu struvit disebabkan karena adanya infeksi saluran kemih dengan organisme yang memproduksi urease. kejadian ini disebabkan oleh diet rendah kalsium. dapat pula kita lihat tanda seperti mual muntah. kondisi ini lebih serius yang dapat mengancam kehidupan pasien. 15 % batu tripe/batu struvit (Magnesium Amonium Fosfat). 3. gelisah. dan penyakit usus kecil atau akibat reseksi pembedahan yang mengganggu absorbsi garam empedu. Kandungan batu kemih kebayakan terdiri dari : 1) 2) 3) 4) 75 % kalsium.Sakit berhubungan dengan kencing (terutama diakhir kencing). Manifestasi Klinis / Tanda Gejala Batu yang terjebak di kandung kemih biasanya menyebabkan iritasi dan berhubungan dengan infeksi traktus urinarius dan hematuria. i. b) Lokasi sakit terdapat di pangkal penis atau suprapubis kemudian dijalarkan ke ujung penis (pada laki-laki) dan klitoris (pada wanita). 2005). h. jika terjadi obstruksi pada leher kandung kemih menyebabkan retensi urin atau bisa menyebabkan sepsis. Batu Asan Urat Batu asam urat banyak disebabkan karena pH air kemih rendah. 1-2 % sistin (cystine). batu kalsium idiopatik (tidak dijumpai predisposisi metabolik). . Ginjal Spongiosa Medula Disebabkan karena volume air kemih sedikit. dan hiperurikosuria (primer dan sekunder). Batu Struvit f.

Batu saluran kemih merupakan kristalisasi dari mineral dari matriks seputar. Jika penyumbatan timbul dengan cepat (Hidronefrosis akut) biasanya akan menyebabkan koliks ginjal (nyeri yang luar biasa di daerah antara rusuk dan tulang punggung) pada sisi ginjal yang terkena. dan lamanya penyumbatan.d) Disuria (sakit ketika kencing) dan frequensi (sering kebelet kencing walaupun VU belum penuh). Disuria i. tumor dan urat. . Urin berhenti mendadak bila batu menutup orificium uretra interna. biasanya tidak menimbulkan gejala atau nyeri tumpul di daerah antara tulang rusuk dan tulang punggung. Obstruksi total dapat berakibat menjadi hidronefrosis. tanda hidronefrosis yang lain menurut adalah: Hematuri b. a. menjadikan sarang untuk pembentukan batu. Patofisiologi Batu dalam perkemihan berasal dari obstruksi saluran kemih. Muntah g. darah. Jika penyumbatan berkembang secara perlahan (Hidronefrosis kronis). Komposisi mineral dari batu bervariasi. seperti pus. Selain tanda diatas. Jika sudah terjadi komplikasi seperti seperti hidronefrosis maka gejalanya tergantung pada penyebab penyumbatan. Rasa nyeri di daerah kandung kemih dan ginjal e. Peningkatan konsentrasi larutan urine akibat intake cairan yang rendah dan juga peningkatan bahan organic akibat ISK atau urine statis. lokasi. ditambah adanya infeksi. meningkatkan lapisan urine yang berakibat presipitasi kalsium fosfat dan magnesium ammonium fosfat. baik parsial maupun total. Nyeri abdomen h. Sering ditemukan infeksi disaluran kemih c. kira-kira 3/2 bagian dari batu adalah kalsium fosfat. Mual f. asam. Demam d.urine dan custine. Menggigil 4.

c. Sedimen : sel darah meningkat (90 %). Teori berkurangnya factor penghambat Berkurangnya factor penghambat seperti peptid. ditemukan pada penderita dengan batu. Lekosit terjadi karena infeksi . Warna kuning. asam mukopolisakarida akan mempermudah terbentuknya batu saluran kencing. pH lebih dari 7. bila terjadi infeksi maka sel darah putih akan meningkat 4. pH yang rendah menyebabkan pengendapan batu asam urat 3. polifosfat. sitrat. fosfat. organisme dapat berbentuk batu magnesium amonium phosphat. asam urat. Teori supersaturasi Terjadinya kejenuhan substansi pembentuk dalam urine seperti sistin. Ekskresi kalsium. Urinalisa: 1. coklat atau gelap 2. b. magnesium. Teori matriks Terbentuknya batu saluran kemih memerlukan adnay substansia organic sebagai inti. terutama dari mukopolisakarida dan mukoprotein yang akan memepermudah kristalisasi dan agregasi substansu pembentukan batu. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjangnya dilakukan di laboratorium yang meliputi pemeriksaan: a.6 biasanya ditemukan kuman area splitting.Teori menurut Nursalam( 2006) antara lain : a. Biakan Urin : Untuk mengetahui adanya bakteri yang berkontribusi dalam proses pembentukan batu saluran kemih 5. Darah: 1. fosfat. Hb akan terjadi anemia pada gangguan fungsi ginjal kronis 2. kalsium oksalat akan mempermudah terbentuknya batu. pirofosfat. asam urat dalam 24 jam untuk melihat apakah terjadi hiperekskresi. 5. b.

menunjukan adanya batu. Diagnosis ditegakan dengan studi ginjal. Radiologis: 1. 3. besar batu. Endoskopi ginjal Menentukan pelvis ginjal. Ureum kreatinin untuk melihat fungsi ginjal 4. EKG Menunjukan ketidak seimbangan cairan. PV (Pem Postvoid) : mengetahui pengosongan kandung kemih. j. e. Pielogram retrograd l. ureter. g. Menunjukan abnormalitas pelvis saluran ureter dan kandung kemih. d. fosfat dan asam urat c. USG (Ultra Sono Grafi) i. 2. Sistokopi : Untuk menegakkan diagnosis batu kandung kencing. apakah terjadi bendungan atau tidak.3. f. kandung . mengeluarkan batu yang kecil. Pada gangguan fungsi ginjal maka IVP tidak dapat dilakukan. k. 4. asam basa dan elektrolit. Litotripsi bergelombang kejut ekstra korporeal Prosedur menghancurkan batu ginjal dengan gelombang kejut. Foto BNO/IVP untuk melihat posisi batu. Untuk mengetahui sejauh mana terjadi kerusakan pada jaringan ginjal. Kalsium. IVP ( intra venous pylografi ) Menunjukan perlambatan pengosongan kandung kemih. Foto Rontgen Menunjukan adanya di dalam kandung kemih yang abnormal. Foto KUB : Menunjukkan ukuran ginjal ureter dan ureter. h. pada keadaan ini dapat dilakukan retrogad pielografi atau dilanjutkan dengan antegrad pielografi tidak memberikan informasi yang memadai. Vesikolitektomi ( sectio alta ) Mengangkat batu vesika urinari atau kandung kemih.membedakan derajat obstruksi kandung kemih divertikuli kandung kemih dan penebalan abnormal otot kandung kemih.

Penatalaksanaa Menurut Soeparman ( 2008) pengobatan dapat dilakukan dengan : a. o Ruang Lingkup : Semua penderita yang datang dengan keluhan nyeri pada akhir miksi. pyelografi intravena dan ultrasonografi) diketahui penyebabnya adalah batu buli-buli. diperlukan beberapa . Dalam kaitan penegakan diagnosis dan pengobatan. asam urat. Uji kimia darah dengan urine dalam 24 jam untuk mengukur kalsium. urografi intravena atau pielografi retrograde. bila terjadi koliks ginjal dan tidak di kontra indikasikan pasang kateter.kemih. Riwayat diet dan medikasi serta adanya riwayat batu ginjal. berikan spasme analgetik atau inhibitor sintesis prostaglandin. ureter. dan kandung kemih dalam keluarga di dapatkan untuk mengidentifikasi faktor yang mencetuskan terbentuknya batu kandung kemih pada klien. kreatinin. dan volume total merupakan upaya dari diagnostik. Pengambilan Batu 1) Batu dapat keluar sendiri Batu tidak diharapkan keluar dengan spontan jika ukurannya melebihi 6 mm. b. natrium. hematuria dan miksi yang tiba-tiba berhenti serta dalam pemeriksaan penunjang (foto polos abdomen. 2) Vesikolithotomi : Suatu tindakan pembedahan untuk mengeluarkan batu dari buli-buli dengan membuka buli-buli dari arterior. 6. Mengatasi Simtom Ajarkan dengan tirah baring dan cari penyebab utama dari vesikolitiasis.

infeksi luka operasi. o Komplikasi Operasi : Komplikasi adalah perdarahan. Patologi Klinik dan Radiologi o Indikasi Operasi : Batu buli-buli yang berukuran lebih dari 2. tes faal ginjal. kadar kalsium. o Pemeriksaan penunjang : Darah lengkap.5 cm pada orang dewasa dan semua ukuran pada anak-anak.disiplin ilmu yang terkait antara lain. foto polos abdomen. pyelografi intravena. dan asam urat dalam serum serta ekskresi kalsium. fistel. fosfat dan asam urat dalam urin 24 jam. sediment urin. USG. o Perawatan Pasca Bedah : Pelepasan catheter minimal 6 hari Setelah hari operasi. .pelepasan redon drain bila dalam 2 hari berturut-turut produksi < 20cc/24 jam Pelepasan benang jahitan keseluruhan 7 hari pasca operasi. fosfat. kultur urin dan tes kepekaan antibiotika.

atau ultrasound kemudian diangkat. Bila batu di atas ukuran ini dapat ditangani dengan gelombang kejut atau sistolitotomi melalui sayatan prannenstiel. Setelah batu itu pecah menjadi bagian yang terkecil seperti pasir.3) a) Pengangkatan Batu Lithotripsi gelombang kejut ekstrakorporeal Prosedur non invasif yang digunakan untuk menghancurkan batu. kurangi masukan protein (sebesar 1 g/Kg BB /hari). sisa batu tersebut dikeluarkan secara spontan. . minum jeruk nipis atau lemon malam hari). tergantung dari ukurannya. Selain itu alat ultrasound dapat dimasukkan ke selang nefrostomi disertai gelombang ultrasonik untuk menghancurkan batu. hindari masukan soft drinks. Pengaturan diet Dengan meningkatkan masukan cairan. dan bila batu tunggal dengan meningkatkan masukan cairan dan pemeriksaan berkala pembentukan batu baru. b) Metode endourologi pengangkatan batu Bidang endourologi mengabungkan ketrampilan ahli radiologi mengangkat batu renal tanpa pembedahan mayor. c) Ureteroskopi Ureteroskopi mencakup visualisasi dan akses ureter dengan memasukkan alat ureteroskop melalui sistoskop. Litotriptor adalah alat yang digunakan untuk memecahkan batu tersebut. litotrips elektrohidraulik. tetapi alat ini hanya dapat memecahkan batu dalam batas ukuran 3 cm ke bawah. Batu dapat dihancurkan dengan menggunakan laser. 4) Pencegahan (batu kalsium kronik-kalsium oksalat) a) b) c) Menurunkan konsentrasi reaktan (kalsium dan oksalat) Meningkatkan konsentrasi inhibitor pembentuk batu Yaitu sitrat (kalium sitrat 20 mEq tiap malam hari. Batu diangkat dengan forseps atau jarring.

d) membatasi masukan natrium. Pemberian obat Untuk mencegah presipitasi batu baru kalsium oksalat. disesuaikan kelainan metabolik yang ada. diet rendah natrium (80-100 meq/hari). dan masukan kalsium. .

kolor. tumor dan perubahan fungsi). Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan insisi luka operasi Tujuan : Tidak terjadi infeksi. dolor. Pantau jika terdapat tanda infeksi (rubor. b. a. e. d. kolor. c.7. b. f. Intervensi : 1. Ganti balut dengan prinsip steril. tanda vital normal dan tidak ditemukan tanda infeksi. d. Pantau tanda vital klien. Kolaborasi pemberian antibiotik. dolor. 2. c. Intervensi : Kaji lokasi dan luas luka. tidak ada luka tambahan Intervensi : a. tumor dan perubahan fungsi) Kaji adanya luka tambahan pada klien Ganti balut dengan prinsip steril Kolaborasi pemberian antibiotik Himbau agar klien membatasi mobilitasnya . e. Tujuan : Tidak terjadi gangguan integritas kulit . Kriteria Hasil: Limfosit dalam batas normal. Kriteria Hasil: tidak ditemukan tanda infeksi. Kaji drainase luka Monitor adanya tanda infeksi (rubor. Resiko tinggi gangguan integritas kulit berhubungan dengan drainase luka.

tempat tanggal lahir.suara bicara dan tanda-tanda vital. apakah terdapat masa bekas terauma pada kepala. keluhan gastrointestinal seperti nafsu makan menurun. alamat rumah. urine yang masih menetes setelah berkemih. tingkat kesadaran. sering berkemih pada malam hari. 3) Keluhan Utama Frekuensi berkemih yang meningkat. warga negara. bagaimana bentuknya. 2) Kepala Apakah klien terdapat nyeri kepala. bola mata apakah ada kelainan. mual. mengedan saat berkemih. kelopak mata. apakah terdapat paralysis otot muka dan otot rahang. Pengkajian Dan Pemeriksaan Fisik a. bagaimana keadaan rambut klien. Pemeriksaan Fisik 1) Status Kesehatan Umum Meliputi kedaan penyakit. sclera. 2) Data Medik Dikirim oleh siapa dan diagnosa medik saat masuk maupun saat pengkajian. nyeri saat berkemih. KONSEP DASAR KEPERAWATAN 1. . peningkatan suhu tubuh disertai menggigil.B. bahasa yang digunakan.muntah dan konstipasi. penurunan kekuatan. 3) Muka Bagaimana bentuk muka. b. apakah terdapat edema. 4) Mata Apakah kedua mata memiliki bentuk yang berbeda. Anamnesa 1) Identitas Klien Meliputi nama klien. pendidikan. merasa tidak puas setelah berkemih. bentuk alis mata. apakah daya penglihatan klien masih baik. dan ukuran pancaran urine. hematuria. nyeri pinggang. kongjungtiva. tidak dapat berkemih sama sekali. agama/suku. pekerjaan. penurunan fungsi seksual. jenis kelamin.

membran timpani utuh atau tidak. apakah terdapat secret. pada klien vesikollitiasis biasanya dilakukan pemeriksaan rectal toucer untuk mengetahuan pembesaran prostat dan konsistensinya. pendarahan pistula maupun tumor. 7) Mulut Faring Mulut dan Faring. pembesaran kelejar limfe. apakah terdapat kaku kuduk. karang gigi. kelenjar limfe terjadi pembesaran atau tidak. 6) Hidung Apakah terjadi deformitas pada hidung klien. mukosa mulut apakah terdapat ulkus. apakah klien masih dapat mendengar dengan baik. pada tonsil dan palatum masih utuh atau tidak. pada anus apakah terdapat hemoroid. atau penonjolan setempat. 11) Inguinal /Genetalia/ anus Apakah terdapat hernia.5) Telinga Bentuk kedua telinga simetris atau tidak. apakah terdapat sekret. apakah terpasang keteter atau tidak. karies. hepar dan ginjal apakah teraba. apakah tampak kering dan pucat. bagaimana bentuk penis dan scrotum. serumen dan benda asing. perdarahan pada hidung. 12) Ekstermintas . apakah daya penciuman masih baik. datar. 8) Leher Bentuk leher simetis atau tidak. peristaltic usus meningkat atau menurun. 9) Dada Apakah ada kelainan paru-paru dan jantung. otot lidah apakah masih baik. apakah settum terjadi diviasi. gigi masih utuh. apakah terdapat nyeri pada abdomen. 10) Abdomen Bentuk abdomen apakah membuncit.

Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan depresi pernafasan akibat efek anestesi . febris. Resiko tinggi gangguan integritas kulit berhubungan dengan drainase luka. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual dan muntah . Pemeriksan fisik khusus urologi 1) Sudut kosto vertebra : nyeri tekan . nyeri ketok. bagaimana kekuatan otot dan refleknya. Tujuan : Tidak terjadi gangguan pernafasan Kriteria Hasil : Tidak tersedak. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan efek anestesi b. g. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan perdarahan akibat insisi . buli-buli penuh 3) Genitalia eksterna : teraba batu di uretra 4) Colok dubur : teraba batu pada buli-buli (palpasi bimanual) 2 2. Pemeriksaan fisik umum : hipertensi. d. Gangguan rasa nyaman: nyeri berhubungan dengan penekanan saraf tepi akibat insisi . teraba batu. anemia. 3. Sekret tidak menumpuk di jalan nafas dan tidak ditemukan tanda cyanosis Intervensi : . c.Apakah pada ekstermitas bawah dan atas terdapat keterbatasan gerak. Diagnosa Keperawatan a. f. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan insisi luka akibat operasi . 3 a. Pemeriksaan fisik pasien dengan BSK dapat bervariasi mulai tanpa kelainan fisik sampai tanda-tanda sakit berat tergantung pada letak batu dan penyulit yang ditimbulkan. e. syok. Intervensi Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan efek anestesi. nyeri sendi atau edema. pembesaran ginjal 2) Supra simfisis : nyeri tekan.

2) Kaji perubahan tanda vital secara drastis. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan penekanan saraf tepi akibat insisi .1) Kaji pola nafas klien. 4) Observasi pengembalian fungsi otot pernafasan. d. anti spasmodik dan kortikosteroid. Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi. skala nyeri 1-2. Intervensi : 1) Kaji tanda vital klien. 5) Ciptakan lingkungan yang nyaman. 2) Observasi frekuensi dan kedalaman pernafasan. bebas dari sianosis atau tanda-tanda hipoksia. 3) Ajarkan teknik relaksasi dan distraksi. 6) Berikan 0ksigen jika diperlukan. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan depresi pernafasan akibat efek anestesi . 2) Catat lokasi dan lamanya intensitas nyeri. 4) Ciptakan lingkungan yang nyaman. 4) Bersihkan sekret dijalan nafas. tanda vital normal. 5) Lakukan pengisapan lendir jika diperlukan. Intervensi : 1) Pertahankan jalan nafas dengan memiringkan kepala. 3) Kaji adanya syanosis. 5) Kolaborasi pemberian analgesik (Narkotik). . hiperekstensi rahang. Kriteria Hasil : pola nafas efektif. aliran udara faringeal oral. 3) Posisikan klien dengan nyaman. Tujuan : klien merasa nyaman. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual dan muntah. b. Kriteria Hasil : klien tidak gelisah. Tujuan : pola nafas menjadi normal (vesikuler). c.

Intervensi : 1) Kaji tanda vital klien. 4) Kaji turgor klien. 7) Kolaborasi pemberian diuretik. f. 6) Cacat insiden muntah dan catat karakteristik dan frekuensi muntah. Kriteria Hasil : 1) Monitor tanda vital. Ht. 8) Ciptakan lingkungan yang nyaman bagi klien. Kriteria Hasil: Limfosit dalam batas normal. Intervensi : 1) Kaji lokasi dan luas luka. Tujuan : Membaiknya keseimbangan cairan dan elektrolit. 3) Pertahankan pencatatan komulatif jumlah dan tipe pemasukan cairan. 4) Monitor status mental klien. dolor. 7) Berikan makan sedikit tetapi sering. 5) Awasi input dan output klien. tanda vital normal dan tidak ditemukan tanda infeksi. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan perdarahan akibat insisi. 3) Timbang berat badan klien setiap hari. e. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan insisi luka operasi Tujuan : Tidak terjadi infeksi. membran mukosa lembab dan tanda vital normal. .Kriteria Hasil : Klien habis satu porsi dari rumah sakit. 2) Kaji kebutuhan nutrisi klien. 5) Monitor berat badan tiap hari. tidak mengeluh lemas. 6) Awasi pemeriksaan laboratorium (Hb. 2) Monitor urin meliputi warna hemates sesuai indikasi. tumor dan perubahan fungsi). 2) Pantau jika terdapat tanda infeksi (rubor. dan natrium urin). kolor.

2006. kolor.3) Pantau tanda vital klien. dolor. Salemba Medika: Jakarta. (Edisi kedelapan). 2) Monitor adanya tanda infeksi (rubor. tidak ada luka tambahan Intervensi : 1) Kaji drainase luka. 3) Kaji adanya luka tambahan pada klien.Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis Dan Nanda Nic-Noc Jilid 2. 6) Himbau agar klien membatasi mobilitasnya. tumor dan perubahan fungsi). 5) Ganti balut dengan prinsip steril. Sylvia. Amin Huda.2013. DAFTAR PUSTAKA Brunner and Suddarth’s . Jakarta : EGC. C. 2007. Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah. 5) Kolaborasi pemberian antibiotik. Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem perkemihan. Suzanne. Kriteria Hasil: tidak ditemukan tanda infeksi. . Jakarta : EGC Smeltzer. EGC: Jakarta. (2006). Tujuan : Tidak terjadi gangguan integritas kulit . 4) Kolaborasi pemberian antibiotik. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah.Yogyakarta : Mediaction Publishing Nursalam. Price. 4) Ganti balut dengan prinsip steril. g. Edisi 6. Resiko tinggi gangguan integritas kulit berhubungan dengan drainase luka. Nurafif. 2005. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.