Anda di halaman 1dari 212

PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI DAN AKTIVITAS

BELAJAR MELALUI MODEL PBL (PROBLEM BASED


LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN
MASALAH MATERI SEGIEMPAT DI
SMP NEGERI 3 UNGARAN
SKRIPSI
disajikan sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Matematika

Oleh
Dewi Rafika Sari
4101407056

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


2011

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa isi skripsi ini tidak terdapat karya yang
pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi,
dan sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya yang diterbitkan oleh orang
lain, kecuali yang secara tertulis dirujuk dalam skripsi ini dan disebutkan dalam
daftar pustaka.

Semarang, 26 September 2011

Dewi Rafika Sari


NIM. 4101407056

ii

PENGESAHAN
Skripsi yang berjudul:
Pengaruh Kepercayaan Diri dan Aktivitas Belajar melalui Model PBL (Problem
Based Learning) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Segiempat di
SMP Negeri 3 Ungaran
Disusun oleh
Nama
: Dewi Rafika Sari
NIM
: 4101407056
Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi FMIPA UNNES
pada tanggal 28 September 2011.

Panitia :
Ketua

Sekretaris

Dr. Kasmadi Imam S., M.S


NIP. 195111151979031001

Drs. Edy Soedjoko, M.Pd


NIP. 195604191987031001

Ketua Penguji

Dr. Kartono, M.Si


NIP. 195602221980031002
Anggota Penguji/
Pembimbing Utama

Anggota Penguji/
Pembimbing Pendamping

Drs. Wuryanto, M.Si


NIP. 195302051983031003

Dra. Endang Retno Winarti, M.Pd


NIP. 195909191981032002

iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto:

Sesungguhnya bersama kesulitan ada


kemudahan (QS Al-Insyirah : 6)
Berkemauan keraslah terhadap sesuatu
yang mendatangkan manfaat bagimu,
mohonlah pertolongan Allah, dan
janganlah merasa tidak mampu (Hadis
Riwayat Muslim)
Jadilah dirimu sendiri, karena umurmu
terlalu singkat untuk menjadi orang lain.
PersembahAN:

Keluargaku tercinta: Ibu, Bapak (alm), Mas Onggo, Mbk


Ning n Mas Awal, n Dek Achsan
Keluarga Besar PPHQ Al-Asror dan PP Assalafy Al-Asror
atas segala ilmu, bimbingan dan doanya.
Sahabat-sahabatku Nung, Ti2k, Iin, Nurika, Saudah, Afit,
dan Eni yang selalu menemani suka dukaQ.^_^
Teman-teman Seperjuangan Pend. Matematika Unnes 2007
Dek Sholeh, Yoga Gobret, EkaMataram.. Semangaaaatt!!!

iv

ABSTRAK
Rafika, Dewi Rafika. 2011. Pengaruh Kepercayaan Diri dan Aktivitas Belajar
melalui Model PBL (Problem Based Learning) terhadap Kemampuan Pemecahan
Masalah Materi Segiempat di SMP Negeri 3 Ungaran. Skripsi, Jurusan
Matematika. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: 1. Drs. Wuryanto, M.Si,
2. Dra. Endang Retno Winarti, M. Pd.
Kata Kunci: kepercayaan diri, aktivitas belajar, PBL, kemampuan pemecahan
masalah.
Model PBL berbantuan LKPD dan slide show power point memudahkan
peserta didik dalam menemukan dan memahami konsep serta memecahkan
masalah yang berhubungan dengan materi persegi panjang dan persegi. Model
PBL juga efektif untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik dan rasa
percaya diri atas kemampuannya sendiri. Oleh karena itu, diharapkan adanya
pengaruh antara kepercayaan diri dan aktivitas belajar dalam penerapan model
PBL berbantuan LKPD dan slide show power point terhadap kemampuan
pemecahan masalah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh kepercayaan diri
dan aktivitas belajar dalam pembelajaran dengan menggunakan model PBL
berbantuan LKPD dan slide show power point terhadap kemampuan pemecahan
masalah peserta didik (2) persentase pengaruh kepercayaan diri dan aktivitas
belajar matematika dalam pembelajaran dengan menggunakan model PBL
berbantuan LKPD dan slide show power point terhadap kemampuan pemecahan
masalah peserta didik.
Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 3
Ungaran sebanyak 168 peserta didik, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah
peserta didik kelas VII I sebanyak 34 peserta didik. Pembelajaran matematika
pada kelas eksperimen menggunakan model PBL berbantuan LKPD dan slide
show power point.
Pada perhitungan koefisien korelasi ganda diperoleh
melalui
regresi
. Jadi, terdapat pengaruh positif antara
kepercayaan diri dan aktivitas belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah,
sedangkan pada perhitungan koefisien determinasi diperoleh
melalui regresi
. Jadi, presentase variansi
kepercayaan diri dan aktivitas belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah
adalah sebesar
.
Saran yang diberikan yaitu hendaknya guru matematika SMP Negeri 3
Ungaran dapat menerapkan model pembelajaran yang dapat menumbuhkan
kepercayaan diri dan aktivitas belajar peserta didik seperti model PBL agar
pencapaian kemampuan pemecahan masalah peserta didik dapat semakin optimal.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat,
dan karunianya-Nya serta sholawat serta salam penulis panjatkan kepada Nabi
Muhammad SAW sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
Pengaruh Kepercayaan Diri dan Aktivitas Belajar Melalui Model PBL (Problem
Based Learning) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi
Segiempat di SMP Negeri 3 Ungaran
Tersusunnya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan semua
pihak. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada :
1.

Prof. Dr. Sudijono Sastroatmojo, M.Si, Rektor Universitas Negeri Semarang.

2.

Dr. Kasmadi Imam S, M.S, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu


Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.

3.

Drs. Edy Soedjoko, M.Pd, Ketua Jurusan Matematika Fakultas Matematika


dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.

4.

Dr. Dwijanto, M.Si, Dosen Wali yang telah memberikan arahan dan motivasi
sepanjang perjalanan saya menimba ilmu di Universitas Negeri Semarang.

5.

Drs. Wuryanto, M.Si, Dosen Pembimbing I yang telah memberikan


bimbingan, arahan, dan saran kepada penulis dalam menyusun skripsi ini.

6.

Dra. Endang Retno Winarti, M. Pd, selaku Dosen Pembimbing II yang telah
memberikan bimbingan, arahan, dan saran kepada penulis dalam menyusun
skripsi ini.

vi

7.

Sutanto, S.Pd, Kepala

SMP N 3 Ungaran yang telah memberikan izin

penelitian.
8.

Titik Budi Murwati, S.Pd, Guru matematika SMP N 3 Ungaran yang telah
membantu terlaksananya penelitian ini.

9.

Guru dan Staf Karyawan SMP N 3 Ungaran yang telah membantu peneliti
selama penelitian.
Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis dan para

pembaca. Terima kasih.

Semarang, 26 September 2011

Penulis

vii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................................

ABSTRAK .....................................................................................................

ii

PERNYATAAN .............................................................................................

iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................................

iv

PENGESAHAN .............................................................................................

MOTTO DAN PERSEMBAHAN .................................................................

vi

KATA PENGANTAR ...................................................................................

vii

DAFTAR ISI ..................................................................................................

ix

DAFTAR TABEL ..........................................................................................

xiv

DAFTAR GAMBAR ....................................................................................

xv

DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................

xvi

BAB I PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Masalah ............................................................

1.2

Rumusan Masalah .....................................................................

1.3

Tujuan ......................................................................................

1.4

Manfaat .....................................................................................

1.5

Penegasan Istilah .......................................................................

1.6

Sistematika Penulisan ................................................................

10

BAB II LANDASAN TEORI


2.1

Belajar dan Hasil Belajar ...........................................................

11

2.2

Teori Belajar ..............................................................................

12

viii

2.2.1 Teori Piaget ...............................................................................

12

2.2.2 Teori Vygotsky ..........................................................................

13

2.3

Kepercayaan Diri (Self-Confidence) ..........................................

14

2.3.1 Pengertian Kepercayaan Diri .....................................................

14

2.3.2 Ciri-ciri Kepercayaan Diri .........................................................

15

2.3.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan Diri ..............

15

2.3.4 Kepercayaan Diri dalam Matematika........................................

16

2.4

Aktivitas Belajar........................................................................

18

2.5

Pemecahan Masalah ..................................................................

22

2.6

Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning) ..............

24

2.6.1 Pengertian Model PBL ..............................................................

24

2.6.2 Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran PBL ...........

26

2.6.3 Implementasi Model Pembelajaran PBL dalam Materi Persegi


Panjang dan Persegi .................................................................

27

2.7

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) ........................................

28

2.8

Bangun Datar Persegi Panjang dan Persegi .............................

29

2.8.1 Persegi Panjang .........................................................................

29

2.8.1.1Sifat-sifat Persegi Panjang .......................................................

29

2.8.1.2 Keliling Persegi Panjang ........................................................

30

2.8.1.3 Luas Persegi Panjang ..............................................................

31

2.8.2 Persegi ......................................................................................

31

2.8.2.1Sifat-sifat Persegi ....................................................................

31

2.8.2.2 Keliling Persegi ......................................................................

32

ix

2.8.2.3 Luas Persegi ............................................................................

33

2.9

Kerangka Berfikir ....................................................................

33

2.10 Hipotesis....................................................................................

35

BAB III METODE PENELITIAN


3.1

Metode Penelitian......................................................................

37

3.1.1 Populasi .....................................................................................

37

3.1.2 Sampel .......................................................................................

37

3.2

Variabel Penelitian ....................................................................

38

3.2.1 Variabel Bebas ..........................................................................

38

3.2.2 Variabel Terikat ........................................................................

38

3.3

Desain Penelitian .......................................................................

39

3.4

Metode Pengumpulan Data .......................................................

41

3.4.1 Metode Angket ..........................................................................

41

3.4.2 Metode Observasi......................................................................

41

3.4.3 Metode Tes ................................................................................

41

3.5

Penskoran Instrumen Penelitian ................................................

42

3.5.1 Penskoran Angket .....................................................................

42

3.5.2 Penskoran Observasi .................................................................

42

3.5.3 Penskoran Tes Kemampuan Pemecahan Masalah ....................

42

3.6

Analisis Instrumen Penelitian ...................................................

43

3.6.1 Angket Kepercayaan Diri ..........................................................

43

3.6.2 Soal Tes Pemecahan Masalah ...................................................

46

3.6.2.1 Analisis Butir Soal Pilihan Ganda ..........................................

46

3.6.2.2 Analisis Butir Soal Uraian .....................................................

50

3.6.3 Hasil Analisis Instrumen Penelitian ..........................................

54

3.7

Teknik Analisis Data ................................................................

54

3.7.1 Uji Normalitas ...........................................................................

53

3.7.2 Analisis Regresi .........................................................................

56

3.7.2.1 Regresi Linear Ganda .............................................................

56

3.7.2.2 Uji Keberartian Regresi Linear Ganda ...................................

58

3.7.2.3 Koefisien Korelasi Ganda .......................................................

58

3.7.2.4 Uji Keberartian Koefisien Korelasi Ganda .............................

58

3.7.2.5 Koefisien Determinasi Regresi Ganda ...................................

59

3.7.2.6 Uji Keberartian Koefisien Regresi Linear Ganda..................

59

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


4.1

Hasil Penelitian .........................................................................

62

4.1.1 Uji Normalitas Nilai Kemampuan Pemecahan Masalah ...........

63

4.1.2 Analisis Regresi Linear Ganda ..................................................

63

4.1.3 Uji Keberartian Regresi Linear Ganda ......................................

64

4.1.4 Koefisien Korelasi Ganda ..........................................................

64

4.1.5 Uji Keberartian Koefisien Korelasi Ganda ................................

64

4.1.6 Koefisien Determinasi ...............................................................

65

4.1.7 Uji Keberartian Koefisien Regresi Linear Ganda .....................

65

4.2

66

Pembahasan ...............................................................................

BAB V SIMPULAN DAN SARAN


5.1

Simpulan ....................................................................................

xi

70

5.2

Saran ..........................................................................................

71

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................

72

LAMPIRAN-LAMPIRAN

xii

DAFTAR TABEL
Tabel

Halaman

2.1

Indikator Kepercayaan Diri Dalam Matematika..................................... 17

2.2

Sintaks Pembelajaran Berbasis Masalah ............................................... 25

3.1

Kriteria Reliabilitas ................................................................................. 45

3.2

Indeks daya Beda Soal ............................................................................ 49

3.3

Indeks Kesukaran Butir .......................................................................... 50

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar
3.1

Halaman

Desain Penelitian Teknik Korelasi Ganda .............................................. 39

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

1. Daftar Nama Peserta Didik Eksperimen ......................................... 74


2. Daftar Nama Peserta Didik Uji Coba .............................................. 76
3. Uji Normalitas Nilai Ulangan Materi Himpunan kelas VII F,
VII G, VII H, VII I, dan VII J ......................................................... 78
4. Uji Homogenitas Nilai Ulangan Materi Himpunan kelas VII F,
VII G, VII H, VII I, dan VII J ......................................................... 79
5. Kisi-kisi Soal Pemecahan Masalah Materi Persegi Panjang dan
Persegi ............................................................................................. 80
6. Soal Tes Uji Coba Kemampuan Pemecahan Masalah .................... 83
7. Kunci Jawaban dan Pedomen Penskoran Soal Tes Uji Coba
Kemampuan Pemecahan Masalah ................................................... 88
8. Soal Tes Kemampuan Pemecahan Masalah .................................... 96
9. Kunci Jawaban dan Pedomen Penskoran Soal Tes
Kemampuan Pemecahan Masalah ................................................... 99
10. Tabel Skala Kepercayaan Diri dalam Matematika .......................... 105
11. Angket Uji Coba Faktor Kepercayaan Diri .................................... 106
12. Angket Tes Faktor Kepercayaan Diri.............................................. 114
13. Lembar Pengamatan dan Kriteria Penilaian Aktivitas Peserta Didik
Kelas VII I (Pertemuan I) ................................................................ 119
14. Lembar Pengamatan dan Kriteria Penilaian Aktivitas Peserta Didik

xv

Kelas VII I (Pertemuan II) .............................................................. 124


15. RPP Materi Persegi Panjang (Pertemuan I) .................................... 129
16. RPP Materi Persegi (Pertemuan II) ................................................. 145
17. Rekap Skor Hasil Pengisian Angket Uji Coba dan Soal Tes
Uji Coba Materi Persegi Panjang dan Persegi ................................ 163
18. Analisis Soal Uji Coba Tipe Soal Uraian ........................................ 165
19. Hasil Analisis Soal Uji Coba Tipe Soal Uraian .............................. 166
20. Perhitungan Validitas Butir Soal Uraian ......................................... 167
21. Perhitungan Reliabilitas Perangkat Tes Uraian ............................... 168
22. Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Uraian .................................... 170
23. Perhitungan Daya Pembeda Soal Uraian ........................................ 172
24. Output ITEMAN Soal Uji Coba Tipe Soal Pilihan Ganda ............. 174
25. Hasil Analisis Output ITEMAN Soal Uji Coba Tipe Soal Pilihan
Ganda .............................................................................................. 176
26. Output ITEMAN Soal Angket Kepercayaan Diri ........................... 177
27. Hasil Analisis Output ITEMAN Soal Angket Kepercayaan Diri ... 181
28. Rekap Skor Kemampuan Pemecahan Masalah, Skor Kepercayaan
Diri, dan Skor Aktivitas Peserta Didik Kelas VII I ......................... 182
29. Uji Normalitas Skor Kemampuan Pemecahan Masalah Kelas VII 183
30. Persamaan Regresi Linear Ganda ................................................... 184
31. Koefisien Korelasi Ganda ............................................................... 186
32. Uji Keberartian Regresi Linear Ganda ............................................ 187
33. Uji Keberartian Koefisien Korelasi Ganda ..................................... 188

xvi

34. Uji Keberartian Koefisien Regresi .................................................. 189


35. Harga Kritik Chi Kuadrat ................................................................ 192
36. Tabel Distribusi F untuk =5% ....................................................... 193
37. Luas di Bawah Lengkung Normal (Tabel Z) .................................. 194
38. Tabel Distribusi t ............................................................................. 195
39. Tabel Harga Kritik dari r Product-Moment .................................... 196

xvii

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Sebagai suatu institusi pendidikan, sekolah beralih fungsi seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengalihan fungsi sekolah
menurut pendapat Sanjaya (2010:5) adalah tuntutan masyarakat kepada sekolah
agar sekolah tidak hanya membekali peserta didik dengan berbagai macam ilmu
pengetahuan melainkan juga mengembangkan minat dan bakat, membentuk moral
dan kepribadian, serta membekali peserta didik agar dapat menguasai berbagai
macam keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Selanjutnya Print,
sebagaimana dikutip oleh Sanjaya (2010), mengemukakan bahwa tuntutan
tersebut dapat dipenuhi apabila sistem pendidikan khususnya sekolah, diatur oleh
suatu kurikulum yang mengacu pada tiga konsep dasar, yakni kurikulum sebagai
mata pelajaran, kurikulum sebagai pengalaman belajar, dan kurikulum sebagai
perencanaan program pembelajaran. Jadi kurikulum merupakan inti dari sebuah
sistem pendidikan yang akan berfungsi dengan baik apabila tiga konsep dasar
kurikulum direncanakan, disusun, dan dilaksanakan dengan baik.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum
terbaru di Indonesia yang disarankan untuk dijadikan rujukan oleh para
pengembang kurikulum di semua tingkat satuan pendidikan (Sanjaya, 2010:127).
Apabila KTSP dihubungkan dengan konsep dasar kurikulum, maka KTSP

memiliki karakteristik yang sama dengan konsep dasar kurikulum. Salah satu
karakteristik KTSP yang sesuai dengan konsep dasar kurikulum adalah KTSP
merupakan kurikulum teknologis yang berarti bahwa di dalam kurikulum KTSP
terdapat standar kompetensi dan kompetensi dasar yang kemudian dijabarkan
pada indikator hasil belajar, yakni sejumlah perilaku yang terukur sebagai bahan
penilaian.
Peraturan

Menteri

Pendidikan

Nasional

(Permendiknas)

Republik

Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi menyatakan bahwa tujuan
mata pelajaran matematika di sekolah untuk semua jenjang pendidikan dasar dan
menengah adalah agar peserta didik mampu (1) memahami konsep matematika,
menjelaskan keterkaitan antarkonsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien,
dan tepat dalam pemecahan masalah; (2) menggunakan penalaran pada pola dan
sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun
bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika; (3) memecahkan
masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model
matematika, menyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang diperoleh; (4)
mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain
untuk memperjelas keadaan atau masalah; dan (5) memiliki sikap menghargai
kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian,
dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam
pemecahan

masalah.

Berdasarkan

Permendiknas

di

atas,

maka

tujuan

pembelajaran matematika adalah membekali peserta didik dengan kemampuan


matematika yang meliputi kemampuan pemahaman konsep matematika,

penalaran, pemecahan masalah, komunikasi, dan sikap menghargai kegunaan


matematika.
Hudojo (2003:182) berpendapat bahwa permasalahan yang sering timbul
dalam pembelajaran matematika adalah tidak sesuainya kemampuan peserta didik
terhadap materi pelajaran yang disajikan oleh guru. Pernyataan tersebut berarti
bahwa peserta didik tidak mampu menerima materi pelajaran yang disampaikan
oleh guru. Kondisi ini menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam
belajar matematika sehingga mereka tidak menyukai pelajaran matematika.
Muhsetyo (2008: 1.2) berpendapat bahwa jika peserta didik tidak menyukai
pelajaran matematika, maka guru memerlukan upaya alternatif yang dapat
menghubungkan kemampuan peserta didik dengan materi pelajaran yang
disampaikan. Upaya tersebut adalah mencari dan memilih model pembelajaran
matematika yang menarik, menggugah semangat, menantang, dan pada akhirnya
menjadikan peserta didik cerdas di bidang matematika.
Salah

satu

model

pembelajaran

yang

dikembangkan

untuk

mengoptimalkan kemampuan pemecahan masalah adalah model Pembelajaran


Berbasis Masalah atau PBL (Problem Based Learning). Esensi pembelajaran
dengan menggunakan model PBL adalah menyuguhkan berbagai situasi
bermasalah yang otentik dan bermakna bagi peserta didik, yang dapat berfungsi
sebagai landasan bagi investigasi dan penyelidikan peserta didik. Salah satu
penelitian dengan menggunakan model PBL adalah penelitian yang dilakukan
oleh Mustafa (2008). Hasil penelitian Mustafa menyebutkan bahwa kemampuan
konseptual (pemahaman konsep) dan kemampuan kuantitatif matematika dapat

dicapai melalui pembelajaran menggunakan model PBL. Penelitian dengan


menggunakan model PBL juga dilakukan oleh Suci (2008). Hasil penelitian Suci
menyebutkan

bahwa

penerapan

pembelajaran

berbasis

masalah

dengan

pendekatan kooperatif dapat meningkatkan aktivitas (partisipasi) mahasiswa


dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), meningkatkan hasil belajar mata kuliah
teori akuntansi, dan mendapat respon positif dari mahasiswa karena pembelajaran
menjadi lebih bermakna. Berdasarkan hasil kedua penelitian tersebut, diketahui
bahwa model PBL dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas peserta didik.
Konsep belajar model PBL adalah konsep belajar kontruktivisme (Arends,
2008:48). Dalam proses pembelajaran PBL dengan konsep belajar kontruktivisme,
guru kadang-kadang masih terlibat dalam kegiatan presentasi dan menjelaskan
berbagai hal kepada peseta didik, tetapi lebih sering memfungsikan diri sebagai
pembimbing dan fasilitator sehingga peserta didik dapat belajar untuk berfikir dan
menyelesaikan masalahnya sendiri.
Wayan (2007) berpendapat bahwa konsep kontruktivisme dalam belajar
dapat diwujudkan dengan bantuan media pembelajaran yang berperan sebagai
media mediated instruction yaitu pembawa informasi dari sumber (guru) menuju
penerima (peserta didik). Salah satu media pembelajaran yang efektif untuk
digunakan oleh guru adalah LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang dipadukan
dengan slide show power point yang memenuhi kriteria kontruktivisme sehingga
dapat mengkonstruksi pengetahuan peserta didik melalui aktivitas belajar yang
dirumuskan dalam LKPD.

Kemampuan peserta didik dalam pelajaran matematika tidak hanya


dipengaruhi oleh faktor kecerdasan matematika saja. Namun, faktor aktivitas
belajar dan

faktor diri (self) juga turut berpengaruh terhadap kemampuan

matematika peserta didik. Hendikawati (2006) dalam hasil penelitiannya


menyebutkan bahwa aktivitas belajar peserta didik berpengaruh sebesar 54,7%
terhadap hasil belajar. Selanjutnya, pengaruh faktor diri (self) terhadap
kemampuan matematika peserta didik diungkapkan oleh Ma & Kishor,
sebagaimana dikutip oleh Kadijevich (2003:327) bahwa terdapat hubungan positif
antara konsep diri (self-concept) tentang matematika dengan prestasi matematika.
Konsep diri (self-concept) tentang matematika yang dimaksud adalah sikap
percaya diri dalam belajar matematika (self-confidence in learning mathematics),
gemar dengan matematika (liking mathematics), dan percaya akan kegunaan
matematika (usefulness of mathematics). Berdasarkan kedua penelitian di atas,
maka diperlukan suatu pembelajaran matematika yang dapat melibatkan peserta
didik secara aktif dan dapat merangsang tumbuhnya kepercayaan diri peserta
didik agar peserta didik dapat diperoleh hasil belajar matematika secara optimal.
Kegiatan pembelajaran matematika di SMP Negeri 3 Ungaran sudah
dipandu oleh guru secara baik. Guru telah menggunakan alat peraga ketika
menyampaikan materi pelajaran yang berhubungan dengan masalah bentuk atau
keruangan. Guru juga sering membiasakan peserta didik untuk belajar secara
berpasangan ataupun berkelompok. Hasil belajar yang dicapai juga cukup baik.
Hal ini ditunjukkan dengan hasil ulangan peserta didik yang biasanya lebih dari
60% peserta didik mencapai KKM dengan KKM nilai matematika di SMP Negeri

Ungaran adalah 65. Akan tetapi, peserta didik mempunyai kelemahan dalam hal
kemampuan pemecahan masalah. Tidak lebih dari 30% peserta didik dalam satu
kelas dapat mengerjakan soal pemecahan masalah ketika ulangan. Kelemahan
peserta didik yang lain adalah kurangnya kepercayaan diri peserta didik. Hanya
satu atau dua peserta didik dalam satu kelas yang mau maju mengerjakan soal di
kelas tanpa disuruh oleh guru, sedangkan peserta didik lain menunggu disuruh
guru untuk mau mengerjakan soal di papan tulis.
Berdasarkan paparan di atas, perlu diadakan penelitian tentang pengaruh
kepercayaan diri dan aktivitas belajar melalui pembelajaran dengan menggunakan
model PBL berbantuan LKPD dan slide show power point terhadap kemampuan
pemecahan masalah peserta didik pada materi bangun datar di SMP N 3 Ungaran
Tahun Pelajaran 2010/2011.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai
berikut:
(1) Adakah pengaruh kepercayaan diri dan aktivitas belajar matematika dalam
pembelajaran dengan menggunakan model PBL berbantuan LKPD dan slide
show power point terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik?
(2) Berapa persentase pengaruh kepercayaan diri dan aktivitas belajar
matematika dalam pembelajaran dengan menggunakan model PBL
berbantuan LKPD dan slide show power point terhadap kemampuan
pemecahan masalah peserta didik?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dapat dirumuskan tujuan dari
penelitian ini adalah sebagai berikut.
(1) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kepercayaan diri dan aktivitas belajar
matematika dalam pembelajaran dengan menggunakan model PBL
berbantuan LKPD dan slide show power point terhadap kemampuan
pemecahan masalah peserta didik.
(2) Untuk mengetahui persentase pengaruh kepercayaan diri dan aktivitas belajar
matematika dalam pembelajaran dengan menggunakan model PBL
berbantuan LKPD dan slide show power point terhadap kemampuan
pemecahan masalah peserta didik.

1.4 Manfaat
Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
(1) Memberikan masukan, sumbangan pemikiran, dan wawasan pengetahuan
tentang model model PBL dalam pembelajaran matematika serta kepercayaan
diri dalam belajar matematika.
(2) Membantu mengembangkan kemampuan peserta didik dalam aspek
pemecahan masalah matematika.
(3) Menambah pengalaman dan referensi bagi guru tentang model pembelajaran
sehingga peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran matematika.

1.5 Penegasan Istilah


Untuk menghindari adanya penafsiran yang berbeda tentang pengertian
yang berhubungan dengan judul skripsi, maka perlu ditegaskan istilah-istilah
sebagai berikut:
(1) Pengaruh
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengaruh adalah daya yang
ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak,
kepercayaan, atau perbuatan seseorang (Tim Penyusun, 2002:849).
Pengertian pengaruh dalam penelitian ini adalah daya yang timbul dari
kepercayaan diri dan aktivitas belajar terhadap kemampuan pemecahan
masalah matematika.
(2) Kemampuan pemecahan masalah
Kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan peserta didik dalam
proses memecahkan masalah yaitu: memahami masalah, merencanakan
pemecahan masalah, menyelesaikan masalah, dan menafsirkan hasil.
(3) Aktivitas belajar
Aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental dan dua
aktivitas itu harus saling berkaitan dalam kegiatan pembelajaran. Aktivitas
belajar dalam penelitian ini adalah aktivitas yang mencakup aktivitas visual
(visual activities), aktivitas lisan (oral activities), aktivitas mendengar
(listening activities), dan aktivitas menulis (writing activities).
(4) Kepercayaan diri
Kepercayaan diri adalah keyakinan akan kekuatan, keterampilan, dan

kemampuan untuk melakukan sesuatu. Kepercayaan diri dapat timbul karena


seseorang menghargai dirinya, memandang nilai dirinya yang sesungguhnya
sebagai manusia, yakin dengan segala aspek yang dimilikinya, dan merasa
mampu untuk mencapai berbagai tujuan dalam hidup. Kepercayaan diri pada
penelitian ini adalah kepercayaan diri matematika dengan indikator: (1)
kepercayaan terhadap pemahaman dan kesadaran diri terhadap kemampuan
matematikanya; (2) kemampuan untuk menentukan secara realistik sasaran
yang ingin dicapai dan menyusun rencana aksi sebagai usaha untuk meraih
sasaran yang telah ditentukan; (3) kepercayaan terhadap matematika itu
sendiri.
(5) Model pembelajaran PBL
Model PBL adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah
dunia nyata sebagai konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara
berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh
pengetahuan yang penting dari materi pelajaran.
(6) Materi segiempat
Materi segiempat adalah materi yang diajarkan di tingkat SMP kelas VII.
Dalam penelitian ini akan diajarkan materi segiempat sub materi persegi
panjang dan persegi.

1.6 Sistematika Penulisan Skripsi


Secara garis besar penulisan skripsi ini terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian
awal, bagian isi, dan bagian akhir yang masing -masing diuraikan sebagai berikut.

10

1.6.1 Bagian Awal Skripsi


Terdiri dari halaman judul, halaman pengesahan, pernyataan, motto dan
persembahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan
daftar lampiran.
1.6.2 Bagian Isi
Merupakan bagian pokok skripsi yang terdiri dari 5 bab, yaitu:
BAB I : Pendahuluan, berisi tentang latar belakang, permasalahan, tujuan,
manfaat, penegasan istilah, dan sistematika penulisan skripsi.
BAB II : Landasan teori, berisi teori-teori yang mendukung pelaksanaan
penelitian.
BAB III : Metode penelitian, berisi tentang objek penelitian, metode pengumpulan
data, instrumen penelitian, dan analisis data.
BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan berisi tentang hasil penelitian dan
pembahasannya.
BAB V : Penutup, berisi tentang simpulan hasil penelitian dan saran-saran
peneliti.
1.6.3 Bagian Akhir
Merupakan bagian yang terdiri dari daftar pustaka yang digunakan sebagai
acuan, lampiran-lampiran yang melengkapi uraian pada bagian isi dan tabel-tabel
yang digunakan.

BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1 Belajar dan Hasil Belajar


Menurut Gagne dan Berliner, sebagaimana dikutip oleh Anni (2007:2),
belajar merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya sebagai
hasil dari pengalaman. Gagne juga menyatakan bahwa belajar adalah suatu
perubahan kemampuan yang bertahan lama dan bukan berasal dari proses
pertumbuhan (Winataputra, 2008: 1.8). Menurut Bower dan Hilgard, sebagaimana
dikutip oleh Winataputra (2008:1.8), belajar mengacu pada perubahan tingkah
laku atau potensi individu sebagai hasil dari pengalaman dan perubahan tersebut
tidak disebabkan oleh insting, kematangan, kelelahan atau kebiasaan, sedangkan
Hudojo (2003: 83) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses aktif dalam
memperoleh pengalaman atau pengetahuan baru sehingga menyebabkan
perubahan tingkah laku.
Berdasarkan beberapa definisi tentang belajar di atas, maka belajar adalah
suatu proses perubahan tingkah laku yang diiringi dengan beberapa perubahan
lain seperti perubahan kemampuan, keterampilan, dan sikap.
Unsur-unsur belajar menurut Anni (2007:4) antara lain:
(1)

pembelajar yakni berupa peserta didik, warga belajar, atau peserta didik;

(2)

rangsangan (stimulus) indera pembelajar misalnya warna, suara, sinar, dan


sebagainya. Agar pembelajar dapat belajar optimal ia harus memfokuskan

11

12

pada stimulus tertentu yang diminat;


(3)

memori pembelajar yakni berisi berbagai kemampuan seperti pengetahuan,


keterampilan, dan sikap;

(4)

tindakan yang dihasilkan dari aktualisasi memori (respon).


Berdasarkan unsur-unsur belajar di atas, maka proses belajar dapat ditandai

dengan adanya pembelajar, rangsangan (stimulus), pengalaman belajar, dan


perilaku pembelajar sebagai hasil dari pengalaman belajar. Selanjutnya, ciri-ciri
perilaku yang mencerminkan suatu proses belajar adalah apabila perilaku tersebut
memungkinkan terjadinya perubahan yang lebih baik, menambah pengalaman
bagi individu, dan perubahan perilaku tersebut berlangsung dalam kurun waktu
yang relatif lama.

2.2 Teori Belajar


Teori belajar adalah konsep-konsep dan prinsip-prinsip belajar yang bersifat
teoritis dan telah teruji kebenarannya melalui eksperimen (Sugandi, 2007:7).
Beberapa teori belajar yang melandasi pembahasan dalam penelitian ini antara
lain:
2.2.1 Teori Piaget
Tiga prinsip utama teori pembelajaran Piaget seperti yang dikemukakan oleh
Sugandi (2007:35-36) adalah sebagai berikut:
(1) Belajar aktif
Pada proses belajar aktif, subjek belajar mengalami perkembangan
pengetahuan. Agar perkembangan pengetahuan berjalan dengan baik, maka

13

perlu diciptakan suatu kondisi belajar yang memungkinkan subjek belajar


belajar sendiri, misalnya dengan melakukan percobaan, memanipulasi
simbol-simbol, mengajukan pertanyaan, dan membandingkan penemuan
sendiri dengan penemuan temannya.
(2) Belajar lewat interaksi sosial
Dalam belajar perlu diciptakan suasana yang memungkinkan terjadi interaksi
di antara subjek belajar. Apabila terjadi interaksi di antara subjek belajar,
maka khasanah kognitif anak akan diperkaya dengan macam-macam sudut
pandangan dan alternatif tindakan.
(3) Belajar lewat pengalaman sendiri
Perkembangan kognitif anak akan lebih berarti apabila didasarkan pada
pengalaman nyata dari pada bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi.
Jika hanya menggunakan bahasa tanpa pengalaman sendiri, perkembangan
kognitif anak cenderung mengarah ke verbalisme.
Jadi, keterkaitan penelitian ini dengan teori Piaget adalah adanya
keaktifan, interaksi, dan pembangunan pengalaman anak secara mandiri dalam
proses belajar karena tiga hal tersebut akan mengembangkan pengetahuan anak
secara lebih baik.
2.2.2 Teori Vygotsky
Prinsip kunci dari teori Vygotsky menurut Winataputra (2008) adalah: (1)
penekanan pada hakikat sosiokultural dari pembelajaran (the sociocultural nature
of learning); (2) zona perkembangan terdekat (zone of proximal development); (3)
pemagangan kognitif (cognitive apprenticenship); dan (4) perancah (scaffolding).

14

Pada prinsip pertama, Vygotsky menekankan pentingnya interaksi sosial


dengan orang lain dalam proses pembelajaran. Prinsip kedua adalah bahwa
peserta didik belajar paling baik apabila berada dalam zona perkembangan
terdekat mereka. Prinsip ketiga adalah menekankan pada hakikat sosial dari
belajar dan zona perkembangan bahwa peserta didik dapat menemukan sendiri
solusi dari permasalahan melalui bimbingan dari teman sebaya atau pakar. Prinsip
keempat bahwa proses belajar akan lebih baik jika memunculkan konsep
scaffolding. Scaffolding yaitu memberikan sejumlah besar bantuan berupa
petunjuk, peringatan, ataupun dorongan kepada peserta didik selama tahap-tahap
awal pembelajaran.
Jadi, keterkaitan penelitian ini dengan teori Vygotsky adalah prinsip ketiga
dan keempat dari teori Vygotsky yaitu konsep kontruktivisme dalam belajar dan
dibutuhkannya scaffolding dalam proses pembelajaran.

2.3 Kepercayaan Diri (Self-Confidence)


2.3.1 Pengertian Kepercayaan Diri
Loekmono (1983:1) menyatakan bahwa rasa percaya diri (self-confidence)
merupakan perasaan yang dimiliki secara pribadi, sangat penting, dan menentukan
kebahagiaan hidup seseorang. Loekmono (1983:3) juga menyatakan bahwa
percaya diri merupakan gabungan dari pandangan positif terhadap diri sendiri,
harga diri, dan rasa aman. Jadi, percaya diri merupakan sikap yang menentukan
kebahagiaan hidup seseorang, memberikan pandangan positif terhadap diri
sendiri, harga diri, dan rasa aman. Orang yang memiliki kepercayaan diri akan

15

memiliki keyakinan terhadap segala aspek kelebihan dirinya sehingga mampu


mengatasi ketakutan dan kecemasan dirinya.
2.3.2 Ciri-ciri Kepercayaan Diri
Menurut Hambly (1995:3) seseorang yang mempunyai kepercayaan diri
mampu menangani segala sesuatu dengan tenang, sedangkan Loekmono
(1983:36) menyatakan bahwa kepercayaan diri merupakan sikap dan kepercayaan
yang optimis bahwa sesuatu pasti dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan.
Menurut Bandura, sebagaimana dikutip oleh Winataputra (2008), perilaku
seseorang yang mempunyai keyakinan akan kemampuan diri adalah mereka akan
menghindari situasi-situasi yang diyakini akan melampaui kemampuannya dalam
mengatasi situasi tersebut dan akan melibatkan diri dalam situasi yang
diyakininya mampu ditanganinya.
Berdasarkan pendapat di atas, maka ciri-ciri individu yang mempunyai
kepercayaan diri adalah bahwa ia dapat memahami akan kelebihan dan
kekurangan dirinya sehingga dapat menjalani kehidupannya dengan kondisi
mental yang terkendali dengan baik.
2.3.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan Diri
Rasa tidak percaya diri bisa terjadi melalui proses panjang yang dimulai
dari faktor pendidikan keluarga. Menurut Thursan dan Rini (2002), ada beberapa
faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri antara lain sebagai berikut:
(1)

Rasa percaya diri sangat dipengaruhi oleh pendidikan keluarga, sebab dari
keluarga terbentuk berbagai aspek kepribadian.

16

(2)

Lingkungan juga mempengaruhi terbentuknya rasa percaya diri seseorang


sehingga dalam kehidupan sosialnya dapat terlihat antara individu yang
memiliki percaya diri dan yang tidak memiliki percaya diri.

(3)

Pemahaman terhadap lingkungan diri sendiri merupakan salah satu faktor


yang mempengaruhi rasa percaya diri seseorang. Bila individu mempunyai
pemahaman negatif terhadap diri sendiri justru akan memperkuat rasa tidak
percaya diri. Namun, apabila individu memandang positif terhadap diri
sendiri maka akan memperkuat rasa percaya diri.
Dari penjelasan di atas, maka faktor dominan yang mempengaruhi rasa

percaya diri adalah faktor keluarga dan pemahaman akan kekurangan dan
kelebihan diri sendiri.
2.3.4 Percaya Diri dalam Matematika
Margono (2005:48) membagi rasa percaya diri seseorang terhadap
matematika menjadi tiga komponen. Pertama, kepercayaan terhadap pemahaman
dan kesadaran diri terhadap kemampuan matematikanya, yaitu dalam menghadapi
kegagalan atau keberhasilan dan dalam bersaing dan dibandingkan dengan temantemannya. Kedua, kemampuan untuk menentukan secara realistik sasaran yang
ingin dicapai dan menyusun rencana aksi sebagai usaha untuk meraih sasaran
yang telah ditentukan, yaitu tahu keterbatasan diri dalam menghadapi persaingan
dengan teman-temannya dan tahu keterbatasan diri dalam menghadapi
matematika. Ketiga, kepercayaan terhadap matematika itu sendiri, yaitu
matematika sebagai sesuatu yang abstrak, matematika sebagai sesuatu yang sangat

17

berguna, matematika sebagai suatu seni, intuisi, analisis, dan rasional, serta
matematika sebagai kemampuan bawaan.
Pendapat Margono (2005:48) tentang indikator kepercayaan diri dapat
disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 2.1 Indikator Kepercayaan Diri dalam Matematika
No
1

Faktor

Indikator

Kepercayaan terhadap pemahaman

Percaya diri dalam menghadapi

dan

kegagalan dan keberhasilan

kesadaran

diri

terhadap

kemampuan matematikanya.

Percaya diri dalam bersaing dan


dibandingkan

dengan

teman-

temannya.

Kemampuan

untuk

menentukan

secara realistik sasaran yang ingin


dicapai dan menyusun rencana aksi
sebagai usaha untuk meraih sasaran
yang telah ditentukan.

Kepercayaan terhadap matematika


itu sendiri. (matematika sebagai
ilmu)

Tahu keterbatasan diri dalam


menghadapi persaingan dengan
teman-temannya.
Tahu keterbatasan diri dalam
menghadapi matematika.

Matematika sebagai sesuatu yang


abstrak.
Matematika sebagai sesuatu yang
sangat berguna.
Matematika sebagai suatu seni,
analitis, dan rasional.
Matematika

sebagai

kemampuan bawaan.

suatu

18

2.4 Aktivitas Belajar


Dalam proses belajar mengajar di sekolah, keaktifan peserta didik
merupakan hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan oleh guru sehingga
belajar mengajar yang ditempuh benar-benar akan memperoleh hasil yang optimal
(Rusyan, 1992:128). Aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun
mental dan dua aktivitas itu harus saling berkaitan dalam kegiatan pembelajaran
(Sardiman, 2001:98). Menurut Rohani (2004:6), aktivitas fisik adalah peserta
didik giat/aktif dengan anggota badan, membuat sesuatu, bermain dan bekerja, ia
tidak hanya duduk dan mendengarkan, melihat atau hanya pasif. Peserta didik
yang memiliki aktivitas mental adalah jika daya jiwanya bekerja sebanyakbanyaknya atau banyak berfungsi dalam pembelajaran.
Aktivitas belajar adalah faktor yang sangat penting dan perlu diperhatikan
oleh guru. Aktivitas belajar yang perlu diperhatikan guru bukan hanya aktivitas
fisik, namun juga aktivitas mental. Aktivitas fisik merupakan jalan bagi peserta
didik untuk mendapatkan pengetahuan baru, sedangkan aktivitas mental adalah
pendukung bagi peserta didik agar dapat melakukan aktivitas fisik secara baik.
Peserta didik dalam kondisi belajar dapat diamati melalui aktivitas yang
dilakukan, yaitu perhatian fokus, antusias, bertanya, menjawab, berkomentar,
presentasi, diskusi, mencoba, menduga, atau menemukan. Sebaliknya, peserta
didik dalam kondisi tidak belajar adalah kontradiksi dari aktivitas tersebut,
mereka hanya berdiam diri, beraktivitas tidak relevan, pasif, atau menghindar.

19

Menurut Djamarah (2008:38-45), terdapat beberapa aktivitas belajar


sebagai berikut.
(1)

Mendengarkan
Mendengarkan adalah salah satu aktivitas belajar. Setiap orang yang belajar
di sekolah pasti ada aktivitas mendengarkan. Ketika seorang guru
menggunakan metode ceramah maka setiap peserta didik diharapkan
mendengarkan apa yang guru sampaikan.

(2)

Memandang
Memandang adalah mengarahkan penglihatan ke suatu objek. Dalam
pendidikan, aktivitas memandang termasuk dalam kategori akvititas belajar.
Saat proses pembelajaran di kelas, seseorang pelajar memandang papan tulis
yang berisikan tulisan. Tulisan yang pelajar pandang itu menimbulkan kesan
dan selanjutnya tersimpan dalam otak.

(3)

Menulis atau mencatat


Menulis atau mencatat merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari
aktivitas belajar. Mencatat yang termasuk sebagai aktivitas belajar yaitu
apabila dalam mencatat itu orang menyadari kebutuhan dan tujuannya.

(4)

Membaca
Membaca tidak selalu membaca buku, tetapi juga membaca majalah, koran,
tabloid, catatan hasil belajar, dan hal-hal yang berhubungan dengan
kebutuhan belajar.

(5)

Membuat ringkasan dan menggarisbawahi

20

Banyak orang yang merasa terbantu dalam belajar karena menggunakan


ringkasan materi yang dibuatnya. Ringkasan yang dapat membantu dalam
hal mengingat atau mencari kembali materi dalam buku untuk masa-masa
yang akan datang. Membaca pada hal-hal yang penting perlu diberi garis
bawah. Hal ini sangat membantu dalam usaha menemukan kembali materi
tertentu di kemudian hari bila diperlukan.
(6)

Mengamati tabel-tabel, diagram-diagram, dan bagan-bagan.


Dalam buku sering dijumpai tabel-tabel, diagram-diagram, ataupun baganbagan. Materi non verbal semacam ini sangat berguna bagi seseorang dalam
mempelajari suatu materi. Demikian pula gambar-gambar dan peta-peta
dapat menjadi bahan ilustratif yang membantu pemahaman seseorang
tentang sesuatu hal.

(7)

Mengingat
Mengingat adalah kemampuan jiwa untuk memasukkan, menyimpan, dan
menimbulkan kembali hal-hal yang telah lampau. Perbuatan mengingat
terlihat ketika seseorang sedang menghafal bahan pelajaran berupa dalil,
pengertian, dan sebagainya.

(8)

Berpikir
Berpikir termasuk aktivitas belajar. Dengan berpikir seseorang memperoleh
penemuan baru, setidak-tidaknya seseorang menjadi tahu tentang hubungan
antara sesuatu.

(9)

Latihan dan praktek

21

Learning by doing adalah konsep belajar yang menghendaki adanya


penyatuan usaha mendapatkan kesan-kesan dengan cara berbuat. Belajar
sambil berbuat dalam hal ini termasuk latihan. Latihan termasuk cara yang
baik untuk memperkuat ingatan.
Paul B. Diedrich seperti yang dikutip dalam Sardiman (2001:99)
menggolongkan aktivitas belajar sebagai berikut
(1)

Visual activities, seperti: membaca, memperhatikan gambar, demontrasi,


percobaan.

(2)

Oral activities, seperti: menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran,


mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi.

(3)

Listening activities, seperti: mendengarkan uraian, percakapan, diskusi,


musik, pidato.

(4)

Writing activities, seperti: menulis cerita, karangan, laporan, angket,


menyalin.

(5)

Drawing activities, seperti: menggambar, membuat grafik, peta, diagram.

(6)

Motor activities, seperti: melakukan percobaan, membuat konstruksi model,


bermain, berkebun, beternak.

(7)

Mental activities, seperti: mengingat, memecahkan soal, menganalisa,


melihat hubungan, mengambil keputusan.

(8)

Emotional activities, seperti: menaruh minat, merasa bosan, gembira,


bersemangat, berani, tenang, gugup.
Guru hanyalah merangsang keaktifan dengan jalan menyajikan bahan

pelajaran, sedangkan yang mengolah dan mencerna adalah peserta didik sendiri

22

sesuai kemauan, kemampuan, bakat, dan latar belakang masing-masing. Menurut


Rohani (2004:9-10) hal yang dapat dilakukan guru untuk dapat membangkitkan
keaktifan mental peserta didik adalah sebagai berikut.
(1)

Mengajukan pernyataan dan membimbing diskusi peserta didik.

(2)

Memberikan

tugas-tugas

untuk

memecahkan

masalah-masalah,

menganalisis, mengambil keputusan.


(3)

Menyelenggarakan berbagai percobaan dengan menyimpulkan keterangan,


memberi pendapat.

(4)

Menyelenggarakan berbagai bentuk pekerjaan keterampilan di bengkel,


laboratorium.

(5)

Mengadakan pameran, karyawisata.


Dalam penelitian ini, beberapa aktivitas belajar peserta didik yang diamati

di antaranya adalah visual activities, listening activities, oral activities, dan


writing activities. Hal ini disesuaikan dengan model pembelajaran yang
diterapkan pada proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Keempat aktivitas
belajar tersebut tidak terpisah satu sama lain. Akan tetapi, dilakukan sesuai
dengan aktivitas yang dibutuhkan pada saat proses pembelajaran berlangsung.

2.5 Pemecahan Masalah


Pemecahan masalah adalah proses menerapkan pengetahuan yang
diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal. Pembelajaran
pemecahan masalah adalah suatu kegiatan yang didesain oleh guru dalam rangka
memberi tantangan kepada peserta didik melalui penugasan (pernyataan)

23

matematika.

Fungsi

guru

dalam

kegiatan

pemecahan

masalah

adalah

memfasilitasi dan memotivasi peserta didik dalam proses memecahkannya. Perlu


diingat bahwa masalah yang diberikan kepada peserta didik harus masalah yang
pemecahannya terjangkau oleh kemampuan peserta didik. Masalah yang di luar
jangkauan kemampuan peserta didik dapat menurunkan motivasi mereka.
Polya, sebagaimana dikutip oleh Wardhani (2005:112), mendefinisikan
masalah sebagai usaha mencari jalan keluar dari suatu kesulitan, mencapai suatu
tujuan yang tidak dengan segera dapat dicapai. Selanjutnya Polya, sebagaimana
dikutip oleh Wardhani (2005:158), mengelompokkan masalah dalam matematika
menjadi dua kelompok. Pertama, adalah masalah terkait dengan menemukan
sesuatu yang teoritis ataupun praktis, abstrak ataupun konkret termasuk juga di
sini teka-teki. Landasan untuk

menemukan sesuatu dalam menyelesaikan

masalah adalah: (1) apa yang dicari; (2) data apa yang telah diketahui; (3) apa saja
syarat-syaratnya. Kedua, adalah masalah yang terkait dengan membuktikan atau
menunjukkan bahwa suatu pernyataan itu benar atau salah atau tidak keduaduanya. Sehubungan dengan masalah pemecahan masalah, Hudoyo (2003:149)
berpendapat bahwa syarat soal pemecahan masalah adalah pertanyaan tersebut
harus dapat dimengerti oleh peserta didik, menantang untuk dijawab, dan soal
tersebut tidak dapat dijawab dengan prosedur rutin yang telah diketahui peserta
didik. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan soal pemecahan masalah, peserta
didik harus menguasai hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya, baik berupa
pengetahuan, keterampilan, ataupun pemahaman.

24

Penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah


mencakup kemampuan yang terlibat dalam proses memecahkan masalah yaitu:
memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, menyelesaikan masalah,
dan menafsirkan hasil. Dari hasil karya peserta didik dalam memecahkan masalah,
dapat dilihat seberapa jauh kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah
ditinjau dari kemampuan-kemampuan tersebut. Pada kenyataannya peserta didik
sering terhalang dalam memecahkan masalah karena lemahnya (tidak terbiasa)
mengembangkan strategi pemecahan masalah dan kurangnya pemahaman konsep
atau prosedur yang terkandung dalam penyelesaian masalah.

2.6 Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning)


2.6.1 Pengertian Model PBL
Nurhadi, sebagaimana dikutip dalam Sudarman (2007:69), menyatakan
bahwa PBL adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia
nyata sebagai konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir kritis
dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan yang
penting dari materi pelajaran. Dasar teoritis PBL adalah teori kontruktivis tentang
belajar oleh Piaget dan Vygotsky (Arends, 2008:47). Menurut Paiget,
sebagaimana dikutip oleh Arends (2008:47), pengetahuan pelajar tidak statis,
tetapi berevolusi secara konstan selama pelajar mengkontruksikan pengalamanpengalaman baru yang memaksa mereka untuk mendasarkan diri dan
memodifikasi pengetahuan sebelumnya. Selanjutnya Vygotsky, sebagaimana
dikutip oleh Arends (2008:47), berpendapat bahwa pengetahuan pelajar akan

25

berkembang ketika mereka menghadapi pengalaman baru, kemudian berusaha


menemukan

pemahaman

tentang

pengalaman

baru

tersebut

dengan

menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan baru dan mengkonstruksi


makna baru. Jadi, dalam pembelajaran dengan model PBL, walaupun kadangkadang guru masih terlibat mempresentasikan dan menjelaskan banyak hal kepada
peserta didik, tapi lebih sering memfungsikan diri sebagai pembimbing dan
fasilitator sehingga peserta didik dapat belajar untuk berfikir dan menyelesaikan
masalahnya sendiri.
Pembelajaran dengan menggunakan model PBL menurut Ismail (2003:33)
sebagaimana yang dikutip dalam Widdiharto (2003:9), memiliki 5 tahapan utama
yaitu sebagai berikut.
Tabel 2.2 Sintaks PBL
Tahapan/Fase

Tingkah Laku Guru

Fase 1

Guru

Mengorganisasi peserta didik kepada


masalah

menyampaikan

tujuan

pembelajaran, memotivasi peserta


didik agar terlibat dalam aktivitas
pemecahan masalah yang dipilihkan.

Fase 2

Guru

Mengorganisasi peserta didik untuk


belajar

membantu

peserta

mendefinisikan
mengorganisasikan

didik
dan

tugas

belajar

yang berhubungan dengan masalah


tersebut.

Fase 3
Membimbing

Guru mendorong peserta didik untuk


pemecahan

masalah

mengumpulkan
sesuai,

informasi

melaksanakan

yang

eksperimen

26

individual maupun kelompok

untuk mendapatkan penjelasan dalam


pemecahan masalah.

Fase 4
Mengembangkan dan menyajikan hasil
karya

Guru membantu peserta didik dalam


perencanaan dan menyiapkan karya
seperti

laporan

mereka

serta

membagi

membantu

tugas

dengan

temannya.
Fase 5
Menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah

Guru membantu peserta didik untuk


melakukan refleksi atau evaluasi
terhadap proses pemecahan masalah
mereka

dan

proses-proses

yang

mereka gunakan.

Dalam penelitian ini, semua langkah-langkah yang ada pada model


pembelajaran berbasis masalah ini dilaksanakan.
2.6.2 Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran PBL
Menurut Sanjaya (2008:219), Model PBL memiliki keunggulan dan
kelemahan sebagai berikut.
Kelebihan model PBL adalah sebagai berikut:
(1)

Menantang kemampuan peserta didik serta memberi kepuasan untuk


menemukan pengetahuan baru bagi peserta didik.

(2)

Meningkatkan aktivitas pembelajran peserta didik.

(3)

Membantu peserta didik bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk


memahami masalah dalam kehidupan nyata.

(4)

Merangsang perkembangan kemampuan berfikir peserta didik untuk


menyelesaikan masalah yang dihadapi secara tepat.

27

Kelemahan model PBL adalah sebagai berikut:


(1)

Memerlukan waktu yang panjang dibandingkan dengan model pembelajaran


yang lain.

(2)

Manakala peserta didik peserta didik tidak memiliki minat atau tidak
memiliki kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk
dipecahkan, maka akan merasa enggan untuk mencoba.
Peranan guru dalam pembelajaran dengan menggunakan model PBL

adalah menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan, menfasilitasi penyelidikan


dan dialog, dan menuntaskan suatu masalah yang melampaui tingkat pengetahuan
peserta didik pada saat itu.
2.6.3 Implementasi Model Pembelajaran PBL dalam Materi Persegi Panjang
dan Persegi
Model PBL merupakan salah satu model pembelajaran yang berorientasi
pada pemecahan masalah, keterampilan berfikir, dan keterampilan mengatasi
masalah. Model PBL dikembangkan melalui teori perkembangan kontruktivisme
Piaget dan Vygotsky. Model ini menekankan pada keterlibatan peserta didik
secara

aktif

dalam

proses

mendapatkan

informasi

dan

mengkontruksi

pengetahuannya sendiri. Melalui tahap-tahap (fase) model PBL, peserta didik


diberi kesempatan untuk menginvestigasi permasalahan yang diajukan guru secara
mandiri. Fase model PBL dibuat sedemikian rupa sehingga mendorong peserta
didik

untuk

menginvestigasi

permasalahan

yang

diajukan

guru

dan

mengekspresikan idenya secara terbuka. Hal ini sangat cocok apabila digunakan
untuk membangun kemampuan pemecahan masalah peserta didik terutama pada

28

materi persegi panjang dan persegi karena banyak permasalahan sehari-hari yang
berkaitan dengan materi persegi panjang dan persegi sehingga dapat dimanfaatkan
sebagai sarana investigasi dan penyelidikan peserta didik.

2.7 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)


Menurut Hidayah (2007:8), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) atau
Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu alat pembelajaran, bahkan ada
yang menggolongkan dalam jenis alat peraga pembelajaran. Secara umum, LKS
merupakan

perangkat

pembelajaran

yang

berfungsi

sebagai

pendukung

pelaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). LKS berupa lembaran


yang berupa informasi maupun soal-soal (pertanyaan-pertanyaan yang harus
dijawab oleh peserta didik) .
LKS merupakan bimbingan guru dalam pembelajaran yang disajikan
secara tertulis. Dalam penulisannya perlu diperhatikan kriteria media grafis
sebagai media visual, khususnya tentang visualnya yang berfungsi untuk menarik
perhatian peserta didik.
Tujuan penggunaan LKS dalam proses belajar mengajar adalah sebagai
berikut.
(1)

Memberi penguatan, sikap, dan keterampilan yang perlu dimiliki oleh


peserta didik;

(2)

Mengecek tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah


disajikan.
Adapun kelebihan penggunaan LKS dalam proses belajar mengajar adalah

sebagai berikut.

29

(1)

Meningkatkan aktivitas belajar.

(2)

Mendorong peserta didik mampu belajar mandiri.

(3)

Membimbing peserta didik secara baik ke arah pengembangan konsep.


Dalam penelitian ini, LKPD yang disusun berisi pertanyaaan-pertanyaan

yang akan membimbing peserta didik dalam memahami konsep persegi panjang
dan persegi. Pada saat pengisian LKPD, guru berperan sebagai pembimbing dan
pemberi penguatan dalam menentukan kesimpulan yang benar terhadap materi
yang sedang dibahas.

2.8 Bangun Datar Persegi Panjang dan Persegi


2.8.1 Persegi Panjang
Menurut Sukino (2006:287) persegi panjang adalah segiempat dengan sisisisi yang berhadapan sejajar salah satu sudutnya siku-siku.
2.8.1.1 Sifat-sifat Persegi Panjang
(1)

Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang.


p
D
C
Menurut gambar persegi panjang ABCD di
l

l
A

(2)

samping, maka AB = CD dan AD = BC

Setiap sudutnya siku-siku.


D
C
Menurut gambar persegi panjang ABCD di
samping, maka
A

30

(3)

Mempunyai dua buah diagonal yang sama panjang dan saling berpotongan
di titik pusat persegi panjang. Titik tersebut membagi diagonal menjadi dua
bagian yang sama panjang.
D
C

x
x

x
x

A
B
Menurut gambar persegi panjang ABCD di atas, maka terdapat diagonal
yang sama penjang yaitu AC dan BD dan saling berpotongan di titik O.
Titik tersebut membagi diagonal menjadi dua bagian yang sama, yaitu
AO=CO dan BO=DO.
(4)

Mempunyai dua sumbu simetri yaitu sumbu vertikal dan horizontal.

2.8.1.2 Keliling Persegi Panjang


p
D
C
l

l
A

Menurut Sukino (2006:287), keliling persegi panjang sama dengan jumlah


seluruh panjang sisinya. Jika ABCD adalah persegi panjang dengan panjang p,
lebar l, dan keliling K, maka K = p + l + p + l, atau dapat ditulis sebagai:
K = 2p + 2l = 2(p +l)

31

2.8.1.3 Luas Persegi Panjang


Luas sebuah bangun datar adalah besar ukuran daerah tertutup suatu
permukaan bangun datar. Ukuran untuk luas adalah cm2, m2, km2, atau satuan luas
lainnya.
Menurut Sukino (2006:287), luas persegi panjang sama dengan hasil kali
panjang dan lebarnya. Apabila terdapat persegi panjang ABCD dengan panjang p,
lebar l, dan luas L, maka luas persegi panjang ABCD dapat ditulis sebagai:
L=pxl
2.8.2 Persegi
Menurut Sukino (2006:287) persegi adalah persegi panjang yang keempat
sisinya sama panjang.
D

sisi

sisi
B

Sebagai contoh, perhatikan gambar di atas. ABCD adalah persegi dengan


sisi-sisi AB, BC, CD, dan DA dimana AB = BC = CD = DA dan A =

2.8.2.1 Sifat-sifat Persegi


(1)

Setiap sudutnya siku-siku.


D
C
Menurut gambar persegi ABCD di samping,
maka
A

32

(2)

Mempunyai dua diagonal yang sama panjang, berpotongan di tengahtengah, dan membentuk sudut siku-siku.
C

D
O

A
B
Menurut gambar persegi ABCD di atas, AC dan BD merupakan diagonal
dengan AC = BD. Diagonal AC dan BD berpotongan di tengah-tengah yaitu
di titik O dan
(3)

Setiap sudutnya dibagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya.


D

C
Menurut gambar persegi ABCD di samping,
maka

A
B
Memiliki 4 sumbu simetri.

(4)

2.8.2.2 Keliling Persegi


Menurut Sukino (2006:291), keliling persegi adalah jumlah panjang
seluruh sisi-sisinya.
s
S
R
s
P

s
s

33

Pada gambar di atas, PQRS adalah persegi dengan panjang sisi s dan
keliling K, maka keliling PQRS adalah K = s + s + s + s dan dapat ditulis sebagai
berikut.

K = 4s

2.8.2.3 Luas Persegi


Menurut Sukino (2006:287), luas persegi sama dengan kuadrat panjang
sisinya. Apabila terdapat persegi ABCD dengan sisi s dan luas L, maka luas
ABCD dapat ditulis sebagai berikut.
L = s2

2.9 Kerangka Berpikir


Permasalahan pembelajaran matematika yang terjadi di SMP Negeri 3
Ungaran adalah kurangnya kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Hanya
sekitar 30% peserta didik yang dapat mengerjakan soal pemecahan masalah pada
saat ulangan. Selain permasalahan tersebut, peserta didik juga kurang memiliki
rasa percaya diri ketika mengikuti pembelajaran matematika di kelas. Hanya satu
atau dua peserta didik yang berani untuk mengerjakan soal matematika di papan
tulis tanpa disuruh oleh guru.
Model PBL merupakan model pembelajaran yang menekankan pada
peningkatan kemampuan konstruktivis peserta didik. Melalui model PBL, peserta
didik dituntut untuk dapat membangun pengetahuannya sendiri sehingga dapat
mencapai tingkat pemahaman yang lebih sempurna dibandingkan dengan
pengetahuan sebelumnya. Dalam pembelajaran dengan menggunakan model PBL,
peserta didik diarahkan oleh guru untuk terlibat aktif dalam menginvestigasi
masalah, mengajukan pertanyaan, mengungkapkan pendapat, dan berdiskusi.

34

Aktivitas belajar tersebut sangat efektif untuk mengembangkan keterampilan


menginvestigasi dan keterampilan memecahkan masalah peserta didik. Selain itu,
model PBL juga dapat meningkatkan aktivitas belajar dan rasa percaya diri
peserta didik. Oleh karena itu, model PBL dapat diterapkan dalam pembelajaran
matematika pada materi

yang dapat diaplikasikan untuk memecahkan

permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari seperti materi persegi


panjang dan persegi.
Dalam penelitian ini, pembelajaran materi persegi dan persegi panjang
diajarkan dengan menggunakan model PBL yang diintegrasikan dengan
penggunaan LKPD dan slide show power point. Pengintegrasian model PBL
dengan penggunaan LKPD akan memudahkan peserta didik dalam menemukan
konsep, memahami konsep, dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan
materi persegi panjang dan persegi. Selanjutnya, penggunaan slide show power
point akan mengefektifkan penyampaian materi kepada peserta didik karena
proses penyampaian materi secara visual akan membuat materi pelajaran yang
disampaikan menjadi menarik dan menyenangkan.
Berdasarkan keunggulan yang dimiliki oleh model pembelajaran PBL
yang diintegrasikan dengan penggunaan LKPD dan slide show power point
diduga efektif untuk diterapkan pada materi persegi panjang dan persegi dan dapat
digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh kepercayaan diri dan aktivitas
belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik melalui
pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran PBL dengan bantuan
LKPD dan slide show power point.

35

2.10 Hipotesis
Dalam penelitian ini disusun hipotesis penelitian sebagai berikut:
(1) Kepercayaan diri dan aktivitas belajar berpengaruh terhadap kemampuan
pemecahan masalah melalui pembelajaran dengan menggunakan model PBL
berbantuan LKPD dan slide show power point.
(2) Terdapat pengaruh yang positif antara kepercayaan diri dan aktivitas belajar
terhadap kemampuan pemecahan masalah melalui pembelajaran dengan
menggunakan model PBL berbantuan LKPD dan slide show power point.

BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian


3.1.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 3
Ungaran sebanyak 168 peserta didik, yang terdiri dari 34 peserta didik kelas VII
F, 34 peserta didik kelas VII G, 33 peserta didik kelas VII H, 34 peserta didik
kelas VII I, dan 33 peserta didik kelas VII J.
3.1.2 Sampel
Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik random
sampling. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling didasarkan pada
asumsi bahwa populasi dalam penelitian ini homogen. Hal tersebut berdasarkan
fakta bahwa populasi memiliki ciri-ciri yang relatif sama, yaitu:
(1) peserta didik mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama.
(2) peserta didik diampu oleh guru yang sama.
(3) peserta didik yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas paralel yang
sama.
(4) pembagian kelas tidak berdasarkan peringkat.
(5) telah dilakukan uji normalitas dan homogenitas.
Data yang digunakan untuk uji normalitas dan uji homogenitas adalah nilai
ulangan harian matematika materi himpunan. Uji normalitas menggunakan uji Chi

36

37

Kuadrat, sedangkan uji homogenitas menggunakan uji Bartlet. Berdasarkan


perhitungan normalitas menggunakan uji Chi Kuadrat diperoleh
dan
, maka

(dengan dk = 4 dan

). Karena

diterima, yang berarti bahwa data berasal dari populasi yang

berdistribusi normal (perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 3).


Berdasarkan perhitungan uji homogenitas dengan menggunakan uji Bartlet
diperoleh

dan

Karena

maka

(dengan dk = 4 dan

).

diterima, yang berarti bahwa sampel

mempunyai varians yang sama sehingga sampel tersebut homogen (perhitungan


selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4).
Berdasarkan lima hal di atas diperoleh sampel penelitian yaitu peserta
didik kelas VII I dan kelompok sampel terdiri dari 34 peserta didik.

3.2 Variabel Penelitian


Variabel dalam penelitian ini ada dua jenis, yaitu variabel bebas dan
variabel terikat.
3.2.1 Variabel Bebas
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kepercayaan diri (X1) dan
aktivitas belajar (X2)
3.2.2 Variabel Terikat
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan
masalah peserta didik pada materi persegi panjang dan persegi.

38

3.3 Desain Penelitian


Penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian dengan teknik korelasi
ganda antara dua variabel bebas yaitu kepercayaan diri dan aktivitas belajar dan
satu variabel terikat yaitu kemampuan pemecahan masalah yang dapat
digambarkan dengan bagan sebagai berikut:
X1
R

X2

Gambar 3.1 Desain Penelitian Teknik Korelasi Ganda

Dimana:
X1

= kepercayaan diri

X2

= aktivitas belajar

= kemampuan pemecahan masalah

= pengaruh kepercayaan diri dan aktivitas belajar secara bersama-sama


terhadap kemampuan pemecahan masalah.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut:
(1) Penelitian diawali dengan penentuan sampel penelitian.

39

(2) Menentukan langkah-langkah pembelajaran berdasarkan sintaks model


pembelajaran PBL.
(3) Melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran PBL pada peserta
didik kelas VII I.
(4) Menyusun kisi-kisi tes kemampuan pemecahan masalah, kisi-kisi angket
kepercayaan diri, dan menyusun lembar observasi aktivitas peserta didik.
(5) Menentukan kelas uji coba untuk menguji coba instrumen tes. Kelas uji coba
merupakan kelas yang telah mendapatkan materi persegi panjang dan persegi.
(6) Mengujicobakan instrumen uji coba pada kelas uji coba. Instrumen yang
diujicobakan pada kelas uji coba adalah soal tes pemecahan masalah materi
persegi panjang dan persegi dan angket kepercayaan diri.
(7) Menganalisis data hasil uji coba pada kelas uji coba. Soal uji coba
kemampuan pemecahan masalah dianalisis untuk diketahui validitas,
reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukarannya, sedangkan angket uji coba
kepercayaan diri dianalisis untuk diketahui validitas dan reliabilitasnya.
(8) Soal uji coba kemampuan pemecahan masalah dan angket uji coba
kepercayaan diri yang memenuhi syarat, dipilih untuk kemudian dijadikan
soal tes kemampuan pemecahan masalah dan angket kepercayaan diri pada
kelas eksperimen.
(9) Melaksanakan tes kemampuan pemecahan masalah dan pengisian angket
kepercayaan diri.
(10) Menganalisis hasil angket kepercayaan diri dan tes kemampuan pemecahan
masalah.

40

(11) Menyusun hasil penelitian.

3.4 Metode Pengumpulan Data


3.4.1 Metode Angket
Metode angket digunakan untuk memperoleh skor kepercayaan diri
peserta didik. Angket pada penelitian ini disusun dengan pernyataan bersifat
tertutup dengan skala 1-4. Penskoran pada butir positif yaitu a memiliki skor 4, b
memiliki skor 3, c memiliki skor 2, dan d memiliki skor 1, sedangkan penskoran
pada butir negatif yaitu a memiliki skor 1, b memiliki skor 2, c memiliki skor 3,
dan d memiliki skor 4. Pernyataan pada angket kepercayaan diri peserta didik
berdasarkan pada indikator kepercayaan diri dalam matematika.
3.4.2 Metode Observasi
Metode observasi pada penelitian ini dilakukan untuk memperoleh skor
aktivitas belajar peserta didik ketika mengikuti pelajaran dengan model
pembelajaran PBL berbantuan LKPD dan slide show power point. Pernyataan
tentang aktivitas belajar berdasarkan pada macam-macam aktivitas berupa visual
activities, listening activities, oral activities, dan writing activities.
3.4.3 Metode Tes
Metode tes dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh skor
kemampuan pemecahan masalah. Bentuk tes yang digunakan dalam penelitian ini
adalah bentuk pilihan ganda dan uraian.

41

3.5 Penskoran Instrumen Penelitian


3.5.1 Penskoran Angket
Dalam penskoran angket, peneliti menggunakan interval interval 1 sampai
dengan 4. Untuk angket dengan penskoran positif penskoran pilihan jawabannya
adalah jawaban (a) bernilai 4, jawaban (b) bernilai 3, jawaban (c) bernilai 2, dan
jawaban (d) bernilai 1, sedangkan untuk angket dengan pernyataan negatif
jawaban (a) bernilai 1, jawaban (b) bernilai 2, jawaban (c) bernilai 3, dan jawaban
(d) bernilai 4.
3.5.2 Penskoran Observasi
Dalam penskoran hasil pengamatan aktivitas belajar memiliki rentang
antara 1 sampai dengan 4. Nilai empat untuk pengamatan peserta didik yang
memiliki aktivitas belajar positif dan nilai satu untuk pengamatan peserta didik
yang memiliki aktivitas belajar negatif. Untuk pedoman penskoran aktivitas
belajar dapat dilihat pada lampiran 13.
3.5.3 Penskoran Tes Kemampuan Pemecahan Masalah
Untuk hasil soal tes pilihan ganda apabila benar diberi skor dua dan
apabila salah diberi skor nol, sedangkan untuk soal uraian skor yang digunakan
memiliki rentang dari 0 sampai dengan 10 untuk setiap butirnya. Skor 10
diberikan untuk jawaban sempurna dan skor nol diberikan apabila peserta didik
sama sekali tidak menjawab butir soal tersebut. Pedoman penskoran dan kunci
jawaban soal dapat dilihat pada lampiran 9.

42

3.6 Analisis Instrumen Penelitian


3.6.1 Angket Kepercayaan Diri
Pada penelitian ini, digunakan angket kepercayaan diri yang terdiri dari 32
butir. Analisis yang dilakukan terhadap butir angket kepercayaan diri adalah
sebagai berikut.
(1) Analisis Validitas Butir
Analisis validitas butir digunakan untuk mengetahui apakah instrumen
yang digunakan mempunyai daya ukur terhadap variabel yang akan diukur.
Rumus yang digunakan untuk menghitung validitas butir angket adalah
product moment correlation sebagai berikut.

Dimana:
= koefisien korelasi antara variabel X dan Y
N

= banyaknya subyek
= jumlah skor total item X
= jumlah skor total item Y
= jumlah perkalian skor item dengan skor total
= jumlah kuadrat skor item
= jumlah kuadrat skor total
Pada penelitian ini, perhitungan validitas butir angket menggunakan

alat bantu ITEMAN. Validitas butir angket pada output perhitungan


ITEMAN ditunjukkan pada kolom Item Scale Correlation.

43

Interpretasi koefisien validitas bersifat relatif. Tidak ada batasan


universal yang menunjuk kepada angka minimal yang harus dipenuhi agar
suatu skala psikologi dikatakan valid. Terhadap pernyataan mengenai berapa
tinggi koefisien validitas yang dianggap memuaskan, Cronbach (1970:429)
sebagaimana dikutip oleh Azwar (2009:103) menerangkan bahwa koefisien
yang berkisar antara 0,3 sampai dengan 0,5 telah dapat memberikan
kontribusi yang baik, sedangkan pada penelitian ini butir angket dikatakan
valid jika

lebih dari atau sama dengan 0,2.

Pada perhitungan butir angket kepercayaan diri, diperoleh butir angket


valid yaitu butir angket no 2, 3, 4, 6, 11 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19,21, 24,
28, 29, 30, 31, 32, sedangkan butir angket yang tidak valid adalah butir
angket no 1, 5, 7, 8, 9, 10, 20, 22, 23, 25, 26, 27. Perhitungan validitas butir
angket kepercayaan diri dapat dilihat di lampiran 26.
(2) Analisis Reliabilitas
Seperangkat tes dikatakan reliabel apabila tes tersebut dapat
memberikan hasil tes yang tetap, artinya apabila tes tersebut dikenakan pada
sejumlah subjek yang sama pada waktu lain, maka hasilnya akan tetap sama
atau relatif sama.
Rumus yang digunakan untuk menghitung reliabilitas menurut
Sugiyono (2007:365) adalah rumus koefisien Alpha Cronbach sebagai berikut

Dimana:
= koefisien Alpha Cronbach

44

= mean kuadrat antara subyek


= mean kuadrat kesalahan
= varians total

sedangkan rumus untuk varians total dan varians item:

Dimana:
= jumlah kuadrat seluruh skor item
= jumlah kuadrat subyek
Pada penelitian ini, perhitungan reliabilitas menggunakan alat bantu
ITEMAN. Reliabilitas pada output perhitungan ITEMAN ditunjukkan dengan
koefisien .
Untuk pengujian reliabilitas digunakan kriteria sebagai berikut:
Tabel 3.1 Kriteria Reliabilitas
ri

Kriteria

0,00 0,20

Rendah Sekali

0,21 0,40

Rendah

0,41 0,70

Sedang

0,71 1,00

Sangat Tinggi

45

Pada perhitungan reliabilitas diperoleh nilai =0,427 maka kriteria


reliabilitas perangkat tes kepercayaan diri adalah sedang. Perhitungan
reliabilitas perangkat tes kepercayaan diri dapat dilihat di lampiran 26.
3.6.2 Soal Tes Pemecahan Masalah
Pada penelitian ini, digunakan soal tes pemecahan masalah sebanyak 16
soal yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda dan 6 soal uraian. Analisis yang
dilakukan terhadap soal tes pemecahan masalah adalah sebagai berikut.
3.6.2.1 Analisis Butir Soal Pilihan Ganda
(1) Validitas Butir
Rumus yang digunakan untuk menghitung validitas butir sebagaimana
yang dijelaskan dalam Azwar (2007:50) adalah rumus point biserial
correlation sebagai berikut.

Dimana:
= point biserial correlation
= mean skor variabel interval bagi subjek yang mendapat skor 1 pada
variabel dikotomi
= mean skor variabel interval bagi seluruh subjek
= deviasi standar variabel interval bagi seluruh subjek
= banyaknya skor 1 pada variabel dikotomi dibagi n
=1p

46

Hasil perhitungan rpbis dibandingkan dengan rtabel dengan taraf


kesalahan 5%. Jika rpbis > rtabel maka butir soal tersebut dikatakan valid.
Pada penelitian ini, perhitungan validitas soal menggunakan alat bantu
ITEMAN. Reliabilitas butir soal pada output perhitungan ITEMAN
ditunjukkan dalam kolom Point Biserial.
Pada perhitungan validitas butir soal pilihan ganda, diperoleh butir soal
valid yaitu butir soal no 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, 10, dan butir soal yang tidak valid
adalah butir soal no 1, 6. Perhitungan validitas butir soal pilihan ganda dapat
dilihat di lampiran 24.
(2) Reliabilitas
Rumus yang digunakan untuk menghitung reliabilitas menurut
Sugiyono (2007:365) adalah rumus koefisien Alpha Cronbach sebagai berikut

Dimana:
= koefisien Alpha Cronbach
k

= mean kuadrat antara subyek


= mean kuadrat kesalahan
= varians total

sedangkan rumus untuk varians total dan varians item:

47

Dimana:
= jumlah kuadrat seluruh skor item
= jumlah kuadrat subyek
Hasil perhitungan ri dibandingkan dengan rtabel dengan taraf kesalahan
5%. Jika ri > rtabel maka perangkat tes dikatakan reliabel.
Pada penelitian ini, perhitungan reliabilitas menggunakan alat bantu
ITEMAN. Reliabilitas butir soal pada output perhitungan ITEMAN
ditunjukkan dengan koefisien .
Pada perhitungan reliabilitas diperoleh nilai =0,732, sedangkan rtabel
=0,344. Karena > rtabel maka perangkat soal pilihan ganda reliabel.
Perhitungan reliabilitas perangkat soal pilihan ganda dapat dilihat di lampiran
24.
(3) Daya Beda Butir
Rumus yang digunakan untuk menghitung daya beda butir sebagaimana
yang dijelaskan dalam Suryabrata (2005:113) adalah rumus korelasi biserial
sebagai berikut.

Dimana:
= rata-rata skor kriteria yang menjawab benar
= rata-rata skor kriteria yang menjawab salah
= simpangan baku skor kriteria semua objek
p

= proporsi subjek yang menjawab benar terhadap semua subjek

= ordinat dalam kurva normal yang membagi menjadi p dan 1-p

48

Tabel 3.2 Indeks Daya Beda Soal


Kriteria
0,00 0,20

Jelek

0,20 0,40

Cukup

0,40 0,70

Baik

0,70 1,00

Baik Sekali
Arikunto (2009:218)

Pada penelitian ini, analisis butir menggunakan alat bantu ITEMAN.


Daya beda butir soal pada output perhitungan ITEMAN ditunjukkan pada
kolom Biser.
Pada perhitungan daya beda butir diperoleh butir soal dengan
klasifikasi butir soal daya beda jelek adalah butir no 6. butir soal dengan
klasifikasi daya beda cukup adalah butir no 1, butir soal dengan klasifikasi
daya beda baik adalah butir no 3 dan 10, butir soal dengan klasifikasi daya
beda baik sekali adalah butir no 2, 4, 5, 7, 8, dan 9. Perhitungan dapat dilihat
pada lampiran 24.
(4) Tingkat Kesukaran Butir
Butir soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak
terlalu sukar. Teknik perhitungan tingkat kesukaran soal adalah menghitung
berapa persen testi yang gagal menjawab benar atau di bawah batas lulus tiaptiap butir. Tingkat kesukaran butir soal dapat diketahui dengan menggunakan
rumus berikut.

49

Dengan:
P = indeks kesukaran butir
B = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan betul
JS = jumlah seluruh siswa peserta tes
Tabel 3.3 Indeks Kesukaran Butir
Indeks Kesukaran Butir

Kriteria

0,00 0,30

Sukar

0,30 0,70

Sedang

0,70 1,00

Mudah
Arikunto (2009:201)

Pada penelitian ini, perhitungan tingkat kesukaran butir menggunakan


alat bantu ITEMAN. tingkat kesukaran butir pada output perhitungan
ITEMAN ditunjukkan pada kolom Prop. Correct.
Pada perhitungan tingkat kesukaran butir diperoleh butir soal dengan
kriteria sukar adalah butir soal no 3, 6, 10, butir soal dengan kriteria sedang
adalah butir soal no 9, dan butir soal dengan kriteria mudah adalah butir soal
no 1, 2, 4, 5, 7, 8. Perhitungan tingkat kesukaran butir soal pilihan ganda
dapat dilihat di lampiran 24.
3.6.2.2 Analisis Butir Soal Uraian
(1) Validitas Butir
Rumus yang digunakan untuk menghitung validitas butir soal pilihan
ganda adalah product moment correlation sebagai berikut.

50

Dimana:
= koefisien korelasi antara variabel X dan Y
N

= banyaknya subyek
= jumlah skor total item X
= jumlah skor total item Y
= jumlah perkalian skor item dengan skor total
= jumlah kuadrat skor item
= jumlah kuadrat skor total
Setelah diperoleh nilai

nilai

, selanjutnya nilai

dibandingkan dengan

pada tabel product moment dengan taraf signifikan 5%. Butir soal

dikatakan valid jika

(Arikunto, 2006:72).

Pada penelitian ini, semua butir soal uraian valid. Perhitungan validitas
butir soal uraian dapat dilihat di lampiran 20.
(2) Reliabilitas
Rumus yang digunakan untuk menguji reliabilitas adalah rumus
koefisien Alpha Cronbach (Sugiyono, 2007:365),

Dimana:
= koefisien Alpha Cronbach
k

= mean kuadrat antara subyek

51

= mean kuadrat kesalahan


= varians total
sedangkan rumus untuk varians total dan varians item:

Dimana:
= jumlah kuadrat seluruh skor item
= jumlah kuadrat subyek
Hasil perhitungan ri dibandingkan dengan rtabel dengan taraf kesalahan
5%. Jika ri > rtabel maka perangkat tes dikatakan reliabel.
Pada perhitungan reliabilitas perangkat soal uraian diperoleh nilai
ri=0,800, sedangkan rtabel =0,344. Karena ri > rtabel maka perangkat soal
uraian reliabel. Perhitungan reliabilitas perangkat soal uraian dapat dilihat di
lampiran 21.
(3) Daya Beda Butir
Teknik yang digunakan untuk menghitung daya pembeda untuk tes
uraian adalah dengan menghitung perbedaan dua buah rata-rata (mean) yaitu
antara mean kelompok atas dan mean kelompok bawah untuk tiap-tiap item
soal. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut.

52

Dimana:
= daya beda
= rata-rata dari kelompok atas
= rata-rata dari kelompok bawah
= jumlah kuadrat deviasi individual dari kelompok atas
= jumlah kuadrat deviasi individual dari kelompok bawah
=
= banyak peserta tes
Jika

dengan derajat kebebasan


dan taraf signifikasi

, maka daya pembeda butir soal tersebut

signifikan (Arifin, 1991:141-143).


Pada perhitungan daya beda butir soal diperoleh butir soal dengan daya
beda signifikan adalah butir soal no 1, 2, 3, 4, 5, butir soal dengan daya beda
tidak signifikan adalah butir soal no 6. Perhitungan daya beda butir soal
uraian dapat dilihat di lampiran 22.
(4) Tingkat Kesukaran Butir
Teknik perhitungan tingkat kesukaran butir adalah dengan menghitung
berapa persen peserta didik yang gagal menjawab benar atau berada di bawah
batas lulus (passing grad) untuk tiap-tiap item. Rumus yang digunakan untuk
menghitung tingkat kesukaran soal menurut Arifin (1991:135) adalah sebagai
berikut.

53

Dimana:
= tingkat kesukaran
Peserta didik dianggap berhasil bila skornya lebih dari 50% dari skor
maksimum item soal, dalam hal ini bila skor lebih dari atau sama dengan 6
(skala 0 12). Untuk mengintepretasikan tingkat kesukaran dapat dihitung
kriteria sebagai berikut.
Jika

termasuk soal mudah

Jika

termasuk soal sedang

Jika

termasuk soal sulit


Pada perhitungan tingkat kesukaran butir diperoleh butir soal dengan

kriteria sukar adalah butir soal no 1, 3, 4, 6, butir soal dengan kriteria sedang
adalah butir soal no 2 dan 5, dan tidak ada butir soal dengan kriteria mudah
Perhitungan tingkat kesukaran butir soal uraian dapat dilihat di lampiran 21.
3.6.3 Hasil Analisis Instrumen Penelitian
Setelah dilakukan analisis terhadap hasil tes uji coba, peneliti memutuskan
untuk menggunakan 30 soal angket dari 32 soal angket yang diujicobakan
(perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 19), menggunakan 5 soal
pilihan ganda dari 10 soal pilihan ganda yang diujicobakan (perhitungan
selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 25), dan menggunakan 5 soal uraian
dari 6 soal uraian yang diujicobakan (perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada
lampiran 27).

54

3.7 Teknik Analisis Data


Data yang diperoleh setelah penelitian berupa skor kepercayaan diri, skor
aktivitas, dan nilai tes kemampuan pemecahan masalah dianalisis untuk
memperoleh jawaban dari masalah yang dirumuskan pada penelitian ini. Teknik
analisis data yang dilakukan adalah sebagai berikut.
3.7.1 Uji Normalitas
Rumus yang digunakan untuk uji normalitas adalah rumus Chi-Kuadrat.
Pada uji normalitas, hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut:
H0 : data berasal dari populasi yang berdistribusi normal
Ha : data berasal dari populasi yang berdistribusi tidak normal
Langkah-langkah uji normalitas menurut Sudjana (2005:272-276) adalah sebagai
berikut:
(1) Membuat daftar distribusi frekuensi dari data yang diperoleh, dengan cara
sebagai berikut:
-

Menentukan rentang, rentang = data terbesar data terkecil

Menentukan banyak kelas interval yang diperlukan banyak kelas (k) = 1


+3,3 log N

Menentukan panjang kelas interval (p)

Pilih ujung bawah kelas interval pertama, selanjutnya daftar diselesaikan


dengan menggunakan harga-harga yang telah dihitung.

(2) Menghitung simpangan baku

55

(3) Menghitung nilai z dari setiap batas kelas dengan rumus:

Dimana:
s : simpangan baku
: rata-rata sampel
(4) Mengubah harga z menjadi luas daerah kurva normal dengan menggunakan
tabel.
(5) Menghitung frekuensi harapan berdasarkan kurva
Dimana:
: hasil penelitian
: hasil yang diharapkan
: Chi Kuadrat
(6) Membandingkan harga

dengan harga

diperoleh dari Chi-kuadrat dengan


(7) Kriteria hipotesis diterima apabila

dan

. Harga
= 5%.
.

3.7.2 Analisis Regresi


3.7.2.1 Regresi Linear Ganda
Menurut

Sudjana (2003:70), bentuk

regresi

linear ganda dapat

dilambangkan dalam model:

sedangkan koefisien

dapat dihitung menggunakan rumus:

56

dan

Dimana:
Y

= skor kemampuan pemecahan masalah


= skor kepercayaan diri
= skor aktivitas peserta didik

3.7.2.2 Uji Keberartian Regresi Linear Ganda


Uji keberartian regresi linear ganda digunakan untuk meyakinkan apakah
regresi yang didapat berdasarkan penelitian ada artinya bila dipakai untuk
membuat kesimpulan mengenai hubungan sejumlah peubah yang sedang
dipelajari (Sudjana, 2003:90).
Hipotesis yang diujikan untuk uji keberartian regresi linear ganda adalah
sebagai berikut:
regresi linear ganda tidak berarti
regresi linear ganda berarti
rumus untuk menguji keberartian regresi linear ganda sebagaimana dikutip dalam
Sudjana (2003:91) adalah sebagai berikut:

Dimana:

k= banyaknya variabel bebas

57

n= banyaknya siswa
dibandingkan dengan

yang diperoleh dari daftar distribusi F

dengan =5%, dk pembilang = k dan dk penyebut = n-k-1. Kriteria pengujian


adalah tolak

jika

3.7.2.3 Koefisien Korelasi Ganda


Koefisien korelasi ganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh
variabel bebas

dan

secara bersama-sama. Rumus untuk menghitung

koefisien korelasi ganda sebagaimana dikutip dalam Sudjana (2003:106) adalah


sebagai berikut.

Dimana:

3.7.2.4 Uji Keberartian Koefisien Korelasi Ganda


Uji keberartian koefisien korelasi ganda dilakukan untuk meyakinkan
apakah koefisien yang didapat berdasarkan perhitungan berarti untuk membuat
kesimpulan mengenai hubungan dari seluruh variabel yang diteliti.
Hipotesis yang diujikan dalam uji keberartian koefisien korelasi ganda
adalah sebagai berikut:
koefisien korelasi ganda tidak berarti
koefisien korelasi ganda berarti
rumus yang digunakan untuk menguji keberartian koefisien korelasi ganda
sebagaimana dikutip dalam Sudjana (2003:108) adalah sebagai berikut:

58

Dimana:
= koefisien korelasi ganda
k= banyaknya variabel bebas
n= banyaknya subjek
dibandingkan dengan

yang diperoleh dari daftar distribusi F

dengan =5%, dk pembilang = k dan dk penyebut = n-k-1. Kriteria pengujian


adalah tolak

jika

3.7.2.5 Koefisien Determinasi Regresi Ganda


Besar pengaruh antara variabel bebas

dan

terhadap variabel terikat

dapat ditunjukkan dengan koefisien determinasi. Besarnya koefisien


determinasi dirumuskan dengan

3.7.2.6 Uji Keberartian Koefisien Regresi Linear Ganda


Uji keberartian koefisien regresi linear ganda dilakukan untuk meyakinkan
apakah tiap koefisien regresi yang didapat berdasarkan penelitian berarti untuk
memuat kesimpulan mengenai hubungan dari seluruh variabel yang diteliti.
1.

Hipotesis
Hipotesis yang digunakan dalam uji ini adalah sebagai berikut.
a.

b.

Hipotesis uji keberartian koefisien regresi linear ganda b1


H0

: koefisien regresi linear ganda b1 tidak berarti.

Ha

: koefisien regresi linear ganda b1 berarti.

Hipotesis uji keberartian koefisien regresi linear ganda b2


H0

: koefisien regresi linear ganda b2 tidak berarti.

Ha

: koefisien regresi linear ganda b2 berarti.

59

2.

Langkah-langkah uji keberartian koefisien regresi linear ganda sebagaimana


dikutip dalam Sudjana (2003:109) adalah sebagai berikut:
a.

Menghitung galat baku taksiran dalam populasi dengan rumus sebagai


berikut.

b.

Menghitung koefisien korelasi antara variabel bebas. Ri adalah koefisien


korelasi antar variabel bebas. Pada penelitian ini terdapat dua variabel
bebas sehingga terdapat R1 dan R2. R1 adalah koefisien korelasi antara X1
dan X2, dan R2 adalah koefisien korelasi antara X2 dan X1.

dan diperoleh
c.

Menghitung galat baku koefisien

dengan rumus sebagai berikut.

d.

Menghitung keberartian koefisien regresi dengan rumus.

Dimana:
= koefisien-koefisien regresi linear ganda
= galat baku koefisien regresi

60

e.

Menghitung harga t hitung dan t tabel dengan

dk pembilang k dan

dk penyebut (n k 1).
f.

Kriteria
Kriteria yang digunakan dalam uji ini adalah jika
koefisien linear ganda berarti.

maka

BAB 4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian


Berikut ini adalah hasil penelitian yang diperoleh selama proses
pembelajaran di SMP Negeri 3 Ungaran yang dilaksanakan mulai tanggal 7 Mei
2011 sampai dengan tanggal 27 Mei 2011. Sebelum mengadakan penelitian,
terlebih dahulu dilakukan perancangan instrumen sebagai alat untuk mengambil
data. Instrumen yang dirancang antara lain soal tes pemecahan masalah materi
persegi panjang dan persegi yang terdiri dari soal pilihan ganda dan soal uraian,
angket kepercayaan diri, dan lembar observasi aktivitas belajar.
Pada kelas eksperimen diadakan pembelajaran dengan menggunakan
model PBL berbantuan LKPD dan slide show power point. Pembelajaran
dilakukan untuk mendapatkan data kepercayaan diri, aktivitas belajar, dan
kemampuan pemecahan masalah. Data aktivitas belajar diperoleh melalui
observasi pada saat proses pembelajaran berlangsung, data kepercayaan diri
diperoleh melalui pengisian angket kepercayaan diri pada akhir pembelajaran, dan
data kemampuan pemecahan masalah diperoleh melalui tes materi persegi panjang
dan persegi pada akhir pembelajaran. Pengolahan data akhir dilakukan setelah
semua data diperoleh, sehingga dapat diketahui pengaruh kepercayaan diri dan
aktivitas belajar melalui pembelajaran dengan menggunakan model PBL
berbantuan LKPD dan slide show power point terhadap kemampuan pemecahan

61

62

masalah peserta didik pada materi persegi panjang dan persegi di SMP Negeri 3
Ungaran.
4.1.1 Uji Normalitas Nilai Kemampuan Pemecahan Masalah
Dari perhitungan uji normalitas nilai kemampuan pemecahan masalah
diperoleh

Nilai

dibandingkan dengan

taraf nyata 5% dan dk = 7 3, yaitu


maka

dengan

. Karena

diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi

yang berdistribusi normal. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran


28.
4.1.2 Regresi Linear Ganda
Dari perhitungan diperoleh regresi linear ganda sebagai berikut
Variabel

menyatakan kepercayaan diri dan

menyatakan aktivitas belajar. Dari persamaan tersebut, jika

dan

maka akan diperoleh nilai kemampuan pemecahan masalah sebesar 28,62. Hal ini
berarti bahwa apabila peserta didik tidak mempunyai kepercayaan diri dan tidak
melakukan aktivitas belajar, maka diperkirakan peserta didik tersebut dapat
memperoleh nilai kemampuan pemecahan masalah sebesar 28,62.
Regresi yang diperoleh juga menunjukkan bahwa rata-rata nilai kemampuan
pemecahan masalah meningkat sebesar

untuk peningkatan satu skor

kepercayaan diri dan diperkirakan meningkat sebesar


satu skor aktivitas belajar. Karena koefisien

dan

untuk peningkatan
bertanda positif, maka

semakin tinggi kepercayaan diri dan aktivitas belajar, semakin tinggi pula nilai

63

pemecahan masalah yang diperoleh. Perhitungan regresi linear ganda dapat dilihat
pada lampiran 29.
4.1.3 Uji Keberartian Regresi Linear Ganda
Hipotesis yang diujikan adalah
sedangkan

yaitu regresi linear ganda tidak berarti

yaitu regresi linear ganda berarti. Dari perhitungan diperoleh


.

dibandingkan dengan daftar distribusi F untuk

= 5%, dk pembilang = 2 dan dk penyebut = 34 2 1 = 31, yaitu


Karena

maka

= 3,31.

ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa

koefisien regresi linear ganda pada regresi


berarti. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 31.
4.1.4 Koefisien Korelasi Ganda
Dari perhitungan diperoleh koefisien korelasi ganda

sama dengan

0,4235. Jadi, terdapat tingkat hubungan yang tinggi antara variabel kepercayaan
diri (

) dan variabel aktivitas belajar (

) terhadap kemampuan pemecahan

masalah (Y). Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 30.


4.1.5 Uji Keberartian Koefisien Korelasi Ganda
Hipotesis yang diujikan adalah
berarti sedangkan
diperoleh

yaitu koefisien korelasi ganda tidak

yaitu koefisien korelasi ganda berarti. Dari perhitungan


, kemudian

dibandingkan dengan

daftar distribusi F untuk = 5%, dk pembilang = 2 dan dk penyebut = 34 2 1


= 31, yaitu

= 3,31. Karena

maka

ditolak sehingga dapat

disimpulkan bahwa regresi korelasi ganda pada persamaan


berarti. Ini berarti bahwa koefisien korelasi ganda dapat

64

digunakan untuk memprediksi nilai Y dari variabel

dan

. Perhitungan

selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 32.


4.1.6 Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi dirumuskan sebagai harga dari koefisien
adalah koefisien yang menunjukkan pengaruh variabel

dan

, dengan

terhadap .

Berdasarkan perhitungan diperoleh koefisien determinasi

adalah

, artinya besarnya hubungan kepercayaan diri, aktivitas belajar dan


kemampuan pemecahan masalah adalah
meningkat

atau menurunnya

. Hal ini berarti bahwa

kemampuan pemecahan masalah

dipengaruhi oleh kepercayaan diri dan aktivitas belajar, sedangkan


dipengaruhi oleh faktor yang lain.
4.1.7 Uji Keberartian Koefisien Regresi Linear Ganda
Hipotesis yang diujikan untuk uji keberartian koefisien regresi
yaitu koefisien regresi linear ganda
regresi linear ganda

adalah

yaitu koefisien regresi linear ganda

yaitu koefisien regresi linear ganda

Dari perhitungan keberartian koefisien regresi


Kemudian

dibandingkan dengan

penyebut = 34 2 1 = 31 yaitu
ditolak. Jadi koefisien regresi
koefisien regresi

yaitu koefisien

berarti, sedangkan hipotesis yang diujikan untuk uji

signifikansi koefisien regresi


tidak berarti dan

tidak berarti dan

adalah

, diperoleh

berarti.
diperoleh

untuk = 5%, dk pembilang = 2 dan dk


=2,058. Karena

, maka

berarti, sedangkan untuk perhitungan keberartian


. Kemudian

dibandingkan dengan

untuk = 5%, dk pembilang = 2 dan dk penyebut = 34 2 1 = 31 yaitu

65

=2,058. Karena

, maka

ditolak. Jadi koefisien regresi

berarti.Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 33.

4.2 Pembahasan
Dari hasil penelitian, pengaruh kepercayaan diri dan aktivitas belajar
terhadap kemampuan pemecahan masalah dijelaskan dengan regresi linear ganda
, artinya untuk setiap kenaikan satu skor
kepercayaan diri akan terjadi kenaikan skor kemampuan pemecahan masalah
sebesar

satuan, sedangkan untuk kenaikan satu skor aktivitas belajar akan

terjadi kenaikan skor kemampuan pemecahan masalah sebesar

satuan.

Setelah dilakukan uji keberartian regresi linear ganda diketahui bahwa nilai
, artinya bahwa regresi linear ganda
berarti. Setelah diuji keberartian koefisien regresi
linear

ganda

diperoleh

dan

yang berarti koefisien regresi linear ganda berarti. Koefisien


korelasi ganda yang diperoleh adalah

, yang berarti bahwa terdapat

tingkat hubungan yang tinggi antara kepercayaan diri dan aktivitas belajar peserta
didik secara bersama-sama terhadap kemampuan pemecahan masalah. Setelah
dilakukan uji keberartian koefisien korelasi ganda diperoleh
, artinya bahwa koefisien korelasi ganda R dapat digunakan untuk
memprediksi nilai Y dari variabel
koefisien determinasi diperoleh nilai

dan

Setelah dilakukan perhitungan


, artinya besarnya pengaruh

kepercayaan diri dan aktivitas belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah

66

adalah

. Jadi, meningkat atau menurunnya kemampuan pemecahan

masalah
belajar

dapat dijelaskan oleh besarnya kepercayaan diri dan aktivitas


melalui

persamaan

Hal

ini

menunjukkan bahwa kecenderungan kemampuan pemecahan masalah secara


nyata bergantung pada kepercayaan diri dan aktivitas belajar atau dengan kata lain
kepercayaan diri dan aktivitas belajar berpengaruh positif terhadap kemampuan
pemecahan masalah yang akan dicapai oleh peserta didik. Jadi, semakin tinggi
kepercayaan diri dan aktivitas belajar peserta didik akan semakin tinggi pula
kemampuan pemecahan masalah yang dimiliki oleh peserta didik. Sebaliknya,
semakin rendah kepercayaan diri dan aktivitas belajar peserta didik akan semakin
rendah pula kemampuan pemecahan masalah yang dimiliki oleh peserta didik.
Adanya pengaruh kepercayaan diri dan aktivitas belajar ini karena pada
saat proses pembelajaran matematika materi persegi panjang dan persegi, peneliti
menerapkan model PBL berbantuan LKPD dan slide show power point.
Penggunaan model PBL berbantuan LKPD dan slide show power point
memudahkan peserta didik untuk menemukan dan memahami konsep-konsep
persegi panjang dan persegi serta memecahkan masalah yang berkaitan dengan
kehidupan sehari-hari. Penggunaan model PBL berbantuan LKPD dan slide show
power point juga mendorong peserta didik untuk berperan aktif saat pembelajaran
berlangsung sehingga menimbulkan kepercayaan diri peserta didik akan
kemampuan matematikanya. Peserta didik menjadi aktif dalam proses
pembelajaran dengan menggunakan model PBL karena mereka dibimbing oleh
guru untuk belajar secara mandiri, mampu mengungkapkan pendapat, menanggapi

67

pendapat peserta didik yang lain, menjawab pertanyaan, dan mempresentasikan


hasil pemecahan masalahnya. Hal ini tentu akan mempermudah peserta didik
untuk memahami dan menemukan konsep-konsep persegi panjang dan persegi
dengan baik dan mempermudah peserta didik untuk memecahkan permasalahan
sehari-hari yang berhubungan dengan materi persegi panjang dan persegi sehingga
akan berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Hal ini
sesuai dengan pendapat Arends (2008:70) tentang tujuan intruksional dan
lingkungan belajar PBL sebagai berikut:
bahwa tujuan intruksional PBL adalah membantu siswa
mengembangkan keterampilan investigatif dan keterampilan
mengatasi masalah, memberikan pengalaman peran-peran orang
dewasa kepada siswa, dan memungkinkan siswa untuk
mendapatkan rasa percaya diri atas kemampuannya sendiri, untuk
berfikir dan menjadi pelajar yang self-regulated. Sedangkan
lingkungan belajar PBL ditandai oleh keterbukaan, keterlibatan
aktif siswa, dan atmosfer kebebasan intelektual.
Kemampuan pemecahan masalah tidak terlepas dari faktor kepercayaan
diri dan aktivitas belajar. Kepercayaan diri dan aktivitas belajar peserta didik perlu
ditingkatkan agar timbul rasa semangat dalam memahami matematika sehingga
terjadi

eksplorasi

pengetahuan

secara

maksimal.

Untuk

meningkatkan

kepercayaan diri peserta didik, guru hendaknya melakukan usaha yang


mendukung timbulnya rasa percaya diri peserta didik, diantaranya memilih model
pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif, membangkitkan rasa
optimis peserta didik bahwa setiap permasalahan matematika pasti ada solusi
pemecahannya, dan memberikan penghargaan dalam setiap usaha belajar yang
dilakukan oleh peserta didik sehingga peserta didik akan merasa senang dan
nyaman dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, tidak takut salah ketika

68

mengerjakan soal matematika, dan termotivasi untuk selalu melibatkan diri secara
aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini tentunya akan meningkatkan
kepercayaan diri dan aktivitas belajar sehingga berpengaruh terhadap pencapaian
kemampuan

pemecahan

masalah

secara

optimal.

Pembahasan

di

atas

menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara kepercayaan diri dan aktivitas
belajar peserta didik terhadap kemampuan pemecahan masalah.

BAB 5
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka diperoleh kesimpulan
sebagai berikut:
(1) Ada pengaruh positif kepercayaan diri dan aktivitas belajar peserta didik
dalam pembelajaran dengan menggunakan model PBL berbantuan LKPD dan
slide show power point terhadap kemampuan pemecahan masalah yang
ditunjukkan dengan koefisien korelasi ganda

melalui regresi

. Jadi, kemampuan pemecahan masalah


akan meningkat jika kepercayaan diri dan aktivitas belajar peserta didik
meningkat.
(2) Persentase variansi pengaruh kepercayaan diri dan aktivitas belajar peserta
didik dalam pembelajaran dengan menggunakan model PBL berbantuan
LKPD dan slide show power point terhadap kemampuan pemecahan masalah
adalah sebesar
melalui

, ditunjukkan dengan koefisien determinasi


regresi

meningkatnya kemampuan pemecahan masalah


kepercayaan diri dan aktivitas belajar peserta didik dan
dipengaruhi oleh faktor yang lain.

Jadi,

dipengaruhi oleh
lainnya

70

5.2 Saran
Saran yang peneliti berikan adalah sebagai berikut:
1.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kepercayaan diri dan aktivitas


belajar peserta didik berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan
masalah. Oleh karena itu, hendaknya guru matematika SMP Negeri 3
Ungaran dapat menerapkan model pembelajaran yang dapat menumbuhkan
kepercayaan diri dan aktivitas belajar peserta didik, seperti model PBL.
Model PBL berbantuan LKPD dan slide show power point dapat
menumbuhkan kepercayaan diri dan aktivitas belajar peserta didik dalam
pembelajaran matematika. Jadi, pada pembelajaran dengan menggunakan
model pembelajaran yang dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan aktivitas
belajar peserta didik menjadi semangat dalam mempelajari matematika dan
berperan aktif selama proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan
kemampuan pemecahan masalah.

71

DAFTAR PUSTAKA
Anni, Catharina Tri, dkk. 2007. Psikologi Belajar. Semarang: UPT MKK Unnes.
Arifin, Z. 1991. Evaluasi Instruksional: Prinsip-Teknik-Prosedur. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Penerbit Rineka Cipta
--------------------------. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi).
Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.
Arends, Richard I. 2007. Learning to Teach I, Belajar untuk Mengajar.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
----------------------. 2008. Learning to Teach II, Belajar untuk Mengajar.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, Saifuddin. 2009. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
--------------------. 2007. Tes Prestasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bilgin, Ibrahim, Erdal & Musthafa. 2009. The Effects of Problem Based Learning
Intruction on University Students Performance of Conceptual and
Quantitative Problems in Gas concepts. Eurasia Journal of Mathematics,
Science & Technologi Education, 2009, 5(2), 153-164.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hambly, K. 1995. Bagaimana Meningkatkan Rasa Percaya Diri. Salatiga:
Universitas Kristen Satya Wacana.
Hendikawati, Putriaji. 2006. Meningkatkan Aktivitas Belajar untuk Mencapai
Tuntas Belajar Siswa SMP Citischool melalui Model Pembelajaran
Quantum Teaching dilengkapi Modul dan VCD Pembelajaran. Tesis.
Semarang: UNNES. Tidak diterbitkan.
Hidayah, Isti & Sugiarto. 2007. Hand Out Workshop Pendidikan Matematika 2.
Semarang: Jurusan Matematika FMIPA UNNES.
Hudojo, Herman. 2003. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran
Matematika. Malang: Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri
Malang.
Kadijevich, Djordje. 2008. TIMSS 2003. Relating Dimensions of Mathematics
Attitude to Mathematics Achievement. Journal of IPI. Belgrade:
Mathematical Institute of the Serbian Academy of Sciences and Arts, and
Megatrend University.

72

Loekmono, L. 1983. Rasa Percaya Diri pada Diri sendiri. Salatiga: Universitas
Satya Wacana.
Margono, Gaguk. 2005. Pengembangan Instrumen Pengukur Rasa Percaya Diri
Mahapeserta didik terhadap Matematika. JURNAL ILMU PENDIDIKAN,
Februari 2005, jilid 12, nomor 1. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.
Muhsetyo, Gatot. 2008. Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Penerbit
Universitas Terbuka.
Made, Ni Suci. 2008. Penerapan Model Problem Based Learning untuk
Meningkatkan Partisipasi Belajar dan Hasil Belajar Teori Akuntansi
Mahasiswa Jurusan Ekonomi UNDIKSHA. Jurnal Penelitian dan
Pengembangan Pendidikan, 2(1), 74-86. Lembaga Penelitian Undiksha.
Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Rusyan, Tabrani, dkk. 1992. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sanjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
----------------. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran:Teori dan Praktik
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.
Sardiman, A.M. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rajawali Press.
Simangunsong,Wilson & Sukino. 2006. Matematika untuk SMP kelas VII:
Jakarta: Erlangga.
Sudarman. 2007. Problem Based Learning: Suatu Model Pembelajaran untuk
Mengembangkan dan Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah.
Jurnal Pendidikan Inovatif.2/2:68-73
Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
---------. 2003. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi: Bagi Para Peneliti.
Bandung: Tarsito.
Sugandi, Achmad. 2007. Teori Pembelajaran. Semarang: UPT MKK Unnes.
Sugiyono. 2007. Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Suryabrata, Sumadi. 2005. Pengembangan Alat Ukur Psikologis. Yogyakarta:
ANDI.
Thursan, H. 2002. Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Jakarta: Puspaswara.
Wardhani, Sri. 2008. Analisis SI dan SKL Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs
untuk Optimalisasi Tujuan Mata Pelajaran Matematika:Paket Fasititas
Pemberdaaan
KKG/MGMP
Matematika.
Yogyakarta:
Pusat

73

Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan


Matematika.
-----------------. 2005. Pembelajaran dan Penilaian Aspek Pemahaman, Penalaran,
Komunikasi dan Pemecahan Masalah, Materi Pembinaan matematika
SMP. Yogyakarta: PPGP Matematika.
Wayan, I Santyasa. 2007. Landasan Konseptual Media Pembelajaran. Disajikan
dalam Workshop Pembelajaran bagi Guru-guru SMA Negeri Banjar
Angkan di Banjar Angkan Klungkung, 10 Januari 2007.
Widdiharto, Rachmadi. 2004. Model-Model pembelajaran Matematika SMP.
Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan Matematika.
Winataputra, Udin S. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Penerbit
Universitas Terbuka.

74

Lampiran 1

DAFTAR NAMA PESERTA DIDIK EKSPERIMEN


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

NAMA
ADE ARDIAN SYAH

KODE

AGNES RISKY PURWITASARI

E-1
E-2

AGUNG ADI PAMUNGKAS (krist)

E-3

ALDI TRI HARTANTO

E-4

ALFIA OKTA DEWI ADITYA PUTRI

E-5

ALIF IVAN MAULANA

E-6

APRIL LIYANI PUJI RATNASARI

E-7

ARDIYA KARTIKA WULANDARI

E-8

ARUM YOGA PRATAMA

E-9

BAYU KISWORO

E-10

DEDEK SETIAWAN

E-11

DESTY PRINATASYA

E-12

DESY KURNIAWAN

E-13

DHANAR REZAWARA

E-14

DHIMAS KURNIASAKTI

E-15

FAKHRI MUHAMMAD

E-16

FANNY DIO NOFREND

E-17

FERNANDA FITRA WARDANA

E-18

GITA ANGGUN MIFTAKHUNIDA

E-19

HADHASA YAEL CHRISTIE SUDARSO (krist)

E-20

HILMI MURTADHO

E-21

ISNA FEBRIAN BUDIYATI

E-22

KAMILIA FAUZIYYAH PROBOSINI

E-23

KARTIKA DWI JAYANTI

E-24

MOH. DICKY FISALRUDIN

E-25

MOHAMMAD RHESAKTI BEA VIZARETTA MARTIND

E-26

MUHAMMAD FUAD HILMI

E-27

PRATIWI AYU SETYANINGSIH

E-28

PUTRI WIDIASTUTI

E-29

75

30
31
32
33
34

RIFKA ALIFIYA

E-30

SATRIO SINUNG NUGROHO

E-31

SHELLA FADHLIANA

E-32

SOBRIAN SETYO HASAN

E-33

WAHYU NANDO SULTAN

E-34

76

Lampiran 2
DAFTAR NAMA PESERTA DIDIK KELAS UJI COBA

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

NAMA
AGUNG NUGROHO

KODE

AGUS SAPTA PERMANA

U-1
U-2

ALWI TIOPAN NAPADE HARAHAP

U-3

AMALIA RESTIFANI

U-4

ANGGUN PUSPITASARI

U-5

ANISA PUSPITANINGRUM

U-6

APRILIA WINDI ARUM SARI

U-7

ARIE DWI RENANINGSIH

U-8

AYU ARDITA RURI CAHYANINGTYAS

U-9

BAGUS MUNDHI WICAKSONO

U-10

BILAL IMAM PRAKOSO

U-11

CHOIRUL GALANG PRATAMA

U-12

CYNTHIA MAHARANI SAVITRI

U-13

DIAN ALGA PUTRA TAMA

U-14

DIESMA WERDINA ISWANDARI

U-15

FATIMAH SYARIFAH HANI

U-16

HALIMATUS SHOLICHAH NUR SABILLAH

U-17

ILHAM SAPTIA NUGRAHA

U-18

INDAH WULANDARI

U-19

JELITA FITRI MULIA

U-20

LUQMAN DARMAWAN RAMADHANI

U-21

MUHAMMAD DANU ALVIAN

U-22

NADILA WIDIASTUTI

U-23

NOVIA MAULANA DEWI

U-24

NUGROHO ADNAN MUSTHAFA

U-25

OSCAR BIMA NOVENDA (katlk)

U-26

REXY GIOVANI SAPUTRA

U-27

RISTI CITRANINGTYAS

U-28

RIZKI OKTOFA

U-29

77

30
31
32
33

SETYO HADI DARMINTO (Krist)

U-30

VITRI PRAMUDIYANTI

U-31

WAHYU ADHI PAMUGKAS

U-32

YANIAR NAUFAL ZHAFRAN

U-33

78

Lampiran 3

79

Lampiran 4

81

Lampiran 5
KISI- KISI SOAL PEMECAHAN MASALAH MATERI PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI

No
1.

Kompetensi
yang diujikan
Menentukan
keliling dan
luas persegi
panjang

Materi
Persegi
panjang

Uraian Materi

Aspek yang
dinilai
a. Peserta didik mampu menghitung luas persegi panjang Pemecahan
apabila diketahui keliling persegi panjang serta panjang dan masalah
lebarnya dalam bentuk aljabar.

Nomor
Butir
1 dan 2

Jenis
Soal
Pilihan
ganda

Diagonal
persegi
panjang

b. Peserta didik mampu menghitung sisa suatu benda yang Pemecahan


digunakan untuk membuat rangka berbentuk persegi masalah
panjang apabila diketahui ukuran panjang dan lebar persegi
panjang dan panjang benda yang tersedia.

5 dan 6

Pilihan
ganda

Luas persegi
panjang

c. Peserta didik mampu menghitung banyak putaran yang Pemecahan


harus dilakukan untuk mencapai jarak tertentu apabila masalah
diketahui ukuran tempat yang berbentuk persegi panjang
dan jarak yang harus dicapai.

9 dan 10

Pilihan
ganda

d. Peserta didik mampu menghitung salah satu sisi persegi


panjang yang dimisalkan dengan dari gabungan 4 daerah
berbentuk persegi panjang apabila diketahui salah satu
panjang sisinya dan luas daerah yang diarsir.

Pemecahan
masalah

3 dan 4

Uraian

e. Peserta didik mampu mencari salah satu koordinat Cartesius


titik sudut suatu persegi panjang dan menghitung luas
persegi panjang tersebut apabila diketahui tiga titik sudut
persegi panjang dalam koordinat Cartesius

Pemecahan
masalah

5 dan 6

Uraian

Keliling dan
luas persegi
panjang

Indikator

82

2.

Menentukan
keliling dan
luas persegi

Persegi

Luas persegi

f. Peserta didik mampu menghitung banyaknya benda yang


diperlukan untuk digunakan pada suatu tempat yang
berbentuk persegi apabila diketahui luas daerah dan ukuran
benda yang akan digunakan

Pemecahan
masalah

3 dan 4

Pilihan
ganda

Keliling
persegi

g. Peserta didik dapat menghitung banyaknya kerangka Pemecahan


berbentuk persegi yang dapat dibuat apabila diketahui masalah
ukuran benda dan panjang bahan baku yang tersedia.

7 dan 8

Pilihan
ganda

Keliling dan
luas persegi.

h. Peserta didik dapat menentukan panjang sisi dan luas daerah Pemecahan
yang berbentuk persegi apabila diketahui kelilingnya.
masalah

1 dan 2

Uraian

83

Lampiran 6
SOAL TES UJI COBA
(Kemampuan Pemecahan Masalah)

Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas / Semester : VII / II


Materi Pokok

: Segiempat (Persegi Panjang, Persegi)

Waktu

: 60 menit
Petunjuk Umum

1. Kerjakan soal-soal di bawah ini pada lembar jawab yang telah disediakan.
2. Tulislah terlebih dahulu identitas diri Anda pada tempat yang telah
disediakan.
3. Periksa dan bacalah soal-soal sebelum Anda menjawab.
4. Soal terdiri dari 10 butir soal pilihan ganda dan 6 butir soal uraian.
5. Periksalah lembar jawab Anda sebelum dikumpulkan.
6. Tidak diizinkan menggunakan kalkulator, HP, atau alat hitung yang lain.
SOAL PILIHAN GANDA
1.

Suatu persegi panjang mempunyai ukuran

dan

. Apabila keliling persegi panjang adalah 34 cm, maka


berapakah luasnya?
A. 94 cm2
B. 70 cm2
C. 60 cm2
D. 14 cm2
2.

Suatu persegi panjang mempunyai ukuran

dan

. Apabila keliling persegi panjang adalah 32 cm, maka


berapakah luasnya?
A. 26 cm2
B. 60 cm2
C. 54 cm2

84

D. 84 cm2
3.

Pak Idris ingin memasang keramik pada lantai ruang tamunya yang berbentuk
persegi dengan ukuran 4mx4m. Apabila tiap kardus keramik berisi 12
keramik berukuran 40cmx40cm, maka berapa kardus keramik minimal yang
harus dibeli Pak Idris untuk dipasang pada lantai ruang tamunya secara
penuh?
A. 12
B. 10
C. 9
D. 7

4.

Pak Sugeng akan memupuk tanaman jagung pada kebunnya yang berukuran
30mx30m. Apabila 1 kg pupuk cukup digunakan untuk memupuk tanaman
pada tanah yang luasnya 6mx6m, maka berapa kg pupuk yang harus dibeli
Pak Sugeng untuk memupuk seluruh tanaman jagungnya?
A. 36
B. 30
C. 27
D. 25

5.

Tersedia kawat dengan panjang 22 meter. Dengan menggunakan kawat


tersebut akan dibuat bingkai persegi panjang yang masing-masing berukuran
15cmx20cm. berapakah kawat yang tersisa apabila persegi panjang yang
dibuat sebanyak-banyaknya?
A. 27 cm
B. 30 cm
C. 32 cm
D. 35 cm

6.

Pak Andi mempunyai 5 batang kayu pigura yang masing-masing mempunyai


panjang 2 meter. Apabila Pak Andi ingin membuat pigura yang berukuran
60cmx40cm, maka berapakah kayu pigura yang tersisa apabila pigura yang
akan dibuat sebanyak-banyaknya?
A. 10

85

B. 11
C. 12
D. 13
7.

Berapa banyak kerangka berbentuk persegi berukuran 40cmx40cm dapat


dibentuk dari kawat sepanjang 32 meter?
A. 14
B. 16
C. 18
D. 20

8.

Berapa banyak taplak meja berukuran 30cmx30cm yang kelilingnya dapat


dihiasi pita apabila pita yang tersedia sepanjang 24 meter?
A. 20
B. 22
C. 24
D. 26

9.

Sebagai calon anggota Paskibraka, Budi harus berlatih lari sejauh 10 km tiap
hari. Apabila Budi berlatih lari dengan mengelilingi lapangan sepak bola
berukuran 120mx80m, maka setiap hari Budi harus mengelilingi lapangan
sepak bola berapa kali?
A. 20
B. 25
C. 30
D. 40

10. Arin ingin memotong pita sepanjang 14 meter. Karena tidak ada meteran,
maka Arin menggunakan bingkai lukisan berukuran 30cmx40cm sebagai
pengukurnya. Maka, berapa kalikah Arin harus melilitkan pita di sekeliling
bingkai lukisan agar pita yang dipotongnya sesuai panjang yang diinginkan?
A. 10
B. 15
C. 20
D. 25

86

SOAL URAIAN
1.

Ani menghias keliling taplak meja makan yang berbentuk persegi dengan
menggunakan renda sepanjang 6 meter. Maka,
a. Berapa m panjang sisi taplak meja makan tersebut?
b. Berapa m2 kain yang digunakan untuk membuat taplak meja makan
tersebut?

2.

Pak Ali memagari kolam ikannya yang berbentuk persegi dengan pagar
sepanjang 20 meter. Maka,
a. Berapa m panjang sisi kolam ikan Pak Ali?
b. Berapa m2 luas kolam ikan Pak Ali?

3.

Dipunyai gambar gabungan daerah persegi panjang sebagai berikut:

=
l

=
X

=
l

2 cm

Carilah nilai
4.

apabila luas daerah di atas adalah 60 cm2!

Diketahui gambar gabungan daerah persegi panjang sebagai berikut!

Carilah nilai

apabila luas daerah yang diarsir di atas adalah 128 cm2!

87

5.

Dipunyai persegi panjang ABCD dengan A(-2,-2); B(4,-2); C(4,-1) adalah


koordinat titik-titik sudutnya pada bidang Cartesius. Gambarlah titik A, B,
dan C kemudian:
a. Carilah koordinat titik D
b. Carilah keliling persegi panjang ABCD

6.

Dipunyai persegi panjang PQRS dengan P(0,3); Q(6,3); R(6,0) adalah


koordinat titik-titik sudutnya pada bidang Cartesius. Gambarlah titik P, Q,
dan R kemudian:
a. Carilah koordinat titik S
b. Carilah keliling persegi panjang PQRS

88

Lampiran 7
Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran Soal Tes Uji Coba Kemampuan Pemecahan Masalah

No
1.

Jawaban
Diketahui:

Skor
1

Keliling=34 cm
Ditanyakan:
Luas persegi panjang
Penyelesaian:
Misalkan:

Jadi

(B)
2.

Diketahui:

Keliling=32 cm
Ditanyakan:
Luas persegi panjang
Penyelesaian:
Misalkan:

Jadi

(B)

89

3.

Diketahui:
Ukuran lantai= 4mx4m
Ukuran keramik= 40cmx40cm
Tiap kardus berisi 12 keramik
Ditanyakan:
Banyak keramik yang harus dibeli (dalam satuan kardus)
Penyelesaian:

=100.

Jadi Pak Idris minimal harus membeli keramik sebanyak 9 kadus.


(C)

4.

Diketahui:
Ukuran kebun= 30mx30m
Ukuran tanah tiap 1 kg pupuk= 6mx6m
Ditanyakan:
Banyak pupuk yang harus dibeli (dalam satuan kg)
Penyelesaian:

Jadi Pak Sugeng harus membeli pupuk sebanyak 25 kg. (D)

5.

Diketahui:
Panjang kawat yang tersedia= 22 meter=2200 cm
Ukuran rangka= 15cmx20cm
Ditanyakan:
Sisa kawat apabila rangka yang akan dibuat sebanyak-banyaknya
Penyelesaian:

Jadi sisa kawat adalah 30 cm. (B)


6.

Diketahui:
Panjang kayu pigura yang tersedia = 2 meter (5 batang)
Ukuran bingkai= 60cmx30cm
Ditanyakan:
Sisa kayu apabila bingkai yang akan dibuat sebanyak-banyaknya

90

Penyelesaian:

Jadi sisa kayu adalah 10 cm. (A)


7.

Diketahui:
Panjang kawat yang tersedia=32 meter
Ukuran kerangka=40cm x40cm
Ditanyakan:
Banyak kerangka yang dapat dibuat
Penyelesaian:
Keliling rangka=

20.
Jadi ada 20 rangka persegi yang dapat dibuat dengan
menggunakan kawat tersebut. (D)

9.

Diketahui:
Panjang pita yang tersedia=24 meter
Ukuran taplak meja=30cm x30cm
Ditanyakan:
Banyak taplak meja yang dapat dihiasi dengan pita
Penyelesaian:
Keliling taplak=
20.
Jadi banyak taplak yang dapat dihiasi dengan pita adalah 20
taplak. (A)
Diketahui:
Panjang yang harus ditempuh=10 km
Ukuran lapangan= 120mx80m
Ditanyakan:
Berapa kali harus mengelilingi lapangan agar dapat mencapai
jarak yang ditentukan.
Penyelesaian:

Jadi Budi harus lari mengeliligi lapangan sebanyak 25 kali. (B)


Diketahui:
10. Panjang yang harus didapatkan=14 meter
Ukuran bingkai lukisan= 30cmx40cm

91

Ditanyakan:
Berapa kali harus melilitkan pita di sekeliling bingkai lukisan.
Penyelesaian:

Jadi Arin harus melilitkan pita sebanyak 10 kali. (A)

92

KUNCI JAWABAN SOAL URAIAN


No
1.

Jawaban
(memahami masalah)
Diketahui:
Panjang renda= 6 meter
(skor 1)
(merencanakan pemecahan masalah)
Ditanyakan:
(skor 1)
a. Panjang sisi taplak meja.
b. Luas kain yang digunakan untuk membuat taplak.
(menyelesaikan masalah dan menafsirkan hasil)
Penyelesaian:
a.
(skor 1)
(skor 2)

Skor
9

Jadi sisi taplak meja adalah 1,5 m.


(skor 1)
b.
(skor 2)
Jadi luas kain yang digunakan untuk membuat taplak meja adalah 2,25
m2.
(skor 1)
2.

(memahami masalah)
Diketahui:
Panjang pagar= 20 meter
(skor 1)
(merencanakan pemecahan masalah)
Ditanyakan:
(skor 1)
a. Panjang sisi kolam ikan.
b. Luas kolam ikan.
(menyelesaikan masalah dan menafsirkan hasil)
Penyelesaian:
a.
(skor 1)
(skor 2)

Jadi panjang sisi kolam ikan Pak Ali adalah 5 m. (skor 1)


b.
(skor 2)
Jadi luas kolam ikan Pak Ali adalah 25 m2.
(skor 1)

3.

(memahami masalah)
Diketahui:
(skor 1)
Terdapat bangun seperti gambar di bawah:

12

93

=
l

=
X

=
l

2 cm

Luas bangun= 60 cm2


(merencanakan pemecahan masalah)
Ditanyakan:
(skor 1)
Nilai pada gambar.
(menyelesaikan masalah)
Penyelesaian:
Apabila gambar dibagi menjadi luas L1, L2, L3, dan L4 seperti gambar
di bawah ini, maka:
(skor 2)

= L2
l

L1
=

L3
X

L4

2 cm

4.

(menafsirkan hasil)
Jadi nilai pada gambar gambar di atas adalah 3 cm. (skor 1)
(memahami masalah)
Diketahui:
Terdapat bangun seperti gambar di bawah:

(skor 1)

94

L4

L3

L1

L2

Luas bangun yang diarsir= 128 cm2.


(merencanakan pemecahan masalah)
Ditanyakan:
(skor 1)
Nilai pada gambar.
(menyelesaikan masalah)
Penyelesaian:
Apabila gambar dibagi menjadi luas L1, L2, L3, dan L4 seperti gambar
di bawah ini, maka:
(skor 2)
Karena L1=L2=L3=L4, maka
(skor 2)
Sehingga
(skor 2)

(menafsirkan hasil)
Jadi nilai pada gambar di atas adalah 8 cm.

5.

(skor 1)

(memahami masalah)
Diketahui:
(skor 1)
persegi panjang ABCD dengan A(-2,-2); B(4,-2); C(4,-1)
(merencanakan pemecahan masalah)
Ditanyakan:
(skor 1)
a. Letak titik D
b. Luas persegi panjang ABCD
(menyelesaikan masalah)
Penyelesaian:
(skor 3)

95

0
-4

-2

-0.5

-1-1)
D(-2;

6
C(4; -1)

-1.5
-2-2)
A(-2;

B(4; -2)

-2.5

6.

(menafsirhan hasil)
a. Letak titik D adalah D(-2,-1)

(skor 1)

b.
(skor 1)
(memahami masalah)
Diketahui:
persegi panjang PQRS dengan P(0,3); Q(6,3); R(6,0) (skor 1)
(merencanakan pemecahan masalah)
Ditanyakan:
(skor 1)
a. Letak titik S
b. keliling persegi panjang PQRS
(menyelesaikan masalah)
Penyelesaian:
(skor 3)
3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
0

P(0; 3)

Q(6; 3)

S(0; 0)

R(6; 0)
2

(menafsirkan hasil)
a. Letak titik S adalah S(0,0)

b.
1)
Jumlah skor

(skor 1)
(skor
63

96

Lampiran 8
SOAL TES
(Kemampuan Pemecahan Masalah)
Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas / Semester

: VII / II

Materi Pokok

: Segiempat (Persegi Panjang, Persegi)

Waktu

: 60 menit
Petunjuk Umum

7.

Kerjakan soal-soal di bawah ini pada lembar jawab yang telah disediakan.

8.

Tulislah terlebih dahulu identitas diri Anda pada tempat yang telah
disediakan.

9.

Periksa dan bacalah soal-soal sebelum Anda menjawab.

10. Soal terdiri dari 5 butir soal pilihan ganda dan 5 butir soal uraian.
11. Periksalah lembar jawab Anda sebelum dikumpulkan.
12. Tidak diizinkan menggunakan kalkulator, HP, atau alat hitung yang lain.
SOAL PILIHAN GANDA
11. Suatu persegi panjang mempunyai ukuran

dan

. Apabila keliling persegi panjang adalah 32 cm, maka


berapakah luasnya?
E. 26 cm2
F. 60 cm2
G. 54 cm2
H. 84 cm2
12. Pak Idris ingin memasang keramik pada lantai ruang tamunya yang berbentuk
persegi dengan ukuran 4mx4m. Apabila tiap kardus keramik berisi 12
keramik berukuran 40cmx40cm, maka berapa kardus keramik minimal yang
harus dibeli Pak Idris untuk dipasang pada lantai ruang tamunya secara
penuh?
E. 12
F. 10

97

G. 9
H. 7
13. Andi mempunyai kawat sepanjang 30 meter. Dengan menggunakan kawat
tersebut akan dibuat bingkai berbentuk persegi panjang yang masing-masing
berukuran 15cmx20cm. berapakah panjang kawat yang tersisa apabila persegi
panjang yang akan dibuat sebanyak-banyaknya?
E. 62 cm
F. 60 cm
G. 58 cm
H. 52 cm
14. Pak sigit mempunyai kawat sepanjang 32 meter. Apabila Pak Sigit ingin
membuat kerangka yang berbentuk persegi dengan ukuran 40cmx40cm, maka
berapa banyak kerangka yang dapat dibuat Pak Sigit?
E. 14
F. 16
G. 18
H. 20
15. Arin ingin memotong pita sepanjang 14 meter. Karena tidak ada meteran,
maka Arin menggunakan bingkai lukisan berukuran 30cmx40cm sebagai
pengukurnya. Maka, berapa kalikah Arin harus melilitkan pita di sekeliling
bingkai lukisan agar pita yang dipotongnya sesuai panjang yang diinginkan?
E. 10
F. 15
G. 20
H. 25

SOAL URAIAN
7.

Ani menghias keliling taplak meja makan yang berbentuk persegi dengan
menggunakan renda sepanjang 6 meter. Maka,
c. Berapa m panjang sisi taplak meja makan tersebut?

98

d. Berapa m2 kain yang digunakan untuk membuat taplak meja makan


tersebut?
8.

Pak Ali memagari kolam ikannya yang berbentuk persegi dengan pagar
sepanjang 20 meter. Maka,
c. Berapa m panjang sisi kolam ikan Pak Ali?
d. Berapa m2 luas kolam ikan Pak Ali?

9.

Dipunyai gambar gabungan daerah persegi panjang sebagai berikut:

=
l

=
X

=
l

2 cm

Carilah nilai

apabila luas daerah di atas adalah 60 cm2!

10. Diketahui gambar gabungan daerah persegi panjang sebagai berikut!

Carilah nilai

apabila luas daerah yang diarsir di atas adalah 128 cm2!

11. Dipunyai persegi panjang ABCD dengan A(-2,-2); B(4,-2); C(4,-1) adalah
koordinat titik-titik sudutnya pada bidang Cartesius. Gambarlah titik A, B,
dan C kemudian:
c. Carilah koordinat titik D
d. Carilah keliling persegi panjang ABCD

99

Lampiran 9
Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran Soal Tes Kemampuan Pemecahan Masalah

No

Jawaban

1.

Diketahui:

Skor
1

Keliling=32 cm
Ditanyakan:
Luas persegi panjang
Penyelesaian:
Misalkan:

Jadi

(B)
2.

Diketahui:
Ukuran lantai= 4mx4m
Ukuran keramik= 40cmx40cm
Tiap kardus berisi 12 keramik
Ditanyakan:
Banyak keramik yang harus dibeli (dalam satuan kardus)
Penyelesaian:

=100.

Jadi Pak Idris minimal harus membeli keramik sebanyak 9 kadus.


(C)
3.

Diketahui:
Panjang kawat yang tersedia= 30 meter=3000 cm
Ukuran rangka= 15cmx20cm
Ditanyakan:
Sisa kawat apabila rangka yang akan dibuat sebanyak-banyaknya

100

Penyelesaian:

Jadi sisa kawat adalah 60 cm. (B)

4.

Diketahui:
Panjang kawat yang tersedia=32 meter
Ukuran kerangka=40cm x40cm
Ditanyakan:
Banyak kerangka yang dapat dibuat
Penyelesaian:
Keliling rangka=

20.
Jadi ada 20 rangka persegi yang dapat dibuat dengan menggunakan
kawat tersebut. (D)

5.

Diketahui:
Panjang yang harus didapatkan=14 meter
Ukuran bingkai lukisan= 30cmx40cm
Ditanyakan:
Berapa kali harus melilitkan pita di sekeliling bingkai lukisan.
Penyelesaian:

Jadi Arin harus melilitkan pita sebanyak 10 kali. (A)

101

KUNCI JAWABAN SOAL URAIAN


No
1.

Jawaban
(memahami masalah)
Diketahui:
Panjang renda= 6 meter
(skor 1)
(merencanakan pemecahan masalah)
Ditanyakan:
(skor 1)
c. Panjang sisi taplak meja.
d. Luas kain yang digunakan untuk membuat taplak.
(menyelesaikan masalah dan menafsirkan hasil)
Penyelesaian:
c.
(skor 1)
(skor 2)

Jadi sisi taplak meja adalah 1,5 m.


d.

2.

3.

(skor 1)

(skor 2)
Jadi luas kain yang digunakan untuk membuat taplak meja adalah
2,25 m2.
(skor 1)

(memahami masalah)
Diketahui:
Panjang pagar= 20 meter
(skor 1)
(merencanakan pemecahan masalah)
Ditanyakan:
(skor 1)
c. Panjang sisi kolam ikan.
d. Luas kolam ikan.
(menyelesaikan masalah dan menafsirkan hasil)
Penyelesaian:
c.
(skor 1)
(skor 2)

d.

Skor
9

Jadi panjang sisi kolam ikan Pak Ali adalah 5 m. (skor 1)


(skor 2)
Jadi luas kolam ikan Pak Ali adalah 25 m2. (skor 1)

(memahami masalah)
Diketahui:
Terdapat bangun seperti gambar di bawah:

(skor 1)

12

102

=
l

=
X

=
l
cm
Luas2 bangun=
60 cm2
(merencanakan pemecahan masalah)
Ditanyakan:
(skor 1)
Nilai pada gambar.
(menyelesaikan masalah)
Penyelesaian:
Apabila gambar dibagi menjadi luas L1, L2, L3, dan L4 seperti gambar
di bawah ini, maka:
(skor 2)

= L2
l

L1
=

L3
X

L4

2 cm

4.

(menafsirkan hasil)
Jadi nilai pada gambar gambar di atas adalah 3 cm. (skor 1)
(memahami masalah)
Diketahui:
Terdapat bangun seperti gambar di bawah:

(skor 1)

103

L4

L3

L1

L2

Luas bangun yang diarsir= 128 cm2.


(merencanakan pemecahan masalah)
Ditanyakan:
(skor 1)
Nilai pada gambar.
(menyelesaikan masalah)
Penyelesaian:
Apabila gambar dibagi menjadi luas L1, L2, L3, dan L4 seperti gambar
di bawah ini, maka:
(skor 2)
Karena L1=L2=L3=L4, maka
(skor 2)
Sehingga
(skor 2)

(menafsirkan hasil)
Jadi nilai pada gambar di atas adalah 8 cm.

(skor 1)

5.

(memahami masalah)
Diketahui:
(skor 1)
persegi panjang ABCD dengan A(-2,-2); B(4,-2); C(4,-1)
(merencanakan pemecahan masalah)
Ditanyakan:
(skor 1)
c. Letak titik D

104

d. Luas persegi panjang ABCD


(menyelesaikan masalah)
Penyelesaian:

(skor 3)

0
-4

-2

-0.5

-1-1)
D(-2;

6
C(4; -1)

-1.5

-2-2)
A(-2;

B(4; -2)

-2.5

(menafsirkan hasil)

c. Letak titik D adalah D(-2,-1)


d.

(skor 1)

(skor 1)
Jumlah skor

51

105

Lampiran 10
Tabel Skala Kepercayaan Diri dalam Matematika
Aspek
1. Percaya diri dalam

favorable
1,2

unfavorable
3,4

jumlah
4

5,6

7,8

9,11

10,12

14,15

13,16

18,19

17,20

21,22

23,24

25,26

27,28

29,31

30,32

menghadapi kegagalan dan


keberhasilan.
2. Percaya diri dalam
bersaing dan dibandingkan
dengan teman-temannya.
3. Tahu keterbatasan diri
dalam menghadapi
persaingan dengan temantemannya.
4. Tahu keterbatasan diri
dalam menghadapi
matematika.
5. Percaya bahwa matematika
adalah sesuatu yang
abstrak.
6. Percaya bahwa matematika
adalah sesuatu yang sangat
berguna.
7. Percaya bahwa matematika
sebagai suatu seni, analitis,
dan rasional.
8. Percaya bahwa matematika
adalah suatu kemampuan
bawaan.

106

Lampiran 11

Angket Uji Coba Faktor Kepercayaan Diri

Petunjuk Pengerjaan: (angket uji coba)


1. Baca setiap pertanyaan di bawah ini dengan seksama dan cermat.
2. Pilih jawaban yang kamu anggap benar dan sesuai dengan kenyataan
dengan tanda X pada pilihan jawaban yang tersedia.
3. Setiap pertanyaan dijawab hanya dengan satu pilihan jawaban.
Data responden
Nama
: .
Kelas/no absen: .
1. Saya mencoba mengerjakan kembali soal matematika ketika belum dapat
saya kerjakan dengan benar.
A. Sangat Sering
B. Sering
C. kadang-kadang
D. Tidak Pernah
2. Saya berusaha untuk tidak mencontek ketika mengerjakan soal ulangan
matematika meskipun saya tidak sepenuhnya dapat mengerjakan semua
soal-soalnya.
A. Sangat Sering
B. Sering
C. kadang-kadang
D. Tidak Pernah
3. Saya mau mengerjakan soal matematika di papan tulis asalkan saya dapat
mengerjakan soal tersebut atau mempunyai jawaban yang benar tentang
soal tersebut.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju

107

4. Ketika ada PR matematika, saya memilih untuk mencontek pekerjaan


teman karena saya belum tentu dapat mengerjakan sendiri soal-soal
dengan benar.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
5. Walaupun nilai ulangan saya jelek, saya tidak malu apabila guru
mengumumkan hasil ulangan matematika saya dan teman-teman saya di
depan kelas.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
6. Saya berani untuk mengerjakan soal matematika di depan kelas tanpa
ditunjuk terlebih dahulu oleh guru walaupun ada teman sekelas saya yang
lebih pintar untuk mengerjakan soal matematika.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
7. Apabila pelajaran matematika di kelas diadakan dalam bentuk games,
maka saya tidak tertarik untuk mengikutinya karena saya belum tentu
dapat memenangkan games tersebut.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju

108

8. Saya tidak pernah memberi tahu nilai ulangan matematika saya kepada
teman-teman saya walaupun nilai ulangan saya tidak selalu lebih jelek
daripada nilai ulangan teman-teman saya.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
9. Saya akan menolak apabila ditunjuk guru untuk mengikuti olimpiade
matematika karena ada teman saya yang lebih pintar dalam pelajaran
matematika daripada saya.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
10. Saya tidak pernah mencocokkan hasil pekerjaan matematika saya dengan
hasil pekerjaan teman walaupun ketika soal tersebut dicocokkan di depan
kelas, pekerjaan saya sering tidak semuanya benar.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
11. Saya tidak pernah iri hati ketika nilai ulangan saya tidak sebaik nilai
ulangan teman-teman karena saya tahu bahwa kemampuan matematika
saya tidak sebaik kemampuan matematika teman yang lain.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju

109

12. Apabila teman ada yang bertanya tentang materi matematika yang belum
ia pahami, saya selalu menjawabnya walaupun terkadang saya juga belum
paham tentang materi tersebut.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
13. Saya tidak pernah bertanya pada teman/guru tentang mata pelajaran
matematika walaupun pada saat itu saya kurang paham dengan keterangan
yang diberikan oleh guru.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
14. Saya mengikuti les matematika atau berusaha belajar matematika dengan
teratur karena kemampuan matematika saya terbatas dan tidak akan
menjadi lebih baik apabila hanya mengandalkan pada pelajaran di kelas
saja.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
15. Saya mempunyai catatan atau kumpulan rumus matematika karena
kemampuan matematika saya terbatas sehingga membutuhkan bantuan
catatan atau kumpulan rumus matematika untuk mengerjakan soal
matematika.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju

110

16. Jika saya gagal dalam ulangan matematika, maka yang saya lakukan
adalah:
A. biasa saja
B. melihat hasil jawaban teman yang benar
C. berusaha mengerjakan soalnya kembali
D. berusaha untuk lebih belajar sungguh-sungguh dan mengerjakan
soalnya kembali
17. Saya tidak memerlukan alat peraga untuk mempelajari matematika karena
matematika bukanlah sesuatu yang abstrak.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
18. Matematika adalah sesuatu yang abstrak sehingga soal matematika akan
mudah dipahami apabila disajikan dalam bentuk gambar, grafik, ataupun
tabel.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
19. Karena matematika adalah sesuatu yang abstrak, maka saya lebih dapat
memahami pelajaran matematika apabila guru menerangkan dengan
menggunakan alat peraga benda-benda matematika.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju

111

20. Saya dapat memahami soal matematika tanpa bantuan gambar, grafik,
ataupun tabel karena matematika bukanlah sesuatu yang abstrak.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
21. Saya tertarik untuk belajar matematika karena matematika akan sangat
berguna dalam kehidupan sehari-hari saya.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
22. Pelajaran matematika adalah pelajaran yang sangat berguna karena
matematika adalah alat untuk mempelajari pelajaran yang lain, misalkan
pelajaran fisika.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
23. Pelajaran matematika adalah pelajaran seputar hitungan dan tidak akan ada
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
24. Tiap-tiap ilmu berkembang sendiri-sendiri dan tidak ada ilmu yang
berkembang dengan dukungan ilmu matematika.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju

112

25. Orang yang mempunyai kemampuan matematis tinggi akan dapat berfikir
secara rasional karena matematika adalah sesuatu yang rasional.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
26. Matematika adalah suatu seni sehingga akan menjadi sesuatu yang
menyenangkan apabila dipelajari secara benar.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
27. Soal matematika bentuk soal cerita dapat dikerjakan hanya dengan melihat
angkanya

saja sehingga

tidak diperlukan

proses analisis

untuk

mengerjakannya.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
28. Tidak semua rumus matematika dapat dibuktikan karena matematika
bukanlah suatu yang analitis dan rasional.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
29. Kemampuan matematis tiap orang berbeda-beda karena kemampuan
matematis merupakan kemampuan bawaan.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju

113

30. Kemampuan matematis tiap orang seharusnya dapat disamakan karena


kemampuan

matematis

bukanlah

kemampuan

bawaan

melainkan

kemampuan yang mulai tumbuh ketika orang tersebut belajar matematika.


A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
31. Orang yang ingin berprestasi dalam bidang matematika harus bekerja
keras dalam mengasah kemampuannya walaupun sejak lahir mereka sudah
mempunyai kemampuan matematis.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
32. Kemampuan matematis tidak seperti kemampuan seni karena kemampuan
matematis bukan kemampuan bawaan.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju

114

Lampiran 12

Angket Tes Faktor Kepercayaan Diri

Petunjuk Pengisian: (tes)


4. Baca setiap pertanyaan di bawah ini dengan seksama dan cermat.
5. Pilih jawaban yang kamu anggap benar dan sesuai dengan kenyataan
dengan tanda X pada pilihan jawaban yang tersedia.
6. Setiap pertanyaan dijawab hanya dengan satu pilihan jawaban.
Data responden
Nama

: .

Kelas/no absen: .
1. Saya berusaha untuk tidak mencontek ketika mengerjakan soal ulangan
matematika meskipun saya tidak sepenuhnya dapat mengerjakan semua
soal-soalnya.
A. Sangat Sering
B. Sering
C. kadang-kadang
D. Tidak Pernah
2. Saya mau mengerjakan soal matematika di papan tulis asalkan saya dapat
mengerjakan soal tersebut atau mempunyai jawaban yang benar tentang
soal tersebut.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
3. Ketika ada PR matematika, saya memilih untuk mencontek pekerjaan
teman karena saya belum tentu dapat mengerjakan sendiri soal-soal
dengan benar.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju

115

4. Saya berani untuk mengerjakan soal matematika di depan kelas tanpa


ditunjuk terlebih dahulu oleh guru walaupun ada teman sekelas saya yang
lebih pintar untuk mengerjakan soal matematika.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
5. Saya tidak pernah iri hati ketika nilai ulangan saya tidak sebaik nilai
ulangan teman-teman karena saya tahu bahwa kemampuan matematika
saya tidak sebaik kemampuan matematika teman yang lain.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
6. Apabila teman ada yang bertanya tentang materi matematika yang belum
ia pahami, saya selalu menjawabnya walaupun terkadang saya juga belum
paham tentang materi tersebut.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
7. Saya tidak pernah bertanya pada teman/guru tentang mata pelajaran
matematika walaupun pada saat itu saya kurang paham dengan keterangan
yang diberikan oleh guru.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju

116

8. Saya mengikuti les matematika atau berusaha belajar matematika dengan


teratur karena kemampuan matematika saya terbatas dan tidak akan
menjadi lebih baik apabila hanya mengandalkan pada pelajaran di kelas
saja.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
9. Saya mempunyai catatan atau kumpulan rumus matematika karena
kemampuan matematika saya terbatas sehingga membutuhkan bantuan
catatan atau kumpulan rumus matematika untuk mengerjakan soal
matematika.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
10. Jika saya gagal dalam ulangan matematika, maka yang saya lakukan
adalah:
E. biasa saja
F. melihat hasil jawaban teman yang benar
G. berusaha mengerjakan soalnya kembali
H. berusaha untuk lebih belajar sungguh-sungguh dan mengerjakan
soalnya kembali
11. Saya tidak memerlukan alat peraga untuk mempelajari matematika karena
matematika bukanlah sesuatu yang abstrak.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju

117

12. Matematika adalah sesuatu yang abstrak sehingga soal matematika akan
mudah dipahami apabila disajikan dalam bentuk gambar, grafik, ataupun
tabel.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
13. Karena matematika adalah sesuatu yang abstrak, maka saya lebih dapat
memahami pelajaran matematika apabila guru menerangkan dengan
menggunakan alat peraga benda-benda matematika.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
14. Saya tertarik untuk belajar matematika karena matematika akan sangat
berguna dalam kehidupan sehari-hari saya.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
15. Tiap-tiap ilmu berkembang sendiri-sendiri dan tidak ada ilmu yang
berkembang dengan dukungan ilmu matematika.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
16. Tidak semua rumus matematika dapat dibuktikan karena matematika
bukanlah suatu yang analitis dan rasional.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju

118

D. Sangat Tidak Setuju


17. Kemampuan matematis tiap orang berbeda-beda karena kemampuan
matematis merupakan kemampuan bawaan.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
18. Kemampuan matematis tiap orang seharusnya dapat disamakan karena
kemampuan

matematis

bukanlah

kemampuan

bawaan

melainkan

kemampuan yang mulai tumbuh ketika orang tersebut belajar matematika.


A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
19. Orang yang ingin berprestasi dalam bidang matematika harus bekerja
keras dalam mengasah kemampuannya walaupun sejak lahir mereka sudah
mempunyai kemampuan matematis.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
20. Kemampuan matematis tidak seperti kemampuan seni karena kemampuan
matematis bukan kemampuan bawaan.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Tidak Setuju
D. Sangat Tidak Setuju

119

Lampiran 13

Lembar Pengamatan dan Kriteria Penilaian Aktivitas Peserta Didik Kelas VII I (Pertemuan 1)

NO

Mata Pelajaran

: Matematika

Guru matematika

: Dewi Rafika Sari

Kelas

: VII I

KODE

NAMA
Visual Activities
1

Listening
Activities
1 2
3

Skor Aktivitas yang Diamati


Oral Activities
bertanya
diskusi
4
1 2
3
4
1 2
3

1.

E-1

ADE ARDIAN SYAH

2.

E-2

AGNES RISKY PURWITASARI

3.

E-3

AGUNG ADI PAMUNGKAS (krist)

4.

E-4

ALDI TRI HARTANTO

5.

E-5

ALFIA OKTA DEWI ADITYA PUTRI

6.

E-6

ALIF IVAN MAULANA

7.

E-7

APRIL LIYANI PUJI RATNASARI

8.

E-8

ARDIYA KARTIKA WULANDARI

9.

E-9

ARUM YOGA PRATAMA

10.

E-10

BAYU KISWORO

Writing Activities

120

11.

E-11

DEDEK SETIAWAN

12.

E-12

DESTY PRINATASYA

13.

E-13

DESY KURNIAWAN

14.

E-14

DHANAR REZAWARA

15.

E-15

DHIMAS KURNIASAKTI

16.

E-16

FAKHRI MUHAMMAD

17.

E-17

FANNY DIO NOFREND

18.

E-18

FERNANDA FITRA WARDANA

19.

E-19

GITA ANGGUN MIFTAKHUNIDA

20.

E-20

HADHASA YAEL CHRISTIE SUDARSO (krist)

21.

E-21

HILMI MURTADHO

22.

E-22

ISNA FEBRIAN BUDIYATI

23.

E-23

KAMILIA FAUZIYYAH PROBOSINI

24.

E-24

KARTIKA DWI JAYANTI

25.

E-25

MOH. DICKY FISALRUDIN

26.

E-26

MOHAMMAD RHESAKTI BEA VIZARETTA MARTIND

27.

E-27

MUHAMMAD FUAD HILMI

28.

E-28

PRATIWI AYU SETYANINGSIH

29.

E-29

PUTRI WIDIASTUTI

30.

E-30

RIFKA ALIFIYA

121

31.

E-31

SATRIO SINUNG NUGROHO

32.

E-32

SHELLA FADHLIANA

33.

E-33

SOBRIAN SETYO HASAN

34.

E-34

WAHYU NANDO SULTAN

Petunjuk:
Skor yang diberikan dengan skala rentang 1 sampai dengan 4.
Semarang,
2011

Mei

Mengetahui,
Guru Matematika,

Titik Budi Murwati, S.Pd


NIP 19650329 1987032004
4101407045

Peneliti,

Pengamat I

Pengamat II

Dewi Rafika Sari


NIM 4101407056

Nur Apri Rakhmawati


NIM 4101407071

Eni Purwati
NIM

122

Kriteria Penilaian Aktivitas Peserta Didik Kelas VII I:


1) Visual Activities
Skor:
1: peserta didik tidak memperhatikan penjelasan dari guru.
2: peserta didik memperhatikan penjelasan dari guru hanya apabila disuruh oleh guru/ setelah diperingatkan.
3: peserta didik memperhatikan penjelasan dari guru dengan baik tetapi tidak bertanya saat ada materi yang kurang jelas..
4: peserta didik memperhatikan penjelasan dari guru dengan baik serta bertanya apabila ada materi yang kurang jelas.
2) Listening Activities
Skor:
1: peserta didik tidak mendengarkan penjelasan dari guru.
2: peserta didik mendengarkan penjelasan guru hanya apabila disuruh oleh guru/ setelah diperingatkan.
3: peserta didik mendengarkan penjelasan guru tetapi tidak bertanya saat mengalami kesulitan.
4: peserta didik mendengarkan penjelasan guru dan bertanya saat mengalami kesulitan.

123

3) Oral Activities
i. Bertanya
Skor:
1: tidak ada peserta didik yag bertanya.
2: peserta didik ada yang bertanya, tetapi pertanyaannya tidak berhubungan dengan materi yang sedang dibahas.
3: peserta didik bertanya, hanya pada saat mengalami kesulitan saja.
4: peserta didik selalu bertanya untuk mendapatkan penjelasan yang lebih.
ii. Diskusi
Skor:
1: peserta didik tidak melakukan kegiatan diskusi.
2: peserta didik melakukan kegiatan diskusi hanya apabila disuruh oleh guru untuk berdiskusi.
3: peserta didik berdiskusi, tetapi tidak bertanya saat mengalami kesulitan.
4: peserta didik berdiskusi dan bertanya saat menga,ami kesulitan.
4) Writing Activities
1: peserta didik tidak menuliskan hasil diskusi kelompok, dan tidak menuliskan jawaban dari soal yang diberikan.
2: peserta menuliskan hasil diskusi kelompok, tetapi tidak menuliskan jawaban dari soal yang diberikan atau peserta didik tidak
menuliskan hasil diskusi kelompok, tetapi menuliskan jawaban dari soal.
3: peserta didik menuliskan hasil diskusi kelompok dan menuliskan jawaban dari soal, dilakukan dengan seadanya.
4: peserta didik menuliskan hasil diskusi kelompok dengan baik dan menuliskan jawaban dari soal dengan baik.

124

Lampiran 14

Lembar Pengamatan dan Kriteria Penilaian Aktivitas Peserta Didik Kelas VII I (Pertemuan 2)
Mata Pelajaran
Guru matematika
Kelas
NO

: Matematika
: Dewi Rafika Sari
: VII I

KODE

NAMA
Visual Activities
1

Listening
Activities
1 2
3

Skor Aktivitas yang Diamati


Oral Activities
bertanya
diskusi
4
1 2
3
4
1 2
3

Writing Activities

1.

E-1

ADE ARDIAN SYAH

2.

E-2

AGNES RISKY PURWITASARI

3.

E-3

AGUNG ADI PAMUNGKAS (krist)

4.

E-4

ALDI TRI HARTANTO

5.

E-5

ALFIA OKTA DEWI ADITYA PUTRI

6.

E-6

ALIF IVAN MAULANA

7.

E-7

APRIL LIYANI PUJI RATNASARI

8.

E-8

ARDIYA KARTIKA WULANDARI

9.

E-9

ARUM YOGA PRATAMA

10.

E-10

BAYU KISWORO

11.

E-11

DEDEK SETIAWAN

12.

E-12

DESTY PRINATASYA

125

13.

E-13

DESY KURNIAWAN

14.

E-14

DHANAR REZAWARA

15.

E-15

DHIMAS KURNIASAKTI

16.

E-16

FAKHRI MUHAMMAD

17.

E-17

FANNY DIO NOFREND

18.

E-18

FERNANDA FITRA WARDANA

19.

E-19

GITA ANGGUN MIFTAKHUNIDA

20.

E-20

HADHASA YAEL CHRISTIE SUDARSO (krist)

21.

E-21

HILMI MURTADHO

22.

E-22

ISNA FEBRIAN BUDIYATI

23.

E-23

KAMILIA FAUZIYYAH PROBOSINI

24.

E-24

KARTIKA DWI JAYANTI

25.

E-25

MOH. DICKY FISALRUDIN

26.

E-26

MOHAMMAD RHESAKTI BEA VIZARETTA MARTIND

27.

E-27

MUHAMMAD FUAD HILMI

28.

E-28

PRATIWI AYU SETYANINGSIH

29.

E-29

PUTRI WIDIASTUTI

30.

E-30

RIFKA ALIFIYA

31.

E-31

SATRIO SINUNG NUGROHO

32.

E-32

SHELLA FADHLIANA

126

33.

E-33

SOBRIAN SETYO HASAN

34.

E-34

WAHYU NANDO SULTAN

Petunjuk:
Skor yang diberikan dengan skala rentang 1 sampai dengan 4.
Semarang, 14 Mei
2011
Mengetahui,
Guru Matematika,

Peneliti,

Pengamat I

Pengamat II

Titik Budi Murwati, S.Pd


NIP 19650329 1987032004

Dewi Rafika Sari


NIM 4101407056

Nur Apri Rakhmawati


NIM 4101407071

Eni Purwati
NIM 4101407045

127

Kriteria Penilaian Aktivitas Peserta Didik Kelas VII I:


5) Visual Activities
Skor:
1: peserta didik tidak memperhatikan penjelasan dari guru.
2: peserta didik memperhatikan penjelasan dari guru hanya apabila disuruh oleh guru/ setelah diperingatkan.
3: peserta didik memperhatikan penjelasan dari guru dengan baik tetapi tidak bertanya saat ada materi yang kurang jelas..
4: peserta didik memperhatikan penjelasan dari guru dengan baik serta bertanya apabila ada materi yang kurang jelas.
6) Listening Activities
Skor:
1: peserta didik tidak mendengarkan penjelasan dari guru.
2: peserta didik mendengarkan penjelasan guru hanya apabila disuruh oleh guru/ setelah diperingatkan.
3: peserta didik mendengarkan penjelasan guru tetapi tidak bertanya saat mengalami kesulitan.
4: peserta didik mendengarkan penjelasan guru dan bertanya saat mengalami kesulitan.
7) Oral Activities
i. Bertanya
Skor:
1: tidak ada peserta didik yag bertanya.
2: peserta didik ada yang bertanya, tetapi pertanyaannya tidak berhubungan dengan materi yang sedang dibahas.
3: peserta didik bertanya, hanya pada saat mengalami kesulitan saja.
4: peserta didik selalu bertanya untuk mendapatkan penjelasan yang lebih.
ii. Diskusi
Skor:
1: peserta didik tidak melakukan kegiatan diskusi.
2: peserta didik melakukan kegiatan diskusi hanya apabila disuruh oleh guru untuk berdiskusi.
3: peserta didik berdiskusi, tetapi tidak bertanya saat mengalami kesulitan.

128

4: peserta didik berdiskusi dan bertanya saat menga,ami kesulitan.


8) Writing Activities
1: peserta didik tidak menuliskan hasil diskusi kelompok, dan tidak menuliskan jawaban dari soal yang diberikan.
2: peserta menuliskan hasil diskusi kelompok, tetapi tidak menuliskan jawaban dari soal yang diberikan atau peserta didik tidak
menuliskan hasil diskusi kelompok, tetapi menuliskan jawaban dari soal.
3: peserta didik menuliskan hasil diskusi kelompok dan menuliskan jawaban dari soal, dilakukan dengan seadanya.
4: peserta didik menuliskan hasil diskusi kelompok dengan baik dan menuliskan jawaban dari soal dengan baik.

129

Lampiran 15
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah

: SMP Negeri 3 Ungaran

Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas/Semester

: VII/Genap

Jumlah Pertemuan : 1 kali pertemuan (2 x 40 menit)


A. Standar Kompetensi
Memahami konsep segiempat serta menemukan ukurannya.
B. Kompetensi Dasar
Mengidentifikasikan sifat-sifat persegi panjang, trapesium, jajargenjang,
belah ketupat, dan layang-layang.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Menentukan sifat-sifat persegi panjang.
2. Menghitung keliling dan luas persegi panjang.
3. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan menghitung
keliling dan luas persegi panjang.
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai melaksanakan kegiatan ini, diharapkan peserta didik dapat:
1. Menentukan sifat-sifat persegi panjang yang meliputi simetri putar,
simetri lipat, sisi-sisi yang sejajar, panjang diagonal, dan sudut-sudut pada
persegi panjang dengan bantuan LKPD (lampiran 1) dan slide show
powerpoint.
2. Menurunkan rumus keliling dan luas persegi panjang dengan bantuan
LKPD. (lampiran 1)
3. Menghitung keliling dan luas persegi panjang dengan bantuan LKPD.
(lampiran 1)

130

4. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan menghitung keliling


dan luas persegi panjang dengan bantuan lembar soal. (lampiran 2)

Catatan (bersifat operasional)


Kemampuan prasyarat yang seharusnya sudah dikuasai oleh peserta didik sebelum
belajar kompetensi dasar ini adalah:
Siswa dapat menjelaskan tentang konsep sudut siku-siku.
E. Materi Ajar
Persegi Panjang
Persegi panjang adalah segiempat dengan sisi-sisi yang berhadapan sejajar
dan sama panjang, serta keempat sudutnya siku-siku.
D

panjang

lebar

diagonal

Perhatikan gambar di atas. Segiempat ABCD adalah persegi panjang dengan


sisi AB sama panjang dan sejajar dengan DC, sisi AD sama panjang dan
sejajar dengan BC,
Sisi AB dan CD disebut panjang, sisi AD dan BC disebut lebar, sedangkan
AC dan BC disebut diagonal.
Diagonal adalah garis yang ditarik dari satu titik sudut ke titik sudut lain yang
saling berhadapan.
Sifat-sifat persegi panjang:
(1)

Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar.

(2)

Setiap sudutnya siku-siku.

131

(3)

Mempunyai dua buah diagonal yang sama panjang dan saling


berpotongan di titik pusat persegi panjang. Titik tersebut membagi
diagonal menjadi dua bagian yang sama panjang.

(4)

Mempunyai 2 sumbu simetri yaitu sumbu vertikal dan horizontal.

Keliling dan Luas persegi Panjang


(1)

Keliling
Keliling sebuah bangun datar adalah total jarak yang mengelilingi
bangun tersebut. Keliling persegi panjang sama dengan jumlah seluruh
panjang sisinya. Jika ABCD persegi panjang dengan panjang p dan
lebar l, maka keliling ABCD = p + l + p + l, dan dapat ditulis sebagai:
K = 2p + 2l = 2 (p + l)

(2)

Luas
Luas sebuah bangun datar adalah besar daerah tertutup suatu
permukaan bangun datar. Luas persegi panjang sama dengan hasil kali
panjang dan lebarnya. Maka, luas ABCD = panjang x lebar dan dapat
dituliskan sebagai:
L=pxl

F. Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah model
pembelajaran PBL (Problem Based Learning).
G. Media dan Sumber Belajar
1. Media
a. Slide show
b. LKPD
2. Sumber belajar
Simangunsong,Wilson & Sukino. 2006. Matematika untuk SMP kelas VII:
Jakarta: Erlangga.

132

H. Pelaksanaan Pembelajaran
Tahap Pembelajaran

Waktu

1. Pendahuluan
a. Guru menyiapkan kondisi fisik dan psikis peserta didik

5 menit

(1) Guru mengucapkan salam


(2) Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin
berdoa (jika pelajaran berlangsung pada jam pertama
pelajaran)
(3) Guru menanyakan peserta didik yang tidak masuk.
(4) Guru meminta peserta didik untuk menyiapkan buku dan
peralatan

yang

berhubungan

dengan

pelajaran

matematika.
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
c. Guru memotivasi peserta didik agar terlibat dalam aktivitas
pemecahan masalah. Motivasinya adalah setelah peserta didik
mengetahui sifat persegi panjang dan dapat menghitung
keliling dan luas persegi panjang maka akan sangat mudah
untuk

menentukan

ukuran

suatu

bangunan

ataupun

menghitung luas suatu bangunan.


d. Guru menanyakan materi prasyarat tentang sudut siku-siku.
(lampiran 3)

3 menit

133

2. Kegiatan inti
5 menit

Fase 1: Mengorientasi peserta didik pada masalah


a.

Guru mengajukan permasalahan kontekstual kepada


peserta didik.

Pak sholeh ingin memasang keramik pada


lantai terasnya yang berukuran 2 x 3 meter.
Tiap keramik yang dibeli Pak Sholeh berukuran
10 x 15 cm. Apabila tiap kardus keramik berisi
12 keramik, maka berapa kardus keramik yang
harus dibeli Pak Sholeh untuk memasang
keramik pada lantai dengan penuh?
b.

Guru menanyakan peserta didik apakah peserta didik


mampu menyelesaikan permasalahan yang diberikan.
(eksplorasi)

a.

Guru meminta dua peserta didik untuk maju di depan


dan menjelaskan kepada peserta didik yang lain cara
menyelesaikan permasalahan yang diajukan guru.
(eksplorasi)

Fase 2: Mengorientasi peserta didik untuk belajar


b.

Guru meminta peserta didik untuk berpasangan dengan


teman sebangkunya dalam mengerjakan LKPD.

c.

Guru membagikan LKPD tentang konsep persegi

10 menit

panjang, memberikan arahan tentang pengisian LKPD,


serta membimbing pengisian LKPD dengan bantuan
slide show powerpoint. (elaborasi) (lampiran 1)
a.

Guru meminta satu atau dua peserta didik untuk


menyebutkan

kesimpulan

apa

saja

setelah

3 menit

menyelesaikan serangkaian pertanyaan pada LKPD.


(konfirmasi)
Fase 3: Membimbing memecahkan masalah
b.

Guru

membimbing

peserta

didik

mengumpulkan

informasi yang sesuai dengan masalah yang diajukan


oleh guru yaitu:
(1) Luas lantai
(2) Luas tiap keramik

3 menit

134

(3) Banyak keramik yang dibutuhkan


(4) Banyak keramik yang dibutuhkan (dalam satuan
kardus). (elaborasi)
c.

Guru membimbing peserta didik untuk menyelesaikan


masalah yang diajukan guru. (elaborasi)
Diketahui:

10 menit

Lantai berukuran 2 x 3 m.
Keramik berukuran 10 x 15 cm.
Isi tiap kardus = 12 keramik.
Ditanyakan:
Banyak keramik yang dibutuhkan (dalam satuan
kardus).
Jawab:
Llantai = p x l = 2 x 3 = 6 m2 = 60000cm2.
Lkeramik= p x l = 10 x 15 = 150 cm2.

Jadi banyak keramik yang dibutuhkan (dalam satuan


kardus) sebanyak 34 kardus.
d.

Guru memberikan latihan soal pemecahan masalah.


(lampiran 2)

e.

Guru membimbing peserta didik untuk berdiskusi


dengan teman satu bangku untuk menyelesaikan
permasalahan yang terdapat dalam lembar soal pada
lampiran 2. (elaborasi)

f.

Guru berkeliling memantau kinerja masing-masing


kelompok dan membantu peserta didik yang mengalami
kesulitan.

Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


a.

Guru meminta salah satu siswa untuk mengerjakan soal


pada lampiran 2 di papan tulis. (konfirmasi)

b.

Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik

10 menit

135

yang lain untuk memberikan tanggapan tentang hasil

5 menit

pekerjaan temannya di papan tulis. (elaborasi)


Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah.
a.

Guru membimbing peserta didik mengevaluasi hasil


pekerjaan temannya yang terdapat pada papan tulis.
(eksplorasi)

b.

Guru memberikan penguatan dan melengkapi hasil


pekerjaan siswa di papan tulis. (konfirmasi)

c.

5 menit

Guru memberikan kuis kepada peserta didik yang


dikerjakan secara individu. (lampiran 4)

d.

Guru

meminta

salah

satu

peserta

didik

untuk

mengerjakan soal kuis di depan. (konfirmasi)


5 menit
3. Kegiatan penutup
a.

Dengan bimbingan guru peserta didik menyimpulkan hasil


pembelajaran.

b.

Guru memberikan pekerjaan rumah tentang materi persegi


panjang. (lampiran 5)

c.

Guru menyampaikan kepada peserta didik untuk menyiapkan


materi pada pertemuan selanjutnya yaitu materi persegi.

d.

Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam.

5 menit

136

I.

Pelaksanaan Pembelajaran
1.

Teknik Penilaian : pengamatan terhadap kegiatan diskusi, tugas individu


(kuis dan PR).

2.

Prosedur penilaian :
Penilaian hasil belajar siswa mencakup penilaian proses dan hasil akhir
belajar.

3.

Instrumen Penilaian: LKPD, kuis, dan PR.

Semarang,

Mengetahui,
Guru Mata Pelajaran

Peneliti

Titik Budi Murwati, S.Pd

Dewi Rafika Sari

137

(Soal pemecahan masalah)

1.

Ani ingin membuat taplak meja makan yang dihiasi renda pada bagian
pinggirnya. Ukuran taplak meja yang Ani buat 0,75 meter x 1,5 meter.
Apabila renda yang dibeli Ani seharga Rp 2.000,00/m, maka seharga
berapakah Ani harus membayar agar panjang renda yag dibeli pas untuk
mengelilingi taplak meja yang dibuat?

2.

Pak Yoga mempunyai tanah yang berbentuk seperti bangun di bawah ini:
15 cm

=
12 cm
22 cm

Apabila Pak Yoga menjual tanahnya seharga Rp.66.600.000,00 maka


berapakah harga tiap meter tanah Pak Yoga?

138

(materi prasyarat)
Perhatikan gambar di bawah ini:

e
h
a

j
c

Pertanyaan:
1. Ada berapa macam sudut apabila dibedakan menurut besar sudutnya?
sebutkan!
2. Apakah yang dimaksud dengan sudut lancip?
3. Manakah pada gambar di atas yang merupakan sudut lancip?
4. Apakah yang dimaksud dengan sudut siku-siku?
5. Manakah pada gambar di atas yang merupakan sudut siku-siku?
6. Apakah yang dimaksud dengan sudut tumpul?
7. Manakah pada gambar di atas yang merupakan sudut tumpul?
Jawaban Lampiran 3 (pertanyaan prasyarat)
1. Ada 3 macam, yaitu sudut lancip, sudut siku-siku, dan sudut tumpul.
2. Sudut lancip adalah sudut yang besar sudutnya kurang dari 900.
3. Sudut lancip ditunjukkan dengan gambar b, e, h, l
4. Sudut siku-siku adalah sudut yang besar sudutnya sama dengan 900.
5. Sudut siku-siku ditunjukkan dengan gambar a, d, f, i
6. Sudut tumpul adalah sudut yang besar sudutnya lebih dari 900.
7. Sudut tumpul ditunjukkan dengan gambar c, g, j, k, m

139

(Soal Kuis)
QUIZ

Petunjuk Pengerjaan:
- Kerjakan soal di bawah ini secara individu pada selembar kertas.
- Waktu pengerjaan 10 menit

SOAL
1. Perhatikan pernyataan b erikut:
i.

Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang

ii.

Diagonal-diagonalnya sama panjang

iii.

Semua sudutnya sama besar

iv.

Keempat sudutnya merupakan sudut lancip

v.

Bentuknya akan serupa dengan bentuk semula apabila diputar sebesar


1800 da 3600

Manakah yang merupakan sifat persegi panjang?


2. Pak Hendi mempunyai tanah dengan luas 1200 m2 dan perbandingan panjang
dan lebarnya adalah 4:3. Apabila Pak Hendi Ingin memasang pagar kayu di
sekeliling tanahnya dan biaya pemagaran Rp. 15.000,00/meter, maka
berapakah biaya yang harus dikeluarkan pak Hendi untuk memagari
tanahnya?

140

Kunci (soal pemecahan masalah)


No

Skor

Penyelesaian
Diketahui:
Ukuran taplak meja= 0,75 x 1,5 meter

(skor 1)
7

Harga renda= Rp. 2.000/meter


Ditanyakan:
Uang yang harus dibayarkan agar renda yang dibeli pas untuk mengelilingi
taplak meja.

(skor 1)

Penyelesaian:
(skor 2)
(skor 2)
Jadi, uang yang harus dibayarkan sebesar Rp. 9.000,00 (skor 1)
2

Diketahui:
Tanah pak Yoga berbentuk seperti gambar di bawah ini:

(skor 1)
13

15 m

=
_
12 m jual tanah= Rp 66.600.000,00
Harga
_
_
=
22
m
Ditanyakan:
_
Harga tanah per
_meter

(skor 1)

Penyelesaian:
Tanah dibagi menjadi dua bagian agar dapat dihitung luasnya.
(skor 2)

15 m
12 m

_
L

15 m

=6 m
__

L2

=
_
7m _
_

(skor 2)
(skor 2)
(skor 2)

141

(skor 2)
jadi harga tanah Pak Yoga adalah Rp 300.000/meter
Jumlah skor

Penilaian:

(skor 1)
20

142

Kunci (materi prasyarat)


Perhatikan gambar di bawah ini:

e
h
a

j
c

Pada gambar di atas, terdapat berbagai sudut yang dapat dibedakan menurut besar
sudutnya. Menurut besar sudutnya, sudut dapat dibedakan menjadi (coret yang
tidak perlu):
a) Sudut lancip, yaitu sudut yang besar sudutnya kurang dari 900.
b) Sudut siku-siku, yaitu sudut yang besar sudutnya sama dengan 900.
c) Sudut tumpul, yaitu sudut yang besar sudutnya lebih dari 900.
Dan pada gambar,
a) Sudut lancip ditunjukkan dengan gambar b, e, h, l
b) Sudut siku-siku ditunjukkan dengan gambar a, d, f, i
c) Sudut tumpul ditunjukkan dengan gambar c, g, j, k, m

143

Kunci Jawaban (Soal Kuis)


no
1

Penyelesaian
Yang merupakan sifat persegi panjang adalah pernyataan no I,

Skor
4

II, III, dan V.


2

Diketahui:
16

Luas tanah= 1200 m2


(skor 1)
Perbandingan panjang dan lebarnya= 4:3
Biaya pemagaran Rp. 15.000,00/meter
Ditanyakan:
Biaya yang harus dikeluarkan untuk pemagaran

(skor

1)
Penyelesaian:
Misalkan:
(skor
1)

(skor 1)

(skor 1)

(skor 1)

(skor 1)

(skor 1)

(skor 1)

(skor 1)
Jadi

144

(skor 1)

(skor 1)

(skor 1)

(skor
2)
Jadi biaya pemasangan pagar yang harus dikeluarkan Pak
Hendi sebesar Rp. 2.100.000,00
(skor 1)
Jumlah skor

Penilaian:

20

Lampiran 16

145

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Nama Sekolah

: SMP Negeri 3 Ungaran

Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas/Semester

: VII/Genap

Jumlah Pertemuan : 1 kali pertemuan (2 x 40 menit)


A. Standar Kompetensi
Memahami konsep segiempat serta menemukan ukurannya.
B. Kompetensi Dasar
Mengidentifikasikan sifat-sifat persegi panjang, trapesium, jajargenjang,
belah ketupat, dan layang-layang.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
4. Menentukan sifat-sifat persegi.
5. Menghitung keliling dan luas persegi.
6. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan menghitung
keliling dan luas persegi.
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai melaksanakan kegiatan ini, diharapkan peserta didik dapat:
5. Menentukan sifat-sifat persegi yang meliputi simetri putar, simetri lipat,
sisi-sisi yang sejajar, panjang diagonal, dan sudut-sudut pada persegi
dengan bantuan LKPD (lampiran 1) dan slide show powerpoint.
6. Menurunkan rumus keliling dan luas persegi dengan bantuan LKPD.
(lampiran 1)
7. Menghitung keliling dan luas persegi dengan bantuan LKPD. (lampiran
1)
8. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan menghitung keliling
dan luas persegi dengan bantuan lembar soal. (lampiran 2)

146

Catatan (bersifat operasional)


Kemampuan prasyarat yang seharusnya sudah dikuasai oleh peserta didik sebelum
belajar kompetensi dasar ini adalah:
-

Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat persegi panjang.

Siswa dapat menghitung akar kuadrat.

E. Materi Ajar
Persegi
Persegi adalah persegi panjang yang keempat sisinya sama panjang.
.

sisi

Perhatikan gambar di samping. ABCD


adalah persegi dengan AB = BC = CD =
AD dan

sisi

AB, BC, CD, dan DA. Ruas garis AC dan

diagonal
A

pada gambar, sisi-sisi perseginya adalah

BD merupakan diagonal persegi.

Sifat-sifat persegi
(1)

Semua sisinya sama panjang dan sisi-sisi yang berhadapan sejajar.

(2)

Setiap sudutnya siku-siku.

(3)

Mempunyai dua buah diagonal yang sama panjang, berpotongan di


tengah-tengah, dan membentuk sudut siku-siku.

(4)

Setiap sudutnya dibagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya.

(5)

Memiliki 4 sumbu simetri.

Keliling dan Luas persegi


(3)

Keliling
Keliling persegi adalah jumlah panjang seluruh sisi-sisinya. ABCD
adalah persegi dengn panjang sisi s, maka keliling ABCD adalah
K = s + s + s + s dan dapat ditulis sebagai berikut.
K = 4s

147

(4)

Luas
Luas persegi sama dengan kuadrat panjang sisinya. Luas ABCD dapat
ditulis sebagai berikut.
L = s2

F. Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah model
pembelajaran PBL (Problem Based Learning).
G. Media dan Sumber Belajar
3. Media
c. Slide show
d. LKPD
4. Sumber belajar
Simangunsong,Wilson & Sukino. 2006. Matematika untuk SMP kelas VII:
Jakarta: Erlangga.

148

H. Pelaksanaan Pembelajaran
Tahap Pembelajaran

Waktu

4. Pendahuluan
e. Guru menyiapkan kondisi fisik dan psikis peserta didik

5 menit

(5) Guru mengucapkan salam


(6) Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin
berdoa (jika pelajaran berlangsung pada jam pertama
pelajaran)
(7) Guru menanyakan peserta didik yang tidak masuk.
(8) Guru meminta peserta didik untuk menyiapkan buku dan
peralatan

yang

berhubungan

dengan

pelajaran

matematika.
f.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

g. Guru memotivasi peserta didik agar terlibat dalam aktivitas


pemecahan masalah. Motivasinya adalah setelah peserta didik
mengetahui sifat persegi dan dapat menghitung keliling dan
luas persegi maka akan sangat mudah untuk menentukan
ukuran suatu bangunan ataupun menghitung luas suatu
bangunan.
h. Guru menanyakan materi prasyarat tentang sifat-sifat persegi
panjang dan akar kuadrat. (lampiran 3)

3 menit

149

5. Kegiatan inti
5 menit

Fase 1: Mengorientasi peserta didik pada masalah


c.

Guru mengajukan permasalahan kontekstual kepada


peserta didik.

H
E

G
F

D
C
Andi membuat rak buku berbentuk seperti
A

gambar di atas. Ukuran raknya adalah 40 cm x


40 cm x 40 cm. Andi membutuhkan papan
sandaran yang pada gambar ditunjukkan oleh
bidang DCGH. Apabila Andi ingin membuat
rak buku sebanyak 5 buah dan harga papan
adalah Rp 20.000,00/m2, maka berapakah biaya
yang dibutuhkan Andi untuk membeli papan?
d.

Guru menanyakan peserta didik apakah peserta didik


mampu menyelesaikan permasalahan yang diberikan.
(eksplorasi)

d.

Guru meminta dua peserta didik untuk maju di depan


dan menjelaskan kepada peserta didik yang lain cara
menyelesaikan permasalahan yang diajukan guru.
(eksplorasi)

Fase 2: Mengorientasi peserta didik untuk belajar


e.

Guru meminta peserta didik untuk berpasangan dengan


teman sebangkunya dalam mengerjakan LKPD.

f.

Guru membagikan LKPD tentang konsep persegi,


memberikan arahan tentang pengisian LKPD, serta
membimbing pengisian LKPD dengan bantuan slide

10 menit

150

show powerpoint. (elaborasi) (lampiran 1)


g.

Guru meminta satu atau dua peserta didik untuk


menyebutkan

kesimpulan

apa

saja

setelah

menyelesaikan serangkaian pertanyaan pada LKPD.


3 menit

(konfirmasi)
Fase 3: Membimbing memecahkan masalah
a.

Guru

membimbing

peserta

didik

mengumpulkan

informasi yang sesuai dengan masalah yang diajukan

3 menit

oleh guru yaitu:


(5) Ukuran rak buku
(6) Ukuran sandaran rak
(7) Luas sandaran rak
(8) Luas 5 buah sandaran rak
(9) Biaya yang dibutuhkan untuk membeli papan
sandaran. (elaborasi)
b.

Guru membimbing peserta didik untuk menyelesaikan


masalah yang diajukan guru. (elaborasi)
Diketahui:
Ukuran rak = 40 cm x 40 cm x 40 cm
Harga tiap m2 papan = Rp 40.000,00
Ditanyakan:
Biaya yang dibutuhkan untuk membeli papan.
Jawab:
Ukuran sandaran tiap rak = s x s = 40 x 40 = 1600 cm2 =
0,16 m2
Papan yang dibutuhkan untuk membuat 5 rak = 0,16 x 5
= 0,8 m2
Biaya yang dibutuhkan untuk membeli papan = 0,8 x
40000 = 32000
Jadi biaya yang dibutuhkan Andi untuk membeli papan
adalah Rp 32.000,00

c.

Guru memberikan latihan soal pemecahan masalah.


(lampiran 2)

d.

Guru membimbing peserta didik untuk berdiskusi

10 menit

151

dengan teman satu bangku untuk menyelesaikan


permasalahan yang terdapat dalam lembar soal pada
lampiran 2. (elaborasi)
e.

10 menit

Guru berkeliling memantau kinerja masing-masing


kelompok dan membantu peserta didik yang mengalami
kesulitan.

Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


b.

Guru meminta salah satu siswa untuk mengerjakan soal


pada lampiran 2 di papan tulis. (konfirmasi)

c.

Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik


yang lain untuk memberikan tanggapan tentang hasil

5 menit

pekerjaan temannya di papan tulis. (elaborasi)


Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah.
e.

Guru membimbing peserta didik mengevaluasi hasil


pekerjaan temannya yang terdapat pada papan tulis.
(eksplorasi)

f.

Guru memberikan penguatan dan melengkapi hasil


pekerjaan siswa di papan tulis. (konfirmasi)

g.

5 menit

Guru memberikan kuis kepada peserta didik yang


dikerjakan secara individu. (lampiran 4)

h.

Guru

meminta

salah

satu

peserta

didik

untuk

mengerjakan soal kuis di depan. (konfirmasi)


5 menit
6. Kegiatan penutup
e.

Dengan bimbingan guru peserta didik menyimpulkan hasil


pembelajaran.

f.

Guru memberikan pekerjaan rumah tentang materi persegi


panjang. (lampiran 5)

g.

Guru menyampaikan kepada peserta didik untuk menyiapkan


materi pada pertemuan selanjutnya yaitu materi persegi.

h.

I.

Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam.

Pelaksanaan Pembelajaran

5 menit

152

4.

Teknik Penilaian : pengamatan terhadap kegiatan diskusi, tugas individu


(kuis dan PR).

5.

Prosedur penilaian :
Penilaian hasil belajar siswa mencakup penilaian proses dan hasil akhir
belajar.

6.

Instrumen Penilaian: LKPD, kuis, dan PR.

Semarang,

Mengetahui,
Guru Mata Pelajaran

Peneliti

Titik Budi Murwati, S.Pd

Dewi Rafika Sari

153

(Soal Pemecahan Masalah)


1.

Satu kilogram cat dapat digunakan untuk mengecat 16 m2. Dinding tembok
yang akan dicat berbentuk persegi dengan keliling dinding adalah 144 m.
Berapa kilogram banyaknya cat yang dibutuhkan?

2.

Seorang tukang bangunan akan memasang keramik yang berbentuk persegi


berukuran 30 cm x 30 cm. Lantai yang harus diberi keramik berbentuk
persegi panjang dengan ukuran 15 m x 12 m.
a. Berapa banyak keramik yang akan dipakai?
b. Jika tiap kardus berisi 10 keramik, berapa kardus keramik yang
dibutuhkan?

154

(materi prasyarat)
Dengan powerpoint ditayangkan gambar berikut ini:
D

pertanyaan yang diajukan kepada peserta didik:


1.

Apakah sisi AB dan sisi DC sama panjang?

2.

Apakah sisi AD dan sisi BC sama panjang?

3.

Apakah sisi AB dan sisi AD sama panjang?

4.

Disebut apakah garis AC?

5.

Disebut apakah garis BD?

6.

Apakah AC dan BC sama panjang?

Jawaban:
1. Ya
2. Ya
3. Tidak
4. Garis diagonal
5. Garis diagonal
6. Ya
Dengan menggunakan power point ditayangkan soal berikut ini:
1. 22 =
2. 42 =
3. 52 =
4.

5.

6.

Jawaban:
1. 22 = 4

155

2. 42 = 16
3. 52 = 25
4.

5.

6.

156

(soal kuis)
Petunjuk Pengerjaan:
- Kerjakan soal di bawah ini secara individu pada selembar kertas.
- Waktu pengerjaan 30 menit
SOAL
1. Perhatikan pernyataan berikut:
I.
II.

Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar


Diagonal-diagonalnya sama panjang

III.

Diagonalnya berpotongan membagi dua sama panjang

IV.

Diagonal-diagonal setiap persegi berpotongan membentuk sudut


lancip

Manakah yang merupakan sifat-sifat bangun datar persegi?


2. Rumah pak Haris mempunyai lubang persegi sebanyak 6 buah. Ukuran
sisinya 20 cm. Karena banyak nyamuk yang masuk ke rumah, ia berencana
menutupnya dengan kain kasa pada tiap lubangnya. Agar dapat terpasang
satu persatu kain kasa di setiap lubang angin satu persatu, maka diperlukan
kain kasa berukuran 25 cm x 25 cm untuk sebuah lubang angin. Harga kain
kasa Rp. 10.000,00 per m2. Berapa uang yang dikeluarkan pak Haris untuk
membeli kain kasa tersebut?

157

(Pekerjaan Rumah)
Kerjakanlah soal di bawah ini pada buku latihan:
1.

_J I _C

Pada gambar di samping, ABCD adalah persegi

KI I

panjang dengan AB = 5 cm dan AD = 12 cm.


AFGH adalah persegi dengan BF = 2 cm dan KICJ
adalah persegi dengan KI = 2 cm. tentukan keliling

H
II G

=
A
2. D

dan luas daerah yang diarsir!

II

F
II

B
C
Carilah luas bangun di samping apabila panjang
AB = (10-z) cm dan keliling persegi ABCD = 28

=
A

=
II
(10-z) cm

cm!

158

Jawaban soal pemecahan masalah


no
1

jawaban
Diketahui:

Skor
10

dinding tembok berbentuk persegi

(skor 1)
2

1 kg cat dapat digunakan untuk mengecat 16 m


Keliling dinding (K) = 144 m
Ditanyakan:
kilogram cat yang dibutuhkan?

(skor 1)

Penyelesaian:
K

=4xs

(skor 1)

144 = 4s
s

= 36

Luas

(skor 1)

(skor 1)

= s2
= 36

(skor 1)
2

= 1296

(skor 1)

luas dinding yang akan dicat adalah 1296 m2

(skor 1).

Jadi banyaknya cat yang dibutuhkan

(skor 1)

= 81
2

(skor 1)

Diketahui:

10

lantai berukuran 15 m x 12 m = 1500 cm x 1200 cm(skor 1)


Ubin berukuran 30 cm x 30 cm
1 kardus berisi 10 keramik.
Ditanyakan:
a. banyak keramik yang akan dipakai?

(skor 1)

b. kardus keramik yang dibutuhkan?


Penyelesaian:
a. Luas keramik

= luas persegi

(skor 1)

= 30 x 30
= 900
Jadi luas keramik adalah 900 cm2
Luas lantai = luas persegi panjang
= 1500 x 1200

(skor 1)

159

= 180 x 104
Keramik yang dibutuhkan
=

(skor 2)

= 2000

Jadi banyak keramik yang dibutuhkan untuk menutup lantai


yang berbentuk persegi panjang tersebut adalah 2000 buah
keramik.
b. Banyaknya kardus yang dibutuhkan

(skor 1)
(skor 2)

=
=
= 200
Jadi tukang bangunan membutuhkan 200 kardus keramik
untuk menutup lantai tersebut.
Jumlah skor

(skor 1)
20

160

Kunci lampiran 4
No
1.

Penyelesaian
Sifat-sifat persegi panjang:

I. Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar


II. Diagonal-diagonalnya sama panjang
III. Diagonalnya berpotongan membagi dua sama panjang
2.

Skor

Diketahui : banyaknya lubang angin ada 6 buah

1
1
1
1

ukuran sisi kain kasa yang dipasang 25 cm


harga kain kasa Rp. 10.000,00 per m2.
Ditanya :

uang yang harus dikeluarkan pak Haris untuk

membeli kain kasa?


Jawab:

C
S = 25 cm

Luas persegi = s x s
Luas lubang angin = 25 x 25
= 625

2
1

Maka luas kain kasa yang dipasang adalah 625 cm2.


Total luas kain kasa yang dibutuhkan

= luas kain kasa yang dipasang x banyaknya lubang angin

= 625 x 6
= 3750
Maka total kain kasa yang dibutuhkan adalah 3750 cm2 = 0,375
m

Uang yang harus dikeluarkan pak Haris adalah


= total luas kain kasa x harga kain kasa

= 0,375 x 10000
= 3750
Jadi uang yang dikeluarkan pak Haris adalah Rp. 3.750,00
5
Jumlah

20

161

kunci soal pekerjaan rumah (kunci lampiran 5)


No
1

Jawaban
Diketahui:
Persegi panjang ABCD dengan panjang AB = 5 cm dan AD = 12

Skor
10

cm(skor 1)
AFGH adalah persegi dengan panjang BF = 2 cm
KICJ adalah persegi dengan panjang KI = 1 cm
Pertanyaan:
Keliling dan luas daerah yang diarsir
(skor 1)
Penyelesaian:
Keliling daerah yang diarsir=
FG + BI + IK + KJ + JD + DH + HG + GF =
(skor 1)
(5-2)+(12-1)+1+1+(5-1)+(12-2)+2+2=
(skor 1)
3+11+1+1+4+10+2+2=34.
(skor 1)
Jadi keliling daerah yang diarsir = 34 cm
(skor 1)
Luas bangun yang diarsir=
L. ABCD L. KICJ L.AFGH=
(skor 1)
(p.l) - (s2) - (s2) = (5 x 12) (22) (12) = 60 4 1 = 55.
(skor 2)
Jadi luar daerah yang diarsir = 55 cm2
(skor 1)
2

Diketahui:
persegi ABCD dengan panjang AB = (10 - z) cm
(skor 1)
Keliling persegi ABCD = 28 cm
Ditanyakan:
Luas persegi ABCD

10

162

(skor 1)
Penyelesaian:

(skor 1)

(skor 1)

(skor 1)

(skor 1)

(skor 1)

(skor 1)

(skor 1)
Jadi, luas persegi ABCD = 49 cm2.
(skor 1)
Jumlah skor

20

163

Lampiran 17
ANALISIS SOAL UJI COBA TIPE SOAL URAIAN
NO

KODE

BUTIR SOAL KE
1

NILAI

Y2

UC-01

16

64

UC-03

16

64

UC-04

26

52

676

UC-05

18

36

324

UC-06

18

36

324

UC-07

13

26

169

UC-09

16

32

256

UC-10

16

64

UC-12

30

60

900

10

UC-13

16

32

256

11

UC-14

12

UC-15

19

38

361

13

UC-16

18

36

324

14

UC-17

13

26

169

15

UC-18

15

30

225

16

UC-19

14

49

17

UC-20

16

64

18

UC-21

16

19

UC-22

16

32

256

20

UC-23

14

49

21

UC-24

20

40

400

164

22

UC-25

12

36

23

UC-26

16

32

256

24

UC-27

12

24

144

25

UC-28

15

30

225

26

UC-29

11

22

121

27

UC-30

18

81

28

UC-31

18

36

324

29

UC-32

11

22

121

30

UC-33

24

48

576

165

VALIDITAS

Lampiran 18
Rxy

0.878

Rtabel

RELIABILITAS

kriteria

0.719

0.374
valid

R11

0.661

Rtabel

0.374

0.511

0.374

0.604

0.374

0.721

0.374

0.356

0.374

0.374

valid

valid

valid

valid

valid

12

14

Reliabel

TINGKAT
KESUKARAN

kriteria
Jumlah
Benar
TK

0.23

kriteria

Sukar

Nilai Signifikansi

Sukar

0.10
Sukar

0.47
sedang

0.23
Sukar

5.2500

5.3750

2.1250

2.5000

4.3750

2.0000

1.8750

2.2500

0.1250

0.0000

1.1250

0.7500

X1

13.5

9.875

20.875

52

15.875

46

X2

8.87500

23.50000

0.87500

0.00000

22.87500

9.50000

t hitung

5.34

4.05

3.21

2.59

3.91

1.26

t tabel

1.76

1.76

1.76

1.76

1.76

1.76
tidak
sig.

ML

kriteria
BA

Daya Pembeda

sedang

0.03

N
MH

0.40

BB
BA/JA
BB/JB
Nilai D
kriteria

sig.

6
0
0.75
0.00
0.75
cukup

sig.

6
1
0.75
0.13
0.63
cukup

sig.

1
0
0.13
0.00
0.13
baik

sig.

1
0
0.13
0.00
0.13
baik

sig.

6
3
2
0
0.75
0.38
0.25
0.00
0.50
0.38
baik
sekali
baik

166

Lampiran 19
HASIL ANALISIS SOAL UJI COBA
No Soal

Validitas

Valid

2
3
4
5
6

Valid
Valid
Valid
Valid
Valid

Tingkat
Kesukaran
sukar
sedang
sukar
sukar
sedang
sukar

Daya Pembeda

Keterangan

Signifikan

Dipakai (No.1)

Signifikan
Signifikan
Signifikan
Signifikan
Tidak Signifikan

Dipakai (No. 2)
Dipakai (No.3)
Dipakai (No.4)
Dipakai (No.5)
Dibuang

167

Lampiran 20

Perhitungan Validitas Butir Soal Uraian


Rumus

Keterangan
rxy
=
N
=
X
=
Y
=
X
=
Y
=
XY

koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y


banyaknya subjek
jumlah skor tiap butir soal
jumlah skor total yang benar dari tiap subjek
jumlah kuadrat skor tiap butir soal
jumlah kuadrat skor total yang benar dari tiap subjek
jumlah perkalian skor tiap butir soal dan skor total yang
benar
dari tiap subjek.

Kriteria
Jika r hitung > r tabel dengan taraf nyata 0,05 maka soal dikatakan valid
Perhitungan
Berikut ini adalah contoh perhitungan pada butir soal No.1, selanjutnya untuk
butir soal yang lain dapat dihitung dengan cara yang sama, dan dapat diperoleh
seperti pada tabel analisis berikut ini.
NO

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Kode

UC-01
UC-03
UC-04
UC-05
UC-06
UC-07
UC-09
UC-10
UC-12
UC-13

Skor Total
(Y)

Butir Soal
1
3
3
7
5
4
4
4
4
7
4

8
8
26
18
18
13
16
8
30
16

XY

64
64
676
324
324
169
256
64
900
256

9
9
49
25
16
16
16
16
49
16

24
24
182
90
72
52
64
32
210
64

168

11
12
13
14

NO

15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

1
3
5
4

UC-14
UC-15
UC-16
UC-17

Kode

5
1
1
2
4
1
5
2
4
3
3
4
3
4
3
6
109

19
18
13

Skor Total
(Y)

Butir Soal
1

UC-18
UC-19
UC-20
UC-21
UC-22
UC-23
UC-24
UC-25
UC-26
UC-27
UC-28
UC-29
UC-30
UC-31
UC-32
UC-33

15
7
8
4
16
7
20
6
16
12
15
11
9
18
11
24

411

Berdasarkan tabel tersebut diperoleh :

0.87808

Pada = 5% dengan n= 30 diperoleh r tabel = 0,374


Karena r hitung > r tabel maka butir soal No. 1 valid

1
361
324
169

1
9
25
16

1
57
90
52

XY

225
49
64
16
256
49
400
36
256
144
225
121
81
324
121
576
6895

25
1
1
4
16
1
25
4
16
9
9
16
9
16
9
36
469

75
7
8
8
64
7
100
12
64
36
45
44
27
72
33
144
1760

169

Lampiran 21
Perhitungan Reliabilitas Perangkat Tes Uraian

Rumus

Keterangan

r11

Reliabilitas tes
jumlah varians skor tiap-tiap
butir

i2 =
t
n

=
=

varians total

banyaknya butir

Kriteria

Jika

maka item tes dikatakan reliabel

Perhitungan
Berdasarkan tabel pada analisis ujicoba diperoleh :
i = 17,779
t = 42,143
Dengan menggunakan rumus Cronbach Alpha dapat dihitung nilai reliabilitas
soal sebagai berikut

Dengan 0,05 dan n = 28 diperoleh r tabel = 0,374


dilihat bahwa r11 > rtabel artinya soal tersebut reliabel.

170

Lampiran 22

Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Uraian


Rumus

Keterangan
TK = Taraf kesukaran
TG = banyaknya testi yang gagal
n
= banyaknya peserta didik
Kriteria
jumlah testi gagal 27%, soal mudah
jumlah testi gagal 28% - 72%, soal sedang.
jumlah testi gagal 72%, soal sukar
Perhitungan
Berikut ini contoh perhitungan pada butir soal no 1, selanjutnya untuk
butir soal yang lain dihitung dengan cara yang sama,dan diperoleh
seperti pada tabel analisis butir soal.
Dari lampiran diperoleh data sebagai berikut
NO

Kode

UC-01
UC-03
UC-04
UC-05
UC-06
UC-07
UC-09
UC-10
UC-12
UC-13
UC-14
UC-15
UC-16
UC-17
UC-18

Butir Soal

NO

Kode

16

UC-19
UC-20
UC-21
UC-22
UC-23
UC-24
UC-25
UC-26
UC-27
UC-28
UC-29
UC-30
UC-31
UC-32
UC-33

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Butir Soal
1

3
3
7
5
4
4
4
4
7
4
1
3
5
4
5

17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

1
1
2
4
1
5
2
4
3
3
4
3
4
3
6

171

=
=

7
30
23%

x 100 %

Berdasarkan kriteria yang ada, berarti butir soal no 1 termasuk butir


dengan
klasifikasi sukar.

172

Lampiran 23

Perhitungan Daya Pembeda Soal Uraian


Rumus

Keterangan

t
MH

=
=

ML

daya pembeda
rata-rata dari kelompok atas
rata-rata dari kelompok
bawah

jumlah kuadrat deviasi individual dari kelompok atas

=
=

jumlah kuadrat deviasi individual dari kelompok bawah

27% x N

Kriteria
t hitung > t abel = signifikan
Perhitungan

Berikut ini contoh perhitungan pada soal butir no 1, selanjutnya untuk


butir soal yang lain dihitung dengan cara yang sama, dan diperoleh
seperti pada analisis
butir.
NO

Kode

NO

Butir Soal

Kode

UC-12
UC-04
UC-33

7
7
6

UC-24

UC-15

UC-05

UC-06

UC-16

1
2

Butir Soal

1.75
1.75
0.75
0.25
2.25
0.25
1.25
0.25

23

UC-03
UC-10
UC-20

3
4
1

1.265625
4.515625
0.765625

24

UC-19

0.765625

25

UC-23

0.765625

26

UC-25

0.015625

27

UC-21

0.015625

28

UC-14

0.765625

21
22

173

jumlah
rata-rata

42
5.25

MH ML

3,375

x x
n (n 1)
1

0 8,875
8(8 1)

jumlah
rata-rata

5,34

Berdasarkan kriteria, maka soal no 1 signifikan.

15
1.875

8.875

Lampiran 24

174

Output ITEMAN Soal uji Coba Tipe Soal Pilihan Ganda


MicroCAT (tm) Testing System
Copyright (c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Systems Corporation
Item and Test Analysis Program -- ITEMAN (tm) Version 3.00
Item analysis for data from file PGKELASJ.TXT
Page 1
Item Statistics
Alternative Statistics
--------------------------------------------------------Seq. Scale
Prop.
Point
Prop.
Point
No.
-Item Correct Biser. Biser.
Alt. Endorsing Biser. Biser. Key
---- ----- ------- ------ ---------- --------- ------ ------ --1
0-1
0.750
0.235
0.173
A
0.188
0.374
0.258 ?
B
0.750
0.235
0.173 *
CHECK THE KEY
C
0.000
-9.000 -9.000
B was specified, A works better
D
0.000
-9.000 -9.000
Other
0.063
-1.000 -0.724
2

0-2

0-3

0-4

0-5

0-6

0.844

0.250

0.906

0.781

0.125

0.997

0.661

1.000

1.000

0.164

0.658

0.485

0.755

0.726

0.102

CHECK THE KEY


A was specified, C works better

0-7

0.813

0.949

0.654

A
B
C
D
Other

0.000
0.844
0.094
0.000
0.063

-9.000
0.997
-0.380
-9.000
-1.000

-9.000
0.658
-0.218
-9.000
-0.724

A
B
C
D
Other

0.219
0.344
0.250
0.031
0.156

-0.053
0.088
0.661
-0.234
-0.878

-0.038
0.068
0.485
-0.095
-0.579

A
B
C
D
Other

0.000
0.031
0.000
0.906
0.063

-9.000
-0.638
-9.000
1.000
-1.000

-9.000
-0.258
-9.000
0.755
-0.724

A
B
C
D
Other

0.125
0.781
0.031
0.000
0.063

-0.527
1.000
-0.234
-9.000
-1.000

-0.328
0.726
-0.095
-9.000
-0.724

A
B
C
D
Other

0.125
0.094
0.594
0.000
0.188

0.164
-0.040
0.405
-9.000
-0.684

0.102
-0.023
0.320
-9.000
-0.472

A
B
C
D
Other

0.813
0.063
0.063
0.000
0.063

0.949
-0.383
-0.268
-9.000
-1.000

0.654
-0.195
-0.136
-9.000
-0.724

175

MicroCAT (tm) Testing System


Copyright (c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Systems Corporation
Item and Test Analysis Program -- ITEMAN (tm) Version 3.00
Item analysis for data from file PGKELASJ.TXT
Page 2
Item Statistics
Alternative Statistics
--------------------------------------------------------Seq. Scale
Prop.
Point
Prop.
Point
No.
-Item Correct Biser. Biser.
Alt. Endorsing Biser. Biser. Key
---- ----- ------- ------ ---------- --------- ------ ------ --8
0-8
0.719
1.000
0.773
A
0.000
-9.000 -9.000
B
0.031
-0.234 -0.095
C
0.188
-0.578 -0.399
D
0.719
1.000
0.773 *
Other
0.063
-1.000 -0.724
9

10

0-9

0-10

0.688

0.281

0.907

0.574

0.693

0.430

A
B
C
D
Other

0.094
0.063
0.094
0.688
0.063

-0.550
-0.036
-0.295
0.907
-1.000

-0.316
-0.018
-0.169
0.693
-0.724

A
B
C
D
Other

0.281
0.156
0.063
0.406
0.094

0.574
-0.462
0.195
0.219
-1.000

0.430
-0.305
0.099
0.173
-0.658

There were 32 examinees in the data file.


Scale Statistics
---------------Scale:

0
------N of Items
10
N of Examinees
32
Mean
6.156
Variance
4.819
Std. Dev.
2.195
Skew
-1.404
Kurtosis
1.421
Minimum
0.000
Maximum
9.000
Median
7.000
Alpha
0.732
SEM
1.136
Mean P
0.616
Mean Item-Tot.
0.545
Mean Biserial
0.749

176

Lampiran 25
HASIL ANALISIS OUTPUT ITEMAN SOAL UJI COBA TIPE SOAL PILIHAN
GANDA
No Soal
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Validitas
Tidak Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Tidak Valid
Valid
Valid
Valid
Valid

Tingkat
Kesukaran
mudah
mudah
sukar
mudah
mudah
sukar
mudah
mudah
sedang
sukar

Daya Pembeda

Keterangan

cukup
baik sekali
baik
baik sekali
baik sekali
jelek
baik sekali
baik sekali
baik sekali
baik

Dibuang
Dipakai (No.1)
Dipakai (No.2)
Dibuang
Dipakai (No.3)
Dibuang
Dipakai (No.4)
Dibuang
Dibuang
Dipakai (No.5)

Lampiran 26

177

Output ITEMAN Angket Kepercayaan Diri


MicroCAT (tm) Testing System
Copyright (c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Systems Corporation
Item and Test Analysis Program -- ITEMAN (tm) Version 3.00
Item analysis for data from file ANGKETKJ.TXT
Page 1
Item Statistics
Alternative Statistics
------------------------------------------------------Seq. Scale
Item
Item
Item-Scale N per
Alter- Proportion
No.
-Item
Mean
Var.
Correlation Item
native Endorsing
Key
---- ---------- ------ ----------- ---------- ---------- --1
0-1
2.233
0.446
0.048
30
1
0.086
+
2
0.514
3
0.229
4
0.029
Other
0.143
2

0-2

2.233

0.379

0.376

30

1
2
3
4
Other

0.057
0.571
0.200
0.029
0.143

0-3

2.667

0.422

0.272

30

1
2
3
4
Other

0.057
0.486
0.286
0.029
0.143

0-4

2.600

0.507

0.388

30

1
2
3
4
Other

0.086
0.371
0.371
0.029
0.143

0-5

2.433

0.512

-0.067

30

1
2
3
4
Other

0.029
0.514
0.229
0.086
0.143

CHECK THE KEY


+ was specified, - works better
6

0-6

2.900

0.423

0.193

30

1
2
3
4
Other

0.029
0.143
0.571
0.114
0.143

0-7

1.900

0.423

0.077

30

1
2
3
4
Other

0.029
0.057
0.571
0.200
0.143

0-8

2.367

0.299

0.020

30

1
2
3
4
Other

0.000
0.343
0.486
0.029
0.143

0-9

2.500

0.517

0.139

30

1
2
3
4
Other

0.029
0.457
0.286
0.086
0.143

10

0-10

2.333

0.489

-0.085

30

1
2
3
4
Other

0.029
0.314
0.429
0.086
0.143

CHECK THE KEY


- was specified, + works better
11

0-11

2.967

0.432

0.280

30

1
2
3
4
Other

0.029
0.114
0.571
0.143
0.143

12

0-12

3.100

0.157

0.273

30

1
2
3
4
Other

0.114
0.714
0.029
0.000
0.143

178

MicroCAT (tm) Testing System


Copyright (c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Systems Corporation
Item and Test Analysis Program -- ITEMAN (tm) Version 3.00
Item analysis for data from file ANGKETKJ.TXT

Page

Item Statistics
--------------------------------Item
Item
Item-Scale N per
Mean
Var.
Correlation Item
------ ------ ----------- -----

Alternative Statistics
----------------------Alter- Proportion
native Endorsing
Key
------ ---------- ---

Seq.
No.
----

Scale
-Item
-----

13

0-13

2.133

0.582

0.351

30

1
2
3
4
Other

0.057
0.143
0.514
0.143
0.143

14

0-14

3.033

0.299

0.330

30

1
2
3
4
Other

0.000
0.114
0.600
0.143
0.143

15

0-15

3.033

0.366

0.219

30

1
2
3
4
Other

0.029
0.057
0.629
0.143
0.143

16

0-16

1.467

0.849

0.412

30

1
2
3
4
Other

0.057
0.086
0.057
0.657
0.143

17

0-17

2.433

0.446

0.237

30

1
2
3
4
Other

0.057
0.286
0.486
0.029
0.143

18

0-18

2.967

0.632

0.534

30

1
2
3
4
Other

0.086
0.029
0.571
0.171
0.143

19

0-19

2.867

0.582

0.577

30

1
2
3
4
Other

0.086
0.057
0.600
0.114
0.143

20

0-20

2.200

0.293

-0.046

30

1
2
3
4
Other

0.029
0.143
0.657
0.029
0.143

CHECK THE KEY


- was specified, + works better
21

0-21

3.400

0.373

0.234

30

1
2
3
4
Other

0.000
0.057
0.400
0.400
0.143

22

0-22

3.100

0.290

0.086

30

1
2
3
4
Other

0.029
0.000
0.686
0.143
0.143

23

0-23

1.767

0.379

-0.085

30

1
2
3
4
Other

0.000
0.086
0.486
0.286
0.143

CHECK THE KEY


- was specified, + works better

179

MicroCAT (tm) Testing System


Copyright (c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Systems Corporation
Item and Test Analysis Program -- ITEMAN (tm) Version 3.00
Item analysis for data from file ANGKETKJ.TXT

Seq.
No.
---24

Scale
-Item
----0-24

25

0-25

Page

Item Statistics
--------------------------------Item
Item
Item-Scale N per
Mean
Var.
Correlation Item
------ ------ ----------- ----2.367
0.366
0.359
30

2.800

0.493

-0.102

Alternative Statistics
----------------------Alter- Proportion
native Endorsing
Key
------ ---------- --1
0.029
2
0.286
3
0.514
4
0.029
Other
0.143

30

1
2
3
4
Other

0.057
0.143
0.571
0.086
0.143

CHECK THE KEY


+ was specified, - works better
26

0-26

3.233

0.446

0.099

30

1
2
3
4
Other

0.029
0.029
0.514
0.286
0.143

27

0-27

2.200

0.493

0.170

30

1
2
3
4
Other

0.057
0.143
0.571
0.086
0.143

28

0-28

2.400

0.373

0.448

30

1
2
3
4
Other

0.029
0.314
0.486
0.029
0.143

29

0-29

2.467

0.382

0.459

30

1
2
3
4
Other

0.000
0.514
0.286
0.057
0.143

30

0-30

2.833

0.406

0.376

30

1
2
3
4
Other

0.086
0.571
0.171
0.029
0.143

31

0-31

3.133

0.249

0.468

30

1
2
3
4
Other

0.000
0.057
0.629
0.171
0.143

32

0-32

2.700

0.477

0.298

30

1
2
3
4
Other

0.086
0.457
0.286
0.029
0.143

180

MicroCAT (tm) Testing System


Copyright (c) 1982, 1984, 1986, 1988 by Assessment Systems Corporation
Item and Test Analysis Program -- ITEMAN (tm) Version 3.00
Item analysis for data from file ANGKETKJ.TXT
Missing-data option:

Compute statistics on all available item responses

There were 35 examinees in the data file.


Scale Statistics
---------------Scale:

Page

0
------N of Items
32
N of Examinees
30
Mean
2.586
Variance
0.023
Std. Dev.
0.152
Skew
0.432
Kurtosis
0.116
Minimum
2.313
Maximum
3.000
Median
2.563
Alpha
0.427
SEM
0.115
Mean P
N/A
Mean Item-Tot.
0.229
Mean Biserial
N/A

181

Lampiran 27
HASIL ANALISIS OUTPUT ITEMAN ANGKET KEPERCAYAAN DIRI
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32

Validitas
Tidak Valid
Valid
Valid
Valid
Tidak Valid
Valid
Tidak Valid
Tidak Valid
Tidak Valid
Tidak Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Tidak Valid
Valid
Tidak Valid
Tidak Valid
Valid
Tidak Valid
Tidak Valid
Tidak Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid

Kriteria
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
-

Keterangan
Dibuang
Dipakai (No. 1)
Dipakai (No.2)
Dipakai (No.3)
Dibuang
Diperbaiki dan dipakai (No.4)
Dibuang
Dibuang
Dibuang
Dibuang
Dipakai (No.5)
Dipakai (No.6)
Dipakai (No.7)
Dipakai (No.8)
Dipakai (No.9)
Dipakai (No.10)
Dipakai (No.11)
Dipakai (No.12)
Dipakai (No.13)
Dibuang
Dipakai (No.14)
Dibuang
Dibuang
Dipakai (No.15)
Dibuang
Dibuang
Dibuang
Dipakai (No.16)
Dipakai (No.17)
Dipakai (No.18)
Dipakai (No.19)
Dipakai (No.20)

182

Lampiran 28

183

Lampiran 29

Lampiran 30

184

PERSAMAAN REGRESI LINEAR GANDA

KODE
Y
X1
X2
E-1
65
54
26
E-2
73
54
26
E-3
37
20
27
E-4
65
61
27
E-5
77
61
24
E-6
65
58
27
E-7
69
59
26
E-8
43
54
29
E-9
71
56
25
E-10
65
54
26
E-11
51
57
26
E-12
88
51
25
E-13
49
50
27
E-14
75
63
27
E-15
81
45
29
E-16
65
56
26
E-17
65
60
24
E-18
47
55
28
E-19
75
52
27
E-20
47
20
27
E-21
71
49
23
E-22
73
41
26
E-23
100
62
28
E-24
69
60
30
E-25
57
33
25
E-26
67
57
27
E-27
67
55
26
E-28
61
61
19
E-29
90
51
30
E-30
71
41
25
E-31
90
56
27
E-32
73
56
27
E-33
84
54
24
E-34
86
58
26
JUMLAH
2330
1774
892

X12
2916
2916
400
3721
3721
3364
3481
2916
3136
2916
3249
2601
2500
3969
2025
3136
3600
3025
2704
400
2401
1681
3844
3600
1089
3249
3025
3721
2601
1681
3136
3136
2916
3364
96140

Dari perhitungan dalam tabel diperoleh

X22
X1Y
676
3510
676
3926
729
748
729
3957
576
4674
729
3770
676
4058
841
2338
625
3962
676
3510
676
2915
625
4508
729
2459
729
4725
841
3625
676
3640
576
3900
784
2597
729
3883
729
944
529
3467
676
2981
784
6200
900
4118
625
1876
729
3800
676
3667
361
3708
900
4600
625
2894
729
5051
729
4063
576
4553
676
5004
23542 123629

X2Y
1690
1890
1010
1751
1839
1755
1788
1256
1769
1690
1330
2210
1328
2025
2336
1690
1560
1322
2016
1275
1627
1890
2800
2059
1422
1800
1733
1155
2706
1765
2435
1959
2024
2243
61147

X1X2
Y2
1404
4225
1404
5286
540
1400
1647
4207
1464
5872
1566
4225
1534
4731
1566
1874
1400
5005
1404
4225
1482
2615
1275
7813
1350
2418
1701
5625
1305
6488
1456
4225
1440
4225
1540
2229
1404
5575
540
2229
1127
5005
1066
5286
1736 10000
1800
4710
825
3233
1539
4444
1430
4444
1159
3695
1530
8135
1025
4983
1512
8135
1512
5263
1296
7109
1508
7443
46487 166380

185

Menghitung persamaan regresi linier ganda

28,62

Jadi diperoleh persamaan regresi

= 0,5811

186

Lampiran 31
KOEFISIEN KORELASI GANDA

Koefisien korelasi ganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel


bebas

dan

secara bersama-sama terhadap variabel terikat Y.

Dari hasil perhitungan diperoleh:

Koefisien korelasi ganda (


Dengan demikian
Jadi besarnya pengaruh variabel bebas
variabel terikat Y adalah 0,423.

dan

secara bersama-sama terhadap

Lampiran 32

187

UJI KEBERARTIAN REGRESI LINEAR GANDA

Ho: regresi linear ganda tidak berarti


Ha: regresi linear ganda berarti
Mencari nilai F hitung
Dari hasil perhitungan dalam menentukan persamaan regresi ganda diperoleh

Diperoleh

sedangkan

untuk = 5%, dk pembilang 2, dan

dk penyebut 31 adalah 3,32.


Dengan demikian

>

Jadi, regresi linear ganda berarti.

maka Ho ditolak.

Lampiran 33

188

UJI KEBERARTIAN KOEFISIEN KORELASI GANDA

Hipotesis yang diujikan adalah:


Ho: koefisien korelasi ganda tidak berarti
Ha: koefisien korelasi ganda berarti
Mencari nilai F hitung
Dari hasil perhitungan dalam menentukan persamaan regresi ganda diperoleh

Diperoleh

sedangkan

untuk = 5%, dk pembilang 2, dan

dk penyebut 31 adalah 3,32.


Dengan demikian

>

maka Ho diterima.

Jadi, koefisien korelasi ganda berarti.

Lampiran 34

189

UJI KEBERARTIAN KOEFISIEN REGRESI

kode
Y
X1
X2
E-1
65
54
26
E-2
73
54
26
E-3
37
20
27
E-4
65
61
27
E-5
77
61
24
E-6
65
58
27
E-7
69
59
26
E-8
43
54
29
E-9
71
56
25
E-10
65
54
26
E-11
51
57
26
E-12
88
51
25
E-13
49
50
27
E-14
75
63
27
E-15
81
45
29
E-16
65
56
26
E-17
65
60
24
E-18
47
55
28
E-19
75
52
27
E-20
47
20
27
E-21
71
49
23
E-22
73
41
26
E-23
100
62
28
E-24
69
60
30
E-25
57
33
25
E-26
67
57
27
E-27
67
55
26
E-28
61
61
19
E-29
90
51
30
E-30
71
41
25
E-31
90
56
27
E-32
73
56
27
E-33
84
54
24
E-34
86
58
26
JUMLAH
2330
1774
892

69,50201
69,50201
50,10862
73,93539
72,8392
72,19197
72,40771
70,5982
70,29889
69,50201
71,24543
67,39319
67,54284
75,09768
65,36794
70,66429
72,25806
70,81395
68,70513
50,10862
65,50011
61,94718
74,88193
74,45045
56,93265
71,61083
70,08315
71,01221
69,22018
61,58178
71,02969
71,02969
68,77121
71,82657
3226,394

-4,502
3,204
-12,697
-9,073
3,788
-7,192
-3,623
-27,304
0,446
-4,502
-20,108
20,999
-18,366
-0,098
15,181
-5,664
-7,258
-23,598
5,962
-2,893
5,245
10,759
25,118
-5,823
-0,070
-4,944
-3,416
-10,228
20,976
9,006
19,166
1,519
15,543
14,448
0

20,268093
10,264799
161,21003
82,312975
14,350847
51,724462
13,129034
745,51319
0,1990986
20,268093
404,33882
440,95667
337,32369
0,0095408
230,46529
32,084202
52,679419
556,87794
35,539963
8,3690418
27,509899
115,74973
630,91723
33,907307
0,0048869
24,444762
11,672364
104,60982
439,98829
81,116252
367,35044
2,308362
241,56969
208,74286
5507,777

190

Koefisien b1
Ho : koefisien regresi linear ganda b1 tidak signifikan
Ha : koefisien regresi linear ganda b1 signifikan
Mencari nilai t hitung:

Diperoleh

hitung =

dengan dk = 31 dihitung dengan menggunakan interpolasi sebagai


berikut
2.201 (dk=40)
2.042 (dk=30)
Untuk dk = 31 dihitung:

Diperoleh

sedangkan

untuk = 5%, dk pembilang 2, dan

dk penyebut 31 adalah 2,0579.


Dengan demikian
Jadi, koefisien korelasi

>

maka Ho diterima.

ganda berarti.

191

Koefisien b2
Ho : koefisien regresi ganda b2 tidak signifikan
Ha : koefisien regresi ganda b2 signifikan
Mencari nilai t hitung:

Diperoleh

hitung =

dengan dk = 31 dihitung dengan menggunakan interpolasi sebagai


berikut
2.201 (dk=40)
2.042 (dk=30)
Untuk dk = 31 dihitung:

Diperoleh

sedangkan

untuk = 5%, dk pembilang 2, dan

dk penyebut 31 adalah 2,0579.


Dengan demikian
Jadi, koefisien korelasi

>

maka Ho diterima.

ganda berarti.

Lampiran 35

192

HARGA KRITIK CHI KUADRAT


db
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
40
50
60
80
90
100
db

Interval Kepercayaan
99% 95% 90% 75% 50% 25% 10%
5%
1%
6,63 3,84 2,71 1,32 0,455 0,102 0,0158 0,0039 0,0002
9,21 5,99 4,61 2,77 1,39 0,575 0,211 0,103 0,0201
11,3 7,81 8,25 4,11 2,37 1,21 0,584 0,352 0,115
13,3 9,49 7,78 5,39 3,36 1,92
1,06
0,711 0,297
15,1 11,1 9,24 6,63 4,35 2,67
1,61
1,15
0,554
16,8 12,6 10,6 7,84 5,35 3,45
2,2
1,64
0,872
18,5 14,1
12
9,04 6,35 4,25
2,83
2,17
1,24
20,1 15,5 13,4 10,2 7,34 5,07
3,49
2,73
1,65
21,7 16,9 14,7 11,4 8,34
5,9
4,17
3,33
2,09
23,2 18,3
16
12,5 9,34 6,74
4,87
3,94
2,56
24,7 19,7 17,3 13,7 10,3 7,58
5,58
4,57
3,05
26,2
21
18,5 14,8 11,3 8,44
6,3
5,23
3,57
27,7 22,4 19,8
16
12,3
9,3
7,04
5,89
4,11
29,1 23,7 21,1 17,1 13,3 10,2
7,79
6,57
4,66
30,6
25
22,3 18,2 14,3
11
8,55
7,26
5,23
32
26,3 23,5 19,4 15,3 11,9
9,31
7,98
5,81
33,4 27,6 24,8 20,5 16,3 12,8
10,1
8,67
6,41
34,8 28,9
26
21,7 17,3 13,7
10,9
9,36
7,01
36,2 30,1 27,2 22,7 18,3 14,6
11,7
10,1
7,63
37,6 31,4 28,4 23,8 19,3 15,5
12,4
10,9
8,26
38,9 32,7 29,6 24,9 20,3 16,3
13,2
11,6
8,9
40,3 33,9 30,8
26
21,3 17,2
14
12,3
9,54
41,6 35,2
32
27,1 22,3 18,1
14,8
13,1
10,2
43
35,4 33,2 28,2 23,3
19
15,7
13,8
10,9
44,3 37,7 34,4 29,3 24,3 19,9
16,5
14,6
11,5
45,6 38,9 35,6 30,4 25,3 20,8
17,3
15,4
12,2
47
40,1 36,7 31,5 26,3 21,7
18,1
16,2
12,9
48,3 41,3 37,9 32,6 27,9 22,7
18,9
16,9
13,6
49,6 42,6 39,1 33,7 28,3 23,6
19,8
17,7
14,3
50,9 43,8 40,3 34,8 29,3 24,5
20,6
18,5
15
53,7 55,8 51,8 45,6 39,9 33,7
29,1
26,5
22,2
88,4 67,5 63,2 56,3 49,3 42,9
37,7
34,2
29,7
100,4 90,5 85,5 77,6 69,3 61,7
55,3
51,7
45,4
112,3 101,9 96,6 88,1 79,3 71,1
64,3
60,4
53,5
124,1 113,1 107,6 98,6 89,3 80,6
73,3
69,1
61,8
135,8 124,3 118,5 109,4 99,3 90,1
82,4
77,9
70,1
1%
5%
10% 25% 50% 75%
90%
95%
100%
Tarif Signifikansi

(Arikunto, 2006: 362).

Lampiran 36

193

TABEL DISTRIBUSI F

dk
penyebut
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45

30
2,700
2,570
2,466
2,380
2,308
2,247
2,194
2,148
2,107
2,071
2,039
2,010
1,984
1,961
1,939
1,919
1,901
1,884
1,869
1,854
4,171
1,828
1,817
1,806
1,795
1,786
1,776
1,768
1,760
1,752
1,744
1,737
1,731
1,724
1,718
1,713

31
2,695
2,565
2,461
2,375
2,303
2,241
2,188
2,142
2,102
2,066
2,033
2,004
1,978
1,955
1,933
1,913
1,895
1,878
1,863
1,848
1,835
1,822
1,810
1,799
1,789
1,779
1,770
1,761
1,753
1,745
4,085
1,731
1,724
1,718
1,712
1,706

32
2,690
2,561
2,456
2,370
2,298
2,236
2,183
2,137
2,096
2,060
2,028
1,999
1,973
1,949
1,927
1,908
1,889
1,872
1,857
1,842
1,829
1,816
1,804
1,793
1,783
1,773
1,764
1,755
1,747
1,739
1,732
1,725
1,718
1,712
1,706
1,700

33
2,686
2,556
2,452
2,366
2,293
2,232
2,178
2,132
2,091
2,055
2,023
1,994
1,968
1,944
1,922
1,902
1,884
1,867
1,851
1,837
1,823
1,811
1,799
1,788
1,777
1,768
1,758
1,750
1,741
1,733
1,726
1,719
1,712
1,706
1,700
1,694

dk pembilang
34
35
36
2,681 2,678 2,674
2,552 3,982 2,544
2,447 2,443 2,439
2,361 2,357 2,353
2,289 2,284 2,280
2,227 2,223 2,219
2,174 2,169 2,165
2,127 2,123 2,119
2,087 2,082 2,078
2,050 2,046 2,042
2,018 2,013 2,009
1,989 1,984 1,980
1,963 1,958 1,954
1,939 1,934 1,930
1,917 1,912 1,908
1,897 1,892 1,888
1,879 1,874 1,869
1,862 1,857 1,852
1,846 1,841 1,837
1,832 1,827 1,822
1,818 1,813 1,808
1,805 1,800 1,796
1,794 1,789 1,784
1,783 1,777 1,773
1,772 1,767 1,762
1,762 1,757 1,752
1,753 1,748 1,743
1,744 1,739 1,734
1,736 1,731 1,726
1,728 1,723 1,718
1,721 1,715 1,710
1,713 1,708 1,703
1,707 1,701 1,696
1,700 1,695 1,690
1,694 1,689 1,684
1,688 1,683 1,678

37
2,670
2,541
2,436
2,349
2,277
2,215
2,161
2,115
2,074
2,037
2,005
1,976
1,949
1,925
1,904
1,884
1,865
1,848
1,832
1,818
1,804
1,791
1,779
1,768
1,758
1,748
1,738
1,730
1,721
1,713
1,706
1,699
1,692
1,685
1,679
1,673

38
2,667
2,537
2,432
2,346
2,273
2,211
2,158
2,111
2,070
2,034
2,001
1,972
1,945
1,921
1,900
1,879
1,861
1,844
1,828
1,813
1,800
1,787
1,775
1,764
1,753
1,743
1,734
1,725
1,717
1,709
1,701
1,694
1,687
1,681
1,674
1,669

Sumber: Data Excel for Windows (=FINV(0,05;dk pembilang;dk penyebut))

39
2,664
2,534
2,429
2,342
2,270
2,208
2,154
2,107
2,066
2,030
1,997
1,968
1,942
1,918
1,896
1,876
1,857
1,840
1,824
1,809
1,796
1,783
1,771
1,760
1,749
1,739
1,730
1,721
1,712
1,704
1,697
1,690
1,683
1,676
1,670
1,664

40
2,661
2,531
2,426
2,339
2,266
2,204
2,151
2,104
2,063
2,026
1,994
1,965
1,938
1,914
1,892
1,872
1,853
1,836
1,820
1,806
1,792
1,779
1,767
1,756
1,745
1,735
1,726
1,717
1,708
1,700
1,693
1,686
1,679
1,672
1,666
1,660

Lampiran 37

194

LUAS DI BAWAH LENGKUNGAN NORMAL


z
0
1
2
0,0 0000 0040 0080
0,1 0398 0438 0478
0,2 0793 0832 0871
0,3 1179 1217 1255
0,4 1554 1591 1628
0,5 1915 1950 1985
0,6 2258 2291 2324
0,7 2580 2612 2342
0,8 2881 2910 2939
0,9 3159 3186 3212
1,0 3413 3438 3461
1,1 3643 3665 3686
1,2 3849 3869 3888
1,3 4032 4049 4066
1,4 4192 4207 4222
1,5 4332 4345 457
1,6 4452 4463 4474
1,7 4554 4564 4573
1,8 4641 4649 4656
1,9 4743 4719 4726
2,0 4772 4778 4783
2,1 4821 4826 4830
2,2 4861 4864 4868
2,3 4893 4896 4898
2,4 4918 4920 4922
2,5 4938 4940 4941
2,6 4953 4955 4956
2,7 4965 4966 4967
2,8 4974 4975 4976
2,9 4981 4982 4982
3,0 4987 4987 4987
3,1 4990 4991 4991
3,2 4993 4993 4994
3,3 4995 4995 4995
3,4 4997 4997 4997
3,5 4998 4998 4998
3,6 4998 4998 4999
3,7 4999 4999 4999
3,8 4999 4999 4999
3,9 5000 5000 5000
(Sudjana, 2005: 490)

3
0120
0517
0910
1293
1664
2019
23357
2673
2967
3238
3485
3708
3907
4082
4236
4370
4484
4582
4664
4732
4788
4834
4871
4901
4925
4943
4957
4968
4977
4983
4988
4991
4994
4996
4997
4998
4999
4999
4999
5000

4
0160
0557
0948
1331
1700
2054
2389
2704
2996
3264
3508
3729
3925
4099
4251
4382
4495
4591
4671
4738
4793
4838
4875
4904
4927
4945
4959
4969
4977
4984
4988
4992
4994
4996
4997
4998
4999
4999
4999
5000

5
0199
0596
0987
1368
1736
2088
2422
2734
3023
3289
3531
3749
3944
4115
4265
4394
4505
4599
4678
4744
4798
4842
4878
4906
4929
4946
4960
4970
4978
4984
4989
4992
4994
4996
4997
4998
4999
4999
4999
5000

6
0239
0636
1026
1406
1772
2123
2454
2764
3051
3315
3554
3770
3962
4131
4279
4406
4515
4608
4686
4750
4803
4846
4881
4909
4931
4948
4961
4971
4979
4985
4989
4992
4994
4996
4997
4998
4999
4999
4999
5000

7
0279
0675
1064
1443
1808
2157
2486
2794
3078
3340
3577
3790
3980
4147
4292
4418
4525
4616
4693
4756
4808
4850
4884
4911
4932
4949
4962
4972
4979
4985
4989
4992
4995
4996
4997
4998
4999
4999
4999
5000

8
0319
0714
1103
1480
1844
2190
2518
2823
3106
3365
3599
3810
3997
4162
4306
4429
4535
4625
4699
4761
4812
4854
4887
4913
4934
4951
4963
4973
4980
4986
4990
4993
4995
4996
4997
4998
4999
4999
4999
5000

9
0359
0754
1141
1517
1879
2224
2549
2852
3133
3389
3621
3830
4015
4177
4319
4441
4545
4633
4706
4767
4817
4857
4890
4916
4936
4952
4964
4974
4981
4986
4990
4993
4995
4997
4998
4998
4999
4999
4999
5000

Lampiran 38

195

TABEL DISTRIBUSI t
V
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58

0,01
2,719
2,715
2,712
2,708
2,704
2,701
2,698
2,695
2,692
2,690
2,687
2,685
2,682
2,680
2,678
2,676
2,674
2,672
2,670
2,668
2,667
2,665
2,663

0,05
2,028
2,026
2,024
2,023
2,021
2,020
2,018
2,017
2,015
2,014
2,013
2,012
2,011
2,010
2,009
2,008
2,007
2,006
2,005
2,004
2,003
2,002
2,002

0,1
1,688
1,687
1,686
1,685
1,684
1,683
1,682
1,681
1,680
1,679
1,679
1,678
1,677
1,677
1,676
1,675
1,675
1,674
1,674
1,673
1,673
1,672
1,672

0,25
1,169
1,169
1,168
1,168
1,167
1,167
1,166
1,166
1,166
1,165
1,165
1,165
1,164
1,164
1,164
1,164
1,163
1,163
1,163
1,163
1,162
1,162
1,162

V
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80

Sumber: Data Excel for Windows (=TINV( ;V))

0,01
2,662
2,660
2,659
2,657
2,656
2,655
2,654
2,652
2,651
2,650
2,649
2,648
2,647
2,646
2,645
2,644
2,643
2,642
2,641
2,640
2,640
2,639

0,05
2,001
2,000
2,000
1,999
1,998
1,998
1,997
1,997
1,996
1,995
1,995
1,994
1,994
1,993
1,993
1,993
1,992
1,992
1,991
1,991
1,990
1,990

0,1
1,671
1,671
1,670
1,670
1,669
1,669
1,669
1,668
1,668
1,668
1,667
1,667
1,667
1,666
1,666
1,666
1,665
1,665
1,665
1,665
1,664
1,664

0,25
1,162
1,162
1,161
1,161
1,161
1,161
1,161
1,161
1,160
1,160
1,160
1,160
1,160
1,160
1,160
1,159
1,159
1,159
1,159
1,159
1,159
1,159

Lampiran 39

196

TABEL HARGA KRITIK DARI r PRODUCT-MOMENT

N
(1)

Interval
95%
(2)

Kepercayaan
99%
(3)

3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

0,997
0,950
0,878
0,811
0,754
0,707
0,666
0,632
0,602
0,576
0,553
0,532
0,514
0,497
0,482
0,468
0,456
0,444
0,433
0,423
0,413
0,404
0,396

0,999
0,990
0,959
0,917
0,874
0,874
0,798
0,765
0,735
0,708
0,684
0,661
0,641
0,623
0,606
0,590
0,575
0,561
0,547
0,537
0,526
0,515
0,505

N
(1)

Interval
95%
(2)

Kepercayaan
99%
(3)

26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50

0,388
0,381
0,374
0,367
0,361
0,355
0,349
0,344
0,339
0,334
0,329
0,325
0,320
0,316
0,312
0,308
0,304
0,301
0,297
0,294
0,291
0,288
0,284
0,281
0,297

0,496
0,487
0,478
0,470
0,463
0,456
0,449
0,442
0,436
0,430
0,424
0,418
0,413
0,408
0,403
0,396
0,393
0,389
0,384
0,380
0,276
0,372
0,368
0,364
0,361

N
(1)

Interval
95%
(2)

Kepercayaan
99%
(3)

55
60
65
70
75
80
85
90
95
100
125
150
175
200
300
400
500
600
700
800
900
1000

0,266
0,254
0,244
0,235
0,227
0,220
0,213
0,207
0,202
0,195
0,176
0,159
0,148
0,138
0,113
0,098
0,088
0,080
0,074
0,070
0,065
0,062

0,345
0,330
0,317
0,306
0,296
0,286
0,278
0,270
0,263
0,256
0,230
0,210
0,194
0,181
0,148
0,128
0,115
0,105
0,097
0,091
0,0986
0,081

N = Jumlah pasangan yang digunakan untuk menghitung r.


(Arikunto, 2006: 359).