Anda di halaman 1dari 14

KOMPOSISI DARAH

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Hematologi

Disusun Oleh
Milla Eka Fitriani (3315010)
Nika Dwi Ambarwati (3315002)
Sri Wulan Nugrahaeni (3315006)

PROGRAM STUDI DIII ANALIS KESEHATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN RAJAWALI
BANDUNG
2016

Darah .

Komposisi Darah di dalam tubuh terdiri atas :


Plasma sebanyak 55%
Sel darah 45% , yg terdiri dari : sel darah merah/eritrosit .
sel darah putih/leukosit, seldarah pembeku/trombosit
Peranan Darah :
Volume darah dalam tubuh sebanyak 7%-8% dari berat badan
( 5-6 liter )
Fungsi darah dalam tubuh :
Darah melakukan berbagai fungsi dalam tubuh manusia. Kita
daftar mereka ke bawah di sini:
Sebagai alat transportasi : Mengangkut oksigen ,
karbodioksida , nutrien dan sisa metabolisme di dalam
tubuh .
Sebagai alat komunikasi : Mengalirkan hormon dari kelenjar
buntu ( endokrin ) ke jaringan sasaran
Sebagai alat pertahanan tubuh : Membawa antibodi dan sel
darah putih untuk melawan infeksi / benda asing
Mengatasi perdarahan : Mengandung faktor pembekuan
darah dan sel darah pembeku
Mengatur suhu tubuh
Plasma Darah :
Komposisi Plasma Darah
Plasma Darah adalah bagian cair darah berwarna kuning. 92%
terdiri dari air dan sisanya 8% terdiri dari protein plasma. Hal ini
sebagian besar terdiri dari protein terlarut, ion mineral, glukosa,
faktor pembekuan dan karbon dioksida. Ini beredar nutrisi
terlarut (asam amino, asam lemak dan glukosa) dan menghapus
produk limbah (karbon dioksida, asam laktat dan urea) dari
tubuh. Komponen lain dari plasma darah albumin, partikel
lipoprotein serum, imunoglobulin, elektrolit, dll

Memiliki warna jernih kekuning-kuningan ( terletak dibagian


atas dari darah yg mengendap ) kadang kuning keruh bila
mengandung banyak lemak
95% plasma terdiri atas garam & air
Memiliki pH 6,8-7,7
Berisi molekul kecil dari nutrien ( karbohidrat , lemak ,
protein ) vitamin , mineral , faktor pembekuan , dan sisa
metabolisme
-karbohidrat berupa glukosa
-molekul lemak , misal : Chylomicron
-cholestrol , trigliserida , HDL cholestrol , LDL Cholestrol
Molekul protein misalnya albumin & globulin
( imunoglobulin , Ig A, Ig M, Ig G , Ig D , Ig E )
Sisa metabolisme misalnya ureum , creatinin , asam
urat dl.
Enzim : Enzim sel hati SGOT , SGPT , jantung CKMD ,
thyroid T3 T$, enzim
pencernaan ALP
Plasma yg sudah kehilangan faktor pembekunya
( fibrinogen ) disebut serum

Sel Darah Merah


Sel darah merah juga dikenal sebagai eritrosit. Mereka
merupakan 45% dari volume darah. Mereka mengandung
hemoglobin, yang membuat berwarna merah darah. Sel darah
merah diproduksi dalam sumsum tulang dan mereka memiliki
siklus hidup 100-120 hari. Eritrosit matang yang cekung ganda
dan fleksibel, kekurangan inti sel dan organel. Fungsi prinsipnya
adalah untuk memberikan oksigen ke jaringan tubuh yang
berbeda.

Disebut Eritrosit ( red blood cells)


Cakram biconcave ( cekung tengahnya )
Bersifat fleksibel
Tidak berinti
Ukuran : diameter 6-9mikron
Jumlah di dalam tubuh : 4,8-5,4 juta/mm3

Mengandung hemoglobin 34% yg berfungsi membawa


oksigen dari paru- paru ke jaringan dan karbondioksida
dari jaringan ke paru-paru
kadar HB 14-16 g/dL

Berikut adalah ciri-ciri sel darah merah :


1.

Tidak memiliki nukleus (inti sel)

Keabsenan inti sel bertujuan agar memberikan ruang yang


lebih banyak bagi senyawa hemoglobin dengan demikian,
senyawa hemoglobin akan semakin banyak. Semakin banyak
hemoglobin maka semakin banyak oksigen yang akan diikat.
Keabsenan nukleus menyebabkan eritrosit kehilangan
kemampuan bereproduksi. Sehingga pembentukan dan
penghancuran eritrosit diatur oleh sel lain. Eritrosit memiliki
masa hidup selama 120 hari.
2.

Tidak memiliki mitokondria

Mitokondria ialah organel sel yang berfungsi sebagai tempat


respirasi seluler yang menggunakan senyawa oksigen.
Keabsenan mitokondria pada sel darah merah menyebabkan
penyedian ATP (energi) pada sel darah merah diperoleh
melalui jalur anaerobik (tanpa oksigen). Hal ini sangat
menguntungkan, karena oksigen yang diikat oleh sel darah
merah tetap dalam jumlah yang maksimal (tidak berkurang),
karena tidak digunakan oleh sel darah merah itu sendiri.
3.

Ukuran sel kecil

Penyesuain lainnya yaitu ukuran sel darah merah sangat kecil,


sel darah merah memiliki diameter sekitar 12m (1= 106m). Dengan ukuran yang sangat kecil ini akan
memaksimalkan pengikatan oksigen. Semakin kecil ukuran sel
darah merah maka semakin besar total luas permukaan sel
darah dalam volume darah sehingga akan semakin banyak
oksigen yang dapat diangkut.
4.

Berbentuk cakram bikonkaf

Sel darah merah memiliki bentuk bikonkaf, mencekung pada


bagian tengah yang membuat luas permukaan sel darah
merah meningkat.

5.

Berwarna merah-Memiliki hemoglobin

Eritrosit atau sel darah merah dinamakan berdasarkan warna


yang muncul. Warna ini dipengaruhi oleh pigmen hemoglobin.
Hemoglobin (Hb) merupakan protein pengikat oksigen yang
mengandung besi. Selain dengan oksigen, Hb memiliki afinitas
yang tinggi terhadap senyawa CO. Sehingga akan berbahaya
bila suatu udara mengandung CO dalam konsentrasi yang
tinggi. Hal ini akan menyebabkan tubuh keracuan, disusul
dengan kematian. Hb juga mampu berikatan dengan NO.
Ikatan NO-Hb tidak mengganggu pengikatan oksigen,
sebaliknya ini akan menguntungkan. Senyawa NO dapat
merelaksasikan dinding kapiler yang akan mempermudah
pengiriman oksigen ke dalam sel.

Sel Darah Putih


WBCs atau sel darah putih dikenal sebagai leukosit. Mereka
membuat 1% volume total darah. Leukosit adalah sel dari sistem
kekebalan tubuh yang memberikan perlindungan bagi tubuh dari
partikel asing dan penyakit menular. Mereka berasal dari sel
stem hematopoietik. Leukosit diklasifikasikan sebagai granulosit
dan agranulocytes. Sel granulosit meliputi neutrofil, basofil dan
eosinofil, sedangkan sel agranulocytes adalah limfosit, monosit
dan makrofag. Hitungan leukosit dalam darah merupakan faktor
penting untuk fungsi normal tubuh.

Disebut leukocye ( white blood cells )


Bersifat amoboid
Berinti
Macam sel darah putih : granulocyte , lympocyte ,
monocyte
Ukuran : diameter bervariasi 5-15 mikron
Jumlah : 4000-11000/mm3
Alat pertahanan tubuh atau kekebalan terhadap benda
asing , infeksi mikroorganisme , virus dll

Ciri-ciri sel darah putih yaitu:


1.

Memiliki inti sel dan organel lainnya

Berbeda dengan sel darah merah, sel darah putih memiliki inti
dan beberapa organel lainnya (mitokondria, ribosom, badan
golgi, dan retikulum endoplasma) yang tidak dimiliki oleh red
blood cells. Sehingga, sel darah putih memiliki kemampuan
untuk bereproduksi (memperbanyak sel), menyintesis protein,
serta melakukan respirasi secara aerobik (menggunakan
oksigen). Hal ini akan menunjang kebutuhan leukosit yang
memiliki metabolisme yang tinggi dalam perlawanan infeksi. Sel
leukosit akan bertambah jumlahnya jika terjadi serangan pada
tubuh. Demam, merupakan mekanisme alami tubuh ketika
terjadi infeksi, pada saat ini leukosit akan menambah jumlahnya
guna memaksimalkan sistem pertahanan.
2.

Memiliki kemampuan Diapedesis

Berfungsi sebagai penjaga ketahanan tubuh serta melawan dan


menyerang infeksi. Oleh karena itu, leukosit tidak menetap di
dalam sirkulasi peredaran darah. Sel darah putih menghabiskan
sebagian besar waktunya di luar sistem peredaran darah,
berpatroli di jaringan tubuh dan sistem limfatik dimana proses
pertempuran melawan infeksi terjadi. Leukosit keluar dari
jaringan kapiler dengan menerobos diantara sel endotel dan
masuk ke dalam jaringan ikat. Kemampuan yang dimiliki sel
darah putih bermigrasi dengan menembus jaringan disebut
diapedesis (dia, melalui + pedesis, menghilang).
3.

Bersifat fagositik

Dalam rangka melawan dan menyerang invasi patogen yang


masuk, leukosit mampu memakan patogen tersebut dan akan
dihanculkan di dalam sel leukosit (fag, makan + sit, sel).
Dibawah ini merupakan fungsi dari sel darah putih adalah:
- Sel darah putih berguna untuk menghancurkan serta
menangkap organisme hidup.
- Memiliki enzim yang bisa memecah protein yang dapat
merugikan tubuh dengan menghancurkan serta membuangnya.
- Sel darah putih berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh
sehingga tidak mudah diserang berbagai macam penyakit.
- Dapat menghilangkan benda-benda lain contohnya seperti
kotoran, serpihan-serpihan dan lainnya.

- Sel darah putih berguna dalam menghadang darah yang


sedang terkena infeksi.

Berdasarkan ada atau tidaknya granula di dalam plasma, leukosit di


kelompokkan menjadi:

Leukosit Granulosit (leukosit bergranula)


Granulosit yaitu leukosit yang mempunyai granula spesifik dan berinti besar, yang
dalam keadaan hidup berupa tetesan setengah cair, dalam sitoplasmanya dan
mempunyai bentuk inti yang bervariasi. Terdapat tiga jenis leukosit granuleryaitu
neutrofil, basofil,dan asidofil (atau eosinofil) yang dapat dibedakandengan afinitas
granula terhadap zat warna netral, basa dan asam.
(1) Neutrofil

Neutrofil adalah Sel darah putih yang berjumlah 50-60% dalam darah yang
merupakan kelompok granulosit karna memiliki butiran halus (granula). Neutrofil

juga diakatakan sebagai polymorphonuclear dikarenakan selnya memiliki bentuk


yang aneh. dan memiliki 3 inti sel. Neutrofil adalah sel yang paling pertama
menghadang dan melawan bakteri, virus dan benda asing lainnya yang berperan
dalam proses peradangan. Dari sifat fagosit yang dimilikinya, neutrofil menyerang
dengan menggunakan serangan respiratori yang memakai berbagai macam
substansi yang mengandung hidrogen peroksida, oksigen radikal bebas,
hipoklorit.
Neutrofil diproduksi dalam sumsum tulang dengan hasil produksi neutrofil sekitar
100 milliar neutrofil dalam sehari, dan akan meningkat menjadi sepuluh kali lipat
jika terjadi inflamasi kuat. Setelah keluar dari sumsum tulang, akan mengalami 6
tahap morgolis, yakni mielocit, metameolocit, neutrofil non segmen (band),
neutrofil segmen
a). Fungsi Neutrofil

Menanggapi mikroba
Antibiotik dalam tubuh
Berfungsi dalam proses peradangan
Menghancurkan mikro organisme dan benda asing dengan memakannya
atau fagositosis
Sebagai sel pertahanan tubuh dalam melawan infeksi
Membantu menghapuskan stimulus yang berbahaya penyebab matinya sel
(nekrosis).
Membuat daerah yang kekurangan racun

b). Ciri-Ciri Neutrofil

Mempunyai 3 inti sel


Berjumlah 50-60% dalam darah
Sebagai polymorphonuclear
Merupakan kelompok granulosit.
Bersifat fagosit
Hasil produksi neutrofil sekitar 100 milliar neutrofil dalam sehari
Neutrofil berukuran sekitar 8 mm
Memiliki waktu hidup sekitar 6-20 jam

(2) Eosinofil, eosinofil

Eosinofil adalah sel darah putih berjumlah 7% dari dalam sel darah putih dan
mengalami peningkatan terkait dengan adanya asma, alergi dan demam. Eosinofil
memiliki diameter 10 hingga 12 mikrometer. Eosinofil merupakan kelompok dari
granulosit yang bertugas dalam melawan parasit yang memiliki jangka waktu 8
hingga 12 hari. Eosinofil memiliki sejumlah zat kimiawi seperti ribonuklease,
histamin, lipase, eosinofil peroksidase dan deoksribonuklease serta beberapa
macam asam amino.
a). Fungsi Eosinofil

Mencegah alergi
Menghancurkan antigen antibodi
Berfungsi dalam menghancurkan parasit-parasit besar
Berperan dalam respon alergi

b). Ciri-Ciri Eosinofil

Mempunyai nukleus dengan jumlah dua lobus


Bersifat fagosit dan bersifat asam
Biasanya berwarna merah
Berbentuk mirip seperti bola, dengan berukuran 9 mm dalam segar
Memiliki diamter 10-12 mikrometer
Mempunyai jangka waktu hidup dengan 8 sampai 12 hari
Dibentuk di sumsum tulang
Granula kasar dan padat
Inti berada ditengah

(3) Basofil

Basofil adalah sel darah putih yang berjumlah 0,01-0,03% dari tubuh kita. Basofil
memiliki banyak granula sitoplasmik dengan jumlah dua lobus. Basofil
merupakan kelompok dari granulosit yang dapat bergerak keluar menuju ke
jaringan tubuh tertentu. Basofil akan bekerja disaat adanya reaksi alergi pada
tubuh dengan mengeluarkan histamin, sehingga pembuluh darah menjadi besar.
Jumlah basofil akan bertambah banyak atau meningkat jika meningkatnya jumlah
alergi. Bertambah banyak jumlah basofil disebut dengan basofilia.
a). Fungsi Basofil

Basofil berfungsi memberi reaksi antigen dan alergi dengan mengaktifkan


atau mengeluarkan histamin sehingga terjadi peradangan\
Mencegah adanya penggumpalan dalam pembuluh darah
Membantu dalam memperbaiki luka
Memperbesar pembuluh darah

b). Ciri-Ciri Basofil

Bersifat fagosit, dan basa


Basofil biasanya berwarna biru
Berbentuk U dan berbintik-bintik
Basofil berdiameter sekitar 12-15 mikrometer
Berjumlah 0,01-0,3% pada sel darah putih
Granula yang kasar
Inti yang tidak bersegmen
Basofil dibentuk di sumsum tulang

Leukosit Agranulosit (leukosit tidak bergranula)


Agranulosit Yang tidak mempunyai granula spesifik, sitoplasmanya
homogendengan inti bentuk bulat atau bentuk ginjal. Terdapat dua jenis
leukositagranuler yaitu limfosit (sel kecil, sitoplasma sedikit) dan monosit (sel
agak besar mengandung sitoplasma lebih banyak).
(1) Limfosit

Limfosit adalah sel darah putih berjumlah 20-25% dalam tubuh yang merupakan
jumlah terbanyak kedua setelah neutrofil. Limfosit dibentuk di dalam sumsum
tulang dan di limfa. Limfosit juga dibagi menjadi dua macam yakni limfosit kecil
dan limfosit besar. Hasil dari produksi limfosit 1 kubik kurang lebih 8000 sel
darah putih. jika sel tersebut mengalami peningkatan atau bertambah banyak maka
akan menyebabkan penyakit leukimia atau kanker darah. Limfosit terbagi atas 6
jenis yakni Limfosit B, Sel T Helper, Sel T sitotoksit, Sel T memori, dan Sel T
Supresor. Limfosit B memproduksi antibodi, Sel T Helper mengaktifkan dan
mengarahkan sistem kekebalan tubuh mikroorganisme, Sel T Sitotoksit
mengeluarkan bahan kimia dalam menghancurkan patogen, Sel T memori sistem
kekebalan tubuh dalam mengetahui patogen tertentu. Sel T Supresor untuk
melindungi sel normal tubuh.
a). Fungsi Limfosit

Menghasilkan antibodi
Mengaktifkan sistem kekebalan tubuh
Mengeluarkan bahan kimia dan menghancurkan patogen
Melindungi sel normal tubuh
Mengetahui patogen tertentu
Berubah menjadi antibodi (sel Plasma)
Melawan kanker

b). Ciri-Ciri Limfosit

Limfosit berjumlah 20-25% dari keseluruhan sel darah putih


Dibentuk di dalam sumsum tulang dan limfa
Berinti sel satu
Tidak dapat bergerak dengan leluasa
Memiliki warna biru pucat
Berbentuk oval/bulat,
Tidak bergranula dan tidak motil

(2) Monosit

Monosit adalah sel darah putih yang berjumlah 1-3% dalam tubuh kita yang
merupakan baris kedua pertahanan tubuh kita terhadap infeksi bakteri dan benda
asing. Monosit adalah bagian dari kelompok sistem kekebalan tubuh kita yang
tidak mempunyai butiran halus dalam sel (granula). Dalam melawan infeksi
bakteri dan benda asing, monosit dapat melawan walaupun ukuran bakteri dan
benda asing lebih besar dengan memakannya.

Monosit beredar dalam darah sekitar 300-500 mikroliter darah yang diproduksi
didalam sumsum tulang manusia dan menyerbar keseluruh tubuh dalam 3 hari
dengan masuk ke jaringan tubuh tertentu yang mengalami pematangan menjadi
makrofag yang berfungsi sebagai kekebalan tubuh. Peningkatan jumlah monosit
disebut dengan monositosis, yang dapat dijumpai pada penyakit seperti parotitis,
herpes zoster, mononucleosis, infeksiosa, toksoplasmosis, hemolitik, arthrithis,
dan masih banyak lagi.
a). Fungsi Monosit

Menghancurkan sel-sel asing

Mengangkat jaringan yang telah mati


Membunuh sel-sel kanker
Pembersih dari fagositosis yang dilakukan neutrofil
Meransang jenis sel darah putih yang lain dalam melindungi tubuh
Menunjukkan perubahan dalam kesehatan pasien dengan banyak
sedikitnya monosit dalam tubuh.

b). Ciri-Ciri Monosit

Berjumlah 1-10% dalam sel darah putih


Mempunyai waktu hidup yang lebih lama dari neutrofil
Memiliki sifat fagosit dan motil dengan inti bulat
Monosit dapat bergerak atau berimigrasi dengan cepat
Memiliki bentuk yang persis sama dengan kacang
Beredar dalam darah sekitr 300-500 mikroliter
tidak mempunyai butiran halus dalam sel (granula).

Sel Darah Pembeku (Trombosit)


Platelet juga dikenal sebagai trombosit. Mereka berasal dari sel
prekursor yang dikenal sebagai megakariosit dan tanpa inti.
Umur trombosit adalah 5-9 hari. Fungsi yang paling penting dari
trombosit adalah pembekuan darah atau penggumpalan darah.
Jika jumlah trombosit dalam darah rendah, mereka menyebabkan
perdarahan yang berlebihan sementara efeknya hanya
membalikkan jika jumlah lebih dari biasanya. Mereka juga
merupakan sumber faktor pertumbuhan alami.

Disebut Thrombocyte ( plateles )


Berupa serpihan
Tak berinti
Ukuran diameter rata-rata 3 mikron
Jumlah : 150000-350000/mm3
Fungsi dari sel daah pembeku yaitu menghentikan
pendarahan pada jaringan
Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Trombosit yang
pecah akan mengeluarkan enzim trombokinase (pengaktif protrombin).
Enzim ini akan mengubah protrombin menjadi thrombin dengan bantuan
kalsium dan vitamin K. kemudian trombin akan merangsang fibrinogen
untuk menghasilkan benang- benang fibrin. Kumpulan benang ini akan
membentuk struktur seperti jala yang dapat menjaring sel merah sehingga

tidak keluar dari pembuluh darah yang terluka. Seraca singkat, proses
pembekuan darah dapat digambarkan sebagai berikut :

Umur Sel Darah :


1.Sel Darah Merah ( Erythrocyte ) :
Lama hidup :100 - 120 hari ( setelah keluar dari stem cell )
Sisa sel darah merah didaur ulang oleh limpa & hati
2.Sel Darah Putih ( Leukocyte ) :
Lama hidup : 18 - 36 jam ( setelah keluar dari stem cell )
Khusus memory cell : Hidup bertahun-tahun / puluhan tahun misalnya
sehabis vaksinasi / infeksi organisme tertentu
Tersebar ke seluruh jaringan
3. Sel Darah Pembeku ( Thrombocyte ) :
Lama hidup : 7 - 10 hari
Sisa sel darah pembeku dikeluarkan melalui limpa & hati