Anda di halaman 1dari 31

Termodinamika dalam Biologi, Termodinamika Tak Balik, Difusi

,
Permeabilitas dan Transpor Aktif

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Biofisika
yang dibina oleh Ibu Vita Ria Mustikasari, S.Pd, M.Pd
dan Ibu Novida Pratiwi, S.Si., M.Sc.

Oleh
Ngulmi Khamidah (140351600345)
Umi Nur Khoirum(140351601816)
Vicky Vionita L.Y (140351600440)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PRODI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Oktober 2016

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Semua mahluk hidup melakukan pekerjaan.Tumbuh-tumbuhan melakukan
pekerjaan ketika mengangkat air dari akar ke cabang-cabang,hewan melakukan
melakukan pekerjaan ketika berenang ,merayap, dan terbang.Kerja juga terjadi
ketika pemompaan darah melalui pembuluh darah dalam tubuh dan pada
pemompaan ion-ion melewati dinding sel .Semua kerja ini diperoleh dari
pengeluaran energy kimia yang disimpan dalam makanan yang dikonsumsi oleh
mahluk hidup. Termodinamika berasal dari dua kata yaitu thermal (yang
berkenaan

dengan

panas)

dan

dinamika

(yang

berkenaan

dengan

pergerakan).Termodinamika adalah kajian mengenai hubungan,panas, kerja, dan
energy dan secara khusus perubahan panas menjadi kerja.Hukum termodinamika
pertama dan kedua dirumuskan pada abad ke-19 oleh para ilmuan mengenai
peningkatan efisiensi mesin uap.Bagaimanapun hokum ini merupakan dasar
seperti hokum fisika lainnya. Mereka membatasi efisiensi amuba atau ikan paus
seperti mereka membatasi efisiensi mobil atau tenaga nuklir tumbuhan. Pada
makalah ini akan dibahas bahwa termodinamika dapat diterapkan dalam berbagai
aspek sistem kehidupan serta menyajikan teori termodinamika tak balik,
metodologi penerapannya, dan beberapa contoh fisika dan biofisika.
Selain membahas termodinamika, dalam makalah ini juga membahas
difusi, permeabilitas dan transpor aktif , dalam penjelasaanya keseimbangan
termodinamika sangat berperan penting. Difusi adalah suatu proses yang amat
cepat apabila terjadi dalam satu sel biologi. Pada bidang-bidang batas yang
terpisahkan oleh membrane(misalnya membrane sel) laju difusinya dapat lambat,
walaupun difusi melalui membran pemisah disebut permeabilitas. Banyak
membran yang permeabel hanya terhadap zat-zat tertentu.
Dalam penghantaran impuls saraf disebutkan bahwa konsentrasi ion di
dalam akson saraf berbeda dengan di luar. Perbedaan ini tidak dapat diterangkan
dengan difusi pasif melalui membrane yang hanya disebabkan oleh gaya osmosis

dan

listrik,

kendatipun

efek-efek

itupun

penting.

Tetapi

perlu

juga

memperhitungkan transport aktif ion-ion tertentu yang menggunakan energi
metabolik. Transpor aktif tidak hanya terbatas pada membrane akson. Difusi
paksa dalam arah yang berbeda dengan difusi yang disebabkan oleh listrik dan
gradien konsentrasi boleh jadi merupakan kejadian yang biasa di dalam sel.

Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah Termodinamika dan Biologi?
2. Bagaimanakah Termodinamika Tak Balik?
3. Bagaimanakah Difusi, Permeabilitas dan Transport aktif?

Tujuan
1. Untuk Mendiskripsikan Termodinamika dan Biologi?
2. Untuk Mendiskripsikan Termodinamika Tak Balik?
3. Untuk Mendiskripsikan Difusi, Permeabilitas dan Transport aktif?

BAB II
PEMBAHASAN
1. Termodinamika dan Biologi
Ackerman (1988 : 482) menyatakan bahwa termodinamika merupakan
salah satu bidang utama fisika. Konsep-konsep tentang energi dan perubahanperubahan bentuknya menjadi pusat perhatian termodinamika. Para fisikawan dan
kimiawan menganggap pendekatan ini paling mendasar dan paling penting. Oleh
karena itu, pernerapan termodinamika dalam sistem-sistem biologi merupakan inti
biofisika.
Termodinamika dapat diterapkan dalam berbagai aspek sistem kehidupan.
Penerapan itu mencakup perilaku sistem-sistem enzim, transpor molekul melawan
gradien kimia dan listrik serta dasar molekuler fungsi membran. Bagian-bagian
termodinamika yang paling banyak penerapannya dalam biologi ditekankan
terutama pada konsep-konsep tentang energi, entropi, dan energi bebas Gibbs

Hukum termodinamika yang dimaksud adalah Hukum ke-nol termodinamika.1 Hukum-hukum Termodinamika Ada 4 (empat) hukum termodinamika.untuk penerapan contohnya yaitu membahas tentang dua buah substansi dengan dua keadaan yang berbeda( substansi l dengan keadaan l dan substansi ll dengan keadaan ll). Hukum ke-tiga termodinamika.H.  Hukum Ke-nol Hukum ke 0 termodinamika berbunyi : ” Jika 2 buah benda berada dalam kondisi kesetimbangan termal dengan benda yang ke 3. Hukum pertama termodinamika. kedua ruangan ini akan mencapai titik kesetimbangan suhu yaitu (27 C + 21 ): 2 = 24 C.Hukum ini dicetuskan oleh R. Kedua substansi tersebut mencapai tiitk equilibrium/ titik kesetimbangan apabila kedua substansi tersebut dihubungkan dengan substansi yang lain (gambar 4. apabila dibuat interkoneksi . Flowler. Hukum ke-dua termodinamika. maka ketiga benda tersebut berada dalam kesetimbangan termal satu dengan lainnya” Hukum ke-nol termodinamika. Substansi Substans I II Substans III Substans Substansi I II Contoh: misalnya.1. dua buah ruangan berdampingan dengan suhu ruang masingmasing 27 C dan 21 C.3).

energi mekanis hilang sebagai kalor. kerja mekanis didefinisikan sebagai perkalian antara gaya F yang diberikan dan jarak s yang menggerakkannya searah dengan gaya (Ackerman. Hukum pertama ini tidak saja dipakai dalam pembahasan panas contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu. Q adalah kalor yang dimasukkan ke dalam sistem. Dengan lambang dapat ditulis : dE = δQ . W. Bunyi atau energi akustik adalah campuran energi potensial dan kinetik.Termodinamika adalah kajian tentang pertukaran kalor antarbenda dan pengubahan kalor menjadi atau dari energi bentuk lain. keadaan ll= sembuh . jadi pada suatu sistem nyata energi mekanis dapat dibangkitkan atau diepaskan. Nama lain untuk hukum dasar ini adalah hukum pertama termodinamika. Hukum ini melukiskan bahwa perubahan suatu keadaan dari keadaan pertama menjadi keadaan kedua diperlukan panas dan akibat panas ini timbullah suatu kerja. Energi didefinisikan sebagai kemampuan melakukan kerja mekanis. energi potensial dan energi kinetik. . energi mekanis selalu kekal.δW dengan E adalah energi dalam. seperti misalnya keadaan l = si sakit. Sumber energi mekanis diketahui.obatann/ vitamin (energi). Energi potensial mencakup energi elastik dan energi gravitasi. Selanjutnya." Energi mekanis dapat berbentuk dua macam yang umum. panas yang diberikan = obat. Karena gesekan terjadi dalam semua sistem makroskopik nyata. Hukum pertama dicetuskan oleh Joule Thompson. Pada sistem tanpa gesekan. 1988 :483).  Hukum Pertama Termodinamika Hukum I termodinamika menyatakan bahwa "Jumlah kalor pada suatu sistem adalah sama dengan perubahan energi di dalam sistem tersebut ditambah dengan usaha yang dilakukan oleh sistem. dan W adalah kerja atau usaha yang dilakukan oleh sistem.

21 C 27 C 24 C 24 C Panas Keadaan l Keadaan ll Timbul kerja ( keadaan l) (Keadaan ll ) Sakit Sembuh dari Hukum kekekalan energi: Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dihancurkan/dihilangkan. dengan perubahan entropi (ΔS). Entropi akan mencapai taraf maksimal di dalam sistem seiring sistem mendekati keadaan seimbang yang sejati. Dalam kondisi suhu dan tekanan konstan. diungkapkan dalam persamaan: ΔG = ΔH – TΔS Keterangan: ΔH adalah perubahan entalpi (panas) dan T adalah suhu absolut. hubungan antara perubahan energi bebas (ΔG) pada sebuah sistem yang bereaksi. Entropi adalah derajat ketidakteraturan atau keteracakan sistem. Tetapi dapat ditransfer dengan berbagai cara. Kaidah kedua termodinamika entropi total sebuah sistem harus meningkat bila proses ingin berlangsung spontan. .

tidak ada pembedaan arah waktu positif dan negatif. Jika satu ujung material panas. dikatakan tidak . perubahan neto entropi untuk sistem yang terdiri atas kedua benda itu. Hukum kedua termodinamika menyinggung bahwa input tidak sama dengan output. Hukum kedua termodinamika menyatakan dengan tegas bahwa arah waktu positif adalah arah aliran kalor dari benda panas ke benda dingin dalam suatu sistem terisolasi. dS = δQ/T2 – Q/T1 Hukum kedua termodinamika menyatakan “bahwa dalam suatu sistem yang terisolasi entropinya akan maksimum pada keadaan seimbang”.hari. mendekati nilai maksimumnya. Hukum keseimbangan / kenaikan entropi: Panas tidak bisa mengalir dari material yang dingin ke yang lebih panas secara spontan. Apabila sejumlah kalor δQ meninggalkan benda yang bersuhu T1 dan mengalir ke benda lebih dingin yang bersuhu T2. listrik dan magnetisme. Hukum kedua termodinamika berkaitan dengan arah waktu. Untuk mendapat gambaran jelas akan hukum ini. Misalnya: Seseorang makan makanan = 70% diserap dan Dalam keadaan normal diolah dalam tubuh 30% keluar berupa kotoran Hukum II termodinamika terkait dengan entropi. dan panas tidak dapat mengalir secara spontan dari benda bersuhu rendah menuju benda yang bersuhu lebih tinggi”. input 100%. dan ujung satunya dingin. output tidak mungkin 100%. Hukum kedua ini dicetuskan oleh Carnot. Dalam mekanika. Hukum kedua Termodinamika Hukum II Termodinamika berbunyi “ panas mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu lebih rendah. Entropi adalah tingkat keacakan energi. Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu. dapat diambil contoh dalam kehidupan sehari.

maka gerakan molekul berangsur-angsur akan melemah sampai berhenti. maka salju dibawah tubuh nya akan mencair karena kalor dari tubuh beruang tersebut. aliran energi kalor memiliki arah. Hukum ketiga berkaitan dengan apa yang terjadi terhadap entropi jika suhu mutlaknya mendekati nol. Hukum ini membahas tentang kaitan antara gerakan molekul dengan penurunan temperatur benda tersebut. jika suhu mutlaknya mendekati nol. . Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol”. Hukum ketiga menyatakan bahwa hal ini tidak benar-benar perubahan entropinya tetap berhingga. Dikatakan entropinya rendah. yaitu dari panas ke dingin. Jika kalor jenis suatu zat pada volume konstan(cv) tetap lebih besar daripada nol. dikatakan entropinya naik. Setelah rata menjadi hangat. Contoh kongret: Suhu air diturunkan sampai 0 . hukum ketiga menyatakan bahwa cv setiap zat mendekati nol paling sedikit secepat suhunya di dekat nol mutlak. Apabila suhu air dinaikkan maka air yang membeku tadi akan mencair kembali dan kuman yang berada didalam air akan bergerak kembali. Dengan kata lain. semua proses akan berhenti dan entropisistem akan mendekati nilai minimum. kuman yang berada di dalam air gerakanya akan terhenti (bukan mati). karena ada konsentrasi energi. Dengan demikian. Suatu benda apabila suhu/ temperatur diturunkan secara bertahap sampai temperatur absolut.tiga Termodinamika. Akan tetapi beruang tersebut tidak dapat mengambil kalor dari salju tersebut untuk menghangatkan tubuhnya.  Hukum Ketiga Termodinamika Hukum ke 3 ini menyatakan “bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut. Hukum ini dicetuskan oleh Nernzt. . air akan membeku.acak. Sebagai contoh jika seekor beruang kutub tertidur di atas salju. maka perubahan entropinya akan mendekati minus tak berhingga jika benda didinginkan menuju nol mutlak. Hukum ke.

kimia (potensi) energi dalam makanan akan dikonversi gambar 1. Setiap . Transfer energy dari buruan yang didapat chetaah dibakar dalam tubuh cheetah menghasilkan energy + H2O + CO2  Hukum Hukum Termodinamika 2 termodinamika kedua menyatakan bahwa semua reaksi transformasi energi yang terjadi akan mengalami peristiwa kehilangan sebagian energinya dalam bentuk panas. chetaah tersebut mendapat suatu energy.2 Termodinamika Dalam Biologi  Hukum termodinamika 1 Hukum termodinamika menjelaskan tentang transfer energi.2 Gambar 1. gerakan otot secara terus menerus akan meningkatkan suhu tubuh. Hal ini dapat dibuktikan saat kita berolahraga. Hukum pertama menyatakan “bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Energi potensial yang terkandung dalam glukosa tidak dapat dihancurkan oleh sel melainkan berubah bentuk menjadi energi kinetik untuk pertumbuhan sel itu sendiri. Hal ini berarti bahwa jumlah energi di dalam sel bahkan di alam raya senantiasa stabil. akan tetapi hanya dapat berubah bentuk”. Energi dapat direstribusikan dalam sel atau antara sel dengan lingkungannya. Sebagai contoh.1 Cheetah bergerak menggunakan Cheetah memakan hasil sebagian energy dari makan buruan Dari peristiwa cheetah yang memakan hasil buruan.1. Energy dari yang didapatkan cheetah digunakan untuk bergerak dan berlari.1 ke energi kinetik dari gerakan cheetah pada gambar 1.2. panas H2O CO2 o Gambar 1.

Pada sistem nonbiologik dapat menggunakan energi panas untuk melangsungkan kerjanya dan dapat diubah menjadi energi mekanik atau energi listrik. * Penangkapan energi. reaksi-reaksi Metabolisme endergonik meliputi dan proses proses sintesis penguraian (katabolisme) berupa reaksi-reaksi eksergonik senyawa atau komponen dalam sel hidup. Siklus termodinamika dalam sistem biologi salah satunya yaitu siklus kreb pada metabolisme tubuh. entropi ditambahkan cheetah ke lingkungan dalam bentuk panas dan molekul kecil yang merupakan hasil samping metabolisme pada gambar 1. Sedangkan pada sistem biologik bersifat isotermik dan menggunakan energi kimia untuk memberikan tenaga bagi proses kehidupan.perpindahan energi atau transformasi meningkatkan gangguan (entropi) dari alam semesta. Misalnya. * Perubahan selama metabolisme. Sebagian besar energi dilepaskan dalam bentuk panas. Termodinamika dalam sistem biologi dapat disebut dengan bioenergenetika ilmu pengetahuan mengenai perubahan energi yang menyertai reaksi biokimia yang bersangkut paut dengan kehidupan. * Pemanfaatan energi. metabolisme di dalam sel yang meliputi anabolisme dan katabolisme. Segala proses reaksi kimia yang terjadi tersebut dinamakan (anabolisme) dengan berupa metabolisme.2. Pada sistem biologis melibatkan reaksi yang memerlukan energi (reaksi endergonik/energi masuk) maupun reaksi yang menghasilkan energi (reaksi eksergonik/energy keluar). diantaranya : * Memperoleh energi. Reaksi ini diikuti oleh pelepasan energi selama sistem reksi bergerak dari tingkat energi yang lebih tinggi ke tingkat energi yanng lebih rendah. Anabolisme dibedakan dengan katabolisme dalam beberapa hal : .

Anabolisme merupakan reaksi reduksi. ATP yang terbentuk kemudian diangkut ke setiap bagian sel yang memerlukan energi. Selanjutnya ATP yang terbentuk dialirkan ke proses reaksi biologis yang membutuhkan energi untuk hidrolisis menjadi ADP dan Pi . Pada saat sel membutuhkan energi. Anabolisme merupakan proses sintesis molekul kimia kecil menjadi molekul kimia yang lebih besar. ATP dapat segera dipecah melalui reaksi hidrolisis (reaksi dengan air) dan terbentuk energi yang sifatnya mobil sehingga dapat diangkut dan digunakan oleh seluruh bagian sel tersebut. sedangkan katabolisme melepaskan energi 3. agar dapat melepaskan sejumlah energi. Sel memperoleh energi kimiawi yang tersimpan dalam molekul organik untuk energi berbagai aktivitas seluler. Hasil akhir anabolisme adalah senyawa pemula untuk proses katabolisme Sel membutuhkan masukan energi dari sumber luar. Tumbuhan menggunakan energi matahari untuk mensintesis molekul organik dari CO2 dan H2O . 6CO2 + 6H20  C6H1206 +6O2 Fotosintesis merupakan mekanisme oleh alam untuk mentransformasi energi cahaya menjadi energi kimia. Fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan memberikan suplai makanan bagi hampir seluruh kehidupan di dunia secara langsung maupun tidak langsung. katabolisme merupakan reaksi oksidasi 4.1. Energi memasuki sebagian ekosistem dalam bentuk cahaya matahari yang merupakan sumber energi bagi tumbuhan dan organisme fotosintetik lainnya. sedangkan katabolisme merupakan proses penguraian molekul besar menjadi molekul kecil 2. ATP akan dipecah melalui Adenosine Diposphate (ADP) dan Phosphate inorganic (Pi). Energi dari proses oksidasi makanan terlebih dahulu diubah menjadi senyawa kimia berenergi tinggi yaitu Adenosine Tri Phosphate (ATP). Anabolisme merupakan proses membutuhkan energi. Alairan energi biologi dalam suatu organisme mencakup pelepasan dan penggunaan energi kimia. Peranan ATP sebagai sumber energi untuk proses fosforilasi yang dirangkaikan dengan proses oksidasi molekul penghasil energi.

Gambar 1.3 daur ulang ATP-ADP Selain itu. Termodinamika Tak Balik . Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut.4. Demikian seterusnya sehingga terjadi suatu daur ulang ATP-ADP secara terus menerus pada gambar 1.4 siklus kreb  Hukum Termodinamika 3 Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Gambar 1. terjadi perubahan energi di dalam mitokondria yang biasa disebut dengan Siklus Krebs (termodinamika dalam biologi) pada gambar 1.Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol 2.3.sekaligus melepaskan energi yang dibutuhkan oleh proses biologi tersebut.semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum.

Berbagai jenis karbohidrat. Pada tumbuhan. ketidak seimbangan tampak pada penyimpanan energi sinar matahari dalam bentuk gula. Untuk memperkenalkan termodinamika tak balik.Jika setiap sistem biologis nyata diselidiki lebih cermat. tetapi tidak perlu. dari titik 1 ke titik 2 adalah suatu proses adiabatik tak balik ( suatu proses adiabatik adalah proses yang terjadi tanpa peralihan energi kalor ). Jadi. akan lebih mudah mengungkapkan kembali hukum ke dua dalam bentuk lain. Semua ini adalah keadaan-keadaan tidak seimbang. seperti ditunjukkan oleh gambar 1. adalah bahwa daur itu isotermal ). cabang kajian ini sering di sebut termodinamika tak balik. Muatan-muatan listrik terpisah di kedua belah sisi membran dan perbedaan konsentrasi terjadi di kedua belah sisi membran sel-sel hidup. daur itu disempurnakan dengan suatu proses adiabatik dapat balik dari titik 2 ke titik 3 dan . Pertidaksamaan di atas hanya berlaku jika prosesnya dapat balik. merupakan penerapan dasar pertidaksamaan (1) Contoh pertama meninjau suatu proses melingkar terdiri atas tiga bagian. setiap proses melingkar yang kembali ke keadaan awalnya. perubahan dari keadaan tidak seimbang menjadi seimbang itu tak balik. protein dan lipid semuanya keberadaannya bersama molekul oksigen. akan tampak jelas bahwa itu adalah suatu sistem yang tidak seimbang. Cabang pertama. dapat di ungkapkan secara simbolis dengan (1) Dengan indeks 1 menunjukkan bahwa hanya ada satu tandon kalor. (suatu syarat yang cukup. Dua contoh berikut memberikan gambaran sistem fisis ideal yang prosesnya tak balik. Hewan hidup secara terus-menerus menampilkan badan dan posisinya dalam ketidak seimbangan mekanis. sedangkan keseimbangan mencakup pengubahannya menjadi karbon dioksida dan air. Untuk menghitung perubahan entropinya. Dengan kata lain. Salah satu perumusannya menyatakan bahwa tidak mungkin dihasilkan kerja mekanis dari suatu sumber kalor tunggal dengan mendinginkannya sampai dibawah suhu benda-benda sekelilingnya. Karena pada umumnya. sistem kehidupan akan sesuai jika dikaji dengan menggunakan termodinamika ketidak seimbangan.

Jadi untuk daur ini... Sistem bergerak dari titik 1 ke titik 2 dalam bidang suhu (T) dan entropi (S) sepanjang lintasan adiabatiktak balik.kemudian proses isotermal kembali ke titik 1.. berlaku (2) Gambar 1. Maka Karena itu (4) . Ini adalah suatu daur lengkap.. 5 Perubahan adiabatik tak balik. Daur itu dilengkapikan oleh dua langkah dapat balik: mula-mula langkah adiabatik dari titik 2 ke titik 3. Untuk kedua langkah terakhir ini berlaku T3 = T1 dan S3 = S2 Seperti tampak pada gambar 1.1). hukum pertama termodinamika dapat ditulis (3) Seperti diungkapkan oleh persamaan (. hukum kedua dapat diterapkan pada daur ini karena satu-satunya tandon kalor yang terlibat adalah dari 3 ke 1.. dan kemudian langkah isotermal kembali ke titik 1. dan karena dE adalah diferensial eksak.

kecuali untuk langkah dari 3 ke 1. seperti ditunjukkan oleh Gambar 2. maka (5) Jadi. Mula – mula sistem bergerak sepanjang lintasan isotermal tak balik dari titik 1 ke titik 2 dalam bidang entropi (S) dan kemudian kembali sepanjang lintasan isotermal dapat balik. kita dapat kembali ke titik awal melalui proses isotermal dapat baliknya saja.6 Daur isotermal tak balik. Dan persamaan (1) sampai (5) tetap berlaku. entropi itu meningkat pada proses adiabatik tak balik. telah ditunjukkan oleh persamaan – persamaan (5) dan (6) bahwa (7) baik untuk sistem adiabatik maupun sistem isotermal.Tetapi δQ tidak ada. sebagai pengganti definisi dS untuk sistem dapat balik terdahulu. suatu langkah dapat balik. Pertidak samaan yang terakhir ini dapat ditulis (6) Jadi. . Untuk proses isotermal tak balik. Sebutlah titik yang dicapai oleh proses tak balik itu dengan 2 maka dapat ditulis Gambar 1.

Pembangkitan seperti ini sesuai dengan pelepasan (disipasi) energi dalam bentuk energi kalor. . yang pertama dSe (menyatakan pertukaran kalor dengan lingkungan) dan dSi (menyatakan entropi yang dihsilkan dari dalam sistem). disebut fungsi disipasi. Dalam bentuk persamaan pernyataan ini menjadi dS = dSe + dSi dSe = (8) Untuk proses adiabatik. Oleh sebab itu.1 Fungsi Disipasi Pembangkitan entropi di dalam merupakan karakteristika menonjol bagi sistem termodinamika tak balik yang sesungguhnya. dan lambangnya Perhatikan bahwa Φ bersatuan daya dan harus selalu positif atau nol. cara yang mudah adalah dengan memecah dS menjadi dua bagian. pendekatan yang ditempuh untuk mencari perubahanperubahan entropi dalam proses tak balik adalah mnghitung perubahan entropi dengan menyertakan proses dapat balik yang hasil akhirnya mengembalikan sistem ke titik awalnya. yang menyatakan laju pembangkit energi dalam. Selain Φ dapat juga digunakan fungsi lain yang ada hubungannya dengan laju produksi entropi. keadaan ini mencakup disipasi energi dalam bentuk keteraturan ketidakseimbangannya sebagai kalor menurut sifat gerak acaknya. Fungsi Φ. Untuk setiap proses tak balik persamaan (7) selalu berlaku. dSe = 0 karena itu dS = dSi 0 2.Pada umumnya. Namun. Dari pandangan mekanika statistik. fungsi disipasi Φ lebih mudah digunakan dalam praktek.

1 Permeabilitas Membran Sel Sel hidup merupakan struktur yang sangat rumit. Karena pada tubuh manusia terjadi proses adiabatik tak balik sehingga entropi yang terdapat di lingkungan bernilai nol. sebab yang ditinjau adalah proses yang terjadi dalam tubuh. dalam tubuh manusia juga terdapat entropi sistem dan entropi lingkungan yang ada di luar tubuh. Membaran ini merupakan salah satu diantara beberapa struktur membran yang memisahkan sel menjadi aneka bagian dan . Kantongnya adalah membran sel. Permeabilitas dan Transport aktif 3. sel dapat dianggap sebagai sebuah kantong protoplasma.2 Termodinamika Tak Balik Dalam Biologi Proses termodinamik yang berlangsung secara alami seluruhnya disebut proses ireversibel (irreversibel process). Penggunaan termodinamika tak balik dalam biologi dapat ditinjau dari proses metabolisme tubuh. Keterangan : ΔU : perubahan energi pada sistem yang terjadi pada tubuh manusia Q : Penyerapan kalor (anabolisme) Pelepasan kalor (katabolisme) W : Kerja tubuh manusia 3. Sama halnya dengan entropi yang terjadi pada sistem. Termodinamika tak balik ini banyak didasarkan pada hukum termodinamika II namun juga masih berhubungan atau bergantung juga pada hukum termodinamika yang lain. Contohnya kalor berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Proses metabolisme dalam tubuh manusia dapat disimulasikan sebagai proses adiabatik tak balik. Difusi. Proses yang tidak dapat dibalik arahnya dinamakan proses irreversibel. Dengan penyederhanaan yang luar biasa. sehingga terdapat perubahan entropi pada setiap aktifitas yang dilakukan.2. Proses tersebut berlangsung secara spontan pada satu arah tetapi tidak pada arah sebaliknya. Secara matematis proses ini dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikut.

menyampaikan atau menerima rangsang. Membran atau plasmalemma menyelubungi sel dengan fungsi mengatur keluar masuknya zat. dan strukturnya terdiri dari dua lapisan lipoprotein yang diantara molekul terdapat pori.7 Membrane dalam aktivitas seluluer Peranan membran dalam aktivitas seluler yaitu mengatur keluar masuknya bahan antara sel dengan lingkungannya. Komponen protein membran digambarkan sebagai suatu selaput yang menutupi kedua belah permukaan dan lapisa biomolekul posfolipid. 1981). sel harus mengembangkan suatu sistem/mekanisme khusus untuk transpor melintasi membran sel. 1995). Namun. sehingga membran sel mencegah keluarnya komponen-komponen dalam sel yang larut dalam air. Organel-organel sel . 1979). Gambar 1. (Subowo. antara sel dengan organel-organelnya. (Prawiranata.Pada membran terdapat lapisan ganda dan molekul-molekul posfolipid yang letaknya teratur sedemikian rupa sehingga ujung karbon yang hidropobik terbungkus sedemikian rupa di dalam sebuah lapisan amorf dalam senyawa lipid.membentuk kerangka kerja yang memungkinkan semua proses kehidupan berlangsung(Ackerman et all. Selain itu membran juga berperan dalam metabolisme sel. Untuk memenuhi kebutuhan ini. sel juga memerlukan bahan-bahan nutrisi dan membuang limbahnya ke luar sel.Adanya sifat hidrofobik di bagian tengah lapisan lipid membran plasma menyebabkan membran tersebut tidak mudah ditembus oleh molekul polar.

Contoh molekul-molekul kecil ialah air.Selain itu.seperti nukleus. bergantung pada jenis dan fungsi membran itu sendiri. Molekul-molekul kecil dan bahan larut lipid dapat melalui lapisan lipid dengan mudah. Kedua cara pengangkutan ini disebut transpor pasif. Membran plasma berfungsi untuk mengasingkan kandungan sel daripada persekitaran luar. ataupun juga digunakan cara couple lewat proses antiport dan symport. karbon dioksida. perbedaan permeabilitas bergantung pada besar kecilnya molekul yang hendak lewat dan ditentukan pula oleh besarnya pori-pori membran. Ion dan molekul polar yang tidak bermuatan harus dibantu oleh protein permease spesifik untuk dapat diangkut melalui membran dengan proses yang disebut difusi terbantu (fasilitated diffusion). yaitu bersifat selektif permeabel terhadap molekul-molekul. gas. Ia juga dapat mengawal pergerakan bahan ke dalam dan keluar sel. Sifat khusus membran lainnya disamping susunan kimianya adalah sifat fungsionalnya yang semi permeabel (permeabel diferensial). Dalam hal ini protein aktifnya memerlukan energi berupa ATP. membran plasma memiliki permeabilitas selektif. Pada membran tidak hidup. Air. dan molekul kecil hidrofobik secara bebas dapat melewati membran secara difusi sederhana. Tetapi pada membran plasma(sel hidup) besarnya molekul tidak berpengaruh. Komposisi lipid dan protein penyusun membran bervariasi. dan retikulum endoplasma juga diselubungi membran. membran plasma berfungsi untuk melindungi organel-organel di dalam sel. Seperti semua membran biologis. Air melalui membran secara pasif berdasarkan gradien potensial air. yakni membran ini memungkinkan beberapa substansi dapat melintasinya dengannya lebih mudah dari pada substansi yang lainnya. mitokondria. Namun demikian membran mempunyai ciri-ciri yang sama. Beberapa larutan dapat lewat tetapi dengan kecepatan dan mekanisme yang berbeda-beda.oksigen. Untuk mengangkut ion dan molekul dalam arah yang melawan gradien konsentrasi. Hal ini diduga ada kaitannya dengan kelarutan zat itu dalam salah satu komponen . suatu proses transpor aktif harus diterapkan. kloroplas.

Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Suhu beku membran tergantung pada komposisi lipidnya. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi.membran. fosfolipid mengendap dalam suatu susunan yang rapat dan membrannya membeku. (Campbell. Suatu sel dapat mengubah komposisi lipid membrannya dalam tingkatan tertentu sebagai penyesuaian terhadap suhu yang berubah. Membran memisahkan protoplasma menjadi bagianbagian tetapi pemisahan itu selektif. Membran tetap berwujud fluida pada suhu yang lebih rendah jika membran itu mengandung banyak fosfolipid dengan ekor hidrokarbon tak jenuh. Jadi. 2002). membran bukan sekedar lapisan yang pasif. 1991). (Tim Fisiologi Tumbuhan. persentase fosfolipid tak jenuh meningkat dalam musim gugur. (Lovelles. hingga akhirnya pada beberapa suhu kritis. Suatu membran tetap berwujud fluida begitu suhu turun. 2008). Membran mempunyai dua fungsi yaitu memberikan kerangka luar dari proses kehidupan dan pemisahan sitoplasma. Konsentrasi keseimbangan ion dari dua belah sisi membran berbeda. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. Difusi Istilah difusi berasal dari bahasa Latin Diffundere yang artinya "menyebar". 1. Misalnya. dkk. Proses tercapainya keseimbangan dari berbagai keadaan tidak seimbang merupakan contoh termodinamika larutan balik yang terjadi pada sistem biologi. Gambar Difusi . Adanya muatan pada membran menyebabkan terjadinya potensial. suatu adaptasi yang menghalangi pembekuan membran selama musim dingin. dalam banyak tumbuhan yang dapat bertahan pada kondisi yang sangat dingin.

namun secara keseluruhan ada arah neto dimana entropi akan meningkat. Pada fasa gas dan cair. salah satunya melalui proses difusi. Transfer materi ini berlangsung karena atom atau partikel selalu bergerak oleh agitasi thermal. yaitu mendifusi dalam kopi. O2 dapat berdifusi keluar tubuh tumbuhan jika konsentrasi O2 dalam tubuh tumbuhan lebih tinggi akibat adanya fotosintesis dalam sel (Loveless. dan dalam skala yang lebih kecil lagi pada molekul-molekul pereaksi. Walaupun sesungguhnya gerak tersebut merupakan gerak acak tanpa arah tertentu. Demikian juga gas CO2 di udara masuk ke dalam tubuh tumbuhan karena konsentrasi CO2 di udara lebih tinggi daripada di dalam sel tumbuhan. Molekul dapat medifusi ke seluruh bagian sebuah sel hanya dalam waktu beberapa milidetik. . 1991). difusi menjadi amat cepat. dapat diperlukan berhari-hari untuk mencapai keseimbangan. Difusi merupakan proses irreversible. Tanpa pengadukan molekul-molekul gula itu akan menyebar perlahan-lahan. jika orang memasukkan beberapa sendok gula ke dalam secangkir kopi. peristiwa difusi mudah terjadi. Difusi zat dari dalam tanah ke dalam tubuh tumbuhan disebabkan konsentrasi garam mineral di tanah lebih tinggi daripada di dalam sel. pada fasa padat difusi juga terjadi walaupun memerlukan waktu lebih lama. Sesudah itu terjadilah suatu lapisan tipis kopi yang jenuh dengan gula. Tetapi dalam skala makroskopik proses itu dapat menjadi amat lambat jika tidak dibantu dengan pengadukan dan konveksi. Dalam skala mikroskopik sel-sel biologi. gula akan tenggelam di alas. Difusi terjadi dalam sistem yang tidak seimbang. Difusi adalah suatu proses yang amat cepat apabila terjadi dalam satu sel biologi. Sebaliknya. Karbon dioksida (CO2) dan oksigen (O2) diambil oleh tumbuhan dari udara melalui proses difusi.Difusi adalah peristiwa di mana terjadi tranfer materi melalui materi lain. Peristiwa difusi pada tumbuhan sangat penting untuk keseimbangan hidup tumbuhan. Misalnya. Untuk keseluruhan secangkir kopi itu. Pengambilan air dan garam mineral oleh tumbuhan dari dalam tanah.

Melalui celah pada lapisan lipid ganda. yaitu difusi sederhana (simple difusion). Difusi sederhana ini dapat terjadi melalui dua cara: a. Melalui saluran licin pada beberapa protein transpor. Kecepatan difusi ditentukan oleh : Jumlah zat yang tersedia. yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut. sedangkan osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat (Kustiyah. Contoh peristiwa difusi yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar dan contoh peristiwa osmosis adalah kentang yang dimasukkan ke dalam air garam. 2007).difusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein transmembran (simple difusion by chanel formed). Difusi . Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga mekanisme. dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri. dan difusi difasilitasi (fasiliated difusion). Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif. kecepatan gerak kinetik dan jumlah celah pada membran sel.Gambar : Difusi Difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. 1) Mekanisme difusi Difusi merupakan proses perpindahan atau pergerakan molekul zat atau gas dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. khususnya jika bahan berdifusi terlarut lipid b.

dan H2O. molekul – molekul berukuran besar seperti asam amino. memmbran sel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik seperti O. Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid. Faktor yang mempengaruhi difusi : 1. semacam pori dengan diameter tertentu yang memungkinkan molekul dengan diameter lebih kecil dari diameter pori tersebut dapat melaluinya. Suhu.CO2. misalnya untuk pelaluan suatu molekul glukosa diperlukan protein transforter yang khusus untuk mentransfer glukosa ke dalam sel. dapat menembus membran melalui saluran atau chanel. Protein transporter tergolong protein transmembran yang memliki tempat perlekatan terhadap ion atau molekul vang akan ditransfer ke dalam sel. Selain itu. 2) Mekanisme Difusi dan Difasilitasi Difusi difasilitasi (facilitated diffusion) adalah pelaluan zat melalui rnembran plasrna yang melibatkan protein pembawa atau protein transporter.sederhana melalui membrane berlangsung karena molekul-molekul yang berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membran secara langsung. Protein transporter untuk grukosa banyak ditemukan pada sel-sel rangka. D. Proses masuknya molekul besar yang melibatkan transporter dinamakan difusi difasilitasi. Sementara itu. sel-sel lemak dan sel-sel hati. dan beberapa garam – garam mineral. Kelarutan dalam medium. otot jantung. dan K serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak. tidak dapat menembus membrane secara langsung. makin besar difusi makin cepat . karena sel – sel tersebut selalu membutuhkan glukosa untuk diubah menjadi energi. E. Beberapa molekul kecil khusus yang terlarut dalam serta ion-ion tertentu. Saluran ini terbentuk dari protein transmembran. glukosa. Setiap molekul atau ion memiliki protein transforter yang khusus. BM makin besar difusi makin lambat 3. HO. vitamin A. tetapi memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus membran. makin tinggi difusi makin cepat 2.

laju difusinya dapat amat lambat. atom yang bermigrasi dalam difusi volume pada padatan menghadapi halangan yang lebih besar dibandingkan dengan halangan yang dihadapi pada difusi volume dalam cairan atau gas. Perbedaan Konsentrasi. dan demikian seterusnya. dan hidrogen berdifusi ke dalam metal. Pada bidang-bidang batas yang terpisahkan oleh membran (misalnya membrane sel). Kemungkinan lain adalah adanya atom yang lepas dari kisi kristalnya dan menjadi atom interstisial dan menjadi mudah bergerak. makin cepat proses difusi yang terjadi. Jika dimensi atom yang berdifusi jauh lebih kecil dari dimensi atom materi yang harus ditembus. Macam-macam difusi : 1. Kehadiran . adanya kekosongan posisi atom memungkinkan atom di sebelahnya bergerak mengisi kekosongan tersebut sementara ia sendiri meninggalkan tempat semula yang ia isi menjadi kosong. Area Tempat berlangsungnya Difusi. makin luas area difusi. difusi melalui membran pemisah disebut permeabilitas. makin besar proses difusi yang terjadi. oksigen. Walaupun sesungguhnya bukan merupakan jenis gejala yang berbeda.4. makin cepat proses difusi. Hal yang sama terjadi pada difusi ion-ion alkali ke dalam gelas silikat. 5. Jarak tempat berlangsungnya difusi. makin dekat jarak tempat terjadinya difusi. nitrogen. Hal ini terlihat dari enthalpi aktivasi atau energi aktivasi yang diperlukan untuk terjadinya difusi menembus volume-padatandibandingkan dengan enthalpi aktivasi yang diperlukan untuk terjadinya difusi menembus volume-cairan atau volume-gas. 6. difusi interstisial mudah berlangsung. Posisi kosong yang baru terbentuk akan memberikan kemungkinan untuk diisi oleh atom di sebelahnya. makin besar perbedaan konsentrasi antara dua bagian. Difusi volume Difusi volume (volume diffusion) adalah transfer materi menembus volume materi lain. Dalam struktur kristal. Pada umumnya. Mekanisme ini terjadi misalnya jika karbon. Mekanisme ini merupakan mekanisme yang paling mungkin untuk terjadinya difusi internal.

Difusi macam ini dikenal dengan difusi permukaan (surfacediffusion). Gambar dibawah ini secara skematis menggambarkan macam difusi yang ke-tiga ini. Energi aktivasi yang diperlukan untuk terjadinya difusi permukaan lebih rendah dibanding dengan energi aktivasi yang diperlukan untuk terjadinya difusi bidang batas. Konsentrasi di permukaan retakan lebih tinggi dari konsentrasi di volume. terbentuklah bidang batas antara butiran dengan material induk dan terjadilah gejala permukaan. Di bidang batas ini terdapat energi ekstra yang akan menyebabkan materi yang berdifusi cenderung menyusur permukaan. Difusi Permukaan Macam difusi yang ke-tiga terjadi manakala ada retakan. materi yang berdifusi cenderung menyusur permukaan retakan. Energi aktivasi yang diperlukan pada difusi bidang batas ini lebih rendah dari energi aktivasi pada difusi volume. Inilah macam difusi yang ke-dua. Mekanisme ini dapat dilihat dalam gambar dibawah ini 3. . Peristiwa ini dikenal dengan difusi bidang batas (grain boundary diffusion). 2.atom-atom asing dalam posisi interstisial metal sangat mempengaruhi sifat-sifat mekanis metal. Difusi Bidang Batas Apabila di dalam padatan hadir butiran-butiran yang berlainan fasa dengan material induk.

Proses ini menciptakan tegangan melintasi membran yang dapat dimanfaatkan untuk kekuatan kerja seluler. dan Qperm adalah energy aktivasi untuk difusi permukaan.Jadi jika Qvol adalah energi aktivasi untuk difusi volume. maka koefisien difusi mempunyai nilai Dperm >Dbb >Dvol Namun perlu diingat bahwa terjadinya difusi tidak hanya ditentukan oleh koefisien difusi saja. maka difusi volume akan lebih dominan. Transpor Aktif Transpor aktif adalah pemompaan zat terlarut melintasi membran biologis. Banyak sel-sel hewan. dari yang sedikit itu diperoleh perbandingan : Qvol : Qbb : Qperm ≈ 4 : 3 : 2 atau 4 : 2 : 1 Sejalan dengan perbedaan energi aktivasi. misalnya. 4. Kemampuan sel untuk mempertahankan zat kecil terlarut dalam sitoplasma pada konsentrasi lebih tinggi dari cairan sekitarnya merupakan faktor penting dalam kelangsungan hidup sel. Jumlah materi yang terdifusi ditentukan juga oleh konsentrasi materi yang ada. Qbb adalah energi aktivasi untuk difusi bidang batas. Di samping itu luas bidang yang secara efektif memberikan jalan untuk terjadinya difusi juga memegang peran. melawan konsentrasinya atau gradien elektrokimia. tetapi juga untuk memompa ion melintasi gradien elektrokimia. menjaga konsentrasi natrium dan kalium yang sangat berbeda dibandingkan dengan lingkungan mereka. Walaupun Dbb >Dvol namun jika luas permukaan bidang batas ini jauh lebih kecil dari luas bidang untuk terjadinya difusi volume. maka Qvol >Qbb >Qperm Tidak banyak sistem di mana ketiga macam energi aktivasi tersebut dapat ditentukan. . Transpor aktif memungkinkan sel-sel tidak hanya untuk mempertahankan tingkat zat terlarut yang layak.

Pada transpor aktif diperlukan energi dari dalam sel untuk melawan gradien konsentrasi (Hipotonis  Hipertonis). dan bekerja seluler listrik. ketidakseimbangan ini tidak hanya merupakan gradien konsentrasi. tanpa masukan energi tambahan. sehingga muatan negatif bersih pada sel secara keseluruhan. Sebuah contoh dari jenis protein transpor aktif adalah pompa natriumkalium.Gambar 1.9 Difusi Untuk memahami transpor aktif. yang pertama harus memahami transpor pasif. Transpor aktif hampir sama . ini berarti bahwa zat terlarut kecil secara alami akan bergerak dari daerah yang konsentrasi tinggi lebih teratur ke daerah yang konsentrasi rendah kurang teratur. tetapi juga gradien elektrokimia. Karena ion natrium membawa muatan positif dan ion kalium membawa muatan negatif. partikel akan selalu bergerak dari suatu keadaan untuk melawan gangguan keadaan. Dalam kasus trafik selular. Sumber energi untuk transpor aktif adalah ATP (adenosin trifosfat). Pompa natrium-kalium memindahkan tiga ion natrium keluar sel untuk setiap dua ion kalium yang mereka bawa ke dalamnya. Perbedaan muatan pada setiap sisi dari membran selular menciptakan tegangan potensi membran yang memungkinkan sel untuk bertindak sebagai baterai. Transpor pasif adalah gerakan alami zat terlarut melintasi membran menuruni gradien konsentrasi. Hal ini dikenal sebagai difusi menuruni gradien konsentrasi. Menurut hukum kedua termodinamika. Transpor aktif sangat diperlukan untuk memelihara keseimbangan molekul-molekul di dalam sel.

arah berbeda. Sistem transpor dapat dijelaskan dalam pengertian fungsional menurut jumlah molekul yang bergerak dan arah gerakan :  Uniport : satu molekul arah sama  Symport : dua molekul. Akibat adanya transpor aktif primer ini membuat terjadinya potensi membran. Namun berbeda pada protein pembawa (carrier protein) saat transpor aktif. yang harus menggunakan energi agar bisa melakukan transportasi melawan konsentrasi. Transpor Aktif Primer Jenis mekanisme transpor aktif ini memerlukan energi dalam bentuk ATP secara langsung untuk membawa molekul melawan gradien konsentrasi. arah dan waktu bersamaan  Antiport : dua molekul. dan waktu bersamaan Gambar 2. Transpor aktif melibatkan reseptor dan transpoter. yaitu : A.0 Sistem Transpor Dalam mekanisme transpor aktif.dengan difusi terfasilitasi.1 Transpor Aktif . Gambar 2. terdapat beberapa macam mekanisme.

. B. dan menjaga gradien konsentrasi ion K dalam sel lebih besar dari pada di luar sel. Transpor aktif sekunder (co-Transport) Yang disebut sebagai co-transpor pada proses transpor aktif sekunder adalah ketika pendistribusian masuk sel molekul asam amino dan glukosa menggunakan protein khusus dan bersamaan dengan masuknya ion nartium kedalam sel. Karena molekul glukosa dan asam amino tersebut masuk karena menggunakan sebagian energi datri transpor natrium. Contoh dari transpor aktif adalah transpor asam amino dan glukosa melewati membran plasma dengan suatu protein khusus. Hal tersebut menyediakan potensial membran. mengingat transppor natrium merupakan transpor aktif primer. Hal tersebut terus terjadi meskipun konsentrasi glukosa dan asam amino dalam sel lebih tinggi. . Energi yang tersimpan dalam mekanisme ini dalam bentuk gradien konsentrasi ion. terjadinya bergantung kepada potensi membran yang ada dan bergantung pada adanya transpor aktif sekunder. Ada beberapa sub mekanisme transpor aktif sekunder.Contoh dari Transpor aktif primer ini adalah transpor ion K yang masuk ke dalam sel. Transpor Aktif Sekunder Memiliki energi yang bebas dipakai karena mekanisme ini menggunakan energi secara berkala. diantaranya adalah : I. Pada transpor aktif sekunder..

(Exchange) Dalam counter transport berlangsung pertukaran partikel. transpor aktif sekunder counter transpor telah berjasa mengatur kadar PH dalam sel. yang akan mentranspor 1 ion Natrium ketika beberapa jumlah hidrogen keluar dalam sel.II. Transpor aktif sekunder counter Transport. yaitu ketika molekul ion natrium masuk kedalam sel. maka akan ada 3 molekul Na yang akan masuk ke dalam sel. ada molekul yang akan seketika itu juga keluar dari sel. Selain Na-Ca. ada pula NA-H. Dalam kasus ini. . Semisal adalah Na-Ca exchange yang terjadi ketika 1 ion Ca ditranspor keluar sel.

1981. entropi. Jakarta : Penerbit Hipokrates. Handout Energi Pada Kehidupan. 2002 Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Prawinata. Eugne and Lynda B.BAB III PENUTUP Kesimpulan Termodinamika dapat diterapkan dalam berbagai aspek sistem kehidupan. Penerapan itu mencakup perilaku sistem-sistem enzim. Transpor aktif adalah pemompaan zat terlarut melintasi membran biologis. 1999. Daftar Pustaka Ackerman. Difusi melalui membran pemisah disebut permeabilitas. ILMU BIOFISIKA. Susilowati. Bandung : ITB Subowo. Fisika Lingkungan. Biologi Sel. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropika.F. Malang: Universitas Negeri Malang. Lovelles. dkk. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan Jilid I. 1991. 1995. Gabriel J. Surabaya: Airlangga University Press. transpor molekul melawan gradien kimia dan listrik serta dasar molekuler fungsi membran. 1998. 2012. Termodinamika tak balik ini banyak didasarkan pada hukum termodinamika II namun juga masih berhubungan atau bergantung juga pada hukum termodinamika yang lain. M Ellis. dan energi bebas Gibbs. Bandung : Gramedia Pustaka Utama. Penggunaan termodinamika tak balik dalam biologi dapat ditinjau dari proses metabolisme tubuh. Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. . W. Campbell. Bandung : Angkasa. Jakarta : Erlangga. Bagian-bagian termodinamika yang paling banyak penerapannya dalam biologi ditekankan terutama pada konsep-konsep tentang energi. melawan konsentrasinya atau gradien elektrokimia.