Anda di halaman 1dari 3

1.

Ultrasonic > pak bandung


1.a. Di bagian upstream di injeksikan ultrasonic sound wave kedalam pipa
(bisa
dari luar pipa melalui clamping atau di masukkan kedalam pipa). Kemudian
seseorang
dengan portable device nya akan mengikuti jalur pipa dan mendeteksi suara
ultrasonic
yang di jalarkan sepanjang pipa. Jika ada kebocoran, akan terdeteksi spike
signal. Biasanya Alat ini bisa mendeteksi kebocoran sampai diameter bocor
terkecil
0.2 mm.
1.b Tanpa adanya injeksi sinyal ultrasonic di upstream. Tekanan fluida
didalam
pipa tentunya diharapkan relatif besar (>4 bar), sehingga jika terjadi
kebocoran,
maka pada titik lubang kebocoran tersebut akan timbul gelombang suara.
Semakin
besar bocornya akan semakin tinggi amplitudo gelombangnya. Alat portable
digunakan
untuk mendeteksi gelombang suara yang timbul sepanjang pipa.

Tanggapan 5 : Andreas Krisbayu (Imeco


Inter Sarana)

Setahu saya, ada alat untuk deteksi kebocoran pada underground pipe dengan menggunakan
ultrasonic

testing,

seperti

yang

disebutkan

oleh

pak

Bandung.

Namanya Teletest. Alat ini dikembangkan oleh The Welding Institute Cambridge,
UK. Prinsipnya sih dengan menggunakan long range UT guidance , satu sisi pipa
diclamp

dengan

sebuah

transmitter,

dan

satu

sisinya

lagi

dipasang

receiver.

Jadi yang perlu digali hanya kedua sisi pipa yang akan ditest saja, tidak perlu
semua digali.
Kalau

tidak

tergantung

salah,

dari

seingat

diameter

saya

pipa

panjang

yang

akan

bisa
ditest.

sampa

sekitar

Seberapa

presisi

km,
saya

itupun
tidak

tahu, tetapi menurut info dari pak Ranto (PT. Badak, teman kursus piping inspector
saya dulu), Badak pernah mencoba alat ini. Mengenai berhasil atau tidak, mungkin
bisa cari info dari teman2 yang bekerja di Badak NGL. Kebetulan perusahaan tempat

saya bekerja dulu adalah sole agent untuk service tersebut untuk wilayah Indonesia.
Sedangkan

untuk

Asia,

keagenan

untuk

service-nya

dipegang

oleh

International

Refinery Service (IRS) Singapore. Untuk lebih jelasnya, bisa hubungi PT. Dimensi
Barumas Perdana, mailto:dbppku@i

Tanggapan 7 : Ramzy SA (Radiant Utama)

Mau nambahkan informasi. Kalau yang Ultrasonic longrange itu hanya bisa mendetaksi
hingga 50 meter saja. Jadi tiap 5o meter harus digali dan dipasang UT nya (CPI
pernah menggunakan itu) Kalau dengan perbedaan potential ada alat namanya CIPS
(Close

Interval

sistem

proteksi

Potential
korosi,

Survey),

tetapi

suka

sebenarnya
juag

ini

digunakan

digunakan
sebagai

untuk

indikator

mendeteksi
sebab

bila

ada kebocoran terjadi perbedaan potensi. Dengan metoda CIPS ini bersifat kualitatif
saja (kalau mau informasi lengkap tentang CIPS bisa ke japri saya, kebetulan
kantorku punya dan sudah menggunakan banyak kali)
<Forwarded

message>

Pak Dilli, Mengacu pada e-mail bapak kepada Pak Waskita tentang subjek diatas,
bersama ini kami sampaikan informasi tambahan.
Deteksi
salah

kebocoran
satu

aplikasi

pipa
teknik

terpendam
nuklir

didalam

menggunakan
industri

isotop

berbasis

proses

merupakan
alir.

Teknik

ini dailakukan dengan memasukkan sejumlah terbatas isotop tertentu dengan aktifitas
yang rendah kedalam masa yang akan diperiksa. Jenis isotop dipilih sedemikian
rupa sehingga dapat menyatu dan berperilaku seperti masa yang akan diperiksa.
Dengan memasang detektor dibeberapa titik sepanjang aliran yang diperiksa, akan
dapat

diketahui

kecepatan

alir,

tidak

saja

terjadinya

terjadinya

kebocoran,

turbulensi,

dan

tetapi

juga

terjadinya

data
"dead

lain

seperti
volume".

Aplikasi teknik ini yang disebut RADIOTRACER, dapat dilaksanakan secara "on-line"
tanpa harus membuka isolasi atau lapisan pipa lain. Aplikasi isotop secara ini
dikelompokan sebagai aplikasi sumber terbuka.

Ada

aplikasi

dalam

industri

teknik

isotop

yang

migas/petrokimia. Antara

lain
lain

yang

adalah

cocok
Gamma

dipraktekan
Column

di

Scanning

yang dapat dipakai untuk memeriksa bagian dalam kolom proses (kolom fraksinasi,
hidrogenasi
seperti

dll).

kerusakan

Dengan
tray,

teknik
down

ini
comer,

dapat

dideteksi

terjadinya

terjadinya

flooding,weeping

kelainan
dan

internal
gangguan

proses yang lain. Masih ada teknik lain yang menggunakan prinsip hamburan balik
neutron (Neutron Backscattering) yang berguna untuk mendeteksi interface (batas)
antar cairan dalam tangki. Demikian informasi tambahan dari saya. Semoga berguna.