Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KOTA BANJARMASIN

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS 9 NOPEMBER
Jalan Keramat Raya No.02 RT.02 Telpon (0511) 3254509
Email : pkmbjm-9nopember@yahoo.co.id Kode Pos 70239 B.Masin

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


KUNJUNGAN RUMAH IBU NIFAS (TERMASUK YANG DROP OUT) /
PEMANTAUAN KESEHATAN IBU NIFAS
A. PENDAHULUAN
Program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih di
prioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak,
terutama pada kelompok yang paling rentan salah satu kelompok tersebut
adalah ibu hamil. Ibu hamil perlu dipersiapkan seoptimal mungkin secara
fisik dan mental selama dalam masa kehamilan, bersalin, nifas dan
menyusui sehingga didapatkan ibu dan bayi yang sehat.
Masa Nifas merupakan masa setelah plasenta lahir dan berakhir ketika
alat alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil (6 minggu / 42
hari pasca salin). Kunjungan masa nifas paling sedikit dilakukan sebanyak 4
kali kunjungan ulang yaitu untuk menilai keadaan ibu dan bayi baru lahir,dan
untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah masalah yang
terjadi.
B. LATAR BELAKANG
Sehubungan dengan salah satu tujuan pembangunan milenium atau
Millenium Development Goals (MDGs), Indonesia berupaya untuk
menurunkan angka kematian ibu dan anak. Anak-anak terutama neonatal
sangat rentan terhadap penyakit yang berujung pada kematian. Angka
Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) merupakan
indikator status kesehatan masyarakat.
Dibandingkan Negara-negara tetangga di Asia Tenggara, Indonesia
memiliki angka kematian ibu dan bayi yang cukup tinggi. Menurut data
Survey Demografi Kesehatan Indonesi (SDKI) 2007 AKI di Indonesia 228 per
100.000 kelahiran hidup.
Berdasarkan data di atas, maka puskesmas sebagai pusat pelayanan
kesehatan masyarakat perlu memberikan pelayanan secara menyeluruh dan
terpadu di wilayah kerjanya. Untuk itu diperlukan program Upaya Kesehatan
Masyarakat (UKM) yang sesuai kebutuhan dan harapan serta langsung
menyentuh masyarakat, yakni program KIA dan KB yang langsung
mengunjungi masyarakat.
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum

Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu.


2. Tujuan Khusus
a. Untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani berbagai masalah
yang timbul dan mengganggu kesehatan ibu maupun bayi pada
masa nifas.
b. Untuk mengenali dan mengobati penyakit yang mungkin diderita
sedini mungkin.
c. Pemberian Vitamin A 2 kali dan konseling ASI Ekslusif serta
persiapan KB pasca salin.
D. TATA NILAI
Tata nilai yang berlaku adalah Keberagaman, yaitu :
1. Kekeluargaan
Memiliki rasa saling memiliki dan terhubung satu sama lain untuk saling
mengingatkan dan memotivasi dalam mewujudkan tujuan.
2. Profesional
Memiliki kompetensi dan kemampuan dalam memberikan pelayanan
kesehatan yang terbaik.
3. Berintegritas dan disiplin
Bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan/aturan
organisasi serta kode etik profesi, terbuka, jujur dan bertanggung jawab.
4. Adil
Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan
hak yang harus diperolehnya, tidak berat sebelah atau memihak kepada
salah satu pihak.
5. Gak Pantang Menyerah
Memilki sifat yang tidak mudah patah semangat dalam menghadapi
berbagai rintangan dan selalu bekerja keras untuk mewujudkan tujuan.
6. Mandiri
Mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab tanpa menunggu
perintah dari atasan
7. Amanah
Memiliki sifat, tujuan dan sadar bahwa pelayanan kesehatan merupakan
sesuatu yang dititipkan kepada petugas kesehatan.
8. Inovatif
Memiliki ide-ide kreatif serta memberi terobosan bagi peningkatan
pelayanan kesehatan

E. PERAN SERTA LINTAS PROGRAM DAN LINTAS SEKTOR


Kerjasama lintas program dan lintas sektor dalam kegiatan ini sangat
berperan, karena tanpa dukungan dari lintas program dan lintas sektor maka

kegiatan ini tidak dapat berjalan. Tim Pelaksana dari pemegang program
yang selanjutnya bekerjasama dengan program lain sebagai bahan dalam
tindak lanjut penangangan kasus pada masa nifas sehingga pelaksanaan
kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Selain itu juga kerjasama
dengan kader dan masyarakat juga diperlukan dalam penemuan ibu nifas
yang drop out dan pemantauan pada ibu nifas yang ada di masyarakat.

F. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


1. Melakukan identifikasi ibu nifas dari laporan persalinan.
2. Melakukan koordinasi dan konsultasi kepada Dokter dalam penanganan
penemuan kasus yang terjadi pada ibu nifas.
3. Mengunjungi ibu nifas yang drop out untuk dipantau.
4. Melakukan pemeriksaan fisik pada ibu hamil, yaitu :
a. Menimbang berat badan
b. Mengukur tekanan darah
c. Melakukan pemeriksaan fisik (termasuk pengeluaran ASI dan
lochea)
5. Memberikan vitamin A pada ibu nifas 2 kapsul diminum dalam 2 hari (1
hari 1 kapsul)
6. Memberikan penyuluhan tentang pemberian ASI eksklusif, tanda bahaya
pada saat nifas dan KB pasca bersalin.
7. Melakukan pencatatan dan pelaporan dari hasil temuan kunjungan
G. SASARAN
Ibu nifas yang baru bersalin baik yang berisiko tinggi maupun tidak
termasuk ibu nifas yang drop out.
H. BIAYA
Pembiayaan kegiatan ini dibebankan pada DPA-SKPD Dinas Kesehatan
Kota Banjarmasin Program Pembinaan Upaya Kesehatan Dasar DAK Non
Fisik Kesehatan Ibu dan Reproduksi.
I.

JADWAL PELAKSANAAN
Waktu
: setiap bulan di tahun 2016
Pelaksanaan : 2 kegiatan / bulan
Tempat
: Kelurahan Pengambangan dan Benua Anyar

J. MONITORING,
EVALUASI
PELAKSANAAN
KEGIATAN
DAN
PELAPORAN
Monitoring adalah suatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka
pengawasan, pengontrolan atau pengendalian terhadap suatu kegiatan yang
akan, sedang atau yang sudah dilaksanakan.
Agar kegiatan ini senantiasa sesuai dengan tuntutan / kebutuhan setiap
waktu, maka umpan balik dari lapangan sangat diperlukan. Untuk itu perlu
diadakan monitoring secara terus menerus, baik terhadap persiapan maupun
proses pelaksanaan sebagai penyempurnaan lebih lanjut.
Monitoring dilakukan oleh
Koordinator UKM bersama Kepala
Puskesmas dengan tujuan adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana
manfaat maupun keberhasilan dari kegiatan tersebut, mengetahui kendala
dan hambatan serta untuk mengetahui penyimpangan penyimpangan yang

mungkin terjadi baik pada tahap perencanaan kegiatan dan pencapaian dari
kegiatan yang dilaksanakan. Apabila kegiatan ini ada yang kurang sesuai /
menyimpang dapat dilakukan koreksi baik pada perencanaan maupun pada
saat proses pelaksanaan kegiatan tersebut. Sehingga pelaksanaan kegiatan
dapat sesuai dengan tujuan yang di tetapkan.
Evaluasi adalah salah satu kegiatan pembinaan melalui proses
pengukuran hasil yang dapat dibandingkan dengan sasaran yang telah
ditentukan sebagai bahan penyempurnaan perencanaan dan pelaksanaan.
Tujuan Evaluasi ini adalah untuk memberikan umpan balik sebagai dasar
penyempurnaan kegiatan dari program dan mengukur keberhasilan seluruh
proses kegiatan yang dilaksanakan pada akhir kegiatan.
Pelaporan adalah suatu kegiatan melaporkan / menyampaikan secara
tertulis segala kegiatan yang telah dilakukan, mencakup seluruh dari
kegiatan yang dilaksanakan. Adapun tujuan dari pelaporan adalah untuk
mengetahui daya guna, hasil guna dan tepat guna kegiatan serta
penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi pada saat pelaksanaan
kegiatan.
K. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Tujuan pencatatan dalam kegiatan ini adalah untuk mendapatkan data
dari hasil pemantauan ibu nifas yang memiliki resiko ataupun tidak ataupun
yang drop out sehingga dapat dijadikan sebagai bahan analisis masalah
agar ibu nifas yang beresiko ataupun tidak dapat ditangani lebih lanjut.
Pelaporan kegiatan ini dilakukan oleh pemegang program dan dikirim ke
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.
Setelah dilakukan pelaporan sesuai dengan hasil mengevaluasi tersebut
dengan menganalisa laporan yang diterima dan menyampaikan umpan balik
penerimaan laporan dan hasil analisisnya dalam rangka penilaian dan
pengembangan kegiatan tersebutt serta untuk memicu kesinambungan
pelaporan.
Mengetahui,
Kepala Puskesmas 9 Nopember

Koordinator UKM

dr. Masliani
Penata Tk. I
NIP. 19801118 200803 2 003

Fitri Yuliana, AM. Keb


Pengatur Tk. I
NIP. 19890506 201101 2 003