Anda di halaman 1dari 14

Training Plaxis - Geoteknik

PLAXIS UNTUK TINGKAT PEMULA SAMPAI MENENGAH

Durasi : 24 Jam (12 x 2 Jam)

PLAXIS dimaksudkan sebagai alat bantu analisis untuk digunakan ahli geoteknik yang tidak harus
menguasai metode numerik. Umumnya para praktisi menganggap bahwa perhitungan dengan metode
elemen hingga yang non-linier adalah sulit dan menghabiskan banyak waktu. Tim riset dan
pengembangan PLAXIS menjawab masalah tersebut dengan merancang prosedur-prosedur
perhitungan yang handal dan baik secara teoritis, yang kemudian dikemas dalam suatu kerangka
yang logis dan mudah digunakan.

Penggunaan PLAXIS

PLAXIS dapat digunakan untuk melakukan permodelan dan analisis semua permasalahan geoteknik
seperti slope stability, seepage, dan konsolidasi. Selain itu PLAXIS juga dapat memodelkan dan
menganalisis struktur geoteknik dan interaksi tanah dengan struktur seperti pondasi dangkal, pondasi
dalam, dinding penahan tanah, angkur (anchor), dan sebagainya.

Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan PLAXIS adalah pengguna harus menguasai teori dan
konsep mengenai mekanika tanah dan rekayasa pondasi. Hal ini sangat penting karena PLAXIS akan
tetap melakukan kalkulasi dan keluaran (output) meskipun data yang dimasukkan (input) tidak benar.

Secara garis besar tahapan permodealan dan analisis menggunakan PLAXIS terdiri dari :

1. General Setting

2. Geometry

3. Material Properties

4. Initial Condition

5. Calculation

Materi Training Plaxis


Pada Pelatihan program PLAXIS ini materi yang akan diajarkan diambil dari beberapa kasus
yang sering terjadi di bidang geoteknik, materi tersebut meliputi 5 bab training sbb:
1. Pengantar Soil parameter dan penyelidikan tanah dilapangan
2. Pemodelan plaxis untuk konstruksi tanggul sungai (menentukann Faktor Keamanan dan
kemiringan timbunan)
3. Penggalian tunnel dibawah permukaan air dengan menggunakan sheet pile.
4. Timbunan untuk untuk konstruksi jalan diatas tanah lunak

5. Analisis stabilitas dinding penahan tanah pada tanah lunak

BAB 1 PENDAHULUAN
1

Investigasi Tanah dengan Sondir dan Korelasinya

Investigasi Tanah dengan N-SPT Test dan Korelasinya

Korelasi Properties Tanah Yang Sering Digunakan

Latihan 1 : Tentukan Parameter kekuatan tanah dari data hasil N-SPT

Latihan 2 : Tentukan Parameter kekuatan tanah dari data hasil Sondir

BAB 2KONSTRUKSI TANGGUL DIATAS SUNGAI


Tujuan :
1. analisa plain strain
2. bisa menggambar model dengan baik
3. membuat material tanah yang digunakan
4. menggambar dan menganalisa permukaan air yang fituktuaftif
5. menentukan FK dan tanggul
BAB 3TIMBUNAN JALAN DIATAS TANAH LUNAK
Langkah-Langkah Dalam Analisa Plaxis
1. Pemodelan Geometri
2. Pembuatan parameter Tanah
3. Pemasukan Parameter Tanah Kedalam Model Geometri
4. Penentuan kondisi awal
5. Stage Construction
6. Hasil Analisis

BAB 4GALIAN TANAH DIBAWAH PERMUKAAN AIR


BAB 5ANALISA STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH
Tujuan :
Memahami studi kasus yang terjadi pada dinding penahan tanah
Membuat geotextile dan aplikasinya pada pemodelan
Aplikasi Beban Lalulintas
Melihat gaya-gaya dalam yang terjadi pada Tiang dan beam element
Penjelasan singkat materi modul pelatihan plaxis sbb :

A. SOIL PARAMETER :
Pada bagian ini akan dipelajari penyelidikan tanah dilapangan yang sering digunakan untuk
mendesain dalam bidang geoteknik, umumnya penyelidikan tnaha yang digunakan adalah DCPT
atau sondir dan N-SPT test, materi yang dipelajari pada bagian ini adalah :
1. Sondir test
2. Penentuan jenis tanah (clay, sand, silt) dari data sordir
3. Penentuan kekutan tanah (c, ) dari data sordir
4. N-SPT test
5. Penentuan kekuatan tanah (c, ) dari data N-SPT

Parameter tanah yang sering digunakan untuk intrepetasi data lapangan

B. KONSTRUKSI GALIAN DI BAWAH MUKA AIR


Latihan ini membahas tentang suatu konstruksi galian yang dilakukan di dekat sungi. Penggalian
dilakukan untuk melakukan kontruksi suatu terowongan berupa pemasangan segmen-segmen
terowongan yang telah difabrikasi sebelumnya. Penggalian akan selebar 30 m dan kedalaman
final adalah 20 m. terowongan tersebut memanjang dalam arah longitudinal pada jarak yng
cukup panjang, sehingga model regangan bidang dapat digunakan. Sisi-sisi galian didukung oleh
dinding-dinding diafrgma sedalam 30 m, yang didukung oleh penyangga horizontal setiap
interval 5.0 m. Beban permukaan yang bekerja sepanjang galian juga diperhitungkan. Beban
bekerja mulai dari jarak 2.0 m hingga 7.0 m dari dinding diafragma sebesar 5 Kn/m/m.

C. KONSTRUKSI TANGGUL SUNGAI


Elevasi muka air yang bervariasi dapat bekerja pada tanggul sungai. Perubahan muka air dan
perubahan ditribusi tekanan air pori akan mempengruhi stabilitas dari tanggul. PLAXIS dapat
digunakan untuk melakukan analisis dari pengaruh perubahan tekanan air pori terhadap deformai
dan stabilitas dari struktur goeteknik. Fitur ini akan digunakan disini untuk mempelajari perilaku
tanggul sungai saat terjadi peningkatan muka air sungai. Permasalah khusus yang berhubungan
dengan situasi seperti ini adalah kemungkinan terjadinya gaya angkat (uplift) pada tanah

dibelakang tanggul yang lebih rendah dari permukaan air. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa
lapisan tanah lunak yang ringan tidak dapat menahan tekanan air pori yng meningkat pada
lapisan pasir yang permeabel dibawahnya. Efek ini dapat mereduksi stabilitas dari tanggul.

D. KONSTRUKSI TIMBUNAN UNTUK JALAN


Konstruksi suatu timbunan diatas tanah lunak dengan elevasi muka air tanah yang tinggi akan
menyebabkan peningkatan tekanan air pori. Akibat perilaku tak terdrainase ini, maka tegangan
efektif akan tetap rendah sehingga diperlukan rentang waktu konsolidasi tertentu agar timbunan
dapat dikonstruksi dengan aman. Selama proses konsolidasi tekanan air pori ekses akan
terdisipasi ehingg tanah dapat memperolrh kuat geser yang cukup agar proses konstruksi dapat
dilanjutkan.

E. KONSTRUKSI DINDING PENAHAN TANAH DI TANAH LUNAK


Pada kasus ini hal yang akan dipelajari adalah:
Memahami studi kasus yang terjadi pada dinding penahan tanah
Membuat geotextile dan aplikasinya pada pemodelan
Aplikasi Beban Lalulintas
Melihat gaya-gaya dalam yang terjadi pada Tiang dan beam element

Model Geometeri Struktur


Sehubungan dengan adanya tanah lunak yang cukup dalam, maka dalam prencanaan perlu
disimulasikan pentahapan pelaksanaan konstruksi. Setiap tahapan tersebut dilakukan analisa
stabilitas local maupun stabilitas global terhadap terjadinya kelongsoran yang nantinya akan
mempengaruhi struktut retaining wall.

Soil Material
Penentuan material yang digunakan untuk pemodelan struktur

Tahapan Konstruksi
Tahapan Konstruksi yang digunakan adalah:

Pada stage 1 ini dilakukan Penggalian awal untuk pembuatan retaining wall, dalam penggalian
ini dibuat jarak tertentu agar kelongsoroan pada slope tidak mempengaruhi stabilitas lereng
secara global. Dan jarak ini juga berfungsi agar kelongsoran pada daerah yang digali bersifat
local.
Pada stage 2, penggalian pertama dilanjutkan hingga lapisan mudstone, untuk kemiringan dari
penggalian pertama ini dibuat sedemikian rupa agar kelongsoran yang terjadi tidak terlalu besar.
Dan peluang terjadinya kelongsoran akibat galian pada tahap kedua ini ditampilkan pada gambar
berikut:
Stage 3 : Pemasangan Gabion & Penimbunan dengan Scorea
Setelah penggalian kedua selesai, langkah selanjutnya yaitu pemasangan gabion, pemasangan
gabion ini berfungsi sebagai dudukan ujung slab bawah dari retaining wall. Selain itu, gabion ini
juga berfungsi sebagi perkuatan tanah sehingga bidang longsor yang akan menggulingkan
retaining wall akan tertahan oleh gabion ini.
Stage 4 : Penimbunaan akhir dengan Tanah merah
Final stage : Kondisi layan

Ilustrasi Tahapan Konstruksi

Pada kondisi final stage ini beban yang bekerja pada tunnel adalah beban dari kendaraan yang
akan melakukan dumping diatas retaining wall ini, beban kendaraan ini diambil sebesar 22 kPa

Anda mungkin juga menyukai