Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN KASUS

NEURODERMATITIS

Disusun oleh :
Metta M. Rizqia Haq
030.11.190

Pembimbing:
dr. Sri Primawati Indraswari, Sp.KK, MM, MH

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN


PERIODE 8 MARET- 9 APRIL 2016
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARDINAH TEGAL
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

LAPORAN KASUS
NEURODERMATITIS
Oleh : Metta Maulida Rizqia Haq(030.11.190)
I. PENDAHULUAN
Neurodermatitis adalah peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip ditandai
dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol menyerupai batang kayu,
akibat garukan atau gosokan yang berulang-ulang karena berbagai rangsangan
pruritogenik.Pruritus memainkan peran sentral dalam timbulnya pola reaksi kulit
berupa likenifikasi dan prurigo nodularis. Hipotesis mengenai pruritus dapat oleh
karena adanya penyakit yang mendasari, misalnya gagal ginjal kronis, obstruksi
saluran empedu, diabetes melitus, penyakit kulit yang mendasari seperti dermatitis
atopik, dermatitis kontak alergi, gigitan serangga dan aspek psikologik dengan
tekanan emosi.(1)
Penderita mengeluh gatal sekali, bila timbul malam hari dapat mengganggu
tidur. Rasa gatal memang tidak terus menerus, biasanya pada waktu sibuk, bila
muncul sulit ditahan untuk tidak digaruk. Lesi biasanya tunggal, pada awalnya berupa
plak eritematosa, sedikit edematosa, lambat laun edema dan eritema menghilang,
bagian tengah berskuama dan menebal, likenifikasi dan ekskoriasi; sekitarnya
hiperpigmentasi, batas dengan kulit normal tidak jelas. Gambaran klinis dipengaruhi
juga oleh lokasi dan lamanya lesi.(1)
Neurodermatitis jarang terjadi pada anak, tetapi lebih sering terjadi pada
dewasa ke atas, terutama pada usia 30 50 tahun. Kasus neurodermatitis pada wanita
lebih banyak dibanding pada pria.Keluhan penderita biasanya adalah rasa gatal yang
amat sangat dan dapat mengganggu tidur. Rasa gatal tidak terus menerus, biasanya
pada saat tidak sibuk dan bila muncul sangat sulit untuk menahan keinginan untuk
menggaruk. Penderita merasa enak setelah digaruk hingga luka setelah rasa gatal
hilang digantikan dengan rasa nyeri.(1)
Gatal merupakan gejala yang paling dominan dan memicu keinginan untuk
menggaruk, yang lama-kelamaan dapat berkembang menjadi plak likenifikasi.
sehingga menimbulkan suatu kondisi kronis pada kulit yang disebabkan oleh
kebiasaan menggaruk yang terus menerus.(2)Lokasi paling umum adalah tengkuk ,

pergelangan kaki , daerah anogenital dan kulit kepala .(3)Prevalensi neurodermatitis di


dunia dalam angka pasti belum diketahui.Dalam suatu penelitan dari kelompok yang
merasa kulitnya gatal, 12% dari golongan tersebut termasuk kedalam neurodermatitis.
(3)

Di RSUD Kardinah Tegal tahun 2015 terdapat 117 kasus neurodermatitis baru.
Dari 117 kasus baru, 47 kasus baru terdiri dari laki-laki dan 70 kasus baru terdiri atas
perempuan.Jumlah kasus neurodermatitis berdasarkan kelompok usia yaitu 0 untuk
usia <4 tahun, 6 kasus untuk usia 5-14 tahun, 19 kasus untuk usia 15-24 tahun, 38
kasus untuk usia 25-44 tahun, 40 kasus untuk usia 45-64 tahun dan 14 kasus untuk
usia > 65 tahun. Pada tahun 2015 prevalensi neurodermatitis pada RSUD Kardinah
adalah 22,2% diantara dermatitis lainnya.
Gambar 1. Prevalensi Neurodermatitis Berdasarkan Jenis Kelamin di
RSUD Kardinah Tahun 2015

Gambar 2. Prevalensi Neurodermatitis Berdasarkan Kelompok Usia di


RSUD Kardinah Tahun 2015

II. KASUS

Seorang wanita berusia 49 tahun dengan pekerjaan sebagai Ibu Rumah


Tangga, beralamat

di Jl. Mawar Gg.4, beragama Islam, suku bangsa Jawa,

berpendidikan terakhir SLTP berstatus sudah menikah, datang ke Poliklinik Kulit dan
Kelamin RSUD Kardinah Tegal pada tanggal 24 Maret 2016 pukul 10.00 WIB dengan
keluhan utama bruntus-bruntus, terasa gatal dan terasa menebal disertai bersisik pada
punggung tangan kanan.
A. Anamnesis Khusus
(Autoanamnesis pada hari Kamis tanggal 24Maret 2016 pukul 10.00 WIB di
Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Kardinah Tegal)
Pasien mengeluh terdapat bruntus-bruntus,terasa gatal dan terasa menebal
disertai bersisik yang terasa pada punggung tangan kanan sejak satu tahun yang lalu.
Satu tahun yang bruntu-bruntus tersebut berawal dari tangan yang yang tersiram
minyak goreng di sebagian kecil punggung tangan kanan dan sedikit cipratan minyak
goreng di tangan kiri. Kemudian pasien memberikan garam di tempat luka akibat
minyak goreng tersebut sehingga kulit yang luka terlihat seperti melepuh. Kemudian
selama berangsur-angsur dan selama berjalannya masa penyembuhan kulit mulai
membaik kembali dan meninggalkan bercak berwarna coklat dan sering terasa gatal.
Lima bulan kemudian pasien mengatakan bercak coklat sebelumnya timbul
semakin melebar tidak terasa nyeri namun lebih terasa gatal, sehingga pasien sering
menggaruknya. Karena sering digaruk hingga kulit menjadi lecet dan lama kelamaan
terasa semakin menebal dan permukaan kulit yang sering mengelupas. Selain itu kulit
juga terasa semakin kering dan menjadi sedikit lebih gelap serta berbatas tegas
dibanding kulit sekitarnya. Kemudian, karena hal ini terasa semakin mengganggu
pasien memeriksakan diri ke poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Kardinah.
Kemudian pasien mengatakan diberikan obat minum berupa CTM yang diminum dua
kali dalam sehari. Selain itu, pasien juga diberikan salep berwarna putih ditempatkan
di potyang dioleskan dua kali sehari dan tidak terasa lengket selama hampir satu
minggu, tetapi pasien mengatakan lupa nama salep tersebut.Pasien mengatakan gejala
bruntus-bruntus yang disertai gatal semakin berangsur-angsur membaik hingga
keluhan gatal menghilang meskipun bercak coklat di punggung tangan tidak
menghilang. Keluhan tidak timbul kembali dalam satu bulan selanjutnya.

Satu bulan kemudian pasien mengatakan keluhan bruntus-bruntusyang terasa


gatal, kulit terasa menebal dan bersisik timbul kembali. Pasien mengatakan keluhan
gatal kerap timbul sewaktu-waktu terutama ketika pasien sedang dalam keadan stress
atau banyak pikiran. Gatal sangat terasa terutama saat pasien sedang menonton tv dan
juga menjelang tidur malam hari. Pasien juga berkata bahwa saat ini pasien sedang
bingung karena pemasukan dari hasil bekerja suaminya berkurang sehingga membuat
pasien stress dan timbul gejala kembali. Kemudian pasien datang kembali
memeriksakan diri ke RSUD Kardinah. Kemudian pasien mengatakan diberikan obat
salep racikan berwarna putih ditempatkan di pot, dioleskan 2 kali sehari di lokasi luka
pagi dan sore hari. Obat tersebut diberikan untuk 1 minggu selanjutnya. Pasien
mengatakan keluhan berkurang selama menggunakan obat dan timbul kembali ketika
obat habis.
Sebelum berobat di RSUD Kardinah pasien pernah datang ke Puskesmas,
namun di Puskesmas pasien tidak mendapatkan pengobatan sehingga langsung
diberikan surat rujukan untuk dapat dilakukan pemeriksaan di RSUD Kardinah.
Pasien mengatakan kurang lebih 15 tahun yang lalu pasien pernah mengalami
giduran atau bentol-bentol berukuran besar berwarna merah terasa gatal diseluruh
tubuh yang kerap timbul apabila terpapar udara dingin. Namun pasien menyangkal
adanya asma, flu atau alergi yang sering timbul, bersin pagi hari juga disangkal.Pasien
juga menyangkal mendapati keluhan yang sama di bagian tubuh lainnya misalnya
lipatan paha dan ketiak, selain itu pasien juga selalu berganti baju apabila baju
berkeringat atau lembab.
Pasien menyangkal pernah mendapati sisik yang menyertai bruntus, terasa tebal,
kasar, dan berlapis. Pasien juga menyangkal pernah mendapati bruntus tersebut pada
bagian seperti siku dan lutut. Pasien juga menyangkal jika saat menggaruk bagian
bruntus tersebut akan terlihat perdarahan berupa titik-titik kecil ataupun pada kulit
yang sehat jika digaruk akan terbentuk lesi yang mirip dengan lesi yang sudah ada
sebelumnya. Pasien juga menyangkal adanya kelainan lain yang muncul didaerah
bukal, lidah dan bibir. Pasien menyangkal adanya riwayat penyakit kencing manis,
gagal ginjal kronis, dan riwayat pembesaran kelenjar tiroid. Tidak ada anggota
keluarga yang tinggal satu rumah yang memiliki keluhan sama seperti pasien.

B. Pemeriksaan Fisik
1. Status Generalis

Keadaan Umum

: Baik, tampak sakit ringan

Kesadaran

: Compos Mentis

Tanda Vital

Tekanan darah

: 110/80 mmHG

Nadi

: 88x/menit

Suhu

: 36,8o C

Pernafasan

: 18x/menit

Berat badan

: 65 kg

Tinggi

: 160 cm

Status gizi

: Overwight (BMI = 25,4)

Kepala

: Normocephali

Kulit kepala

: Tidak tampak kelainan kulit yang bermakna

Mata

: Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-)

Hidung

: Tidak ada septum deviasi, sekret (-)

Mulut

: Bibir sianosis (-), karies gigi (-), geographic

tongue (-),

tonsil

T1-T1

tenang,

faring tidak hiperemis


-

Telinga

: Normotia, serumen -/-

Leher

: Tidak terdapat pembesaran KGB dan tiroid

Toraks

- Paru
Inspeksi
Auskultasi

: Kedua lapang paru simetris saat statis dan dinamis


:Suara napas vesikuler pada kedua lapang paru,
ronki (/-), wheezing (-/-)

Jantung
Inspeksi

: Tidak tampak pulsasi iktus kordis

Auskultasi : Bunyi jantung I /II regular, murmur (-), gallop (-)

Abdomen

Inspeksi

: Datar

Auskultasi

: Bising usus (+)

Genitalia

: Tidak dilakukan pemeriksaan

Ekstremitas

Superior

: Oedem (-), deformitas (-), kelainan kulit (-),

kelainan kuku : diskolorasi (-), pitting nail (-), onikolisis (-).


-

Inferior

: Oedem (-), deformitas (-), kelainan kulit (-),

kelainan kuku : diskolorasi (-), pitting nail (-), onikolisis (-).


Pemeriksaan khusus :Fenomena lilin (-) dan Auspitz sign (-)
2. Status Dermatologikus

Distribusi : Regional

Ad Regio

: Dorsum manus dekstra-sinistra

Lesi

: Multipel, diskret, bentuk bulat, sirkumskripta,

menonjol dari permukaan kulit, ukurannumularis,kering

Efloresensi :Papul,

makula

hipopigmentasi,

skuama

likenifikasi

Gambar 3. Daerah punggung tangan kanan

Gambar 4.Daerah punggung tangan kanan (diperbesar)

halus,

Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang
C. Resume
Seorang wanita berusia 49 tahun dengan pekerjaan sebagai Ibu Rumah
Tangga, beralamat

di Jl. Mawar Gg.4, beragama Islam, suku bangsa Jawa,

berpendidikan terakhir SLTP berstatus sudah menikah, datang ke Poliklinik Kulit dan
Kelamin RSUD Kardinah Tegal pada tanggal 24 Maret 2016 pukul 10.00 WIB dengan
keluhan utama bruntus-bruntus, terasa gatal dan terasa menebal disertai bersisik pada
punggung tangan kanan.
Dari anamnesis didapatkan, keluhan berupa bruntus-bruntus,terasa gatal dan
terasa menebal disertai bersisik yang terasa pada punggung tangan kanan sejak satu
tahun yang lalu. Satu tahun yang bruntus-bruntustersebut berawal dari tangan yang
yang tersiram minyak goreng di sebagian kecil punggung tang kanan dan sedikit
cipratan minyak goreng di tangan kiri. Kemudian pasien memberikan garam di tempat
lokasi luka akibat minyak goreng tersebut sehingga kulit yang luka terlihat seperti
melepuh. Kemudian selama berangsur-angsur dan masa penyembuhan kulit mulai
membaik kembali dan meninggalkan bercak berwarna coklat dan sering terasa gatal.
Lima bulan kemudian pasien mengatakan bercak coklat sebelumnya timbul
semakin melebar tidak terasa nyeri namun lebih terasa gatal, sehingga pasien sering
menggaruknya. Karena sering digaruk hingga kulit lecet dan lama kelamaan terasa
semakin menebal dan permukaan kulit yang sering mengelupas. Selain itu kulit juga
terasa semakin kering dan menjadi sedikit lebih gelap dan berbatas tegas dibanding
kulit sekitarnya. Pasien juga berkata bahwa saat ini pasien sedang bingung karena
pemasukan dari hasil bekerja suaminya berkurang sehingga membuat pasien stress
dan timbul gejala kembali
Pasien mengatakan kurang lebih 15 tahun yang lalu pasien pernah mengalami
giduran atau bentolbantol berukuran besar berwarna merah terasa gatal diseluruh
tubuh yang kerap timbul apabila terpapar udara dingin. Namun pasien menyangkal
adanya asma, flu atau alergi yang sering timbul, bersin pagi hari juga disangkal.
Pasien menyangkal pernah mendapati sisik yang menyertai bruntus-bruntus
tersebut terasa tebal, kasar, dan berlapis. Pasien juga menyangkal pernah mendapati
bruntus tersebut pada bagian seperti siku dan lutut. Pasien juga menyangkal jika saat
menggaruk bagian bruntus tersebut akan terlihat perdarahan berupa titik-titik kecil

ataupun pada kulit yang sehat jika digaruk akan terbentuk lesi yang mirip dengan lesi
yang sudah ada sebelumnya. Pasien juga menyangkal adanya kelainan lain yang
muncul didaerah bukal, lidah dan bibir. Pasien menyangkal adanya riwayat penyakit
kencing manis, gagal ginjal kronis, dan riwayat pembesaran kelenjar tiroid. Tidak ada
anggota keluarga yang tinggal satu rumah yang memiliki keluhan sama seperti
pasien.Pasien juga menyangkal mendapati

keluhan yang sama di bagian tubuh

lainnya misalnya lipatan paha dan ketiak, selain itu pasien juga selalu berganti baju
apabila baju berkeringat atau lembab.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan status generalis dalam batas normal. Status
dermatologikus didapatkan distribusi regional pada punggung tangan kanan. Lesi
Multipel, diskret, bentuk bulat, sirkumskripta, menonjol dari
ukurannumularis,kering.

Efloresensinya

adalahpapul,

makula

permukaan kulit,
hiperpigmentasi,

skuama dan likenifikasi.


D. Diagnosis Banding
Neurodermatitis
Psoriasis
Tinea korporis et manus
Liken planus
Dermatitis atopi
E. Diagnosis Kerja
Neurodermatitis
F. Usulan Pemeriksaan
a. Neurodermatitis
Pemeriksaan Histopatologi:
Gambaran berupa ortokeratosis, hipergranulosis, akantosis dengan rate
ridges memanjang teratu. Bersebukan sel radang limfosit dan histiosit di
sekitar pembuluh darah dermis bagian atas, fibroblas bertambah, kolagen
menebal. Pada prorigo nodularis akantosis pada bagian tengah lebih tebal,
menonjol lebih tinggi dari permukaan, sel Schwan berproliferasi, dan
terlihat hiperplasi neural. Kadang terlihat krusta yang menutup sebagian
epidermis.

b. Pemeriksaan kerokan dengan KOH


G. Penatalaksanaan
1. Umum

Memberikan edukasi untuk tidak menggaruk bagian kulit yang terasa


gatal.

Memberikan edukasi kepada pasien mengenai penyakit yang diderita


serta pengobatannya.

Memotivasi

pasien

untuk

kontrol

dengan

rutin

dan

tidak

menghentikan pengobatan tanpa seizin dokter.


2. Khusus

Oral
-

Anti histamine

: Cetirizine 1x10 mg

Topikal
-

Kortikosteroid topikal : Bethametasone dipropionate 0,05%


dalam bentuk salep yang dioleskan pagi hari dan Clobetasol
propionate 0,05% dalam bentuk dioleskan pada sore dan malam
hari pada punggung kaki kanan.

Decubal dalam bentuk cream dioleskan pada pagi dan sore hari.

H. Prognosis

ad vitam

: ad bonam

ad functionam

: ad bonam

ad sanationam

: dubia ad bonam

III. PEMBAHASAN
Neurodermatitis adalah peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip
ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol menyerupai batang
kayu, akibat garukan atau gosokan yang berulang-ulang karena berbagai rangsangan
pruritogenik.Pruritus memainkan peran sentral dalam timbulnya pola reaksi kulit
berupa likenifikasi dan prurigo nodularis. Hipotesis mengenai pruritus dapat oleh
karena adanya penyakit yang mendasari, misalnya gagal ginjal kronis, obstruksi
saluran empedu, diabetes melitus, penyakit kulit yang mendasari seperti dermatitis

atopik, dermatitis kontak alergi, gigitan serangga dan aspek psikologik dengan
tekanan emosi.(1)
Penderita mengeluh gatal sekali, bila timbul malam hari dapat mengganggu
tidur. Rasa gatal memang tidak terus menerus, biasanya pada waktu sibuk, bila
muncul sulit ditahan untuk tidak digaruk. Lesi biasanya tunggal, pada awalnya berupa
plak eritematosa, sedikit edematosa, lambat laun edema dan eritema menghilang,
bagian tengah berskuama dan menebal, likenifikasi dan ekskoriasi; sekitarnya
hiperpigmentasi, batas dengan kulit normal tidak jelas. Gambaran klinis dipengaruhi
juga oleh lokasi dan lamanya lesi.(1)
Neurodermatitis jarang terjadi pada anak, tetapi lebih sering terjadi pada dewasa ke atas,
terutama pada usia 30 50 tahun. Kasus neurodermatitis pada wanita lebih banyak dibanding
pada pria.Keluhan penderita biasanya adalah rasa gatal yang amat sangat dan dapat
mengganggu tidur. Rasa gatal tidak terus menerus, biasanya pada saat tidak sibuk dan bila
muncul sangat sulit untuk menahan keinginan untuk menggaruk. Penderita merasa enak
setelah digaruk hingga luka setelah rasa gatal hilang digantikan dengan rasa nyeri. (1)

Gambaran klinis lesi biasanya tunggal, dapat pula lebih dari satu. Awalnya
berupa plak eritematosa dan edema atau kelompok papul. Selanjutnya karena garukan
yang terus menerus maka bagian tengah akan menebal, kering dan berskuama. Tepi
hiperpigmentasi serta batas tegas. Ukuran lesi lentikular sampai plakat, umumnya
lonjong. Letak lesi dapat dimana saja, asal mudah dicapai dengan tangan. Tetapi yang
biasa menjadi predileksi dari neurodermatitis adalah skalp, tengkuk, sisi leher, lengan
bagian ekstensor, pubis, vulva, skrotum, perianal, paha bagian medial, lutut, tungkai
bawah lateral, pergelangan kaki bagian depan dan punggung kaki.(1)
Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien, terdapat lesi di
punggung tangan kanan yang gejala klinis dan efloresensi nya mengarah kepada
neurodermatitis. Adapun diagnosis banding pada kasus ini, yaitu: psoriasis, liken
plaus dan dermatitis atopik.
Psoriasis ialah penyakit yang penyebabnya autoimun, bersifat kronik dan
residif. Ditandai dengan adanya bercak-bercak eritema berbatas tegas dengan skuama
yang kasar. Jika skuama digores menunjukkan tanda tetesan lilin. Pada psoriasis
terdapat 2 fenomena, yaitu Koebner dan Auspitz. Predileksi penyakit ini biasanya
pada perbatasan daerah scalp ,perbatasan saerah scalp denggan wajah, ekstremitas
bagian ekstensor terutama siku dan lutut, serta daerah lumbosakral. (4) Pada namun
pada kasus pasien ini tidak ditemukan tanda tetesan lilin yang khas pada psoriasis.

Gambar 5. Psoriasis

Liken planus ditandai dengan timbulnya papul-papul yang mempunyai warna


dan konfigurasi yang khas. Papul-paul berwarna merah biru dan polygonal,berskuama
berbentuk siku-siku. Kadang-kadang ada cekungan di sentral (delle).Garis-garis
anyaman berwarna putih (strie Wickham) dapat dilihat pada permukaan papul.Tempat
predileksi kelainan utama adalah pada ekstremitasbawah danlebih sering di fleksor
bagian pergelangan tangan atau lengan bawah, distribusinya simetrik. Sangat gatal
umumnya membaik dalam 1-2 tahun. Pada pasien tidak terdapat tanda-tanda liken
planus yang khas.(5)

Gambar 6. Liken Planus

Dermatitis atopik adalah dermatitis kronis dan residif, disertai gatal, yang
umumnya sering terjadi pada masa bayi dan anak-anak, berhubungan dengan
peningkatan kadar IgE dalam serum dan riwayat atopi pada keluarga atau penderita
(dermatitis atopik, rhinitis alergika dan atau asma bronkial). (6)Pada dewasa distribusi
dermatitis atopik kurang karakteristik sering mengenai tangan dan pergelangan tangan
dapat pula ditemukan setempat misalnya di bibir, vulvva dan skalp. Lesi kering agak
menimbul papul datar dan cenderung bergabung menjadi plak likenifikasi dengan
sedikit skuama dan sering terjadi ekskoriasi dan eksudasi karena garukan. Pada

remaja dan dewasa dermatitis atopik berlangsung lama kemudian cendurung membaik
setelah usia 30 tahun jarang sampai usia pertengahan hanya sebagian kecil
berlangsung sampai tua.(7). Pada kasus ini, pasien mengatakan kurang lebih 15 tahun
yang lalu pasien pernah mengalami giduran atau bentol-bentol berukuran besar
berwarna merah terasa gatal diseluruh tubuh yang kerap timbul apabila terpapar udara
dingin. Namun pasien menyangkal adanya asma, flu atau alergi yang sering timbul,
bersin pagi hari juga disangkal.

Gambar 7. Dermatitis Atopik


Pada kasus ini, terapi yang diberikan berupa kortikosteroid topikal
Bethametason dipropionate 0,05%, cara kerja obat ini yaitu mengurangi peradangan
dengan menstabilkan membran leukosit lisosom, mencegah pelepasan hidrolase asam
yang merusak dari leukosit, menghambat akumulasi makrofag di daerah yang
meradang, mengurangi adhesi leukosit ke kapiler endotelium, mengurangi
permeabilitas dinding kapiler dan pembentukan edema, penurunan komponen
pelengkap, antagonis aktivitas histamin dan pelepasan kinin dari substrat dan
mengurangi proliferasi fibroblast, deposisi kolagen, dan pembentukan jaringan parut
berikutnya.
Selanjutnya adalah pemberian Clobetasol propionate 0,05%, cara kerja obat ini
yaitu menekan mitosis dan menambah sintesis protein yang mengurangi peradangan
dan menyebabkan vasokonstriksi. Selain itu, clobetasol juga secara bersamaan
memiliki efek mengurangi hiperkeratosis. Selanjutnya pemberian Decubal cream
bertujuan untuk mengurangi efek kulit kering yang terdapat pada neurodermatitis.
Sediaan bentuk cream ini berfungsi sebagai emolien.(8) Emolien adalah bahan oklusif

yang membantu hidrasi kulit dengan cara mengoklusi permukaan kulit dan menahan
air di stratum korneum. Sehingga mengurangi efek kulit kering dan membantu
mempertahankan kelembaban kulit. Selain itu juga diberikan antihistamin cetirizine
untuk simptomatis mengurangi keluhan gatal. (9)

DAFTAR PUSTAKA
1. Djuanda S,.Sularsito SA. Dermatitis.Dalam: Djuanda A, Hamzah M, Aisah S.
Editors.

Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi 6. Jakarta:FKUI. 2010.

p.147-8.
2. Hari B. Manogna A. Chandini M. Vidyadhara S. A case of Neurodermitis
Circumscripta with Generelized Pruritis. Int J Med Health Sci. Jan 2015, Vol
4;

Issue-1.

Available

at:

http://www.ijmhs.net/articles/1421236494A_Case_of_Neurodermitis_Circums
cripta_with_Generalized_Pruritis.pdf. Accessed on 28 March 2016.

3. Hogan

DJ,Et

al.Lichen

simplex

chronicus.

Available

at:

http://emedicine.medscape.com/article/1123423-overview#a6 .Accesed on 28
March 2016.
4. Djuanda A. Dermatosis Eritroskuamosa. Dalam: Djuanda A, Hamzah M,
Aisah S. Editors. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi 6. Jakarta:FKUI.
2010. p.189-202
5. Natahusada EC. Liken Planus. Dalam: Djuanda A, Hamzah M, Aisah S.
Editors. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi 6. Jakarta:FKUI. 2010. p.2823
6. Price, Sylvia Anderson. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses- Proses
Penyakit. Jakarta : EGC.
7. Price, Sylvia Anderson. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses- Proses
Penyakit. Jakarta : EGC.
8. Decubal clinic. MIMS. Available at: http://www.mims.co.uk/drugs/skin/eczemapruritus-dry-skin-conditions/decubal-clinic. Accessed on: 28 March 2016.

9. Djuanda S,.Sularsito SA. Dermatitis.Dalam: Djuanda A, Hamzah M, Aisah S.


Editors.
p.138-147

Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi 6. Jakarta:FKUI. 2010.