Anda di halaman 1dari 16

BUDIDAYA TANAMAN PAKCHOY (Brassica rapa L.

) SECARA
HIDROPONIK DENGAN SISTEM NFT (Nutrient Film Technique)

Veghy Nur Salindhry


B1J0131115

Diajukan sebagai pedoman pelaksanaan praktik kerja lapangan


pada Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto

Disetujui dan disahkan


pada tanggal Mei 2016
Pembimbing,

Pembimbing Lapangan,

Drs. Iman Budisantoso, MP.


NIP. 19620423 198703 1 004

Riana Hartati, S.Si


NIP. 81501

Mengetahui,
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Biologi
Universitas Jenderal Soedirman

Dr. Hendro Pramono, M.S.


NIP. 19590722 198601 1 001
PRAKATA
1

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Usulan
Praktik Kerja Lapangan ini dengan judul Budidaya Tanaman Pakchoy (Brassica
rapa L.) secara Hidroponik dengan Sistem NFT (Nutrient Film Technique).
Usulan Praktik Kerja Lapangan ini dibuat sebagai pedoman untuk melaksanakan
Praktik Kerja Lapangan sehingga dapat berlangsung dengan terarah dan tepat waktu.
Penyusunan Usulan Praktik Kerja Lapangan ini tidak lepas dari bantuan
berbagai pihak, untuk itu penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1. Drs. Iman Budisantoso, M.P. selaku Pembimbing Praktik Kerja Lapangan, yang

telah membimbing penulis di Fakultas Biologi UNSOED.


2. Riana Hartati, S.Si. selaku Pembimbing Lapangan Praktik Kerja Lapangan, yang
telah membimbing penulis selama di SEAMEO BIOTROP.
3. Budiono dan M. Ikhsan Hafidz selaku teknisi di greenhouse hidroponik yang telah
membimbing penulis dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapang di SEAMEO
BIOTROP.
Penulis menyadari bahwa Usulan Praktik Kerja lapangan ini masih jauh dari
kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun
untuk kebaikan dimasa mendatang. Semoga Usulan Praktik Kerja Lapangan ini dapat
bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan semua pihak yang membutuhkan.
Purwokerto,

Juni 2016

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Pengesahan.....
I
PRAKATA....
II
DAFTAR ISI.
III
DAFTAR TABEL.
IV
I. PENDAHULUAN.
1
2

MATERI DAN CARA KERJA.....

III. RENCANA KERJA HARIAN..

DAFTAR REFERENSI.....

12

II.

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1. Rencana Kegiatan Harian Praktik Kerja Lapangan..

Halaman
6

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hidroponik adalah sistem budidaya yang menggunakan larutan hara dengan


atau tanpa penambahan media inert seperti pasir, rockwool, atau arang sekam
(Wijayanti dan Susila, 2013). Hidroponik secara harfiah berarti Hydro = air, dan
phonic = pengerjaan sehingga secara umum berarti sistem budidaya pertanian tanpa
menggunakan tanah tetapi menggunakan air yang berisi larutan nutrient (Roidah,
2014). Menurut Parks dan Murray (2011), dalam sistem budidaya secara hidroponik
perlu diberikan larutan nutrisi yang cukup, air, dan oksigen pada perakaran tanaman
agar pertumbuhan tanaman baik.
Hidroponik merupakan salah satu cara alternatif budidaya untuk peningkatan
kualitas sayuran yang dihasilkan. Budidaya hidroponik mempunyai beberapa
keuntungan dibandingkan dengan budidaya di tanah, yaitu hara tanaman lebih
homogen dan dapat dikendalikan, tidak dibatasi oleh ketersediaan unsur hara dalam
tanah, tidak memerlukan pengolahan tanah, penggunaan pupuk lebih efisien, media
tanam lebih permanen karena dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama, dan
hama penyakit cenderung berkurang (Ramadiani dan Susila, 2014). Kelemahan
sistem hidroponik antara lain investasi awal yang mahal, memerlukan keterampilan
khusus untuk menimbang dan meramu bahan kimia, dan ketersediaan dan
pemeliharaan perangkat hidroponik agak sulit (Roidah, 2014).
Hidroponik dikategorikan menjadi sistem aktif dan sistem pasif. Hidroponik
sistem aktif yaitu larutan air beserta nutrisi dibuat bergerak dan bersikulasi dengan
menggunakan pompa air, yang termasuk hidroponik aktif adalah DFT (Deep Flow
Technique), NFT (Nutrient Film Technique), dan Aeroponik. Hidroponik sistem pasif
yaitu larutan kaya nutrisi diserap oleh medium kemudian diteruskan ke akar
tanaman, tanpa tersirkulasi. Wick (sumbu) termasuk ke dalam hidroponik pasif
(Suryani, 2015).
NFT (Nutrient Film Technique) merupakan salah satu sistem dari kultur
hidroponik yang dapat digunakan untuk mengatur dan menstabilkan larutan nutrisi
budidaya tanaman sayuran tahunan. NFT adalah metode hidroponik modern yang
melibatkan penggunaan film dangkal larutan nutrisi mengalir melewati akar tanaman
(Azad et al., 2013). Larutan nutrisi mengalir melalui saluran kedap air seperti pipa
pralon dengan kedalaman sirkulasi aliran nutrisi yang sangat dangkal. Sistem yang
5

ideal, kedalaman aliran sirkulasi harus sangat dangkal, sedikit lebih dari sebuah film
(Suryani, 2015).
Pakchoy (Brassica rapa L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat
dibudidayakan secara hidroponik. Menurut Zulkarnain (2010), pakchoy dapat
dikategorikan kedalam sayuran daun berdasarkan bagian yang dikonsumsi. Setiap
100 gr tanaman pakchoy mengandung mineral, vitamin A 3600 SI, vitamin B1 0,1
mg, vitamin B2 0,1 mg dan vitamin C 74 mg, protein 1,8 gr dan kalori 21 kal. Saat
ini pakchoy dengan mudah diperoleh dipasaran sehingga dapat dipastikan permintaan
pasarnya cukup tinggi, namun kualitas dan kuantitas yang ada di pasar saat ini masih
beragam. Teknik budidaya yang kurang baik akan mengurangi hasil produksi
tanaman pakchoy. Upaya untuk menanggulangi kendala tersebut adalah dengan
memperbaiki teknik budidaya tanaman pakchoy. Salah satu cara yang diharapkan
mampu mendukung pertumbuhan dan meningkatkan produktivitas tanaman pakchoy
adalah dengan sistem hidroponik (Basuki, 2008).
B.

Tujuan
Tujuan dari praktik kerja lapangan ini adalah mengetahui cara budi daya

pakchoy (Brassica rapa L.) secara hidroponik dengan sistem NFT (Nutrient Film
Technique).

II. MATERI DAN CARA KERJA


6

A. Alat

Alat yang digunakan dalam Praktik Kerja Lapangan adalah talang instalasi
hidroponik, bor, pipa PVC, selang inlet, tangki penampungan, pompa akuarium,
ember, TDS meter, pH meter, gelas ukur, baki, pinset, tusuk gigi, sprayer, pembolong
rockwool, gunting, dan alat tulis.

Bahan
Bahan yang digunakan dalam Praktik Kerja Lapangan adalah rockwool, benih
pakchoy, pupuk FERTIMIX yang terdiri dari nutrisi A (terdiri dari unsur hara
makro: Ca++, K+, NO3- dan unsur hara mikro: Fe Chelate) dan nutrisi B (terdiri dari
unsur hara makro: K+, NO3-, H2PO4, Mg++, SO-, dan unsur hara mikro: Mn, Zn, Cu,
Mo, B), tembakau, HCL, KOH, dan pupuk daun Grow More.
B.

Waktu dan Lokasi PKL


Praktik Kerja Lapangan dilakukan mulai tanggal 1 Februari 2016 hingga 26
Februari 2016 di SEAMEO BIOTROP, Jalan Tajur Km. 6 Bogor, Jawa Barat.
C.

D. Cara Kerja
1. Persiapan instalasi hidroponik sistem NFT
a. Disiapkan alat pembuatan instalasi terdiri dari talang air, selang inlet, bor,

pipa PVC, tangki penampungan dan pompa akuarium.


b. Talang air dipotong sepanjang 2 meter sebanyak 5 buah, kemudian
kedua ujungnya ditutup dengan penutup seperti bejana rapat. Selanjutnya
talang disusun berjejer di meja rak dengan kemiringan 5o agar nutrisi
yang mengalir di dasar talang hanya selapis tipis (3 mm).
c. Bagian atas talang air ditutup menggunakan penutup talang, Dua buah
tutup talang dibuat lubang penanaman dengan jarak tanam 10 cm untuk
tanaman tahap peremajaan dan 2 buah tutup talang dibuat lubang
penanaman dengan jarak tanam 20 cm untuk tanaman tahap dewasa serta
1 talang dibiarkan terbuka untuk pembibitan. Tujuan pembuatan jarak
lubang tersebut untuk penjarangan agar kompetisi pengambilan hara
tidak begitu besar.
d. Tangki penampungan nutrisi diletakkan di bagian bawah meja rak,
kemudian dibuat lubang ( 5 cm), pipa pvc dipasang untuk mengalirkan
nutrisi (inlet) ke penampung.

e. Pompa air dimasukkan ke tangki penampungan yang sudah dirangkai


dengan selang plastik. Pompa ini berfungsi mengalirkan nutrisi dari
tangki penampungan ke talang air.
2. Pembuatan Larutan stok A dan B
a. Pupuk FERTIMIX yang terdiri dari nutrisi A dan nutrisi B disiapkan,

masing-masing dengan berat 5 kg. Nutrisi A terdiri dari unsur hara


makro: Ca++, K+, NO3- dan unsur hara mikro: Fe Chelate, nutrisi B terdiri
dari unsur hara makro: K+, NO3-, H2PO4, Mg++, SO-, dan unsur hara
mikro: Mn, Zn, Cu, Mo, B. Kemudian dilarutkan ke dalam 5 L air dengan
konsentrasi 5 kg/5 L.
b. Larutan stok masing-masing dimasukkan ke dalam botol gelap untuk
disimpan serta diberi label.
3. Pembuatan larutan nutrisi AB mix
a. Disiapkan 12 L air serta larutan stok A dan stok B masing-masing
diambil sebanyak 60 mL.
b. Larutan stok A dan B kemudian dilarutkan ke dalam 12 L air dan diaduk
sampai rata.
c. Diukur pH menggunakan pH meter dan TDS (Total Dissolved solid)
menggunakan TDS meter. pH optimal untuk tanaman pakchoy adalah
5,8-6,2, pH harus mendekati normal agar unsur hara yang dibutuhkan
tersedia. Apabila pH < 5,8 ditambahkan KOH, jika > 6,2 ditambahkan
HCl. TDS optimum untuk tanaman pakchoy yaitu 1350-1430 ppt.
d. Larutan nutrisi dimasukkan ke tangki penampungan.
4. Penyemaian benih tanaman pakchoy
a. Disiapkan baki, benih pakchoy, mangkuk, pinset,dan rockwool.
Rockwool merupakan media tanam yang berasal dari kombinasi batuan
basalt, batu kapur, dan batu bara kemudian dipanaskan pada suhu 1600 oC
kemudian dicetak menjadi blok-blok.
b. Benih pakchoy dihitung sebanyak 48 buah, dimasukkan ke dalam
mangkuk dan direndam dengan air hangat selama 15 menit, fungsi
perendaman ini untuk mempercepat perkecambahan benih.
c. Rockwool ukuran 15x25 cm dipotong menjadi 2 bagian, masing-masing
7,5 cm, kemudian dibuat lubang pada Rockwool (24 lubang) dengan
kedalaman 1-2 cm.
d. Selanjutnya seluruh permukaan rockwool diberi air secukupnya, hal ini
dilakukan untuk menjaga rockwool tetap lembab.
e. Benih yang telah direndam, disemai pada rockwool (1 lubang = 1 benih).

f. Baki yang berisi hasil semaian disimpan di tempat yang kurang cahaya

untuk mempercepat perkecambahan. Benih akan berkecambah 4 hari,


setelah berkecambah dipindah ke instalasi pembibitan.
5. Pembibitan
a. Rockwool yang sudah berkecambah (memiliki 2-3 helai daun dan tinggi
2-3 cm) dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil (3x3 cm).
b. Kemudian tanaman dipindahkan ke talang instalasi pembibitan, lamanya
pembibitan 10 hari setelah semai.
6. Penanaman bibit
a. Tanaman yang sudah memiliki 4-5 helai daun dan tinggi 5-6 cm
dipindahkan ke instalasi peremajaan dengan jarak tanam 10 cm.
b. Pada hari ke 20-25 setelah semai, tanaman dipindahkan ke instalasi
dewasa dengan jarak tanam 20 cm. Hal ini dilakukan untuk penjarangan
agar kompetisi pengambilan hara tidak begitu besar.
7. Perawatan
a. Perawatan instalasi
- Instalasi (talang, tangki penampungan, dan selang inlet) dibersihkan

dari lumut setiap 1 minggu sekali dengan disikat dan air mengalir agar
instalasi tetap bersih dan aliran nutrisi tidak terhambat.
b. Perawatan tanaman
- Setiap 3 hari sekali tanaman pakchoy disemprot dengan pupuk daun.
Pupuk daun Grow More dibuat dengan cara melarutkan 2 gr pupuk
daun ke dalam air sebanyak 1 L.
- Tanaman pakchoy disemprot pestisida nabati jika terdapat hama.
Pestisida dibuat dari 5 sendok tembakau ditambah air 1 liter. Kemudian
didiamkan semalam, fungsinya untuk mengeluarkan metabolit sekunder
pada tembakau. Selanjutnya disaring dan dimasukkan ke dalam sprayer.
- Setiap hari nutrisi pada tangki penampungan diukur pH (5,8-6,2) dan
TDS (1350-1430 ppt). Jika pH < 5,8 ditambah NaOH jika > 6,2, pH
harus mendekati normal agar unsur hara yang dibutuhkan tersedia.
Apabila TDS pada larutan < 1350 ppt ditambah larutan nutrisi, jika >
1430 ppt cukup ditambahkan air.
8. Pemanenan
a. Pemanenan pakchoy dilakukan setelah tanaman dewasa ( 30-35 hst).
b. Tanaman pakchoy diambil dari talang instalasi dewasa kemudian akar
pakchoy dibersihkan dari rockwool.
c. Setelah bersih, pakchoy ditimbang masing-masing 500 gram kemudian
dipacking ke dalam plastik dan direkatkan menggunakan sealer plastik
9

d. Disimpan di kulkas unruk persediaan pemasaran agar tanaman tidak

cepat layu.

III. Rencana Kerja Harian


Daftar Kegiatan Harian Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Nama
NIM
Judul PKL

: Veghy Nur Salindhry


: B1J013115
: Budidaya Tanaman Pakchoy (Brassica rapa L.) Secara Hidroponik
Dengan Sistem NFT (Nutrient Film Technique)
Lokasi
: SEAMEO BIOTROP, Jalan Tajur Km. 6, Bogor, Jawa Barat.
Waktu
: 1 Februari 2016-26 Februari 2016
Pembimbing : Drs. Iman Budisantoso, MP.

Tabel 3.1 Rencana Kerja Harian


10

No.
Hari/Tanggal
1.
Senin/1-2-2016

Kegiatan
Paraf pembimbing
Menemui Bapak Fitri Junaedy S.E
Mengisi
Formulir
serta
mendengarkan

instruksi

untuk

mahasiswa magang
Bertemu dengan Bu Riana dan diberi
arahan tentang hidroponik serta apa
saja

yang

akan

dilakukan

saat

magang di hidroponik
Menyemai benih selada merah dan
pakchoy, masing-masing sebanyak
48 benih di green house bawah

2.

Selasa/2-2-2016

Mengamati hasil semaian, hanya

beberapa saja yang berkecambah.


Membersihkan kutu kuning yang
menyerang sawi hijau dan putih
dengan cra dicuci menggunakan air

yang ditampung dalam ember


Membuat nutrisi AB mix untuk
talang remaja di green house bawah,
60mL/12 liter

3.

Rabu/3-2-2016

Mengamati hasil semaian kembali,


untuk pakchoy sudah berkecambah
seluruhnya tapi selada merah hanya

beberapa
Membersihkan talang dewasa
Menyemai tomat sebanyak 24 buah
di green house bawah

4.

Kamis/4-2-2016

Membersihkan talang remaja dari

lumut di green house bawah


Membuat pupuk daun, 2 gr/liter
Mendapat kunjungan dari anak SD

di green house bawah


Menyemai selada merah Known
You Seed sebanyak 68 benih dan
selada

merah

New

Red

Fire

sebanyak 30 benih
Memindahkan semai pakchoy yang
sudah berkecambah ke green house
11

atas
Membuat nutrisi untuk talang bayi
yang akan diisi dengan tanaman
pakchoy sebanyak 3x, 60mL/12 liter.
Didapatkan TDS: 139 ppt dengan
pH: 6,1

5.

Jumat/5-2-2016

Panen kangkung

6.

Selasa/9-2-2016

Menyemai kangkung sebanyak 128

benih
Membuat

semua talang di green house bawah


Panen kangkung

7.

Rabu/10-2-2016

larutan

nutrisi

untuk

Menimbang dan membuat pupuk

daun
Memindahkan

talang bayi ke talang remaja


Panen bayam merah dari green

selada

hijau

dari

house bawah
8.

Kamis/11-2-2016

Panen bayam hijau di green house


atas kemudian dibungkus+disimpan

dalam kulkas
Membersihkan talang bayi di green

house bawah
Membuat nutrisi untuk talang bayi di

green house bawah


Mengukur pertumbuhan pakchoy di
green house atas

9.

Jumat/12-2-2016

Membersihkan

talang

remaja

di

green house bawah


Menyemai bwang merah dan cabe
rawit, masing-masing sebanyak 24
benih

10.

Senin/15-2-2016

Membersihkan

talang

remaja

di

green house bawah


Menyemprot pestisida nabati dan
pupuk daun ke semua tanaman

11.

Selasa/16-2-2016

Membersihkan

talang
12

remaja

di

green house atas


Memotong-motong rockwool yang
berisi tanaman pakchoy menjadi
bagian-bagian

kecil,

blok=24

bagian
Memindahkan cabe, paprika, selada
hijau, tomat dan seledri dari talang

bayi ke talang remaja


Membuat larutan stok A dan stok B
untuk sayuran daun, masing-masing

5 liter
Menyemai bunga balsam Tom-Tom
Mixed sebanyak 25 benih

12.

Rabu/17-2-2016

Mengukur

tanaman

pakchoy

(minggu ke-2) di green house atas


Membersihkan talang remaja di

green house atas


Membuat larutan stok A dan stok B
untuk sayuran buah, masing-masing

5 liter
Menyemai tsoi sim sebanyak 48
benih

13.

Kamis/18-2-2016

Membuat nutrisi untuk paprika di

green house atas


Mencuci container air talang remaja

di green house atas


Memindahkan tanaman pakchoy dari

talang bayi ke talang remaja


Memindahkan tanaman paprika ke

pot yang berisi arang sekam


Membuang daun tua pada sawi putih
Menyemai seledri Amigo sebanyak
2 blok

14.

Senin/22-2-2016

Menyemai selada merah Red Coral

sebanyak 72 benih
Menyemai kalian sebanyak 48 benih
Menghitung benih selada merah

Red Coral sebanyak 100 benih


Menata tanaman pada setiap talang

13

15.

Selasa/23-2-2016

Menyemai

selada

hijau

Grand

Gipsy sebanyak 72 benih


Mengukur nutrisi pada

talang

dewasa menggunakan pH meter dan

TDS
Membuat

dewasa di green house bawah


Memotong rockwool menjadi bagian

kecil yang berisi caisim


Mengukur nutrisi di green house

nutrisi

untuk

talang

atas, karena terlalu pekat hanya

ditambahkan air untuk talang remaja


Untuk
talang
yang
berisi
paprikaditambah

larutan

nutrisi

sebanyak A= 290 mL dan B= 290

mL
Mengukur

tanaman

pakchoy

(minggu ke-3)
16.

Rabu/24-2-2016

Panen kangkung, selada dan sawi


putih kemudian disimpan di OSS

(One Stop Shop)


Mendapat kunjungan dari anak-anak
SMA

Cimahi

kemudian

memberikan penjelasan mengenai

hidroponik
Mengukur
dewasa

nutrisi

pada

membuat

talang

nutrisi

ditambah air
Menimbang pupuk daun + membuat

pupuk daun
Menyemprot pupuk daun di green

house atas dan bawah


Menyemprot pestisida nabati yang
terkena serangan hama kutu

17.

Kamis/25-2-2016

Panen kangkung + packing


Memberikan penjelasan

kepada

pengunjung yang dating ke green

house bawah
Mengukur

kadar
14

nutrisipada

container di talang dewasa, karena


pH nya terlalu basa yaitu 7,5 maka

ditambahkan HCl
Menyemai ketumbar sebanyak 24
benih

dan

sawi

sebanyak 48 benih
Ke perpustakaan

putih
unutk

hybrid
mencari

referensi
18.

Jumat/26-2-2016

Memindahkan caisim dari talangbayi

ke tlang remaja
Membuat nutrisi untuk talang bayi

karena tercampur sabun


Menyemprot pupuk daun
Menyemai seledri Amigo sebanyak

2 blok
Membuat larutan stok A dan stok B,
masing-masing 5 liter

15

DAFTAR REFERENSI
Azad, A. K., K. Ishikawa, J. C. Diaz-Perez, T. E. Eaton, N. Takeda. 2013. Growth
and Development of Komatsuna (Brassica rapa L. Nothovar) in NFT
(Nutrient Film Technique) System, as Influenced by Natural Mineral.
Agricultural Sciences 4(7): 1-7.
Basuki, T.A. 2008. Pengaruh Macam Komposisi Hidroponik Terhadap Pertumbuhan
Hasil Selada (Lactuca sativa L.). Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Pertanian
UGM.
Wijayanti, E., A. D. Susila. 2013. Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Tomat
(Lycopersicon esculentum Mill.) secara Hidroponik dengan beberapa
Komposisi Media Tanam. Bul. Agrohorti 1(1): 104 112.
Parks, S., C. Murray. 2011. Leafy Asean Vegetables and Their Nutrion in
Hydroponics. Australian: State of New South Wales.
Ramadiani, F. L., A. D. Susila. 2014. Sumber dan Frekuensi Aplikasi Larutan Hara
sebagai Pengganti AB Mix pada Budidaya Sayuran Daun secara Hidroponik.
J. Hort. Indonesia 5(1): 36-46.
Roidah, Ida Syamsu. 2014. Pemanfaatan Lahan dengan Menggunakan Sistem
Hidroponik. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo 1(2): 43-50.
Suryani, Reno. 2015. Hidroponik Budi Daya Tanaman Tanpa Tanah. Yogyakarta:
Arcitra.
Zulkarnain, H. 2010. Dasar-dasar hortikultura. Jakarta: Bumi Aksara.

16