Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

TEKNOLOGI KESEHATAN
GLUKOMETER ( EASY TOUCH GCU )

Disusun oleh:
1. Aniati Rahmawati Ulfa (131420129650013)
2. Resti Sri Wahyuningsih (131420130500098)

PROGRAM STUDI S1KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN BANGSA
PURWOKERTO

A. Glukometer
Alat cek gula darah ini merupakan perangkat terbaru dengan tenaga baterai
yang bias mengukur kadar gula darah serta kadar asam urat dan kadar kolesterol total
dengan mengubah chipnya pengecekannya. Alat Cek gula darah ini termasuk ke
dalam Alat kesehatan dalam kategori

Equipment. Alat ini dapat secara cepat

memperoleh hasil pengecekan kadar darah yang dibutuhkan hanya dalam sebuah
perangkat portable (bisa dibawa kemana-mana) dalam waktu cepat. Alat Cek Gula
Darah ini dapat menganalisa dari contoh darah sebagai berikut :
1. Kadar Gula Darah (Glucose)
2. Kadar Kolesterol Total (Cholesterol)
3. Kadar Asam Urat (Uric Acid
B. Fungsi Glukometer
Fungsi utamanya adalah memberdayakan penderita Diabetes Melitus untuk
memonitor dirinya sendiri tanpa perlu berkunjung ke dokter atau rumah sakit.
Glukometer membantu untuk mendeteksi kadar gula darah dalam tubuh pada saat
tertentu, yakni pada saat darah sampel diambil dari dalam tubuh penderita. Jadi alat
ini multifungsi bisa digunakan untuk cek gula darah, cek asam urat serta
kadar kolesterol sekaligus dalam satu alat saja. Yang diperlukan hanya mengganti
chipnya sesuai dengan yang dibutuhkan .
Glukometer merupakan suatu alat yang berfungsi untuk mengetahui kadar
glukosa didalam darah. Darah yang diperlukan pun hanya beberapa tetes saja yang
akan dibantu dikeluarkan dengan alat lancing device yang mampu meminimalisir rasa
sakit ketika diambil darahnya.
Alat tes darah ini dilengkapi dengan jarum steril sekali pakai yang menjamin
keamanan dan kehigienisan proses pengecekan darah. Glukometri adalah teknik
untuk mendapatkan nilai konsentrasi glukosa dalam darah perifer atau sentral.
Nilai pengukuran dinyatakan dalam mg/dl atau mmol memiliki nilai klinis yang
penting

untuk mengetahui

adanya

gangguan

metabolisme

seperti

diabetes

melitus,denutrisi, dan beberapa gangguan lain seperti koma hiperosmolar,


sindrommalabsorbsi, dan hipoglikemia yaitu suatukeadaan dimana kadar glukosalebih
rendah dari nilai kadar normal (King, 2010).
C. Profil Alat
Nama : Easy Touch GCU
Prinsip Kerja : Biosensor
Kalibrasi : Plasma
Rentang Pengukuran : 20-600 mg/dL

Metode Pengambilan sampel : Tetes


Waktu tes glukosa : 10 detik
Jumlah sampel L : 4
Tipe Sampel : Darah Kapiler
Sumber Energi : Battery 1,5 V (AAA) x 2
Blood glucose/Cholesterol/Uric Acid Multifunction Monitoring System dikemas
dalam sebuah tas kecil, di dalam kemasan terdiri dari beberapa alat seperti :
1. Glukometer.
2. Alat penusuk (lancet device).
3. Tes strip glukosa, tes strip kolesterol dan tes strip asam urat.
4. Dua buah batre AAA (1,5 V).
D. Prinsip Kerja Glukometer
Glukometer memiliki prinsip kerja biosensor. Biosensor pertama kali
diperkenalkan oleh Clark dan Lyson pada tahun 1962. Biosensor merupakan
gabungan dari bioreseptor dan transduser. Bioreseptor merupakan alat yang digunakan
untuk menyensor kehadiran konsentrasi elemen biologi, misalnya, enzim, antibody,
sel hidup, dan jaringan lainnya. Perangkat transduser berfungsi untuk mengubah
sinyal biokimia menjadi sinyal listrik yang kemudian akan dibaca pada layar.
Alasan mengapa termasuk sebagai salah satu benda peralatan kedokteran
yangmemiliki sifat seperti komputer, yaitu :
1. Input : Slot Test Strip dan Tombol Control
2. Proses : mengecek kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat
3. Penyimpanan : penyimpanan jangka pendek pada layar
4. Output : Layar

E. Komponen dalam Glukometer


1. Sensor Glukosa
Bagian yang paling penting adalah strip berbentuk persegi panjang yang
berfungsi sebagai sensor untuk menempatkan darah dan mendapatkan pengukuran
ditentukan dengan konverter analog-digital / analog digital converter (ADC) dari
mikrokontroler / microcontroller unit (MCU).
Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengukur kadar gula dalam
darah adalah dengan mengubah konsentrasi glukosa menjadi sebuah sinyal
voltase. Hal ini mungkin terjadi dengan adanya sensor khusus dalam strip /
lempengan untuk amperometry.

Gambar 1 Strip untuk Mengukur Kadar Gula pada Glukometer


Sensor ini menggunakan elektroda platinum dan perak untuk membentuk
bagian dari sirkuit listrik di mana hidrogen peroksida terelektrolisis. Hidrogen
peroksida diproduksi sebagai hasil dari oksidasi glukosa pada membran oksida
glukosa. Arus yang melalui rangkaian menyediakan hasil pengukuran konsentrasi
peroksida hidrogen, sehingga konsentrasi glukosa dapat diketahui.

Gambar 2 Reaksi pada Elektroda antara Glukosa dan Asam Glukonat


Glukosa dalam darah dioksidasi oleh enzim glukosa oksidase (yang ada dalam
strip) menjadi glukagon. Proses pemecahan glukosa menjadi glukagon menimbulkan
elektron yang kemudian dibaca oleh sensor yang terdapat pada alat. Semakin
banyak glukosa dalam darah yang teroksidasi menjadi glukagon maka semakin
banyak elektron yang dihasilkan maka nilai yang terbaca di alat akan semakin tinggi
atau besar.

Sensor yang digunakan sebagai pengukur gula darah berdasarkan pada


elektroda oksida glukosa. Oksida glukosa diamobilisasi dalam elektroda karbon aktif
yang telah dilapisi platina. Enzim pada elektroda digunakan untuk menentukan
amperometry dengan menggunakan deteksi elektrokimia dari hidrogen peroksida
yang dihasilkan. Sensor ini terdiri dari berbagai elektroda: lapisan membran oksida
glukosa, film polyurethane yang permeabel oleh glukosa, oksigen, dan hidrogen
peroksida.
2. Amperometry
Amperometry itu sendiri merupakan sebuah alat untuk analisis kimia yang
digunakan dalam elektrofisiologi untuk mempelajari peristiwa pelepasan molekul
molekul kimia dengan menggunakan elektroda karbon. Pengukuran elektroda
berdasarkan reaksi oksidasi molekul yang dilepaskan ke dalam medium.
Amperometry mengukur arus listrik yang berada di antara sepasang elektroda
yang memicu reaksi elektrolisis. Oksigen berdifusi melalui membran dan tegangan
listrik akan dialirkan pada elektroda platina (Pt) untuk mereduksi O2 menjadi H2.

Gambar 3 Diagram Proses Strip Tes


Elektroda reaktif adalah jenis sensor amperometry yang menggunakan desain
tiga elektroda. Pendekatan ini berguna ketika menggunakan sensor amperometry
karena keandalan pengukuran tegangan dan arus dalam reaksi kimia yang sama. Tiga
model elektroda menggunakan sebuah elektroda kerja (WE / Working Electode),
elektroda referensi (RE / Reference Electrode), dan elektroda penghitung (CE /
Counter Electrode). Setelah arus dihasilkan maka harus diubah menjadi tegangan

untuk diproses oleh MCU. Tindakan ini dilakukan oleh amplifier transimpedansi.
Akhirnya, MCU akan mendeteksi dan memproses sinyal ini dengan modul ADC.

Gambar 4 Skema Chip


Metode penentuan amperometry dengan tegangan listrik konstan 0.3V
digunakan dalam meter portabel. Respon arus dari sensor bersifat linier dengan
konsentrasi glukosa dalam kisaran 5 sampai 30 mmol/L dan waktu respon yang
cepat sekitar 20 detik.
3. Mikroprosesor
Untuk membuat sebuah Glukometer, pada dasarnya hanya membutuhkan
processing unit yang sederhana. Mulai dari 8-bit sampai 32-bit Mikroprosesor
dapat digunakan dalam komponen Glukometer. Namun Glukometer yang umum
diproduksi dewasa ini menggunakan 32-bit mikroprosesor sebagai processing
unit-nya.

F. Spesifikasi glukometer
20 600 mg/dl (1,7 30,6 mmol/L) range
Satuan Kadar Gula Darah
1. mmol/L (millimol/liter)
2. mg/dL (milligram/desiliter)
Satuan yang pertama adalah satuan ukuran internasional yang diakui dunia dan
sangat umum dipakai didalam jurnal - jurnal ilmiah tentang diabetes, sedangkan
yang kedua adalah sistem yang diadopsi oleh negara Amerika Serikat.

Glukometer

yang umum dijual dipasaran saat ini dibuat oleh berbagai

perusahaan dan bisa saja menggunakan salah satu satuan ukuran seperti diatas, atau
menggunakan keduanya.
Hasil uji darah yang dilakukan oleh laborat-laborat di Indonesia mengadopsi
sistem yang digunakan oleh Amerika Serikat, yakni menggunakan ukuran mg/dL
(milligrams/deciliter). Karena berat molekul glukosa, dengan rumus kimia
C6H12O6 adalah sekitar 180 gr/mol, untuk pengukuran glukosa, perbedaan dua
buah skalanya adalah faktor dari 18.
Berikut skala yang digunakan untuk mengkonversi satuan tersebut: 18 mg/dL
= 1 mmol/dL Untuk mengkonversikan mmol/L ke mg/dL, cukup kalikan dengan
18. Untuk mengkonversikan mg/dL ke mmol/L, cukup bagi dengan 18 atau
dikalikan dengan 0.055.

G. Alat Easy Touch

Keterangan :
1.
2.
3.
4.

Glukometer
Container : di dalamnya berisi chip dan test strip
Pen Lanset
Isi lanset ( jarum )

H. Cara Memakai Glikometer


1. Mengkoding Glukometer
Hal pertama yang dilakukan adalah make sure kode. Maksudnya, untuk
menjalankan glucometer itu harus memakai chip. Dan chip itu mempunyai kode
yang tidak sembarangan bisa dipakai. Caranya yaitu pertama membuka tutup box
dari container accu-chek active tes strip. Di atasnya container ada chip nya
(warna orange pada gambar).

Di chipnya ada digit angka (kode). Selanjutnya menyamakan kode tersebut


dengan kode yang tertera di container. Apabila sudah sama kodenya, maka chip
dimasukkan ke dalam glucometer.
2. Memasang Lanset
sPen lanset dibuka tutupnya dan isi lanset ( jarum) dimasukkan kedalam
ujungnya. Kemudian menutup kembali pen lanset. Selanjutnya di tutup pen lanset
ada angka 1,2,3,4. Kita bisa mengatur sesuai dengan kedalaman kulit pasien yang
akan diperiksa. Seumpama gemuk, bisa dipakai angka 4. Itu merupakan pertanda
kedalaman dari jarum.

3. Memasang strip tes pada glukometer

Memasukkan strip test ke glucometer sesuai dengan arah panah. Apabila sudah
masuk, di glukometer akan muncul 3 digit angka (kode), sesuaikan dengan kode
yang ada di containernya tadi.
4. Membersihkan ujung jari yang akan ditusuk menggunakan kapas steril dengan
alcohol 70%.

Berikut area-area jari yang bisa dipakai untuk pengambilan darah kapiler.
5. Menusukkan lanset
Menekan ujung pen agar jarum lanset bisa menusuk ke jari.

Darah yang keluar selanjutnya ditempelkan ke strip tes yang terpasang di


glukometer.

Anda mungkin juga menyukai