Anda di halaman 1dari 34

Perubahan

Iklim di
Wilayah Pesisir

Ivonne M. Radjawane
+Oceanography Research Group +++ Atmospheric Sciences Research
Group
Faculty of Earth Sciences and Technology, Institut Teknologi Bandung,
Indonesia

Latar Belakang
21% dari populasi dunia tinggal dalam area 30km

dari garis pantai. Pertumbuhan penduduk yang


tinggal di pesisir lebih cepat dibandingkan dengan
rata-rata pertumbuhan penduduk dunia termasuk
di dalamnya akibat meningkatnya urbanisasi dan
perkembangan kota pantai yang pesat.
Sekitar 50-60% penduduk Indonesia tinggal di
kawasan pantai.

41,6 juta penduduk Indonesia

Sumber: (IIED, 2007 dalam Supangat


2009)

tinggal di daerah dengan


ketinggian 10 meter di atas
permukaan air laut
Bagian terbesar merupakan
penduduk kota-kota pantai
dengan kerapatan penduduk
lebih dari dari 1.000/km
yang dijumpai di kota-kota
pantai besar berskala
megapolitan/megacity
seperti Jakarta, Surabaya
dan Semarang.
Kelompok penduduk
Indonesia yang paling rentan
terhadap perubahan yang
terjadi di pesisir seperti
akibat kenaikan permukaan
air laut

Skema Kenaikan Muka Air Laut di Pesisir


(Sumber : Hartadi, 2009)

Dampak Perubahan Iklim terhadap Sektor


Kelautan dan Perikanan (IPCC)
a) kenaikan temperatur air laut,
b)peningkatan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca
ekstrim (badai, siklon),
c) perubahan pola variabilitas iklim alamiah (El-Nino,
La-Nina, IPO) yang menimbulkanbahaya lanjutan
berupa perubahan pola curah hujan dan aliran
sungai dan perubahan pola sirkulasi angin dan arus
laut serta
d) kenaikan muka air laut.

Map of rates of change in sea surface height (geocentric sea level) for the period
19932012 from satellite altimetry
(Figure 1 of the IPCC AR5, Church et al, 2013)

Proyeksi Tinggi Muka Air Laut Global


(IPCC)

Akumulasi Pasang dan Storm surge

Dampak Perubahan Iklim (lanjutan)


pengasaman laut yang mengubah ekosistem laut,

perikanan dan budidaya hasil laut


diperburuk dengan kegiatan penangkapan ikan
yang berlebihan, menghilangnya habitat, dan polusi.
Hal ini menyebabkan peningkatan zona mati di laut
dan peningkatan alga bloom yang membahayakan.
menurunnya ekosistem terumbu karang yang
menyebabkan beberapa potensi perikanan pesisir
runtuh, dan adanya insiden pemutihan karang.

Dampak bagi Masyarakat Pesisir di Indonesia


a) Menurunnya kualitas lingkungan pesisir dan pulau-

pulau kecil akibat erosi pantai, intrusi air laut, dan


pencemaran;
b) Berkurangnya produktivitas perikanan karena
rusaknya ekosistem mangrove dan terumbu karang
akibat kenaikan suhu permukaan air laut dan perubahan
rezim air tanah;
c) Kerusakan lahan budidaya perikanan akibat
penggenangan oleh air laut maupun banjir yang
disebabkan kenaikan muka air laut;
d) Kerusakan rumah dan potensi kehilangan jiwa akibat
kejadian ekstrem seperti badai tropis dan gelombang
tinggi.

Comparison of Methods
Sea Level Rise of Jakarta Bay ( until 2100)
IPCC Total Scenarios for Sea-Level Rise
Cm
200
180
160
140
120
100
80
60
40
20
0
1925 1926

A1B
A2

max

B1

min

B2

1927 1928 1929 1930

1931 1976

1977

1978

1979 1980 1984

1985 1986

1987 1988 1990 2000 2010 2020 2030 2040 2050 2060 2070 2080 2090 2100

Years

Radjawane et al, 2007

Average

Min

A1F1 (high
SLR)
B1 (high SLR)

A1F1 (low SLR)


B1 (low SLR)

Oceanography Research Group


Institut Teknologi Bandung

DIVA
results

Inundation Area and Economic Loss of North Jakarta Coastal Area


due to SLR and Land Subsidence
Averaged inundation
depth 2.11 m

Hadi, 2007

2003

Tanjung Priok
Harbour

Year

Economic
Losses
(US$
billion)

% Losses with respect


to DKI Jakartas GDP in
appropriate year

% Losses with
respect to DKI
Jakartas GDP
2004

2010

0.11

0.17

0.30

2020

0.16

0.17

0.43

2030

0.25

0.18

0.66

2040

0.54

0.26

1.43

2050

0.64

0.22

1.70

Hadi et al, 2006

2050

SELF ADAPTATION
Inundated water inside the house
13

Home pumping system to suck


the inundated water within the
house
Adaptation pattern in Kamal Muara

Purnomo et al 2012

Research Center for Marine and Fisheries SocioEconomics

Elevate the house


14

Build a simple barrier in the terrace


Adaptation pattern in :
- Marunda
- Kalibaru

Adaptation pattern in :
- Marunda
- Muara Angke
- Kamal Muara
- Kalibaru

Purnomo et al, 2012


Research Center for Marine and Fisheries SocioEconomics

SEA LEVEL RISE IN SEMARANG

SLR 2002-2007 : 2.11mm/year


Data collected from Ministry of Public Work

After Lusano,
2010

Land Subsidence Map


using in DEM

Linear rate of land subsidence: 3.93cm/year


Data collected from Ministry of Public Work
After Lusano, 2010

Semarang inundation Area affected by Tides


and Storm (Rob)

Simulation of Tides+
Mitag+Hagibis
Storm in Nov 2007
Hanifah, 2010

Annual Average of
Inundated Height :
50cm

Inundation Projection During HAT (Highest


Astronomical Tide)
Hartadi, 2010
Tidal Prediction 2010-2030

Occur every 18.6 years

Worst Scenario
Sea Level Rise+Land Subsidence+Storm+Highest Tide

Industrial Inundated Area : 321.97


Ha

Housing Inundated Area : 2271.402 Ha

After Lusano, 2010

COASTAL TYPE OF SEMARANG AREA

After Marfai and King, 2007

Physical Coastal Vulnerability Map Semarang


2009 - 2050

After Hartadi, 2010

RELATIVE SEA LEVEL RISE


Sumber: KKP, 2010

TIDAL RANGE
Sumber: KKP, 2010

SIGNIFICANT WAVE HEIGHT


Sumber: KKP, 2010

COASTAL SLOPE
Sumber: KKP, 2010

COASTAL GEOMORPHOLOGY INDEX

Sumber: KKP, 2010

IDENTIFIED SHORELINE EROSION/ACCREATION


Sumber: KKP, 2010

Modified Coastal Vulnerability Index


(Reference: Thieler and Hammar-Klose, 2000; USGS)
Rank

No

VARIABLE

Unit

Very Low

Low

Moderate

High

Very High

(a)

Coastal Slope

>5,0

3,0 5,0

2,0 3,0

1,0 2,0

<1,0

(b)

Mean Tidal
Range

>4,0

2,0 4,0

1,5 2,0

1,0 1,5

<1,0

(c)

Mean Significant
Wave Height

<1,5

1,5 2,0

2,0 2,5

2,5 3,0

>3,0

mm/
year

<0,73

0,73 0,74

0,74 0,75

0,75 0,76

>0,76

Non
quarternary
sediments

Quarternary
Vulcanic
rocks

Quarternary
Sediments

(d) Relative SeaLevel Rise


(e)

Coastal
Geomorphology

(f)

Identified
shoreline
erosion/
accreation

m/
year

(Since the national shoreline erosion/accreation data is not


available, then the this variable is represent by the
geomorphology, coastal slope and significant wave height).

Sumber: KKP, 2010

COASTAL VULNERABILITY INDEX


Sumber: KKP, 2010

INDUNDATION MAP
BY ARCGIS METHOD (Ravelino, 2012)

Sistem Informasi Kerentanan Pesisir


Indonesia Berbasis Geografis
(SI PASIR)
Indonesia Vulnerability based on
Geographical Information System

Riset ini didanai oleh Menristekdikti skema Stranas (PI Ivonne M.


Radjawane) tahun anggaran 2014-2016

SI P A S I R
A site provides information of coastal vulnerability in

Indonesia generally and specific at each province.


The information consist :
- erosion
- tides
- geomorphology
- land cover
- sea level rise
- population density
- slope
- Coastal Vulnerability
Index (CVI)
SI PASIR developed based on geographical information
which integrated with field data, research, and information
provided by Indonesian government and institutions.

Front page
Site can be

accessed at
http://167.205.81.17
2:1111/kerentanan_
pesisir
Scale 1 : 250.000
Map source :
openstreetmap

The site still under


development

ivonne@fitb.itb.ac.id