Anda di halaman 1dari 7

HUBUNGAN AIR DAN TANAH (KAPILARITAS, DIVUSIVITAS, PERMEABILITAS)

RELATIONSHIP OF WATER AND SOIL ( CAPILLARITY , DIVUSIVITAS ,


PERMEABILITY )

Oleh/By:

DARIANTO
201510320311049

ABSTRAK
Penelitian untuk memperoleh informasi tentang hubungan air dan tanah. Pada praktikum kali ini kita memiliki
tujuan mengetahui metode pengukuran dan perhitungan kapilaritas tanah , dan pada divusivitas tujuanya untuk
mengetahui metode pengukuran dan penghitungan divusifitas tanah di laboratorium , dan pada permeabilitas
bertujuan untuk mengetahui pengukuran dan penghitungan permeabilitas tanah jenuh di laboratorium. Dan dari hasil
tersebut dapat diketahui bahwa kapilaritas tanah yaitu tinggi maksimum yang dapat dicapai oleh kenaikan
kapilaritas dan kecepatan kenaikan air untuk mencapai ketinggian maksimal ini pada tanah agak lambat sehingga
tinggi maksimumnya cepat tercapainya . Pada divusivitas jika air bebas diberi kesempatan merambat ke dalam
kolom tanah yang mendatar , yang seragam baik struktur ,berat volum (BV) maupun tingkat kekeringan nya maka
akan terdapat hubungan yang erat antara jarak rambatan,kecepatan dan waktu yang diperlukan untuk mencapai jarak
tersebut. Pada permeabilitas semakin cepatnya air merambat ke dalam tanah di pengaruhi oleh tingkat kepadatan
tanah dan tekstur bahan yang ada di dalam tanah.

PENDAHULUAN
Tanah adalah bagian yang terdapat
pada kerak bumi yang tersusun atas mineral dan
bahan organik. Tanah merupakan salah satu
penunjang yang membantu kehidupan semua
mahluk hidup yang ada di bumi. Tanah sangat
mendukung terhadap kehidupan tanaman yang
menyediakan hara dan air di bumi. selain itu,
Tanah juga merupakan tempat hidup berbagai
mikroorganisme yang ada di bumi dan juga
merupakan tempat berpijak bagi sebagian
mahluk hidup yang ada di darat. Dari segi
klimatologi , tanah memegang peranan penting
sebagai penyimpan air dan mencegah terjadinya
erosi. Meskipun tanah sendiri juga bisa tererosi.
Tanah adalah lapisan permukaan bumi
yang secara fisik berfungsi sebagai tempat
tumbuh & berkembangnya perakaran penopang
tegak tumbuhnya tanaman dan menyuplai
kebutuhan air dan udara; secara kimiawi
berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara
atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik
sederhana dan unsur-unsur esensial seperti: N, P,
K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl); dan secara
biologi berfungsi sebagai habitat biota
(organisme) yang berpartisipasi aktif dalam
penyediaan hara
tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh,
proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara
integral mampu menunjang produktivitas tanah
untuk menghasilkan biomass dan produksi baik
tanaman pangan, tanaman obat-obatan, industri
perkebunan, maupun kehutanan.
Tanah terbentuk dari proses pelapukan
batuan yang dibantu oleh organisme membentuk
tekstur unik yang menutupi permukaan bumi.
proses pembentukan tanah ini akan membentuk
lapisan-lapisan yang menutupi seluruh
permukaan bumi. lapisan-lapisan yang terbentuk
memiliki tekstur yang berbeda dan setiap lapisan
juka akan mencerminkan proses-proses fisika,
kimia dan biologi yang telah terjadi selama

proses pembentukannya. Hans Jenny (18991992), seorang pakar tanah asal Swiss yang
bekerja di Amerika Serikat, menyebutkan bahwa
tanah terbentuk dari bahan induk yang telah
mengalami modifikasi/pelapukan akibat
dinamika faktor iklim, organisme (termasuk
manusia), dan relief permukaan bumi (topografi)
seiring dengan berjalannya waktu.
Berdasarkan dinamika kelima faktor tersebut
terbentuklah berbagai jenis tanah dan dapat
dilakukan klasifikasi tanah.
Struktur tanah merupakan karakteristik
fisik tanah yang terbentuk dari komposisi antara
agregat (butir) tanah dan ruang antaragregat.
Tanah tersusun dari tiga fase: fase padatan, fase
cair, dan fase gas. Fasa cair dan gas mengisi
ruang antaragregat. Struktur tanah tergantung
dari imbangan ketiga faktor penyusun ini. Ruang
antaragregat disebut sebagai porus (jamak pori).
Struktur tanah baik bagi perakaran apabila pori
berukuran besar (makropori) terisi udara dan
pori berukuran kecil (mikropori) terisi air. Tanah
yang gembur (sarang) memiliki agregat yang
cukup besar dengan makropori dan mikropori
yang seimbang. Tanah menjadi semakin liat
apabila berlebihan lempung sehingga
kekurangan makropori.

BAHAN DAN METODE


TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Praktikum kali ini di laksanakan di
laboratorium Agroteknogi Universitas
muhammadiyah malang pada pukul 16.00
WIB pada tanggal
BAHAN DAN ALAT
Bahan dan alat yang di gunakan dalam
praktikum kapilaritas yaitu kertas millimeter

berangka, pipa pipa kaca, kain kasa, karet

Kelima baca ketinggian kenaikan kapiler

gelang, air dan tanah.

pada satuan millimeter setiap 10 menit.

Bahan dan alat yang di gunakan dalam

Tahapan divusifitas tanah yaitu : yang

praktikum divusivitas yaitu kolom kaca,

pertama menyumbat kolom kaca dengan

karet gelang, kapas, tanah kering,pipa kaca,

karet yang telah dilubangi tengahnya dan

air.

diberi kapas ,kedua mengisi kolom kaca

Sedangkan alat dan bahan yang di gunakan

tersebut dengan tanah kering angin diameter

dalam praktikum permeabilitas tanah yaitu

< 2 mm dan ketuk-ketukan beberapa kali

kolom kaca, karet gelang, tanah kering, air.

sampai tanah nya mantap ,ketiga


menyumbat ujung satunya dengan
penyumbat karet yang telah dilubangi

PROSEDUR PRAKTIKUM

tengah nya yang telah diberi kapas dan

TAHAPAN KEGIATAN

penyampung pipa kaca , keempat meletakka

Tahapan kegiatan praktikum kapilaritas


tanah yaitu pertamaletakkan kertas
millimeter berangka pada pipa-pipa kaca
sebagai penera tinggi kenaikan kapiler.
Kedua bungkus bagian bawah pipa-pipa
kaca dengan kain kasa dan di ikat dengan
karet. Yang ketiga isi pipa kaca dengan
tanah kerig angin <2mm dari sedikit demi
sedikit kemudian di ketukkan beberapa kali
sampai ketinggian mencapai 120cm. yang ke
empat kolom tanah tersebut kemudian di
masukkan pada bak air secara perlahan

kolom tanah secara mendatar dan tempelkan


kertas blok millimeter yang sudah diberi
skala , kelima menyambungkan pipa kaca
berisi tanah ketandon air kemudian alirkan
lah air hingga air tersebut akan merambat
kekolom tanah , keenam mengamati
perambatan air dalam kolom tanah tersebut
tiap sepuluh menit dengan mengukur jarak
perambatan air dikolom ,ketuju mengamati
pula berapa volume air yang merambat
dengan melihat penurunan volume air yang
ada ditandon (reservoar).

kemudian diamati kenaikan air pada kolom

Tahapan kegiatan praktikum permeabilitas

tanah dan mengamati ketinggian

yaitu; pertama menyumbat kolom kaca

pembasahanair pada kolom tanah(perubahan

dengan karet yang telah dilubangi tengah

warna tanah yang basah lebih gelap).

nya dan diberi kapas , kedua, mengisi kolom


kaca tersebut dengan tanah kering angi
diameter < 2 mm dan ketuk-ketukan

beberapa kali sampai tanah nya mantap


,ketiga, merangkai kolom tanah tersebut

Dari hasil praktikum dapat diperoleh


pada pengamatan kapilaritas tanah yaitu
tinggi maksimum yang dapat dicapai oleh
kenaikan kapilaritas dan kecepatan kenaikan

HASIL DAN PEMBAHASAN

air untuk mencapai ketinggian maksimal ini


pada tanah agak lambat sehingga tinggi
maksimumnya cepat tercapainya

KAPILARITAS TANAH
Dari hasil praktikum kapilaritas tanah di
dapatkan hasil ;

3 KANDUNGAN BAHAN ORGANIK


Terdapat 3 sempel yang digunakan yaitu ;
1.tanah

Waktu

Ketinggia
n

3.pasir

10
menitpertama

6 cm

10 menit kedua

7 cm

10 menit ketiga

buih banyak

++++

buih sedang

+++

buih sedikit

++

tidak ada buih

8,5 cm

10menitkeempa
t
9 cm
10 menit
kelima

2.kompos

10 cm

Dari pembahasan diatas dapat diperoleh


bahawa percobaan kali ini dilakukan dengan

10 menit
keenam

dua macam pengamatan yaitu kualitatif


10 cm

.Dimana kualitatif menggunakan sempel


yaitu tanah kompos dan pasir sedangkan ,
kualitatif menggunakan tanah saja .
A. KUALITATIF

Pada percobaan kali ini menggunakan 3

Setelah habis didapatkan larutan diam kan

sempel yaitu , tanah kompos dan pasir lalu

selama 1 jam dan ditambah indikator pada 2

mengamati buih yang dihasilkan setelah

ml kemudian dipindahkan ke erlenmayer

diberi HCL 30%

dan ditambah aquades setelah itu ditittrasi

Di dapat hasil sebagai berikut ;

Tanah

++++

(buih banyak)

kompos

++++

(buih banyak)

Pasir

++

(buih sedikit)

dengan + N feso4 hingga berwarna


kehijauan
DIVUSIVITAS
Dari hasil praktikum divusivitas
menghasilkan data yatu:

waktu Debitperambatan
Dari pengamatan diatas kompos dan tanah

17.30

500

17.40

480

17.50

470

18.0
0

450

18.1
0

420

18.2
0

360

18.30

340

menghasilkan banyak buih,hal ini


disebabkan karena kandungan bahan organik
yang terdapat dalam kompos dan tanah
sangat banyak sedangkan pada pasir
kandungan bahan organiknya sedikit
sehingga buih yang dihasilkan sedikit pula
B.KUANTITATIF
Pada percobaan kali ini menggunakan 1
sempel yaitu tanah
Didapatkan hasil sebagai berikut ;
~ 0,5 gr tanah + 26 ml ,k2,cr2,O2,+ 26 ml
H2 ,so2 jingga = jingga
~ 26 ml k2 cr2 o2 + 26 ml h2so4 = merah

1. kapilaritas tanah yaitu tinggi maksimum


yang dapat dicapai oleh kenaikan kapilaritas
Pada pengamatan dapat diperolech hasil
percepatan penyerapan air terhadap tanah
cukup lambat dikarenakan tekstur tanah
yang halus sehingga membuat pori-pori
tanah padat .

dan kecepatan kenaikan air untuk mencapai


ketinggian maksimal ini pada tanah agak
lambat sehingga tinggi maksimumnya cepat
tercapainya
2. pada divusivitas jika air bebas diberi
kesempatan merambat ke dalam kolom
tanah yang mendatar , yang seragam baik
struktur ,berat volum (BV) maupun tingkat

PERMEABILITAS

kekeringan nya maka akan terdapat

Pada praktikum permeabilitas


menghasilkan sebuah data yaitu:

hubungan yang erat antara jarak


rambatan,kecepatan dan waktu yang
diperlukan untuk mencapai jarak tersebut
3. pada permeabilitas semakin cepatnya air

Waktu

Perambatan

10 menit pertama

12 cm

10 menit kedua

13 cm

yang ada di dalam tanah.

10 menit ketiga

17 cm

SARAN

10 menit ke empat

20 cm

10 menit ke lima

23 cm

10 menit ke enam

25 cm

merambat ke dalam tanah di pengaruhi oleh


tingkat kepadatan tanah dan tekstur bahan

dalam melakukan pengamatan tentang


hubungan air dan tanah di perlukan
ketelitian kecermatan agar data yang di
peroleh lebih akurat dan jelas.

Pembahasan dari table itu yaitu semakin


cepatnya air merambat ke dalam tanah di
pengaruhi oleh tingkat kepadatan tanah dan
tekstur bahan yang ada di dalam tanah.

KESIMPULAN DAN SARAN


KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

Craig, Houston. 1991. Kapilaritas Air (Ilmu


Tanah). Gajah Mada University Press,
Yogyakarta.
Hadi Utomo, w. 1992. Dasar-dasar Fisika
Tanah. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian
Universitas Brawijaya : Malang
Hakim, Nurhajati dkk, 1986, Dasar-dasar
Ilmu Tanah, Universitas Negeri Lampung,
Lampung.