Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN

Keuangan negara meliputi seluruh rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan
semua hak dan kewajiban negara. Dan seluruh rangkaian kegiatan ini memiliki akibat-akibat
keuangan sehingga memerlukan adanya suatu perencanaan keuangan yang cermat atau
penganggaran. Anggaran ini memiliki fungsi sebagai pedoman dalam mengelola negara dalam
periode tertentu dan sebagai alat pengawasan dan pengendalian masyarakat terhadap kebijakan
yang telah dipilih oleh pemerintah. Anggaran dalam pengertian umum diartikan sebagai suatu
rencana kerja untuk suatu periode yang akan datang yang telah dinilai dengan uang.
Di Indonesia, pada awal mulanya (pada jaman Hindia-Belanda) secara resmi digunakan
istilah begrooting untuk menyatakan pengertian anggaran. Namun sejak Proklamasi tanggal 17
Agustus 1945, istilah Anggaran Pendapatan dan Belanja dipakai secara resmi dalam pasal 23
ayat 1 UUD 1945, dan di dalam perkembangan selanjutnya ditambahkan kata Negara untuk
melengkapinya sehingga menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Dalam organisasi sektor publik, penganggaran merupakan suatu proses politik. Pada
sektor swasta, anggaran merupakan bagian dari rahasia perusahaan yang tertutup untuk publik,
sebaliknya pada sektor publik anggaran justru harus diinformasikan kepada publik untuk dikritik,
didiskusikan, dan diberi masukan.
Perencanaan dalam menyiapkan anggaran sangatlah penting. Bagaimanapun juga jelas
mengungkapkan apa yang akan dilakukan di masa mendatang. Pemikiran strategis disetiap
organisasi adalah proses dimana manajemen berfikir tentang pengintegrasian aktivitas
organisasional ke arah tujuan yang beroerientasi ke sasaran masa mendatang. Semakin
bergejolak lingkungan pasar, teknologi atau ekonomi eksternal, manajemen akan didorong untuk
menyusun stategi. Pemikiran strategis manajemen, direalisasi dalam berbagai perencanaan, dan
proses integrasi keseluruhan ini didukung prosedur penganggaran organisasi.

1. Pengertian Anggaran Negara


Anggaran merupakan salah satu bagian dari proses pengendalian manajemen yang
berisi rencana tahunan yang dinyatakan secara kuantitatif, diukur dalam satuan moneter.

Anggaran merupakan taksiran sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan program
kerja.
Anggaran negara adalah suatu pernyataan tentang perkiraan pengeluaran dan
penerimaan yang diharapkan akan terjadi dalam suatu periode di masa depan, serta data dari
pengeluaran dan penerimaan yang sungguh-sungguh terjadi di masa yang lalu (John F.
Due:1975). Anggaran negara, gambaran dari kebijaksanaan pemerintah yang dinyatakan
dalam ukuran uang, berupa kebijaksanaan pengeluaran untuk periode di masa depan maupun
penerimaan untuk menutup pengeluaran pemerintah tersebut. Dari anggaran negara dapat
diketahui realisasi pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah di masa lalu. Dapat diketahui pula
tercapai atau tidaknya serta maju atau mundurnya kebijaksanaan yang hendak dicapai.
Anggaran negara bukan hanya sekadar laporan keuangan, namun juga laporan kebijakan
yang diambil. Anggaran negara menggambarkan suatu dokumen politik negara.
Perencanaan merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari proses manajemen
organisasi. Demikian juga, anggaran mempunyai posisi yang penting. Anggaran
mengungkapkan apa yang dilakukan di masa mendatang. Anggaran dapat diinterpretasikan
sebagai paket pernyataan perkiraan penerimaan dan pengeluaran yang diharapkan akan
terjadi dalam satu atau beberapa periode mendatang. Di dalam tampilannya, anggaran selalu
menyertakan data penerimaan dan pengeluaran yang terjadi di masa lalu.
Menurut Mulyadi (2001:488), Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang
dinyatakan secara kuantitatif, yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran
yang lain yang mencakup jangka waktu satu tahun.
Sedangkan, Menurut National Commitee on Governmental Accounting (NCGA) yang
saat ini telah menjadi Governmental Accounting Standards Board (GASB), definisi anggaran
(budget) adalah sebagai rencana operasi keuangan, yang mencakup estimasi pengeluaran
yang diusulkan dan sumber pendapatan yang diharapkan untuk membiayainya dalam periode
waktu tertentu.
Kadang-kadang pengertian anggaran negara dibedakan dalam arti luas dan dalam arti
arti sempit. Dalam arti sempit anggaran negara berarti rencana pengeluaran dan penerimaan
dalam satu tahun saja. Dalam arti luas anggaran negara berarti jangka waktu perencanaan,
pelaksanaan, dan pertanggungjawaban anggaran. Jadi, anggaran dalam arti luas meliputi
suatu daur anggaran.
2

Anggaran negara merupakan salah satu alat politik fiskal untuk mempengaruhi arah
dan percepatan pendapatan nasional. Adapun mengenai anggaran yang akan digunakan
tergantung pada keadaan ekonomi yang dihadapi. Dalam keadaan ekonomi yang normal
dipergunakan anggaran negara yang seimbang, kemudian dalam keadaan ekonomi yang
deflasi biasanya dipergunakan anggaran negara yang defisit dan sebaliknya dalam keadaan
ekonomi yang inflasi dipergunakan anggaran negara yang surplus.
Umumnya anggaran negara dapat diklasifikasikan atas 2 kategori:
1. Anggaran Berimbang (Balanced Budgeting)
Anggaran berimbang disusun sedemikian rupa sehingga setiap pengeluaran pemerintah
dapat dibiayai oleh penerimaan dari sektor pajak atau sejenisnya, yaitu suatu kondisi
dimana penerimaan pemerintah sama dengan pengeluaran pemerintah.
2. Anggaran Tidak Seimbang (Unbalanced Budgeting)
Anggaran tidak seimbang terdiri dari anggaran surplus dan anggaran defisit. Anggaran
surplus yaitu pengeluaran lebih kecil dari penerimaan sedangkan anggaran defisit yaitu
pengeluaran lebih besar dari penerimaan. Anggaran belanja yang tidak seimbang
biasanya akan mempunyai pengaruh yang berlipat ganda terhadap pendapatan nasional.
2. Fungsi Anggaran Negara
Perpaduan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan oleh Presiden (pelaksana kedaulatan
rakyat) dengan DPR (pelaksana kedaulatan rakyat dibidang legislasi).
a.

Presiden dan MenKeu (mandataris presiden) sebagai CFO (Chief Financial Officer) dan
menteri sebagai COO (Chief Operational Officer).

b. Dan bendahara sebagai pengelola keuangan negara.


Anggaran yang dimiliki oleh suatu negara mengandung tiga fungsi fiskal utama yaitu:
1. Fungsi Alokasi
Pemerintah mengadakan alokasi terhadap sumber-sumber dana untuk mengadakan
barang-barang kebutuhan perseorangan dan sarana yang dibutuhkan untuk kepentingan
umum. Semuanya itu diarahkan agar terjadi keseimbangan antara uang beredar dan
barang serta jasa dalam masyarakat.
2. Fungsi Distribusi
Pemerintah melakukan penyeimbangan, menyesuaikan pembagian pendapatan dan
mensejahterahkan masyarakat.
3. Fungsi Stabilitas

Pemerintah meningkatkan kesempatan kerja serta stabilitas harga barang-barang


kebutuhan masyarakat dan menjamin selalu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang
mantap.
3. Prinsip Anggaran Negara
Adapun yang dimaksud dengan prinsip-prinsip anggaran adalah :
a. Transparansi dan Akuntabilitas Anggaran
Anggaran harus dapat menyajikan informasi yang jelas mengenai tujuan, sasaran, hasil,
dan manfaat yang diperoleh masyarakat dari suatu kegiatan atau proyek yang
dianggarkan. Anggota masyarakat memiliki hak dan akses yang sama untuk mengetahui
proses anggaran karena menyangkut aspirasi dan kepentingan masyarakat, terutama
pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup masyarakat. Masyarakat juga berhak untuk
menuntut pertanggungjawaban atas rencana ataupun pelaksanaan anggaran tersebut.
b. Disiplin Anggaran
Pendapatan yang direncanakan merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang
dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan. Sedangkan belanja yang dianggarkan pada
setiap pos atau pasal merupakan batas tertinggi pengeluaran belanja.
Penganggaran pengeluaran harus didukung dengan adanya kepastian tersedianya
penerimaan dalam jumlah yang cukup dan tidak dibenarkan melaksanakan kegiatan atau
proyek yang belum atau tidak tersedia anggarannya. Dengan kata lain, bahwa
penggunaan setiap pos anggaran harus sesuai dengan kegiatan atau proyek yang
diusulkan
c. Keadilan Anggaran
Pemerintah wajib mengalokasikan penggunaan anggarannya secara adil agar dapat
dinikmati oleh seluruh kelompok masyarakat tanpa diskriminasi dalam pemberian
pelayanan, karena pendapatan pemerintah pada hakikatnya diperoleh melalui peran serta
masyarakat secara keseluruhan.
d. Efisiensi dan Efektivitas Anggaran
Penyusunan anggaran hendaknya dilakukan berlandaskan azas efisiensi, tepat guna, tepat
waktu pelaksanaan, dan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan. Dana yang
tersedia harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk dapat menghasilkan
peningkatan dan kesejahteraan yang maksimal untuk kepentingan masyarakat.
e. Disusun dengan Pendekatan Kinerja
Anggaran yang disusun dengan pendekatan kinerja mengutamakan upaya pencapaian
hasil kerja (output atau outcome) dari perencanaan alokasi biaya atau input yang telah
4

ditetapkan. Hasil kerjanya harus sepadan atau lebih besar dari biaya atau input yang telah
ditetapkan. Selain itu harus mampu menumbuhkan profesionalisme kerja di setiap
organisasi kerja yang terkait.
Selain prinsip-prinsip secara umum seperti yang telah diuraikan diatas, UndangUndang Nomor 17 Tahun 2003 mengamanatkan perubahan-perubahan kunci tentang
penganggaran sebagai berikut:
a. Penerapan pendekatan penganggaran dengan perspektif jangka menengah
Pendekatan dengan perspektif jangka menengah memberikan kerangka yang
menyeluruh, meningkatkan keterkaitan antara proses perencanaan dan penganggaran,
mengembangkan disiplin fiskal, mengarahkan alokasi sumber daya agar lebih rasional
dan strategis, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dengan
pemberian pelayanan yang optimal dan lebih efisien.
Dengan melakukan proyeksi jangka menengah, dapat dikurangi ketidakpastian di
masa yang akan datang dalam penyediaan dana untuk membiayai pelaksanaan berbagai
inisiatif kebijakan baru, dalam penganggaran tahunan. Pada saat yang sama, harus pula
dihitung implikasi kebijakan baru tersebut dalam konteks keberlanjutan fiskal dalam
jangka menengah.
Cara ini juga memberikan peluang untuk melakukan analisis apakah pemerintah
perlu melakukan perubahan terhadap kebijakan yang ada, termasuk menghentikan
program-program yang tidak efektif, agar kebijakan-kebijakan baru dapat
diakomodasikan.
b. Penerapan penganggaran secara terpadu
Dengan pendekatan ini, semua kegiatan instansi pemerintah disusun secara
terpadu, termasuk mengintegrasikan anggaran belanja rutin dan anggaran belanja
pembangunan.
Hal tersebut merupakan tahapan yang diperlukan sebagai bagian upaya jangka
panjang untuk membawa penganggaran menjadi lebih transparan, dan memudahkan
penyusunan dan pelaksanaan anggaran yang berorientasi kinerja.
Dalam kaitan dengan menghitung biaya input dan menaksir kinerja program,
sangat penting untuk mempertimbangkan biaya secara keseluruhan, baik yang bersifat
investasi maupun biaya yang bersifat operasional.
c. Penerapan penganggaran berdasarkan kinerja

Pendekatan ini memperjelas tujuan dan indikator kinerja sebagai bagian dari
pengembangan sistem penganggaran berdasarkan kinerja. Hal ini akan mendukung
perbaikan efisiensi dan efektivitas dalam pemanfaatan sumber daya dan memperkuat
proses pengambilan keputusan tentang kebijakan dalam kerangka jangka menengah.
Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang disusun berdasarkan prestasi kerja
dimaksudkan untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dengan menggunakan
sumber daya yang terbatas.
Oleh karena itu, program dan kegiatan Kementerian Negara atau Lembaga atau
SKPD harus diarahkan untuk mencapai hasil dan keluaran yang telah ditetapkan sesuai
dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) atau rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
4. Karakteristik Anggaran Negara
Berikut ini adalah karakteristik anggaran sektor publik :
a. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan non keuangan
b. Anggaran umumnya mencakup jangka waktu tertentu, satu atau beberapa tahun
c. Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan manajemen untuk mencapai sasaran yang
ditetapkan
d. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pihak yang berwenang lebih tinggi dari
penyusun anggaran
Sekali disusun, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi tertentu.