Anda di halaman 1dari 1

Proyeksi keuangan merupakan suatu kegiatan perencanaan keuangan yang dilakukan oleh

perusahaan untuk masa mendatangm yang disusun berdasasrkan pada laporan keuangan tahun
yang lalu. Dalam pembuatan laporan keuangan yang masih berupa rancangan ini, perlu
dicantumkan kata proforma yang berarti laporan keuangan ini menunjukkan bahwa ikhtisar
atau isi dari laporan keuangan perusahaan ini belum dilaksanakan (masih berupa perencanaan).
Penyusunan perencanaan keuangan atau proyeksi keuangan ini merupakan tindakan yang sangat
penting bagi perusahaan karena akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan
di masa mendatang. Proyeksi laporan keuangan ini memiliki tujuan antara lain yaitu untuk
mengetahui kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dimasa mendatang atas perencanaan
yang sudah dibuat. Selain itu, proyeksi laporan keuangan ini penting bagi perusahaan untuk
dapat mengetahui bagaimana hasil dari perencanaan yang akan dibuat oleh perusahaan yang
bersangkutan. Informasi proyeksi laporan keuangan ini juga penting digunakan oleh berbagai
pihak yaitu: 1.) Manajemen, dimana proyeksi laporan keuangan ini akan membantu manajemen
dalam menyusun atau merencankan rencana bisnis kedepan; 2.) Kreditur, dimana proyeksi
laporan keuangan ini tentunya akan mempermudah kreditur dalam mengetahui kelayakan kredit
dari perusahaan; 3.) Investor, dimana dengan adanya proyeksi laporan keuangan ini maka
investor dapat mengetahui rekaan nilai perusahaan kedepan sehingga dapat dijadikan sebagai
bahan pertimbangan bagi investor tersebut apakah akan melakukan investasi atau tidak pada
perusahaan bersangkutan.
Dasar dari proyeksi keuangan adalah bergantung dari macam perencanaan yang dibuat,
mislanya proses proyeksi dimulai dengan pertumbuhan penjualan yang diharapkan. Dasar
perencanaan yang terbaik adalah posisi laporan keuangan terakhir perusahaan, bisa juga dengan
menilai rencana penerimaan dan pengeluaran kas dalam periode yang direncakanan. Dalam
membuat proyeksi laporan keuangan ini, proses nya dimulai dari laporan laba rugi, kemudian
diikuti dengan neraca dan laporan arus kas.
Dalam model penilaian laba sisa, memerlukan estimasi laba bersih di masa depan dan
nilai buku dari ekuitas pemegang saham, dimana model penilaian laba sisia ini memerlukan
estimasi yaitu enam parameter diantaranya: pertumbuhan penjualan, margin laba bersih,
perputaran modal kerja bersih, perputaran aktiva tetap, leverage keuangan, serta biaya modal
ekuitas.