Anda di halaman 1dari 5

BAB V

ANALISIS MASALAH
V.1.

Hasil Survei Mawas Diri Dusun Bogowanti Lor, Desa Borobudur,


Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang
Penelitian pendahuluan (Survei Mawas Diri) telah dilakukan di Dusun
Bogowanti Lor, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten
Magelang pada tanggal 24 September 2016. Penilaian prioritas masalah
dilakukan pada 10 orang perwakilan masyarakat dusun ini. Pada Musyawarah
Masyarakat Desa (MMD) yang dilaksanakan tanggal 27 September 2016.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pembagian kuesioner yang
berisi daftar pertanyaan, meliputi data umum (identitas subyek penelitian)
serta faktor-faktor yang mempengaruhi status kesehatan yaitu kependudukan,
lingkungan, perilaku, dan pelayanan kesehatan.

Gambar 5.1. Tahapan Analisis Masalah

Gambar di atas menunjukkan tahapan kegiatan yang dilakukan di


Dusun Bogowanti Lor, Desa Borobudur. Hasil Survei Mawas Diri (SMD)
55

yang terkumpul, kemudian direkapitulasi untuk menentukan masalah-masalah


kesehatan yang ada di dusun ini. Hasil rekapitulasi tersebut dianalisis untuk
menentukan prioritas masalah.
Hasil SMD memberikan gambaran permasalahan yang ada di Dusun
Borobudur, suatu hal dianggap sebagai masalah adalah apabila didapatkan
persentase hasil kurang dari target yang ditetapkan oleh Dinkes Kab.
Magelang tahun 2016. Permasalahan yang didapatkan dari hasil Survei
Mawas Diri (SMD) adalah sebanyak 26 masalah, yaitu :
Tabel 5.1. Perbandingan Hasil Survei dengan Target DINKES Kab. Magelang 2016
No.

Indikator

1
Jaminan kesehatan yang dimiliki warga
Kesehatan Ibu dan Anak, KB, Gizi dan Imunisasi
2
Kejadian BBLR
3
Memberikan ASI saja
4
Responden memiliki dan memasang stiker P4K
(Perencanaan

Persalinan

dan

Hasil (%)

Target Dinkes Kab.

53.61%

Magelang (2016)
100%

83.33%
89.89%
50%

100%
100%
100%

70.37%

80%

39.18%
41.4%
19.59%
69,07%
12.37%
52.58%
12.37%
55.67%
37.11%

70%
70%
70%
70%
70%
70%
70%
75%
65%

Pencegahan

Komplikasi)
5
Membawa balita ke posyandu
Indikator Rumah Sehat
6
Adanya langit-langit rumah
7
Responden yang memiliki lantai rumah
8
Adanya ventilasi rumah
9
Perilaku membuka jendela
10 Lubang asap dapur
11 Pencahayaan alamiah
12 Ventilasi terpasang kasa nyamuk
13
Jamban >10 m dari sumber air
14 Responden yang mempunyai SPAL dengan
15
16
17
18
19
20
21
22

jarak ke sumber air >10 m, atau ke saluran kota


Tempat pembuangan sampah
Perilaku membuang sampah
Bebas kecoa dalam rumah
Keberadaan lalat (<5 ekor) dalam rumah
Bebas jentik nyamuk di dalam rumah
Bebas nyamuk dalam rumah
Bebas tikus dalam rumah
Responden yang memiliki jamban (ada dan

17.53%
64.95%
4.12%
50.52%
61.86%
2.06%
18.56%
54.64%

70%
100
70%
70%
100%
70%
70%
75%

23

memenuhi syarat)
Letak kandang ternak (terpisah dari rumah

52.58%

70%

>10m)

60

Perilaku Anggota Keluarga ( 16 Indikator PHBS)


24 Perokok aktif (tidak ada)
25 Aktivitas fisik minimal 30 menit per hari
26 Melakukan pemberantasan sarang nyamuk

53.01%
53.01%
14.43%

65%
65%
65%

(PSN) di lingkungan seminggu sekali

Hasil SMD memberikan gambaran permasalahan yang ada di Dusun


Borobudur. Ditemukan 26 masalah dari hasil survey, kemudian dilakukan
penggabungan pada beberapa masalah.
MMD dilaksanakan pada hari Rabu, 27 September 2016 yang dihadiri oleh
perwakilan Kepala Dusun Borobudur, perwakilan pihak RT, 4 orang kader Dusun
Bogowanti Lor, tokoh masyarakat, perwakilan warga Dusun Bogowanti Lor,
perwakilan puskesmas Borobudur, serta Dokter Muda Fakultas Kedokteran
Universitas Pembangunan Nasional Jakarta sebagai fasilitator untuk dilakukan
persamaan persepsi tentang masalah kesehatan yang akan dibahas. Dari 26 masalah
kesehatan tersebut disepakati 8 masalah yang akan dibahas dengan menggunakan
pemungutan suara terbanyak dari 10 perwakilan warga Dusun Bogowanti Lor, Desa
Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Adapun hasil MMD adalah
terpilihnya 8 masalah sebagai berikut :
1. Masalah kepemilikan jaminan kesehatan
2. Masalah bebas tikus, nyamuk dan kecoa dalam rumah
3. Masalah keberadaan lubang asap dapur
4. Masalah keberadaan jentik nyamuk dalam rumah
5. Masalah kasa nyamuk yang tidak terpasang
6. Masalah kurangnya keberadaan SPAL (Sarana Pembuangan Air Limbah)
dengan jarak ke sumber air > 10 meter atau ke saluran kota
7. Masalah perilaku kurangnya membuka jendela
8. Masalah kesadaran perilaku dan sarana pembuangan sampah yang baik
Berbagai masalah fisik dan non fisik di atas kemudian diprioritaskan
berdasarkan metode USGP. Modifikasi metode ini mengacu pada 4 indikator sebagai
berikut:

Urgency (mendesaknya)
60

Seriousness (kegawatannya)

Growth (perkembangannya)

Potency (sumber daya)


Masing-masing indikator diberi skor 1-5. Hal tersebut dimaksudkan untuk

memudahkan warga masyarakat dalam memberikan penilaian pada setiap masalah


yang ada.

Urgency (mendesaknya)
Nilai 1

: Kurang mendesak

: Cukup mendesak

: Mendesak

: Sangat mendesak

Seriousness (kegawatannya)
Nilai 1

: Tidak gawat

: Kurang gawat

: Cukup gawat

: Gawat

: Sangat gawat

Growth (perkembangannya)
Nilai 1

: Tidak mendesak

: Lebih sedikit penduduk yang terkena

: Sedikit penduduk yang terkena

: Cukup banyak penduduk yang terkena

: Banyak penduduk yang terkena

: Sangat banyak penduduk yang terkena

Potency (sumber daya)


Nilai 1

: Tidak banyak

: Kurang banyak

: Cukup banyak

: Banyak
60

: Sangat banyak

Prioritas masalah ditentukan berdasarkan hasil penjumlahan dari keempat


indikator di atas. Masalah kesehatan yang mempunyai total nilai tertinggi merupakan
prioritas utama. Urutan prioritas masalah tersebut terdapat dalam tabel berikut ini :
Tabel 5.2. Prioritas Masalah

No.
1.
2.
3.
4.
5.

6.

7.

8.

Daftar Masalah

Urutan

Jumlah

Kepemilikan jaminan

3,6

3,7

3,1

2,2

12,6

Prioritas
IV

kesehatan
Keberadaan tikus dan kecoa

3,2

3,1

3,0

2,9

12,2

3,3

2,5

2,4

3,2

11,4

VII

4,4

4,1

4,3

3,5

16,3

pemberantasan jentik
Kasa nyamuk yang tidak

2,8

3,1

2,7

2,3

10,9

VIII

terpasang
Keberadaan SPAL (Sarana

4,3

4,0

4,2

3,2

15,7

III

10 meter atau ke saluran kota


Kurangnya perilaku membuka

3,5

2,5

2,6

2,9

11,5

VI

jendela
Kurangnya kesadaran perilaku

4,3

4,2

3,9

3,4

15,8

II

dalam rumah
Keberadaan lubang asap dapur
Keberadaan jentik nyamuk dan

Pembuangan Air Limbah)


dengan jarak ke sumber air >

dan sarana pembuangan


sampah dengan baik

60