Anda di halaman 1dari 12

Nursing Outcome Classification

Nursing Outcomes Classification (NOC) adalah suatu sistem yang dapat digunakan
untuk memilih ukuran hasil yang berhubungan dengan diagnosis keperawatan. A nursingsensitive patient outcome adalah kondisi individu, keluarga, atau masyarakat, perilaku, atau
persepsi yang diukur sepanjang rentang dalam berepon terhadap intervensi keperawatan.
Outcomes adalah konsep variabel yang dapat diukur sepanjang kontinum menggunakan skala
pengukuran. Outcomes dinyatakan sebagai konsep yang mencerminkan seorang pasien,
pengasuh/caregiver, keluarga, atau kondisi masyarakat, perilaku atau persepsi daripada hanya
sekedar sebagai tujuan yang diharapkan. Setiap outcomes mencakup nama label; definisi;
seperangkat indikator yang menggambarkan kondisi tertentu, persepsi, atau perilaku yang
berkaitan dengan outcome; skala pengukuran 5 pada skala likert; referensi pilihan yang
digunakan dalam penegmbangan outcome.
Pengukuran Outcome
Lima poin jenis skala Likert digunakan dengan semua outcomes dan indikator menyediakan
sejumlah pilihan yang adekuat untuk menunjukkan variabilitas di dalam status/kondisi,
perilaku, atau persepsi yang di gambarkan oleh outcome. Sebagai contoh, outcome kognisi
diukur pada skala lima poin, mulai dari sangat terganggu hingga tidak terganggu. Dan,
Kinerja Caregiver: Perawatan Langsung dikur pada skala lima poin mulai dari tidak
adekuat sampai sepenuhnya adekuat. Skala pengukuran adalah sebagai skala standar yang
terstandar, sehingga peringakat 5 adalah skala kemungkinan skor terbaik dan 1 adalah
kemungkinan skor terburuk. Setiap skala memberikan jarak untuk skor dari 1 hingga 5.
Terdapat pilihan untuk menilai indikator sebaai tidak berlaku untuk pasien dengan memilih
kolom NA/Not Applicable. Struktur skala ini tidak menuntut tingkat presisi yang diperlukan
untuk format skala 10 poin meskipun telah berhasil menggambarkan perubahan tambahan
untuk perawatan rawat inap akut yang singkat.
Dengan mengukur outcome sebelum itervensi, perawat menetapkan nilai dasar pada outcome
yang dipilih, dan kemudian dapat menentukan peringkat outcome-nya setelah intervensi
diberikan. Hal ini memungkinkan perawat untuk dapat mengikuti perubahan status pasien
atau pemeliharaan status outcome dari waktu ke waktu dan diseluruh tatanan. Sebagai contoh,
jika seorang pasien diberi nilai 2 sebelum intervensi dan 4 setelah intervensi, skor
perubahan adalah +2. Outcome yang sebenarnya adalah adanya perubahan yang terlihat pada
peringkat outcome setelah intervensi keperawatan. Perubahan skor ini dapat bersifat positif
(peribgkat outcome meningkat), negatif (peringkat outcome menurun), atau tidak ada
perubahan (perigkat outcome tetap sama). Dalam beberapa kasus, skor perubahan dengan
skor nol adalah tujuannya. Ini mungkin kasus dalam situasi dimana perawat tidak
mengharapkan (kondisi) pasien menjadi meningkat tetapi ingin mempertahankan status
pasien dan memberikan intervensi untuk mencapai skor ini. Hal ini adalah situasi umum
ketika bekerja dengan pasien lanjut usia atau pasien yang mengalami sakit parah.
Penggunaan Referensi (pada) Seseorang untuk (melakukan) Perbandingan

Ketika mengukur outcome untuk menggunakan seseorang (sebagai) referensi untuk


dibandingkan dengan pasien yang dirawat oleh perawat. Seseorang (sebagai) referensi
didefinisikan sebagai orang yang sehat pada usia dan jenis kelamin yang sama. Sebagai
contoh, perawat membandingkan pasien laki-laki usia 60 thaun yang sehat, hal ini
menyiratkan bahwa perawat menggunakan pengalaman pribadi terkait dengan pasien lain di
kelompok usia ini untuk (melakukan) perbandingan. Ini merupakan langkah penting dalam
memastikan bahwa pengukuran outcome dapat dibandingkan pada seluruh populasi. Ketika
pasien memiliki kondisi kronis, seperti arthritis, dan perawat sedang mencoba untuk
meningkatkan mobilitas pasien, seseorang yang dibanding bukanlah pria berusia 60 tahun
dengan arthritis tetapi adalah laki-laki yang sehar pada usia yang sama. Perbandingan ini
mempetahankan peringkat 5 pada skala pengukuran sebagai peringkat sehat. Peringkat 5
tidak boleh berkurangkekuatannya oleh kondisi yang mencerminkan keadaan normal terbaik
populasi pasien tempat perawat bekerja dalam suatu praktik khusus. Hal ini terutama berlaku
untuk populasi pasien dengan kondisi serius, seperti gagal ginjal atau gagal jantung kongestif,
sehingga peringkat tertinggi bahwa pasien dengan kondisi kronis mungkin dapat dicapai
adalah 3. Sejak keperawatan bekerja menuju standar outcome perawatan, hal ini
merupakan syarat penting untuk mengukur outcome pasien.
Tingkat Abstraksi dari Outcome NOC
Outcome dalam klasifikasi berada pada tingkat abstraksi yang lebih tinggi dari pernyataan
tujuan yang biasa ditulis oleh seorang perawat. Indikator yang digunakan untuk menentukan
kondisi pasien dalam kaitannya dengan outcone mewakili outcome yang lebih spesifik sering
tercermin dalam pernyataan tujuan. Sebagai contoh, beberapa indikator yang digunakan
dalam outcome Kognisi adalah memori jangka pendek, memori jangka panjang,
komunikasi yang jelas [sesuai] untuk [usia]nya, dan pengolahan informasi. Sementara
hal ini bisa berfungsi sebagai outcome jangka menengah [antara/intermediate] atau sebagai
indikator kognisi, indikator ini tidak mengukur aspek multidimensi dari konsep kognisi ketika
digunakan sendiri. Penggunaan konsep-konsep tingkat menengah seperti kognisi,
memfasilitasi penggunaan outcome dalam sistem komputerisasi dan agregasi data untuk
efektivitas penelitian dan perumusan kebijkan. Konsep tingkat menengah juga dapat berguna
dalam penelitian efikasi. Sebagai contoh, seorang peneliti mengevaluasi intervensi untuk
meningkatkan memori dapat menggunakan indikator outcome untuk menentukan dampak
dariintervensi pada memori dan faktor-faktor lain yang menentukan kognisi. Sedangkan
outcome saat ini tidak memberikan pengukuran yang teruji untuk mengkaji efek dari
intervensi pada memori, teori menyarankan faktor lain yang perlu dipertimbangkan dan dapat
digunakan bersama dengan pengukuran teruji untuk sampai pada penentuan bagaimana
peningkatan memori mempengaruhi kognisi. Selanjutnya, jika skala pengukuran outcome
ditemukan sebagai suatu psikometris, terdapat potensi untuk penggunaan putcome
untukmengukur variabel pengaruh dalam penelitian efikasi. Pengembangan dan pengujian
pengukuran outcome yang memiliki penggunaan praktis dalam tatanan jlinis dan valid untuk
digunakan dalam penelitia, memiliki implikasipenting dalam pendokumentasian kontribusi
profesi keperawatan untuk perawatan kesehatan dan memberikan data untuk mempengaruhi

kebijakan kesehatan. Keuntungan ini juga berlaku untuk outcome di tingkat keluarga dan
komunitas.
Memilih Outcome
Memilih outcome untuk pasien atau kelompok pasien tertentu merupakan satu langkah dalam
proses pengambilan keputusan klinik perawat. Penggunaan istilah dan pengukuran yang
terstandar untuk mengevaluasi outcome tidak mengurangi tanggung jawab perawat untuk
membuat penilaian dan terlibat dalam penalaran klinis; Beberapa faktor yang terpilih sangat
penting dalam pemilihan outcome untuk pasien. Faktor-faktor tersebut adalah (1) tipe dari
masalah keperawatan, (2) diagnosis keperawatan atau diagnosis medis, (3) karakteristik
pasien,(4) sumber daya yang tersedia, (5) pilihan pasien dan (6) potensi pengobatan.
1.

2.

3.

4.

Tipe masalah kesehatan


Tipe masalah kesehatan dapat dikategorikan sebagai (1) masalah kesehatan untuk
rujukan yang ditangani terutama oleh petugas kesehatan lainnya, (2) masalah
interdisiplin yang ditangani secara kolaboratif dengan petugas kesehatan lainnya, dan
(3) diagnosis keperawatan dimana perawat memiliki tanggung jawab utama. Ketika
masalah kesehatan masuk pada kategori pertama, tanggung jawab utama untuk
mengidentifikasi outcome yang diharapkan biasanya terletak pada petugas kesehatan
yang bertanggung jawab. Ketika masalah kesehatan jatuh pada kategori kedua,
perawat dan anggota kesehatan lainnya harus bekerja sama untuk mengidentifikasi
outcome. Ketika masalah kesehatan adalah diagnosis keperawatan, perawat harus
mengambil tanggung jawab utama untuk mengindentifikasi outcome untuk pasien
yang berhubungan dengan diagnosis. Dalam ketiga kasus tersebit. Pemberi layanan
kesehatan harus melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan.
Diagnosis keperawatan atau diagnosis medis
Sangat petning untuk mempertimbangkan diagnosis yang berhubungan dengan
kesehatan ketika perawat memilih outcome namun banyak dari outcome berkaitan
langsung dengan diagnosis keperawatan terindentifikasi. Ketika menggunakan
diagnosis NANDA International (NANDA-I), pertimbangan dalam menyeleksi
outcome harus ditentukan dari definisi diagnosis, batasan karakteristik dan faktor
yang berhubungan atau faktor risiko untuk diagnosis risiko. Ketka pemilihan outcome
didasarkanpada diagnosis medis, perawat harus mempertimbangkan tanda dan gejala
dari diagnosis medis dan juga faktor penyebab dan faktor yang berhubungan
Karakteristik pasien
Karakteristik pasien jugan harus dipertimbangkan (dalam perawatan) termasuk faktor
demografi, psikologis, dan proses kognitif, (faktor) penyakit dan faktor yang
berhubungan dengan kesehatan serta kepercayaan atau nilai-nilai yang terkait.
Sumber daya yang tersedia
Semua sumber daya yang tersedia yang mempengaruhi outcome pasien perlu utnuk
dipertimbangkan. Hal tersebut dapat berupa (sumber) finansial, sosial, keluarga, dan
sumber daya kesehatan yang mempengaruhi gaya hidup, kondisi tempat tinggal dan
akses terhadap layanan kesehatan. Sumber daya ini dapat mempengaruhi pencapaian
outcome secara negatif atau posistif atau membatasi outcome tertentu dalam berbagai
kasus.

5.

6.

Pilihan pasien
Pilihan (pasien) dipengaruhi oleh persepsi individual pasien terhadap kesehatan,
tujuan kesehatan yang diinginkan dan keinginan yang berhubungan dengan
pengobatan, agama dan kepercayaan budaya. Jika pasien percaya bahwa kesehatannya
memuaskan, mereka mungkin cenderung kurang menerima outcome yang bertujuan
untuk mengukur peningkatan kesehatan secara keseluruhan seperti kebugaran fisik.
Jika psien tidak dapat menerima diagnosis secara emosi maupun secara psikologis
dikarenakan agama dan kepercayaan budaya, mana mungkin tidak mungkin untuk
menentukan outcome seperti keseimbangan alam perasaan dan tingkat depresi agar
dapat diterima. Pasien harus bekerja sama dalam memilih outcome dan berpartisipasi
dalam menentukan seberapa banyak perubahan yang ingin mereka capai.
Potensi pengobatan
Ketika mempertimbangkan faktor ini, langkah pertama adalah menentukan apakah
ada intervensi untuk mencapai hasil yang dimaksudkan. Kedua, harus
dipertimbangkan apakah tenaga perawat yang dibutuhkan untuk mengimplementasika
intervensi tersebut tersedia.

Setelah Pemilihan Outcome


Begitu masalah (keperawtan) ditegakkan dan (kemudian) satu atau sekelompok outcome
yang sesuai diidentifikasi, (maka) perawat kemudian mengidentifikasi bagaimana outcome
tersebut akan digunakan untuk memfasilitasi dan mengevaluasi perawatan pasien pada
masing-masing masalah.
1.

2.

Menggunakan indikator-indikator outcome


Setelah memilih outcome untuk pasien sebagai individu maka perawat memilih
indikator yang akan digunakan untuk menentukan status pasien dan nilai yang akan
digunakan untuk menentukan status pasien dan nilai outcome secara keseluruhan.
Untuk meningkatkan kemudahan penggunaan NOC dlam unit perawatan pasien,
perawat sebagai kelompok dapat menunjuk indikator-indikator penting yang mereka
lihat sebagai perwakilan dari konsep outcome dan sesuai dengan populasi pasien
mereka sebelum implementasi NOC. Setelah menyelesaikan ulasan tersebut, beberapa
pengguna telah memilih empat sampai tujuh indikator dari setiap outcome untuk
menentukan status pasien , sementara lainnya memilih indikator lebih banyak. Pada
kedua situasi tersebut, indikator terpilih dapat digunakan untuk menentukan status
pasien terhadap outcome. Dengan indikator yang terpilih, maka perawat mengevaluasi
indikator dan outcome bersamaan dengan skala pengukurannya.
Memilih informasi tambahan
Setelah outcome dan/atau indikator diidentifikasi, perawat mengumpulkan informasiinformasi tambahan dari penerima rawatan dan sumber data lain yang teridentifikasi.
Penerima rawatan bisa merupakan pasien, pengasuh/caregiver, orang tua, keluarga,
komunitas. Dan sumber data bisa merupakan pasien, anggota keluarga,
pengasuh/caregiver, observasi langsung oleh petugas kesehatan atau catatan medis.
Sumber data untuk mengevaluasi indikator dan outcome dapat beragam. Data dapat
diperoleh dari catatan pasien (seperti pengukuran biokimia atau tanda vital) atau dari
observasi langsung atau pengkajian fisik (seperti: kemampuan pasien dalam

3.

menjalankan pengobatan atau adanya tanda dan gejala). Indikator lainnya mungkin
membutuhkan informasi atau persepsi yang diminta dari pasien atau keluarga (seperti:
pengetahuan tentang proses penyakit atau pengobatan, persepsi terhadap kesehatan
dan kepuasan terhadap perawatan). Pemberi layanan kesehatan mungkin ingin
mengidentidikasi penerima rawatan tambahan atau sumber data unik pada praktik atau
situasi mereka, serta memasukkan informasi tersebut ke dalam dokumentasi.
Menggunakan skala pengukuran
Saat ini outcome memiliki satu atau dua skala yang digunakan untuk mengukur
outcome dan indikator terpilih dievaluasi (dengan) menggunakan skala tersebut.
Sangat penting untuk menggunakan skala pengukuran yang dipublikasi dengan
masing-masing outcome sebagaimana nilai telah dipilih secara semantik (dengan)
menyelaraskan outcome dan indikator. Selain itu, masing-masing indikator telah
ditinjau dalam hubungannya dengan skala untuk

Kaitan NOC Diagnosis NANDA International


Suatu kaitan adalah sebuah asosiasi hubungan yang ada antara pasien, keluarga, atau
masalah komunitas (diagnosis keperawatan) dan outcome yang diinginkan (ketetapan atau
perbaikan masalah). Secara umum kaitan diagnosis dan outcome membantu perawat untuk
memilih suatu outcome untuk masalah pasien yang spesifik berdasarkan definisi masalah,
batasan karakteristik, dan faktor-faktor yang terkait diagnosis. Proses ini memfasilitasi
penilaian kondisi pasien,memperbanyak pengambilan keputusan klinis, dan memperkuat
penalaran diagnostik. Kaitan antara outcome dengan diagnosis keperawatan diidentifikasi
pada bagian ini adalah pilihan pilihan yang dapat dipilih perawat selama proses
perencanaan perawatan.
Diagnosis keperawatan dibagi menjadi tiga tipe utama diagnosis yang disediakan dalam
klasifikasi NANDA-I: diagnosisi aktual, diagnosis keperawatan risiko, diagnosis keperawatan
promosi kesehatan . untuk diagnosis keperawatan aktual, tiga kategori outcome disediakan.
Kategori pertama memberikan outcome untuk mengukur ketetapan dan diagnosis
keperawatan. Kategori kedua memberikan outcome tambahan untuk mengukur batasan
karakteristik yang diidentifikasi untuk diagnosis keperawatan. Kategori ketiga
mengidentifikasi outcome yang berhubungan dengan faktor-faktor terkait atau outcome
menengah. Membagi outcome dengan komponen masing-masing diagnosis aktual NANDA-I
membantu perawat untuk memilih outcome yang dapat mengukur outcome keseluruhan serta
batasan karakteristik atau dampak dari faktor-faktor yang terkait untuk setiap diagnosis.
Utnuk diagnosis keperawatan risiko kedua kategori outcome disediakan. Kategori pertama
memberikan outcome untuk menilai dan mengukur kejadian aktual dari diagnosis. Kategori
kedua dari outcome dikaitkn denfan faktor risiko. Hal ini memungkinkan perawat untuk
menilai masalah potensial dan mengukur faktor-faktor risiko, merupakan kunci untuk seorang
pasien yang berisiko untuk mngembangkan diagnosis. Untuk diagnosis promosi kesehatan
hanya satu kategori dari outcome yang dibutuhkan. Tipe diagnosa ini memberikan hanya
batasan karakteristik dalam klasifikasi NANDA-I. Setiap diagnosis memiliki suatu daftar
outcome yang difokuskan pada pengukuran batasan karakteristik yang diidentifikasi.

Taksanomi NOC
Edisi kelima dari NOC memiliki 7 domain, 32 kelas, dan 490 outcomes.

Level 1
Domain

Level 2
Kelas

Domain I
Fungsi
Kesehatan
Outcomes yang
menggambarkan
kapasitas dan
penampilan
untuk
melaksanakan
tugas mendasar
kehidupan
Pemeliharaan
Energi
Outcomes yang
menggambarkan
peremajaan
energi individu,
konservasi dan
penggunaan
energi
Pertumbuhan
dan
Perkembangan
Outcomes yang
menggambarkan
kematangan
fisik, emosi, dan
sosial individu
Mobilitas
Outcomes yang
menggambarkan
mobilitas fisik
individu dan
gejala sisa dari
pergerakan yang
dibatasi
Perawatan Diri
Outcomes yang

Domain II
Kesehatan
Fisiologi
Outcomes yang
menggambarkan
fungsi organ

Domain III
Kesejahteraan
Psikologis
Outcomes yang
menggambarkan
fungsi psikologis
dan sosial

Jantung Paru
Outcomes yang
menggambarkan
kondisi jantung,
paru-paru,
sirkulasi, atau
status jaringan
perfusi individu

Kesejahteraan
Psikologis
Outcomes yang
menggambarkan
keseharan enosi
dan persepsi
individu terkait
diri

Eliminasi
Outcomes yang
menggambarkan
ekskresi
pembuangan
pola dan status
eliminasi

Adaptasi
Psikososial
Outcomes yang
menggambarkan
adaptasi
psikologis
dan/atau sosial
terhadap
perubahan
kesehatan dan
kondisi
kehidupan

Cairan dan
Elektrolit
Outcomes yang
menggambarkan
status cairan dan
elektrolit
individu
Respon Imun
Outcomes yang
menggambarkan
kemampuan
individu untuk

Kontrol Diri
Outcomes yang
menggambarkan
kemampuan
individu untuk
mengekang
perilaku yang
mungkin secara

Domain IV
Pengetahuan
tentang Kesehatan
dan Perilaku
Oucomes yang
menggambarkan
sikap, pemahaman,
dan tindakan dengan
menghormati
kesehatan dan
penyakit
Perilaku Sehat
Outcomes yang
menggambarkan
tindakan individu
dalam meningkatkan
atau memperbaiki
keadaan
Kepercayaan
tentang Kesehatan
Outcomes yang
menggambarkan ide
dan persepsi individu
yang mempengaruhi
perilaku kesehatan
Pengetahuan
tentang Kesehatan
Outcomes yang
menggambarkan
pemahaman individu
dalam
mengaplikasukan
informasi untuk
meningkatkan,
mempertahankan dan
memelihara kesehatan
Manejemen
Kesehatan

menggambarkan
kemampuan
individu untuk
menyelesaikan
aktivitas dasar
kehidupan
sehari-hari

mengatur
metabolisme
tubuh
Regulasi
Metabolik
Outcomes yang
menggambarkan
kemampuan
individu untuk
mengatur
metabolisme
tubuh
Neurokognitif
Outcomes yang
menggambarkan
status neurologi
dan kognitif
individu
Pencernaan dan
Nutrisi
Outcomes yang
menggambarkan
pola pencernaan
dan nutrisi
individu
Respon
Terapeutik
Outcomes yang
menggambarkan
reaksi sistemik
individu
terhadap
perawatan agen
maupun metode
pengobatan yang
diberikan
Integritas
Jaringan
Outcomes yang
menggambarkan
kondisi dan

emosi atau fisik


bisa
membahayakan
diri maupun
orang lain
Interaksi Sosial
Outcomes yang
menggambarkan
hubungan
individu dengan
orang lain

Outcomes yang
menggambarkan
tindakan individu
untuk mengelola
kondisi akut atau
kronik
Kontrol Risiko dan
Keamanan
Outcomes yang
menggambarkanstatu
s keamanan individu
dan/atau tindakan
untuk menghindari,
membatasi, atau
mengontrol ancaman
kesehatan yang telah
teridentifikasi

fungsi jaringan
tubuh individu
Fungsi Sensori
Outcomes yang
menggambarkan
persepsi individu
dan penggunaan
informasi sensori

Level 1
Domain

Level 2
Kelas

Domain V
Kondisi Kesehatan
yang Dirasakan
Outcomes yang
menggambarkan
pandangan individu
mengenai kesehatan
dan perawatan
kesehatan
Kesehatan dan
Kualitas Hidup
Outcomes yang
menggambarkan
kesehatan yang
diterima individu dan
situasi terkait dengan
kehidupan
Kepuasan mengenai
Perawatan
Outcomes yang
menggambarkan
persepsi atau
penerimaan individu
tentang kualitas dan
kecukupan perawatan
kesehatan yang
disediakan
Status Gejala
Outcomes yang
menggambarkan
indikasi individu

Domain VI
Kesehatan Keluarga
Outcomes yang
menggambarkan status
kesehatan, perilaku atau
fungsi dari keluarga
secara keseluruhan atau
individu sebagai keluarga

Domain VII
Kesehatan Komunitas
Outcomes yang
menggambarkan
kesehatan, kesejahteraan
dan fungsi komunitas
atau populasi

Kinerja Keluarga
sebagai Caregiver
Outcome yang
menggambarkan adaptasi
dan penampilan anggota
keluarga untuk merawat
anak atau orang dewasa
yang memiliki
ketergantungan

Perlindungan
Kesehatan Komunitas
Outcomes yang
menggambarkan
struktur dan program
komunitas untuk
menghilangkan atau
menurunkan risiko
kesehatan dan
peningkatan resistensi
terhadap ancaman
kesehatan komunitas

Status Keseharan
Anggota Keluarga
Outcomes yang
menggambarkan
kesehatan fisik,
psikologis, sosial dan
spiritual individu dari
individu anggota
keluarga
Kesejahteraan
Keluarga
Outcomes yang
menggambarkan

Kesejahteraan
Komunitas
Outcomes yang
menggambarkan
keseluruhan status
kesehatan atau
kompetensi komunitas
atau populasi

terhadap adanya
penyakit, cedera, atau
kehilangan

lingkungan keluarga
keseluruhan status
kesehatan, dan
kompetensi sosial dari
keluarga sebagai unit
Pengasuhan
Outcomes yang
menggambarkan perilaku
orang tua yang
mendukung pertumbuhan
dan perkembangan
optimum anak

Contoh NOC

Status Pernafasan : Kepatenan Jalan Nafas


Definisi : Saluran trakeobronkial yang terbuka dan lancar untuk pertukaran udara
SKALA TARGET OUTCOME: Dipertahankan pada_____
Ditingkatkan ke______
Deviasi
Deviasi
Deviasi
Deviasi
Tidak ada
berat
yang cukup sedang
ringan
deviasi
dari
Cukup
dari
dari
dari
kisaran
berat dari
kisaran
kisaran
kisaran
normal
kisaran
normal
normal
normal
normal
Skala Outcome
1
2
3
4
5
Keseluruhan
Indikator :
040301 Frekuensi
pernafasan
040302 Irama
pernafasan
040303 Kedalaman
inspirasi
040318 Suara perkusi
nafas
040324 Volume tidal
040325 Kapasitas vital
040326 Hasil rontgen
dada
040327 Tes faal paru

Sangat
berat

Berat

Cukup

040309 Penggunaan
otot bantu
nafas
040310 Suara nafas
tambahan
040311 Restraksi
dinding dada
040312 Pernapasan
dengan bibir
mengerucut
040313 Dipsnea saat
istirahat
040314 Dipsnea saat
latihan
040315 Orthopnea
040317 Taktil fermitus
040329 Pengembangan
dinding dada
tidak simetris
040330 Gangguan
vokalisasi
040331 Akumulasi
sputum
040332 Gangguan
ekspirasi
040333 Gangguan
suara saat
auskultasi
040334 Atelektasis
Contoh NIC

Manajemen Jalan Nafas


Definisi : Fasilitas kepatenan jalan nafas

Ringan

Tidak ada

Aktivitas aktivitas :
Posisikan pasien untuk meminimalkan ventilasi
Lakukan fisioterapi dada, sebagaimana mestinya
Buang sekret dengan memotivasi pasien untuk melakukan batuk atau menyedot lendir
Motivasi pasien untuk bernafas pelan, dalam, berputar, dan batuk
Instruksikan bagaimana agar bisa melakukan batuk efektif
Auskultasi suara nafas, catat area yang ventilasinya menurun atau tidak ada dan adanya
suara tambahan
Kelola pemberian bronkodilator, sebagai mana mestinya
Ajarkan pasien bagaimana menggunakan inhaler sesuai dengan resep sebagaimana
mestinya
Posisikan untuk meringankan sesak nafas

Tautan NOC Diagnosis NANDA-I


Suatu tautan didefinisikan (linkage) sebagai suatu hubungan atau keterkaitan antara diagnois
keperawatan dan intervensi keperawatan yang menyebabkan keduanya terjadi bersamaan
dalam rangka untuk mendapatkan outcome atau penyelesaian dari masalah pasien. Tautan
akan memfasilitasi proses diagnosis reasoning (proses berpikir untuk mendiagnosis) dan
pembuatan keputusan klinis dari perawat dengan mengidentifikasi intervensi-intervensi
keperawatan yang merupakan pilihan penanganan bagi penyelsaian diagnosis keperawatan.
Tautan ini juga bisa membantu dalam mendesain sistem informasi keperawatan klinis untuk
menyusun struktur database.
Daftar intervensi-intervensi keperawatan yang tercakup untuk setiap diagnosis keperawatan
(bersifat) komprehensif, meliputi bermacam-macam intervensi-intervensi. Berikut ini adalah
tiga level intervensi-intervensi yang disediakan untuk setiap diagnosis.
1.
Level pertama: intervensi intervensi prioritas : (level) ini adalah intervensiintervensi yang pling mungkin/ terlihat nyata untuk menyelesaikan diagnosis dan
diberikan warna dalam daftar intervensi-intervensi yang disarankan. Intervensiintervensi ini dipilih karena sangat cocok dengan etiologi dari diagnosis dan/atau
batasan karakteristik, memiliki aktivitas-aktivitas yang lebih banyak yang akan
menyelesaikan masalah, dapat digunakan dalam banyak tatanan dan diketahui lebih
baik karena berdasarkan penelitian dan penggunaan klinik untuk mengatasi diagnosis.
2.
Level kedua: intervensi-intervensi yang disarankan: Ini adalah intervensi-intervensi
yang mungkin mengatasi diagnosi tapi bukan merupakan intervensi-prioritas untuk
mayoritas pasien dengan diagnosis tersebut. Intervensi-intervensi ini disebutkan dalam
literatur sebagai intervensi yang mengatasi diagnosis, tapi tidak sering disebutkan dan
mungkin mengatasi etiologi atau karakteristik tertentu.
3.
Level ketiga: pilihan tambahan: Intervensi-intervensi yang diaplikasin pada beberapa
pasien dengan diagnosis tertentu, memberikan kesempatan pada perawat untuk
mendesain lebih lanjut rencana asuhan pada individu.

Urutan dari tiga level intervensi-intervensi menyediakan daftar intervensi yang komprehensif
untuk setiap diagnosis. Daftar tersebut membantu perawat dalam menyeleksi intervensiintervensi tetapi bukanlah merupakan suatu resep. Perawat menggunakan clinical reasoning
(penalaran klinis) dan penilaian pada setiap individu pasien, keluarga, atau kelompok untuk
menentukan ketepatan dari pilihan intervensi-intervensi.
Tahap-tahap berikut disarankan pada saat menggunakan daftar kaitan :
1.
2.

3.

Kaji ulang prioritas intervensi-intervensi keperawatan sebagai pertimbangan pertama


terkait dengan pilihan penanganan untuk menyelesaikan diagnosis keperawatan
Kaji ulang intervensi-intervensi lain yang ada dalam dafatr yang disarankan karena
intervensi-intervensi tersebut penting dipertimbangkan untuk menyelesaikan
diagnosis
Kaji ulang intervensi-intervensi tambahan yang disarankan yang mungkin juga
digunakan untuk menyelesaikan diagnosis keperawatan

DAFTAR PUSTAKA
Bulecheck, G dkk. 2016. Nursing Interventions Classification, 6th Indonesian edition. CV.
Mocomedia : Yogyakarta
Heather, T.H dan Shigemi Kamitsuru. 2015. NANDA International Inc. Diagnosis
Keperawatan: Definisi & Klasifikasi 2015-2017, Ed. 10. EGC : Jakarta
Moorhead, S dkk. 2016. Nursing Outcome Classification, 5th Indonesia edition. CV.
Mocomedia: Yogyakarta