Anda di halaman 1dari 18

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI

MENYUSU DINI (IMD) DI RSIA MUTIARA PUTRI


BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015
Aprina, SKp, M.Kes1)
Nova Luksfita, S.Kep2)
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Lampung
Program Studi Keperawatan
e_mail : aprinamurhan@yahoo.co.id
e_mail : novaluksfita@gmail.com
Abstrak : Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dianggap sebagai faktor yang menentukan keberhasilan
ASI eksklusif. Wilayah Kota Bandar Lampung cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar
65,16%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di RSIA Mutiara Putri Bandar Lampung Tahun 2015.
Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional.Populasi
penelitian adalah semua ibu post partum di RSIA Mutiara Putri Bandar Lampung pada tahun
2014 yaitu sebanyak 360 orang.Sampeladalah 78 orang. Analisa data menggunakan uji Chi
square.
Hasil penelitianmenunjukkan responden yang tidak mau melaksanakan IMD 53 responden
(67,9%), memiliki pengetahuan yang baik tentang IMD 50 responden (64.1%), tidak pernah
melakukan IMD sebelumnya 51 responden (65.4%), bersikap positif terhadap pelaksanaan IMD
42 responden (53,8%), mendapatkan dukungan dari petugas kesehatan terhadap pelaksanaan
IMD 48 responden (61,5%), mendapatkan dukungan keluarga 50 responden (64,1%). Ada
hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value 0,006), pengalaman (p value 0,003),
sikap(p value 0,000), dukungan petugas kesehatan(p value 0,040) dan dukungan keluarga dengan
pelaksanaan IMD di RSIA Mutiara Putri Bandar Lampung Tahun 2015(p value 0,006). Saran
diharapkan meningkatkan promosi kesehatan terutama pada masyarakat serta pada tenaga
kesehatan untuk berupaya memfasilitasi pelaksanaan inisiasi menyusu dini serta evaluasi dan
koreksi tentang pelaksanaan dan pengawasan kegiatan program IMD
Kata Kunci: Faktor, Inisiasi Menyusu Dini.

THE FACTORS RELATED TO THE CONDUCT OF

EARLY BREASTFEEDING INITIATION


IN MUTIARA PUTRI MATERNAL AND CHILD HOSPITAL
IN BANDAR LAMPUNG IN 2015
Aprina, SKp, M.Kes1)
Nova Luksfita, S.Kep2)
Mitra Lampung Higher School Of Health Nursing Science Study Program
e_mail : aprinamurhan@yahoo.co.id
e_mail : novaluksfita@gmail.com
Abstract : Early breastfeeding initiation (EBI) is considered to be a determining factor of
exclusive breastfeeding. Coverage of exclusive breastfeeding in Bandar Lampung was 65.16%.
The objective of this research was to find out the factors related to conduct of early breastfeeding
initiation in Mutiara Putri Maternal and Child Hospital in Bandar Lampung in 2015.
This was a quantitative analytic research with cross sectional approach. Population was 360
postpartum mothers in Mutiara Putri Mother and Child Hospital in Bandar Lampung in 2014.
Samples were 78 respondents. Data were analyzed using chi square test.
The results showed that 53 respondents (67.9%) did not want to do early breastfeeding initiation
(EBI), 50 respondents (64.1%) had poor knowledge about EBI, 51 respondents (65.4%) never
did EBI before, 42 respondents (53.8%) had positive attitude toward EBI, 48 respondents
(61.5%) had health workers supports, and 50 respondents (64.1%) had family workers. There
were significant correlations of knowledge (p-value 0.006), experience (p-value 0.03), attitude
(p-value 0.000), health workers supports (p-value 0.040) and family support (p-value 0.006) to
early breastfeeding initiation in Mutiara Putri Mother and Child Hospital in Bandar Lampung in
2015. The researcher recommends to improve health promotion for public and health worker to
facilitate early breastfeeding initiation and evaluation and correction about the conduct and
monitoring of early breastfeeding initiation program activities.
Keywords
Inisiasi

: factors, early breastfeeding initiation


Menyusu

Dini

IMD

masih asing di telinga masyarakat. IMD

merupakan istilah yang tidak asing

mulai diperkenalkan kepada masyarakat

dalam dunia kesehatan balita, Jika

pada

dibandingkan

ASI

dikarenakan IMD diharapkan mampu

Eksklusif (hanya memberikan ASI pada

mengurangi jumlah bayi yang tidak

dengan

atau

istilah

bayi hingga usia 6 bulan), IMD memang

akhir

tahun

2007,

hal

ini

mendapat kolostrum pada satu jam

bayi,

Inisiasi

Menyusu

pertama (Hendra, 2010).

dipercaya dapat mencegah terjadinya


penyakit-penyakit

Pemerintah

Indonesia

yang

Dini

juga

berisiko

mendukung
kematian tinggi. Misalnya kanker syaraf,

kebijakan

WHO

dan

Unicef

yang
leukimia, dan beberapa penyakit lainnya

merekomendasikan

inisiasi

menyusu
karena meningkatkan daya tahan tubuh

dini (early latch on) sebagai tindakan


si bayi. Tidak hanya

itu, Inisiasi

life saving, karena inisiasi menyusu dini


Menyusu Dini juga dinyatakan dapat
dapat menyelamatkan 22 persen bayi
menekan Angka Kematian Bayi (AKB)
yang meninggal sebelum usia satu bulan
baru lahir hingga mencapai 22 persen.
(Roesli, 2008).
Dimana saat ini angka kematian balita di
ASI merupakan sumber gizi terbaik,

Indonesia sangat mengenaskan. Tiap 2,5

tetapi dapat menyelamatkan jiwa bayi

menit 1 balita di Indonesia meninggal.

pada bulan - bulan pertama yang rawan

Artinya 430 balita setiap hari meninggal.

atau pemberian ASI eksklusif selama

Kalo kita ibaratkan, tiap hari terjadi

enam bulan pertama kelahiran dapat

kecelakaan pesawat, satu pesawat jumbo

mencegah kematian sekitar 1,3 juta bayi

jet yang isinya balita dan semua

di seluruh dunia tiap tahun (Yofira,

penumpang meninggal dunia. Dan untuk

2010).

keadaan bayi (anak yang berusia di


bawah 1 tahun), tak kalah tragis. Setiap

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dianggap


sebagai

faktor

keberhasilan

ASI

yang

menentukan

eksklusif.

Selain

memiliki banyak manfaat pada ibu dan

jam 10 bayi meninggal. Artinya 240 bayi


meninggal setiap harinya. Atau setiap

enam menit satu bayi meninggal dunia

pemberian makan yang alamiah (Roesli,

(Aimeshop, 2010).

2000).

Bayi yang diberi kesempatan inisiasi

UNICEF

menyusu dini lebih dulu mendapatkan

pemberian ASI Eksklusif sampai usia 6

kolostrum

tidak

bulan mencegah kematian 1,3 juta anak

mendapatkan kesempatan. Kolostrum,

berusia di bawah 5 tahun .Suatu

ASI Istimewa yang kaya akan daya

penelitian di Ghana yang diterbitkan

tahan tubuh, penting untuk ketahanan

dalam jurnal Pedriatics menunjukan 16

terhadap infeksi, pertumbuhan usus,

% kematian dapat dicegah melalui

bahkan kelangsungan hidup bayi dan

pemberian ASI pada bayi sejak pertama

meningakatkan keberhasilan menyusu

kelahiranya. Angka ini naik menjadi

eksklusif dan lama menyusu sampai 2

22% jika pemberian ASI dimulai dalam

tahun (Roesli, 2008).

1 jam pertama setelah kelahiran bayi.

daripada

yang

memperkirakan

bahwa

Namun di Indonesia hanya 8% ibu


Menyusu dini secara eksklusif, tepatnya
memberikan

ASI

eksklusif

kepada

bayi hanya diberi ASI saja, tanpa


bayinya sampai berumur 6 bulan dan
tambahan

cairan

lain

seperti

susu
hanya 4 % bayi di susui ibunya dalam

formula, jeruk, madu, air teh, air putih,


waktu

jam

setelah

kelahiranya.

dan tanpa tambahan makanan padat


Padahal sekitar 21.000 kematian bayi
seperti pisang, pepaya, bubur susu,
baru lahir (usia dibawah 28 hari) di
biskuit, bubur nasi, dan tim sampai usia
Indonesia

dapat

dicegah

melalui

bayi 6 bulan dan merupakan cara


pemberian ASI pada 1 jam pertama
setelah lahir (Baskoro, 2008 ).

Pemberian ASI ekslusif sampai 6 bulan

angka kejadian diare dan kematian pada

dan dilanjutkan sampai anak umur 2

bayi jauh lebih tinggi pada bayi yang

tahun, dapat meningkatkan IQ anak dan

mengkonsumsi susu formula di tambah

menurunkan angka kesakitan. Anak yang

makanan

mendapat IMD dan ASI Esklusif 6-8 kali

diegara-negara miskin dan berkembang.

pengganti

ASI

terutama

lebih jarang menderita kanker anak


Di Negara berkembang, kelahiran bayi
(Leukemia limphositik, Neuroblastoma,
dan hari pertama postpartum memiliki
Lympoma Maligna), 16,7 kali lebih
resiko tinggi pada bayi. Karena kira jarang terserang Pneumonia, dan resiko
kira seperempat sampai setengah dari
dirawat dengan sakit saluran pernafasan
kematian pada tahun pertama kehidupan
3 kali lebih jarang dari bayi yang
terjadi pada minggu pertama. Untuk
diberikan susu formula (Roesli, 2008).
mengurangi resiko

ini maka perlu

Selain itu bagi ibu menyusu dapat


diberikan intervensi guna meningkatkan
menurunkan resiko kanker payudara dan
kesehatan dan kelangsungan hidup bayi
ovarium, dan kemungkinan risiko patah
dengan memberikan sesegara mungkin
tulang pinggul dan osteoporosis setelah
Air Susu Ibu (ASI) atau inisiasi menyusu
menopause
dini yang juga secara langsung dapat
Menyusu

bayi

di

menjadi

budaya

Indonesia
namun

sudah

mengurangi dan mencegah terjadinya

praktik

perdarahan postpartum, yang merupakan

pemberian ASI masih jauh dari yang

penyebab kematian ibu (Rini, 2008).

diharapkan. Menurut survey Riskesdas


Hadriyanto (2008) menyatakan bahwa
2013 hanya 38% bayi yang memperoleh
sebanyak 50 persen bayi lahir normal
ASI. Beberapa penelitian menyebutkan

yang

dipisahkan

dilahirkan

dari

tidak

ibunya

dapat

saat

Berdasarkan

hasil

observasi

yang

menyusu,

dilakukan Roesli (2008) diketahui bahwa

sedangkan bayi yang lahir dengan

pengetahuan akan manfaat ASI pertama

bantuan tindakan atau obat-obatan dan

yang berwarna kekuning-kuningan bagi

dipisahkan dari ibunya nyaris semua

bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya

tidak dapat menyusu. Kedekatan ibu dan

tersebut, belum juga diketahui oleh para

bayi setelah dilahirkan sangat penting

dokter,

untuk proses selanjutnya

praktek di pedesaan. Sebab menurut

(Wardhani,

2008).

apalagi

bidan-bidan

yang

mereka, informasi akan manfaat ASI


pertama tidak mereka

peroleh dalam

Mengacu pada hasil penelitian itu, maka


pendidikan, akibatnya, banyak bidan dan
diperkirakan

program

IMD

dapat
dokter justru mengarahkan

menyelamatkan

para ibu

sekurang-kurangnya
untuk memberikan susu formula kepada

30.000 bayi Indonesia yang meninggal


bayinya.
dalam

bulan

Melakukan

pertama

IMD

kelahiran.

dipercaya

akan

Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi

membantu meningkatkan daya tahan

Lampung,

cakupan

tubuh bayi terhadap penyakit-penyakit

Eksklusif di Provinsi Lampung Pada

yang berisiko kematian tinggi, misalnya

Tahun 2014 sebesar 40,62% yaitu

kanker syaraf, leukimia, dan beberapa

68.178

penyakit lainnya. Tidak hanya itu, IMD

Wilayah Kota Bandar Lampung cakupan

juga dinyatakan menekan AKB baru

pemberian ASI eksklusif sebesar 65,16%

melahirkan hingga mencapai 22 persen

dengan

(Wardhani, 2008).

pemberian ASI Eksklusif di Provinsi

dari

target

pemberian

167.857

bayi.

pencapaian

ASI

Untuk

cakupan

Lampung tahun 2015 adalah 80% (Dinas

Tempat Penelitian dilakukan di RSIA

Kesehatan Provinsi Lampung, 2014).

Mutiara Putri Bandar Lampung Tahun


2015.

Menurut Roesli (2008) faktor-faktor


Populasi penelitian adalah semua ibu
yang berhubungan dengan pelaksanaan
post partum di

RSIA Mutiara Putri

IMD terdiri dari faktor pendukung antara


Bandar Lampung pada tahun 2014 yaitu
lain

adalah

pengetahuan,

sikap,
sebanyak 360 orang.

pengalaman dan persepsi ibu, fasilitas


Variabel

dependen/terikat

pada

kesehatan, petugas penolong persalinan,


penelitian ini adalah pelaksanaan inisiasi
keluarga dan lingkungan.
menyusu

dini.

Variabel

untuk

independent/bebas pada penelitian ini

mengetahui faktor-faktor yang berhubungan

adalah pengalaman, sikap, dukungan

dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini

keluarga

(IMD) di RSIA Mutiara Putri Bandar

kesehatan.

Tujuan

penelitian

ini

adalah

dan

dukungan

tenaga

Pengumpulan data dilakukan dengan

Lampung Tahun 2015.

menggunakan

Metode

kuesioner

didukung

Jenis Penelitian ini merupakan jenis

dengan wawancara tentang pengetahuan,

penelitian kuantitatif dengan metode

pengalaman, sikap, dukungan keluarga,

observasional analitik, yaitu peneliti

dukungan

melakukan

pelaksanaan IMD. Sebelum kuesioner

pengamatan

langsung

tenaga

dan

kepada responden dengan melakukan

diberikan

penyebaran kuisioner untuk dianalisis.

dahulu dilakukan uji instrument yaitu uji

(Notoatmodjo, 2010).

kepada

kesehatan

responden terlebih

validitas dan uji reliabilitas di RSIA Puri

dibuang. Pertanyaan-pertanyaan yang

Betik Hati terhadap 30 Responden.

sudah valid kemudian baru secara

Uji Validitas Tehnik yang digunakan


dengan Korelasi product moment (r).

bersama diukur reliabilitasnya.


Keputusan uji Reliabilitas adalah:

Keputusan Uji: Bila r hitung lebih

Bila r alpha > r tabel, maka

besar dari r tabel maka Ho ditolak,

pertanyaan tersebut reliabel.

artinya variabel valid. Bila r hitung

Untuk variabel pengetahuan, hasil uji

lebih kecil dari r tabel maka Ho

reliabilitas didapatkan nilai alpha

diterima, artinya variabel tidak valid.

0,948, variabel sikap didapatkan nilai

Untuk variabel pengetahuan, hasil uji

alpha

validitas didapatkan nilai r hitung

petugas kesehatan alpha 0,945 dan

0,417

variabel dukungan keluarga nilai

0,896,

variabel

sikap

0,956,

dukungan

didapatkan nilai r hitung 0,463-0,970,

alpha

variabel dukungan petugas kesehatan

disimpulkan

r hitung 0,605-0,944 dan variabel

pertanyaan reliable.

dukungan keluarga nilai r hitung

Pengolahan data dilakukan dengan:

0,520-0,837

sehingga

Editing,

disimpulkan

bahwa

dapat
seluruh

pertanyaan valid.
Pengukuran

reliabilitas

0,933

variabel

sehingga
bahwa

Coding,

dapat
seluruh

Proccessing,

Cleaning. Analisa univariat Data


yang terkumpul dalam penelitian ini

dimulai

dianalisa secara univariat dilakukan

dengan menguji validitas terlebih

untuk melihat distribusi frekuensi

dahulu. Jadi jika sebuah pertanyaan

atau

tidak valid, maka pertanyaan tersebut

variabel yang diteliti. Untuk data

besarnya

proporsi

menurut

kategorik dianalisis untuk mengetahui

Jumlah

78

100

distribusi frekuensi dan presentase.

Berdasarkan Tabel 2 diketahui

Analisa bivariat Uji statistik yang

bahwa sebagian besar responden

digunakan adalah uji Chi Square.

tamatan

Berdasarkan

responden (44.9%).

hasil

perhitungan

SMP

sebanyak

35

statistik dapat dilihat kemaknaan

TABEL 3

hubungan antara 2 variabel.

Distribusi
Frekuensi
Responden
Berdasarkan Pekerjaan
Di RSIA Mutiara Putri Bandar Lampung
Tahun 2015

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil
TABEL 1

Pekerjaan
Ibu Rumah Tangga
PNS
Pegawai Swasta
Dagang
Jumlah

Distribusi
Frekuensi
Responden
Berdasarkan Umur
Di RSIA Mutiara Putri Bandar Lampung
Tahun 2015
Umur
< 20 Tahun
20 35 Tahun
Jumlah

Jumlah
4
74
78

Jumlah
54
9
9
6
78

Berdasarkan Tabel 3 diketahui


bahwa sebagian besar responden

Berdasarkan Tabel 1 diketahui

yang

merupakan

ibu

rumah

bahwa sebagian besar responden

tangga sebanyak 54 responden

berusia 20 35 tahun sebanyak

(69.2%).

74 responden (94.9%).
TABEL 2
Distribusi
Frekuensi
Responden
Berdasarkan Pendidikan
Di RSIA Mutiara Putri Bandar Lampung
Tahun 2015
Pendidikan
Tamat SMP
Tamat SMA
Tamat PT

Jumlah
35
20
23

TABEL 4
Distribusi Frekuensi Responden
Berdasarkan Pelaksanaan IMD
Di RSIA Mutiara Putri Bandar Lampung
Tahun 2015

Persenta
69.2
11.5
11.5
7.7
100

Pelaksanaan IMD
Tidak
Dilaksanakan
Jumlah

Jumlah
53
25
78

Berdasarkan Tabel 6 diketahui


bahwa sebagian besar responden

Berdasarkan Tabel 4 diketahui

tidak pernah melakukan IMD

bahwa sebagian besar responden

sebelumnya yaitu sebanyak 51

tidak mau melaksanakan IMD

responden (65.4%).

sebanyak 53 responden (67,9%).


TABEL 5
Distribusi Frekuensi Responden
Berdasarkan Pengetahuan
Di RSIA Mutiara Putri Bandar
Lampung Tahun 2015
Pengetahuan
Tidak Baik
Baik
Jumlah

TABEL 7
Distribusi Frekuensi Responden
Berdasarkan Sikap Di RSIA Mutiara Putri
Bandar Lampung Tahun 2015
Sikap
Jumlah
Negatif
36
Positif
42
Jumlah
78
Berdasarkan Tabel 7 diketahui

Jumlah
28
50
78

bahwa sebagian besar responden


bersikap

Berdasarkan Tabel 5 diketahui


bahwa

responden

TABEL 6
Distribusi Frekuensi Responden
Berdasarkan Pengalaman
Di RSIA Mutiara Putri Bandar
Lampung Tahun 2015
Pengalaman
Tidak Pernah
Pernah
Jumlah

Jumlah
51
27
78

terhadap

42 responden (53,8%).

pengetahuan yang baik tentang

(64.1%).

positif

pelaksanaan IMD yaitu sebanyak

memiliki

IMD sebanyak 50 responden

Persentas
46.2
53.8
100

TABEL 8
Distribusi Frekuensi Responden
Berdasarkan Dukungan Petugas Kesehatan
Di RSIA Mutiara Putri Bandar
Lampung Tahun 2015
Dukungan
Petugas
Kesehatan
Tidak mendukung
Mendukung
Jumlah

Jumlah

Persen

30
48
78

38.5
61.5
100

Berdasarkan Tabel 8 diketahui

Total

bahwa sebagian besar responden


mendapatkan
petugas

dukungan

kesehatan

dari

terhadap

pelaksanaan IMD yaitu sebanyak


48 responden (61,5%).

25

32. 53 67.9 78
1

Hasil penelitian didapatkan bahwa


responden yang tidak melaksanaan IMD
lebih banyak 25 responden (89,3%) yang
berpengetahuan tidak baik dibandingkan
dengan yang memiliki pengetahuan baik

TABEL 9

28 responden (56,0%). Hasil uji chi

Distribusi Frekuensi Responden


Berdasarkan Dukungan Keluarga
Di RSIA Mutiara Putri Bandar
Lampung Tahun 2015
Dukungan Keluarga
Tidak mendukung
Mendukung
Jumlah

Jumlah
28
50
78

Berdasarkan Tabel 9 diketahui

square didapatkan nilai p value 0,006,


artinya lebih kecil dibandingkan dengan
nilai alpha (0,006 < 0,05). Dengan
demikian

dapat

disimpulkan

secara

statistik dengan derajat kepercayaan


95%, diyakini terdapat hubungan yang

bahwa sebagian besar responden

signifikan antara

mendapatkan dukungan keluarga

pelaksanaan IMD. Sedangkan hasil uji

terhadap pelaksanaan IMD yaitu

OR diperoleh nilai 6.548 (CI 95% 1.747-

sebanyak 50 responden (64,1%).

24.543),

pengetahuan dengan

artinya

responden

yang

TABEL 10

berpengetahuan

Hubungan Pengetahuan dengan Pelaksanaan


IMD
Di RSIA Mutiara Putri Bandar Lampung
Tahun 2015

peluang untuk melaksanakan IMD 6,548

Pelaksanaan IMD
Total P Value
Pengetahuan Ya
Tidak
N % n %
Baik
22 44. 28 56.0 50
0.006
0
Tidak Baik 3
10. 25 89.3 28
7

kali

baik

dibandingkan

mempunyai

dengan

yang

berpengetahuan tidak baik.


OR

TABEL 11
6.548
(1.74724.543)

Hubungan Pengalaman dengan Pelaksanaan


IMD

Di RSIA Mutiara Putri Bandar Lampung


Tahun 2015

untuk melaksanakan IMD 5,125 kali


dibandingkan

Pelaksanaan IMD
Ya
Tidak
n
%
n
%
15 55.6 12 44.4
10 19.6 41 80.4
25 32.1 53 67.9

Pengalaman
Pernah
Tidak Pernah
Total

Hasil penelitian didapatkan bahwa


responden yang tidak melaksanaan IMD
lebih banyak 41 responden (80,4%) yang
tidak

berpengalaman

dengan

yang

dibandingkan

berpengalaman

dengan

yang

tidak

berpengalaman.
TABEL 12
Hubungan Sikap dengan Pelaksanaan IMD
Di RSIA Mutiara Putri Bandar Lampung
Tahun 2015
Pelaksanaan IMD
Ya
Tidak
N
%
n
%
23 54.8 19 45.2
2
5.6
34 94.4
25 32.1 53 67.9

Sikap
Positif
Negatif
Total

Total
42
36
78

12
Hasil penelitian didapatkan bahwa

responden (44,4%). Hasil uji chi square


responden yang tidak melaksanaan IMD
didapatkan nilai p value 0,003, artinya
lebih banyak 34 responden (80,4%) yang
lebih kecil dibandingkan dengan nilai
bersikap negatif dibandingkan dengan
alpha (0,003 < 0,05). Dengan demikian
yang bersikap positif 19 responden
dapat

disimpulkan

secara

statistik
(45,2%). Hasil uji chi square didapatkan

dengan

derajat

kepercayaan

95%,
nilai p value 0,000, artinya lebih kecil

diyakini

terdapat

hubungan

yang
dibandingkan dengan nilai alpha (0,000

signifikan antara pengalaman

dengan
<

0,05).

Dengan

demikian

dapat

pelaksanaan IMD. Sedangkan hasil uji


disimpulkan

secara

statistik

dengan

95%,

diyakini

OR diperoleh nilai 5.125 (CI 95% 1.83614.308),


memiliki

artinya

responden

pengalaman

derajat

kepercayaan

terdapat

hubungan

yang
yang

signifikan

dalam
antara sikap dengan pelaksanaan IMD.

pelaksanaan IMD mempunyai peluang


Sedangkan hasil uji OR diperoleh nilai

20.579 (CI 95% 4.367-96.970), artinya

dapat

responden

dengan

yang

mempunyai
melaksanakan

bersikap

peluang
IMD

negatif

untuk

tidak

20,579

kali

disimpulkan
derajat

diyakini
signifikan

secara

kepercayaan

95%,

hubungan

yang

terdapat
antara

statistik

dukungan

petugas

dibandingkan dengan yang bersikap

kesehatan dengan pelaksanaan IMD.

positif.

Sedangkan hasil uji OR diperoleh nilai

TABEL 13

3.571 (CI 95% 1.167-10.930), artinya

Hubungan Dukungan Petugas Kesehatan


dengan Pelaksanaan IMD
Di RSIA Mutiara Putri Bandar Lampung
Tahun 2015

responden

yang

tidak

mendapat

dukungan petugas kesehatan mempunyai


peluang untuk tidak melaksanakan IMD

Dukungan
Pelaksanaan IMD
Petugas
Ya
Tidak
Kesehatan
N
%
n
Mendukung
20 41.7 28
Tidak
5
16.7 25
Mendukung
Total
25 32.1 53
Hasil penelitian didapatkan bahwa
responden yang tidak melaksanaan IMD

3,571 kali dibandingkan dengan yang


mendapat dukungan petugas kesehatan.
TABEL 14
Hubungan Dukungan Keluarga dengan
Pelaksanaan IMD
Di RSIA Mutiara Putri Bandar Lampung
Tahun 2015

lebih banyak 25 responden (83,3%) yang


tidak mendapatkan dukungan petugas
kesehatan dibandingkan dengan yang
dapat dukungan petugas kesehatan 28

Dukungan
Keluarga
Mendukung
Tidak
Mendukung
Total

Pelaksanaan IMD
Ya
Tidak
n
%
n
22
44.0 28
3
10.7 25

%
56.0
89.3

25

67.9

32.1

53

responden (58,3%). Hasil uji chi square


Hasil penelitian didapatkan bahwa
didapatkan nilai p value 0,040, artinya
responden yang tidak melaksanaan IMD
lebih kecil dibandingkan dengan nilai
lebih banyak 25 responden (89,3%) yang
alpha (0,040 < 0,05). Dengan demikian
tidak mendapatkan dukungan keluarga

dibandingkan
dukungan

dengan

keluarga

yang

menunjukkan

bahwa

responden

responden

memiliki pengetahuan yang baik tentang

(56.0%). Hasil uji chi square didapatkan

IMD sebanyak 50 responden (64.1%).

nilai p value 0,006, artinya lebih kecil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa

dibandingkan dengan nilai alpha (0,006

sebagian besar responden tidak pernah

<

melakukan

0,05).

Dengan

disimpulkan

demikian

secara

derajat

kepercayaan

terdapat

hubungan

antara

28

dapat

dukungan

dapat

statistik

dengan

95%,

diyakini

yang

signifikan

sebelumnya

yaitu

sebanyak 51 responden (65.4%).


Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebagian

besar

responden

bersikap

dengan

positif terhadap pelaksanaan IMD yaitu

pelaksanaan IMD. Sedangkan hasil uji

sebanyak 42 responden (53,8%). Hasil

OR diperoleh nilai 6.548 (CI 95% 1.747-

penelitian menunjukkan bahwa sebagian

24.543), artinya responden yang tidak

besar responden mendapatkan dukungan

mendapat

dari

mempunyai

keluarga

IMD

dukungan

keluarga

petugas

kesehatan

terhadap

peluang

untuk

tidak

pelaksanaan IMD yaitu sebanyak 48

IMD

6,548

kali

responden (61,5%). Hasil penelitian

dibandingkan dengan yang mendapat

menunjukkan bahwa sebagian besar

dukungan keluarga.

responden

Pembahasan

keluarga terhadap pelaksanaan IMD

Hasil penelitian menunjukkan bahwa

yaitu sebanyak 50 responden (64,1%).

melaksanakan

sebagian besar responden tidak mau


melaksanakan

IMD

sebanyak

mendapatkan

dukungan

Hasil uji statistik didapatkan nilai p

53

value = 0,006 berarti dapat disimpulkan

responden (67,9%). Hasil penelitian

ada hubungan yang signifikan antara

pengetahuan dengan pelaksanaan IMD.

RSIA

Mutiara

Putri

Hasil uji chi square didapatkan nilai p

Lampung Tahun 2015.

Bandar

value 0,000, artinya terdapat hubungan

2. Distribusi frekuensi responden yang

yang signifikan antara sikap dengan

memiliki pengetahuan yang baik

pelaksanaan IMD. Hasil uji chi square

tentang IMD sebanyak 50 responden

didapatkan nilai p value 0,000, artinya

(64.1%) di RSIA Mutiara Putri

terdapat

Bandar Lampung Tahun 2015.

hubungan

yang

signifikan

antara sikap dengan pelaksanaan IMD.

3. Distribusi frekuensi responden yang

Hasil uji chi square didapatkan nilai p

tidak

pernah

melakukan

value 0,040, artinya terdapat hubungan

sebelumnya

yang signifikan antara dukungan petugas

responden (65.4%) di RSIA Mutiara

kesehatan dengan pelaksanaan IMD.

Putri Bandar Lampung Tahun 2015.

yaitu

sebanyak

IMD
51

Hasil uji chi square didapatkan nilai p

4. Distribusi frekuensi responden yang

value 0,006, artinya terdapat hubungan

responden bersikap positif terhadap

yang

pelaksanaan IMD yaitu sebanyak 42

signifikan

antara

dukungan

keluarga dengan pelaksanaan IMD

responden (53,8%) di RSIA Mutiara

Simpulan dan Saran

Putri Bandar Lampung Tahun 2015.

Penelitian ini memberikan simpulan

5. Distribusi frekuensi responden yang

bahwa :

mendapatkan dukungan dari petugas

1. Distribusi frekuensi responden yang

kesehatan terhadap pelaksanaan IMD

tidak

mau

melaksanakan

IMD

sebanyak 53 responden (67,9%) di

yaitu

sebanyak

48

responden

(61,5%) di RSIA Mutiara Putri


Bandar Lampung Tahun 2015.

6. Distribusi frekuensi responden yang


mendapatkan

dukungan

pelaksanaan IMD di RSIA Mutiara

keluarga

Putri Bandar Lampung Tahun 2015

terhadap pelaksanaan IMD yaitu


sebanyak 50 responden (64,1%) di
RSIA

Mutiara

Putri

(p value 0,040)
11. Ada hubungan yang signifikan antara

Bandar

dukungan

Lampung Tahun 2015.

dengan

dengan

pelaksanaan IMD di RSIA Mutiara

7. Ada hubungan yang signifikan antara


pengetahuan

keluarga

Putri Bandar Lampung Tahun 2015

pelaksanaan

(p value 0,006).

IMD di RSIA Mutiara Putri Bandar


Saran
Lampung Tahun 2015 (p value
1. Bagi

Pemerintah

dan

Praktisi

0,006).
kesehatan
8. Ada hubungan yang signifikan antara
a. Diharapkan
pengalaman

meningkatkan

dengan pelaksanaan
promosi kesehatan terutama pada

IMD di RSIA Mutiara Putri Bandar


masyarakat serta pada tenaga
Lampung Tahun 2015 (p value
kesehatan

untuk

berupaya

0,003).
memfasilitasi pelaksanaan inisiasi
9. Ada hubungan yang signifikan antara
menyusu dini serta evaluasi dan
sikap dengan pelaksanaan IMD di
koreksi tentang pelaksanaan dan
RSIA

Mutiara

Putri

Bandar
pengawasan

kegiatan

program

merupakan

variabel

Lampung Tahun 2015 (p value


tersebut.
0,000).
b. Kebijakan
10. Ada hubungan yang signifikan antara
yang

berpengaruh

terhadap

dukungan petugas kesehatan dengan


program

IMD,

untuk

itu,

walaupun

sudah

tersendiri
harus

ada

Perda

sudah melakukan IMD, untuk

program

ini,

memberikan referensi materi IMD

turunannya

dari

kepada para bidan, ikut memantau

untuk

dibuat

perda tersebut yang mempunyai

dan mendukung program IMD.

kekuatan hukum mengikat, dan


ditujukan

kepada

RS/RSIA/Puskesmas atau bidan


yang menjalankan program IMD.
c. Perlu dipikirkan adanya reward
kepada bidan yang melakukan dan
tidak melakukan IMD, sehingga
hal ini bisa memotivasi bidan
untuk

lebih

mendukung

serius

pelaksanaan

yang
IMD.

dalam menjalankan program ini.


2. Bagi Ikatan Bidan Indonesia cabang
Kota Bandar Lampung
a. Membantu

mensukseskan

program IMD melalui motivasi


ASI secara terus menerus setiap
pertemuan rutin IBI.
b. Mengundang pakar-pakar IMD
maupun ibu-ibu menyusui yang

DAFTAR PUSTAKA
Aimeshop, (2010), Ga usah malu
memberikan
ASI
dong
mommy
http://aimeshop.multiply.com/journal/item/2
Arikunto. (2006).
Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Azwar, S., 2011. Sikap dan Perilaku. Dalam:
Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya.
2nd ed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 3-22
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2014).
Profil Dinas Kesehatan Provinsi Lampung,
2014.
Friedman. (2008). Keperawatan Keluarga.
Jakarta. EGC
Gupta, Arun, 2007 . Breastfeeding : The 1st
Hour Save ONE Million Babies. Gold 07
Global
online
Lactation
Discition,
www.worldbreastfeeding.org.
Mahardika (2010) Beberapa Faktor Yang
Berhubungan Dengan Inisiasi Menyusu Dini
Pada Ibu Bersalin Secara Normal Dalam
Rawat Gabung Di Bangsal Rumah Bersalin
"Nanda" di Desa Ketileng Wetan Kabupaten
Pati Tahun 2010.
Manuaba, I.B.G, (2012). Ilmu Kebidanan,
Penyakit Kandungan dan KB. EGC. Jakarta.
Markum, M, E. (2001). Anak, Keluarga dan
Masyarakat. Jakarta: Pustaka Sinar
Notoatmodjo. S. (2010) Promosi Kesehatan
Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Rahardjo (2006) Hubungan Antara Tingkat
Pengetahuan Ibu Tentang ASI dengan
Pemberian Kolostrum Dan ASI Eksklusif Di

Kelurahan purwoyoso Kecamatan Ngaliyan,


UGM.
Roesli. U. (2000). Buku Pintar ASI
Eksklusif. Yogyakarta: Diva Press
Roesli. U. (2008). Inisiasi Menyusui Dini.
Jakarta: Trubus Agriwidya.
Walgito. B. (2003). Psikologi Sosial Suatu
Pengantar. Yogyakarta: Andi offset.

WHO, (2001). The 1st Hoer Save ONE


Million Babies, Action Folder. World
Breastfeeding Week, www.who.co.id.
Wiknjosastro, Hanifa. Dkk., (2002). Ilmu
Kandungan. Edisi Ketiga Cetakan Keempat,
Yayasan
Bina
Pustaka
Sarwono
Prawirokardjo. Jakarta.