Anda di halaman 1dari 48

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA II

Materi :
KARBOHIDRAT

Oleh :
ARIF THOHA BARIKLANA

NIM : 21030114120067

FAWZIA PUTI PAUNDRIANAGARI NIM : 21030114120065


IQBAL RYAN RAMADHAN

NIM : 21030114130165

LABORATORIUM DASAR TEKNIK KIMIA II


TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2015

LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA II

Materi :
KARBOHIDRAT

Oleh :
ARIF THOHA BARIKLANA

NIM : 21030114120067

FAWZIA PUTI PAUNDRIANAGARI NIM : 21030114120065


IQBAL RYAN RAMADHAN

NIM : 21030114130165

LABORATORIUM DASAR TEKNIK KIMIA II


TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2015

KARBOHIDRAT

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktikum

: Karbohidrat

Disusun oleh

: Kelompok 5 / Rabu Siang

Nama / NIM

1.

Arif Thoha Bariklana

21030114120067

2.

Fawzia Puti Paundrianagari

21030114120065

3.

Iqbal Ryan Ramadhan

21030114130165

Semarang,

Mei 2015

Asisten

Hanif Ardhiansyah
NIM. 21030111130077

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

ii

KARBOHIDRAT

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan resmi Praktikum
Dasar Teknik Kimia II dengan lancar dan sesuai harapan.
Ucapan terima kasih juga diucapkan kepada:
1.

Ibu Ir. C. Sri Budiyati, MT selaku Dosen Penanggung Jawab Laboratorium


Dasar Teknik Kimia II.

2.

Hanif Ardhiansyah selaku asisten pembimbing Paktikum Dasar Teknik Kimia


II materi karbohidrat.

3.

Orang tua kami yang mendukung kami dengan doa dan kasih.

4.

Teman-teman Dedikatif yang selalu membantu dan berdedikasi.

5.

Laboran Laboratorium Dasar Teknik Kimia II, Bapak M. Rustam dan Ibu
Dini yang telah membantu pada saat berlangsungnya praktikum.
Laporan resmi Praktikum Dasar Teknik Kimia II ini berisi materi tentang

karbohidrat. Laporan resmi ini dibuat dengan sebaik-baiknya dan dengan segenap
hati agar laporan dapat bermanfaat dan dapat memberi dampak yang positif bagi
para pembaca. Laporan ini tidak jauh dari kekurangan yang ada, oleh sebab itu
kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.

Semarang,

Mei 2015

Penulis

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

iii

KARBOHIDRAT

INTISARI
Karbohidrat merupakan salah satu komponen penyusun yang sering
dijumpai dalam suatu bahan. Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah untuk
menentukan kadar karbohidrat (pati) suatu bahan sesuai dengan prosedur yang
benar, agar mahasiswa dapat menyusun rangkaian analisa kadar karbohidrat
serta mengoperasikannya, dan mampu memahami reaksi yang terjadi pada
senyawa karbohidrat. Karbohidrat digolongkan menjadi monosakarida,
disakarida, dan polisakarida. Kemudian pati terdiri dari 2, yaitu amilosa dan
amilopektin. Amilosa larut dalam air panas, sedangkan amilopektin tidak larut
dalam air.
Tahapan yang dilakukan saat praktikum yaitu persiapan sampel padat,
standarisasi larutan fehling, dan penentuan kadar pati dari sampel. Sampel yang
digunakan adalah beras analog. Alat yang digunakan antara lain timbangan,
buret, magnetic stirrer plus heater, waterbath, labu leher tiga, thermometer,
pendingin Leibig, klem, statif, dan pipet volume. Bahan yang digunakan antara
lain fehling A dan fehling B secukupnya, HCL 1N basis 100 ml sebanyak 8.36 ml,
NaOH 0.8 gram, glukosa anhidris 0.63 gram, metilen blue secukupnya, dan beras
analog 10 gram.
Dari percobaan yang dilakukan, didapatkan kadar pati yang lebih besar
dari kadar teoritis. Kadar pati dari beras analog yang kami temukan berturutturut adalah 37.485%, 73.485%, dan 110%. Sedangkan kadar teoritinya adalah
38.143%. hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain suhu saat
hidrolisa tidak optimum, suhu saat titrasi tidak optimum, dan kesulitan
pengamatan saat TAT. Saran dari percobaan karbohidrat antara lain adalah
membesihkan alat-alat praktikum sebelum dan sesudah digunakan, cermat dan
teliti dalam melihat perubahan warna saat TAT, pastikan agar alat-alat tersusun
dengan rangkaian yang benar, melakukan percobaan / praktikum sesuai dengan
prosedur, dan selalu mengawasi suhu optimal serta perubahan volume titran saat
titrasi.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

iv

KARBOHIDRAT

SUMMARY
Carbohydrates are one of the components that are often encountered in a
material. The aims of this experiments are to determine the levels of carbohydrate
(starch) a material in accordance with the proper procedures, so that students
can develop a series of carbohydrate content analysis as well as operate it, and
able to understand the reactions that occur in carbohydrate compound.
Carbohydrates classified into monosaccharides, disaccharides, and
polysaccharides. Then the starch consists of two, namely amylose and
amylopectin. Amylose soluble in hot water, while amylopectin insoluble in water.
Steps being taken while the experiments are a solid sample preparation ,
standardization Fehling's solution , and the determination of the starch content of
the sample . The sample used is rice analog . Tools used include scale, burette,
magnetic stirrer plus heater, water bath, three-neck flask , thermometer, cooling
Leibig, clamps, stative, and pipette volume . Materials used include Fehling
Fehling A and B, 1N HCL base 100 ml, 8.36 ml , NaOH 0.8 grams , 0.63 grams of
glucose anhidris, methylene blue , and analog 10 grams
From the experiments, it was found that starch content is greater than the
theoretical level. Starch from rice analog we found a row is 37 .485% 73.485%,
and 110%. While the true values are 38.143%. It was affected by several factors
including the current temperature hydrolysis is not optimum, the current
temperature is not optimum when titration, and the difficulty of observation while
end point of titration. Suggestions of experiments carbohydrates include clean up
all practical tools before and after use, carefully and thoroughly in view of
discoloration when end point of titration, make sure that the devices are arranged
in the correct sequence, do the experiment in accordance with the procedure, and
always keep an eye on the temperature as well as changes in the volume of titrant
optimal when titration.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

KARBOHIDRAT

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i


LEMBAR PENGESAHAN............................................................................ ii
KATA PENGANTAR .................................................................................. iii
INTISARI ..................................................................................................... iv
SUMMARY .................................................................................................. v
DAFTAR ISI ................................................................................................ vi
DAFTAR TABEL ....................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. viii
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
I.2 Tujuan Praktikum ..................................................................................... 1
I.3 Manfaat Praktikum ................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................... 3
BAB III PROSEDUR KERJA
III.1 Bahan dan Alat....................................................................................... 7
III.2 Gambar Alat........................................................................................... 8
III.3 Cara Kerja .............................................................................................. 9
BAB IV HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil Praktikum ................................................................................... 10
IV.2 Pembahasan ......................................................................................... 10
BAB V PENUTUP
V.1 Kesimpulan ........................................................................................... 13
V.2 Saran ..................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 14
DATA HASIL PRAKTIKUM ................................................................... A-1
LEMBAR KUANTITAS REAGEN........................................................... B-1
REFFERENSI
LEMBAR ASISTENSI

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

vi

KARBOHIDRAT

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Hasil Praktikum Analisa Kadar Pati pada Beras Analog ............... 10

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

vii

KARBOHIDRAT

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Struktur Molekul Amilosa ......................................................... 3


Gambar 2.2 Struktur Molekul Amilopektin ................................................... 4
Gambar 3.1 Rangkaian alat Hidrolisa ............................................................. 8
Gambar 4.2. Grafik Hubungan Antara Kadar Glukosa denga Waktu ............ 10

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

viii

KARBOHIDRAT

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Karbohidrat merupakan hasil sintesis CO2 dan H2O dengan bantuan sinar
matahari dan zat hijau daun (klorofil) melalui fotosintesis. Zat makanan ini
merupakan sumber energi bagi organisme heterotroph (makhluk hidup yang
memperoleh energi dari sumber senyawa organik di lingkungannya). Karbohidrat
merupakan senyawa organik yang banyak dijumpai di alam yang terdiri dari unsur
karbon, hidrogen, dan oksigen.
Berdasarkan gugus gula penyusunnya, karbohidrat di bagi menjadi 3, yaitu
monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat
yang terdiri dari satu gugus gula. Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari
dua gugus gula. Polisakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari banyak gugus
gula, dan rata-rata terdiri lebih dari 10 gugus gula. Sumber karbohidrat berasal
dari jagung, gandum, biji-bijian, ketela pohon, ketela rambat, kentang, dan ubi.
Karbohidrat memiliki beberapa peran penting dalam tubuh manusia, antara
lain adalah sebagai sumber energi utama, berperan penting dalam proses
metabolisme, menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh, dan pembentuk
struktur sel, jaringan, serta organ tubuh, membantu proses pencernaan makanan
dalam proses pencernaan, membantu penyerapan kalsium, merupakan pembentuk
senyawa lainnya, misalnya sebagai asam lemak sebagai penyusun lemak dan asam
amino sebagai penyusun protein, sebagai komponen penyusun gen dalam inti sel
yang amat penting dalam pewarisan sifat serta membantu proses berlangsungnya
buang air besar (Asgar, 2011).

I.2 Tujuan Praktikum


1.

Menyusun rangkaian alat analisa karbohidrat (pati).

2.

Mengoperasikan rangkaian alat analisa karbohidrat (pati).

3.

Menentukan kadar karbohidrat (pati) pada beras analog sesuai dengan


prosedur yang benar.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

KARBOHIDRAT

I.3 Manfaat Praktikum


1.

Mahasiswa mampu menyusun rangkaian alat analisa karbohidrat (pati).

2.

Mahasiswa mampu mengoperasikan rangkaian alat analisa karbohidrat (pati).

3.

Mahasiswa mampu menentukan kadar karbohidrat (pati) pada beras analog


dengan prosedur yang benar.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

KARBOHIDRAT

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Karbohidrat merupakan senyawa organik yang banyak dijumpai di alam


yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Rumus empiris dari
senyawa karbohidrat adalah CH2O. Senyawa karbohidrat merupakan polihidroksi
aldehid dan keton atau turunannya.
Menurut ukuran molekulnya, karbohidrat dibagi menjadi:
1.

Monosakarida : merupakan karbohidrat yang paling sederhana


Contoh : glukosa, galaktosa, fruktosa, ribosa

2.

Disakarida : terdiri dari dua satuan monosakarida


Contoh : sukrosa, maltosa, selobiosa, laktosa

3.

Polisakarida : terdiri dari banyak satuan (lebih dari delapan satuan)


Contoh : pati, selulosa, pektin, kitin, dll.

Sifat umum karbohidrat:


1.

Senyawa karbohidrat dari tingkat yang lebih tinggi dapat diubah menjadi
tingkat yang lebih rendah dengan cara menghidrolisa.

2.

Gugus hemiasetal (keton maupun aldehid) mempunyai sifat pereduksi.

3.

Gugus-gugus hidroksil pada karbohidrat juga bertabiat serupa dengan yang


terdapat pada gugus alkohol lain.

Pati
Pati terdiri dari 2 macam senyawa, yaitu:
a.

Amilosa ( 20%)

Yang mempunyai sifat larut dalam air panas.


Amilosa merupakan polimer linier dari D glukosa yang dihubungkan secara
1,4
CH2OH

CH2OH

CH2OH

~
OH

OH

OH

Gambar 2.1 Struktur Molekul Amilosa

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

KARBOHIDRAT

Tiap molekul amilosa terdapat 250 satuan glukosa.

Hidrolisis parsial menghasilkan maltosa (dan oligomer lain) sedangkan


hidrolisis lengkap hanya menghasilkan D-glukosa.

Molekul amilosa membentuk spiral di sekitar molekul I2 dan antaraksi


keduanya akan menimbulkan warna biru. Hal ini digunakan sebagai dasar uji
Iod pada pati.

b. Amilopektin ( 80%)
Mempunyai sifat tidak larut dalam air.
Struktur bangun dari senyawa amilopektin hampir sama dengan amilosa,
perbedaannya rantai amilopektin mempunyai percabangan.
Rantai utama amilopektin mengandung 1,4D-glukosa, dan percabangan rantai
mengandung 1,6 D-glukosa. Tiap molekul mengandung 1000 satuan
glukosa.
CH2OH

~
OH

CH2OH

CH2

CH2OH

~
OH

OH

OH

Gambar 2.2 Struktur Molekul Amilopektin

Hidrolisa parsial dari amilopektin dapat menghasilkan oligosakarida yang disebut


dekstrin, yang sering digunakan sebagai perekat (lem), pasta, dan kanji tekstil.
Hidrolisa lanjut dari dekstrin dapat menghasilkan maltosa dan isomaltosa.
Hidrolisa lengkap amilopektin hanya menghasilkan D-glukosa.

Amilopektin

H2O , H+

dekstrin

H2O , H+

H2O , H+

Maltosa + isomaltosa

D.glukosa

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

KARBOHIDRAT

Katalis dalam Hidrolisa Pati


1) Enzim
Suatu zat yang dihasilka oleh mikroorganisme baisanya digunakan sebagai
katalisator pada proses hidrolisa. Penggunana di industri misalnya pembuatan
alkohol dari tetes tebu oleh enzim.
Contoh-contoh enzim hidrolisa:
a.

Amilase
Digunakan dalam hidrolisa maltase. Mengubah beer.
Alfa-amilase: proses degradasi pati
Beta-amilase: proses sakarifikasi pati

b. Pullulanase
Memutus ikatan cabang pada

alfa 1,6 glikosaida menghasilkan pati

rantai panjang dan limit dekstrin.


c.

Amiloglukosidase / Glukoamilase
Berperan dalam proses sakarifikasi pati. Memecah struktur pati yang
merupakan polisakarida kompleks berukuran besar menjadi molekul
yang berukuran kecil (Februadi, 2014).

2) Asam
Berfungsi sebagai katalisator dengan mengaktifkan air dari kadar asam yang
encer. Umumnya kecepatan reaksi sebanding dengan ion H+ tetapi pada
konsentrasi yang tinggi hubungannya tidak terlihat lagi. Di dalam industri
yang dipakai adalah H2SO4, HCL, da H2C2O4.
3) Basa
Basa yang dipakai adalah basa encer dan basa padat. Reaksi bentuk padat
sama seperti reaksi bentuk cair. Hanya reaksinya lebih sempurna atau lebih
reaktif dan hanya digunakan untuk maksud tertentu, misalnya peleburan
benzene menjadi phenol. (Jatmiko, 2011)

Reaksi Hidrolisa
Hidrolisa merupakan reaksi pengikatan gugus hidroksil / OH oleh suatu
senyawa. Gugus OH dapat diperoleh dari senyawa air. Hidrolisa dapat
digolongkan menjadi hidrolisa murni, hidrolisa katalis asam, hidrolisa katalis

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

KARBOHIDRAT

basa, gabungan alkali dengan air dan hidrolisa katalis dengan enzim. Sedangkan
berdasarkan fase reaksi yang terjadi dapat diklasifikasikan menjadi hidrolisa fase
cair dan hidrolisa fase uap.
Hidrolisa pati terjadi antara suatu reaktan pati dengan reakran air. Reaksi
ini adalah reaksi orde satu karena reaktan air yag dibuat berlebih, sehingga
perubahan reaktan dapat diabaikan. Reaksi hidrolisa pati dapat menggunakan
katalisator H+ yang dapat diambil dari asam. Pada hidrolisa pati, reaksinya dapat
dinyatakan dengan persamaan :
C6H10OH +H2O xC6H12O6

(Februadi, 2014)

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

KARBOHIDRAT

BAB III
METODE PRAKTIKUM

III.1 Bahan dan Alat


III.1.1 Bahan yang Digunakan
1.

Fehling A secukupnya

2.

Fehling B secukupnya

3.

HCL 1N, 100 ml 8,36 ml

4.

NaOH 2N, 10 ml 0,8 gram

5.

Glukosa anhidris, 0,0025 gr/ml, 250 ml 0,63 gram

6.

Metilen blue secukupnya

7.

Beras analog 10 gram

III.1.2 Alat yang Digunakan


1.

Timbangan

2.

Buret

3.

Magnetic stirrer plus heater

4.

Waterbath

5.

Labu leher tiga

6.

Thermometer

7.

Pendingin leibig

8.

Klem

9.

Statif

10. Pipet volume

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

KARBOHIDRAT

III.2 Gambar Alat

6
5
7

4
3
2
1

Gambar 3.1 Rangkaian alat Hidrolisa


Keterangan:
1.

Magnetic stirrer plus heater

2.

Waterbath

3.

Labu lehertiga

4.

Thermometer

5.

Pendingin leibig

6.

Klem

7.

Statif

III.3 Cara Kerja


Analisa kadar pati
-

Persiapan bahan
Sampel padat
Tumbuk dan haluskan beras analog. Hilangkan kadar airnya menggunakan
oven sampai berat sampel menjadi konstan.Timbang 10 gram.

Standarisasi Larutan Fehling


Larutan fehling A 5 ml dan larutan fehling B 5 ml dicampur, lalu ditambah 15
ml larutan glukosa standart dari buret. Campuran dididihkan selama 2 menit.
Tambahkan 3 tetes indikator metilen blue. Larutan dititrasi dengan glukosa
standar hingga warna biru hampir hilang. Penambahan dilakukan dalam
waktu 1 menit. Volume glukosa standart yang dibutuhkan (F).

Penentuan kadar pati

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

KARBOHIDRAT

10 gr beras analog dilarutkan dalam 100 ml HCl 1 N pada labu takar 100 ml.
Campuran dimasukkan ke dalam labu leher tiga. Larutan dipanaskan pada
suhu 100 0C selama 1 jam dengan skala pengadukan sesuai variabel
variabel.
Setelah itu didinginkan, diencerkan dengan aquades sampai 500 ml, dan
dinetralkan dengan NaOH.. Diambil 5ml, diencerkan sampai 100 ml, diambil
5 ml. Kemudian dititrasi
dititrasi : 5 ml sampel + 5 ml fehling A + 5 ml fehling B + 15
ml glukosa standar, dipanaskan selama 2 menit sampai mendidih
ditambahkan 3 tetes indikator MB. larutan dititrasi dengan glukosa standar
hingga warna berubah menjadi biru hampir hilang. Catat kebutuhan
kebutuhan titran (M
ml). Hitung kadar pati. Yang perlu diperhatikan, proses titrasi dilakukan
dalam keadaan mendidih (di atas kompor), titrasi efektif dilakukan maksimal
1 menit

Dengan B = 500 ml, jika ingin diperoleh kadar pati dikalikan dengan 0,9.
Keterangan:
X = hasil glukosa, dalam bagian berat pati.
F = larutan glukosa standart yang diperlukan.
M = larutan glukose standart yang digunakan untuk menitrasi sampel.
N = gr glukose / ml larutan standart = 0,0025 gr/
gr/ml.
W = berat pati yang dihidrolisis,
dih
gram
B = volume larutan suspensi pati dalam reaktor yang dihidrolisa
-

Pembuatan
mbuatan Larutan Glukosa standar
Dibuat dengan melarutkan 0.63 gram glukosa anhidris dengan
an air suling
sampai volume 250 ml.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

KARBOHIDRAT

BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

IV.1

Hasil Percobaan
Tabel 4.1 Hasil Praktikum Analisa Kadar Pati pada Beras Analog

IV.2

Kadar Praktis

Kadar Teoritis

7,8 ml

6,1 ml

0,4165

37,485%

38,143%

6 ml

5,3 ml

0,8165

73,485%

38,143%

7 ml

4,3 ml

1,3165

110%

38,143%

Pembahasan

IV.2.1 Kadar Pati Praktis Lebih Besar dari Kadar Pati Teoritis
Berdasarkan percobaan karbohidrat yang kami lakukan, kadar pati dalam
beras analog praktis lebih besar dari kadar teoritis. Kadar pati beras analog praktis
adalah 37,485%, 73,485%, dan 110%. Sedangkan kadar teoritisnya 38,143%. Hal
ini disebabkan beberapa faktor antara lain:
a) Suhu saat hidrolisa tidak optimum
Ketika hidrolisa sebenarnya suhu dijaga agar konstan. Ketika
dilakukan hidrolisa terjadi pemurnian kadar pati. Kadar pati yang ditemukan
tersebut memiliki suhu optimum hidrolisa. Untuk beras analog suhu
optimumnya 100oC. Pada suhu optimum, apabila hidrolisa dilanjutkan akan
tetap menghasilkan kadar optimumnya. Kadar optimum beras analog
ditemukan pada t (waktu) mulai 90 menit seperti gambar di bawah:

Gambar 4.2.1 Grafik Hubungan Antara Kadar Glukosa denga Waktu


Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

10

KARBOHIDRAT

Apabila suhu tidak optimal, reaksi akan berjalan lebih cepat sehingga
glukosa dalam beras analog terhidrolisa berlebihan. Tetapi apabila
berlangsung pada suhu tinggi yang berlebihan konversi akan menurun.
Pengaruh suhu terhadap kecepatan reaksi mengikuti persamaan Arhenius :
ln

= ln

dengan A = Faktor Arhenius ; EA = energi aktivasi ; T = temperature (kelvin)


Semakin tinggi suhu, semakin cepat pula jalan reaksinya. Namun
apabila suhu terlalu tinggi, kadar glukosa perlahan semakin menurun
konversinya karena adanya glukosa yang pecah menjadi arang (warna larutan
akan semakin tua). Namun penurunan kadar tidak terlalu signifikan sehingga
masih berada di atas kadar teoritis ( Endang, 2010 ).

b) Suhu saat Titrasi Tidak Optimal


Berdasarkan metode Lane-Eyman, saat titrasi campuran harus dalam
keadaan panasyaitu harus dididihkan 2 menit, kemudian ditambah 3 tetes
MB. Artinya titrasi diselesaikan 3 menit dan mendidihkan agar suhu tidak
turun. Namun dalam percobaan pendidihan terlalu lama sehingga gula dalam
sampel beras analog pada tiap pengambilan memiliki kadar yang lebih tinggi
( 37,485%, 73,485%,dan 110% ) dibandingkan kadar teoritisnya yaitu
38,431%. Hal ini juga mempercepat penguraian pati. Kemudian pada titrasi
selanjutnya gula mengalami pemanasan pada suhu tinggi yang terlalu lama
ditambah lagi titrasi dalam keadaan panas kurang lebih 100oC, sehingga gula
dalam sampel terdestruksi sebagian.
Selain perlakuan suhu yang tinggi saat hidrolisa, terdapat faktor-faktor
lain yang menyebabkan gula terdestruksi adalah konsentrasi katalis. Semakin
besar konsentrasi katalis maka akan semakin besar. Konsentrasi optimum
katalis HCL untuk beras analog dari singkong adalah 0,1 N sedangkan
konsentrasi HCL yang kami gunakan sebesar 1N sehingga gulaterdestksi
lebih banyak. (Silvester, tanpa tahun) Hal ini menyebabkan kadar pati
menjadi turun namun tidak terlalu signifikan sehingga masih berada diatas
kadar teoritis (Lavenspiel, 2007 ).

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

11

KARBOHIDRAT

c) Kesulitan Pengamatan Saat TAT


Pada penambahan ini, TAT sulit diamati karena setelah pemanasan
yang dilakukan pada sampel beras analog dengan fehling A, fehling B, dan
glukosa standart yang ditambahkan akan membentuk endapan Cu2O merah
bata yang berputar karena terkena stirrer hingga menjadi keruh gelap,
sedangkan apabila pemitaran dan pemanasan dihentikan ketika titrasi, akn
menganggu pembentukan Cu2O mersh bata, dengan reaksi :
D-glukosa + Cu2+ + OH- Asam D-glukosa + Cu2O + H2O
(Ardi, 2008)

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

12

KARBOHIDRAT

BAB V
PENUTUP

V.1 Kesimpulan
1.

Kadar pati yang ditemukan 37,485%, 73,485%, dan 110% lebih besar
daripada kadar pati teoritis beras analog yaitu sebesar 38,143%.

2.

Katalis yang dapat digunakan pada hidrolisa padat antara lain enzim, asam,
dan basa.

3.

Reaksi hidrolisa merupakan reaksi pengikatan gugus hidroksil/OH oleh suatu


senyawa dimana gugus OH didapat dari air.

V.2 Saran
1.

Membersihkan alat-alat praktikum sebelum dan sesudah digunakan.

2.

Cermat dan teliti dalam melihat perubahan warna saat TAT.

3.

Pastikan agar alat-alat tersusun dengan rangkaian yang benar.

4.

Melakukan praktikum sesuai dengan prosedur.

5.

Selalu mengawasi suhu optimal serta perubahan volume titran saat titrasi.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

13

KARBOHIDRAT

DAFTAR PUSTAKA

A.O.A.C. 1970. Oficial Method of Analysis of the A.O.A.C., 11 ed, p.539 540.
Washington, D.C.
Groggins, P. H. 1950. Unit Processes in Organic Synthesis, 5 ed, pp. 750 783,
New York: Mc Graw Hill Book Company Inc.
Kerr, R. W. 1950. Chemistry and Industry of Starch, 2 ed, pp. 375 403, New
York: Academic Press, Inc.
Malik, Abdullah. 2014. Berandal Kasino. Semarang.
Mastuti, Endang. 2010. Pengaruh Variasi Temperatur dan Konsentrasi Katalis
pada Kinetika Reaksi Hidrolisa Tepung Kulit Ketela Pohon. Solo:
Universitas Sebelas Maret.
Wahyudi, Jatmiko. 2011. Pengaruh Suhu terhadap Kadar Glukosa Terbentuk
dalam Konstanta Kecepatan Reaksi pada Hidrolisa

Kulit Pisang.

Yogyakarta: Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan.


Woodman, A. 1941. Food Analysis, 4ed, pp. 264 265, New York: Mc Graw Hill
Book Company, Inc.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

14

KARBOHIDRAT

DATA HASIL PERCOBAAN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK KIMIA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
I.

BAHAN DAN ALAT

I.1 Bahan Yang Digunakan


1. Fehling A secukupnya
2. Fehling B secukupnya
3. HCL 1 N, 100 ml (8,36 ml)
4. NaOH 2 N, 10 ml (0,8 gram)
5. Glukosa anhidris 0,0025 gr/ml, 250 ml (0,63 gram)
6. Metilen Blue secukupnya
7. Sampel Beras Analog 10 gram
I.2 Alat Yang Dipakai
1. Timbangan
2. Buret
3. Magnetic stirrer
4. Waterbath
5. Labu leher tiga
6. Thermometer
7. Pendingin leibig
8. Klem
9. Statif
10. Pipet volume

II. Cara Kerja


Analisa kadar pati
-

Persiapan bahan
Sampel padat
Tumbuk dan haluskan beras analog. Hilangkan kadar airnya menggunakan
oven sampai berat sampel menjadi konstan. Timbang 10 gram.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

A-1

KARBOHIDRAT

Standarisasi Larutan Fehling


Larutan fehling A 5 ml dan larutan fehling B 5 ml dicampur, lalu ditambah 15
ml larutan glukosa standart dari buret. Campuran dididihkan selama 2 menit.
Tambahkan 3 tetes indikator metilen blue. Larutan dititrasi dengan glukosa
standar hingga warna biru hampir hilang. Penambahan ini dilakukan dalam
waktu 1 menit. Volume glukosa standart yang dibutuhkan (F).

Penentuan kadar pati


10 gram beras analog dilarutkan dalam 100 ml HCl 1 Npada labutakar 100
ml.. Campuran dimasukkan ke dalam labu leher tiga. Larutan dipanaskan pada
suhu 100 0C selama 1 jam dengan skala pengadukan sesuai variabel.
Setelah itu didinginkan, diencerkan dengan aquades sampai 500 ml, dan
dinetralkandenganNaOH
denganNaOH.. Diambil 5ml, diencerkan sampai 100 ml, diambil 5
ml. Kemudian dititrasi : 5 ml sampel + 5 ml fehling A + 5 ml fehling B + 15
ml glukosa standar, dipanaskan selama 2 menit sampai mendidih
ditambahkan 3 tetes indikator MB. larutan dititrasi dengan glukosa standar
hingga warna berubah menjadi biru hampir hilang. Catat kebutuhan titran (M
ml). Hitung kadar pati. Yang perlu diperhatikan, proses titrasi dilakukan
dalam keadaan
adaan mendidih (di atas kompor), titrasi efektif dilakukan maksimal
1 menit.

Dengan B = 500 ml, jika ingin diperoleh kadar pati dikalikan dengan 0,9.
Keterangan:
X = hasil glukosa, dalam bagian berat pati.
F = larutan glukosa standart yang diperlukan
diperlukan.
M = larutan glukosa standar yang digunakan untuk menitrasi sampel.
N = gr glukosa / ml larutan standart = 0,0025 gr/
gr/ml.
W = berat pati yang dihidrolisis, gram
B = volume larutan suspensi pati dalam reaktor yang dihidrolisa
-

Pembuatan Larutan Glukosa


Gluk
standar
Dibuat dengan melarutkan 0.63 gram glukosa anhidris dengan air suling
sampai volume 250 ml.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

A-2

KARBOHIDRAT

2.4 Hasil Percobaan


Massa cawan = 30,322 gram
Massa sampel + cawan setelah dikeringkan (I) = 38,625 gram
Massa sampel + cawan setelah dikeringkan (II) = 38,586 gram
Massa sampel + cawan setelah dikeringkan (III) = 38,586 gram
Massa sampel + cawan setelah dikeringkan (IV) = 38,586 gram

1.

Standarisasi larutan fehling


Variabel

Volume Titran I

7,8 ml

5,3 ml

Volume Titran II

6 ml

6,1 ml

Volume Titran III

7 ml

4,3 ml

Rata-rata F

= 6,933 ml
m

2.

Penentuan Kadar Pati/Karbohidrat

Kadar pati = . 0,9. 100%


a.

Percobaan 1
F = 6,933 ml ; M = 5,3 ml
( ,

X1 =

).

X1 = 0,8165 ml/gram
Kadar pati

= 1. 0,9. 100%
= 0,8165. 0,9. 100%
= 73, 458 %

b. Percobaan 2
F = 6,933 ml ; M = 6,1 ml

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

A-3

KARBOHIDRAT

( ,

X2 =

).

X2 = 0,4165 ml/gram
= 2. 0,9. 100%

Kadar pati

= 0,4165. 0,9. 100%


= 37,485 %
c. Percobaan 3
F = 6,933 ml ; M = 4,3 ml
( ,

X3 =

).

.(

X3 = 1,3165 ml/gram
Kadar pati

= 3. 0,9. 100%
= 1,3165. 0,9. 100%
= 110 %

PRAKTIKAN

MENGETAHUI
ASISTEN

1. Fawzia Puti Paundrianagari

Hanif Ardhiansyah

2. Arif Thoha Bariklana

NIM. 2103011113007

3. Iqbal Ryan Ramadhan

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

A-4

KARBOHIDRAT

LEMBAR KUANTITAS REAGEN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK KIMIA II
JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

:5
: KARBOHIDRAT
: KAMIS/ 9 APRIL 2015
: V/RABU SIANG
:
1. IQBAL RYAN RAMADHAN
2. FAWZIA PUTI P.
3. ARIF THOHA B.
: HANIF ARDHIANSYAH

PRAKTIKUM KE
MATERI
HARI/TANGGAL
KELOMPOK
NAMA

ASISTEN
KUANTITAS REAGEN
NO

JENIS REAGEN

KUANTITAS REAGEN

1.

Beras Analog (minta malik) kering dan halus

10 gram

2.

HCL 1 N

100 ml

3.

Fehling A

Secukupnya

4.

Fehling B

Secukupnya

5.

NaOH 2 N

10 ml

6.

MB

7.

Glukosa Anhidris 0,0025 gr/ml

@ 3 tetes
250 ml

TUGAS TAMBAHAN :

Cari kadar karbohidrat sampel

CATATAN :

t = 90 menit
T = 100oC
Titrasi 3x
SEMARANG, APRIL 2015
ASISTEN

HANIF ARDHIANSYAH
NIM. 2103011113007

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

B-1

KARBOHIDRAT

DIPERIKSA

KETERANGAN

NO

TANGGAL

1.

27-5-2015

Cek tiap bab


Untuk asistensi berikutnya dikiri via
email dalam bentuk word dan pdf ke
alamat email : hanif.ardhi@gmail.com

2.

29-5-2015

cek tiap bab


contoh kata pengantar dan gambar alat
lihat lampiran
reff yg dipakai diberi highlight
perbaikan kirim via email

3.

30-5-2015

ACC

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

TANDA
TANGAN