Anda di halaman 1dari 2

Essay Saya sebagai Perempuan Layak Mendapatkan Beasiswa

Saya mahasiswi semester empat Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak


Indonesia. Saya dilahirkan di Pontianak tanggal 27 Agustus 1995. Saya anak pertama dari Lima
bersaudara, semua saudara saya perempuan, dua saudara kandung dan dua saudara tiri. Ayah
bekerja wiraswasta yang penghasilannya tidak menentu tiap bulannya. Ibu hanya mengurus rumah
tangga. Saya tinggal di Pontianak bersama ibu tiri, saya ikut dengan ayah untuk melanjutkan
pendidikan saya karena saya yang nantinya akan menjadi tulang punggung bagi keluarga saya,
menjadi contoh untuk adik-adik saya oleh karena itu saya harus kuliah dan menempuh pendidikan
tinggi untuk menjadi orang yang sukses.
Saya adalah salah satu dari sekian banyak mahasiswi yang aktif dalam keorganisasian, baik
itu organisasi dalam kampus ataupun di luar kampus. Banyak prestasi yang saya dapat mulai dari
saya di bangku sekolah dasar sampai saat ini. Saya pernah masuk pendanaan PKM-P dan PKMW yang diadakan oleh DIKTI, juara 1 lomba karya tulis ilmiah dalam rangka Dies Natalis
UNTAN, penyaji poster ilmiah PIPT II UNTAN, juara 3 lomba kaligrafi UNTAN . Prestasi yang
saya miliki saat ini adalah saya menjadi Staff Inovation Village INVENT (Innovation & Product
Development Center University of Tanjungpura, Staff Pengajar Psikologi, TPA di BPUN
(Bimbingan Pasca Ujian Nasional), Staff Program Mahasiswa Wirausaha Frutty Ice Cream 2015
dan masih ada banyak prestasi yang saya ingin dapatkan.
Saya suka bergaul, saya suka keraimaian, dan saya suka bersosialisasi, berbagi pengalaman
dan mencari pengalaman baru. Banyak kegiatan sosial yang saya lakukan baik dari himpunan atau
organisasi yang saya ikuti ataupun inisiatif dari diri saya sendiri. Saya menjadi anggota
kesektariatan, hubungan masyarakat dan Usaha dana, saya pernah juga menjadi ketua bidang acara
dalam kegiatan Tafakur Alam yang diadakan oleh lembaga yang ada di kampus. Saya tidak pernah
malas untuk mengikuti kegiatan yang ada di kampus karena itu adalah hal yang dapat mengetahui
karakter saya. Saya mengikuti organisasi 1000 guru Kalimantan Barat dimana dalam kegiatan
tersebut saya pergi kepelosok untuk membantu para anak-anak yang kurang pendidikan,
memberikan mereka pelajaran ataupun mengajari mereka tentang pengetahuan baru, kemudian
saya mengajar anak-anak pasca ujian nasional untuk membantu mereka masuk ke perguruan tinggi
yang diinginkan. Di kampus saya menjadi staf kaderisasi mahasiswa baru, Dimana tugas saya
mengkader mahasiswa baru, memberi pengetahuan lebih tentang agama Islam, bagaimana sikap
seorang muslimah yang baik di kalangan para remaja dan masyarakat yang beragam agama,
menjadi pengajar tilawah bagi mahasiswa baru, saya juga memberikan Pelatihan Program
Kreativitas Mahasiswa, pengkaderan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan juga Pelatihan
dan Workshop Program Mahasiswa Wirausaha.
Saya adalah perempuan Indonesia yang berpendidikan dan memiliki semangat serta
kegigihan dalam diri saya untuk menjadi perempuan yang dibanggakan oleh kedua orang tua saya,
kakak yang di teladani oleh adik-adik saya, orang yang bermanfaat bagi masyakat dan perempuan
yang bisa diandalkan oleh negara, maka dari itu Sheloud harus memilih saya untuk menjadi
penerima beasiswa ini. Saya harap jika terpilih sebagai penerima beasiswa ini, saya akan
memanfaatkannya untuk membantu saya dalam mengikuti perlombaan yang diadakan oleh
universitas dan dapat meringankan beban orang tua untuk membayar SPP kuliah. Saya pernah
bermimpi ketika saya lulus kuliah nanti saya akan mendirikan panti jompo khusus perempuan,
saya ingin mendirikan suatu perusahan kecil untuk menampung para tukang becak dan para
pemulung sampah, karena saya tidak tega melihat mereka, meskipun itu bersekala rumah tangga

setidaknya mereka dapat bekerja di tempat yang teduh dan tidak terlalu berat bagi mereka. Saya
ingin di suatu desa diberdayakan pendidikan dan penemuan yang nantinya akan membantu untuk
kehidupan mereka sendiri. Seperti di desa Mandor yang ada di Kalimantan Barat, tempat itu adalah
tempat bekas tambang sedangkan dampak dari penambangan tersebut mengakibatkan tanah
disekitar penambangan menjadi kering dan tidak subur serta tidak bisa ditanami apapun dan
masyarakat disana pun bekerja hanya menambang dan digaji dengan sangat murah sehingga gaji
mereka tidak mencukupi untuk kehidupan mereka dan keluarga mereka, pendidikan anak disana
pun tidak ada karena anak-anak disana juga ikut menambang membantu orang tuanya untuk biaya
hidup mereka.
Maka dari itu jika saya mendapatkan beasiswa ini dan lulus kuliah nanti menjadi orang
sukses saya akan membangun pekerjaan bagi mereka, memberikan pendidikan yang layak begi
anak-anak dan membantu mereka untuk biaya hidup mereka.