Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN KEWIRAUSAHAAN

OBSERVASI UMKM BERBASIS SALINGMAS (SAINS, LINGKUNGAN,


DAN MASYARAKAT)
Rizqan Mufidah : Kerajinan Enceng Gondok

1.
2.
3.
4.

Oleh:
Kelompok 3 / Pendidikan Sains 2013 A
Nofi Nurfiyanti
(13030654002)
Selsa Fabiola Besari
(13030654018)
Lusi Maria Handayani
(13030654020)
May Puspitasari
(13030654032)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
S1 PRODI PENDIDIKAN SAINS
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Selama ini eceng gondok dianggap sebagai tanaman yang banyak memberikan
kerugian dikarenakan eceng gondok mempunyai kecepatan berkembang biak vegetatif
yang sangat cepat dan tidak terkendali, terutama di daerah tropis dan subtropis, sehingga
banyak perairan, khususnya perairan air tawar menjadi tertutup oleh eceng gondok. Eceng
gondok merupakan tumbuhan pengganggu (gulma) perairan. Tanaman ini berasal dari
Brazilia dan pertama kali didatangkan ke Indonesia lewat Kebun Raya Bogor pada tahun

1894. Awalnya tanaman ini digunakan sebagai tanaman hias di kolam. Namun akibat
pertumbuhannya yang sangat cepat, mebuat jumlah eceng gondok menjadi semakin
banyak dan tidak terkendali. Hal itulah yang menyebabkan eceng gondok dianggap
menjadi tanaman pengganggu. Salah satu lokasi tempat pertumbuhan eceng gondok yang
sangat berlimpah yakni di daerah Kebraon, Karang Pilang, Surabaya.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Bapak Supriyadi warga Kebraon untuk
mengurangi keberadaan eceng gondok di Kebraon yakni dengan memanfaatkan eceng
gondok tersebut sebagai bahan baku kerajinan tangan yang sangat menguntungkan.
Melalui usahanya yang diberi nama Rizqan Mufidah, beliau memanfaatkan eceng
gondok menjadi berbagai produk kerajinan tangan yang unik dan bagus meliputi tas,
sandal, sepatu, keranjang, meja, karpet, dan sebagainya. UMKM yang dimiliki bapak
Supriyadi adalah salah satu usaha yang berbasis Salingmas (Sains, Lingkungan, dan
Masyarakat) di Surabaya. Oleh karena itu, dilakukan observasi di UMKM Rifqan
Mufidah untuk mengetahui aspek Salingmas dalam usaha kerajinan eceng gondok
tersebut.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diperoleh rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Bagaimanakah identitas UMKM Rizqan Mufidah?
2. Bgaimana profil UMKM Rizqan Mufidah?
3. Bagaimanakah aspek Salingmas (Sains, Lingkungan, dan Masyarakat) pada produk
kerajinan Eceng Gondok yang dihasilkan oleh Rizqan Mufidah?
4. Bagaimana analisis SWOT pada UMKM Rizqan Mufidah?
C. Tujuan
Tujuan dari penulisan laporan ini adalah:
1. Untuk mengetahui identitas UMKM Rizqan Mufidah
2. Untuk mengetahui profil UMKM Rizqan Mufidah.
3. Untuk mengetahui aspek Salingmas (Sains, Lingkungan, dan Masyarakat) pada
produk kerajinan Eceng Gondok yang dihasilkan oleh UMKM Rizqan Mufidah.
4. Untuk mengetahui analisis SWOT pada UMKM Rizqan Mufidah

BAB II
PEMBAHASAN
A. Identitas UMKM Rizqan Mufidah
Nama usaha
: Rizqan Mufidah
Pendiri
: Ir. Supardi dan Wiwit Manfaati
Lokasi usaha
: Kebraon Indah Permai C-46, Karang Pilang, Surabaya
Tahun berdiri
: 2008
Produk yang dihasilkan : Kerajinan eceng gondok (tas, vas bunga, tikar, tatakan meja,
Telp /HP
Email

tutup gelas, topi, sandal, sepatu, dll)


: 031-7671580 / 081332894009
: wiwitmanfaati@yahoo.com

B. Profil UMKM Rizqan Mufidah


Pasangan suami istri Supardi (47 tahun) dan Wiwit Manfaati (47 tahun) warga
Kebraon Indah permai Blok C 46 Karangpilang - Surabaya, sudah menjadi langganan
souvenir tamu penting Pemkot Surabaya dari dalam atau mancanegara. Warga Kebraon
Indah permai Blok C 46 Karangpilang ini, sudah memproduksi 4.000 unit lebih tas eceng
gondok untuk peserta PrepCom 3 for Habitat III. Sebelumnya, juga pernah dipesan
Pemkot Surabaya untuk dijadikan souvenir tamu pemkot di luar acara Prepcom. Lewat
bendera CV Rizqan Mufidah, Supardi dan Wiwit mendulang rupiah lewat produk-produk
yang dihasilkan dari mengolah limbah eceng gondok dan pelepah pisang. Supardi dan
Wiwit juga didapuk menjadi pelatih kerajinan tangan di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker)
Surabaya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Surabaya, Dinas
Koperasi Surabaya. Selain itu, beberapa Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) juga turut
mengakui kreativitas mereka.
1. Sejarah Berdirinya Rizqan Mufidah
Sejarah pembuatan tas yang terbuat dari eceng gondok hingga menjadi
langganan bagi tamu Pemkot Surabaya. Awalnya, ada pelatihan kerajinan enceng
gondok yang digelar persatuan istri purnawirawan TNI Polri yang dikhususkan
keluarga miskin (gakin) di perkampungannya. Karena jumlah peserta gakin kurang
dari 30 orang, Wiwit Manfaati, istri Supardi pun mengikuti pelatihan tersebut. Dari
pelatihan di tahun 2007 itu, Wiwit terus berlatih membuat kerajinan tangan yang
berbahan baku dari enceng gondok. Pemilihan eceng gondok sebagai bahan baku
dikarenakan keberadaan eceng gondok yang sangat berlimpah di daerah Kebraon

yang sangat mengganggu dan tidak dimanfaatkan. Di tangan ibu Wiwit eceng gondok
tersebut dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan berupa tas. Rupanya, banyak
tetangga tertarik dan membeli buah tangannya. Namun, semuanya diberikan secara
cuma-cuma. Seiring berjalannya waktu, Pemkot Surabaya mendengar bahwa
warganya di Kebraon bisa membuat kerajinan tangan tas dari eceng gondok. Supardi
dan istrinya pun diminta untuk memaparkan produk kerajinan tas enceng gondok di
Badan perencanaan pembangunan kota (Bappeko) Surabaya.
Hasil pemaparan tersebut membuat kesengsem pengurus PKK Kota Surabaya
dan meminta pasangan suami istri ini membuat tas eceng gondok untuk mengikuti
pameran UMKM di Gramedia Expo. Ternyata produk mereka laku. Sebagai perajin
baru, mereka banyak mendapat perhatian termasuk dari media massa. Berbagai
instansi pun mendukung usaha ini untuk menjadi produk unggulan yang menarik
Di bagian halaman rumah pasutri ini tampak tumpukan limbah eceng gondok
dan pelepah pisang yang sudah kering. Bahan baku inilah yang mereka sulap menjadi
barang yang mempunyai nilai ekonomis.
Kini hobi ibu Wiwit membuat kerajinan tersebut telah membuatnya bersama
suaminya menjadi pengusaha kerajinan eceng gondok menjadi beraneka ragam
kerajinan yang sangat bernilai ekonomi dengan bernaungan Rizqan Mufidah,
2. Produk yang dihasilkan Rizqan Mufidah
Pada CV Rizqan Mufidah tidak hanya
memproduksi tas saja diantaranya yaitu
tatakan gelas, tempat pensil, tempat tisu, meja
dan kursi, karpet dan pembatas ruangan. Di
ruang tamu yang merangkap etalase hasil
karya mereka, tampak sejumlah barang yang
siap dijual maupun yang masih membutuhkan sentuhan finishing. Ada tempat tisu,
tatakan gelas, tudung saji, tas wanita, penyekat ruangan, meja, kap lampu, penyekat
ruangan dan masih banyak lagi lainnya. Semuanya terbuat dari bahan dasar eceng
gondok yang dimodifikasi dengan pelepah pisang dan sulaman pita sebagai aksennya.

Di awal-awal usahanya, Wiwit mengolah bahan eceng gondok menjadi beragam


tas wanita yang diberi hiasan bunga dan pemandangan alam dari bahan yang sama,
kemudian berkembang dimodifikasi dengan karung goni, dan lukis. Sampai di sini
Wiwit merasa belum puas dengan karya-karyanya. Akhirnya, dia mencoba
memadukan dengan keterampilan yang dia kuasai selama ini yakni sulam pita.
Ternyata pasar sangat menyukai produk-produk terbarunya itu. Sulam pita ini
sekaligus menjadi ciri khas produk Wiwit, selain anyaman eceng gondoknya yang
lebih kecil dan rapat, dibanding pesaing yang sama di bisnis ini. Sebagai perajin,
Wiwit mengaku tidak berhenti belajar memperbarui produknya agar bisa mengikuti
selera pasar. Misalnya untuk desain, Wiwit memanfaatkan keikutsertaan pameran
sebagai ajang untuk mencari ilmu ke para perajin yang lain.

Terkadang produk baru buatannya


dihasilkan

dari

kecelakaan.

Wiwit

mengambil contoh menunjuk tudung saji


yang ada di depannya. Semula dia ingin
membuat penutup buah-buahan. Namun
karena kebesaran, akhirnya barang itu
lebih pas untuk tudung saji ketimbang
tutup buah.

3. Tahap Pembuatan Produk Kerajinan Eceng Gondok

Bahan produksi utama eceng gondok yang diperoleh dari waduk belakang
perumahan. Kemudian eceng gondok dikeringkan selama 2 minggu. Tahap
pembuatan kerajinan eceng gondok yaitu yang pertama eceng gondok diambil dari
waduk kemudian dicuci dan dipisahkan antara daun dan batangnya. Setelah itu
dikeringkan selama 2 minggu, setelah itu dianyam sesuai pola. Setelah jadi sesuai
pola kemudian dijahit dan disulam sebagai hiasan. Setelah disulam dipernish.
4. Pemasaran Produk Rizqan Mufidah

Pemasaran produk kerajinan eceng gondok dilakukan secara offline melalui


pameran di berberapa mall di Surabaya, UKM Merr, UKM Siola, Balaikota, dan di
Bungurasih. Namun sekarang bu Wiwit dan Pak Supardi memulai melakukan
pemasaran melalui online yakni di media social Facebook. Baik Wiwit maupun
Supardi tidak bisa memberikan angka pasti, karena pemasarannya sendiri dari
berbagai cara. Produk kerajinan yang dihasilkan mengutamakan kualitas hasil produk
dengan harga untuk kalangan menengah ke atas. Misalnya untuk harga tas sekitar Rp
200.000 dan ada yang seharga Rp. 450.000. Pemasaran produk tidak hanya di wilayah
Surabaya tetapi hingga ke Jakarta dan terdapat beberapa pembeli dari luar negeri
misalnya brazil. Namun belum berani melakukan ekspor ke luar negeri. Selain mejeng
di ruang pamer Dekranasda Pemkot Surabaya dan Jawa Timur, mereka juga sering
mengikuti pameran. Untuk sekali pameran beliau bisa mendapat Rp 9 juta- Rp10 juta.
Meski selama bulan Ramadhan ini tidak mengikuti satu pun event pameran, bukan
berarti ada penurunan omzet. Sebaliknya, Wiwit mengungkapkan omzet mereka
selama Ramadhan ini mengalami kenaikan hingga 50 persen. Kenaikan itu salah
satunya karena barang kerajinannya dijadikan isi bingkisan parcel. Setiap produk
yang dijual CV Rizqan Mufidah memiliki brand tersendiri.
5. Tenaga Kerja UMKM Rizqan Mufidah
Dalam tahap produksi kerjainan eceng gondok, Rizqan Mufidah memiliki
beberapa tenaga kerja meliputi bagian pengambilan dan pengeringan eceng gondok,
bagian penganyaman, bagian penjahit, dan bagian penyulam. Untuk tenaga kerja
pengambil eceng gondok, bu Wiwit membeli eceng gondok kering dari orang itu yaitu
dengan harga per kilo eceng gondok kering Rp. 8000,00-. Untuk tenaga kerja
penganyam beliau memberikan upah sesuai dengan jumlah hasil anyaman yang
mereka buat.
Dalam menjalankan roda bisnis limbah eceng gondok ini, Wiwit dan Supardi
dibantu oleh 70 tenaga kerja. Sebetulnya jumlah tersebut masih kurang. Namun
mereka mengakui tak mudah untuk merekrut tenaga kerja yang mau menggeluti bisnis
anyaman limbah eceng gondok ini. Dalam merekrut tenaga kerja, keduanya tidak
terlalu memberikan persyaratan ketat. Semua tenaga kerja itu merupakan wanita yang
sebelumnya ditraining lebih dulu mengenai cara menganyam eceng gondok. Setelah
dinyatakan lulus, mereka boleh mengerjakan pekerjaannya di rumah dan tinggal

setor kalau sudah jadi. Selanjutnya, produk setengah jadi itu akan melewati tahap
pemutihan. Setelah itu baru diberi hiasan sulam pita untuk produk-produk alat
rumah tangga hingga aksesoris, seperti tempat tisu, tatakan, tudung saji, dan
sebagainya.
Untuk mengajak orang agar tertarik dengan kerajinan enceng gondok ini,
Supardi dan istri sering diminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkot
Surabaya menjadi instruktur pelatihan kerajinan enceng gondok. Harapan Supardi,
orang-orang yang dilatih itu bisa menjadi perajin kemudian direkrut sebagai tenaga
untuk memajukan usaha kerajinan limbah eceng gondok, terutama di Surabaya.

C. Aspek Salingmas dalam UMKM Rizqan Mufidah


1. Aspek Sains
Eceng Gondok
Eceng gondok memiliki nama latin Eichhornia crassipes yang merupakan
famili dari Pontederiaceae adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Tanaman
ini paling suka hidup di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang
lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Kemampuannya yang mudah
beradaptasi pada perubahan ekstrim dari ketinggian air, arus air, perubahan
ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air membuat
pertumbuhan tanaman ini sangat cepat. Tumbuhan ini akan sangat cepat tumbuh jika
musim hujan datang, karena pada saat musim hujan volume air bertambah sehingga
tingginya kandungan garam dalam air yang dapat menghambat pertumbuhan enceng
gondok akan berkurang.
Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam
tanah. Tingginya sekitar 0,4 - 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal
dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun
menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk
bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk
bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya
merupakan akar serabut.

Tanaman enceng gondok ini merupakan tanaman pengganggu (gulma) air


yang sering bikin gondok para petani, karena tumbuh di sawah berebut unsur hara
dengan tanaman budidaya (padi). Juga sering bikin jengkel petugas ulu-ulu karena
menjadi biang mampet saluran air dan pendangkalan. Walaupun eceng gondok
dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap
polutan logam berat. Rangkaian penelitian seputar kemampuan eceng gondok oleh
peneliti Indonesia antara lain oleh Widyanto dan Susilo (1977) yang melaporkan
dalam waktu 24 jam eceng gondok mampu menyerap logam kadmium (Cd), merkuri
(Hg), dan nikel (Ni), masing- masing sebesar 1,35 mg/g, 1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g
bila logam itu tak bercampur. Eceng gondok juga menyerap Cd 1,23 mg/g, Hg 1,88
mg/g dan Ni 0,35 mg/g berat kering apabila logam-logam itu berada dalam keadaan
tercampur dengan logam lain. Lubis dan Sofyan (1986) menyimpulkan logam chrom
(Cr) dapat diserap oleh eceng gondok secara maksimal pada pH 7. Dalam
penelitiannya, logam Cr semula berkadar 15 ppm turun hingga 51,85 persen.Selain
dapat menyerap logam berat, eceng gondok dilaporkan juga mampu menyerap residu
pestisida.
Kandungan Eceng gondok
Eceng gondok adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat
Indonesia. Eceng Gondok mengandung energi sebesar 18 kilokalori, protein 1 gram,
karbohidrat 3,8 gram, lemak 0,2 gram, kalsium 80 miligram, fosfor 45 miligram, dan
zat besi 4 miligram. Selain itu di dalam Eceng Gondok juga terkandung vitamin A
sebanyak 1000 IU, vitamin B1 0,08 miligram dan vitamin C 50 miligram. Hasil
tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Eceng Gondok, dengan
jumlah yang dapat dimakan sebanyak 70%.
Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Eceng Gondok :
Nama Bahan Makanan : Eceng Gondok
Nama Lain / Alternatif : Eceng
Banyaknya Eceng Gondok yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Eceng Gondok yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 70 %

Jumlah Kandungan Energi Eceng Gondok = 18 kkal


Jumlah Kandungan Protein Eceng Gondok = 1 gr
Jumlah Kandungan Lemak Eceng Gondok = 0,2 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Eceng Gondok = 3,8 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Eceng Gondok = 80 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Eceng Gondok = 45 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Eceng Gondok = 4 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Eceng Gondok = 1000 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Eceng Gondok = 0,08 mg\
Jumlah Kandungan Vitamin C Eceng Gondok = 50 mg
Khasiat / Manfaat Eceng Gondok : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : E
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia serta sumber lainnya.
Transpirasi, fotosintesis dan respirasi eceng gondok
a. transpirasi
Jumlah air yang digunakan dalam proses pertumbuhan hanyalah memerlukan
sebagian kecil jumlah air yang diadsorbsi atau sebagian besar dari air yang masuk
kedalam tumbuhan dan keluar meninggalkan daun dan batang sebagai uap air.
Proses tersebut dinamakan proses transpirasi, sebagian menyerap melalui batang
tetapi kehilangan air umumnya berlangsung melalui daun. Laju hilangnya air dari
tumbuhan dipengaruhi oleh kwantitas sinar matahari dan musim penanaman. Laju
teraspirasi akan ditentukan oleh struktur daun eceng gondok yang terbuka lebar
yang memiliki stomata yang banyak sehingga proses transpirasi akan besar dan

beberapa faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban,udara, cahaya dan angin


(Anonim, 1996)
b. Fotosintesis

Fotosintesis adalah sintesa karbohidrat dari karbondioksida dan air oleh klorofil.
Menggunakan cahaya sebagai energi dengan oksigen sebagai produk tambahan.
Dalam proses fotosintesis ini tanaman membutuhkan CO2 dan H2O dan dengan
bantuan sinar matahari akan menghasilkan glukosa dan oksigen dan senyawasenyawa organik lain. Karbondioksida yang digunakan dalam proses ini beasal
dari udara dan energi matahari (Sastroutomo, 1991).
c. Respirasi

Sel tumbuhan dan hewan mempergunakan energi untuk membangun dan


memelihara protoplasma, membran plasma dan dinding sel. Energi tersebut
dihasilkan melalui pembakaran senyawa-senyawa. Dalam respirasi molekul gula
atau glukosa (C6H12O6) diubah menjadi zat-zat sedarhana yang disertai dengan
pelepasan energi (Tjitrosomo, 1983)
2. Aspek Lingkungan
Aspek Lingkungan yang dimiliki dari UMKM Rizqan Mufidah meliputi 2 hal,
yakni tentang keberadaan eceng gondok dan produk kerajinan yang ramah
lingkungan. Keduanya akan dijelaskan seperti berikut:
a. Keberadaan Eceng Gondok di Waduk Kebraon
Eceng gondok (Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air
mengapung. Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga
tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang merusak lingkungan perairan. Eceng
gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air kebadan air lainnya.
Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang
mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat, dan
potassium. Jika eceng gondok tetap dibiarkan dalam perairan waduk Kebraon
maka akan menyebabkan beberapa kerugian. Adapun dampak negatif yang
ditimbulkan eceng gondok antara lain:
1) Menurunkan nilai estetika lingkungan perairan
Dampak negatif dengan adanya eceng gondok ini adalah turunnya nilai
estetika lingkungan yang mengurangi tingkat keindahan permukaan air, karena
kita tidak dapat melihat dengan jelas dan tepat seberapa luas daerah perairan
tersebut.

2) Menyebabkan hambatan kelancaran lalulintas air seperti mempersulit jalur


transportasi air.
Keberadaan eceng gondok di perairan waduk Kebraon dapat merugikan
lalulintas air karena waduk tersebut biasanya dimanfaatkan untuk olahraga
jetsky. Eceng gondok akan menghalangi jalannya jetsky sehingga olahraga
tersebut tidak dapat berjalan dengan lancer.
3) Percepatan proses pendangkalan
Dampak lain yang tidak kasat mata adalah percepatan proses
pendangkalan. Karena eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dalam
dasar danau hal ini juga membantu percepatan pertumbuhan bibit-bibit
penyakit.
Dengan demikian jika eceng gondok di waduk Kebraon tidak dimanfaatkan
maka pertumbuhannya semakin membeludak dan menyebabkan dampak-dampak
seperti yang disebutkan di atas dan tentunya akan merugikan kehidupan warga
desa Kebraon. Oleh karena itu, UMKM Rizqan Mufidah memiliki aspek
Salingmas yakni aspek Lingkungan karena memanfaatkan eceng gondok menjadi
kerajinan sehingga dapat mengurangi dampak-dampak keberadaan eceng gondok
di perairan tersebut.
b. Produk Kerajinan Eceng Gondok yang Ramah Lingkungan
Produk kerajinan eceng gondok merupakan produk ramah lingkungan karena
dalam proses pembuatannya tidak menggunakan bahan kimia yang dapat
membahayakan kesehatan dan lingkungan. Pada proses pengecatan tidak
menggunakan pelitur sehingga ramah terhadap lingkungan. Namun menggunakan
suatu zat yang aman untuk lingkungan. Hal itu dilakukan untuk membuat tampilan
produk menjadi lebih mengkilap dan lebih indah.
3. Aspek Masyarakat
Usaha kerajinan tangan (Handcrafts) dengan memanfaatkan enceng gondok yang
ada di sekitar waduk wilayah Kebraon-Surabaya ini tidak serta merta merekrut
karyawan/pekerja dari kalangan tertentu. Usaha yang dimiliki oleh Ir. Supardi ini
ternyata juga memperhatikan dari aspek masyarakat. Hal ini terbukti dengan adanya
perekrutan pekerja yang berasal dari masyarakat sekitar. Pemilik usaha memang
menargetkan untuk memberdayakan masyarakat wilayah Kebraon, terutama area
sekitar waduk dan masyarakat Perumahan Kebraon Indah Permai untuk ikut terjun
dalam bidang wirausaha.

Cara yang dilakukan oleh sang pemilik untuk merekrut para pekerja dari
kalangan masyarakat sekitar sekaligus memperkenalkan usahanya adalah dengan
memberikan sebuah pelatihan wirausaha dalam bidang kerajinan tangan enceng
gondok. Sang pemilik mengatakan bahwa warga sekitar sangat antusias mengikuti
kegiatan tersebut. Kegiatan pelatihan tersebut diselenggarakan di balai desa setempat
dengan peserta paling banyak berasal dari kalangan ibu rumah tangga. Awalnya
memang target perekrutan pekerja adalah dari kaum ibu-ibu atau ibu rumah tangga.
Alasannya adalah untuk memberdayakan ibu rumah tangga yang dapat memiliki jiwa
wirausaha, kreatif, dan produktif. Penyuluhan yang dilaksanakan juga dibantu oleh
istri sang pemilik, dimana beliau ikut memberikan bimbingan mengenai cara
mengolah enceng gondok, menganyam, menyulam, membuat model barang yang
akan dibuat serta, dan yang lainnya.
Seiring berjalannya waktu, usaha yang didirikan oleh bapak Supardi mengalami
perkembangan yang pesat. Banyak ibu rumah tangga yang turut serta membantu
pembuatan kerajinan tangan enceng gondok. Dengan adanya hal tersebut pemilik juga
melakukan quality control bersamaan dengan proses pembuatan kerajinan tangan
yang dibuat oleh para ibu rumah tangga. Adanya quality control tersebut menjadikan
sang pemilik usaha lebih selektif dalam merekrut pegawai, dimana beliau hanya
memilih pegawai dengan hasil kerja yang bagus. Ibu-ibu yang sudah dipercaya untuk
turut serta membantu proses pembuatan kerajinan tangan akan diberi pekerjaan bila
ada pesanan.
Selain merekrut ibu rumah tangga, pemilik usaha juga merekrut beberapa pekerja
lain yang ahli pada bidang tertentu misalnya penjahit yang didapatkan dari penjahit
langganan keluarga dan penjahit yang ada di wilayah sekitar, selain itu juga ada
pekerja yang menangani bahan dasar (enceng gondok) misalnya pengambilan enceng
gondok dari waduk, proses pengeringan, dan pemipihan enceng gondok.
D. Analisis SWOT pada UMKM Rizqan Mufidah
Analisa SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk
merumuskan strategi perusahaan. Analisa ini didasarkan pada hubungan atau interaksi
antara unsur-unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan, terhadap unsur-unsur
eksternal yaitu peluang dan ancaman. Analisis SWOT pada UMKM Rizqan Mufidah
dijelaskan sebagai berikut:
1. Strength

Kekuatan yang dimiliki oleh usaha kerajinan eceng gondok Rizqan Mufidah
diantaranya sebagai berikut:
a. Produk kerajinan eceng gondok yang dibuat oleh pengusaha bapak Supardi ini
merupakan kerajinan eceng gondok yang berkualitas dengan produk yang
beraneka ragam dan berbeda dengan produk yang biasanya ada dipasaran.
b. Merupakan inovasi baru yang dikeluarkan dipasaran.
c. Bahan baku yang didapatkan sangat mudah dan banyak di alam.
d. Proses pembuatan mudah.
2. Weakness
a. Pasokan bahan baku eceng gondok kering pada musim penghujan akan
menyebabkan berkurangnya ketersediaan bahan baku pembuatan kerajinan eceng
gondok karena pada saat bmusim penghujan membutuhkan waktu yang lama
untuk mengeringkan eceng gondok
b. Sumber Daya Masyarakat yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan
anyaman kerajinan eceng gondok yang rapi dan berkualitas masih sedikit.
c. Kendala pada tenaga administrasi untuk pencatatan pada UMKM.
d. Karena belum pernah ada dipasaran, promosi dimulai dari nol. Pada awalnya
pemasaran hanya melalui offline di UKM Merr, siola, balaikota, dan beberapa
mall yang ada di Surabaya.
e. Kepercayaan masyarakat tentang produk baru kurang.
3. Opportunity
a. Produk baru yang dapat masuk kepasaran dengan inovasi terbaru.
b. Belum ada dipasaran sehingga saingan masih belum ada.
c. Pengelolahan bahan baku utama yang tidak semua orang bisa melakukannya.
4. Threat
a. Seiring berjalannya waktu dapat ditiru oleh banyak orang.
b. Nama produk yang tidak dijaga dapat ditiru orang

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
UMKM Rizqan Mufidah merupakan UMKM berbasis salingmas (sains, lingkungan,
dan masyarakat) yang memanfaatkan Eceng Gondok menjadi kerajinan tangan berupa tas,
sepatu, sandal, keranjang, karpet, alas gelas, tempat tisu, topi, meja, dan lain sebagainya.
Aspek sains yakni mengurangi dampak negatif dari keberadaan eceng gondok yang dapat
mengurangi kadar oksigen didalam perairan. Aspek lingkungan yang dimiliki oleh
UMKM ini yaitu dapat mengurangi keberadaan Eceng Gondok yang memiliki dampak
negative bagi lingkungan apabila tetap dibiarkan tumbuh liar, selain itu produk kerajinan
eceng gondok tidak menggunakan bahan kimia selama proses pembuatannya sehingga
merupakan produk ramah lingkungan yang tidak berbahaya. Dalam aspek masyarakat,
usaha ini memberdayakan masyarakat disekitar tempat pemilik usaha yakni bertugas
untuk menganyam kerajinan tersebut.
B. Saran
Dengan dilakukannya observasi ini, mahasiswa seharusnya dapat mengambil
wawasan untuk berwirausaha dan mendapatkan ide untuk memulai suatu usaha. Setelah
itu diharapkan dapat membuat usaha yang berbasis salingmas.

DAFTAR PUSATAKA
Anonim.2013.Wikipedia. Https://Id.Wikipedia.Org/Wiki/Eceng_Gondok.Online 31
Oktober 2016
Anonim.2015.Eceng Gondok.Https://Onainsight.Wordpress.Com/2012/12/09/EncengGondok-Harta-Karun-Bagi-Yang-Berpikir/.Online 31 Oktober 2016
Asah, Raditya. 2004. Inovasi dan Kewirausahaan. Bandung:: Universitas Telkom
Press.
Hendro. 2011. Dasar-dasar kewirausahaan. Jakarta: Erlangga
Maya kelana.2014.ilmu katon. http://kelanamayaku.blogspot.co.id/2014/09/makalahenceng-gondok.html. online 31 oktober 2016

LAMPIRAN GAMBAR

Banner usaha

Tempat penyimpanan kerajinan

Persediaan eceng gondok kering


Pengambilan eceng gondok di waduk

Bapak Supardi pemilik usaha

Wawancara dengan bapak Supardi

Foto bersama bapak supardi

Brand wiwit collection

Brand produk Rizqan Mufidah

Mesin pemipih eceng gondok

Penghargaan Rizqan Mufidah


Penghargaan Rizqan Mufidah

Penghargaan Rizqan Mufidah

Penghargaan Rizqan Mufidah