Anda di halaman 1dari 5

KUIS 1

NAMA

: RAFETTANIA PRIHATIN

NIM

: A1C314036

PRODI

: PENDIDIKAN FISIKA

MATA KULIAH

: LISTRIK MAGNET

KODE MK

: FSK405A

DOSEN PENGAMPU : Dr.Drs. EFFENDI Z, M.Sc.

SOAL
1. Bagaimana proses terjadinya muatan positif dan muatan negative pada suatu
benda?
Jawaban:
Berdasarkan konsep muatan listrik, ada dua macam muatan listrik, yaitu muatan positif
dan muatan negatif. Muatan listrik timbul karena adanya elektron yang dapat berpindah
dari satu benda ke benda yang lain. Benda yang kekurangan elektron dikatakan bermuatan
positif, sedangkan benda yang kelebihan elektron dikatakan bermuatan negative.
Setiap zat tersusun atas atom-atom, dengan demikian muatan listrik suatu zat tergantung
dari jenis muatan listrik atom-atomnya. Jika atom-atom benda lebih cenderung
melepaskaan elektron, maka zat yang disusunnya lebih cenderung bermuatan positif.
Sebaliknya jika atom-atom benda lebih cenderung menangkap elektron, maka zat yang
disusunnya cenderung bermuatan negatif. Dengan demikian muatan listrik sebuah benda
sangat tergantung dengan muatan listrik atom-atom penyusunnya. Salah satu cara memberi
muatan pada suatu benda adalah dengan menggosokkannya, contoh:

sebuah balon yang digosokkan pada kain wol kemudian disentuhkan ke suatu
dinding netral dan ternyata balon tetap menempel pada dinding. Bagaimana
prosesnya?
Ketika kita menggosokkan balon dengan kain wol yang semula sama-sama
bermuatan netral, yang terjadi adalah electron pada kain wol akan berpindah
ke balon, sehingga balon menjadi bermuatan negative (jumlah electron lebih
banyak dari jumlah protonnya) sedangkan kain wol akan bermuatan positif .
Lalu ketika balon yang bermuatan negative didekatkan ke sebuah dinding
yang netral, electron-elektron pada dinding ditolak menjauhi muatan negative
balon. Akibatnya dinding yang bersentuhan dengan balon barpolarisasi positif.
Hal ini menyebabkan balon menempel cukup lama di dinding.

Perpindahan electron ini bergantung pada jenis bahan yang digosokkan. Suatu
karakteristik penting dari muatan adalah bahwa muatan listrik selalu kekal dimana
jumlah muatan yang dihasilkan oleh suatu benda melalui suatu proses
penggosokan, adalah sama dengan jumlah muatan positif dan negatif yang
dihasilkan. Jumlah bersih muatan yang dihasilkan oleh suatu benda selama proses
penggosokan adalah nol.

2. Mengapa muatan yang sejenis saling tolak menolak dan muatan yang berlawanan
jenis saling tarik menarik ?
Jawaban :
Hal ini disebabkan oleh arah medan listrik yang terbentuk dari setiap muatan itu berbeda.
Untuk muatan positif memiliki arah medan listrik keluar dari pusat muatan, sedangkan
muatan negatif memiliki arah medan listrik menarik (menuju) pusat muatan. Ini yang
menyebabkan jika muatan yang berbeda jenis didekatkan maka garis medan dari muatan
positif yang arahnya keluar akan ditarik (masuk) ke dalam medan muatan negatif yang ada
didekatnya. Jika muatan sejenis didekatkan,misal muatan positif - positif, karena arah
medan listriknya sama-sama keluar pusat muatan maka ini yang menyebabkan keduanya
saling tolak. Ini juga berlaku untuk dua muatan negatif yang saling didekatkan, karena
arah medan listriknya masuk kepusat muatan maka keduanya akan saling tolak.
Besar gaya tarik atau gaya tolak yang dialami oleh muatan tersebut bisa ditentukan
dengan rumus gaya Coulomb. Dimana tanda negative (-) pada hasil gaya Coulomb yang
didapat menunjukkan bahwa muatan tersebut saling tarik menarik , begitu pula sebaliknya.

3. Mengapa gaya berbanding terbalik dengan kuadrat jarak (r2) ?


Jawaban:
Ini dikarenakan karena hukum kuadrat terbalik umumnya berlaku ketika suatu gaya,
energi, atau kuantitas kekal lainnya dipancarkan secara radial dari sumbernya. Karena luas
permukaan sebuah bola (yang besarnya
) sebanding dengan kuadrat jari-jari, maka
semakin jauh kuantitas tersebut dipancarkan dari sumber, semakin tersebar dalam sebuah
daerah yang sebanding dengan kuadrat jarak dari sumber. Dengan demikian, kuantitas
yang melewati satu satuan luas berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari sumber.

4. Bagaimana penurunan dari segi sistematis rumus berikut :


F=

1 q1 q 2
4 0 r2

Jawaban :
bayangkan sebuah titik yang muatannya q, maka medan listrik yang terjadi berupa
permukaan bola yang kita sebut permukaan Gauss.
q
= E ndS
0
dimana:
E = medan listrik
n = vektor normal satuan
dS = elemen luas dari permukaan gauss
o = permitivitas listrik pada ruangan hampa = 8.85 * 10^(-12) C/Nm
untuk permukaan bola yang jari-jarinya r, vektor satuan normalnya adalah r^

(dibaca r

topi) dan elemen permukaan Gaussnya adalah


dS=r 2 sin d d
0 2 dan 0
n=

x
y
z
, 2 2 2, 2 2 2
2
2
x + y +z x + y +z x + y +z
2

selesaikan persamaan gauss di atas untuk permukaan gauss berupa bola (lebih detail
dipelajari
dalam
kalkulus
vektor),
sehingga
diperoleh:
q
2
=E ( 4 r )
0
E=

q
4 r2 0

menurut Coulomb, gaya listrik pada muatan Q akibat medan listrik E adalah

F = QE
F=

Qq
2

( 4 r 0 )

F=

Qq 1
1
1
=
2
4

r
4 8,85 1012
0
0

1
=8,991804 . 10 9
4 0

k=

1
=9 10 9 N m2 / c2
4 0

Harga k tersebut dinamakan konstanta Coulomb, sehingga hukum Coulomb untuk muatan
listrik titik dapat dituliskan:
F=

1 Qq
4 0 r2

F=k

Qq
r2

5. Bagaimana timbulnya medan listrik ?


Jawaban :
Medan listrik adalah daerah disekitar benda bermuatan listrik yang masih mengalami gaya
listrik. Medan listrik ditimbulkan oleh adanya keberadaan muatan listrik, seperti electron,
ion, atau proton, dalam ruangan yang ada di sekitarnya. Medan listrik bergantung pada
posisi. Suatu medan, merupakan sebuah vektor yang bergantung pada vektor lainnya.
Telah ditentukan (berdasarkan gaya yang dialami oleh muatan uji positif), bahwa

muatan positif (+) akan menyebabkan garis-garis medan listrik berarah dari padanya
menuju keluar,

muatan negatif (-) akan menyebabkan garis-garis medan listrik berarah menuju masuk
padanya.

muatan nol ( ) tidak menyebabkan adanya garis-garis medan listrik.

Selain itu medan listrik tidak hanya ditimbulkan oleh satu muatan listrik, melainkan dapat
pula ditimbulkan oleh lebih dari satu muatan listrik, bahkan oleh distribusi muatan listrik
baik yang diskrit maupun kontinu.