Anda di halaman 1dari 10

TUGAS UTS

DISTRIBUSI AND SUPPLY CHAIN


Dosen : Dr. Indrianawati Usman, SE., MSi.

Oleh :

Hony Fathur Rohman

0414 24353006

ANGKATAN 44 KELAS AKHIR PEKAN


MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA

2016

JAWABAN UTS DISTRIBUTION AND SUPPLY CHAIN


1. Diket:
Foodgrade is one the quintessential icons in the country for food industry. It has 14 food processing
facilities in 12 states, employee more than 20.000 associates , partners with 7.500 independent
farm families and produces about 2.7 billion pounds of chicken and turkey annually. Its operating
subsidiaries provide quality products and service to retail, food service and agriculuture customers.
Though best know as a poultry company, it sis a major producer of agriculutural products. The
company purchases grain from more than 5.000 local farmers to supply its feed mills.
a. Compare the poultry industrys vertical supply chain model with Dells direct model that
outsources most of its operations. Is the best operation management / supply chain model for
both industries? Why or why not?

Gambar. Direct deal supply chain model

No
1.

2.

3.

4.

5.

6.

The poultry industry


(Vertical supply chain model)
Efisiensi
Peternakan yang terintegrasi yang bersifat
industry sehingga perusahaan akan selalu
meningkatkan efisiensinya untuk menekan
biaya produksi.
Skala usaha semakin tinggi
Perusahaan akan meningkatkan skala
usahanya untuk mempertahankan atau
meningkatkan keuntungan.
Adaptasi teknologi
Perusahaan terintegrasi selalu
menerapkan teknologi baru yang
berkembang di dunia agar dapat bertahan
dalam persaingan yang makin ketat.
Pemenuhan permintaan konsumen
Perusahaan terintegrasi berkembang
bukan karena ditentukan oleh suplai
(supply driven) tetapi oleh konsumen
(consumer driven).
Menggunakan strategy pull based supply
chain karena produksinya tergantung
permintaan
Menggunakan integrator atau subsidiary
business dalam proses supply chainnya

Dell (Direct model)


Penjualan langsung ke end
customer. Model bisnis
langsung termasuk tidak ada
pengecer dan dimulai dan
diakhiri dengan pelanggan
Biaya produksi lebih rendah
daripada biaya pesaing
karena menghemat biaya
pengiriman
Persediaan bahan baku
rendah karena berdasarkan
pemesanan barang
Model dapat langsung di
pesan oleh cutomer sesuai
dengan keinginannya
Menggunakan strategy
push and pull supply chain
Menggunakan 3 Pl /Third
party dalam proses supply
chain nya

Pada intinya dalam hal pemilihan supply chain model tergantung pada perusahaan tersebut di
bidang apa bergeraknya. Jadi, supply chain itu mengikuti model business perusahaan. Dalam
hal perbandingan 2 (dua) model di atas saya lebih memilih menggunakan vertical supply
chain models dikarenakan dalam industry peternakan FOODGRADE terintegrasi merupakan
suatu proses produksi daging atau telur dimana input produksi hanyalah bibit ayam dan bahan
baku pakan, sedangkan hasil produksinya adalah daging ayam dan telur. Di dalam proses
menghasilkan daging atau telur ini, diperlukan pembibitan dan penetasan, pabrik pakan,
pemeliharaan ayam, rumah potong ayam dan pengolahan lanjutan. Jadi masing-masing usaha
hanyalah bagian dari proses untuk menghasilkan daging atau telur, bukan menjadi perusahaan
yang berdiri sendiri. Masing-masing proses dipertimbangkan sebagai pusat biaya (cost center)
bukan sebagai penghasil keuntungan atau profit center. Usaha peternakan ayam terintegrasi
akan menghitung setiap tahap produksi sebagai biaya sehingga setiap tahap harus efisien
dalam rangka menghasilkan biaya produksi telur atau daging ayam yang paling rendah.
b. Analyze the entire lead time, starting from eggs. How does lead time affect production
planning? Are they any risk and bottleneck?
Dalam proses rantai produksi di industri peternakan, setelah dianalisa mulai dari telur sampai
menjadi ayam . Ada hal hal yang harus di perhatikan dalam lead time yaitu :
Pada waktu yang sama, lead time dapat menurunkan biaya
Pada biaya yang sama, lead time dapat berkurang secara signifikan
Ketika kurva menujukkan lompatan lompatan maka hal tersebut menunjukkan
perubahan atas penghematan biaya yang signifikan

Jadi dalam hal ini lead time mempunyai resiko sehingga kita harus bisa menganalisa apabila
kurva sudah menunjukkan pada titik titik lompatan yang kritis. Agar proses produksi dari telur
sampai menjadi ayam dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

c. Examine SWOT of the company. What new operational ideas and changes would you
recommend to the management to realize its vision 2020
SWOT ANALYSIS FOODGRADE COMPANY
STRENGHT
Perusahaan vertical integration yang mempunyai fasilitas produksi dan infrastrukutur
lengkap
Jaringan distribusi yang luas (14 food processing facilities in 12 states, partners 7.500
independent farm families)
Integrasi dan pengendalian yang mudah dikarenakan cepat dalam pengambilan
keputusan yang strategis
Ketersediaan bahan baku yang telah memesan > 5.000 gandum dan memiliki prospek
perkembangan perusahaan yang luas.
Dapat menurunkan biaya produksi dan pengiriman secara keseluruhan.
Menjaga kualitas dan mutu menggunakan TQM
THREAT
Munculnya para competitor
Ketidakstabilan harga ayam
STRATEGI S-O (STRENGHT OPPORTUNITIES)
Kemampuan perusahaan untuk integrasi (breeding eggs, hatching chicks,
manufacturing process, packaging, warehousing and distribution)
Integrasi dan pengendalian di bidang operasional sehingga mempercepat dalam
mengambilan keputusan maupun penetapan strategi bisnis.
Ketersediaan bahan baku dan memiliki prospek yang luas
Dapat menurunkan biaya produksi dan pengiriman secara keseluruhan
Penggunaan alat yang modern mengakibatkan biaya produksi lebih murah
Menggunakan bahan baku dari hasil beternak sendiri sehingga tidak terlalu
berpengaruh dengan harga daging ayam
Kualitas dan Mutu yang terjamin karena menggunakan TQM
Pemasaran yang luas
STRATEGI W-O (WEAK-OPPORTUNITIES)

Mengeluarkan berbagai variant rasa yang beragam dalam produk olahan daging ayam
Mengatasi harga produk daging olahan dengan memberikan edukasi langsung ke
target pasar mengenai hidup sehat dengan mengkonsumsi daging ayam
Mengeluarkan kemasan ekonomis agar bisa menjangkau konsumen ditiap level pasar
Berani masuk ke kategori baru dari pakan ternak ke industri makanan
Selalu mengeluarkan inovasi secara berkelanjuta

STRATEGI S-T (STRENGTH-THREATS)


Bergerak di bidang Industri makanan dan peternakan menjadikan banyak saingan,
sehingga kualitas produk yang akan menentukan
Banyaknya internal integration terkait memerlukan kendali manajemen yang bagus
Pengendalian Produk di segala jenis bidang yang di tawarkan harus benar benar di
perhatikan
STRATEGI W-T(WEAK-THREATS)
Persaingan dengan produk daging olahan dari luar di jadikan sebagai tantangan untuk
memajukan perusahaan
Memastikan standar produk tetap baik
Munculnya pesaing dengan lower price harus di atasi dengan peningkatan mutu &
kualitas produk
NEW OPERATIONAL IDEAS TO REALIZE ITS VISION 2020
Untuk memaksimalkan integrasi usaha demi mencapai visi 2020 yaitu FOODGRADE
perbaikan dan pembaruan terhadap produk serta layanan yang ditawarkannya. Salah satu
langkah yang
dilakukan adalah dengan menyediakan laboratorium Research and Development untuk
menguji bahan pakan, teknik produksi dan budidaya, kesehatan lingkungan peternakan dan
riset vaksin. Dalam rangka menyempurnakan integrasi secara vertikal, FOODGRADE
melakukan pengawasan dan optimalisasi proses produksi pakan ternak, pembibitan dan
peternakan komersial. Perseroan menyesuaikan formula pakan dengan umur dan jenis ternak
yang dibudidayakan. FOODGRADE menciptakan sebuah sistem berstandar internasional
untuk melindungi ternak dari penyakit. Sistem ini mengharuskan peternakan bibit ayam dan
penetasan
telur direlokasikan ke kawasan yang jauh dari kepadatan pusat produksi ternak. Hal ini
disempurnakan dengan adanya pengawasan yang reguler, sistem sanitasi yang benar, serta
pembasmian kuman secara berkala. Selain itu, Perusahaan juga memantau kesehatan ternak
secara intensif untuk melakukan deteksi dini atas adanya suatu penyakit.

2. Berikan gambaran sebuah jalur distribusi dan supply chain mulai dari Plan-Source-Make- DeliverReturn dari perusahaan yang anda kenali. Identifikasi supply chain dan berikan rekomendasi:

Gambar . Pemetaan level 2 Rantai Pasok Produk Semen Indocement

Penjelasan:
Pada pemetaan level 1 , setiap proses inti dalam SCOR ditampilkan lebih rinci dari tiga
tipe proses SCOR, yaitu planning (perencanaan), excecution (pelaksanaan) dan
enable (pengaturan antara perencanaan dan pelaksanaan)..
Dalam perhitungan ketepatan waktu (on time), ketepatan kuantits (in full) dan
kelengkapan dokumen pendukung, serta kondisi barang (perfect condition). Apabila
ada salah satu syarat tersebut di atas yang tidak terpenuhi, maka pelayanan yang
diberikan PT Indocement kurang baik. Diketahui penyebab ketidaksempurnaan dalam
pemenuhan pesanan disebabkan oleh pengiriman barang yang tidak tepat waktu (not
in time). Berdasarkan ketiga nilai tersebut beserta analisisnya, terlihat bahwa proses
deliver memiliki kinerja paling rendah. Ketidaktepatan pengiriman yang dilakukan
PT Indocement secara keseluruhan dapat menghambat tujuan bisnis perusahaan,
yaitu meningkatkan pelayanan pelanggan. Untuk mengetahui apa yang menyebabkan
kinerja proses deliver menjadi rendah.

Gambar . Pemetaan level 3 Rantai Pasok Produk Semen Indocement

Penjelasan:
Analisis pemetaan level 3 (tiga) dilakukan untuk melihat lebih detil proses deliver,
karena memiliki kinerja paling rendah berdasarkan analisis level 2 (dua). Pemetaan
level 3 (tiga) dilakukan atas semua aktivitas dalam proses deliver, sehingga diperoleh
Gambar 6 konfigurasi saat ini (As-Is-Process). Gambar tersebut memperlihatkan
pengelolaan pengiriman material (deliver) di PT Indocement yang terdiri dari input
(masukan), process elements (proses unsur) dan outputs (keluaran).
Penyebab pengiriman barang yang tidak tepat waktu dimulai dari hilir ke hulu dapat
ditelusuri pada proses delivery, make dan source. Angka ini diperoleh dari perkiraan
atas berapa persen ketepatan pengiriman barang dalam hal kuantitas yang sesuai
dengan dengan permintaan barang. Angka disebut diperoleh dari rataan pengiriman
barang sampai di pelanggan sesuai dengan harapan pengiriman pelanggan.
Pada proses make, nilai 100%. Angka tersebut diperoleh berdasarkan perkiraan atas
berapa persen kebutuhan bagian produksi yang dapat dipenuhi oleh bagian
penggudangan bahan baku untuk proses produksi. Hal ini didukung oleh lokasi
penggudangan bahan baku yang satu lokasi dengan pabrik. Setiap pabrik
PT Indocement terdapat gudang bahan baku semen.

Rekomendasi:
struktur rantai pasokan yang melibatkan berbagai tahapan-tahapan dari pemasok
hingga pelanggan (end-user). Struktur rantai pasokan pertama (1) adalah struktur
rantai pasokan proses order barang jadi/semen. Struktur rantai pasok proses order
barang jadi/semen terdapat aliran material dan informasi. Skema rantai pasok proses
order barang jadi/semen yang terjadi aliran informasi diawali dari konsumenCDMD
PT Indocement pemasok. Sedangkan aliran material pada rantai pasok proses order
barang jadi/semen diawali dari pemasokPT IndocementMDCD konsumen.
Struktur rantai pasokan kedua (2) adalah struktur rantai pasokan proses fisik yang
terdapat pada aliran material dan informasi. Skema struktur tersebut diawali dari
pemasok
PT Indocemen t distributor/toko/pelanggan.
Sedangkan yang terjadi pada aliran informasi diawali dari distributor/toko/ pelanggan
PT
Indocement

pemasok.
PT Indocement Tbk mengalami banyak biaya yang hilang, karena ketidakefisienan
dan ketidakefektifan SCM; Pada level 2 (dua) ditelusuri lebih detil lagi dengan
melakukan pemetaan level 2 (dua), diperoleh hasil proses deliver semen memiliki
kinerja paling rendah dan dilakukan analisis pada level 3 (tiga) guna memaparkan
lebih detil lagi proses deliver dengan kinerja paling rendah. PT Indocement telah

menerapkan Supply Chain Management dengan baik, yaitu menerapkan kelima (5)
proses manajemen inti dalam Supply Chain Management, sehingga seluruh unsur
rantai pasok saling terintegrasi dan menghasilkan kinerja cukup baik, namun kurang
memperhatikan proses pengiriman (bidang ekspedisi dan transportasi). Alternatif
pemecahan atas masalah tersebut adalah PT Indocement harus fokus dan konsisten
dalam proses pengiriman untuk mencapai target-target kinerja Supply Chain
Management untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen dan
meningkatkan keuntungan perusahaan.