Anda di halaman 1dari 3

Saat ini, pemakaian bahan adhesif pada dentin telah meluas ke seluruh dunia dan

perkembangannya pun bervariasi didasarkan pada tahun pembuatan, jumlah kemasan dan
sistem etsa. Berdasarkan tahun pembuatan, bahan adhesif dibagi mulai dari generasi I
sampai pada generasi VII.
Generasi I dan II mulai diperkenalkan pada tahun 1960-an dan 1970-an yang tanpa
melakukan pengetsaan pada enamel, bahan bonding yang dipakai berikatan dengan smear
layer yang ada. Ikatan bahan adhesif yang dihasilkan sangat lemah (2 MPa-6MPa) dan
smear layer yang ada dapat menyebabkan celah yang dapat terlihat dengan pewarnaan pada
tepi restorasi.
Generasi III mulai diperkenalkan pada tahun 1980-an, mulai diperkenalkan pengetsaan
pada dentin dan mulai dipakai bahan primer yang dibuat untuk dapat mempenetrasi ke
dalam tubulus dentin dengan demikian diharapkan kekuatan ikatan bahan adhesif tersebut
menjadi lebih baik. Generasi III ini dapat meningkatkan ikatan terhadap dentin 12MPa
15MPa dan dapat menurunkan kemungkinan terjadinya kegagalan batas tepi bahan adhesif
dan dentin (marginal failure). Tetapi seiring waktu tetap terjadi juga kegagalan tersebut.
Generasi IV mulai diperkenalkan awal tahun 1990-an. Mulai dipakai bahan yang dapat
mempenetrasi baik itu tubulus dentin yang terbuka dengan pengetsaan maupun yang telah
mengalami dekalsifikasi dan juga berikatan dengan substrat dentin, membentuk lapisan
hybrid. Fusayama dan Nakabayashi menyatakan bahwa adanya penetrasi resin akan
memberikan kekuatan ikatan yang lebih tinggi dan juga dapat membentuk lapisan pada
permukaan dentin. Kekuatan ikatan bahan adhesif ini rendah sampai dengan sedang sampai
dengan 20 MPa dan secara signifikan dapat menurunkan kemungkinan terjadinya celah
marginal yang lebih baik daripada sistem adhesif sebelumnya. Sistem ini memerlukan teknik
pemakaian yang sensitif dan memerlukan keahlian untuk dapat mengontrol pengetsaan pada
enamel dan dentin. Cara pemakaiannya cukup rumit dengan beberapa botol sediaan bahan
dan beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan.

Generasi V mulai berkembang pada tahun 1990-an. Pada generasi ini bahan primer dan
bonding telah dikombinasikan dalam satu kemasan. Pada generasi ini juga mulai
diperkenalkan pemakaian bahan adhesif sekali pakai. Generasi VI mulai berkembang pada
akhir tahun 1990-an awal tahun 2000, pada generasi ini mulai dikenal pemakaian self
etching yang merupakan suatu terobosan baru pada sistem adhesif.
Pada generasi VI ini tahap pengetsaan tidak lagi memerlukan pembilasan karena pada
generasi ini telah dipakai acidic primer, yaiu bahan etsa dan primer yang dikombinasikan
dalam satu kemasan.
Generasi VII mulai berkembang sekitar tahun 2002, generasi ini juga dikenal sebagai
generasi all in one adhesif, dikatakan demikian karena pada generasi VII ini bahan etsa,
primer dan bonding telah dikombinasikan dalam satu kemasan saja, sehingga waktu
pemakaian bahan adhesif generasi VII ini menjadi lebih singkat.
Berdasarkan jumlah kemasan atau tempat penyimpanan, bahan adhesif dibagi menjadi
tiga yakni sistem tiga botol, dua botol dan satu botol. Pada sistem tiga botol, bahan adhesif
terdiri dari tiga botol bahan yang terpisah yakni etsa, primer dan bonding. Sistem ini
diperkenalkan pertama kali tahun 1990-an. Sistem ini menghasilkan kekuatan ikatan yang
baik dan efektif. Namun, kekurangan sistem ini adalah banyaknya kemasan yang ada di
meja unit dan waktu pemakaian yang lama dikarenakan sistem ini yang terdiri dari tiga botol
dan tidak praktis.
Sistem bahan adhesif lainnya yakni sistem dua botol yang terdiri dari dua botol bahan
yang terpisah yakni satu botol bahan etsa dan satu botol yang merupakan gabungan antara
primer dan bonding. Saat ini, sistem in merupakan bahan adhesif yang paling banyak
digunakan di praktek dokter gigi. Hal ini dikarenakan sistem ini lebih simpel dan waktu
pemakaiannya lebih cepat. Disamping itu, ikatan yang dihasilkan cukup kuat.

Sistem bahan adhesif terakhir yakni sistem satu botol yang hanya terdiri satu botol yang
merupakan gabungan etsa, primer dan bonding. Sistem ini merupakan sistem bahan adhesif
yang terakhir kali keluar. Kelebihan sistem ini adalah waktu pemakaian yang lebih cepat dan
mudah pengaplikasiannya dibandingkan dengan sistem bahan adhesif lainnya. Namun,
kekurangan sistem ini adalah kekuatan ikatan yang dihasilkan lebih rendah.