Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

SEJARAH GEOLOGI

Pada daerah penelitian yang seluas 3x3 km, satuan batuan yang tertua
adalah Batulempung 1. (1) Satuan batu lempung ini diendapkan pada
lingkungan yang tenang di laut dalam. Satuan Batuan ini diendapkan pada
kala Miosen Tengah. (2) Setelah terendapakan satuan batulempung 1, air laut
mengalami regresi atau penurunan muka air laut. Ketika muka air laut turun
diendapkan secara selaras satuan batuan batupasir dengan mekanisme
pengendapan arus turbidit. Diperkirakan Pembentukan satuan batupasir
masuh terjadi pada kala Miosen Tengah.
(3) Setelah satuan batupasir terbentuk, air laut mengalami transgresi atau
penaikan muka air laut. Ketika muka air laut mengalami transgresi, endapan
batuan yang terbentuk adalah satuan batulempung 2 selaras diatas satuan
batupasir. Satuan batu lempung 2 diendapkan di lingkungan laut dalam pada
kala Miosen Tengah.
(4) Setelah terbentuk satuan batulempung 2 air laut mengalami regresi.
Satuan breksi di endapkan secara selaras di atas batu lempung 2. Satuan
breksi diendapkan di laut dangkal.
Aktifitas tektonik yang terjadi pada Pliosen akhir Pliosen awal
menyebabkan terjadinya pengangkatan (5, 6), perlipatan (7), dan penyesaran.
Perlipatan terjadi pada saat gaya mendatar bekerja dari selatan, searah dengan
pergerakan Lempeng Hindia-Australia, menghasilkan lipatan yang sumbunya

54

berarah barat-timurSetelah semua satuan batuan terbentuk, kemudian air laut


mengalami regresi sehingga menjadi daratan. (8) Endapan alluvial
diendapkan tidak selaras dengan formasi di bawahnya.

Gambar 4.1. Sejarah Geologi daerah penelitian.

55