Anda di halaman 1dari 17

BAHAN AJAR

KEPERAWATAN KOMUNITAS III

Yudi Abdul Majid, S. Kep., Ns., M. Kep


STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Jl. Jend. A. Yani 13 Ulu Palembang-30252
Telp. 0711-510673/516233/516231 Fax. 0711-513202
Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

1
Yudi Abdul Majid

KATA PENGANTAR

Assalamualikum Wr. Wb.


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua,
sehingga buku Modul Keperawatan Komunitas III ini dapat diselesaikan. Sholawat beserta salam kita
hanturkan kepada Nabi junjungan kita Muhammad SAW yang telah menyebarkan ajaranya sehingga ilmu
penegtahuan yang islami dapat berkembang seperti saat ini.
Buku Modul Keperawatan Komunitas III ini meruapakan modul yang harus dimiliki mahasiswa semester
VII pada Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Muhammadiyah Palembang. Jumlah SKS pada mata
kuliah ini adalah 3 SKS yang terdiri dari 2 SKS teori dan 1 SKS praktik. Mata kuliah ini adalah prasyarat
untuk mengikuti Praktik Belajar Lapangan (PBL) Keperawatan Komunitas pada semester berikutnya.
Buku Modul ini dibuat dengan harapan dapat menjadi referensi atau bahan kajian bagi mahasiswa
Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Muhammadiyah Palembang, baik pada saat mengikuti
perkuliahan maupun pada saat aplikasinya pada paraktik belajar lapangan keperawatan komunitasnya.
Semoga buku modul ini bermanfaat untuk mengembangkan konsep, teori dan praktik pada keperawatan
komunitas.
Akhir kata penulis mengucapakan wassalamualaikum Wr. Wb

Palembang,

Oktober 2012

Penyusun
Yudi Abdul Majid

Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

2
Yudi Abdul Majid

DAFTAR ISI
A. Konsep Dasar Keperawatan Komunitas
1. Sejarah Perkembangan Keperawatan Komunitas.................................................................
2. Periode Perkembangan Kesehatan Masyarakat................................................................... .
3. Definisi Komunitas dan Keperawatan Komunitas..................................................................
4. Tujuan Keperawatan Komunitas................................................................................................ .
5. Sasaran Keperawatan Komunitas.............................................................................................
6. Strategi Intervensi Keperawatan Komunitas.........................................................................
7. Prinsip Keperawatan Komunitas................................................................................................
8. Falsafah Keperawatan Komunitas..............................................................................................
9. Perbedaan Pelayanan Klinis dan Keperawatan Komunitas..................................................
10. Ruang Lingkup Keperawatan Komunitas..................................................................................
11. Asumsi dasar dan Keyakinan Keperawatan Komunitas.......................................................

1
1
2
3
3
4
4
4
8
9
10

B. Model Praktik Keperawatan Komunitas


1. Model Konseptual Betty Neuman..............................................................................................
2. Model Konseptual Self Care Dorothea Orem........................................................................
3. Model Konseptual Sistem Imogene M. King...........................................................................
4. Model Konseptual Adaptasi Calista Roy.................................................................................
5. Model Konseptual Manusia Sebagai Kesatuan Roger..........................................................
6. Model Konseptual Lingkungan Florence Nightingale...........................................................
7. Evolusi Teori Keperawatan komunitas....................................................................................

11
12
13
14
15
15
15

C. Peran, Fungsi dan Etika Keperawatan Komunitas


1. Peran Perawat...............................................................................................................................
2. Peran Perawat Komunitas..........................................................................................................
3. Fungsi Perawat Komunitas.........................................................................................................
4. Etika Dalam Keperawatan Komunitas.......................................................................................

16
17
19
20

D. Keperawatan Kelompok Khusus


1. Definisi............................................................................................................................................
2. Klasifikasi.......................................................................................................................................
3. Tujuan..............................................................................................................................................
4. Sasaran...........................................................................................................................................
5. Ruang Lingkup...............................................................................................................................
6. Prinsip Dasar Tindakan...............................................................................................................
7. Tahapan...........................................................................................................................................

21
21
22
22
24
24
24

E. Asuhan Keperawatan Komunitas


1. Pengkajian.......................................................................................................................................
2. Analisa data....................................................................................................................................
3. Diagnosa Keperawatan................................................................................................................
4. Perencanaan..................................................................................................................................
5. Implementasi..................................................................................................................................
6. Evaluasi............................................................................................................................................

26
28
29
30
33
34

Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

3
Yudi Abdul Majid

TINJAUAN MATA KULIAH


Mata kuliah ini mempelajari tentang konsep keperawatan komunitas, aspek keterkinian dalam
praktik keperawatan komunitas, masalah kesehatan masyarakat atau komunitas, strategi pemecahan
masalah kesehatan komunitas dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan
memanfaatkan berbagai sumber, kemampuan, dan teknologi kesehatan.
Setelah mengkikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu memahami masalah kesehatan dan
perilaku kesehatan komunitas serta sumber-sumber kekuatan yang ada pada masyarakat. Menyusun
perencanaan dalam mengatasi masalah kesehatan komunitas dengan menggunakan berbagai sumber
yang tersedia pada masyarakat dengan menggunakan minimal dua penelitian danM engimplementasikan
perencanaan dan mengevaluasi keberhasilannya dengan memperhatikan aspek legal etis.
Setelah mengikuti kegiatan proses pembelajaran keperawatan komunitas III, mahasiswa mampu:
1.

Memahamai konsep dasar keperawatan komunitas (Pengantar dan Sejarah, Definisi Komunitas dan,
Tujuan dan, Strategi Intervensi, Prinsip, Falsafah dan Asumsi dasar Keperawatan Komunitas)

2. Model konseptual keperawatan komunitas


3. Peran, fungsi dan etika keperawatan komunitas
4. Keperawatan kelompok khusus
5. Askep keperawatan komunitas (pengkajian, analisa skoring dan diagnosa, intervensi, implementasi
dan evaluasi keperawatan komunitas)
6. Sistem pelayanan kesehatan komunitas di Indonesia dan kebijakan pelayanan kesehatan
7.

Trend dan isu keperawatan komunitas

Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

4
Yudi Abdul Majid

BAB I
KONSEP DASAR KEPERAWATAN KOMUNITAS

A. Pendahuluan
Materi yang akan dibahas pada bab ini meliputi sejarah perkembangan Keperawatan Komunitas, Defenisi
Komunitas, Definisi Keperawatan Komunitas, Tujuan Keperawatan Komunitas, Strategi Intervensi, Prinsip
dan Palsafah Keperawatan Komunitas, Ruang Lingkup Keperawatan Komunitas, Perbedaan Keperawatan
Komunitas dan Klinis, Keyakinan dan Asumsi Keperawwatan Komunitas. Diharapkan setelah mempelajari
bab ini mahasiswa mampu memahami konsep dasar keperawatan Komunitas.

B. Penyajian
Sejarah Perkembangan Keperawatan Komunitas
Perkembangan keperawatan komunitas tidak lepas dari dua orang tokoh Yunani Asclepius dan Hegeia.
Terdapat perbedaan penanganan masalah oleh kedua tokoh ini dimana, Asclepius melakukan penanganan
masalah kesehatan pada masyarakat setelah terjadinya masalah atau penyakit tersebut terjadi,
sedangkan Hegeia melakukan penangan masalah kesehatan melalui pengaturan pola hidup seimbang,
pengaturan pola makanan, istirahat yang cukup, olahraga dan upaya lain untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan sebelum masalah tersebut terjadi.
Perbedaan pendekatan penanganan masalah kesehatan dari dua orang toko tersebut hingga saat ini
muncul dua aliran atau pendekatan penanganan masalah kesehatan dimasyarakat yaitu:
1.

Aliran ini cendrung menunggu terjadinya masalah kesehatan atau terjadinya penyakit (curatif) .

2. Aliran kedua lebih cendrung mengupayakan pada pencegahan penyakit ( preventif) dan peningkatan
kesehatan (healt promotion) sebelum terjadianya penyakit.

Periode Perkembangan Kesehatan Masyarakat


Sebelum ilmu pengetahuan (prescientific period)
Hal ini dapat dilihat dari sejarah kebudayaan di dunia (Bangsa Babilonia, Mesir, Yunani dan Romawi).
Sebelum mengenal ilmu pengetahauan sudah dibangun tempat pembuangan kotoran, pencatatan dan
Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

5
Yudi Abdul Majid

pelporan adanya binatang peliharaan yang menimbulkan bau atau bahaya, dilakukannya supervisi pada
tempat penjualan makanan dan minuman, tempat prostitusi.
Upaya kesehatan yang dilakukan pada periode ini antara lain:
1.

Sanitasi lingkungan dan higiene

2. Pembuangan kotoran manusia


3. Pengadaan air minum bersih
4. Pembuangan sampah
5. Ventilasi rumah yang sehat
Periode ilmu pengetahuan (scientific period)
Penanganan masalah kesehatan tidak hanya melihat dari aspek fisik saja tetapi sudah komprehensif
dan multisektoral. Pada periode ini telah ditemukan berbagai macam penyebab penyakit dan vaksin
sebagai pencegahan penyakit.
Upaya kesehatan yang dilakukan:
1.

Vaksinasi

2. Sterilisasi
3. Penyelidikan kesehatan masyarakat (sanitasi buruk, pembuangan kotoran manusia, sumber
air, air limbah, makanan yang dijual dipasar, sosial ekonomi masyarakat, lama waktu kerja,
penghasilan yang tidak mencukup kebutuhan hidup) .
4. Upaya kesehatan masyarakat semakin berkembang seiring dengan peningkatan ilmu dan
teknologi.
Definisi Komunitas
1.

Komunitas adalah suatu kelompok sosial yang ditentukan oleh batas-batas wilayah, nilai-nilai
keyakinan dan minat yang sama, rasa saling mengenal dan interaksi antara anggota masyarakat
satu dengan yang lainnya (WHO, 1974).

2. Sekumpulan orang yang saling bertukar pengalaman penting dalam hidupnya (Spradley, 1985).
3. Suatu kesatuan masyarakat yang menempati suatu wilayah dan berinteraksi menurut sistem adat
istiadat, serta terikat oleh rasa identitas suatu komunitas (Koentjaraningrat, 1990)

Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

6
Yudi Abdul Majid

4. Komunitas artinya sekelompok individu yang tinggal pada wilayah tertentu, memiliki nilai-nilai
keyakinan dan minat yang relatif sama, serta berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan.

Definisi Keperawatan Komunitas


1.

Suatu sentesis dari praktik keperawatan dan praktik kesehatan masyarakat yang diterapkan untuk
meningkatkan serta memelihara kesehatan penduduk (American Nurses Association, 1973).

2. Keperawatan komunitas mencakup perawatan kesehatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat


luas, membantu masyarakat mengidentifikasi masalah kesehatannya sendiri, serta memecahkan
masalah kesehatan tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada pada mereka sebelum mereka
meminta bantuan kepada orang lain (WHO, 1974).
3. Suatu upaya pelayanan keperawatan yang merupakan bagian integeral dari pelayanan kesehatan
yang dilaksanakan oleh perawat dengan mengikutsertakan tim kesehatan lainya dan masyarakat
untuk memperoleh tingkat kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat yang lebih baik (Dep Kes RI,
1986).
4. Rapat Kerja Keperawatan Komunitas tahun 1990 mendefenisikan Keperawatan Komunitas sebagai
suatu bidang keperawatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan
masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat secara aktif serta mengutamakan pelayanan
promottif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan
rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu yang ditujukan pada individu, keluarga, kelompok serta
masyarakat sebagai kesatuan utuh melalui proses keperawatan sehingga dapat meningkatkan upaya
kesehatan secara mandiri.

Tujuan Keperawatan Komunitas


Tujuan keperawatan komunitas adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, melalui upaya :
1.

Pelayanan keperawatan secara langsung (direct care) terhadap indivdu, kelurga, kelompok dan
masyarakat

2. Perhatian langsung terhadap kesehatan masyarakat dengan mempertimbangkan permasalaham dan


isu kesehatan masyarakat yang dapat mempengaruhi keluarga, individu dan kelompok.
Secara spesifik indivdu, kelurga, kelompok dan masyarakat mampu: mengidentifikasi masalah kesehatan
menetapkan masalah, merencanakan dan melaksanakan upaya pemecahan masalah dan mengevaluasi

Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

7
Yudi Abdul Majid

hasilnya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memelihara kesehatan
secara mandiri.

Sasaran Keperawatan Komunitas


Sasaran keperawatan komunitas adalah seluruh masyarakat baik secara individu, keluarga, kelompok,
khususnya orang-orang yang beresiko tinggi mengalami masalah kesehatan di masyarakat.
Contohnya
Kelompok dengan kebutuhan khusus sebagai akibat pertumbuhan dan perkembangan antara lain :
-

Kelompok bumil

- Kelompok Balita

Kelompok ibu bersalin

- Kelompok Anak usia sekolah

Kelompok ibu nifas

- Kelompok Lansia

Kelompok bayi

Kelompok dengan kesehatan khusus yang memerlukan pengawasan dan bimbingan serta askep.
-

Kelompok penderita penyakit kusta

Kelompok TB Paru

Kelompok Penyakit kelamin

Kelompok Penderita HIV/AIDS

Kelompok yang berisiko tinggi terkena penayakit


-

Penyalahgunaan obat dan narkotika

Wanita Tuna Susila (WTS)

- Pekerja Seks Komersial (PSK)


Strategi Intervensi Keperawatan Komunitas
1.

Proses Kelompok (Group Proses)

2. Pendidikan Kesehatan (Health Promotion)


3. Kerjasama (Partnership)

Prinsip Keperawatan Komunitas


1.

Kemanfaatan
Memberikan manfaat untuk masyarakat

2. Otonomi
Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

8
Yudi Abdul Majid

Masyarakat diberikan kebebasan untuk melakukan atau memilih alternatif terbaik yang
disediakan
3. Keadilan

Falsafah Keperawatan Komunitas


Merupakan pandangan mendasar tentang hakikat manusia dan esensi keperawatan yang menjadi
kerangka dasar dalam praktik keperawatan. Falsafah keperawatan komunitas berlandasakan pada
paradigma keperawatan yang terdiri dari 4 komponen dasar yaitu Manusia, kesehatan, lingkungan, dan
keperawatan.

Manusia

Keperawatan

Individu
Keluarga
Kelompok/Masyarakat

Kesehatan

3 Level Pencegahan

Sehat - Sakit
Lingkungan

Bio,Psiko,Sosial,Kultural, spiritual
Manusia
1.

Manusia sebagai klien adalah makhluk bio-psiko-sosial-kultural dan spiritual yang utuh dan unik,
dalam arti merupakan satu kesatuan utuh dari aspek jasmani dan rohani dan unik karena
mempunyai berbagai macam kebutuhan sesuai dengan tingkat perkembangannya. Artinya ketika
terjadi masalah kesehatan tidak cukup hanya dengan memberi obat saja namun perlu diselidikan dan
upaya baik dari aspek fisik, metal maupun sosial. Sehingga sangat perlu memahami hierarki
kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow.

Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

9
Yudi Abdul Majid

2. Individu sebagai klien


Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh dari aspek biologi, psikologi,
sosial dan spiritual.
Peran perawat pada individu sebagai klien, pada dasarnya memenuhi kebutuhan dasarnya mencakup
kebutuhan biologi, social, psikologi dan spiritual karena adanya kelemahan fisik dan mental,
keterbatasan pengetahuan, kurang kemauan menuju kemandirian pasien/klien.
3. Keluarga sebagai klien
Keluarga: unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang
berkumpul serta tinggal disuatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan (
Dep.Kes, 1988). Alasan keluarga sebagai focus pelayanan.
-

Keluarga adalah unit utama dalam masyarakat dan merupakan lembaga yang menyangkut
kehidupan masyarakat

Keluarga sebagai suatu kelompok dapat menimbulkan, mencegah, memperbaiki atau


mengabaikan masalah kesehatan dalam kelompoknya sendiri.

Masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan.Begitu juga dalam upaya merawat anggota
keluarga sakit

4. Masyarakat sebagai klien


Masyarakat: Kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tetentu
yang bersifat terus menerus dan terikat oleh suatu indentitas bersama
Ciri-ciri:
-

Interaksi antar warga

Diatur oleh adat istiadat, norma, hukum dan peraturan yang khas

Suatu komunitas dalam kurun waktu tertentu

Identitas yang kuat mengikat semua warga

5. Komunitas sebagai klien


Klien pada wilayah tertentu yang memiliki nilai, keyakinan, minat relatif sama dan berinteraksi untuk
mencapai tujuan. Klien dengan perhatian khusus pada kasus risiko tinggi, daerah terpencil, konflik,
rawan, kumuh

Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

10
Yudi Abdul Majid

Lingkungan
1.

Lingkungan merupakan komponen dari paradikma keperawatan yang mempunyai implikasi besar
terhadap kelangsungan hidup/kesehatan masyarakat.

2. Lingkungan disini meliputi: Lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi klien (komunitas)
mencakup lingkungan biologis, psikologis, sosial, kultural & spiritual.
3. Untuk memahami hubungan lingkungan dengan kesehatan masyarakat (individu, keluarga, kelompok
dan masyarakat) dapat digunakan model segitiga agen-hospes-lingkungan yang dikemukakan oleh
Leavell tahun 1965.

Model Ekologi (ecologic model) atau segitiga epidemiologi (Host Agent Environment)

HOST

AGENT

LINGKUNGAN

Ketika terjadi gangguan keseimbangan dari interaksi tersebut host akan dirugikan atau sakit. Kondisi ini
terjadi ketika lingkungan memberikan kesempatan agent untuk berkembang, begitu juga ketika daya
tahan host menurun Menjadi faktor terjadinya masalah kesehatan.
Keperawatan

Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

11
Yudi Abdul Majid

Pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat terhadap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
yang mempunyai masalah kesehatan meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan
menggunakan proses keperawatan untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal.
Kesehatan
1.

Sehat didefinisikan sebagai kemampuan melaksanakan peran dan fungsi dengan efektif (Parson).

2. Kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah kepada kreatifitas, konstruktif dan produktif
(Paplau).
3. Menurut HL Bloom ada 4 faktor yang mempengaruhi kesehatan

Keturunan

Perilaku

Pelayanan kesehatan

Lingkungan

Perbedaan Pelayanan Kep. Klinis dan Komunitas


Aspek

Perbedaan
Klinik

Tempat Kegiatan

Klinik, Bangsal Perawatan

Komunitas
Puskesmas, Rumah, Sekolah, Panti,
Perusahaan

Tipe Klien

Orang sakit, meninggal

Orang sehat, sakit, meninggal

Ruang lingkup

Kuratif / pencegahan

Promotif / peningkatan kesehatan

pelayanan

rehabilitatif / pemulihan

Preventif /pencegahan
Kuratif , Rehabilitatif
Resosiasi/pengembalian fungsi sosial pada
masyarakat

Fokus perhatian

Rasa aman selama sakit

Peningkatan kesehatan
Pencegahan penyakit

Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

12
Yudi Abdul Majid

Sasaran pelayanan

Individu

Masyarakat (Individu, keluargga, klp.


Khusus, masy)

Kontak / hub

Jarak Ptgs kes dengan

Hub Ptgs kes dengan pasien/sasaran

dengan sasaran

pasien/sasaran cendrung jauh

bersifat kemitraan

Sifat Tindakan

Bersifat reaktif, artinya

Bersifat proaktif, artinya tidak menunggu

menunggu masalah datang

masalah, tetapi mencari masalah

Penanganan

Dalam menangani pasien/klien

Dalam menangani klien atau pasien

Masalah

cendrung melihat kepada

pendekatan secara holistik

sistem Biologis/fisiologis

Ruang Lingkup Keperawatan Komunitas


1.

Promotif : Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu, keluarga, kelompok
dan masyarakat dengan jalan:
Penyuluhan kesehatan
Peningkatan gizi
Pemeliharaan kesehatan perorangan
Pemeliharaan kesehatan lingkungan
Olahraga
Rekreasi
Pendidikan seks

2. Preventif : Upaya preventif untuk mencegah terjadinya penyakit dan gangguan kesehatan pada
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat melalui kegiatan:
Imunisasi
Pemeriksaan kesehatan berkala melalui posyandu, puskesmas dan kunjungan rumah
Pemberian vitamin A, Iodium
Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

13
Yudi Abdul Majid

Pemeriksaan dan pemeliharaan kehamilan, nifas dan meyusui


3. Kuratif : Upaya kuratif bertujuan untuk mengobati anggota keluarga yang sakit atau masalah
kesehatan melalui kegiatan:
Perawatan orang sakit dirumah
Perawatan orang sakit sebagai tindak lanjut dari Pukesmas atau rumah sakit
4. Rehabilitatif : Upaya pemulihan terhadap pasien yang dirawat dirumah atau kelompok-kelompok
yang menderita penyakit tertentu seperti TBC, kusta dan cacat fisik lainnya melalui kegiatan:
Latihan fisik pada penderita kusta, patah tulang
Fisioterapi pada penderita stroke, batuk efektif pada penderita TBC dll
5. Resosialitatif : Adalah upaya untuk mengembalikan penderita ke masyarakat yang karena
penyakitnya dikucilkan oleh masyarakat seperti, penderita AIDS, kusta dan wanita tuna susila.

Asumsi Dasar Keperawatan Komunitas


1.

Sistem pelayanan kesehatan bersifat kompleks

2. Pelayanan kesehatan primer, sekunder, dan tersier, merupakan komponen sistem pelayanan
kesehatan
3. Keperawatan merupakan subsistem pelayanan kesehatan, dimana hasil pendidikan dan penelitian
melandasi paraktik
4. Fokus utama adalah keperawatan primer, sehingga keperawatan komunitas perlu dikembangkan
ditatanan kesehatan utama.

Keyakinan Keperawatan Komunitas


Keyakinan yang mendasari praktik keperawatan komunitas di antaranya :
1.

Pelayanan kesehatan sebaiknya tersedia, dapat dijangkau dan dapat diterima semua orang.

2. Penyusunan kebijakan seharusnya melibatkan penerimaan pelayanan (komunitas)


Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

14
Yudi Abdul Majid

3. Antara pemberi pelayanan (perawat) dan penerima (komunitas) perlu terjalin kerjasama yang baik.
4. Lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan komunitas, baik bersifat mendukung maupun
menghambat untuk itu perlu diantisipasi
5. Pencegahan penyakit dilakukan dalam upaya meningkatkan kesehatan
6. Kesehatan merupakan tanggung jawab setiap orang.

C. Penutup
Untuk melihat pemahaman mahasiswa/i dalam mempelajari bab ini, indikatornya adalah dengan melihat
1.

Kemampuan mahasiswa mejawab secara lisan dengan benar beberapa pertanyaaan berikut ini :
a. Jelaskan definisi Keperawatan Komunitas
b. Tujuan Keperawatan Komunitas
c. Strategi Intervensi
d. Prinsip dan Palsafah Keperawatan Komunitas
e. Ruang Lingkup Keperawatan Komunitas
f.

Perbedaan Keperawatan Komunitas dan Klinis

g. Keyakinan dan Asumsi Keperawwatan Komunitas


Kemudian
2. Kemampuan mahasiswa menjawab dengan tepat dan benar soal-soal ujian (Kuis, UTS atau UAS).

Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

15
Yudi Abdul Majid

DAFTAR PUSTAKA
Anderson, E.T. & Mc. Farlane, J.M. (2000). Community as partner. Philadelphia:
J.B. Lippincott Company.
Freeman, R., & Heirinch, J. (1981). Community nursing practice. Philadelphia:
W.B. Saunders.
Higgs, Z.R., & Gutafson, D.D. (1985). Community as client: Assessment and
diagnosis. Philadelphia: F.A. Davis Co.
Mc. Murray, A. (1993). Community health nursing: Primary health care in
practice. Melbourne: Churchill Livingstone.
Pender, N.J. (1987). Health promotion in nursing practice. (2nd Ed.). Norwalk:
Appleton & Lange.
Stanhope, M & Lancaster, J. (1995). Community health nursing: Process and
practice for promoting health. St. Louois: Mosby Year Book.

Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

16
Yudi Abdul Majid

DAFTAR ISTILAH (SENARAI)

1.

Prescientific Period

: Sebelum Ilmu Pengetahuan

2. Promotif

: Upaya peningkatan status kesehatan

3. Preventif

: Upaya pencegahan masalah kesehatan

4. Curatif

: Upaya pengobatan

5. Partnership

: Kerjasama

5. Group Proses

: Proses kelompok

6. Pendidikan Kesehatan

: Upaya peningkatan pengethuan lansia tetrkait


dengan penelitian abi.

2. Partnership

: Kerja sama

Modul Keperawatan Komunitas III PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang

17
Yudi Abdul Majid