Anda di halaman 1dari 2

Untuk menurunkan perkembangan aborsi pada kaula muda maka perlu

adanya tanggung jawab dari berbagai pihak. Secara implisit, semua elemen
masyarakat harus ikut bekerja sama untuk mencapai hal tersebut. Jika ada salah
satu saja elemen dalam masyarakat yang tidak bekerja sama, dapat dipastikan
bahwa usaha-usaha yang dilakukan tidak akan efektif.
Secara eksplisit, setidaknya ada beberapa pihak yang sangat penting untk
menurunkan perkembangan aborsi pada pemudi antara lain :
1.

Orang tua
Orang tua seharusnya dapat memberikan pengawasan,
penjagaan, dan pendidikan yang tepat kaitannya dengan seks
pada anaknya yang beranjak dewasa.

2.

Pemerintah
Pemeintah
mengekang

seharusna

peredaran

menggunakan

tayangan-taangan

otoritasnya
porno

di

untuk

internet.

Pemerintah dapat memblokir sits-situs berbahaya dan membuat


peraturan-peraturan dengan hukuman yang tegas bagi para pelaku
yang mengedarkan tayangan-taangan porno secara illegal.
3.

Lembaga pendidikan
Pendidikan seksual sampai saat ini masih menjadi sesuatu
yang sangat kontroversional. Namun tersedianya informasi dan
pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas untuk para kaula
muda dapat membantu memberikan pengertian pada mereka
tentang

risiko

hubungan

seksual

yang

tidak

aman,

serta

tersedianya pengetahuan tentang cara-cara untuk mencegah


tejadinya kehamilan yang tidak diinginkan.

4.

Kaula muda

Kaula

muda

sepantasnya

dapat

menempatkan

dirinya

sebagai individu yang baik dan benar sesuai dengan tuntutan


agama dan norma yang berlaku di dalam masyarakat.
Selain solusi-solusi diatas, kita juga perlu memperhatikan penanganan yang
tepat jika ada pemudi yang sudah hamil di luar nikah namun belum aborsi. Hal yang
dapat kita lakukan adalah member pengertian padanya mengenai dampak-dampak
negative dari aborsi, disamping itu kita juga memotivasi dia untuk tidak melakukan
aborsi. Salah satu hal yang pemudi tersebut butuhkan adalah motivasi dari orangorang yang ada di sekitarnya agar dia mempertahankan kandungannya dan
merawat anaknya dikemudian hari. Namun untuk pemudi yang telah melakukan
aborsi, kita juga tetap perlu menegur agar dia mengerti bahwa yang dia lakukan itu
adalah suatu kesalahan yang tidak boleh diulang kembali. Selain itu, dukungan dan
penerimaan dari keluaga dan masyarakat terhadap pemudi korban aborsi dan
kehamilan yang terjadi di luar nikah menjadi kunci utama bagi seorang pemudi
untuk bangkit dari keterpurukan dan siap kembali untuk melanjutkan hidupnya.