Anda di halaman 1dari 3

Reaksi-reaksi senyawa golongan utama

I.

Tujuan
Menentukan sifat kimia dan fisika dari beberapa senyawa golongan
utama
Menentukan persamaan reaksi pada beberapa senyawa golongan
utama
Mengidentifikasi sampel kation dan anion senyawa golongan utama

II.

Pengamatan
A. Reaksi Kation dan Anion

Perea
ksi
Cl-

NH4
+
Larut
beni
ng

Na+

K+

Larut
beni
ng

Larut
beni
ng

OH-

Larut
beni
ng
Larut
beni
ng

Larut
beni
ng
Larut
beni
ng

Larut
beni
ng
Larut
beni
ng

Larut
beni
ng
Larut
beni
ng
Larut
beni
ng
Larut
beni
ng

Larut
beni
ng
Larut
beni
ng
Larut
beni
ng
Larut
beni
ng

Larut
beni
ng
Larut
beni
ng
Larut
beni
ng
Larut
beni
ng

CrO42
-

Larut
beni
ng

Larut
beni
ng

Larut
beni
ng

S2-

Larut
beni
ng

Larut
beni
ng

Larut
beni
ng

CO32-

SO32-

SO42-

PO43-

HPO4
2-

Mg2
+
Beni
ng
sedik
it
putih
keru
h
Putih
keru
h
Larut
beni
ng

Larut
Beni
ng
Putih
keru
h
Putih
keru
h
Kuni
ng
beni
ng
Putih
keru
h
Larut

Ca2+

Ba2+

Al3+

Pb2+

H+

Larut
bening

Larut
bening

Larut
bening

Endap
an
putih

Larut
beni
ng

Sedikit
larut

Sedikit
larut

Sedikit
larut

Sedikit
larut

Sedikit
keruh

Larut
beni
ng
Larut
beni
ng

Endap
an
putih
Endap
an
putih
Endap
an
putih
Endap
an
putih

Endapa
n putih

Sedikit
larut,
endap
an
putih
Larut
bening

Endap
an
putih
Endap
an
putih

Endap
an
putih
Endap
an
putih
Endap
an
putih
Endap
an
putih

Larut
beni
ng
Larut
beni
ng
Larut
beni
ng
Larut
beni
ng

Orany
e
bening

Sedikit
endapa
n,
kuning
Endapa
n putih

Sedikit
endap
an
oranye
Endap
an
hitam

Larut
beni
ng

Endap
an
putih

Endapa
n putih

Larut

Endapa
n putih

Endap
an
putih
Endap
an
putih

Endapa
n putih

Endap
an
oranye
Endap
an
putih

Larut
,
sedik

it
keru
h
B. Identifikasi Sampel
- Sampel yang digunakan = Sampel 2 dan 3
- Sampel 2:
Pada sampel dua, di identifikasi pertama dengan menggunakan
CrO4- ternyata berwarna kuning bening, artinya kation yang
terdapat didalam sampel bukanlah Pb2+, Al3+, Ba2+. Karena
kation tersebut mengendap saat di reaksikan dengan CrO4-.
Kemudian sampel direaksikan dengan SO42- , dan hasilnya
adalah berwarna bening. Artinya diduga sampel mengandung
kation antara Na+, K+, NH4+, dan H+. Karena kation yang lain
mengendap saat direaksikan dengan SO42-. Namun, untuk
menentukan kation antara NH4+, Na+ , dan K+ harus dilakukan
uji identifikasi. Hal ini karena apabila dilakukan hanya dengan
menggunakan pereaksi yang tersedia, maka kita tidak dapat
membedakan kation mana yang terdapat didalam sampel secara
spesifik. Misalnya, untuk menentukan adanya kation Na+ dapat
dilakukan uji nyala, keberadaan kation ini di indikasikan dengan
warna nyala yang berwarna kuning. Sama halnya pula dengan
K+ yang dapat dilakukan dengan uji nyala yang diindikasikan
dengan warna ungu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kation
yang terdapat didalam sampel 2 adalah kation yang berada
pada golongan I yaitu Na+, K+, dan kation NH4+. Sedangkan
untuk uji anion, yang pertama diuji adalah dengan
menambahkan HCl, ternyata sampel mengandung gelembunggelembung gas, artinya terdapat gas SO2 yang diduga berasal
dari anion SO3Identifikasi sampel 3:
Pada sampel ketiga, uji yang dilakukan pertama adalah dengan
menambahkan air terhadap sampel, dan ternyata hasil yang
diperoleh berwarna bening. Artinya, kation yang dimaksud
bukanlah kation Pb2+. Setelah ditambah asam klorida, ternyata
sampel pun masih tetap berwarna bening. Kemudian sampel
direaksikan dengan CrO4-, ternyata sampel mengendap
berwarna kuning. Oleh karena itu, diduga bahwa sampel
mengandung kation Al3+ seperti yang telah dilakukan pada uji
kation anion yang sebelumnya. Untuk mengkonfirmasi lebih jauh
terhadap kation yang diduga terdapat didalam sampel, maka
dilakukanlah uji selanjutnya yaitu dengan mereaksikan sampel
dengan HPO42- dan hasilnya terdapat endapan putih. Kemudian
direaksikan dengan OH- dan hasilnyasedikit mengendap.
Kemudian saat ditambahkan HPO42- ternyata diperoleh endapan
putih. data ini sama halnya dengan uji kation dan anion yang

terdapat di dalam kation Al3+. Oleh karena itu, dapat


disimpulkan bahwa kation yang terdapat didalam sampel adalah
kation Al3+. Setelah itu, untuk mengidentifikasi anion yang
terdapat didalam sampel, sesuai dengan perolehan data pada
pengujian kation maka diduga sampel mengandung anion SO42atau SO32- . Hal ini karena saat direaksikan dengan MgCl2
larutan sampel berwarna bening, dan saat direaksikan dengan
BaCl2 larutan sampel mengendap berwarna putih. Untuk
membedakannya yaitu dengan cara penambahan HCl. Dan
ternyata tidak terdapat gelembung gas, sehingga diduga
didalam sampel mengandung SO42-.
c. Uji Pembentukan Gas
1. Pembentukan gas CO2:
NaHCO3= 5 gram
Asam asetat = 20 mL
balon mengembang cukup besar, namun tidak sebesar gas H2
2. Pembentukan gas O2
H2O2= 2mL
Hipoklorit=12 mL
Balon mengembang sedikit (paling kecil diantara gas CO2 dan
H2)
3. Pembentukan gas H2
Al= 2 gram dimasukkan kedalam botol reagen
NaOH= 10 mL dimasukkan kedalam balon, diruang asam lalu
dituang
Balon mengembang paling besar diantara gas CO2 dan H2
4. Pembentukan gas NO
NaNO2=
Fe2SO4 = 5 mL
Aqua dm = 20 mL
KMnO4=
tidak ada penambahan H2SO4
Tidak terjadi apa-apa (ada kesalahan saat praktikum)