Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH PERALATAN INDUSTRI PROSES

MENARA AYAK (SIEVE TRAY)

Disusun oleh :
Nama : 1. Dinda Juwita
2. Mien Agustina
3. Putri Agustia
Kelas : 3 KD
Dosen Pembimbing : Ir. Mustain Zamhari, M.Si.

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


TAHUN AJARAN 2015/2016

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahhi Robbil'alamin. Segala puji bagi Allah SWT atas nikmat


dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Makalah Peralatan Industri Proses
yang Berjudul MENARA AYAK (SIEVE TRAY).
Dalam penyelesaian Makalah ini, kami banyak mendapatkan bantuan dan
pengarahan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini kami ingin
mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ir. Mustain Zamhari, M.Si. sebagai
pembimbing mata kuliah Peralatan Industri Proses dan semua pihak yang telah
membantu terselesainya makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. Untuk itu
kami masih mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para
pembaca guna penyempurnaan penulis dimasa yang akan datang.
Akhir kata kami mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat
dan berguna baik bagi penulis maupun bagi pembaca, Amin.
Palembang, Oktober 2014

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
I.

Latar Belakang
Dalam dunia industri peralatan kontak antar fase dan pemisahaan fase

sangat penting dilakukan contohnya pada distilasi, absorber, stripper, distiliasi


multiple feed, dan distilasi batch. Pada peralatan kontak antar fase dan
pemisahan fase terbagi menjadi beberapa alat yaitu menara sembur (spray
columb), menara gelembung (bubble columb), menara isian (packed columb)
dan menara ayak (sieve tray). Dari beberapa jenis alat tersebut, terdapat
beberapa macam pertimbangan dalam pemilihan alat yang cocok digunakan
sesuai dengan industri proses yang digunakan serta tujuan dan keefektifan dari
peralatan yang akan digunakan dalam industri proses.
Pada menara ayak (sieve tray) merupakan salah satu contoh perlatan
yang banyak digunakan dalam distilasi. Pemisahan komponen-komponen dari
campuran liquid melalui destilasi bergantung pada perbedaan titik didih
masing-masing komponen. Juga bergantung pada konsentrasi komponen yang
ada. Campuran liquid akanmemiliki karakteristik titik didih yang berbeda.
II.

Perumusan Masalah
Atas dasar penentuan latar belakang, maka penyusun membuat

beberapa perumusan masalah sebagai berikut :


1.
2.
3.
4.

Apakah pengertian dari menara ayak (sieve tray)?


Bagaimana cara kerja dari menara ayak (sieve tray)?
Apa saja peralatan dari menara ayak (sieve tray)?
Apa saja komponen-komponen yang terdapat pada menara ayak (sieve
tray)?

III.

Pembatasan Masalah

Pada penulisan makalah yang berjudul Menara Ayak (Sieve Tray),


kami membatasi materi hanya pada cara kerja alat, peralatan dari menara ayak
serta komponen-komponen pada tray.
IV.

Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini memiliki tujuan sebagai berikut :

1. Memenuhi kewajiban dalam menyelesaikan materi Peralatan Industri


Proses II
2. Menambah pengetahuan kepada mahasiswa khususnya jurusan Teknik
Kimia agar lebih memahami penggunaan menara isian beserta aplikasinya
dalam dunia Industry.

BAB II

PEMBAHASAN
1. Pengertian Menara Ayak
1.1 Uraian
Menara ayak (sieve-tray tower) merupakan salah satu contoh
peralatan yang banyak digunakan dalam distilasi.Pola aliran pada setiap
piring yaitu aliran silang (cross flow) dan bukan aliran lawan arah (counter
current). Diameter menara berkisar antara 1 ft (0,3 m) sampai lebih dari 30
ft (9 m) dan jumlah piring dari beberapa buah sampai puluhan buah.
Menara ini berbenruk silinder vertical yang di dalamnya terdiri dari
beberapa piring.
Alat ini dirancang untuk membuat uap hasil yang mengalir naik
mengalami kontak yang akrab dengan arus zat cair yang mengalir ke
bawah. Saluran limpah (downspout) yang ada pada alat ini mengambil
tempat 10 sampai 15 persen dari luas penampang kolom sehingga tinggal
70 80 persen saja luas kolom yang dapat digunakan untuk
penggelembungan atau pengkontakkan. Pada kolom ukuran kecil, saluran
limpah itu mungkin berupa pipa yang dilaskan ke piring dan menjulur ke
atas sehingga membentuk tanggul bundar.
1.2 Pemilihan Tipe Kolom
a. tray ini lebih ringan dan sedikit mahal
b. lebih mudah dan murah dalam pemasangan
dibanding dengan bubble cap
c. kapasitas uap dan liquid yang di-handle lebih besar
d. efisiensi peak lebih besar
e. pressure drop lebih rendah dibanding dengan bubble cap
f. biaya pemeliharaan berkurang karena
konstruksinya lebih sederhana

1.3 Prinsip Kerja Dari Menara Ayak (sieve tray)


Cara kerja alat ini yaitu zat cair mengalir melintasi piring dan
melewati tanggul (weir) ke saluran limpah (downspout) menuju ke piring
di bawahnya. Disini dimisalkan zat cair yang digunakan adalah air dan
umpannya adalah ammonia (NH3). Feed ini dimasukkan dari pertengahan
menara sehingga akan bercampur dengan air yang mana air akan mengikat

ammonia. Uap mengalir ke atas dari piring ke piring berikut di bawahnya


melalui lubang-lubang piring.Uap ini mengisi sebagian besar ruang yang
terdapat antara kedua saluran limpah.Di dekat tanggul saluran limpah atas
disediakan satu dua baris ruang tanpa lubang untuk memungkinkan zat
cair melepaskan semua gasnya sebelum turun melewati tanggul.Juga
didekat tempat masuk zat cair beberapa lubang ditiadakan, maksudnya
agar tidak ada uap yang lewat melalui saluran limpah.
Uap ini akan terpecah-pecah oleh lubang-lubang piring menjadi
gelembung-gelembung kecil dengan kontak yang rapat bergerak melalui
kolom (genangan) zat cair yang terdapat di atas piring itu. Oleh karena
aksi dari gelembung-gelembung uap itu, maka zat cair menjadi suatu
massa mendidih berbuih. Di atas buih (froth) itu, dan dibawah piring
diatasnya, terdapat kabut dari gelembung-gelembung pecah. Kabut ini
sebagian besar jatuh kembali ke dalam zat cair, tetapi sebagian lagi
terbawa ikut oleh uap dan masuk ke piring berikut di atasnya.
Selanjutnya, ammonia yang diikat oleh air akan keluar melalui
lubang keluar zat cair yang terletak di bawah menara. Sedangkan gas CO2
yang tidak bereaksi dibuang melalui keluaran gas yang berada di atas
menara.
2. Peralatan Pada Sieve Tray
2.1 Kolom Rektifikasi
Dalam kolom harus terjadi perpindahan massa dan panas antara
uap yang naik dan cairan yang mengalir turun. Pada umumnya kontak
yang intensif di antara kedua fase dapat dicapai dengan adanya
perlengkapan-perlengkapan didalam kolom, yaitu berupa pelat, benda
pengisi (filling material) atau benda jejal (packing).
Yang dimaksud dengan beban dari sebuah kolom reaktifikasi ialah
jumlah uap (dalam nol) yang mengalir keatas pers satuan waktu. Jika
beban atau kecepatan uap terlalu kecil (misalnya pada pelat ayak), maka
lapisan-lapisan cairan tidak dapat terbentuk didalam kolom, uap dan cairan

tidak tercampur dengan baik dan perpindahan massa dan panas yang
diharapkan tidak dapat tercapai. Dengan demikian derajat pemisahan yang
diinginkan tidak diperoleh. Sebaliknya, jika beban terlalu tinggi akan
terjadi banjir (flooding). Dalam hal ini cairan didalam kolom tidak dapat
mengaluir kebawah lagi, melainkan akan terakumulasi dan bahkan ikut
terbawa keatas oleh uap, sehingga reaktifikasi harus segera dihentikan.
Pada setiap (jenis, dimensi) kolom terdapat suatu beban yang optimal.Pada
keadaan ini uap dan cairan tercampur dengan sangat baik, sehingga derajat
pemisahan yang diperoleh juga optimal.
Pada kolom-kolom yang beroperasi pada tekanan normal,
seringkali akan sangat menguntungkan bila beroperasi dekat batas atas
beban, yaitu sedikit di bawah batas banjir. Dengan cara ini kolom dapat
dimanfaatkan secara optimal baik dalam hubungannya dengan kemurnian
produk maupun dengan unjuk kerjanya.
Oleh karena perbandingan pengayaan (enrichment) pada suatu
kolom sangat tergantung pada beban kolom yang bersangkutan, harus
diusahakan agar beban selalu optimal dan dipertahankan konstan. Hal ini
penting sekali pada pergantian destilat pada kolom yang sama (misalnya
pada reaktifikasi suatu campuran baru atau pada reaktifikasi fraksinasi
suatu campuran multi komponen).

2.2 Komponen Pada Tray


Komponen Tray :
a. Weirs
Fungsi weir adalah untuk mempertahankan tingkat cairan yang diingin
kan di atas nampan. Weir memiliki ketinggianantara 2 4 inci.

b. Downcomer
Downcomer digunakan untuk memandu aliran cairan dari bak di atas
ke bak rendah. Yang paling umum adalah segmental-jenis, yang dapat
berupa lurus atau miring. LihatGambar di bawah :

c. Tray Spacing
Jarak tray yang paling umum digunakan adalah 18 - 24 inci, dalam
beberapa aplikasi, digunakan jarak (spacing) antara tray hingga 36-inci.
Tray spacing biasanya diatur untuk memungkinkan akses mudah untuk
pemeliharaan (maintenance).
d. Tata Letak Tray ( Konfigurasi )
The cross-flow tray adalah yang paling umum digunakan karena
sederhana dalam desain dan ekonomi dalam konstruksi.

Desain tray cross-flow single-pass Desain tray cross-flow multipassTinggi dan Diameter Menara Sieve Tray
Persamaan-persamaan yang digunakan dalam menentukan tinggi
peralatan pada sieve tray adalah:
-

Untuk menghitung tekanan total per piring, maka digunakan rumus:


ht = hd + hl
Dimana: ht = takanan total per piring, mm zat cair
hd = rugi gesek untuk piring kering, mm zat cair
hl = tinggi-tekan ekivalen zat cair di atas piring, mm zat cair

Untuk menaksir hl ialah dengan menggunakan tinggi tanggul hw tinggi zat cair
bening melimpah tanggul how yang didapatkan dari perhitungan dan factor
korelasi empiric :
hl = (hw + how)

Tinggi di atas tanggul di hitung dengan suatu bentuk persamaan Francis,


dimana untuk tanggul-segmen lurus adalah:
q L 2/ 3
(
how= 43,4 L )
w
Dimana: how = tinggi, mm
qL = laju aliran zat cair bening, m3/min
Lw = panjang tanggul, m
Jika qL/Lw dalam gallon per menit per inci, koefisien dalam persamaan
tersebut adalah 0,48 dan how dalam inci.
2.3 Diameter Sieve Tray
Sebuah

sieve

tray

mempunyai

diameter

tertentu

yang

memungkinkannya untuk dipasang di dalam sebuh kolom/menara. Adapun


diameter menara berkisar antara 300 mm (1 ft) hingga lebih dari 9 meter (30
ft) tergantung kepada jenis operasinya. Jumlah piringan (plate) yang dipasang
berkisar seratus buah. Jarak antara satu plate dengan plate yang lain berkisar
150 mm atau kurang dari 1 atau 2 meter.
Diameter Kolom

Diameter Tutup

Daerah aktif

(m)
0,9
1,2
1,8
2,4
3,0

(mm)
75
100
100
100
150

Sieve dan Valve


0,65
0,70
0,74
0,78
0,78

SIEVE TRAY
Istilah-istilah yg biasanya muncul adalah :

Downcomer : lubang tempat masuknya aliran dari atas berupa liquid ke


plate bawah (acuan)

Downflow : lubang tempat keluaran liquid dari plate atas (acuan) ke plate
di bawahnya

Entrainment : peristiwa liquid terangkut ke plate atasnya karena


dorongan gas dari bawah yg berlebihan, disebabkan laju alir gas terlalu
besar

Flooding : menggenangnya liquid di plate karena kiriman liquid yg


berlebihan dr plate atasnya

Weeping : liquid yg ada pada plate jatuh bebas ke plate bawahnya karena
tekanan gas dari bawah kurang, disebabkan karena laju alir gas kecil.

Cap : penghalang / pengkontak antara liquid dan uap yang dipasang di


setiap tray (brbntk topi)

Tray / Plate : lapisan atau level disetiap kolom, biasanya terbuat dari besi
baja yg kuat menahan beban liquid atau cap

Slot : tempat bukaan pada cap yg mempunyai macam-macam bentuk


(trapesium, persegi, segitiga dll) yg berfungsi mengatur bukaan gas yg
keluar ke atas shg liquid dan gas berkontak secara normal

Enriching : bagian plate yg berada diatas tempat masukan feed

Exhausting / Stripping : bagian plate yg berada dibawah tempat masukan


feed

Baffle : penghalang yg berada di tengah-tengah tray utk membuat aliran


lebih lama berada di tray (penerapan hanya di reverse flow)

Weir : penghalang yg dipasang di pinggir dari downflow utk membuat


agar volume liquid yg tertampung di tray banyak, sehingga efektif
terjadinya kontak antara liquid dan gas

Cross Flow : aliran liquid datang dari atas (downcomer) lalu mengalir di
sepanjang tray dan mengalir ke plate bawahnya di downflow. Disebut
cross flow karena letak downcomer dan downflow di sisi berseberangan.
Jarak yg dilewati liquid panjang shg efisiensi tinggi

Reverse Flow : aliran liquid datang dari atas (downcomer) lalu mengalir
di sepanjang tray dan berbelok ke bagian tray sebelahnya karena adanya
baffle lalu mengalir ke plate bawahnya di downflow. Disebut reverse flow
karena letak downcomer dan downflow di sisi yg sama. Dapat digunakan
utk menampung cap lebih banyak, L/V rendah, luas downcomer kecil

Double Pass : aliran liquid datang dari atas dari 2 downcomer lalu
mengumpul di tengah-tengah plate bawahnya dan aliran pecah menjadi 2
di 2 downfow (terletak di sisi kiri dan kanan). Digunakan utk beban liquid
yg besar, L/V tinggi.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Menara ayak (sieve-tray tower) merupakan salah satu contoh perlatan
yang banyak digunakan dalam distilasi.Pola aliran pada setiap piring yaitu aliran
silang. Alat ini dirancang untuk membuat uap hasil yang mengalir naik mengalami
kontak yang akrab dengan arus zat cair yang mengalir ke bawah. Saluran limpah
(downspout) yang ada pada alat ini mengambil tempat 10 sampai 15 persen dari
luas penampang kolom sehingga tinggal 70 80 persen saja luas kolom yang
dapat digunakan untuk penggelembungan atau pengkontakkan.
Istilah-stilah pada menara ayak:

Downcomer

Enriching

Downflow

Exhausting / Stripping

Entrainment

Baffle

Flooding

Weir

Weeping

Cross Flow

Cap

Reverse Flow

Tray / Plate

Double Pass

Slot