Anda di halaman 1dari 1

Nikel Titanium

Nikel titanium memiliki elastisitas 41,4 GPa dan kekuatan tarik optimal 1489
MPa. Pada kawat ortodonti yang menggunakan material titanium, komposisinya
adalah kurang lebih 50% nikel dan 50% titanium. Tipe-tipe dari kawat nikel
titanium yang digunakan yaitu:
1. Conventional
Tipe kawat ini dikenalkan ke bidang ortodonti oleh Dr. George Anderson.
Kawat ini memiliki sifat dapat kembali ke bentuk semula, tidak terlalu
kaku, dan memiliki gaya pemberian kepada gigi yang lebih kecil
dibandingkan gaya yang diberikan oleh kawat stainless steel.
2. Pseudoelastic
Kawat ini mempunyai kemampuan untuk bertransformasi pada tegangan
tekanan untuk menjaga gaya aktivasi yang sama. Kawat ini juga mampu
bertransformasi dari fase autensitik (stabil di suhu tinggi) ke fase
martensitik (stabil di suhu rendah) kemudian kembali lagi ke fase
autensitik. Hal ii menyebabkan kawat memiliki longer period daripada
kawat conventional ketika diberikan gaya.
3. Thermoelastic
Kawat ini memilki sifat bisa bertransformasi di suhu mulut untuk
menghasilkan fase autensitik. Kemudian kawat ini juga bisa mengalami
distorsi di temperatur rendah dan mengalami induksi termal untuk kembali
ke fase autensitik.
Sumber:
Bishara, Samir E. 2001. Textbook Of Orthodontics. Iowa: WB Sanders Company.