Anda di halaman 1dari 17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah

: SMAN

Mata Pelajaran

: Kimia

Kelas / Semester

: X / Ganjil

Materi Pokok

: Struktur Atom Bohr

Alokasi Waktu

: 1 x 35 Menit (1 x Pertemuan)

A. Kompetensi Inti
:
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
2.1

Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif,
terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab,
kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan

2.3

melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.


Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta bijaksana sebagai wujud

3.3

kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.


Menganalisis struktur atom berdasarkan teori atom Bohr dan teori mekanika

4.3

kuantum.
3.3.1. Menjelaskan teori atom Bohr.
3.3.2. Mengetahui konfigurasi elektron model atom Bohr
3.3.3. Menentukan golongan dan periode dari struktur atom Bohr.
3.3.4 Menjelaskan teori atom mekanika kuantum.
3.3.5 Menjelaskan spektrum atom hidrogen.
Mengolah dan menganalisis struktur atom berdasarkan teori atom Bohr dan teori

mekanika kuantum.
4.3.1. Menuliskan konfigurasi elektron menurut teori atom Bohr.
4.3.2.Menuliskan letak suatu unsur dalam sistem periodik unsur berdasarkan
konfigurasi elektron model atom Bohr.
C. Tujuan Pembelajaran
:
Setelah mengikuti pelajaran ini, siswa diharapkan :
1.

Mampu menyadari adanya keteraturan penyebaran elektron dalam atom sebagai

2.
3.
4.
5.
6
7.

bukti kebesaran Tuhan YME.


Mampu menunjukkan rasa ingin tahu tentang model atom Bohr.
Mampu menjelaskan struktur atom model atom Bohr.
Mampu mengetahui konfigurasi elektron model atom Bohr.
Mampu menentukan golongan dan periode dari konfigurasi elektron.
Mampu menuliskan konfigurasi elekron menurut model atom Bohr.
Mampu menuliskan letak suatu unsur dalam sistem periodik unsur berdasarkan

8.
9.

model atom Bohr.


Mampu menjeaskan teori atom mekanika kuantum
Mampu menjelaskan spektrum atom hidrogen.

D. Materi
:
1. Fakta
:
a. Partikel partikel penyusun atom.
b. Sistem periodik unsur.
2. Konsep
:
a. Nomor atom dan nomor massa.
3. Prinsip
:
a. Model atom Bohr
4. Prosedur
:
a. Konfigurasi elektron
E. Kegiatan Pembelajaran :
a. Strategi Pembelajaran
:
1) Model
: Inkuiri Terbimbing
2) Pendekatan
: Scientific
3) Metode
: Diskusi kelompok
F. Langkah Pembelajaran
No.
1.

:
Jenis Kegiatan

Pembukaan
a. Siswa berdoa dan memberi salam.
b. Guru Menyampaikan tujuan pembelajaran.
c. Guru mengingatkan kembali tentang struktur atom.
d. Guru membagi kelompok siswa yang beranggotakan
orang/kelompok.
e. Guru membagikan lembar kerja siswa pada setiap siswa.
Kegiatan Inti
Mengamati
a. Siswa mengamati konfigurasi elektron atom bohr

Waktu
(Menit)
10

15

b. Siswa mengamati hubungan konfigurasi elektron dengan letak


unsur dalam tabel periodik
Bertanya
a. Bagaimana cara penentuan penyebaran elektron di dalam atom
model bohr?
b. Bagaimana cara menentukan letak unsur dalam tabel periodik
Mengumpulkan data
a. Siswa mengerjakan LKPD.
b. Siwa melakukan diskusi terkait penyebaran elektron dalam atom
model bohr dan penentuan letak unsur di dalam sistem periodik
unsur dengan anggota kelompoknya masing-masing.
c. Guru mengamati dan mencatat semua aktivitas siswa.
d. Siswa menganalisis data yang diperoleh dari lembar kerja siswa.
Mengasosiasi
Menyimpulkan aturan penyebaran elektron dalam atom dan letak
unsur dalam sistem periodik unsur menurut model atom bohr .
Mengkomunikasikan
a. Siswa menyajikan hasil analisis dari lembar kerja siswa dan
mempresentasikannya dengan menggunakan bahasa yang benar.
b. Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan aturan konfigurasi
elektron dan penentuan letak unsur di dalam sisitem periodik
3

unsur menurut model atom bohr.


Penutup
a. Mengumpulkan lembar kerja siswa.
b. Memberikan tugas untuk latihan.
c. Menginformasikan rencana pembelajaran yang akan datang.

10

G. Media Pembelajaran
:
1. Notebook dan LCD Proyektor
2. Video
3. Power point
Alat dan sumber Belajar :
1. Alat
: Lembar Kegiatan Siswa
2. Sumber
: Buku Kimia 1 SMA Kelas X , Unggul Sudarmo, Erlangga, 2013.
H. Penilaian Hasil Pembelajaran
1. Penilaian Sikap
2. Penilaian pengetahuan
3. Penilaian keterampilan

: Observasi
: Test Tulis bentuknya uraian
: Unjuk Kerja

Mengetahui

Palembang,

Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran

2016

NIP

NIP

Lampiran 1 Lembar Pengamatan

LEMBAR PENGAMATAN SIKAP

Mata Pelajaran

:...........................................................................

Kelas/Semester

:...........................................................................

Tahun Ajaran

:...........................................................................

Waktu Pengamatan

: ..........................................................................

Indikator perkembangan sikap religius, tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun
1. BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
2. MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
3. MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan
tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
4. MK (membudaya) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan
tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No
Nama
Siswa

1.
2.
3.
4.
5.
...

Religius

Tanggug
jawab

Peduli

B M M MB MMM B MM M B
T T B K T T B K T T B K T

Responsif

Santun

M M M B M
T B K T T

M M
B K

Keterangan
1
2
3
4

BT= kurang
MT= sedang
MB= baik
MK= sangat baik

Lampiran 2
a. Lembar Observasi dan kinerja presentasi mengenai sikap ilmiah saat diskusi dan presentasi
LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI DAN KINERJA PRESENTASI
Mata Pelajaran
: KIMIA
Kelas/Program
: X/M-IPA
Kompetensi :
Observasi
jjr
No

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
....

Dis tg
jw
b

ped Krjs
uli m

1-4

1-4

1-4

1-4

1-4

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Nama Siswa

Abdus Shamad

Kinerja
Presentasi

Prns
rt

Vis
ual

Isi

1-4

1-4

1-4

(6)

(7)

(8)

(9)

19

ju
ml

Jml
Skor

10

Keterangan pengisian skor


4. Sangat tinggi
3. Tinggi
2. Cukup tinggi
1. Kurang

Presentasi Kelompok
Aspek:
1. Penguasaan Isi
2. Teknik Bertanya/ Menjawab
3 Metode Penyajian
INDIKATOR KOMPETENSI INTI 1 DAN 2
1. Jujur
a. Menyampaikan sesuatu berdasarkan keadaan yang sebenarnya
b. Tidak menutupi kesalahan yang terjadi
2. Disiplin
a. Selalu hadir di kelas tepat waktu
b. Mengerjakan LKS sesuai petunjuk dan tepat waktu
c. Mentaati aturan main dalam kerja mandiri dan kelompok
3. Tanggung jawab
a. Berusaha menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh
b. Bertanya kepada teman/guru bila menjumpai masalah
c. Menyelesaikan permasalahan yang menjadi tanggung jawabnya
d. Partisipasi dalam kelompok
4. Peduli
a. Menjaga kebersihan kelas, membantu teman yang membutuhkan
b. Menunjukkan rasa empati dan simpati untuk ikut menyelesaikan masalah
c. Mampu memberikan ide/gagasan terhadap suatu masalah yang ada di sekitarnya
d. Memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya
5. Kerja sama
a. Mengerjakan LKS dengan sungguh-sungguh
b. Menunjukkan sikap bersahabat
c. Berusaha menemukan solusi permasalahan secara bersama dlm kelompoknya
d. Menghargai pendapat lain

PEDOMAN PENILAIAN:
a.
b.

Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan karakter siswa pada kondisi awal
dengan pencapaian dalam waktu tertentu.
Hasil yang dicapai selanjutnya dicatat, dianalisis dan diadakan tindak lanjut.

Lampiran 3
SOAL TEST TERTULIS
1. Judul
: Struktur Atom Bohr
2. Kompetensi Dasar :
1.3.
Menganalisis struktur atom berdasarkan teori atom Bohr dan teori mekanika kuantum.
4.3. Mengolah dan menganalisis struktur atom berdasarkan teori atom Bohr
3. Indikator
3.3.1
3.3.2
3.3.3
4.3.1
4.3.2

:
Menjelaskan teori atom Bohr.
Mengetahui konfigurasi elektron model atom Bohr.
Menentukan golongan dan periode dari struktur atom Bohr.
Menuliskan konfigurasi elektron menurut teori atom Bohr.
Menuliskan letak suatu unsur/atom dalam sistem periodik unsur berdasarkan
konfigurasi elektron model atom Bohr.

Essay
:
1. Jelaskan menurut pendapatmu tentang teori atom Bohr ?
2. Gambarkan bagaimana bentuk model atom Neils Bohr ?
3. Apa yang dimaksud dangan periode dan golongan ?
4. Tuliskan konfigurasi elektron dari : 19 X ; 10 Y ; 35 Z ?
5. Tentukan golongan dan periode dari : 31 A ; 7 B ; 36 C ?
Jawaban
:
1. Menurut Neils Bohr :
a. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan sekitarnya beredar elektron-elektron yang
bermuatan negatif.
b. Dalam atom, elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbital tertentu yang dikenal
sebagai keadaan gerakan yang stasioner (tetap) yang selanjutnya disebut dengan tingkat
energi utama.
c. Sepanjang elektron berada dalam lintasan stasioner energi akan konstran, sehingga tidak
ada energi yang dipancarkan atau di serap.
d. Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan yang
lebih tinggi jika menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan
stasioner yang tinggi ke rendah terjadi pembebasan energi.
2.

Model atom Bohr :

3.

Periode adalah lajur mendatar dalam tabel periodik yang menunjukkan jumlah kulit yang terisi
elektron.
Golongan adalah lajur vertikal dalam tabel periodik yang menunjukkan jumlah elektron

4.

5.

valensi.
Konfigurasi elektron :
a. 19 X : 2 8 8 1
b. 10 Y : 2 8
c. 35 Z : 2 8 18 7
Periode dan golongan :
a. 31 A : 2 8 18 3 Golongan IIIA, periode 4
b. 7 B
:2 5
Golongan VA, periode 2
c. 36 C : 2 8 18 8 Golongan VIIIA, periode 4

LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK


A. Judul

: Struktur Atom Bohr

B. Kompetensi Dasar
:
3.3 Menganalisis struktur atom berdasarkan teori atom Bohr dan teori mekanika kuantum.
4.3. Mengolah dan menganalisis struktur atom berdasarkan teori atom Bohr
C. Indikator
:
3.3.1
Menjelaskan teori atom Bohr.
3.3.2
Mengetahui konfigurasi elektron model atom Bohr.
3.3.3
Menentukan golongan dan periode dari struktur atom Bohr.
4.3.1
Menuliskan konfigurasi elektron menurut teori atom Bohr.
4.3.2
Menuliskan letak suatu unsur/atom dalam sistem periodik unsur berdasarkan
konfigurasi elektron model atom Bohr.
D. Tujuan
:
1. Mampu menjelaskan struktur atom model atom Bohr.
2. Mampu mengetahui konfigurasi elektron model atom Bohr.
3. Mampu menentukan golongan dan periode dari konfigurasi elektron.
E. Langkah Kerja

Unsur

No. Atom

Konfigurasi elektron
Elektron valensi
Golongan
K
L
M
N
O
Na
11
2
8
1
1
IA
O
8
....
...
...
Br
35
...
...
...
K
19
...
...
...
Ar
...
2
8
8
...
...
Rb
37
...
...
...
1. Lengkapi tabel konfigurasi elektron dari unsur berikut di bawah ini :

Periode
3
...
...
...
...
...

F. Kesimpulan
:
1. Tuliskan menurut pendapatmu bagaimana aturan konfigurasi elektron menurut model atom
bohr?
Jawab : ....
2. Bagaimana menentukan periode dan golongan suatu unsur menurut model atom bohr ?
Jawab : ....

Bahan Ajar
Model Atom Niels Borh
Kelemahan dari Rutherford diperbaiki oleh Niels Bohr dengan percobaannya menganalisa
spektrum warna dari atom hidrogen yang berbentuk garis. Hipotesis Bohr adalah;
a. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan
negatif di dalam suatu lintasan.
b. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau memancarkan
energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang. Jika berpindah lintasan ke
lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap energi. Jika beralih ke lintasan yang
lebih rendah maka akan memancarkan energi.

Gambar 7. Model atom Bohr


Model atom N

Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya
elektron. Kelemahan model atom ini adalah: tidak dapat menjelaskan spekrum warna dari atom
berelektron banyak. Sehingga diperlukan model atom yang lebih sempurna dari model atom Bohr.
MODEL ATOM MEKANIKA KUANTUM
Dikembangkan oleh Werner Heisenberg dan Erwin schrodinger . sebelum Erwin schrodinger ,
seorang para ahli dar jerman menyatakan prinsip ketidak pastian tidak mungkin dapat ditentukan
kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan , yang dapat
ditentukan adalah kebolehjadian menemukan electron pada jarak tertentu dari inti atom .
Pada tahun 1927 , berdasarkan karya de Broglie , schrongider mengembanghkan suatu persamaan
untuk mendapatkan fungsi gelombang yang menggambarkan batas kemungkinan ditemukan nya
electron dalam tiga dimensi . fungsi gelombang dilambagkan denganY (psi) yang tidak mempunyai
arti fisik. Kuadrat harga mutlak fungsi gelombang ,Y2 dikenal sebagai kerapatan peluang , yaitu
menggambarkan peluang untuk menemukan electron pada satu titik dalam suatu atom .
jika Y2 besar maka peluang untuk menemukan electron juga besar .sebaliknya jika Y2 kecil

maka peluang untuk menemukan electron juga kecil . dareah dalam ruang disekitar inti tempat
peluang untuk menemukan electron paling besar inilah yang disebut orbital .
Jadi model atom mekanika kuantum merupakan koreksi dari model atom bohr . secara singkat
,perbedaan model atom bohr dibandingkan dengan model atom mekanika kuantum .

Model atom bohr :


1. Electron mengitari inti pada lintasan dengan tingkat energy tertentu .
2. Electron bergerak dalam lintasannya yang berbentuk lingkaran .
3. Posisi sebuah electron yang bergerak mengelilingi inti atom dapat ditentukan .
Model atom mekanika kuantum :
1. Elektron mengitari inti atom pada orbital tertentu yang membentuk kulit atom .
2. Electron bergerrak dalam orbital dengan melakukan gerak gelombang
3. Posisi sebuah electron yang bergerak mengelilingi inti atom tidak dapat ditentukan .
Konfigurasi Elektron dan Elektron Valensi
1. Konfigurasi Elektron
Ialah susunan elektron suatu atom berdasarkan kulit-kulit atom tersebut.
Setiap kulit atom dapat terisi elektron maksimum dengan rumus:

2(n

Keterangan : = jumlah maksimum elektron pada suatu kulit


n = nomor kulit

Gambar.12. Jumlah elektron maksimum tiap kulit dalam atom


Jumlah elektron maksimum dalam tiap-tiap kulit atom
Kulit

Nomor kulit(n)

Jumlah elektron maksimum

2(n

18

32

50

Aturan-aturan dalam pengisian konfigurasi elektron:


1.Pengisian dimulai dari tingkat energi paling rendah ketingkat energi paling tinggi dari kulit K,
L,M dan seterusnya
2.Jika jumlah elektron yang tersisa 8 di tempatkan pada kulit berikutnya
3.Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar adalah 8.
2. Elektron Valensi
Elektron valensi ialah jumlah elektron pada kulit terluar suatu atom netral. Cara
elektron valensi adalah dengan menuliskan konfigurasi elektron.

menentukan

Konfigurasi gas mulia golongan VIIIA


Ato
m

Konfigurasi Elektron
K L M

P Q

Jumlah
Kulit

Elektron
Valence

He

Ne

2 8

Ar

2 8 8

Kr

2 8 18

Xe

2 8 18

18

Rn

2 8 18

32

18

10

18

36

54

86

Kelemahan Teori atom Bohr


Dalam mengemukakan teorinya, Niels Bohr tidaklah 100% sempurna, sedikitnya ada 3
kelemahan dari teori atom Niels Bohr, berikut ini kelemahannya :
a. Menurutnya kedudukan dalam mengelilingi atom dinyatakan dengan pasti.
b. Gerakan elektron digambarkan sebagai lingkaran/elip
c. Tidak dapat menerangkan intensitas spektrum lebih lanjut

Kelemahannya ini tidak diketahui saat Bohr menemukan teori spektrum, tetapi kelemahan
teori Bohr ini diketahui setelah beberapa ahli mengemukakan penelitiannya lebih lanjut.
Berikut ini beberapa ilmuan yang dianggap sebagai penyempurna teori atom Niels Bohr :
a. Werner Heisenberg ==> menurut teori ketidak pastian Werner Heisenberg,
kecepatan dan kedudukan elektron adalah suatu ketidakpastian, kedudukan
elektron makin melenceng ketika kecepatannya meningkat
b. Erwin Schordinger ==> elektron-elektron melaju dalam lintasan-lintasan dalam
kecepatan tertentu dimana lintasan tersebut yang dinamakan orbital
c. Summer Field ==> elektron tidak ditentukan oleh kuantum utamanya saja.
Kedudukan elektron pada atom ditentukan oleh 4 bilangan kuantum

Perbedaan Model Atom Bohr dengan Model Atom Mekanika gelombang


No Model Atom Bohr

Model Atom Mekanika Kuantum

1.

Elektron mengitari inti atom pada


Elektron mengitari inti atom pada orbital
lintasan dengan tingkat energi tertentu. tertentu yang membentuk kulit atom

2.

Elektron bergerak dalam lintasannya Elektron bergerak dalam orbital dengan


yang berbentuk lingkaran
melakukan gerak gelombang

3.

Posisi sebuah elektron yang bergerak Posisi sebuah elektron yang bergerak
mengelilingi inti atom dapat ditentukan mengelilingi inti atom tidak dapat
ditentukan

Bilangan Kuantum
Struktur suatu atom ditentukan oleh posisi elektron dalam atom tersebut
Untuk menggambarkan posisi elektron dalam suatu atom berdasarkan model atom
mekanika kuantum, digunakan istilah bilangan kuantum.
Ada 4 jenis bilangan kuantum
1. Bilangan Kuantum Utama (n)
Kulit K

Harga 1

2. Bilangan Kuantum Azimut (l)


Bilangan kuantum azimut dinotasikan dengan l yang menggambarkan sub kulit atau sub
lintasan atau sub tingkat energi utama
Sub Kulit

Harga l

Ketentuan harga sub kulit (l) tergantung pada harga kulit (n) menurut aturan
Harga l =0 sampai dengan n-1
Harga l
Harga
n

1s

2s

2p

3s

3p

3d

4s

4p

4d

4f

5s

5p

5d

5f

6s

6p

6d

7s

7p

3. Bilangan Kuantum Magnetik (m)


Bilangan kuantum magnetik dinotasikan dengan m yang menggambarkan jumlah orbital
Harga m tergantung dari l dengan ketentuan
Jika l=0 (sub kulit s) maka harga m=0 (ada 1 buah orbital) sub kulit s :
m= 0
Jika l=1 (sub kulit p) maka harga m=-1,0,+1 (ada 3 buah orbital) sub kulit p :

-1
0
+1
Jika l=2 (sub kulit d) maka harga m =-2,-1,0,+1,+2 (ada 5 buah orbital) sub kulit d

-2

-1

+1

+2

Jika l=3 (sub kulit f) maka harga m =-3,-2,-1,0,+1,+2,+3 (ada 7 buah orbital) sub kulit f

-3
-2
-1 0 +1 +2 +3
4. Bilangan Kuantum Spin (s)
Bilangan kuantum spin dinotasikan dengan s yang menggambarkan arah perputaran
satu orbital. 1 orbital berisi 2 buah elektron dengan arah putaran yang berlawanan

atau

Untuk keseragaman maka dituliskan pertama arah ke atas dengan tanda s=+1/2 dan
berikutnya arah berlawanan dengan tanda =-1/2

s=+1/2

s=-1/2

CARA MELETAKKAN UNSUR DALAM TABEL PERIODIK


1. Teori menurut atom bohr
Unsur-unsur dalam system periodic dikelompokan ke dalam golongan dan periode . menentukan
nomor golongan dengan cara melihat electron valensinya , sedangkan nomor periodic ditentukan
dengan cara menghitung jumlah kulit yang terisi electron , cara yang demkian didasarkan pada teori
atom bohr .
Konfigurasi electron menunjukan jumlah electron pada setiap kulit atom , konfigurasi electron ini
menunjukan bahwa adanya beberapa kesamaan diantara setiap kelompok unsure berdasarkan
electron valensi , yaitu elektrom yang terletak pada kulit terluar , unsure yang terletak pada
golongan yang sama memiliki electron valensi sama , sebagai contoh pada Li electron valensinya
satu pada kulit ke-2 . untuk Na , electron valensinya satu pada kulit ke-3, sementara pada k electron
valensinya satu pada kulit ke-4 dengan demikian , unsure tersebut dikelompokan dalam golongan
yang sama yaitu golongan IA . berikut ini adalah tabel yang menunjukkan golongan unsure , nama
golongan , serta jumlah electron valensinya .
:
Golongan
Nama Golongan
Jumlah Elektron Valensi
IA
Alkali
1
IIA
Alkali Tanah
2
IIIA
Boron-Aluminium
3
IVA
Karbon-Silikon
4
VA
Nitrogen-Fosfor
5
VIA
Oksigen-Sulfur
6
VIIA
Halogen
7
VIIIA
Gas Mulia
8

Berikut ini juga diberikan beberapa contoh penentuan letak suatu unsur dalam tabel periodik
berdasarkan konfigurasi elektronnya:
Ca : 2 8 8 2
Jumlah kulit yang terisi electron = periode = 4
Jumlah electron valensi = golongan = IIA
36Kr : 2 8 18 8
Jumlah kulit yang terisi electron = periode = 4
Jumlah electron valensi = golongan = IIA
20

2. menurut teori atom mekanika kuantum


Pada prinsip yang sama , perbedaannya hanya pada cara menentukan jumlah kulit yang terisi dan
electron valensi , nomor periode ditentukan dari bilangan kuantum utama terbesar , sedangkan
nomor golongan ditentukan dari jumlah electron yang menempati orbital pada kulit yang memiliki
nilai n terbesar .

Spektrum Atom Hidrogen


Atom hidrogen merupakan atom yang paling kecil dan sederhana, dengan memiliki satu proton dan
satu elektron setiap atomnya, disamping itu mempunyai spektra paling sederhana. Terdapat dugaan
bahwa adanya hubungan mendasar antara spektrum atom dengan distribusi elektron disekeliling inti
atom yang bersangkutan. Dengan mengetahui spektrum atom akan mendapat petunjuk pula
mengenai keadaan elektron suatu atom, dikaitkannya dengan teori kuantum dari plank, Bohr pada
tahun 1913 memberikan teori tentang struktur atom. Dan teori tersebut merupakan penyempurnaan
dari teori atom Rutherford.
Pada tahun 1885 J.J.Balmer mendapatkan bahwa garis spektrum atom hidrogen di daerah
tampak dan ultra violet. Selain itu Balmer juga berhasil menunjukkan bahwa grafik hubungan
antara frekuensi (v) dengan 1/n2ternyata berupa garis lurus, dengan rumus:
Karena 1/=v dan v=c/ maka persamaan diatas dapat ditulis sebagai berikut:
Sebelum adanya penemuan lainnya Balmer telah memprediksikan adanya sejumlah garisgaris spektrum. Garis-garis spektrum yang memenuhi persamaan kedua disebut deret Balmer. Deret
lain dalam spektrum atom hidrogen ditemukan oleh T.Lyman (1906) yang terpencar pada
daerah ultraviolet, F.Paschen (1908) yang terpencar pada daerah inframerah-dekat, F.S.Brackett
(1922) yang terpencar pada daerah inframerah, dan A.H.Pfund (1924) yang terpancar pada
daerah inframerah-jauh. Masing-masing rumusnya:
Deret Lyman
= RH x (1/12 1/n2)
n1=1
n2=2,3,4,.
Deret Paschen
= RH x (1/32 1/n2)
n1=2
n2=4,5,6,.
Deret Bracket
= RH x (1/42 1/n2)
n1=3
n2=5,6,7,.
Deret Pfund
= RH x (1/52 1/n2)
n1=4
n2=6,7,8,.
Rumus-rumus diatas kemudian dikembangkan oleh Rydberg, mempunyai tetapan yaitu
109.678 cm-1. Rumus-rumus khusus diatas kemudian dinyatakan dengan satu rumus umum:
= 1/ = RH x (1/n12 1/n22) cm-1
n = bilangan bulat integer 1 dan n2 > n1

Bohr mengemukakan pendapat bahwa elektron dapat berputar mengelilingi proton pada
orbit dengan jari-jari tertentu, hal ini bertentangan dengan fisika klasik yang menyatakan bahwa
elektron akan terpilin ke dalam, sambil meradiasi energi dan akhirnya jatuh ke inti. Lalu Bhor
menjabarkan rumus Rydberg untuk melengkapi pernyataan sebelumnya. Dengan suatu syarat
tertentu, yaitu pada setiap orbit momentum sudut dari elektron, mvr, harus terkuanta, yaitu memiliki
nilai yang diberikan oleh rumus:
mvr = n.h/2, dimana n = 1,2,3,4,
dimana m,v,r dan h adalah massa dan laju elektron, jari-jari orbit dan tetapan Planck, n adalah
bilangan kuantum orbit. Orbit stabil dan kondisi terkuanta merupakan syarat yang sama sekali
bertentangan dengan teori fisika klasik. Tetapi jika asumsi ini dipakai, telah ditentukan bahwa bagi
setiap orbit, energi, dan jari-jari diberikan rumus:
E= - mZ2e4/8n2h202
r = n2h20/mZe2
Secara singkat Bohr mendapatkan:
E = - R/n2
Penjelasan mengenai deret spektra sekarang telah didapat. Energi terendah (paling negatif)
adalah R/12= -R. Bila elektron tereksistensi ke orbit yang lebih tinggi energinya (n>1) dan kembali
lagi ke orbit dengan n=1, akan diperoleh deret garis ultraviolet, karena elektron akan kehilangan
energi yang sama dengan R(1/12-1/n2). Deret lainnya timbul bila elektron kembali dari orbit-orbit
yang lebih tinggi ke orbit dengan n=2 (deret tampak) dan n=3 (deret inframerah).
Persamaan r = n2h20/mZe2 memiliki besaran-besaran yang sudah diketahui, maka dengan
begitu jari-jari atom dapat dihitung. Untuk n = 1 diperoleh r = 52,9 pm Harga ini dijadikan sebagai
jari-jari orbit Bohr pertama atau terpendek. Selanjutnya untuk n yang lain 2,3,4,dst., harga r dapat
dihitung. Dan harga jari-jari inilah yang dijadikan Bohr untuk menggambarkan orbit-orbit elektron
yang diperbolehkan.
Lintasan elektron biasanya dinyatakan sebagai lintasan K (n = 1), lintasan L (n = 2),
Lintasan M (n = 3), dan seterusnya. Penyelidikan dengan menggunakan spektroskop yang
mempunyai daya pisah tinggi membuktikan, bahwa tiap garis spektrum tunggal terdiri atas
beberapa garis. Ini berarti bahwa setiap lintasan elektron sebenarnya terdiri atas sekelompok
lintasan. Kelompok lintasan ini disebut kulit lintasan.jadi tiap kulit lintasan terdiri dari beberapa
subkulit. Jumlah subkulit samadengan harga dari n.