Anda di halaman 1dari 5

JUDUL : Kasus Suap Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

NAMA :NAWANG KALBUANA
NIM: C4C013060
KASUS:
TEMPO.CO, Jakarta--Tersangka suap bea cukai, bekas Kepala Subdirektorat Ekspor
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Heru Sulastyono dan pengusaha Yusran Arif
dilimpahkan ke Kejaksaan Agung pada Selasa, 24 Februari 2014. Kepala
Subdirektorat Tindak Pidana Pencucian Uang Badan Reserse Kriminal Mabes Polri
Komisaris Besar Agung Setya Effendi aliran dana dari Yusran untuk Heru adalah
komisi karena membantu perusahaan Yusran.
"Prinsipnya Yusran membagi hasil karena usahanya dibantu Heru. Pembagiannya
berkisar 8-9 persen dari keuntungan Yusran," kata Agung ketika dihubungi
Tempo, Selasa, 25 Februari 2014.
Agung mengatakan Heru membantu Yusran mengakali kewajiban pembayaran
kepada negara, salah satunya dengan mengatur valuation ruling alias penetapan
nilai pabean. Agung mengatakan keberadaan Heru sebagai konsultan juga
membantu pengeluaran bijih plastik yang diimpor PT Tanjung Jati Utama milik
Yusran."Kalau mereka tahu bahwa ini yang ngurus Yusran, semua jadi lancar
karena semua tahu dia dibantu siapa. Kalau enggak punya orang dalam susah,"
kata Agung.
Penyidik kepolisian menyita 7 unit tanah dan bangunan, sebuah mobil dan uang
sebagai barang bukti dalam dugaan tindak pidana pencucian uang dan suap ini.
Penyidik juga menyita uang Rp 425 juta dari rekening Heru dan uang Rp 442 juta
yang digunakan untuk membayar uang muka satu unit kondotel di Seminyak,
Bali. (dikutip http://www.tempo.co/read/news/2014/02/26/063557608/HeruSulastyono-Terima-Komisi-9-Persen-dari-Yusran tanggal 26 Februari 2014)
Selain itu, Bareskrim juga telah bekerja sama dengan Inspektorat Bidang
Investigasi Kementerian Keuangan untuk menyelidiki kasus ini. Menurut Arief,
Polri tidak dapat langsung mengakses dokumen ekspor impor yang ditangani
Heru lantaran ada keterbatasan yuridis yang dimiliki. Polri harus mengantongi
izin dari Menteri Keuangan sebelum dapat mengakses dokumen tersebut.
"Kerja sama itu untuk memperoleh dokumen yang berkaitan dengan kegiatan
ekspor impor yang dilakukan saudara YA (Yusran Arif) untuk bisa mengetahui
pihak-pihak lain yang terafiliasi dengan kedua tersangka," katanya.
(dikutip
http://nasional.kompas.com/read/2013/11/01/1748533/Tangani.Kasus.Pejabat.Be
a.Cukai.Polri.Gandeng.PPATK tanggal 1 November 2013)
SUMBER:

http://nasional. http://www.Pejabat.1.kompas.Polri.Cukai. Pada kasus tersebut ini baik petugas Bea Cukai maupun sang Penyuap telah melanggar Pasal 3 dan pasal 6 Undang-Undang No 25 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang . Pada kasus tersebut ini baik petugas Bea Cukai maupun sang Penyuap telah Pelanggaran Pasal 5 ayat 2.co/read/news/2014/02/26/063557608/Heru-SulastyonoTerima-Komisi-9-Persen-dari-Yusran (utama) 2.com/tag/suap-bea-cukai (berita online) Analisis Pelanggaran Kode Etik: 1. Pada kasus ini petugas Bea Cukai juga telah melanggar International Ethics Standards Board for Accountants Section 320 tentang Acting with Sufficient Expertise 4. Pada kasus ini petugas Bea Cukai juga telah melanggar International Ethics Standards Board for Accountants Section 320 tentang Preparation and Reporting of Information 3. Pada kasus ini petugas Bea Cukai juga telah melanggar International Ethics Standards Board for Accountants Section 310 tentang Potential Conflicts 2.tempo.Gandeng.liputan6.com/read/2013/11/01/1748533/Tangani.PPATK (tambahan) 3.Kasus.Be a. Pasal 12 huruf b dan Pasal 11 Undang-Undang No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi 5. http://www.

Rosyid mengungkapkan. IM3 menyebut adanya pajak masukan ke PT Indosat sebesar Rp 65. Manajemen juga melakukan konspirasi dengan auditor dari kantor akuntan publik dalam melakukan manipulasi laba yang menguntungkan dirinya dan korporasi. seharusnya angka Pajak Masukan IM3 tersebut muncul pada laporan pajak keluaran PT Indosat untuk tahun buku yang sama. Dalam kasus diatas IM3 menggelapkan pajak. jika pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran. Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) nomor 00008/407/02/051/03 uang tersebut sudah ditransfer oleh kantor pajak ke IM3. Karena itu.77 miliar. dapat direstitusi atau ditarik kembali. Kemungkinan telah terjadi mekanisme penyuapan (bribery) dalam kasus tersebut. sehingga merugikan banyak pihak dan pemerintah. 750 penanam modal asing (PMA) terindikasi tidak membayar pajak dengan cara melaporkan rugi selama lima tahun terakhir secara berturut-turut. kata Rosyid. Bahkan.Judul : Penggelapan Pajak PT. Dalam kasus ini terungkap bahwa pihak manajemen berkonspirasi dengan para pejabat tinggi negara dan otoritas terkait dalam melakukan penipuan akuntansi. Namun setelah dicek ulang. Padahal. PT Indosat hanya melaporkan pajak keluaran sebesar Rp 19. Seperti diketahui. Sesuai aturan. dengan cara para investor melakukan penipuan berupa pemalsuan laporan laba rugi dengan menyebutkan bahwa perusahaan mengalami kerugian selama 5 tahun. jika lampiran pajak masukan dicermati. selintas memang tidak terjadi kejanggalan dari hal tersebut.62 miliar sehingga selisih pajak keluaran dan masukan sebesar Rp 65. maka selisihnya dapat direstitusi atau ditarik kembali. Namun. Untuk SPT masa PPN 2001 yang dilaporkan ke kantor pajak pada Februari 2002 dilaporkan bahwa total pajak keluaran tahun 2001 sebesar Rp 846. kata dia. bahkan nilainya lebih besar. ternyata tidak ditemukan angka pajak masukan yang diklaim IM3. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI. Untuk SPT Masa PPN 2002 per Desember 2002. IM3 melakukan penggelapan pajak dengan cara memanipulasi Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN) ke kantor Pajak untuk tahun buku Desember 2001 dan Desember 2002. Indosat Multimedia (IM3) Nama : Vida Fitronutzzaqiyah Huzna NIM : C4C013073 Kasus : IM3 diduga melakukan penggelapan pajak dengan cara memanipulasi Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai ( SPT Masa PPN) ke kantor pajak untuk tahun buku Desember 2001 dan Desember 2002.07 miliar. Jika pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran. Sedangkan total pajak masukan sebesar Rp 66.7 miliar. Hal serupa juga dilakukan pada 2002. IM3 melakukan restitusi sebesar Rp 65.41 miliar yang sebagian besar berasal dari transaksi dengan PT Telkom bukan dengan IM3. Menurut Rasyid. IM3 melaporkan kelebihan pajak masukan sebesar Rp 109 miliar. dan seperti kita ketahui . IM3 melakukan restitusi sebesar Rp 65. dalam SPT Masa PPN PT Indosat.43 juta. Karena itu.7 miliar. M Rosyid Hidayat mengungkapkan kecurigaan adanya dugaan korupsi pajak atau penggelapan pajak yang dilakukan PT Indosat Multimedia (IM3).

http://christiantarck. di antaranya penyusunan SOP wasrik dan penyusunan monitoring dan evaluasi sertifikasi guru.tempo. Sumber : 1. Tomi saat bersaksi untuk terdakwa mantan Irjen Kemendikbud Mohammad Sofyan mengaku bersalah dengan penerimaan duit dalam kegiatan wasrik sertifikasi guru (sergu) di Inspektorat IV Kemendikbud.scribd. Tini . Tomi mengaku sudah mengembalikan duit ke KPK. karena menggunakan kekuasaannya untuk melakukan penipuan. Duit yang dikembalikan Rp 48 juta.com/doc/71419341/kode-etik-etbis 2.html Judul : Auditor BPKP menerima uang dari anggaran kegiatan joint audit pengawasan dan pemeriksaan di Kemendikbud Nama : Hani Rafika Santi NIM : C4C013078 Auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Tomi Triono mengaku menerima duit dari anggaran kegiatan joint audit pengawasan dan pemeriksaan di Kemendikbud. Menurutnya ada 10 auditor BPKP yang ikut dalam joint audit. Adanya aliran duit ke auditor BPKP juga terungkap dalam persidangan dengan saksi Bendahara Pengeluaran Pembantu Inspektorat I Kemendikbud.com/2013/01/penerapan-prinsip-etika-akuntandunia.com/2013/11/contoh-kasus-pelanggaranetika. dan mereka mau membantu tentu saja dengan adanya timbal balik berupa jabatan di kursi pemerintahan. http://www.html 3. Mereka bertugas untuk 6 program.blogspot.co/read/news/2003/11/04/05627427/Ditjen-Pajak-Akan-UsutDugaan-Penggelapan-Pajak-IM3 www.blogspot. http://togarkusuma.perusahaan yang rugi tidak perlu membayar pajak pendapatan. Hal ini bisa terjadi karena adanya konspirasi dengan para pejabat tinggi. oleh karena itu kasus ini merupakan pelanggaran terhadap etika politik.

dan auditor BPKP adalah pegawai negeri yang secara tidak langsung mengemban amanah dari rakyat. dalam kasus ini telah terjadi pelanggaran etika profesi akuntansi oleh auditor BPKP. terlebih. Total kerugian keuangan negara dalam kasus ini mencapai Rp 36. dalam kasus ini yang dirugikan adalah rakat karena uang negara adalah uang rakyat. auditor BPKP dalam kasus ini juga telah mengabaikan prinsip kepentingan publik. III. dengan kata lain. Sofyan didakwa memperkaya diri sendiri dan orang lain dengan memerintahkan pencairan anggaran dan menerima biaya perjalanan dinas yang tidak dilaksanakan. tidak diperkenankan auditor menerima sejumlah uang untuk menutup-nutupi suatu kecurangan apalagi ikut 'merancang' agar kecurangan tersebut tidak terbaca oleh mata hukum. . Dia juga memerintahkan pemotongan sebesar 5 persen atas biaya perjalanan dinas yang diterima para peserta pada program kegiatan joint audit Inspektorat I. seharusnya auditor menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan objektifitas dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang profesional. IV dan investigasi Itjen Depdiknas tahun anggaran 2009.484 miliar. Dari perbuatannya. II.Suhartini pada 11 Juli 2013. Sofyan memperkaya diri sendiri yakni Rp 1.103 miliar.