Anda di halaman 1dari 26

TUGAS KELOMPOK

DASAR DASAR TEKNIK TRANSPORTASI


Peran Sarana Transportasi Dalam Mencapai Sistem
Transportasi Yang Berkelanjutan
Dosen Pembimbing:
Ir.H. Abdul Kudus Zaini, M.T / Muchammad Zaenal
Muttaqin

NAMA ANGGOTA KELOMPOK

Kharisma Devi
Rifki Amando Putra
Setiadi Saputra
Wahyu
Putra Maulana
Rendy Rezky

153110856
123110418
123110
11
153110
15311

TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM RIAU

2016
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI
KATAPENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1
1.2
1.3
BAB II PEMBAHASAN
2.1
2.2
2.3
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Trasportasi Secara Umum
Sistem transportasi adalah suatu sistem yang memungkinkan terjadinya
pergerakan dan satu tempat ke tempat lain. Fungsi sistem itu sendiri adalah untuk
memindahkan suatu obyek. Objek yang dipindahkan mencakup benda tak
bernyawa seperti sumber daya alam, basil produksi pabrik, bahan makanan dan
benda hidup seperti manusia, binatang dan tanaman. Ada beberapa komponen
dasar yang berfungsi pada semua sistem transportasi. Komponen-komponen
tersebut saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain. Adapun
komponen-komponen tersebut adalah lalu lintas, terminal, kendaraan, peti kemas,
ruas jalan, persimpangan dan rencana operasi.
Sistem angkutan pada dasamya dibentuk dan prasarana dan sistem saranan
yang dioperasikan dengan sistem pengoperasian atau sistem perangkat lunak yang
terdiri dan komponen-komponen: frekuensi, tarif dan lain-lain. Sistem angkutan
umum terdiri dari : sistem jaringan rute, terminal, halte, jenis armada, dimensi
armada dan desain kendaraan.
Peran transportasi bagi kelangsungan perekonomian sebuah wilayah (negara, provinsi,
kota) sangatlah penting. Sebuah sistem transportasi yang terpadu, efisien, dan
dengan biaya rendah akan ikut membantu kelangsungan perekonomian negara
tersebut. Secara umum moda transportasi dibagi menjadi 4 jenis, yaitu angkutan darat,
angkutan laut, angkutan udara, dan angkutan kereta api (Morlok, 1984:3).
Setiap moda transportasi tersebut tidak dapat bekerja sendirisendiri. Setiap
moda merupakan mata rantai yang harus terorganisir dalam suatu sistem
transportasi. Kondisi transportasi suatu negara biasanya sebanding dengan
kemajuan negara tersebut. Negaranegara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan
negaranegara Eropa umumnya sudah memiliki sistem transportasi yang baik.

Sebaliknya juga bagi Negara berkembang seperti Indonesia, pengelolaan sistem


transportasi juga masih belum baik (Morlok, 1984:17).

DAFTAR PUSTAKA
Morlok, Edward K. 1984. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi.
Erlangga: Jakarta
Nasution, Nur. 2004. Manajemen Transportasi.Ghalia Indonesia: Jakarta
Yakinudin, Andal. 2000. Singkong sebagai Bioetanol. Ghalia Indonesia:
Jakarta
Haijim. 1984. Sistem Transportasi Massal. Erlangga: Jakarta
Tarsito, Dwi. 1997. Pelayanan Transportasi Kota dan Desa. Esis: Bandung
studyandlearningnow.blogspot.co.id/2013/01/tinjauan-transportasi-secaraumum.htm
http://zosmel.blogspot.co.id/2015/07/maslah-parkir-perkotaan.html
https://galuhxxaigha.wordpress.com/2010/11/22/permasalahan-transportasi-daratindonesia-dan-alternatif-penanganannya-part-3/
https://www.scribd.com/doc/90220762/MAKALAH
Morlok, Edward K. 1984. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi.
Erlangga: Jakarta

1.2 Permasalahan transportasi secara umum


1.2.1

Masalah yang Mempengaruhi Sistem Transportasi di Indonesia

Dalam sistem pemerintahan Indonesia yang berkelanjutan mengenai masalah


transportasi darat diakui belum menemukan jalan keluar yang tepat untuk
membenahinya. Hal ini disebabkan karena masalah yang ada sudah terlalu
kompleks untuk diurai satu per satu sehingga, jika direncanakan alternatif baru
haruslah alternatif yang berkelanjutan dan tidak mengganggu sistem lain.
A. Ledakan Penduduk
Ledakan penduduk selalu menjadi isu yang dikaitkan dengan berbagai
permasalahan pada suatu wilayah. Hal ini dikarenakan ledakan penduduk akan
meningkatkan tingkat kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan transportasi.
Penduduk akan melakukan mobilitas setiap waktunya. Mobilitas yang dimaksud
tidak hanya sekedar perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain namun,
mobilitas disini lebih ditekankan pada mobilitas mengenai pergerakan dalam
upaya peningkatan kesejahteraan hidup.
B. Masalah Transportasi Darat
Sistem dan fasilitas trasnportasi memang diakui telah membawa dampak
berarti dalam kehidupan manusia dari waktu ke waktu. Namun tidak dapat
dipungkiri bahwa seiring perkembangannya, transportasi juga membawa masalah
di berbagai hal.
a. Masalah lingkungan

Polusi

Salah satu hasil dari sistem transportasi yang tidak diinginkan adalah
polusi yang ditimbulkan. Pendominasiannya yakni

oleh polusi udara.

Menurut data jasa raharja tahun 2007 transportasi merupakan penyumbang


emisi sebanyak 23,6%. Penyumbang emisi yang lain adalah dari sektor
industri, pembangkit tenaga, sektor rumah tangga serta dari sektor komersial.

Konsumsi Energi
Menurut data dari jasa raharja pada tahun 2007, ketergantungan Indonesia

pada bahan bakar fosil akan naik. Dari 69% pada tahun 2002 menjadi 82%
padatahun 2030. Secara keseluruhan, kebutuhan energi diproyeksikan bisa
tumbuh 2,7% per tahun dalam kurun 2002-2030. Karena kebutuhan energi
sektor transportasi naik 3,8% per tahun, minyak terus mendominasi campuran
bahan bakar (yaitu 38% dari total kebutuhan tahun 2030). Padahal, cadangan
minyak semakin kecil.

Lahan dan Estetika


Banyaknya urbanisasi dari desa ke kota yang terjadi di Indonesia

menjadikan pengembangan kapasitas transportasi perkotaaan sebagai hal yang


harus segera dipenuhi. Pengembangan tersebut tentu memerlukan lahan
tambahan dan biasanya dalam bentuk jalan bebas hambatan ataupun lintas
transit cepat. Tanah untuk transportasi darat harus tersedia sebagai jalur yang
menerus dengan lebar minimum tertentu dan untuk sarana-sarana yang
berkapasitas tinggi seperti di daerah perkotaan. Daerah tersebut biasanya perlu
dihindarkan dari gangguan lalu lintas dari penyeberang jalan, sehingga perlu
mempertinggi atau memperendah elevasi jalur pada lokasi-lokasi tertentu. Ini
mengakibatkan

timbulnya

penghalang-penghalang

untuk

menghindari

penyebrangan di sarana trasnportasi yang baru tadi. Penghalang-penghalang


itu juga akan mengganggu kehidupan bertetangga, akan banyak rumah dan
keluarga yang harus dipindahkan sehingga menimbulkan masalah sosial dan
ekonomi tersendiri. Sarana baru tersebut setelah dibangun mungkin akan

memiliki nilai estetika yang rendah sehingga areal sekitarnya mungkin kurang
cocok lagi untuk dihuni).
b. Masalah Sosial

Kemacetan
Kemacetan merupakan salah satu masalah yang dinilai paling mengganggu

kenyamanan pengguna transportasi darat, kemacetan dapat mengurangi


efektifitas kerja maupun kegiatan masayarakat, memperlambat manusia untuk
melakukan aktifitas, meningkatkan polusi udara, polusi suara serta merupakan
pemborosan bahan bakar yang semakin hari semakin menipis.
Kemacetan lalu-lintas di jalan raya disebabkan ruas-ruas jalan sudah tidak
mampu menampung luapan arus kendaraan yang datang serta luasan dari jalan
tersebut tidak seimbang dengan jumlah kendaraan yang melintas. Hal ini
terjadi

karena

pengaruh

hambatan

samping

yang

tinggi

sehingga

mengakibatkan penyempitan ruas jalan. Contohnya parkir di badan jalan,


berjualan di trotoar dan badan jalan, pangkalan becak dan angkutan umum,
kegiatan sosial yang menggunakan badan jalan, serta adanya masyarakat yang
berjalan di badan jalan. Selain itu kemacetan juga sering terjadi akibat
manajemen transportasi yang kurang baik, ditambah lagi tingginya
aksesibilitas kegunaan lahan di sekitar sisi jalan tersebut.

Kesenjangan Sosial
Dalam perbaikan maupun pengadaan fasilitas transportasi di pedesaan

sangat berbeda dengan perkembangan fasilitas infrastuktur transportasi di


perkotaan (baik sarana maupun prasarana). Ketika di pedesaan masih ditemui
angkutan tradisional seperti delman, maka di perkotaan akan ditemui busway
yang tidak akan ditemui di pedesaaan. Kesenjangan seperti ini dikarenakan
tingkat kebutuhan akan transportasi dan jumlah penduduk di pedesaan yang

lebih rendah. Namun terkadang kondisi infrastuktur di pedesaan cenderung


terlupakan karena terlalu fokus pada permasalahan di perkotaan.

Kecelakaan Lalu Lintas


Menurut data badan pusat statistik tahun 2008, ada 59.164 kejadian

kecelakaan lalu lintas. Dengan rincian: 20.188 korbannya meninggal dunia;


23.440 ruka berat; dan 55.731 luka ringan. Sedangkan kerugiannya mencapai
Rp.131,207 Juta. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan lalu lintas
terutama di darat sangatlah beragam, mulai dari faktor pengemudi, faktor
kendaraan dan faktor cuaca.
c. Masalah Politik
Permasalahan politik yang menyebabkan permasalahan transportasi adalah
rendahnya pengawasan yang dilakukan oleh Departemen Perhubungan
(pejabat yang memiliki kewenangan). Contoh dari rendahnya pengawasan ini
adalah kurang diawasinya kelayakan sarana transportasi. Seperti bus yang
umurnya lebih dari 20 tahun tapi masih terus dan diperbolehkan untuk
beroperasi, kemudian banyaknya kendaraan tanpa STNK atau surat tanda
nomor kendaraan.
d. Masalah Fasilitas dan Pelayanan

Kurangnya Fasilitas Transportasi


Pertumbuhan dan perkembangan suatu kota yang pesat (tanpa diikuti

dengan pengadaan sistem transportasi yang memadai untuk ukuran kota itu)
merupakan bentuk besarnya demand daripada supply nya. Sebaliknya, laju
pertumbuhan

sistem transportasi

yang

tidak

sesuai

dengan

ukuran

perkembangan suatu kota, merupakan wujud supply lebih besar daripada


demand untuk transportasi. Kondisi-kondisi yang telah disebutkan di atas akan

berakibat pada timbulnya permasalahan-permasalahan baru dalam sistem


transportasi maupun permasalaan perkotaan pada umumnya (Tarsito,1997:92).

BAB II
DASAR TEORI
2.1.Pengertian transportasi
Transportasi berasal dari kata latin yaitu transportare, dimana trans berarti
seberang atau sebelah lain dan portare berarti mengangkut atau membawa. Jadi
transportasi berarti mengangkut atau membawa (sesuatu) ke sebelah lain atau dari
suatu tempat ke tempat lainnya. Transportasi seperti itu merupakan suatu jasa
yang diberikan guna menolong barang atau orang untuk dibawa dari suatu tempat
ke tempat lainnya.
Menurut Setijowarno dan Frazila (2001) transportasi berarti suatu kegiatan
untuk memindahkan sesuatu (orang dan atau barang) dari satu tempat ke tempat
yang lain, baik dengan atau tanpa sarana (kendaraan, pipa, dan lain-lain). 1
Menurut Miro (2005), Transportasi diartikan sebagai usaha memindahkan,
menggerakkan, mangangkut, atau mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke
tempat lain, dimana ditempat lain ini objek tersebut lebih bermanfaat atau dapat
berguna untuk tujuan-tujuan tertentu. 2Transportasi merupakan suatu proses yakni
proses pindah, proses gerak, proses mengangkut dan mengalihkan dimana proses
ini tidak bisa dilepaskan dari keperluan akan alat pendukung untuk menjamin
lancarnya proses dimaksud sesuai dengan waktu yang diinginkan. Sedangkan
menurut Salim (2006), Transportasi adalah kegiatan pemindahan barang (muatan)
dan penumpang dari suatu tempat ke tempat lain.Jadi bisa dikatakan kalau
1
2

transportasi merupakan usaha mengangkut atau membawa barang dan atau


penumpang dari suatu tempat ke tempat lainnya.3
Adapun unsur yang membentuk makna transportasi ialah :4

Manusia yang membutuhkan

Barang yang dibutuhkan

Kendaraan sebagai alat/sarana

Jalan dan terminal sebagai prasarana transportasi

Organisasi (pengelola transportasi)


Kelima

unsur

ini

mempunyai

ciri-ciri

tersendiri

yang

harus

dipertimbangkan dalam menelaah masalah transportasi. Dalam hubungan ini


perbaikan atau peningkatan transportasi terjadi bila terjadi perlakuan dan
perbaikan pada salah satu atau lebih unsur-unsur tersebut.
Aspek-aspek transportasi (M. Abdulkadir, 1991):
1. Pelaku, adalah orang yang melakukan transportasi. Pelaku ini ada
yang

berupa

badan

usaha

seperti

perusahaan

pengangkutan/transportasi dan ada pula yang beupa manusia


pribadi, seperti buruh pengangkutan
2. Alat transportasi/ pengangkutan, adalah alat yang digunakan untuk
menyelenggarakan transportasi atau pengangkutan. Alat ini
digerakkan secara mekanik dan memenuhi syarat undang-undang,
seperti kendaraan bermotor, kapal laut, kapal udara, mobil Derek,
dan lain-lain.
3. Barang atau penumpang, yaitu muatan yang diangkut oleh alat
transportasi tersebut.
4. Perbuatan, yaitu kegiatan mengangkut barang atau penumpang
sejak pemuatan sampai dengan penurunan di tempat yang
ditentukan.
3

5. Fungsi pengangkutan, yaitu meningkatkan kegunaan dan nilai


barang atau penumpang (orang).
6. Tujuan pengangkutan, yaitu sampai atau tiba di tempat tujuan yang
ditentukan dengan selamat, dan biaya pengangkutan lunas.

2.2 Pengertian transportasi keberlanjutan (sustainable


transportation) dan hal terkait system transportasi
keberlanjutan (ekonomi, social, dan lingkungan).
Sistem transportasi sangat diperlukan dalam pembangunan karena transportasi
merupakan mekanisme kunci untuk meningkatkan, membangun, dan
membentuk perekonomian suatu bangsa. Transportasi tidak hanya sebagai
sarana sosial yang menghubungkan manusia di satu tempat dengan manusia di
tempat lain, tetapi juga merupakan sarana ekonomi dan politik bagi suatu
bangsa untuk membuka wilayahnya dari keterisoliran dan keterbelakangan
sehingga proses pembangunan juga terjadi di wilayah tersebut. Untuk itu sangat
diperlukan suatu sistem transportasi yang baik, yang dapat menghubungkan
antarwilayah dan menjadi prasarana pergerakan manusia dan proses
pembangunan.
Berdasarkan definisi sustainable transportation dari The Centre of Sustainable
Transportation Canada (2002). Sistem transportasi yang berkelanjutan adalah
sistem transportasi yang:
1. Menjadi akses utama yang dibutuhkan oleh individu dan masyarakat agar
keamanannya lebih terjaga, manusiawi, tidak mencemari lingkungan, dan
memberikan keadilan baik di dalam maupun antargenerasi;
2. Dapat dioperasikan secara efisien; memberikan pilihan moda transportasi
dan mendukung pergerakan aspek ekonomi;
3. Membatasi emisi, pemborosan dalam kemampuan bumi menyerapnya,
meminimalkan penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat
diperbarui, membatasi penggunaan sumber daya alam yang dapat
diperbarui agar kualitasnya tetap terjaga, menggunakan dan memperbarui

bagian-bagiannya, dan meminimalkan penggunaan lahan dan produksi


yang menimbulkan kegaduhan.

Berdasarkan Definisi dari Brundtland Commission dalam CAI-Asia


(2005). Sustainable transportation didefinisikan sebagai kumpulan kegiatan
transportasi bersama dengan infrastruktur yang tidak meninggalkan masalah atau
biaya-biaya untuk generasi mendatang guna menyelesaikannya dan
menanggungnya. Definisi ketiga berasal dariThe World Bank (1996).
Secara konseptual sustainable transportation didefinisikan sebagai transportasi
yang melayani tujuan utama sebagai penggerak ekonomi wilayah perkotaan dan
perkembangan sosial.
Meskipun berbagai definisi tersebut memberikan pandangan yang berbeda-beda
tentang sustainable transportation, namun definisi-definisi tersebut memiliki
kesamaan bahwa sistem transportasi yang berkelanjutan merupakan:
1. Kegiatan transportasi yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan
pemakai atau masyarakat;
2. Semua kegiatan transportasi harus dilakukan secara efisien dan efektif baik
untuk pemakai kendaraannya ataupun bahan bakar yang digunakan.
Selama ini kendaraan pribadi rata-rata setiap hari hanya berisi satu orang.
Jika setiap satu orang dari kendaraan pribadi dialihkan ke kendaraan
umum, maka dapat dibayangkan berapa banyak bahan bakar yang dihemat
dan berapa banyak kemacetan dan emisi kendaraan yang berkurang.
3. Ada keseimbangan tiga pilar transportasi yaitu ekologi, ekonomi, dan
sosial;.
4. Transportasi yang bukan hanya bisa dinikmati masa sekarang tetapi juga
masa yang akan datang;
5. Sistem transportasi yang menggunakan sarana transportasi yang ramah
lingkungan.
Transportasi berkelanjutan lebih mudah terwujud pada sistem transportasi yang
berbasis pada penggunaan angkutan umum dibandingkan dengan sistem yang
berbasis pada penggunaan kendaraan pribadi. Sistem transportasi berkelanjutan
merupakan tatanan baru sistem transportasi di era globalisasi saat ini. Persoalan
transportasi menjadi persoalan yang memerlukan perhatian dan kajian dari
berbagai perespektif ilmu (Schipper, 2002:11 -25). Pada awal penyelenggara
pemerintahan mau menerapkan sistem transportasi berkelanjutan ( sustainable
transportation).
Sistem transportasi yang berkelanjutan Dapat Juga Diakatakan sebagai suatu
system transportasi yang dapat mengakomodasikan aksesibilitas semaksimal
mungkin dengan dampak negatif yang seminimal mungkin.

Komponen Sistem Transportasi Berkelanjutan


1. Aksesibilitas diupayakan dengan perenca naaan jaringan transportasi dan
keragaman alat angkutan dengan tingkat integrasi yang tinggi antara satu
sama lain.
2. Kesetaraan diupayakan melalui penyelenggaraan transportasi yang
terjangkau bagi semua lapisan masyarakat, menjunjung tinggi persaingan
bisnis yang sehat, dan pembagian penggunaan ruang dan pemanfaatan
infrastruktur secara adil serta transparansi dalam setiap pengambilan
kebijakan.
3. Pengurangan dampak negatif diupayakan melalui penggunaan energi
ramah lingkungan, alat angkut yang paling sedikit menimbulkan polusi
dan perencanaan yang memprioritaskan keselamatan.
Memperhatikan kondisi makro yang ada terutama pengaruh iklim globalisasi
menempatkan persoalan transportasi menjadi layanan kebutuhan atau aksesibilitas
yang harus disediakan oleh Negara. Aksesibilitas transportasi menjadi penting
seiring dengan meningkatnya peradaban umat manusia.
2.4 Pembahasan awal mengenai sarana transportasi yang berkaitan dengan mobil
pribadi
Mobil adalah kendaraan darat yang digerakkan oleh tenaga mesin, beroda empat
atau lebih (selalu genap), biasanya menggunakan bahan bakar minyak (bensin atau
solar) untuk menghidupkan mesinnya. Mobil kependekan dari otomobil yang berasal
dari bahasa Yunani 'autos' (sendiri) dan Latin 'movre' (bergerak).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Replika Benz Motorwagen 1886.

Kendaraan pertama yang bekerja dengan uap mungkin pertama kali didesain
oleh Ferdinand Verbiest, sekitar tahun 1672. Ia mendesain mainan kendaraaan
berukuran 65 cm untuk kerajaan Cina, yang tidak bisa membawa penumpang. [1][2]
[3]

Tidak diketahui apakah model kendaraan yang dibuat Verbiest pernah diproduksi

atau tidak.[2]
Tahun 1752, Leonty Shamshurenkov, seorang berkebangsaan Rusia, membuat
konstruksi sebuah kendaraan bertenaga manusia. Ia juga melengkapi kendaraan
buatannya dengan odometer. Kendaraan yang ia buat mirip dengan sebuah kereta
salju.[4]
Kendaraan tenaga uap pertama dibuat pada akhir abad 18. Nicolas-Joseph
Cugnot dengan sukses mendemonstrasikan kendaraan roda tiga itu pada
tahun 1769. Kendaraan pertama menggunakan tenaga mesin uap, mungkin
peningkatan mesin uap yang paling dikenal, dikembangkan di Birmingham, Inggris
oleh Lunar Society. Dan juga di Birmingham mobil tenaga bensin pertama kali dibuat
di Britania pada tahun 1896 oleh Frederick William Lanchester yang juga
mematenkan rem cakram. Pada tahun 1890-an, etanol digunakan sebagai sumber
tenaga di Amerika Serikat.

Kepopuleran[sunting | sunting sumber]


Penemuan Cugnot penggunaannya dilihat secara rendah di tempat
asalnya Perancis, dan penemuan tersebut diteruskan ke Britania, di mana Richard
Trevithick menjalankan gerobak-uap pada tahun 1801. Kendaraan tersebut dianggap
aneh pada awalnya, namun penemuan dalam dekade setelahnya, seperti rem
tangan, transmisi multi-kecepatan, dan peningkatan kecepatan dan setir,
membuatnya sukses.
Sekarang ini, Amerika memiliki mobil lebih banyak dari negara
lainnya. Jepang memimpin dalam pembuatan mobil, tetapi penduduk Jepang tidak
mampu membiayai menjalankan mobil karena tempat parkir yang jarang dan
harga bahan bakar yang mahal

Inovasi[sunting | sunting sumber]

Mobil "Velo" Karl Benz (1894).

Paten mobil pertama di Amerika Serikat diberikan kepada Oliver Evans pada 1789;
pada 1804 Evans mendemonstrasikan mobil pertamanya, yang bukan hanya mobil
pertama di AS tetapi juga merupakan kendaraan amfibi pertama, yang kendaraan
tenaga-uapnya sanggup jalan di darat menggunakan roda dan di air
menggunakan roda padel.
Umumnya mobil pertama mesin pembakaran dalam yang menggunakan bensin
dibuat hampir bersamaan pada 1886 oleh penemu Jermanyang bekerja secara
terpisah. Karl Benz pada 3 Juli 1886 di Mannheim, dan Gottlieb Daimler dan Wilhelm
Maybach di Stuttgart.
Pada 5 November 1895, George B. Selden diberikan paten AS untuk mesin
mobil dua tak. Paten ini memberi dampak negatif pada perkembangan industri mobil
di AS. Penerobosan spektakuler dilakukan oleh Berta Benz pada 1888. Mesin-uap,
listrik, dan bensin bersaing untuk beberapa dekade, dengan mesin bensin
pembakaran dalam meraih dominasi pada 1910-an.
Garis-produksi skala besar pembuatan mobil harga terjangkau dilakukan
oleh Oldsmobile pada 1902, dan kemudian dikembangkan besar-besaran oleh Henry
Ford pada 1910-an. Dalam periode dari 1900 ke pertengahan 1920-an
perkembangan teknologi otomotif sangat cepat, disebabkan oleh jumlah besar
(ratusan) pembuat mobil kecil yang semuanya bersaing untuk meraih perhatian
dunia.
Pengembangan utama termasuk penyalaan elektronik dan self-starter elektronik
(keduanya oleh Charles Kettering, untuk Perusahaan mobil Cadillac pada tahun
1910-1911), suspensi independen, dan rem empat ban.

Ford Model T adalah salah satu mobil pertama yang harganya terjangkau konsumen (1927).

Pada tahun 1930-an, kebanyakan teknologi dalam permobilan sudah diciptakan,


walaupun sering diciptakan kembali di kemudian hari dan diberikan kredit ke orang
lain. Misalnya, pengemudian roda-depan diciptakan kembali oleh Andre
Citron dalam peluncuran Traction Avantpada 1934, meskipun teknologi ini sudah
muncul beberapa tahun sebelumnya dalam mobil yang dibuat oleh Alvis dan Cord,
dan di dalam mobil balap oleh Miller (dan mungkin telah muncul pada awal 1897).
Setelah 1930, jumlah produsen mobil berkurang drastis berpasan dengan industri
saling bergabung dan matang. Sejak 1960, jumlah produsen hampir tetap, dan
inovasi berkurang. Dalam banyak hal, teknologi baru hanya perbaikan dari teknologi
sebelumnya. Dengam pengecualian dalam penemuan manajemen mesin, yang
masuk pasaran pada 1960-an, ketika barang-barang elektronik menjadi cukup murah
untuk produksi massal dan cukup kuat untuk menangani lingkungan yang kasar pada
mobil. Dikembangkan oleh Bosch, alat elektronik ini dapat membuat buangan mobil
berkurang secara drastis sambil meningkatkan efisiensi dan tenaga.

Keamanan[sunting | sunting sumber]


Kecelakaan mobil hampir sama tua dengan mobil itu sendiri. Joseph
Cugnot menabrak mobil tenaga-uapnya "Fardier" dengan tembok pada 1770.
Kecelakaan mobil fatal pertama kali yang dicatat adalah Bridget Driscoll pada 17
Agustus 1896 di London dan Henry Blisspada 13 September 1899 di New York City.
Setiap tahun lebih dari sejuta orang tewas dan sekitar 50 juta orang terluka dalam
lalu lintas (menurut perkiraan WHO). Penyebab utama kecelakaan adalah
pengemudi mabuk atau dalam pengaruh obat, tidak perhatian, terlalu lelah, bahaya

di jalan (seperti salju, lubang, hewan, dan pengemudi teledor). Fasilitas keamanan
telah dibuat khusus di mobil selama bertahun-tahun.
Mobil memiliki dua masalah keamanan dasar: Mereka memiliki pengemudi yang
sering kali berbuat kesalahan dan ban yang kehilangan gesekan ketika pengereman
mendekati setengah gravitasi. Kontrol otomatis telah diusulkan dan dibuat contoh.
Riset awal memfokuskan pada peningkatan rem dan mengurangi bahaya api sistem
bahan bakar. Riset sistematik dalam keamanan tabrakan dimulai pada 1958 di Ford
Motor Company. Sejak itu, banyak riset memfokuskan pada penyerapan energi luar
dengan panel yang mudah hancur dan mengurangi gerakan manusia pada ruang
penumpang.
Ada tes standar keamananan mobil, seperti EuroNCAP dan USNCAP. Ada juga tes
yang dibantu oleh industri asuransi.
Meskipun peningkatan dalam teknologi, angka kematian dari kecelakaan mobil tetap
tinggi, di AS sekitar 40.000 orang meninggal setiap tahun, angka yang tetap
bertumbuh sesuai dengan peningkatan populasi dan perjalanan, dengan tren yang
sama di Eropa. Angka kematian diperkirakan akan menjadi dua kali lipat di seluruh
dunia pada 2020. Angka yang lebih banyak dari kematian adalah luka dan cacat.

Industri[sunting | sunting sumber]


Artikel utama untuk bagian ini adalah: Industri otomotif dan Pasar otomotif

Industri otomotif mendesain, mengembangkan, memproduksi, memasarkan, dan


menjual kendaraan bermotor diseluruh dunia. Pada tahun 2008, lebih dari 70 juta
kendaraan bermotor, termasuk mobil dan kendaraan komersial yang diproduksi di
dunia.[5]
Pada tahun 2007, secara keseluruhan ada 71,9 juta unit mobil baru yang terjual di
seluruh dunia: 22,4 juta unit di Eropa; 21,4 juta unit di Asia; 19,4 juta unit di Amerika
Serikat dan Kanada; 4,4 juta unit di kawasan Amerika Latin; 2,4 juta unit di Timur
Tengah, dan 1,4 juta unit di Afrika.[6] Pasar di kawasan Amerika Utara dan Jepang
sudah stagnan, sedangkan di Amerika Selatan dan beberapa negara Asia tumbuh
pesat.

Ada sekitar 250 juta mobil yang ada di Amerika Serikat saat ini. Di seluruh dunia,
diperkirakan ada 806 juta unit mobil dan truk ringan pada tahun 2007; membakar
lebih dari 260 miliar galon AS (1 galon= 3,8 liter) bahan bakar setiap tahunnya.
Jumlah ini terus meningkat dengan cepat, terutama di China dan India. Beberapa
opini mengatakan bahwa sistem transportasi urban yang didasarkan pada mobil
akan menghabiskan energi dalam jumlah berlebihan, meningkatkan risiko penyakit,
dan pengurangan layanan walaupun investasi dinaikkan. [7][8][9] Gerakan transportasi
yang berkelanjutan memfokuskan diri untuk menyelesaikan masalah ini.
Pada tahun 2008, dengan naiknya harga minyak yang sangat cepat, industri otomotif
merasakan kombinasi naiknya harga bahan baku kendaraan dan berubahnya sifat
masyarakat dalam memilih kendaraan. Industri otomotif di beberapa negara juga
semakin berkompetisi dengan kendaraan umum karena para konsumen semakin
mempertimbangkan penggunaan kendaraan mereka.[10] Sekitar setengah dari 51
pabrik kendaraan ringan di Amerika Serikat diperkirakan akan ditutup permanen
pada beberapa tahun ke depan, dengan sekitar 200.000 pekerjaan menghilang.
[11]

Sedangkan, pasar China saat ini menjadi produsen dan pasar mobil terbesar di

dunia. Penjualan mobil China pada tahun 2009 mencapai 13,6 juta unit, naik drastis
dari 1 juta unit pada tahun 2000.[12]

Kendaraan bahan bakar fleksibel[sunting | sunting sumber]


Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kendaraan bahan bakar fleksibel

Ringkasan dari campuran bahan bakar etanol yang digunakan di seluruh dunia

VW Gol 1.6 Total Flex 2003 merupakan mobil pertama yangberbahan bakar fleksibel yang
bisa berjalan dengan campuran bensindengan etanol.

Kendaraan bahan bakar fleksibel atau kendaraan bahan bakar ganda adalah
kendaraan bahan bakar alternatif dengan mesin pembakaran dalamnya yang
didesain bisa menggunakan lebih dari 1 jenis bahan bakar, biasanya adalah bensin
yang dicampur dengan etanol ataupun metanol. Mesin-mesin berbahan bakar
fleksibel modern dapat menggunakan bahan bakar dengan campuran berapa saja di
dalam ruang bakarnya karena injeksi dan waktu percikannya sudah diatur otomatis
oleh sensor elektronik. Kendaraan bahan bakar fleksibel berbeda dengan kendaraan
bi-bahan bakar, dimana kedua bensin disimpan di kedua tangki yang berbeda dan
mesinnya hanya membakar satu tipe bahan bakar saja pada saat bekerja, misalnya
CNG, Elpiji, atau hidrogen.

Kendaraan bahan bakar alternatif[sunting | sunting sumber]


Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kendaraan bahan bakar alternatif

Kendaraan bahan bakar alternatif adalah kendaraan yang dapat beroperasi


menggunakan bahan bakar selain bahan bakar minyak "tradisional" (bensin atau
diesel); dan juga merujuk untuk segala macam teknologi mesin kendaraan yang tidak
beroperasi dengan bensin, contohnya mobil elektrik, kendaraan elektrik hibrida atau
kendaraan energi surya. Karena kombinasi beberapa faktor, misalnya kepedulian
lingkungan, tingginya harga minyak, adapnya pengembangan bahan bakar alternatif
yang lebih ramah lingkungan, maka pengembangan kendaraan bahan bakar
alternatif telah menjadi prioritas utama bagi pemerintah dan produsen otomotif di
banyak negara di dunia.
Kendaraan elektrik hibrida seperti Toyota Prius sebenarnya bukanlah kendaraan
bahan bakar alternatif, tetapi karena teknologi yang canggih pada baterai elektriknya,
maka mobil ini dapat menggunakan bahan bakar dengan sangat efisisen. Usaha

penelitian dan pengembangan energi alterantif lainnya berfokus pada kendaraan


elektrik baterai dan kendaraan sel bahan bakar.

Bagian-bagian utama[sunting | sunting sumber]

Mesin

Karburator atau injeksi bahan bakar

Pompa bahan bakar

Konfigurasi mesin: Wankel atau mesin piston (V, inline, flat).

Unit kontrol elektronik

Sistem pembuangan

Sistem ignisi

Self starter

Alat Kontrol emisi

Turbocharger dan supercharger

Mesin depan

Mesin belakang

Mesin tengah

Radiator

Ancillary power - mekanik, elektrik, hidraulik, hampa udara

Penggerak

Transmisi (kotak gigi)

Transmisi manual

Transmisi semi-otomatis

Transmisi otomatis

Layout

FF layout

FR layout

MR layout

RR layout

Drive Wheels

2 wheel drive

Penggerak 4 roda/4 wheel drive

Front wheel drive

Rear wheel drive

All wheel drive

differential

Limited slip differential

As Roda /axle

Live axle

Rem

Rem cakram

Rem drum

Sistem rem anti terkunci/ Anti-lock braking sistem (ABS)

Electronic brake-force distribution (EBD)

Sensotronic brake control (SBC)

Brake assist (BA)

Hill descent control (HDC)

Stand-by brake

Kontrol kestabilan

Roda dan ban

Roda khusus
Setir

Rack and pinion

Ackermann steering geometry

Sudut Castor

Sudut Camber

Kingpin

Suspensi

MacPherson strut

Wishbone

Double wishbone

Multi-link

Torsion beam

Semi-trailing arm

as roda
Bodi

Zona benturan/Crumple zone

Konstruksi Monocoque (unibody)

Suicide doors

Spoiler

Perlengkapan interior

Passive safety

Sabuk pengaman atau seat-belt

Kantung udara

Kunci pengaman anak

Dasbor

Takometer

Speedometer

Shifter for selecting gear ratios

Perlengkapan tambahan seperti stereo, pendingin udara, cruise


control, telepon mobil, sistem posisi, pemegang gelas, dsb.

Perlengkapan luar

Jendela

Power window

Windshield

Lihat pula[sunting | sunting sumber]


Wikimedia
Commonsmemiliki
galeri mengenai:
Mobil

Mobil super

Mobil sport

Itasha - dekorasi mobil dengan tokoh fiktif dari anime atau manga

Otomotif

Taksi Interaktif

Merek-Merek mobil populer Dunia

Mobil Sejarah Kepresidenan

Itasha - dekorasi mobil dengan tokoh fiktif dari anime atau manga

Referensi[sunting | sunting sumber]


1. ^ "1679-1681R P Verbiest's Steam Chariot". History of the Automobile: origin to
1900. Herg. Diakses tanggal 2009-05-08.
2. ^ a b "A brief note on Ferdinand Verbiest". Curious Expeditions. 2 July 2007. Diakses
tanggal 2008-03-18. Note that the vehicle pictured is the 20th century diecast
model made by Brumm, of a later vehicle, not a model based on Verbiest's plans.
3. ^ Setright, L. J. K. (2004). Drive On!: A Social History of the Motor Car. Granta
Books. ISBN 1-86207-698-7.
4. ^ " / The carriages of
Shamshurenkov and samokatka of Kulibin] (text in Russian)".
5. ^ "World Motor Vehicle Production by Country: 20072008". OICA.

6. ^ "2008 Global Market Data Book", Automotive News, p.5


7. ^ Kenworthy, J R (2004). "Transport Energy Use and Greenhouse Emissions in
Urban Passenger Transport Systems" (PDF). Institute for Sustainability and
Technology Policy. Diakses tanggal 2008-07-22.
8. ^ World Health Organisation, Europe. "Health effects of transport". Diakses
tanggal 2008-08-29.
9. ^ Social Exclusion Unit, Office of the Prime Minister (UK). "The Connections final
report on transport and social exclusion" (PDF). Diakses tanggal 2003-02-01.
10. ^ IBISWorld Newsletter, June 2008, GLOBAL TRENDS Oil The Crude Reality of
Current trends, IBISWorld
11. ^ Jeff Rubin (2 March 2009). "Wrong Turn" (PDF). CIBC World Markets.
12. ^ "Indonesia: Towards a one trillion dollar economy". The Jakarta Post. Diakses
tanggal 2011-07-17.

Kategori:
Mobil

Angkutan