Anda di halaman 1dari 4

Analisis Statis Jembatan Gantung Sederhana

Sarwo Edhi (surel : sarwo.edhi90@gmail.com)


INFO

PRAKATA

Riwayat risalah
Dibuat 4 November 2016
Revisi 4 November 2016

Risalah ini saya tulis dikarenakan bahwa sangat sedikit buku ataupun artikel dalam
bahasa Indonesia yang mengulas secara ringkas dan mudah mengenai cara menganalisis
jembatan gantung sederhana. Kebanyakan buku menggunakan metode lama yang
menyelesaikan dalam bentuk persamaan tertutup. Dengan kemahsyuran aplikasi elemen
hingga, pemecahan dengan analogi frame dianggap lebih sederhana dan memberikan
hasil yang cukup baik untuk desain.

Kata kunci :
analisis statis
jembatan gantung

TEORI
Risalah matematis jembatan gantung pertama kali ditulis oleh matematikawan dan insinyur perancis, Louis
Navier (1785-1836). Persamaan dipakai selama beberapa dasawarsa dan banyak jembantan gantung dibangun
dengannya. Inti persamaan tersebut adalah pendekatan hubungan antara statis kabel terhadap menara.
Beberapa orde persamaan diferensial diturunkan dan dipecahkan. Sebenarnya persamaannya bisa dikatakan
terlalu banyak disederhanakan. Awalnya Navier mengabaikan beban angin dalam analisanya dengan hanya
mengacuhkan beban kendaraan. Tetapi setelah runtuhnya Jembatan Selat Menai oleh terpaan badai, Navier
akhirnya memasukkan beban angin. Meskipun dengan perbaikan tersebut, persamaan yang cukup akurat baru
dirumuskan oleh insinyur Austria-Hungaria Joseph Melan (1854-1941).
EIw ' ' ' ' (x)(f +h) w( x)hy ( x)= p ( x)

(1)

tinggi lengkungan kecil jarak dari lantai jembatan dengan titik paling bawah lengkungan kabel (Gazzola : 6465).
Dengan berkembangnya aplikasi elemen hingga berbasis grafis antar muka (graphical user interface) seperti
SAP2000 dan Ansys, maka analisis jembatan gantung bisa lebih mudah dengan mengunakan analogi rangka
(frame). Untuk kabel, bisa dimodelkan dengan balok dengan pengubahan modulus elastisitas ekivalen menjadi :
Eqv =

E
(wS )2 AE
1+
12 T 2

(2)

Dimana E adalah modulus tangen kabel, w adalah berat jenis kabel, S panjang kabel, A luas penampang kabel,
dan T adalah tarikan kabel (Ersnt, 1965).
Untuk mencari panjang kabel dengan mengasumsikan bentuk lengkungan kabel sebagai parabola,
y= f

( )
x
L1 /2

(3a)

Atau untuk koordinat sisi sebelahnya

[ ( )]

y= f 1

x
L 1/2

(3b)

Maka.

[ ( ) ( )]
2

S =L 1+

8 f
32 f

3 L
5 L

(4)

dan gaya tarik kabel


T=

wL
8f

(5)

w adalah beban distribusi merata. (Meriam, 1993 : 230-231).


TAHAPAN
Bedasarkan teori diatas sebenarnya sudah cukup mudah dipahami. Namun bagi mahasiswa yang baru memakai
program elemen hingga mungkin masih ada sedikit kebingungan. Secara ringkas, begini tahapannya.

E ,
qv A

L1/2
L

Gambar 1. Penjelasan simbol dan pemodelan

Buatlah koordinatnya, biasanya dalam koordinat gaussian. Bentuk lengkungan bedasarkan persamaan
3a dan 3b. Beberapa program seperti SAP2000 atau MIDAS justru menyediakan fitur yang memudahkan
pembuatan koordinat jembatan gantung.

Gambar 2. Input koordinat struktur

Gambar 3. Pemodelan elemen hingga jembatan gantung

Hitung modulus elastisitas ekivalen. Modulus tangen kabel diperoleh dari katalog kabel. Sedangkan
tarikan diasumsikan dengan persamaan 5.

Masukkan data material seperti berat jenis, modulus elastisitas dll.

Gambar 4 Input data material

Lakukan pemodelan dengan menyambung tiap joint dengan elemen yang dikehendaki sesuai
perencanaan.

Buatkan Load Case terdiri dari beban mati, beban hidup simetris, beban hidup asimetris dan beban
terpusat kendaraan. Lihat petunjuk RSNI 03-3429-1994.

Gambar 5. Beban hidup simetris dan asimetris

(a)

(b)
Gambar 6. Beban hidup (a) simetris dan (b) asimetris bedasarkan RSNI 03-3429-1994.

Buat beban kombinasi jika diperlukan.

Run dan analisis. Jika hasil tarikan berbeda dengan asumsi maka perlu dilakukan iterasi lagi nilai T.

Gambar 7. Hasil analisis berupa gaya aksial


Jika masih ada yang perlu ditanyakan silahkan kirim pertanyaan ke surel saya ataupun facebook di
sarwo.edhi90@gmail.com. Insya Allah akan saya jawab 224 jam.

Daftar pustaka
Gazzola, Filippo. Mathematical models for suspension bridges.London, MS&A Springer (2015).
Meriam, J. L., dan L. G. Kraige. Mekanika Teknik- Statika. Edisi ke Dua. Penerbit ERLANGGA (1993).
Ernst, Hans-Joachim. Der E-Modul von Seilen unter berucksichtigung des Durchhanges. Der Bauingenieur 40.2
(1965): 52-55.