Anda di halaman 1dari 22

STUDI KASUS PASIEN

DIABETES MELITUS PADA PASIEN LANSIA DENGAN PENDEKATAN


KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS KECAMATAN JOHAR BARU
PERIODE 11 JULI 2016 12 AGUSTUS 2016

OLEH
Adlina Putrianti
1102011010
Pembimbing
Dr. Yusnita, M.Kes

BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
JAKARTA
2016

LEMBAR PERSETUJUAN
Lingkaran Pemecahan Masalah dengan Judul DIABETES MELITUS
PADA

PASIEN

LANSIA

DENGAN

PENDEKATAN

KEDOKTERAN

KELUARGA DI PUSKESMAS KECAMATAN JOHAR BARU PERIODE 11


JULI 2016 12 AGUSTUS 2016. Penerapan metode Lingkaran Pemecahan
Masalah Program Pengendalian Penyakit Menular Langsung telah disetujui untuk
dipresentasikan dalam rangka memenuhi salah satu tugas kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas kedokteran Universitas YARSI.

Jakarta, Juli 2016


Pembimbing

dr. Yusnita

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr. wb.
Alhamdulillahirabbilalamin. Puji dan syukur kami senantiasa saya ucapkan
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis
sehingga Laporan Diagnosis dan Intervensi Komunitas yang berjudul DIABETES
MELITUS PADA PASIEN LANSIA DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN
KELUARGA DI PUSKESMAS KECAMATAN JOHAR BARU, PERIODE 11
JULI 2016 12 AGUSTUS 2016 ini dapat diselesaikan dengan baik.
Penulisan dan penyusunan laporan ini bertujuan untuk memenuhi tugas
kepaniteraan klinik Kedokteran Keluarga bagian Ilmu Kedokteran Komunitas
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, periode 11 juli 2016 12 agustus 2016.
Selain itu, tujuan lainnya adalah sebagai salah satu sumber pengetahuan bagi pembaca,
terutama pengetahuan mengenai Ilmu Kesehatan Masyarakat, sehingga dapat
memberikan manfaat.
Penyelesaian laporan ini tidak terlepas dari bantuan para dosen pembimbing,
staf pengajar, serta orang-orang sekitar yang terkait. Oleh karena itu, saya ingin
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. dr. Sugma Agung Purbowo, MARS, DipIDK selaku Kepala Bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat, serta staf pengajar, Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
2. dr. Yusnita, M.Kes selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Keluarga
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
3. dr. ErlinawSutanti, M.PH selaku koordinator Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
4. dr. Dini Widianti, MKK selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
5. dr. Citra Dewi, M.Kes, DipIDK selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Universitas YARSI.
6. dr. H. Sumedi Sudarsono, M.PH selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

7. dr. Dian Mardhiyah, M.KK, DipIDK selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
8. Dr. Kholis ErnawSutanti, S.Si, M.Kes selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
9. dr. Johana Tataung selaku kepala Puskesmas Johar Baru.
10. Seluruh tenaga kesehatan yang terkait di Puskesmas Kecamatan Pademangan
11. Seluruh Rekan Sejawat Fakultas Kedokteran YARSI yang telah bekerja sama
dalam menyusun laporan ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan Laporan
Diagnosis holistik ini. Oleh karena itu, penulis menerima kritik dan saran yang
membangun sebagai perbaikan. Kami mengharapkan laporan ini dapat memberikan
manfaat bagi seluruh pihak terkait.
Jakarta, Juli 2016

Penulis

I. BERKAS PASIEN
A. Identitas Pasien
Nama

: Ny. Sutanti

Jenis Kelamin

: Perempuan

Usia

: 75 tahun

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Pendidikan

: SMA

Agama

: Islam

Alamat

: Jl. Samba Ujung no. 3 RT/RW 010/008 Tanah Tinggi

Tanggal Berobat : 21 Juli 2016


B. Anamnesa
Dilakukan secara auto-anamnesa pada tanggal 21 Juli 2016 pukul 11.00 WIB
1. Keluhan Utama

: Lemas seluruh badan

2. Keluhan Tambahan

: Nyeri pada bagian paha kanan

3. Riwayat Penyakit Sekarang:


Pasien mengeluhkan lemas yang dirasakan sejak satu bulan terakhir ini.
Keluhan ini sehingga mengganngu pasien untuk beraktifitas. Keluhan lain yang
dirasakan pasien yaitu nyeri pada bagian paha kanan pasien yang dirasakan
semakin memberat setiap harinya. Pasien datang ke puskesmas Johar Baru juga
untuk kontrol penyakit diabetes melitus yang telah diderita kurang lebih 20
tahun. Pada hari pemeriksaan pasien melakukan pemeriksaan Gula Darah
Puasa dan G2PP.
Awal mula penyakit menurut pengakuan pasien, sering merasa haus dan
sering buang air kecil saat malam hari sehingga mengganggu tidur pasien.
Selama 5 tahun dengan keluhan tersebut pasien tidak kunjung berobat untuk
memeriksakan dirinya. Pasien kemudian merasa pusing dan tidak sadarkan diri
dan kemudian oleh keluarga pasien dibawa ke rumah sakit di Tangerang dan
didapatkan gula darah sewaktu pasien 520. Semenjak saat itu pasien rutin
meminum obat gula sampai saat ini. Pasien juga rutin memeriksakan dirinya ke
Puskesmas dan selama ini gula darah pasien selalu terkontrol.
Pasien mengaku teratur minum obat tetapi sulit menjaga pola makan
yang

baik

dan

tidak

ada

waktu

untuk

berolahraga.

Dokter

juga

memberitahukan agar pasien menjaga pola makan dengan baik dan dianjurkan
untuk konsultasi ke bagian gizi yang ada di puskesmas. Pasien memang datang
ke bagian gizi untuk konsultasi, namun pasien tidak menerapkan pola makan
yang sudah dianjurkan dalam praktek sehari-hari. Pasien juga mengatakan suka
sekali makan makanan yang bersantan. Keluarga pasien juga tidak pernah
mengingatkan pasien untuk menjaga pola makan pasien.
4. Riwayat Penyakit Dahulu:
- Riwayat hipertensi dan alergi tidak ada
5. Riwayat Penyakit Keluarga:
- Adik pasien juga memiliki penyakit diabetes mellitus.
-

Suami pasien menderita sakit liver dan sudah meninggal 35 tahun yang lalu.

Anak ke empat pasien pernah menderita kusta pada usia 10 tahun tetapi
sudah sembuh.

6.

Riwayat Sosial Ekonomi:


Pasien berasal dari sosial ekonomi menengah kebawah. Pasien sebagai
ibu rumah tangga tidak mempunyai penghasilan. Pasien mendapatkan uang
sumbangan dari gereja sebesar Rp. 350.000/bulan dan tidak cukup untuk
memenuhi kebutuhan sehari hari. Selama ini pasien tinggal bersama anak ke
lima dan keluarganya. Anak pasien bekerja serabutan dengan penghasilan Rp.
500.000 Rp. 1000.000 / bulan dan sulit untuk memenuhi kebutuhan
keluarganya sendiri.

7. Riwayat Kebiasaan:
Pasien

menyangkal

riwayat

minum-minuman

penggunaan obat-obatan tertentu jangka panjang.


C. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum : Baik
2. Vital sign

beralkohol

serta

Kesadaran

: Compos Mentis

GCS

: 15

Tek. Darah

: 120/80 mmHg

Frek. Nadi

: 68 x/menit

Frek Pernapasan : 20 x/menit


Suhu

: 36,7 C

3. Status Generalis:
Kepala

: Normocephal, rambut berwarna hitam keputihan tidak


mudah dicabut

Mata

: Conjunctiva tidak anemis, sklera tidak ikterik

Leher

: Tidak teraba pembesaran KGB dan kelenjar tiroid

Thoraks

: Cor

Pulmo

: Suara napas vesikuler (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen

: Datar, simetris, bising usus (+) normal, hepar dan lien

: BJ I BJ II reguler, murmur (-), gallop (-)

tidak teraba
Ekstremitas

: Akral hangat, edema (-)

4. Status Gizi
BB

: 45 Kg

TB

: 155 cm

BB Ideal

: (155-100) (10 % x 55) = 49,5 kg

Status Gizi

: (BB aktual : BB ideal) x 100 % = 45 : 49,5 x 100 %


= 91 % (BB kurang)

IMT

: 18,7

Tabel 1. Kriteria Indeks Massa Tubuh (IMT)


IMT
KATEGORI
< 18,5
Berat badan kurang
18,5 22,9
Berat badan normal
23,0
Kelebihan berat badan
23,0 24,9
Berisiko menjadi obesitas
25,0 29,9
Obes I
30,0
Obes II
Sumber : Centre for Obesity Research and EducSutantion 2007
4. Status lokalis : D. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium tanggal 21 Juli 2016
GDP

: 150 mg/dl

G2PP

: 225 mg/dl

Kolesterol Total : 229 mg/dl


Trigliserida

: 149 mg/dl

HDL

: 41 mg/dl

LDL

: 125 mg/dl

II. BERKAS KELUARGA


A. Profil Keluarga
1. Karakteristik Keluarga
a. Identitas Kepala Keluarga: Pasien
b.

Struktur Komposisi Keluarga:

Tabel 2. Anggota keluarga yang tinggal serumah

Kedudukan
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Keterangan

Nama

dalam

Gende

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Tambahan

Ny. Sutanti

Keluarga
Kepala

r
P

75 th

SMA

Ibu rumah

Pasien

Tn. Tony
Ny. Sulastri

Keluarga (Ibu)
Anak
Menantu

SMA
SMP

tangga
Wiraswasta
Ibu rumah

SMK
SD
SD
-

tangga
Pelajar
Pelajar
Pelajar
Pelajar

Rifan
Vina
Veni
Reno

Cucu
Cucu
Cucu
Cucu

L
P
L
P
P
L

40 th
39 th
18 th
13 th
13 th
11 th

2. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a. Lingkungan tempat tinggal
Tabel 3. Lingkungan tempat tinggal
Status kepemilikan rumah

: milik sendiri

Daerah perumahan
: padat bersih
Karakteristik Rumah dan Lingkungan
Luas rumah: 9 x 6 m2
Jumlah penghuni dalam satu rumah: 7 orang
Luas halaman rumah: tidak ada
Tidak bertingkat
Lantai rumah dari: Ubin
Dinding rumah dari: Tembok
Jamban keluarga: Ada
Tempat bermain: Tidak ada
Penerangan listrik: 150 watt
Ketersediaan air bersih: Ada
Tempat pembuangan sampah : Ada

Kesimpulan
Keluarga Ny.Sutanti mempunyai rumah
yang tidak memenuhi kriteria rumah
sehat, karena luas rumah tidak sesuai
dengan jumlah penghuni dan tidak
semua anggota keluarga mempunyai
kamar untuk tidur. Ketersediaan air
bersih dan jamban keluarga cukup baik.

Gambar 1. Denah Rumah Ny. Sutanti


b. Kepemilikan barang-barang berharga: (Kendaraan, elektronik, peralatan
RT)
- satu buah televisi
- tiga buah kipas angin
- satu buah kompor gas
- satu buah setrika
- Satu buah kulkas
- Satu buah sepeda motor
Dari kepemilikan barang elektronik dan membandingkan dengan
pendapatan perbulan bisa disimpulkan bahwa keluarga ini golongan ekonomi
menengah ke bawah.
3. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga:
a. Jenis tempat berobat : Puskesmas Johar Baru
b. Asuransi/Jaminan kesehatan: BPJS

4. Sarana Pelayanan Kesehatan (PUSKESMAS)


Tabel 4. Pelayanan Kesehatan
Faktor
Keterangan
Cara mencapai pusat Angkot

Kesimpulan
Pasien jika sakit berobat ke PUSKESMAS.

pelayanan kesehatan
Karena dengan adanya BPJS biaya
Tarif
pelayanan Terjangkau dan
pengobatan grSutantis dan jarak yang tidak
kesehatan
murah
terlalu jauh dari rumah, sehingga dapat
Kualitas pelayanan Cukup
ditempuh dengan naik angkot ke
kesehatan
memuaskan
puskesmas. Dan pasien juga merasa cukup
puas dengan pelayanan kesehatan yang ada
di puskesmas.
5. Pola Konsumsi Makanan Keluarga
a. Kebiasaan makan:
Menu makanan sehari-hari keluarga ini kurang bervariasi. Ny Sutanti
biasanya membeli makanan dari rumah makan karena ia takut kalau makan
dirumah jumlahnya akan kurang untuk anaknya dan keluarganya. Menu
makanan yang biasa dikonsumsi Ny. Sutanti terdiri dari nasi, sayur, dan
lauk. Lauk yang dihidangkan bervariasi seperti telur, tahu maupun tempe.
Pasien mengaku jarang makan daging dan ikan laut. Untuk cemilan pasien
biasa memakan kue-kue manis atau gorengan. Sedangkan untuk buahbuahan jarang dikonsumsi oleh Ny. Sutanti. Pola makan Ny. Sutanti dua
kali sehari, sarapan pagi dan sore hari.
b. Menerapkan pola gizi seimbang:
Menu makanan gizi seimbang adalah makanan yang terdiri dari nasi,
lauk dan pauk, sayur mayur, buah dan susu. Namun menu makan seharihari Ny. Sutanti yang biasa disajikan oleh rumah makan terdiri dari nasi,
tahu atau tempe dan untuk sayurannya pasien lebih sering membeli sayur
sop atau sayur asem sedangkan konsumsi buah-buahan jarang sekali serta
tidak mengkonsumsi susu.

Tabel 5. Food recall (Pola makan dalam tiga hari terakhir)

Menu
Nasi
Telur dadar
Teh manis

Kalori
175 kal
125 kal
75 kal

Menu
Nasi
Gulai telur
Tempe 2 ptg

Kalori
175 kal
236 kal
75 kal

Total kalori

836 kal

Menu
Indomie rebus

Kalori
175 kal

Menu
Nasi
Tumis kangkung
Tahu

Kalori
175 kal
25 kal
75 kal

Total kalori

450 kal

Menu
Nasi uduk
Bakwan

Kalori
360 kal
281 kal

Menu

Kalori

Gado - gado
Total kalori

210 kal
851 kal

Pagi, 18 Juli 2016


Karbohidrat
40 gr

Protein
4 gr
7 gr

Lemak

Lemak

7gr

Protein
4 gr
7 gr
5 gr

100gr

27 gr

28 gr

13gr
Sore, 18 Juli 2016
Karbohidrat
40 gr

10 gr

15 gr
3 gr

Pagi, 19 Juli 2016


Karbohidrat
Protein
40 gr
4 gr
Sore, 19 Juli 2016
Karbohidrat
Protein
40 gr
4 gr
5 gr
1 gr
7gr
5 gr
92 gr

Lemak
Lemak
3 gr

14 gr

3 gr

Pagi, 19 Maret 2015


Karbohidrat
Protein
60 gr
11,5 gr
32,5 gr
6,5 gr
Sore, 19 Maret 2015
Karbohidrat
Protein
21 gr
113,5 gr

8,5 gr
26,5 gr

Lemak
7,5 gr
1,5 gr
Lemak
9,5 gr
18,5 gr

Penentuan kebutuhan kalori pasien:


1) 49,5x25=1237,5 kal
(perempuan)
2) 20%x1237,5= -247,5 kal
(usia>70 tahun)
3) 20%x1237,5= +247,5 kal
(aktivitas sedang)
Komposisi energi pada diet pasien diabetes adalah 45 60 % dari karbohidrat, 10 20
% dari protein, 20 25% dari lemak, lemak jenuh <7% dan < 200 mg/hari.
Kebutuhan kalori:
1237,5 247,5 + 247,5 = 1237,5 kal
Kebutuhan:
Karbohidrat : 60% x 1237,5
=742,5 kalori setara=185,6 gr karbohidrat
Protein
:20% x 1237,5
=247,5 kalori setara= 61,9 gr protein
Lemak

: 20% x 1237,5

=247,5 kalori setara= 27,5 gr lemak

1 gram karbohidrat dapat menghasilkan 4 kalori


1 gram Lemak menghasilkan 9 kalori
1 gram protein menghasilkan 4 kalori
Dari perbandingan food recall dan perhitungan kebutuhan kalori pasien, dapat
di simpulkan bahwa pasien tidak sesuai dengan kebutuhan yang seharusnya yaitu
pasien masih makan dengan kalori yang kurang dari seharusnya.
6. Pola Dukungan Keluarga
a. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga:
Fasilitas sarana transportasi dan angkutan umum yang tersedia cukup
memudahkan keluarga Ny. Sutanti (pasien) untuk menjangkau Puskesmas
dan pelayanan kesehatan terdekat. Kalau obat sudah habis pasien segera
berobat dan kontrol ke Puskesmas.
b. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga:
Pasien dalam mengkonsumsi makanan sehari-hari tidak mengikuti
aturan pola makan. Pasien sudah teratur meminum obat, setiap paginya
pasien sudah menyediakan obat dan meminumnya.
B. Genogram
1. Bentuk keluarga:
Keluarga terdiri dari kepala keluarga (KK) yang merupakan pasien
bernama Ny. Sutanti berusia 75 tahun, Pasien tinggal bersama anak pasien yang
bernama Tn. Tony yang sudah menikah dengan Ny. Sulastri

dan

dikaruniai

empat orang anak yaitu Rifan, Vina, Veni, Reno. Bentuk keluarga Ny. Sutati
adalah three generation family.
2. Tahapan siklus keluarga:
Tahapan siklus keluarga menurut Duvall pada keluarga Ny. Sutanti
termasuk ke dalam tahap ke 8 yaitu keluarga

pensiun dan lansia.

dalam masa

3. Family Map
Gambar 2. Family Map

Keterangan:

: Laki-laki

: Pasien

: Perempuan

: Tinggal serumah

: Meninggal

4. Fungsi Keluarga
Ada beberapa fungsi keluarga, sebagai berikut
1. Fungsi biologis

2.

A.

Untuk meneruskan keturunan.

B.

Memelihara dan membesarkan anak.

C.

Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

D.

Memelihara dan merawat anggota keluarga.

Fungsi Psikologis
A.

Memberikan kasih sayang dan rasa aman.

B.

Memberikan perhSutantian diantara anggota keluarga.

C.

Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

D.

Memberikan Identitas anggota keluarga.

3.

Fungsi Sosial
A.

Membina sosialisasi pada anak.

B. Membentuk

norma-norma

perilaku

sesuai

dengan

tingkat

perkembangan anak.
C.

Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.

4. Fungsi Ekonomi
A. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan
keluarga.
B. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi
kebutuhan keluarga.
C. Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan
datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua, dsb.
Keluarga ini masih belum memenuhi fungsi keluarga secara lengkap
karena dari fungsi psikologisnya masih kurang memberikan perhatian antara
anggota keluarga karena kesibukan masing masing. Dalam fungsi ekonomi
juga masih belum memenuhi kebutuhan keluarga.
5. Dinamika Keluarga
Dinamika keluarga adalah suatu interaksi atau hubungan pasien dengan
anggota keluarga dan juga bisa mengetahui bagaimana kondisi keluarga di
lingkungan sekitarnya. Keluarga diharapkan mampu memberikan dukungan
dalam upaya kesembuhan pasien.
Dinamika keluarga juga merupakan interaksi (hubungan) antara individu
dengan lingkungan sehingga dapat diterima dan menyesuaikan diri baik dalam
lingkungan keluarga maupun kelompok sosial yang sama.
Dinamika Keluarga merupakan proses dimana keluarga melakukan fungsi,
mengambil keputusan, memberi dukungan kepada anggota keluarganya, dan
melakukan koping terhadap perubahan dan tantangan hidup sehari-hari.
C. Identifikasi permasalahan yang didapat dalam keluarga
1. Masalah dalam organisasi keluarga : Dalam struktur keluarga kepala
keluarga yang sudah tidak aktif bekerja tinggal bersama anak dan cucunya yang

lebih banyak menghabiskan waktu di luar membuatnya kurang memiliki waktu


untuk memperhatikan kondisi pasien.
2. Masalah dalam fungsi biologis: Pasien memiliki riwayat penyakit keluarga
diabetes mellitus, yaitu Adik kandung. Saat ini pasien menderita penyakit
diabetes melitus. kaki pasien juga mulai sering kesemutan. Terkadang tubuh
pasien juga terasa lemas.
3. Masalah dalam fungsi psikologis: Pasien adalah ibu rumah tangga yang tidak
memiliki pekerjaan Anak-anak pasien kurang memberikan perhatian kepada
pasien sehingga dukungan keluarga untuk kesembuhan pasien juga dinilai
kurang akibat tidak adanya kedekatan antar keluarga.
4. Masalah dalam fungsi ekonomi dan pemenuhan kebutuhan: Sumber
penghasilan utama pada keluarga adalah dari anak pasien yang berasal dari
kerja serabutan, yang dirasakan masih kurang dalam memenuhi kebutuhan
sehari hari, sedangkan anak mereka masih bersekolah. Pasien mendapatkan
tunjangan dari gereja yang dirasakan kurang cukup untuk biaya makannya
sehari hari. Biaya pengobatan pasien di tanggung BPJS sehingga tidak ada
kendala.
5. Masalah lingkungan : Lingkungan tempat tinggal pasien merupakan lingkungan
cukup padat penduduk dengan letak rumah yang berdekatan satu sama lainnya.
Kebersihan lingkungan di sekitar rumah pun kurang terjaga dengan baik.
Tingkat pencemaran udara di lingkunagn rumah pasien cukup tinggi karena
terletak di pinggir jalan yang ramai dilewati kendaraan bermotor.
6. Masalah perilaku kesehatan : Keluarga kurang mengerti akan pentingnya
kesehatan dan pemeliharaan kesehatan. Pasien juga mulai merasa bosan dalam
meminum obat setiap harinya.
D. Diagnosis Holistik (Multiaksial)

1. Aspek personal: (alasan kedatangan, harapan, kekhawatiran)


Pasien datang ke Puskesmas mengeluhkan lemas yang dirasakan sejak satu bulan
terakhir ini. Pasien datang ke puskesmas Johar Baru juga untuk kontrol penyakit
diabetes melitus yang telah diderita kurang lebih 20 tahun. Pasien merasa jenuh
dalam mengkonsumsi obat setiap harinya, dan berharap agar gula darahnya selalu
terkontrol.
2. Aspek klinik: (diagnosis kerja dan diagnosis banding)
Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik didapatkan diagnosis
Diabetes Mellitus tipe II tidak terkontrol
3. Aspek risiko internal: (faktor-faktor internal yang mempengaruhi masalah
kesehatan pasien)
Keluarga pasien ada yang memiliki riwayat diabetes mellitus, yaitu
adik kandung pasien. Pasien sering minum obat dan malas untuk kontrol gula
darahnya. Pasien juga masih sulit mengontrol pola makan,di samping itu,
pasien juga malas berolahraga, karena ia beranggapan kegiatannya sebagai ibu
rumah tangga sudah cukup menguras tenaga dan keringatnya dan sama saja
seperti berolah raga.
4. Aspek psikososial keluarga: (faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi
masalah kesehatan pasien)
Tidak ada pelaku rawat dari keluarga yang tinggal dalam satu rumah.
Keluarga pasien kurang memperhatikan kondisi penyakit pasien, kurangnya
komunikasi antara pasien dan anggota keluarga dikarenakan kesibukan
masing-masing sehingga tidak

mengingatkan untuk berobat, kontrol gula

darah atau minum obat, dan kurang memperhatikan pola diet pasien.
5.

Aspek fungsional: (tingkat kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari


baik di dalam maupun di luar rumah, fisik maupun mental)
Ny. Sutanti dapat melakukan aktivitas sendiri dan menjalankan fungsi
sosial dalam kehidupannya. Namun pasien mengaku kadang kala terganggu

dengan diabetes mellitus yang dideritanya terutama ketika tangan atau kakinya
mulai terasa kesemutan dan badan terasa lemas.

E. Rencana Pelaksanaan
Tabel 6. Rencana Penatalaksanaan
Aspek
Aspek
personal

Kegiatan
Menjelaskan mengenai penyakit diabetes serta
komplikasi dari penyakit tersebut edukasi dan
motivasi pasien akan pentingnya kontrol, berolah
raga, menjaga pola makan, dan kepatuhan minum
obat

Sasaran
Pasien

Waktu
Saat pasien berobat ke
Puskesmas dan saat kunjungan
ke rumah pasien sebanyak 1 kali

Hasil diharapkan
Sadar akan pentingnya untuk
kontrol gula darah, berobat dan
fungsi dan pola makan yang
baik

Keterangan
Tidak menolak

Aspek klinik

Memberikan obat kencing manis (Diabetes


Mellitus),dan menjelaskan fungsi obat dan cara
konsumsinya yaitu : glibenklamid 1x1 (30 menit
sebelum makan pagi dan metformin 1x1 setelah
makan pagi) yang berfungsi untuk menurunkan
kadar gula darah.dan diberikan tambahan vitamin
B12 dosis 1x1 untuk keluhan kesemutan.

Pasien

Pada saat kunjungan ke


puskesmas

DM terkontrol, mencegah
komplikasi

Tidak menolak

Aspek risiko
internal

Menyarankan agar makanan yang dikonsumsi oleh


pasien dimasak oleh menantunya. Makanan yang
perlu dihindari adalah makanan yang banyak
mengandung karbohidrat sederhana, makanan yang
banyak mengandung kolesterol, lemak trans dan
lemak jenuh yang meningkatkan kolesterol darah
dan makanan yang banyak mengandung natrium.
Bagi glukosa darah yang sudah terkendali gula
dapat dikonsumsi tidak lebih dari 5% kebutuhan
energi. Makanan yang di anjurkan adalah sumber
karbohidrat kompleks, makanan tinggi serat,
makanan yang diolah dengan sedikit minyak.
Contoh makanan yang bisa dinikmati pasien akan
di tampilkan pada tabel 7.

Pasien dan keluarga

Pada saat di puskesmas dan saat


kunjungan ke rumah

Pasien mampu mengelola dan


paham pola makan yang baik
bagi penyandang diabetes
mellitus

Menolak

Aspek

Menganjurkan keluarga memberi dukungan kepada

Pasien dan keluarga

Pada saat kunjungan ke rumah

Keluarga memberi perhatian

Tidak menolak

psikososial
keluarga

pasien agar selalu menjaga kesehatannya dan selalu


mengingatkan pasien untuk minum obat dan kontrol
gula darah, dan mendukung pola diet pasien.
Menganjur-kan kepada keluarga pasien untuk
meningkat-kan komunikasi yang baik dengan
pasien

Aspek
fungsional

Menganjurkan untuk latihan jasmani seperti senam


diabetes minimal 30 menit tiap kali, sebanyak 34x/minggu Menyarankan pasien untuk lSutantihan
jasmani seperti : jalan kaki, senam
diabetes ,bersepeda santai, joging dan berenang.

dan dukungan lebih kepada


pasien dan pasien lebih
termotivasi untuk sembuh

Pasien dan keluarga

Pada saat kunjungan ke rumah

Kondisi tubuh pasien lebih sehat


dan kuat

Tabel 7. Contoh makanan diet DM 1237,5 kalori


Bahan
Pagi
Bubur
Ayam tanpa kulit
Sayur
Cemilan Pagi
Buah
Siang
Nasi
Ikan
Tempe
Sayur
Buah
Minyak goreng
Cemilan sore
Buah

Berat

ukuran

Contoh menu

200 gr
40 gr

1 gelas
1 potong sedang

110 gr

1 potong besar

Pepaya

100 gr
40 gr
50 gr
100 gr
95 gr
5 gr

gelas
1 potong sedang
2 potong sedang
1 gelas
buah sedang
1 sendok teh

Nasi
Pepes ikan
Oseng tempe
Sayur asem
Jeruk

50 gr

1 buah

Pisang

Bubur ayam
Sup oyong + jamur

Tidak menolak

Malam
Nasi
Daging
Tahu
Sayuran
Buah
Minyak

50 gr
gelas
35 gr
1 potong sedang
110 gr
2 buah
100 gr
1 gelas
110 gr
1 potong besar
10 gr
2 sendokteh
Total : 185,6 gr karbohidrat, 61,9 gr protein 27,5 gr Lemak

F.Prognosis
1. Ad vitam

: dubia ad bonam

2. Ad sanasionam

: dubia ad bonam

3. Ad fungsionam

: dubia ad bonam

Nasi
Bistik daging
Sup kacang merah
Sup wortel + buncis
Apel