Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM IPA 3

LISTRIK STATIS
( Sedotan Ajaib dan Elektroskop )

Disusun Oleh :
Hanif Faturohmah
14312244004
Pendidikan IPA I 2014

JURUSAN PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016

A. Tujuan
1. Mengamati gejala listrik statis.
2. Menganalisis peristiwa transfer elektron dari satu benda ke benda lain.
3. Membuat elektroskop sederhana untuk menunjukkan gejala kelistrikan antar
muatan listrik.
B. Dasar Teori
Listrik statis adalah listrik yang tidak mengalir atau listrik yang muatan-muatan
listriknya berada dalam keadaan diam yang dihasilkan bila beberapa benda
digosokkan satu sama lain. Sebuah benda menjadi bermuatan listrik karena proses
penggosokan terhadap benda lain dan dikatakan memiliki muatan listrik total.
Menggosok artinya tidak lain adalah membuat persinggungan rapat antara permukaan
dua benda (Endarko, dkk, 2007: 11). Listrik statis merupakan peristiwa
suatu materi yang mempunyai atom bermuatan, karena berpotensi
terjadi loncatan elektron dari satu materi bermuatan ke materi
bermuatan lainnya untuk mencapai keseimbangan muatan.
Muatan listrik berasal dari muatan yang muncul pada tingkat
atomik. Menurut Rutherford atom pembentuk benda tersusun dari
sejumlah proton bermuatan positif yang terkonsentrasi di inti dan
sejumlah

elektron

bermuatan

negatif

menempati

menempati

sejumlah kulit lintasan yang mengelilingi inti. Benda netral adalah


benda yang pada setiap atomnya jumlah proton sama dengan
jumlah elektron.

Gambar 1. Model atom Rutherford


Sumber gambar : http://file.upi.edu

Jika suatu benda berinteraksi dengan benda lain, maka elektron


yang berada pada posisi terluar yang terlibat dalam interaksi
tersebut. Elektron-elektron terluar ini disebut elektron valensi. Jika
elektron terluar lepas, maka jumlah proton (bermuatan positif) lebih
besar dari jumlah elektron sehingga atom bermuatan positif.
Sebaliknya, jika ada elektron masuk menempati lintasan, maka
elektron

berjumlah

lebih

banyak

dari

proton

sehingga

atom

bermuatan negatif (Muslim, dkk. (2006).


Cara memberi muatan listrik (elektrifikasi) pada benda dapat
dilakukan dengan gesekan, konduksi dan induksi. Proses elektrifikasi
dengan gesekan digunakan untuk bahan isolator. Gesekan dilakukan
dengan menggosokkan dua buah bahan isolator, misalnya plastik
dan sutra. Sehingga elektron lebih tertarik kepada sutra dibanding
plastik.

Gambar 2. Elektrifikasi dengan gesekan


Sumber gambar : http://file.upi.edu

Elektrifikasi dengan konduksi dilakukan untuk bahan yang


bersifat konduktor. Dua buah bahan konduktor yang salah satunya
memiliki muatan bebas disentuhkan.

Gambar 3. Elektrifikasi dengan konduksi


Sumber gambar : http://file.upi.edu
Elektrifikasi dengan induksi dilakukan dengan mendekatkan
benda bermuatan dengan benda lain yang besifat netral (insulator).
Misalnya ketika benda bermuatan negatif didekatkan ke dinding
tembok, maka dinding akan tetap netral, tetapi proton berpindah ke
depan sehingga mampu menarik balon yang bersifat negatif.
Elektrifikasi secara induksi tidak membutuhkan kontak dengan
benda yang terinduksi.

Gambar 4. Elektrifikasi dengan induksi


Sumber gambar : http://file.upi.edu

Untuk mengetahui adanya muatan pada suatu benda dapat


menggunakan suatu alat yang disebut elektroskop. Kepala dan daun
elektroskop umumnya terbuat dari logam yang bersifat sebagai
konduktor.

Gambar 5. Elektroskop
Sumber gambar : http://fisikazone.com

Jika kepala elektroskop diinduksi dengan benda bermuatan


listrik, muatan pada kepala elektroskop menjadi berlawanan dengan
muatan penginduksi, tetapi daun elektroskop memiliki muatan yang
sama dengan penginduksi. Karena daun elektroskop memiliki
muatan yang sama, maka daun elektroskop saling tolak menolak
dan membuka. Semakin besar sudut bukaan pada daun elektroskop
menunjukkan semakin besar muatan listrik yang terkandung pada
penginduksi.

Gambar 6. Skema elektroskop


Sumber gambar : http://bilgicik.com
Gaya yang terjadi sewaktu daun elektroskop ini saling tolak
menolak disebut gaya elektrostatik. Gaya elektrostatik adalah gaya
tarik menarik atau gaya tolak menolak antara dua benda bermuatan
listrik. Coulomb menyatakan bahwa gaya yang terdapat diantara
dua buah objek yang sangat kecil, berada di dalam ruang hampa
dan saling dipisahkan oleh jarak yang relatif besar dibandingkan
ukurannya sebanding dengan muatan masing-masing objek dan
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya (Hayt,
2006 : 25).

Tahun 1768,

melalui

sebuah percobaan Coulomb

mendapatkan bahwa muatan sejenis akan menimbulkan efek tarik


menarik dan benda yang berlainan jenis akan tarik menarik. Gaya
elektrostatik ini berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antar

benda bermuatan dan sebanding dengan besarnya muatan benda


tersebut. Hal ini dijuluki dengan Hukum Coulomb :

F=k

q 1 q 2
r .r .

Dimana, F adalah besar gaya Coulomb (N), q1 dan q2 adalah


muatan listrik yang berinteraksi (C), r adalah jarak antar muatan
(m) dan k adalah konstanta (9 x 109Nm2/C). Arah gaya listrik selalu
sepanjang garis yang menghubungkan ke dua benda tersebut. Jika ke dua benda
muatannya sejenis, maka gaya pada masing-masing benda berarah menjauhi muatan
(tolak-menolak). Sebaliknya jika ke dua benda muatannya tidak sejenis, maka gaya
pada masing-masing benda mempunyai arah menuju benda yang lain (tarik-menarik)
(Halliday, et. al., 2001: 720).

Seorang negarawan, filsuf, dan ilmuwan Amerika Benjamin


Franklin (1706-1790) mengajukan argument bahwa ketika sejumlah
muatan dihasilkan pada suatu benda dalam satu proses, maka
muatan yang berlawanan dengan jumlah yang sama dihasilkan pada
benda yang lainnya. Positif dan negatif diperlakukan secara aljabar,
sehingga pada setiap proses, perubahan total jumlah muatan yang
dihasilkan selalu nol. Sebagai contoh, ketika penggaris plastik
digosok

dengan

handuk

kertas,

maka

penggaris

plastik

mendapatkan muatan negatif sedangkan handuk akan mendapatkan


muatan positif dengan jumlah yang sama. Muatan-muatan tersebut
terpisah, tetapi jumlah keduanya nol. Ini merupakan contoh hukum
yang dikenal sebagai hukum kekekalan muatan listrik yang
menyatakan bahwa:
jumlah total muatan listrik yang dihasilkan pada setiap
proses adalah nol.
Jika suatu benda atau bagian ruang mendapatkan muatan
positif, maka muatan negatif dengan jumlah yang sama akan

ditemukan di daerah sekitarnya atau benda di dekatnya. Tidak


pernah ditemukan penyimpangan dari hukum ini, dan hukum
kekekalan ini sama kuatnya seperti hukum kekekalan energi dan
momentum (Endarko, dkk, 2007: 12).
Biasanya muatan pada ke dua benda hanya bertahan dalam
waktu yang terbatas dan akhirnya ke dua benda kembali ke-keadaan
netral. Dalam beberapa kasus, hal ini dinetralkan oleh ion-ion
bermuatan di udara (misalnya, oleh tumbukan dengan partikelpartikel bermuatan, yang dikenal sebagai sinar kosmik dari ruang
angkasa yang mencapai bumi). Hal yang penting diketahui, bahwa
muatan dapat lepas ke inti air yang ada di udara. Ini karena molekulmolekul air adalah polar, sehingga elektron-elektron ekstra pada
penggaris plastik, dapat lepas ke udara karena di tarik menuju
molekul-molekul positif air (Endarko, dkk, 2007: 15).
Di sisi yang lain, benda-benda yang dimuati secara positif,
dapat dinetralkan oleh hilangnya elektron-elektron air dari molekulmolekul udara ke benda-benda bermuatan positif tersebut. Pada
udara kering, listrik statis lebih mudah diperoleh karena udara berisi
lebih sedikit molekul-molekul yang dapat berpindah. Pada udara
lembab, lebih sulit untuk membuat benda bermuatan tahan lama
(Endarko, dkk, 2007: 15).
Setiap benda di alam ini memiliki muatan listrik yang berbedabeda. Dengan. berbagai percobaan yang telah dilakukan oleh para
ilmuwan ditemukanlah suatu deret yang menunjukkan kekuatan
pada masing-masing benda. Deret benda yang menunjukkan bahwa benda
akan memperoleh muatan negatif bila digosok dengan sembarang benda di atasnya,
dan akan memperoleh muatan positif bila digosok dengan benda di bawahnya
dinamakan deret tribolistrik.

C. Alat dan Bahan

1.

Percobaan 1
( Sedotan Ajaib)
Sedotan plastik putih

2.

.
Tutup botol syrup (logam) dan 2
botolnya

Percobaan 2
( Elektroskop)
1

.
3

Balon
Rambut
Obeng

.
4

Gunting

.
5

Kertas HVS

.
6

Pensil

.
7

Kawat tembaga

.
8

Botol kaca beserta tutup berbahan

logam

D. Prosedur Percobaan
1. Percobaan 1 ( Sedotan Ajaib)
1) Menggosokkan tangan kanan pada sedotan (naik-turun) secara berulang-ulang
selama 2-3 menit
2) Meletakkan sedotan di atas tutup botol logam
3) Mendekatkan tangan kanan atau balon (yang telah digosok-gosokkan pada
rambut) pada ujung sedotan yang sudah digosok-gosokkan sebelumnya
4) Mengamati hal yang terjadi saat tangan kanan maupun balon didekatkan
dengan sedotan
2. Percobaan 2 ( Elektroskop)
1) Membuat lubang kecil pada tutup botol logam (tepat di bagian tengah)
2) Memasukkan kawat tembaga pada lubang tutup botol dan membuat
gantungan/pengait (seperti pada kail pancing ikan) di ujung kawat bagian
bawah tutup botol, dan membuat lingkaran spiral pada ujung kawat bagian atas
tutup botol
3) Membuat dua kepingan kertas berbentuk oval yang masing-masing pada salah
satu sisinya digosok menggunakan pensil (diorek-orek)
4) Menggantungkan kedua kertas pada kawat tembaga bagian bawah dimana sisi
yang digores pensil saling dihadapkan
5) Menggosok-gosokkan balon pada rambut
6) Mendekatkan dan menjauhkan balon yang telah digosok-gosokkan pada ujung
kawat tembaga bagian atas tutup botol (yang dibentuk spiral)
7) Mengamati hal yang terjadi
E. Data Hasil Percobaan
Percobaan 1
Percobaan 2
( Sedotan Ajaib)
( Elektroskop)
Saat tangan kanan didekatkan pada sisi Saat balon yang telah digosok-gosokkan

ujung sedotan yang telah digosok- dengan


gosokkan

dengan

tangan

rambut

didekatkan

dengan

kanan ujung kawat tembaga maka dua kertas

sebelumnya maka sedotan tersebut tidak di dalam botol akan saling menjauh
bergerak.

Namun

saat

didekatkan (membuka). Ketika balon dijauhkan

dengan balon yang telah digosok- kembali, maka kedua kertas akan saling
gosokkan dengan rambut maka sedotan mendekat (menutup).
bergerak mengikuti arah balon.
F. Pembahasan
Praktikum listrik statis yang dilakukan terdiri dari dua kegiatan yaitu sedotan
ajaib dan elektroskop. Praktikum ini dilakukan pada hari Senin 19 September 2016 di
Laboratorium IPA 2 FMIPA UNY dengan tujuan untuk mengamati gejala listrik statis,
menganalisis peristiwa transfer elektron dari satu benda ke benda lain, dan membuat
elektroskop sederhana untuk menunjukkan gejala kelistrikan antar muatan listrik. Pada
praktikum ini digunakan bahan-bahan yang relatif murah dan dapat ditemukan di
sekitar sehingga nantinya diharapkan dengan menggunakan barang sederhana/bekas
pun semua dapat belajar mengenai konsep listrik statis dengan mudah.
1. Sedotan Ajaib
Pada kegiatan pertama yang berjudul Sedotan Ajaib hanya dibutuhkan
sedotan dan botol bekas minuman beserta tutupnya. Untuk mengetahui gejala
kelistrikan yang terjadi maka praktikan menggosokok-gosokkan tangan kanan pada
sedotan (naik-turun) secara berulang-ulang selama 2-3 menit lalu meletakkan
sedotan di atas tutup botol logam kemudian mendekatkan tangan kanan atau balon
(yang telah digosok-gosokkan pada rambut) pada ujung sedotan yang sudah
digosok-gosokkan sebelumnya. Hal yang terjadi adalah tidak ada pergerakan
apapun dari sedotan. Dengan melakukan pengulangan beberapa kali dan melakukan
manipulasi dengan lamanya penggosokan sedotan dengan tangan maupun
memperdekat jarak induksi tangan dengan sedotan, praktikan tetap tidak
menemukan adanya hal yang terjadi.
Menurut literatur, seharusnya ada pergerakan yang terjadi ketika tangan
kanan didekatkan pada sedotan yang telah digosokkan pada tangan tersebut yaitu
sedotan mengikuti arah gerak tangan kanan. Namun, hal ini tidak terjadi pada
percobaan yang bisa disebabkan karena tangan si penggosok tidak kering (ada
kandungan air di permukaan kulit. Air merupakan isolator sehingga benda yang
dimuati secara positif (tangan), dapat dinetralkan oleh hilangnya elektron-elektron

air dari molekul-molekul udara ke benda-benda bermuatan positif tersebut. Seperti


yang diungkapkan Endarko dkk (2007:15), bahwa pada udara lembab lebih sulit
untuk membuat benda bermuatan tahan lama. Selain itu kualitas dari bahan sedotan
yang

digunakan

juga

mempengaruhi

percobaan

ini.

Dalam

melakukan

penggosokan pada sedotan juga ada kesalahan praktikan yaitu adalah arah
penggosokan. Seharusnya penggosokan dilakukan secara searah, tidak secara bolak
balik atau maju mundur. Penggosokan secara searah akan mengakibatkan elektron
yang berpindah dari tangan ke sedotan berkumpul di ujung sedotan. Dan
penggosokan seca bolak-balik jusrtu akan mengakibatkan elektron dari tangan
tersebar ke seluruh bagian sedotan sehingga saat didekatkan dengan tangan sedotan
tidak bergerak mengikuti tangan. Selain itu saat memindahkan sedotan ke atas
botol, bagian sedotan yang sudah digosok tersentuh tangan lagi, hal ini
mengakibatkan perpindahan kembali elektron dari sedotan ke tangan. Perpindahan
kembali ini dikarenakan kondisi tangan yang lebih positif dan sedotan yang lebih
negatif.
Setelah berulang kali mencoba tetap tidak ada gerakan dari sedotan maka
praktikan mencoba mengganti penginduksi

mengunakan balon yang telah

digosokkan pada rambut. Ketika balon tersebut didekatkan dengan sedotan yang
telah digosok-gosokkan dengan tangan maka secara jelas terlihat sedotan mengikuti
arah gerak balon. Bahkan ketika jarak keduanya didekatkan maka sedotan akan
tertempel pada balon. Hal inilah yang menunjukkan adanya gejala kelistrikan pada
suatu benda. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat tangan menggosok sedotan,
akan terjadi peristiwa elektronifikasi (transfer elektron), elektron pada tangan akan
berpindah ke sedotan. Sehingga sedotan mempunyai lebih banyak elektron dari
pada proton. Begitu pula saat balon digosokkan dengan rambut maka balon akan
memiliki muatan negatif yang lebih banyak. Menurut

deret tribolistrik bahan

sedotan yaitu plastik berada di bagian bawah sehinga saat digosok dengan
menggunakan benda di atasnya (dalam percobaan ini berupa tangan) maka akan
mengakibatkan perpindahan elektron dari tangan menuju sedotan.
Oleh karena terjadi perpindahan dari tangan ke sedotan mengakibatkan
tangan bermuatan positif dan sedotan lebih bermuatan negatif. Ketika balon yang
bermuatan negatif didekatkan dengan sedotan yang juga bermuatan negatif hal
yang terjadi seharusnya adalah sedotan bergerak menjauhi arah balon, namun yang
terjadi sebaliknya. Hal ini dapat terjadi karena meskipun kedua benda sama-sama

bermuatan negatif, masing-masing memiliki jumlah muatan yang berbeda. Dalam


hal ini balon dimungkinkan memiliki muatan negative yang sangat besar jika
dibandingkan dengan muatan negative pada sedotan sehingga hal yang terjadi
adalah balon akan menarik sedotan.
2. Elektroskop
Pada kegiatan kedua ini bertujuan untu membuat elektroskop sederhana
sehingga dapat menunjukkan gejala kelistrikan antar muatan listrik. Bahan yang
digunakan sangat mudah didapatkan yaitu, kertas HVS, pensil, botol kaca beserta
tutupnya yang berbahan logam, dan kawat tembaga yang bisa didapatkan dari kabel
bekas.
Langkah pertama yaitu membuat lubang kecil pada tutup botol logam (tepat
di bagian tengah) menggunakan obeng. Kemudian memasukkan kawat tembaga
pada lubang tutup botol dan membuat gantungan/pengait (seperti pada kail pancing
ikan) di ujung kawat bagian bawah tutup botol, dan membuat lingkaran spiral pada
ujung kawat bagian atas tutup botol lalu membuat dua lembar kertas berbentuk oval
(kecil) yang masing-masing pada salah satu sisinya digosok menggunakan pensil
(diorek-orek). Setelah itu menggantungkan kedua kertas pada kawat tembaga
bagian bawah dimana sisi yang digores pensil saling dihadapkan lalu menggosokgosokkan balon pada rambut kemudian untuk melihat ada tidaknya muatan dengan
cara mendekatkan dan menjauhkan balon yang telah digosok-gosokkan pada ujung
kawat tembaga bagian atas tutup botol (yang dibentuk spiral). Pemilihan kawat
tembaga dikarenakan, kawat tembaga merupakan penghantar listrik (konduktor)
yang baik.
Pada kegiatan ini, cara yang dilakukan untuk memberi muatan listrik atau
elektrifikasi adalah dengan gesekan. Gesekan dilakukan dengan menggosokkan dua
buah bahan isolator, yaitu balon dengan rambut sehingga elektron akan tertarik
kesalah satu benda sehingga benda bermuatan positif dan benda lain bermuatan
negatif.
Daun elektroskop yang berupa kertas di dalam botol terlihat membuka (saling
menjauh) ketika balon yang sudah digosok-gosokkan dengan rambut didekatkan
dengan ujung tembaga bagian atas botol. Sedangkan ketika balon dijauhkan maka
kertas-kertas elektroskop menutup kembali. Hal tersebut dapat terjadi karena balon
yang awalnya bermuatan netral, ketika digosok-gosokkan dengan rambut akan
mengalami perpindahan electron dari rambut ke balon sehingga balon bermuatan
negative. Balon yang bermuatan negative didekatkan dengan elektroskop yang

bermuatan netral membuat proton-proton yang ada pada kertas tertarik menuju
sekitar ujung tembaga bagian luar botol sehingga pada kedua kertas di dalam botol
tertinggallah muatan negatifnya saja. Karena masing-masing kertas bermuatan
sama yaitu bermuatan negative maka yang terjadi adalah saling menjauh sehingga
kedua kertas akan membuka. Sebaliknya, ketika balon dijauhkan dari kepala
elektroskop maka kepingan kertas menutup kembali karena muatannya kembali
merata pada semua bagian.
Hal ini sesuai dengan teori yang menyebutkan bahwa benda bermuatan
listrik jika didekatkan ke kepala elektroskop, maka akan terjadi induksi listrik
sehingga muatan listrik pada batang logam elektroskop akan terpisah
(terpolarisasi). Saat benda yang menyetuh kepala elektroskop bermuatan negatif,
muatan positip logam akan berkumpul di kepala elektroskop karena tertarik oleh
muatan negative balon, sedangkan muatan negatif logam akan berkumpul di bagian
bawah dan keping elektroskop. Karena keping elektroskop relatif ringan, maka
gaya tolak-menolak antara muatan listrik sejenis yang berkumpul di bawah dapat
membuat keping tersebut mengembang. Peristiwa terpisahnya muatan listrik suatu
benda akibat pengaruh muatan benda lain disebut induksi listrik. Jika elektroskop
bermuatan listrik diinduksi dengan benda bermuatan listrik, daun elektroskop akan
membuka jika muatan listrik elektroskop sama dengan muatan listrik penginduksi,
sedangkan daun elektroskop akan menguncup jika muatan listrik elektroskop
berbeda dengan muatan listrik. Gejala kelistrikan antar muatan dan elektroskop
dapat diamatai dari pergerakan daun elektroskop (Endarko, dkk, 2007: 12).
G. Kesimpulan
1. Gejala listrik statis dapat diamati melalui penggosokan dan pendekatan(induksi)
antar dua benda yang memiliki kadar muatan yang berbeda (seperti dengan
melakukan percobaan sedotan ajaib dan elektroskop). Pada dua benda dengan
muatan yang berbeda akan terjadi transfer elektron pada benda yang digosokan,
jika benda yang digosokan dengan benda yang berada diatasnya dalam deret
tripoblastik maka muatanya akan negatif dan benda diatasnya bermuatan positif
sehingga dengan adanya perbedaan muatan ini maka kedua benda akan terlihat
tarik-menarik.

2. Peristiwa transfer elektron dari satu benda ke benda lain terjadi apabila ada induksi
antara dua benda berbeda muatan. Benda akan saling menetralkan diri dengan cara
menarik muatan negatif dari benda lain dan akan terlihat kedua benda tersebut
saling tarik-menarik.
3. Gejala kelistrikan antar muatan listrik dapat ditunjukkan menggunakan elektroskop
sederhana dengan cara membuat lubang kecil pada tutup botol logam (tepat di
bagian tengah), lalu kawat tembaga dimasukkan pada lubang tutup botol dan ujung
kawat bagian bawah tutup botol dibuat seperti gantungan/pengait (seperti pada kail
pancing ikan), dan pada ujung kawat bagian atas tutup botol dibuat bentuk
lingkaran spiral. Kemudian dua lembar kertas kecil dibentuk oval yang masingmasing pada salah satu sisinya digosok menggunakan pensil (diorek-orek) lalu
digantungkan pada kawat tembaga bagian bawah dimana sisi yang digores pensil
saling dihadapkan. Setelah itu balon digosok-gosokkan pada rambut lalu balon
tersebut didekatkan dan dijauhkan pada ujung kawat tembaga bagian atas tutup
botol (yang dibentuk spiral) kemudian diamati apa yang terjadi.

H. Jawaban Pertanyaan
Pertanyaan Sedotan Ajaib
1. Mengapa pada kegiatan demonstrasi sedotan bergerak padahal tidak disentuh oleh
tangan?
Jawab: Karena adanya perbedaan muatan elektron pada tangan dan sedotan yang
menyebabkan adanya interaksi listrik statis antara tangan dengan sedotan ( elektron
pada salah satu benda berpindah ke benda lain ) sehingga sedotan bergerak.
2. Apa maksud kegiatan menggosok-gosokan tangan pada sedotan? Apa dampaknya?
Jawab: Kegiatan menggosok-gosokan tangan pada sedotan dimaksudkan supaya
elektron terkumpul pada sedotan dan dampaknya sedotan akan bergerak mengikuti
arah gerakan tangan ketika didekatkan kembali denggan tangan.
3. Adakah peristiwa transfer elektron pada kegiatan menggosok-gosokan tangan pada
sedotan?
Jawab: Ada, karena ada perbedaan muatan elektron pada tangan maupun sedotan.
4. Setelah sedotan digosok dengan tangan, jenis muatan listrik apa yang terdapat pada
tangan? Apa jenis muatan listrik yang terdapat pada sedotan? Mengapa demikian?
Jawab: Pada tangan bermuatan lebih positif dan pada sedotan bermuatan lebih
negatif. Hal tersebut terjadi karena berdasarkan deret tribolistrik benda-benda di

alam akan memperoleh muatan negatif bila digosok dengan sembarang benda di
atasnya, dan akan kehilangan muatan negatif/menjadi positif bila digosokkan
dengan benda di bawahnya. Tangan manusia di dalam deret tribolistrik menempati
urutan teratas dan sedotan yang berbahan polyethylene berada di bawahnya,
sehingga tangan manusia yang ada di atas polyethylene kehilangan muatan negatif
sehingga proton lebih banyak dari elektron sehingga tangan manusaia bermuatan
positif dan sedotan berbahan plastik bermuatan negatif karena mendapat elektron
5.

dari tangan manusia.


Mengapa suatu benda yang awalnya netral bisa berubah menjadi bermuatan

negatif?
Jawab: Karena benda tersebut memperoleh tambahan elektron dari benda lain.
6. Jelaskan mengapa ketas kecil-kecil yang netral dapat ditarik oleh penggaris mika
yang baru saja digosok-gosokan ke rambut?
Jawab: Karena elektron dari penggaris mika yang bermuatan negatif (karena sudah
ketambahan elektron dari rambut) akan tarik menarik dengan muatan positif pada
kertas yang berukuran kecil-kecil sehingga kertas akan tertarik oleh penggaris yang
ukurannya pun lebih besar ( sehingga penggaris lebih kuat untuk menarik kertas
daripada kertas menarik penggaris).
Pertanyaan Elektroskop
1. Apa yang terjadi pada ujung alumunium foil dalam botol
minuman plastic ketika balon yang sudah digosok-gosokkan ke
rambut digerakkan mendekati dan menjauhi ujung alumunium
foil di tutup botol bagian luar?
Jawab: Ujung alumunium foil di dalam botol yang awalnya
menutup menjadi terbuka ketika balon didekatkan pada ujung
aluminium foil. Sedangkan ketika balon dijauhkan dari tutup
botol plastik, ujung alumunium foil di dalam botol menutup
kembali.
2. Mengapa hal ini dapat terjadi?
Jawab: Hal tersebut terjadi karena ketika balon digosokkan ke
rambut yang kering maka elektron pada rambut akan berpindah
ke balon, sehingga balon menjadi bermuatan lebih negatif,
kemudian jika didekatkan ke ujung alumunium foil yang berada
diluar botol, muatan positif pada alumunium foil di luar botol
tertarik mendekati balon dan muatan negatif tersebar pada

ujung alumunium foil yang berada di dalam botol, sehingga


kedua ujung alumunium foil di dalam botol menjadi bermuatan
negatif dan saling tolak menolak yang menyebabkan ujungujungnya saling membuka.

DAFTAR PUSTAKA
Endarko, dkk. 2007. Draf Modul Fisika. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Biro.
Halliday., Resnick and Walker. 2001. Fundamental of Physics, 6th Edition. New Jersey:
JohnWiley & Son.
Halliday, D., Resnick, R. (1997). Physics , terjemahan: Patur Silaban dan Erwin
Sucipto.Jakarta: Erlangga.
Hayt, William H. 2006. Elektromagnetika Edisi Ketujuh. Jakarta: Erlangga.
Muslim, dkk. (2006). Konsep Dasar Fisika. Bandung. UPI Press.
Sumber Gambar :
http://fisikazone.com
http://bilgicik.com