Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang Masalah


Kanker payudara merupakan tumor ganas terbanyak pada wanita di negara

barat (Bundred N.J et al, 2005). Di Amerika Serikat, setiap tahun didapatkan sekitar
200.000 kasus kanker payudara dan merupakan penyebab kematian pada wanita usia
20 59 tahun (Burkit H.G, 2002). Di Indonesia, insiden kanker payudara menduduki
peringkat pertama terbanyak tumor ganas wanita dan karsinoma duktal infiltratif
merupakan tipe yang paling sering dijumpai, berdasarkan Patological Based
Regristration Kanker payudara mempunyai insidens minimal 20.000 kasus baru
pertahun, dengan kenyataan bahwa dari 50% kasus masih berada dalam stadium
lanjut. Di RSUP dr Sardjito Yogyakarta sejak tahun 2000 2004 kanker payudara
menduduki peringkat pertama kasus terbanyak tumor ganas pada wanita (Aryandono,
2005), di RSUD Dr Moewardi Solo (RSDM) kanker payudara didapatkan jumlah
pasien baru pertahun 107 pasien dengan 90% adalah karsinoma duktal infiltratif
dimana kebanyakan pasien datang dalam stadium lanjut (Satriyo, CB, 2011).
Meskipun telah banyak penelitan yang dilakukan, patogenesis kanker
payudara belum diketahui secara pasti. Disamping itu, walaupun diagnosis dini yang
lebih efektif telah banyak ditegakkan melalui mamografi, angka kematian akibat
kanker payudara tidak menunjukkan penurunan yang bermakna (Love S.M, 2005).
Kegagalan eradikasi kanker payudara banyak disebabkan oleh ketidakjelasan dalam
identifikasi faktor etiologi spesifik, penentuan waktu terjadinya inisiasi dan
mekanisme molekuler yang mendasari inisiasi dan progresi kanker payudara (Rosen
P.P, 2006).
Kanker payudara merupakan penyakit dengan perilaku biologi heterogen dan
perjalanan klinis bervariasi. Oleh karena itu, faktor prognosis akurat sangat penting
pada pengelolaan penyakit ini (Langmuir V.K, 1997). Beberapa faktor konvensional
yang menentukan status kanker payudara dan telah digunakan untuk membantu
dalam penentuan pengobatan meliputi jumlah limfonodi aksila dengan metastasis

tumor, ukuran tumor, derajat diferensiasi histologi, reseptor estrogen dan progresteron
serta umur penderita. Faktor-faktor biologi meliputi pengukuran aktivitas proliferasi
sel, petanda genetik, faktor pertumbuhan dan onkogen telah banyak ditemukan dan
diteliti secara luas (Giuliano A.E, 2006). Menurut kriteria World Health Organization
(WHO), faktor prognosis untuk kanker payudara adalah: umur pasien, ukuran tumor,
jumlah metastase limfonodi aksila, derajat diferensiasi histologi, estrogen reseptor
(ER), progesteron reseptor (PR), Human Epithelial Receptor 2 (HER2-neu), tumor
supresor Protein53 (P53) dan BCL-2. Meskipun beberapa peneliti menyebutkan
bahwa faktor-faktor konvensional kurang akurat sebagai prediksi prognosis (Harris
J.R, 2003), peneliti lain mengemukakan bahwa status limfonodi, ukuran tumor dan
derajat diferensiasi histologi masih merupakan indikator penting untuk respon
pengobatan dan prognosis (Saiz E, 2005).
Menurut peneliti ada beberapa faktor prognosis yang berpengaruh yang bisa
dikerjakan didaerah, seperti : ukuran tumor, derajat diferensiasi, jumlah metastasis
limfonodi aksila dan umur pasien. Sekalipun dengan perkembangan teknologi yang
semakin maju, tetapi faktor prognosis seperti besar tumor, derajat diferensiasi jumlah
limfonodi aksila dan umur pasien masih merupakan faktor yang penting untuk
prognosis pasien kanker payudara.
Hormon estrogen sendiri telah diteliti mempunyai kontribusi yang signifikan
untuk pertumbuhan dan perkembangan kanker payudara. Sejumlah penelitian
mendukung hubungan antara nilai serum yang tinggi dari estrogen dengan
meningkatnya resiko kanker payudara pada wanita postmenopause.
Pada penelitian ini, peneliti ingin menghubungkan faktor prognosis antara lain
ukuran tumor dan kadar estradiol pada kanker payudara stadium early breast cancer

B.

Rumusan Masalah
Apakah ada hubungan antara kadar estradiol serum dengan ukuran tumor

pada pasien kanker payudara stadium early breast cancer?


C.

Tujuan Penelitian

Mengetahui hubungan antara kadar estradiol serum dengan ukuran tumor


pada pasien kanker payudara stadium early breast cancer
D.
1.

Manfaat Penelitian
Manfaat Teoritis
Menjelaskan hubungan antara kadar estradiol serum dengan ukuran tumor

pada pasien kanker payudara stadium early breast cancer


2. Manfaat Praktis
Diharapkan pengukuran kadar estradiol serum menjadi salah satu faktor
prognosis kanker payudara

Beri Nilai