Anda di halaman 1dari 6

PEMERINTAH KOTA BANJARMASIN

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS 9 NOPEMBER
Jalan Keramat Raya No.02 RT.02 Telpon (0511) 3254509
Email : pkmbjm-9nopember@yahoo.co.id Kode Pos 70239 B.Masin

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


KELURAHAN SIAGA AKTIF
A. PENDAHULUAN
Amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
menetapkan bahwa sehat adalah hak asasi manusia dan merupakan
investasi pembangunan sehingga perlu dipelihara, dilindungi dan
ditingkatkan kualitasnya melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh semua
pihak. Arah pembangunan kesehatan nasional yang telah ditetapkan dalam
RPJMN Kementrian Kesehatan RI Tahun 2010 2014 adalah
memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat mandiri dan berkeadilan.
Sebagaimana SPM bidang kesehatan Kota Banjarmasin sebanyak 80%
dari seluruh kelurahan menjadi Kelurahan Siaga Aktif, ini sejalan dengan
Renstra Kementrian Kesehatan RI tahun 2014, seluruh kelurahan di
Indonesia 70% menjadi kelurahan siaga aktif apabila penduduknya dapat
mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar yang memberkan
pelayanan setiap hari melalui Poskesdes atau sarana kesehatan yang ada di
wilayah tersebut seperti Puskesmas, Pustu atau sarana kesehatan lainnya.
Kemudian
penduduknya
mengembangkan
Upaya
Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat dan melaksanakan surveilans berbasis
masyarakat.
Permasalahan yang dihadapi yaitu bahwa belum seluruhnya kelurahan
menjadi kelurahan siaga aktif sebagaimana dimaksud. Oleh karena itu,
dalam pengembangan Kelurahan Siaga Aktif diperlukan langkah-langkah
edukatif berupa upaya mendampingi (memfasilitasi) masyarakat untuk
menjalani proses pembelajaran berupa proses pemecahan masalah
kesehatan yang dihadapinya melalui proses pemberdayaan masyarakat.
Pemberdayaan masyarakat adalah upaya aktif, proses partisipatif yang
membuat individu-individu, organisasi-organisasi dan masyarakat mendapat
kendali lebih besar, manfaat dan keadilan sosial. Pengembangan kelurahan
siaga aktif yang terintegrasi ke dalam proses pembangunan partisipatif
memerlukan dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah daerah,
pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, organisasi masyarakat,
lembaga kemasyarakatan maupun unsur masyarakat luas. Untuk iru, dalam
memantapkan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Siaga
Aktif diperlukan upaya dari Puskesmas agar berjalan dengan optimal

B. LATAR BELAKANG
Kelurahan Siaga Aktif adalah bentuk pengembangan dari Kelurahan
Siaga yang telah dimulai sejak tahun 2006. Langkah-langkah fasilitasi siklus
pemecahan masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat kelurahan adalah
diawali dengan pengenalan kondisi kelurahan, identifikasi masalah
kesehatan dan PHBS melalui Survei Mawas Diri, Musyawarah Masyarakat
Kelurahan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan kegiatan.
Untuk keberhasilan penyelenggaraan berbagai upaya pemberdayaan
masyarakat bidang kesehatan lebih difokuskan pada: a) meningkatnya
perubahan perilaku dan kemandirian masyarakat untuk hidup bersih dan
sehat, b) meningkatnya kemandirian masyarakat dalam sistem peringatan
dini, penanggulangan dampak kesehatan akibat bencana, serta terjadinya
wabah/KLB, c) meningkatnya keterpaduan pemberdayaan masyarakat
bidang kesehatan dengan kegiatan yang berdampak pada income
generating. Disamping itu, diupayakan dengan penerapan tata nilai di
puskesmas yaitu dengan kekeluargaan, profesional, berintegritas, disiplin,
adil, gak pantang menyerah, mandiri, amanah dan inovatif. Dengan
penerapan tata nilai yang ada diharapkan dapat meningkatkan kinerja kita
untuk menjalankan kegiatan.
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Percepatan terwujudnya masyarakat kelurahan yang peduli,
tanggap dan mampu mengenali, mencegah, serta mengatasi
permasalaha kesehatan yang dihadapi secara mandiri sehingga derajat
kesehatannya meningkat.
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatkan peran serta dari kader kelurahan siaga.
b. Meningkatkan fasilitasi tim kelurahan siaga aktif kepada kader
kelurahan siaga
c. Meningkatkan peran serta dari kader kelurahan siaga melalui
Pertemuan Tingkat Kelurahan.
d. Meningkatkan fasilitasi puskesmas kepada kader kelurahan siaga
melalui Pertemuan Tingkat Kelurahan.
e. Mempersiapkan untuk kegiatan Survei Mawas Diri untuk identifikasi
masalah di tingkat kelurahan
f. Melakukan evaluasi terhadap perencanaan partisipatif dengan pihak
kelurahan dan masyarakat tentang permasalahan kesehatan yang
ada.
g. Meningkatkan peran aktif dari pihak kelurahan dan masyarakat
dalam membantu mengatasi permasalahan kesehatan yang
dihadapi.
D. PERAN SERTA LINTAS PROGRAM DAN LINTAS SEKTOR

Kerjasama lintas program dan lintas sektor dalam kegiatan Kelurahan


Siaga Aktif ini sangat berperan, karena tanpa dukungan dari lintas program
dan lintas sektor maka kegiatan ini tidak dapat berjalan. Tim Pelaksana dari
pemegang program yang selanjutnya bekerjasama dengan program lain
sebagai bahan dalam tindak lanjut kegiatan kunjungan rumah drop out
imunisasi sehingga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan
lancar. Selain itu juga kerjasama dengan kader dan masyarakat juga
diperlukan dalam penemuan bayi dan balita yang belum di imunisasi di
masyarakat.

E. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


1. Memberikan pelayanan Kesehatan Dasar
a. Pelayanan KIA-KB
1) Melaksanakan
pelayanan
KIA,
khususnya
pelayanan
kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas, pelayanan kesehatan
bayi dan dibantu kader kelurahan balita, serta pelayanan KB di
poskesdes
2) Memantau jangkauan pelayanan KIA di wilayah kelurahan
dengan dibantu kader kelurahan siaga dan pengelola program
KIA puskesmas
b. Pengobatan dasar
Melaksanakan pelayanan umum dengan dibantu oleh tenaga medis
dan paramedis puskesmas serta kader kelurahan siaga di poskedes
2. Pemberdayaan Masyarakat melalui pengembangan UKBM dan
mendorong Survailans berbasis Masyarakat
a. Pembinaan Kelurahan Siaga Aktif tingkat Puskesmas
Meningkatkan peran serta dari kader kelurahan siaga.
Meningkatkan fasilitasi tim kelurahan siaga aktif kepada kader
kelurahan siaga. Kegiatan pembinaan Kelurahan Siaga Aktif
dilaksanakan 2 kali per bulan. Petugas melaksanakan kegiatan
pembinaan sebanyak 2 petugas dan 3 orang kader kelurahan siaga.
b. Survei Mawas Diri
Langkah-langkah fasilitasi siklus pemecahan masalah kesehatan
yang dihadapi masyarakat kelurahan adalah diawali dengan
pengenalan kondisi kelurahan, identifikasi masalah kesehatan dan
PHBS melalui Survei Mawas Diri. Melaksanakan Survei Mawas Diri
di 3 kelurahan dengan perincian 5 orang kader x 10 OH. @ 1 OH
sebanyak 7 rumah yang dikunjungi jadi harus mengunjungi 70 buah
rumah.
c. Sosialisasi Masalah Kesehatan Prioritas
Menyusun masalah kesehatan yang prioritas berdasarkan
rekapitulasi Survei Mawas Diri. Mempersiapkan untuk kegiatan
Musyawarah Masyarakat di tingkat kelurahan. Pertemuan untuk
membahas hasil Survei Mawas Diri dan menentukan masalah
kesehatan yang menjadi prioritas.
d. Musyawarah Masyarakat Kelurahan

1) Melakukan evaluasi terhadap perencanaan partisipatif dengan


pihak kelurahan dan masyarakat tentang permasalahan
kesehatan yang ada.
2) Meningkatkan peran aktif dari pihak kelurahan dan masyarakat
dalam membantu mengatasi permasalahan kesehatan yang
dihadapi. Menyepakati langkah-langkah selanjuntnya untuk
atasi masalah yang ada. Adanya kesepakatan tentang kegiatan
yang akan dilakukan berikutnya sebagai upaya kesinambungan
seperti rapat berkala yang difasilitasi masyarakat atau
kelurahan.
e. Intervensi Kelurahan Siaga Aktif
Meningkatkan fasilitasi puskesmas kepada terhadap masalah
kesehatan yang ada. Mendorong pihak kelurahan dan masyarakat
dalam melakukan kegiatan yang telah disusun atas kesepakatan.
Pembelian bahan peralatan dan perlengkapan kegiatan sesuai
kebutuhan masing-masing kelurahan. Bukan merupakan bahan/alat
medis.
f. Survailans Berbasis Masyarakat
Memantau perkembangan penyakit khususnya penyakit penyebab
kejadian luar biasa dengan dibantu oleh kader kelurahan siaga dan
koordinator surveilans puskesmas wilayah kerja
3. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Melaksanakan pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di
Dasawisma dengan dibantu oleh koordinator penyuluh puskesmas dan
kader PHBS di wilayah kerja
4. Memberikan penyuluhan tentang Kesehatan
Bidan Kelurahan Siaga melaksanakan penyuluhan kesehatan dibantu
oleh petugas penyuluh, lintas program, dan lintas sektor. Kegiatan
penyuluhan sebagai upaya peningkatan pengetahuan masyarakat
kelurahan agar menjadi tahu, mampu dan mau dalam meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat kelurahan.
5. Pencatatan dan pelaporan
Bidan Kelurahan Siaga melaporkan kegiatan bulanan kelurahan siaga
sesuai format kepada dinas kesehatan setiap bulan
F. SASARAN
Masyarakat wilayah Puskesmas 9 Nopember yang terdiri dari Kelurahan
siaga aktif Pengambangan dan Benua Anyar yang berada di luar gedung.
G. BIAYA
Kegiatan di dalam Kelurahan Siaga Aktif dibiayai dalam APBD dan BOK.
H. JADWAL PELAKSANAAN
N
O
1.

BULAN

KEGIATAN
1
Pelayanan

1
0

11 12

N
O

2.

3.
4.
5.
I.

KEGIATAN
Kesehatan Dasar
a. Pelayanan KIA-KB
b. Pengobatan dasar
Pemberdayaan
Masyarakat melalui
pengembangan
UKBM
dan
mendorong
Survailans berbasis
Masyarakat
a. Pembinaan
Kelurahan
Siaga
Aktif
Tingkat
Puskesmas
b. Survei Mawas Diri
c. Sosialisasi
Masalah
Kesehatan
Prioritas
d. Musyawarah
Masyarakat
Kelurahan
e. Intervensi
Kelurahan
Siaga
Aktif
f. Surveilans
Berbasis
Masyarakat
Perilaku
Hidup
Bersih dan Sehat
Penyuluhan tentang
Kesehatan
Pencatatan
dan
pelaporan

BULAN
v
v

v
v

v
v

v
v

v
v

v
v

v
v

v
v

v
v

v
v

v
v

v
v

v
v

v
v

MONITORING,
EVALUASI
PELAKSANAAN
KEGIATAN
DAN
PELAPORAN
Monitoring adalah suatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka
pengawasan, pengontrolan atau pengendalian terhadap suatu kegiatan yang
akan, sedang atau yang sudah dilaksanakan.
Monitoring dilakukan oleh Pemegang program dan Koordinator UKM
bersama Kepala Puskesmas dengan tujuan adalah untuk mengetahui
sampai sejauh mana manfaat maupun keberhasilan dari program tersebut,
mengetahui kendala dan hambatan serta untuk mengetahui penyimpangan
penyimpangan yang mungkin terjadi baik pada tahap perencanaan kegiatan
dan pencapaian dari kegiatan yang dilaksanakan. Apabila program ini ada
yang kurang sesuai / menyimpang dapat dilakukan koreksi baik pada
perencanaan maupun pada saat proses pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sehingga pelaksanaan kegiatan dapat sesuai dengan tujuan yang di


tetapkan.
Evaluasi adalah salah satu kegiatan pembinaan melalui proses
pengukuran hasil yang dapat dibandingkan dengan sasaran yang telah
ditentukan sebagai bahan penyempurnaan perencanaan dan pelaksanaan.
Tujuan Evaluasi ini adalah untuk memberikan umpan balik sebagai dasar
penyempurnaan kegiatan dari program dan mengukur keberhasilan seluruh
proses kegiatan yang dilaksanakan pada akhir kegiatan.
Pelaporan adalah Suatu kegiatan melaporkan / menyampaikan secara
tertulis segala kegiatan yang telah dilakukan, mencakup seluruh dari
kegiatan yang dilaksanakan. Adapun tujuan dari pelaporan adalah untuk
mengetahui daya guna, hasil guna dan tepat guna kegiatan serta
penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi pada saat pelaksanaan
kegiatan.
J. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Pelaporan program ini dilakukan oleh pemegang program dan dikirim ke
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Setelah dilakukan pelaporan sesuai
dengan hasil mengevaluasi tersebut dengan menganalisa laporan yang
diterima dan menyampaikan umpan balik penerimaan laporan dan hasil
analisisnya dalam rangka penilaian dan pengembangan kegiatan kelurahan
siaga aktif serta untuk memicu kesinambungan pelaporan.
Mengetahui,
Kepala Puskesmas 9 Nopember

Koordinator UKM

dr. Masliani
Penata Tk. I
NIP. 19801118 200803 2 003

Fitri Yuliana, AM. Keb


Pengatur Tk. I
NIP. 19890506 201101 2 003