Anda di halaman 1dari 3

Dr.

Basri Hadi
Letda laut (K)
21943/P

RANGKUMAN MATERI
PEMBINAAN KESEHATAN
Pengertian kesehatan preventif ialah ilmu seni guna mencegah penyakit,
memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan fisik beserta mental seseorang.
Pelaku kesehatan preventif antara lain petugas kesehatan yang terdiri dari medis dan
paramedis.
Ada 3 tahap pencegahan penyakit antara lain :
a. Pencegahan primer : Promosi kesehatan dan perlindungan khusus.
b. Pencegahan sekunder : Diagnosis dini dan pengobatan segera.
c. Pencegahan tersier : Rehabilitasi..
Beberapa upaya pencegahan primer antara lain :
a. Promosi kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap
masalah kesehatan.
b. Perlindungan khusus : Upaya spesifik untuk mencegah terjadinya penularan
penyakit tertentu misalnya melakukan imunisasi, peningkatan ketrampilan remaja
untuk mencegah ajakan menggunakan narkotik dan untuk menanggulangi stress.
Secara garis besar, upaya-upaya yang dapat dikategorikan sebagai seni atau penerapan
ilmu kesehatan masyarakat antara lain sebagai berikut :
1.
Pemberantasan penyakit, baik menular maupun tidak menular.
2.
Perbaikan sanitasi lingkungan.
3.
Perbaikan lingkungan pemukiman.
4.
Pemberantasan Vektor.
5.
Pendidikan (penyuluhan) kesehatan masyarakat.
6.
Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak.
7.
Pembinaan gizi masyarakat.
8.
Pengawasan Sanitasi Tempat-Tempat Umum.
9.
Pengawasan Obat dan Minuman.
10. Pembinaan Peran Serta Masyarakat.
Promosi kesehatan adalah upaya meningkatkan kemampuan kesehatan masyarakat
melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat
menolong dirinya sendiri, serta mampu berperan secara aktif dalam masyarakat sesuai
sosial budaya setempat yang didukung oleh kebijakan public yang berwawasan.
(Depkes RI)
Usaha pengobatan (usaha kuratif). Upaya kuratif bertujuan untuk merawat dan
mengobati anggota keluarga, kelompok yang menderita penyakit atau masalah
kesehatan. Usaha-usaha yang dilakukan, yaitu :
a. Dukungan penyembuhan, perawatan, contohnya : dukungan psikis penderita TB.

Dr.Basri Hadi
Letda laut (K)
21943/P

b. Perawatan orang sakit sebagai tindak lanjut perawatan dari puskesmas dan rumah
sakit.
c. Perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis.
d. Perawatan payudara.
e. Perawatan tali pusat bayi baru lahir.
f. Pemberian obat : Fe, Vitamin A, oralit.
Usaha rehabilitasi
Merupakan upaya pemulihan kesehatan bagi penderita-penderita yang dirawat
dirumah, maupun terhadap kelompok-kelompok tertentu yang menderita penyakit
yang sama.
Usaha yang dilakukan, yaitu:
a. Latihan fisik bagi yang mengalami gangguan fisik seperti, patah tulang, kelainan
bawaan.
b. Latihan fisik tertentu bagi penderita penyakit tertentu misalnya, TBC (latihan nafas
dan batuk), Stroke (fisioterapi).
Dari ketiga jenis usaha ini, usaha pencegahan penyakit (prepentif) mendapat tempat
yang utama, karena dengan usaha pencegahan akan diperoleh hasil yang lebih baik,
serta memerlukan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan usaha pengobatan
maupun rehabilitasi.
TINGKAT-TINGKAT USAHA PENCEGAHAN
Usaha-usaha pencegahan antara lain :
a) Masa sebelum sakit
1. Mempertinggi Nilai Kesehatan (Health Promotion).
Promotif adalah usaha mempromosikan kesehatan kepada masyarakat. Upaya
promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu,keluarga, kelompok dan
masyarakat. Setiap individu berhak untuk menentukan nasib sendiri, mendapat
informasi yang cukup dan untuk berperan di segala aspek pemeliharaan kesehatannya.
Usaha ini merupakan pelayanan terhadap pemeliharaan kesehatan pada umumnya.
Beberapa usaha diantaranya :
a. Penyediaan makanan sehat cukup kualitas maupun kuantitasnya.
b. Perbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan, seperti : penyediaan air rumah tangga
yang baik, perbaikan cara pembuangan sampah, kotoran dan air limbah dan
sebagainya.
c.
Pendidikan kesehatan kepada masyarakat sesuai kebutuhannya.
d.
Usaha kesehatan jiwa agar tercapai perkembangan kepribadian yang baik.
2. Memberikan Perlindungan Khusus Terhadap Suatu Penyakit (Specific Protection)
Usaha ini merupakan tindakan pencegahan terhadap penyakit-penyakit tertentu yang
gangguan kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Beberapa usaha
diantaranya adalah :

Dr.Basri Hadi
Letda laut (K)
21943/P

a.

Memberikan imunisasi pada golongan yang rentan untuk mencegah terhadap

penyakit-penyakit tertentu. Contohnya : imunisasi hepatitis diberikan kepada


mahasiswi kebidanan yang akan praktek di rumah sakit.
b. Isolasi terhadap penderita penyakit menular. Contohnya : isolasi terhadap pasien
penyakit flu burung.
c. Perlindungan terhadap kemungkinan kecelakaan di tempat-tempat umum dan di
tempat kerja. Contohnya : di tempat umum, misalnya adanya rambu-rambu zebra
cross agar pejalan kaki yang akan menyebrang tidak tertabrak oleh kendaraan yang
sedang melintas. Sedangkan di tempat kerja : para pekerja yang memakai alat
perlindungan diri.
d. Peningkatan keterampilan remaja untuk mencegah ajakan menggunakan narkotik.
Contohnya : kursus-kursus peningkatan keterampilan, seperti kursus menjahit, kursus
otomotif.
e. Penanggulangan stress. Contohnya : membiasakan pola hidup yang sehat , dan
seringnya melakukan relaksasi.
b) Pada masa sakit
1.
Mengenal dan Mengetahui Jenis Penyakit pada Tingkat Awal Serta Mengadakan
Pengobatan yang Tepat dan Segera (Early Diagnosis And Prompt Treatment)
Early diagnosis mengandung pengertian diagnosa dini atau tindakan pencegahan
pada seseorang atau kelompok yang memiliki resiko terkena penyakit.Tindakan yang
berupaya untuk menghentikan proses penyakit pada tingkat permulaan sehingga tidak
akan

menjadi

parah.

Prinsipnya

diterapkan

dalam

program

pencegahan,

pemberantasan dan pembasmian macam penyakit baik menular ataupun tidak dan
memperhatikan tingkat kerawanan penyakit terhadap masyarakat yang tinggi.
Misalnya : TBC paru-paru, kusta, kanker, diabetes, jantung dll. Sedangkan Prompt
treatment memiliki pengertian pengobatan yang dilakukan dengan tepat dan segera
untuk menangani berbagai masalah yang terjadi. Prompt treatment merupakan
tindakan lanjutan dari early diagnosis. Pengobatan segera dilakukan sebagai
penghalang agar gejala tidak menimbulkan komplikasi yang lebih parah.
Tujuan utama dari usaha ini adalah :
a. Pengobatan yang setepat-tepatnya dan secepatnya dari setiap jenis penyakit
sehingga tercapai penyembuhan yang sempurna dan segera.
b. Pencegahan menular kepada orang lain, bila penyakitnya menular.
c. Mencegah terjadinya kecacatan yang diakibatkan suatu penyakit misalnya penyakit
kusta bisa menimbulkan jari-jari kaki putus.