Anda di halaman 1dari 4

LIQUID BODY WASH EKSTRAK PEPAYA

1. Lyly Skin Liquid Body Wash Ekstrak Pepaya


2. Komponen penyusun

NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Komponen penyusun
Sodium sulfate
Sodium klorid
Gliserol
Asam sitrat
NaSO4
Aquadest
Neolone
Esktrak papaya
Parfum papaya

Fungsi bahan
Sebagai surfactant
Sebagai surfactant
Humectan /plastisizer
Pengontrol pH
Surfactant dan pengental
Pelarut
Preservative/ pengawet
Active ingredient ( pemutih dan antioksidant)
Parfum

3. Procedure evaluasi sediaan liquid body wash


Evaluasi sediaan sabun cair dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kestabilan
sediaan dan tingkat keamanan penggunaan secara preklinik. Evaluasi meliputi
- Pengamatan organoleptis
Uji organoleptis dilakukan dengan mengamati secara visual meliputi bentuk,
-

kejernihan, warna, dan bau (Depkes RI, 1995)


Perubahan pH
Persyaratan pH sabun mandi cair menurut standar nasional Indonesia (SNI 1996)
dalah berkisar antara 6-8. Pengamatan pH dilakukan dengan menggunakan alat
pH meter yang dikalibrasi menggunakan larutan dapar pH 7 dan pH 4. 1 gram
sediaan yang akan diperiksa diencerkan dengan aquadest 10 ml, elektroda pH
meter dicelupkan kedalam larutan tersebut. Jarum pH meter dibiarkan bergerak
sampai menunjukan posisi tetap. pH yang ditunjukan jarum pH meter dicatat
(Depkes RI, 1995)

Alkali bebas
Penetapan kadar alkali bebas dalam sediaan sabun mandi cair untuk mengetahui
apakah kadar alkali bebas dalam sediaan memenuhi persyaratan yang ditetapkan
dalam standar nasional Indonesia. Sampel ditimbang sebanyak 5 g masukan
kedalam gelas piala 250 ml, tambahkan 100 ml alcohol 96% dan tambahkan
beberapa tetes larutan fenolftalein. Panaskan kedalam penangas air selama 30
menit sampai mendidih, bila larutan berwarna ungu kemudian dititrasi dengan
larutan HCl 0,1 N dalam alcohol sampai warna ungu hilang.

Kadar alkali bebas

Vx N x 0.056
x 100
W

Keterangan :
V : volume HCl yang digunakan dalam titrasi (ml)
N: normalitas HCl (N)
W : bobot sampel (g)
-

Pengukuran berat jenis sediaan


Dengan cara memasukan sediaan kedalam picnometer samapai diatas garis tera.
Ditutup kemudian dimasukan picnometer kedalam rendaman es sampai suhu
25oC. permukaan air es harus lebih tinggi dari pada permukaan sampel dalam
picnometer, sehingga isi didalam picnometer terendam. Biarkan picnometer
terendam selama 30 menit kemudian buka tuutp picnometer dan bersihkan bagian

luar picnometer dengan gulungan kertas saring sampai tanda garis (SNI, 1996).
Cemaran mikroba
1. Siapkan alat untuk penyiapan sampel sabun mandi cair. Untuk wadah plastik,
pada bagian yang akan dibuka dibersihkan dengan alkohol 70%, kemudian
dibuka secara aseptik.
2. Lakukan homogenisasi sampel sabun mandi cair dengan memipet 1 mL
sampel yang dimasukkan ke dalam labu takar kemudian ditambahkan larutan
pengencer hingga 10 mL (diperoleh pengenceran 1 : 10), dikocok dengan baik
kemudian dilanjutkan dengan pengenceran yang diperlukan.
3. Pipet 1 mL dari masing-masing pengenceran ke dalam cawan petri steril.
Kemudian ke dalam setiap cawan petri dituangkan nutrient agar steril
sebanyak 12-15 mL yang telah dicairkan.
4. Cawan petri digoyangkan dengan hati-hati hingga nutrien agar tercampur rata
dengan sampel sabun mandi cair yang sudah diencerkan. Kemudian cawan
petri dibiarkan dalam posisi terbalik dalam inkubator dan diinkubasikan pada
suhu 371C selama 24-48 jam.
5. Pertumbuhan koloni dicatat pada setiap cawan yang mengandung 25-250

koloni setelah 48 jam


Uji viskositas
Sabun mandi cair diukur viskositasnya dengan viskometer sebagai berikut: sampel
dimasukkan ke dalam wadah, kemudianspindel dimasukkan kedalamnya hingga
tanda batas dan klep pengaman dilepaskan, rotor dihidupkan. Dibiarkan selama
beberapa lama hingga skala menunjukkan angka 28yang stabil, dan viskositas
dapat dihitung dengan mengalikan dengan faktor pengali. Viskositas diukur pada

hari ke 1, 3, 7, selanjutnya setiap 7 hari selama 30 hari pengamatan.


Kestabilan busa

Sampel sabun mandi cair sebanyak 2 mL dimasukan ke dalam tabung berskala


dan kemudian ditutup. Tabung dikocok selama 20 detik dan dibaca tinggi busa
yang terbentuk. Tinggi dan kestabilan busa diamati pada waktu setelah
pengocokan (t0) dan setelah 5 menit pengocokan (t5).

4. Kemasan
- Kemasan primer : berupa botol plastic seperti pada gambar

Kemasan sekunder : berupa kardus yang melindungi botol tersebut

Kemasan tersier : berupa brosure yang berisi informasi tentang produk sediaan
tetapi untuk sediaan liquid wash informasi sediaan sudah terdapat pada kemasan
sekunder.