Anda di halaman 1dari 24

BAB II

PERENCANAAN BANGUNAN UTAMA

2.1.

2.2.

2.3.

Bagian bagian Bendung


-

Tubuh (main dam)

Kolam Olak (Stilling basin)

Pintu pembilas (flushing gate)

Lantai muka (creepline)

Pengambilan (intake)

Dinding penahan (retaining wall) parapet

Data
-

Topografi : Kontur dan situasi

Hidrologi : hujan / debit

Mektan

: jenis tanah pembentuk dasar sungai

Sedimen

: material (bahan) bendung

Pengumpulan Data
1. Data Topografi
- Peta topografi skala 1: 250
- Bentuk dasar sungai Penampang tidak beraturan (n = 0,100)
- Elevasi sawah tertinggi + 725.15 m
- Kemiringan dasar sungai 1.55 %
2. Data Hidrologi
- Debit banjir rancangan kala ulang 50 tahun 43 m3/d
3. Data Geologi dan Mekanika Tanah
- Material pembentuk sungai Lempung

4. Data Angkutan Sedimen Sungai


- Bahan Sedimen Sedimen rendah, Mercu bulat.
5. Data Untuk Perencanan
-

Bahan konstruksi bendung : Pasangan Batu Kali

Pilar
Jumlah

: 1 pilar pintu pembilas tanpa pilar jembatan

Bentuk ujung pilar : segi empat


Bentuk pangkal tembok
-

: segi empat

Saluran pengambilan direncanakan B = H = 1.75 m (tidak


termasuk pintu)

2.4.

Perencanaan Dimensi Tubuh Bendung


1. Perencanaan AS Bendung
Lihat Gambar / peta Topografi
Buat cross section sungai.
-

pada as bendung (sta 1)

pada 20 m di hulu as I

pada 20 m di hulu as II (sta III)

jarak patok 10 m

20
x100 (sta II)
250

2. Menghitung Lebar Dasar Sungai


bI

= 10.2

b II

= 8.5

b III

= 6.5

bI bII bIII
3
10.2 8.5 6.5

3
25.2

3
8.4 xskala
8 .4

x 250
100
21meter

b
b
b
b
b
b

Dari gbr potongan memanjang sungai didapat lebar dasar sungai (b) = 21 m
3. Menentukan Kemiringan Talud
Asumsi : sal. berbentuk trapesium m = 0.43
4. Menghitung Dimensi Sungai
Manning Formula.
v

1
. R 2 / 3 . S 1 / 2 Q v. A
n

Q50

1 2 / 3 1/ 2
.R .S . A
n

n = nilai koefisien kekasaran saluran


n = penampang tidak beraturan
n = 0.100
R=

A
P

A = b mh h
= 21 0.43h h
= 21h 0.43h 2
P = b + 2h

m 2 1

= 21 2h 0.432 1
= 21 2.177 h
= 43 m3/dt

Q50

s (kemiringan dasar sungai) = 1.55 % = 0.0155


n = 0.100
Q50

1 2 / 3 1/ 2
.P .S . A
n

Q50

21h 0.43h 2
1
.
0.100 21 2.177 h

21h 0.43h 2
Q50 10.
21 2.177 h

2/3

2/3

.0.01551 / 2 . 21h 0.43h 2

.0.124. 21h 0.43h 2

Dengan cara coba coba didapat nilai h = 1.395 m


5. Menghitung Lebar Bendung
T

h
b
T = b + 2(h x m)
= 21 + 2 (1.395 x 0.43)
= 22.1997 m
Lebar kotor = B
B =KxT

Nilai K = 1 s/d 1,2

= 1,2 x 22.1997

10

= 26.63964 m
= 26.640 m
2.5.

Merencanakan Pintu Pembilas.


Lebar pintu pembilas (B pembilas)
Pilar pada bendung ada 1 : tanpa pilar jembatan dan 1 pilar pembilas.
Pada perencanaan bangunan utama ini tidak ada pilar jembatan yang
ada hanya pilar pembilas.
-

Lebar pilar

: B pilar : 1m = 1m

Lebar pintu

: B pintu : 1.5 m = 1 m

Jumlah pilar

:1

Jumlah pintu

:1

Bpembilas

= Bpintu + Bpilar
= (1 x 1.5) + (1 x 1)
= 1.5 + 1
= 2.5 m

Kontrol
Bpembilas max

1
1
xB x 26.640 4.44
6
6

Bpembilas min

1
1
xB
x 26.640 2.664
10
10

Bpembilas

= 2.5 termasuk oke !

Merencanakan Bentuk Pilar.


Pilar
-

Bentuk ujung pilar = segi empat

11

2.6.

Bentuk pangkal tembok = segi empat

Menghitung Lebar Efektif Bendung (Be).


Menghitung Persamaan lebar efektif bendung.
Be = Bnet 2 (n.Kp + Ka).H1 Be
Be

= Lebar efektif bendung (m)

Bnet

= Lebar bendung sebenarnya (m) lebar bersih

= Jumlah pilar (buah)

Kp

= Koefisien kontraksi pilar tabel

Ka

= Koefisien kontraksi pangkal bendung tabel

H1

= Tinggi energi (m)

Perencanaan :
Bentuk ujung pilar bulat Kp = 0,02
Bentuk pangkal tembok segi empat Ka = 0,20
Be = B net 2 (n.Kp + Ka).H1
= 21 2 (2. 0,02 + 0,20).H1
= 21 0,44 H1
2.7.

Merencanakan Tinggi mercu bendung (P)


Data yang diperlukan :
Elevasi sawah tertinggi

: 725.15

Elevasi dasar sungai

: 725

H = elevasi sawah tertinggi elevasi dasar sungai


= 725.15 725
= 0.15
Kehilangan kehilangan tinggi karena:
o Tinggi air disawah

: 0.10

12

o Kehilangan tinggi tekan dari sawah ke sal. Tersier

: 0.10

o Kehilangan tinggi tekan dari sal. tersier ke sal. Sekunder : 0.10


o Kehilangan tinggi tekan dari sal. sekunder ke sal. Primer : 0.10
o Kehilangan tinggi tekan dari sal. primer ke sungai

: 0.20

o Kehilangan tinggi tekan karena kemiringan saluran

: 0.15

o Kehilangan tinggi tekan pada alat-alat ukur debit

: 0.30

o Kehilangan tinggi tekan karena eksploitasi lain

: 0.30

P = H + kehilangan tinggi tekan


= 0.15 + 1.35
= 1.5 m
Bahan bendung dari batu kali Pmax = 2.5 m
Bahan bendung dari beton Pmax = 5 m.
2.8.

Merencanakan Profil Mercu Bendung.


Bentuk Mercu Bulat
3

Debit melalui ambang Q CxBxH 2


3
2
2g

Debit melalui mercu


Q Cdx x
xBxH 1 2

Keterangan Q

= debit

= Be = lebar efektif

H1

= Tinggi energi di atas mercu

Perhitungan:
Q50

= 43 m3/dt

Be

= 21 0.44 H1

13

1.35 m

Q Cdx

2
2g
x
xBxH 1 2
3
3

Asumsi Cd = 1.3 cara coba-coba.


3

2
2g
Q Cdx x
xBxH 1 2
3
3
3

43 1.3 x

2
2 x9.81
x
x( 21 0.44 H 1) xH 1 2
3
3

43 1.3 x

2
x 6.54 ( 21 0.44 H 1) xH 1 2
3

43 2.2164 x(21 0.44 H 1) xH 1 2


3

19.401 ( 21 0.44 H 1) xH 1 2

H1 coba coba 0.9618


H1 = 0.9618
Be = 21 0.44 x H1
= 21 0.44 x 0.9618
= 20.577 m
Asumsi

V2
= 0.05 m
2g

Hitung Hd
Hd = H1 -

V2
2g

= 0.9618 0.05
= 0.9118
Hitung H
H = P + Hd
= 1.5 + 0.9118

14

= 2.4118 m
Hitung percepatan aliran di hulu bendung
Luas penampang basah

A = H x Be
= 2.4118 x 20.577
= 49.628

Kecepatan aliran

V=
=

Q
A
43
49.628

= 0.866 m/dt
Hitung

0.750
V2
0.866 2
=
=
= 0.038 m
2g
19.62
2 x9.81

Dibandingkan dengan

V2
= 0.05 m
2g

(hasil tidak sama, hasil tidak oke)


Coba lagi Asumsi

V2
= 0.038 m
2g

Hitung Hd
Hd = H1 -

V2
2g

= 0.9618 0.038
= 0.9298
Hitung H
H = P + Hd
= 1.5 + 0.9298
= 2.4298 m
Hitung percepatan aliran di hulu bendung
Luas penampang basah

15

A = H x Be

= 2.4298 x 20.577
= 49.998
Kecepatan aliran

V=

Q
A

43
49.998

= 0.860 m/dt
Hitung

0.7396
V2
0.860 2
=
=
= 0.038 m
2g
19.62
2 x9.81

V2
Dibandingkan dengan
= 0.038 m (hasil sama, hasil oke).
2g

Rencanakan r = P = 1.5 < 2 Batu kali


r = 0.5 x H1 (batu kali)
= 0.5 x 0.9618 = 0.4809 m
Baca tabel
C0 tergantung H1/r = H1/r =

0.9618
=2
0.4809

C1 tergantung P/H1 = P/H1 =

1.5
= 1.560
0.9618

C2 tergantung P/H1 = P/H1 =

1.5
= 1.560
0.9618

C0

= baca tabel hal 9 1.349

C1

= baca tabel hal 9 0.99

C2

= 1.00

Cd = C0 x C1 x C2
= 1.349 x 0.99 x 1.00
= 1.33 dibandingkan Cd = 1.3

16

Cd = 1.33 oke !!
Profil mercu Bendung

2.9.

H1

= 0.9618 m

Hd

= 0.9298

= 1.5 m

= 2.4298 m

Tipe

= bulat

Merencanakan Kolam Olak ( Stilling Basin)


Keterangan gambar :
H1

= Tinggi energi diatas mercu (m)

hd

= Tinggi air diatas mercu (m)

= Kecepatan aliran dihulu mercu (m/dt)

V2

= Kecepatan aliran dihilir mercu (m/dt)

= Tinggi mercu dari dasar hulu (m)

= Perbedaan tinggi elevasi hilir dan hulu mercu (m)

Yu

= Tinggi air diawal loncatan air/ pada akhir mercu (m)

Hu

= Tinggi energi total diatas mercu (ditinjau dari hilir mercu) (m)

Vu

= Kecepatan aliran pada awal loncatan air (m/dt)

Y2

= Tinggi air dihulu mercu (m)

H2

= Tinggi energi dihilir mercu (m)

Kolam Olak untuk meredam energi


Perencanaan kolam olak berdasarkan angka Froude
Kekekalan energi (titik U dan titik 1)
E1

= Eu

Z + P + H1 = Yu +

Vu 2
2g

17

H1 = 0.9618

Yang diketahui

Z = 0.5
P = 1.5
Q50 = 43 m3/dt
Be = 20.577

Kecepatan aliran V =

Q50
A

Vu =

Z + P + H1 = Yu +

Q
43
2.0897
=
=
BexYu
20.577 xYu
Yu

Vu 2
2g

2.0897

Yu

0.5 2.45 1.08 Yu


2 x9.81

2.0897

Yu
4.03 Yu
19.62

4.3668

Yu 2

4.03 Yu
19.62

4.3668
2
19.62 xYu

4.03 Yu

0.2226

2
Yu

4.03 Yu

coba coba Yu1 = 0.243 4.027


coba coba Yu2 = 4.020 4.030
Vu =

2.0897
= 8.5996
0.243

18

Menghitung Bilangan Froude dititik U


Fr =
Fr =

V
2 xh

Fru

Vu
gxYu

8.5996
5.57
9.81x 0.243

Penentuan tipe kolam olak


a.

Sedimen tinggi

= Fr < 1.7 tanpa

kolam
= Fr > 1.7 peredam energi / bak tenggelam
b.

Sedimen rendah

= Fr < 1.7 tanpa

kolam
= 1.7 2.5 kolam olak biasa

2.5 4.5 = USBR I & IV


> 4.5
= USBR III & II
Angka froude = 5.57 Tipe kolam olak Tipe USBR III
Menghitung kedalaman Konyugasi (Y2)
Y2
0.5 ( 1 8 xFr 2 1)
Yu

Yu = 0.243
Fr = 5.57
Y2
0.5 ( 1 8 x5.57 2 1)
0.243
Y2
0.5 ( 1 8 x31.025 1)
0.243
Y2
0.5 x(14.7861)
0.243

19

Y2
7.3931
0.243
Y2 = 1.797 m.
Menghitung tinggi energi di hilir mercu bendung (H2)
2

V
H2 Y2 2
2g

V2

Q50
BexY2

V2

43
1.163
20.577 x1.797
2

H2

= Y2

V2
2g

= 1.797
= 1.797

1.1632
2 x9.81

1.353
19.62

= 1.797 + 0.069
= 1.866 m
Merencanakan Dimensi Kolam Olak Tipe USBR III
-

Tinggi, jarak dan tebal blok muka = Yu


Yu = 0.243 m

Tinggi blok haling n3 =

n3 =

Yu ( 4 Fru )
6

n3 =

0.243(4 5.57)
6

n3 = 0.3876 m

20

Yu ( 4 Fru )
6

Tebal blok haling = 0.2 x n3


= 0.2 x 0.0775
Lebar = 0.75 x n3
= 0.75 x 0.3876
= 0.291 m

Kemiringan blok haling = 1 : 1

Tinggi endsill n =

n=

Yu (18 Fru )
18

0.243(18 5.57)
18

n = 0.3182 m
-

Kemiringan endsill = 1 : 2

Tebal endsill

= 0.2 x n3

= 0.2 x 0.3876
= 0.0775 m
-

Jarak blok haling ke blok muka = 0.82 x Y2


= 0.82 x 1.797
= 1.474 m

Panjang kolam

= 2.7 x Y2
= 2.7 x 1.797
= 4.852 m

2.10.

Perencanaan Lantai Muka / Creepline.


Merencanaan lantai muka :
-

Gradien hidrolik

Direncanakan panjang tertentu, dikontrol dengan metode Lane

Direncanakan panjang tertentu, dikontrol dengan metode Bligh

21

Direncanakan panjang tertentu, dikontrol dengan metode Flownet

Perencanaan panjang lantai muka = 5 7 m 5 m.


Tebal lantai muka = 1.00m.
Kolam rembesan (metode Lane)
Perhitungan Gaya Uplift

Lx
x H
L

Px

= Hx -

Px

= Gaya uplift (l/m2)

Hx

= Beda tinggi energi di titik x terhadap muka air hulu (m)

Lx

= Panjang jalur rembesan vertikal & horizontal di titik x (m)

= Pnjang jalur rembesan vertikal & horizontal total (m)

= Beda tinggi energi hulu & hilir (m)

Lx

= Lv +

Lv

= Panjang jalur rembesan vertikal (m)

LH

= Panjang jalur rembesan horizontal (m)

1
LH
3

Lx
> CL
H

Nilai CL tabel
-

Lempung = 1.6

Pasir = 5

Perhitungan Gaya Uplift


jalur

LV

1,0

LH

1/3 H

gab

Lx

0,5

0,5

22

Kondisi Normal
(Lx/L)*AH
Hx
Px
0,100

2,500

2,400

Kondisi Banjir
(Lx/L)*AH
Hx
Px
0,056

3,43

3,374

0,5

0,167

0,6
4,9

1,633

0,64
0,68

0,227

0,52
0,54

0,180

0,64
0,9

0,300

0,26
0,64

0,213

0,4
4,36

1,453

0,5
0,5

0,167

1,0

0,167

0,667

0,133

2,500

2,367

0,075

3,43

3,355

0,200

0,867

0,173

1,900

1,727

0,098

2,83

2,732

1,633

2,500

0,498

1,900

1,402

0,281

2,83

2,549

0,300

2,800

0,557

2,540

1,983

0,315

3,47

3,155

0,140

2,940

0,585

2,540

1,955

0,331

3,47

3,139

0,600

3,540

0,705

2,020

1,315

0,398

2,95

2,552

0,213

3,753

0,747

2,020

1,273

0,422

2,95

2,528

0,500

4,253

0,847

2,660

1,813

0,478

3,59

3,112

0,180

4,433

0,883

2,660

1,777

0,499

3,59

3,091

0,880

5,313

1,058

2,920

1,862

0,598

3,85

3,252

0,213

5,526

1,100

2,920

1,820

0,622

3,85

3,228

0,400

5,926

1,180

2,520

1,340

0,667

3,45

2,783

2,453

8,379

1,668

2,520

0,852

0,942

3,45

2,508

0,500

8,879

1,768

3,020

1,252

0,999

3,95

2,951

0,167

9,046

1,801

3,020

1,219

1,018

3,95

2,932

1,000

10,046

2,000

2,000

0,000

1,130

2,93

1,800

Kontrol :
Kondisi Normal
Lx di R

= 10.046

Hnormal

= 726.5 724.5

23

= 2.00
Lx
10.046

5.023
H
2.00

Jenis tanah lempung


CL = 1.6
Lx
> CL hitungan oke!
H

Kondisi Banjir
Lx di R

= 10.046

Hnormal

= 727.43 726.30
= 1.13

Lx
10.046

8.89
H
1.13

Jenis tanah lempung


CL = 1.6
Lx
> CL hitungan oke!
H

2.11.

Analisa Stabilitas Tubuh Bendung.


Perhitungan gaya gaya yang bekerja :
1. Berat sendiri (w).
w =xA
w = berat bangunan (t/m2)

= berat jenis (t/m3)

24

beton 2.4 (t/m3)


pasangan batu kai 2.2 (t/m3)
A = volume bangunan per satuan lebar (m2)
Bagian

Bentuk

Tinggi

Lebar

bt

Gaya

1,5

1,08

0,81

2,2

II

2,08

2,08

III

0,38

0,4

IV

1,02

V
VI

Arah

1,78

2,44

4,35

tahan

2,2

4,58

1,39

6,36

tahan

0,15

2,2

0,33

2,96

0,99

tahan

0,68

0,69

2,2

1,53

2,42

3,69

tahan

0,64

0,9

0,58

2,2

1,27

1,09

1,38

tahan

0,9

0,64

0,58

2,2

1,27
10,753

0,32
10,62

0,41
17,19

tahan

2. Gaya Hidrostatis.
w

= x h2 x air

= tinggi air dari permukaan (m )

= tekanan hidrostatis (t)

air

= t/m3

Akibat air sungai


Bagian
W1

Bentuk

air

1,5
1,54

Wx
Wy

Arah

1,155

tahan

1
0,578

3,8
2,08

3,801
1,201

tahan
tahan

Akibat air rembesan.


Pxatas Pxbawah
xH
2

W=

2a b
1 / 3H
ab

d =

Kondisi Normal

25

Arah

Sifat

Arah

Sifat

Bagian
W1
W2
W3
W4
W5

H
0,64
0,52
0,64
0,26
0,4

Px
atas
1,402
1,315
1,273
1,777
1,82

Px
bawah
1,983
1,955
1,813
1,862
1,34

W
1,083
0,850
0,988
0,473
0,632

Arah

L
0,7
0,6
0,64
0,12
0,22

M
0,7582
0,5101
0,6320
0,0568
0,1390

Arah

Sifat
aktif
pasif
aktif
aktif
pasif

d
0,302
0,243
0,387
0,129
0,210

Arah

L
2,42
1,81
1,09
0,32

M
3,2402
1,2648
1,7609
0,3770

Arah

Sifat
aktif
pasif
aktif
aktif

d
0,341
0,271
0,452
0,321

5,640

6,643

3. Tegangan Uplift.
Pxatas Pxbawah
xL
2

U=

2a b
1 / 3L
ab

d =

Bagian
W1
W2
W3
W4

L
0,68
0,54
0,9
0,64

Px
atas
1,983
1,315
1,813
1,862

Px
bawah
1,955
1,273
1,777
1,82

U
1,339
0,699
1,616
1,178
4,831

4. Gaya akibat tekanan tanah (S).


dry lempung = 1,7 6 t/m3 3,85
Karena tanah jenuh dry = 3,85 air
= 3,85 1
S = x h2 x dry x K = 2,85 lempung = 15 300 30
pasir = 18 500
dry = 2,85
ka = tan2 (45 kp = tan2 (45 +

30
)
2

ka = tan2 (45 -

26
30
kp = tan2 (45 +
)
2

= 0.33
=3

Bagian
S1
S2
S3
S4
S5

H
0,64
0,52
0,64
0,26
0,4

2,85
2,85
2,85
2,85
2,85

K
0,33
3
0,33
0,33
3

S
0,193
1,156
0,193
0,032
0,684

Arah

L
0,7
0,6
0,64
0,12
0,22

M
0,1350
0,6940
0,1240
0,0040
0,15

Arah

Sifat
aktif
pasif
aktif
aktif
pasif

d
0,302
0,243
0,387
0,129
0,2101

5. Tekanan Sedimen.
Asumsi tinggi sediment di muka bendung adalah s/d puncak mercu.
h = 1/3 x P
Ps = 1,67 x h2
Anggapan tinggi sediment di muka bendung adalah 1/3 dari P
Bagian
I

h
0,5

Ps
0,4175
0,4175

Arah

L
2,08
2,08

M
0,868
0,868

Arah

Sfat
Tahan

Rekapitulasi Gaya Gaya Momen yang bekerja pada Bendung (Kondisi


Normal)
Jenis
G
W
- air sungai
- rembesan

V (+)

V (-)

Gaya
H (+)

Momen
H(-)

(+)

10,753

(-)
17,19

1
2,544

0,578
1,4822

27

3,801
1,447

1,201
0,649

4,833

6,646

0,418

Ps

0,418

Jumlah

5,251
5,251

1,84

10,753
-10,753
-5,502

3,962
3,962

3,9002
-3,9002
0,0618

SF = 1.5
= factor geser luar : pasir 0.4 dan lempung 0.3

A. Kontrol terhadap geser.

V
H

xf SF

5.502
x0.3 1.5
0.0618

26.709 1.5 OK !!!

B. Kontrol terhadap guling.


M ( )
M ()

0,844

0,868

Kontrol Stabilitas :

0,263

SF

19.884
1.5
13.025

1.53 1.5 OK !!!


C. Kontrol terhadap eksentrisitas.

28

13,025
19,884
13,025
-19,884
-6,859

e=

M
L
1/6 L
V
2

L = panjang telapak pondasi (m)


e = Eksentrisitas (m)
e=

3.2
6.859
2
5.502

1/6 x 3.2

e = 1.6 1.247 1/6 x 3.2


e = 0.353 0.53 OK !!!
D. Kontrol terhadap tegangan tanah.
ijin = q daya dukung tanah untuk lempung 7.5 30 t/m2

max

=
=

V
L

6 xe
x 1
L

ijin

5.502
6 x 0.353
x 1

3.2
3.2

ijin

= 1.72 x 1.662 ijin


= 2.86 ijin OK !!!

max

=
=

V
L

6 xe
x 1
L

5.502
3.2

ijin

6 x 0.353

x 1

3.2

ijin

= 1.72 x 0.338 ijin


= 0.581 ijin OK !!!

29

30