Anda di halaman 1dari 1

BAB III

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

TUJUAN

Memahami sifat larutan penyangga

Membuat larutan buffer

Mengukur pH larutan penyangga menggunakan pH meter

PRE-LAB
1. Apakah yang dimaksud dengan larutan penyangga?
Larutan buffer atau larutan penyangga adalah larutan yang pH-nya dapat
dikatakan tetap walaupun ditambahkan sedikit asam atau basa. Larutan penyangga
atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH, agar tidak
berubah saat reaksi kimia berlangsung. Larutan penyangga tersusun dari dua
komponen yaitu asam lemah dengan basa konjugasinya atau oleh basa lemah dengan
asam konjugasinya. Reaksi diantara kedua komponen penyusun ini disebut reaksi
asam-basa konjugasi (Partana, 2009).
2. Jelaskan prinsip kerja larutan penyangga!
Jika ke dalam larutan penyangga yang berisi campuran asam lemah dengan
garamnya dimasukkan sedikit asam kuat, asam kuat akan bereaksi dengan garamnya
sehingga asam kuat akan diubah menjadi garam (bersifat netral) dan asam lemah.
Pengaruh asam kuat menjadi sangat kecil. Jika dimasukkan sedikit basa kuat, basa
kuat akan bereaksi dengan asam lemah membentuk garamnya. Pengaruh basa kuat
menjadi sangat kecil. Demikian pula, jika ke dalam larutan penyangga yang berisi
campuran basa lemah dan garamnya dimasukkan asam kuat atau basa kuat. Basa
lemah yang ada akan menyangga larutan jika ke dalamnya dimasukkan sedikit asam
kuat. Garam akan menyangga larutan jika kedalamnya dimasukkan sedikit basa kuat
(Sunarya, 2010).
3. Sebutkan 3 jenis larutan penyangga!
-

Larutan penyangga salmiak adalah campuran dari larutan NH3 (basa lemah)
dengan NH4OH (garam)(Troy, 2006).
Larutan penyangga asetat adalah larutan yang dibuat dengan cara mencampurkan
asam asetat (CH3COOH) ke dalam larutan garamnya (CH3COONa)(Watson,
2012).
Larutan penyangga bikarbonat adalah sistem penyangga yang terdiri atas larutan
air yang mengandung dua zat, yaitu asam karbonat (H2CO3) dan garam bikarbonat
(NaHCO3) (Esvandiari, 2009).