Anda di halaman 1dari 27

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN

SOFTWARE SCILAB

Disusun oleh:
Team Asisten
Laboratorium Komputasi Proses 2016

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2016

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

SOAL LATIHAN AKAR-AKAR PERSAMAAN

SOAL LATIHAN 1
Panas penguapan Isooktana memiliki kolerasi dengan suhu mutlaknya sebagai berikut:

H VAP A . (1 T / Tc) n
Dimana Delta H dalam KJ/mol dan T dalam Kelvin.
Diberikan data sebagai berikut:
A = 43,901
Tc = 3200C
n

= 0,3

Hitunglah pada suhu berapa Celcius 230 Kg Isooktana membutuhkan panas 67 MJ untuk
penguapan ?
(dengan Ar C = 12, dan H = 1)
Penyelesaian :
Scipad

Run di Console

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

SOAL LATIHAN 2
Apel dengan ukuran 90 cm2 dikeringkan dengan udara pada suhu basah (Ti) 80 oF.
Dimana, Kecepatn massa (G) = 617 lb/ft2-jam
Laju pengeringan konstan(Rc) = 0,083lb /ft2-jam
= 1049 /
Perkirakan suhu keringnya (T)?
= 0,0128 0,8
=
=
Penyelesaian:
Scipad

Run di Console

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

SOAL LATIHAN 3
Reaktor fluidisasi bekerja pada P tetap dengan tinggi unggun maksimum (Lm) 2m,
porositas unggun minimum (m) 0,45. Hitung porositas unggun terfluidisasi () dan tinggi
unggun terfluidisasi jika diketahui persamaan yang berlaku:
= (1 )
= (1 )
3
1
3

=
1
0 =

Diketahui Vm : Vo = 1:2
Penyelesaian:
Scipad 1
function y=porositas(E)
Lm=2;
Em=0,45;
Vo=E^3/(1-E);
Vm=0,5*Vo;
y=0.331-0.331*E-E^3;
endfunction
Scipad 2
Em=0.45;
Lm=2;
deltaP=(1-Em)*Lm;
E=fsolve(0.5,porositas)
L=deltaP/(1-E)
Run di Console
E =
0.5356589
L =
2.3689484

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

SOAL LATIHAN PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA

SOAL LATIHAN 1
Tiga tangki yang disusun seri diguakan untuk memanaskan minyak mentah sebelum
diumpankan ke fraksinator untuk pemisahan lanjut.

Pada saat awal, masing-masing tangki diisi dengan 1000 kg minyak pada suhu 20C.
Steam jenuh pada suhu 250C dikondensasikan di dalam koil yang tercelup pada masing masing tangki. Minyak diumpankan ke tangki pertama dengan laju yang sama. Suhu
minyak umpan adalah 20C. Tangki dilengkapi pengaduk sehingga pencamuran didalam
tangki dianggap sempurna, dan suhu di dalam tangki seragam. Demikian juga dengan suhu
aliran keluar tangki sama dengan suhu di dalam tangki. Kapasitas kalor minyak, Cp = 2,0
kJ/kg. Laju perpindahan panas dari steam ke minyak tiap tangki dinyatakan dengan
persamaan sebagai berikut:
Q = Ua(Tstream T)
Dimana Ua = 10 kJ min-1(C)-1, yaitu perkalian antara koefisien transfer panas dan luas
area perpindahan panas koil untuk masing-masing tangki.
Tentukan suhu steady state di tiap tangki, dan berapa interval waktu yang dibutuhkan agar
T3 mencapai 99 % kondisi stedy statenya pada saat start up?
Asumsi:
a. Laju alir minyak menuju masing-masing tangki dianggap sama, sehingga:
(W0 = W1 = W2 = W3 = W).
b. Densitas minyak konstan, sehinga jumlah (massa dan volum) minyak di dalam
masing-masing tangki sama dan konstan (M1 = M2 = M3 = M)

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

Penyelesaian:
Algoritma
Disusun neraca panas unsteady state untuk masing masing tangki.
Untuk tangki 1:
Panas Akumulasi = Panas masuk Panas keluar

Persamaan di atas dapat disusun kembali sebgai berikut:

Untuk tangki 2:

Untuk tangki 3:

Scipad

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

Hasil Running Program

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

SOAL LATIHAN 2
Pada proses pembuatan biodiesel dengan reaksi transesterifikasi, minyak biji bunga
matahari direaksikan secara batch dengan methanol dengan rasio molar methanol terhadap
minyak adalah 6:1. Reaksi dijalankan pada fase cair dengan bantuan katalis NaOH.
Menurut Klofutar (2010) reaksi didekati dengan reaksi multi tahap sebagai berikut:

Dimana, TG

= trigliserida

CH3OH = methanol

DG

= digliserida

MG

= monogliserida

= glisero

ME

= metil ester

Berapa konsentrasi setiap komponen setelah reaksi dijalankan selama 120 menit, jika
konsentrasi trigliserida dan methanol mula mula adalah 0,4721dan 0,8 mol/L?
Nilai konstanta laju rekasi pada suhu 50C adalah:

k1 = 0.0727;

k2 = 0,1569;

k3 = 0,0956;

k4 = 0,0213;

k5 = 0,0638;

k6 = 0,0083;

k7 = 0,00026;

k8 = 0,0000022

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

Penyelesaian:
Algoritma
Persamaan neraca massa untuk masing masing komponen dapat dituliskan:

Dengan CTG, CDG, CMG, CG, CME CMOH masing masing adalah konsentrasi trigliserida,
digliserida, monogliserida, gliserol, metil ester dan methanol.

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

Scipad

Run di Console

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

SOAL LATIHAN 3
Suatu reaksi kompleks terjadi di dalam reaktor CSTR semi batch:
+ <

1
> 2 +
2

+ <

3
> 3 + 2
4

Umpan reaktor pada sistem ini dilakukan secara terus menerus (kontinyu) sedangkan
output dilakukan sekali (batch). Berdasarkan penelitian reaksi di atas mempunyai tinjauan
kinetika sebagai berikut:
k1 = 10 L/mol.jam
k2 = 3 L/mol.jam
k3 = 4 L/mol.jam
k4 = 1 L/mol.jam
Ci = n/Vr, danVr = Q.t + V0
Hitunglah jumlah mol masing masing senyawa setelah periode 10 menit dan buatlah
profilnya tiap interval waktu 10 detik. Apabila, flow rate umpan reaktor dijaga konstan
sebesar 20 liter/detik, dan pada keadaan awal volume reaktor adalah (V0) = 100 liter,
dengan konsentrasi CA0 = 10 mol/liter, CB0 = 15 mol/liter, dan CS0 = 5 mol/liter.
Pertanyaan:
a. Bagaimana profil konsentrasi senyawa - senyawa yang terlibat untuk tiap
interval 10 detik?
b. Berapa jumlah mol masing masing senyawa pada menit ke-10?
c. Berapa jumlah mol maksimum yang dapat dicapai oleh senyawa S?
d. Berapa jumlah mol senyawa P pada menit ke-5?
Penyelesaian:
Algoritma
r1 = k1.Ca.Cb

dCb/dt = r2+r4-r1-r3

r2 = k2.Cr2..Cs

dCr/dt = r1 - (1/2).r2

r3 = k3.Ca.Cb

dCs/dt = r1 - r2

r4 = k4. Cp3.Cq2

dCp/dt = r3 - (1/3)r4

dCa/dt = r2+r4-r1-r3

dCq/dt = r3 - (1/2)r4

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

Scipad

dna/dt = Vr(r2 + r4 - r1 -r3)

dns/dt = Vr (r1 - r2)

dnb/dt =Vr ( r2 + r4 - r1 - r3)

dnp/dt = Vr (r3 - (1/3)r4)

dnr/dt = Vr (r1 - (1/2).r2)

dnq/dt = Vr (r3 - (1/2)r4)

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

Hasil Running Program

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

SOAL LATIHAN REGRESI LINEAR

SOAL LATIHAN 1
Harga konduktivitas alumunium pada berbagai temperatur:
T (K)
k (Btu/h.ft.oF)

300
273

400
240

500
237

600
232

800
220

Model matematika yang dapat mewakili hubungan temperatur terhadap konduktivitas:


k = aoT + a1
Hitunglah nilai ao dan a1.
Penyelesaian:
Algoritma
Persamaan k = aoT + a1 setara dengan persamaan umum regresi linear yaitu y = ax + b
Penyelesaian penyetaraan satuan temperatur Kelvin ke Fahrenheit:
9
() = ( (() 273)) + 32
5
Scipad
clear
clc
TK=[300 400 500 600 800];
k=[273 240 237 232 220];
TF=(9/5*(TK-273))+32;
y=k;
x=TF;
[a,b]=reglin(x,y);
a0=a
a1=b
pers=poly([b a],'x','coeff')
yhit=horner(pers,x);

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

TK=TK';
x=x';
y=y';
yhit=yhit';
disp('T(K) k

khit')

disp([TK y yhit])
clf
plot2d(TK,y,-1)
plot2d(TK,yhit,5)
xtitle('Hubungan

Temperatur

(Btu/h.ft.F)')

Hasil Running Program

terhadap

Konduktivitas','Suhu

(K)','Konduktivitas

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

SOAL LATIHAN 2
Suatu percobaan dilakukan untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap kelarutan
Asam sulfat (H2SO4) dalam air. Setiap penurunan suhu 11o C larutan H2SO4 tersebut
diambil sebanyak 5 ml dan dititrasi dengan NaOH 0,5 M. Berikut data volume NaOH yang
dibutuhkan pada tiap penurunan suhu:
Temperatur (K)
Volume NaOH (ml)

339
4,1

328
2,9

317
3,2

306
2,7

295
2

284
1,5

Berdasarkan data diatas, jika diketahui persamaan vant hoff sebagai berikut :
ln

2
Dimana : R

= tetapan gas ideal (1,987 kal/g mol K)

H = panas pelarutan zat per mol (kal/g mol)


S

= kelarutan (Molar)

= suhu (K)

Berapakah nilai panas pelarutan zat per mol (H) serta tampilkan dalam tabel dan plotkan
ke dalam grafik hubungan antara suhu dan kelarutan dari data dan hasil perhitungan!
Penyelesaian:
Algoritma

S didapat dari : M H2SO4=

Linierisasi persamaan

ln
=

ln =
ln =
y

maka, y = In S

2
1
. +

a x +b

24

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

x =

b=b
Scipad
clear
clc
Ma=0.5;
Va=5;
R=1.987;
TK=[339 328 317 306 295 284];
V=[4.1 2.9 3.2 2.7 2 1.5];
//y=lnS=ln(Ma*Va/V)
y=[-0.4947 -0.1484 -0.2469 -0.0770 0.2231 0.5108];
x=[1/339 1/328 1/317 1/306 1/295 1/284];
[a,b]=reglin(x,y);
deltaH=-a*R
b=b
pers=poly([b a],'x','coeff')
yhit=horner(pers,x);
TK=TK';
x=x';
y=y';
yhit=yhit';
disp('T(K)

lnS

lnShit')

disp([TK y yhit])
clf
plot2d(TK,y,-1)
plot2d(TK,yhit,5)
xtitle('Hubungan 1/T terhadap lnS','1/T','lnS')

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

Hasil Running Program

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

SOAL LATIHAN 3
Larutan A dimasukkan ke dalam reaktor batch membentuk produk R menurut persamaan
stoikiometri . Konsentrasi A dalam reaktor terhadap berbagai waktu ditunjukkan
sebagai berikut:
t, min
CA, mol/m3

100

200

300

400

1000

500

333

250

200

a. Berapa nilai konsentrasi A mula-mula dan konstanta kecepatan reaksi diatas!


b. Jika nilai CA0=500 mol/m3, tentukan konversi setelah 5 jam bereaksi!
c. Tampilkan dalam tabel dan plotkan ke dalam grafik data hasil percobaan dan
perhitungan!
Penyelesaian:
Algoritma
Menyusun persamaan kecepatan reaksi

ln 0 =
ln = + 0
= +

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

Scipad
clear
clc
t=0:100:400;
CA=[1000 500 333 250 200];
y=log(CA);
[a,b]=reglin(t,y);
k=-a
CA0=b
pers=poly([b a],'t','coeff');
yhit=horner(pers,t);
t=t';
y=y';
yhit=yhit';
disp(" t

ln CA

ln CA hitung")

disp([t y yhit])
clf
plot2d(t,y,-1);
plot2d(t,yhit,1);
xtitle("Hubungan Waktu & Konsentrasi","Waktu","Konsentrasi");
CA0=500;
t2=5*60;
XA=1-exp(-k*t2)

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

Hasil Running Program

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

SOAL LATIHAN SISTEM PERSAMAAN SIMULTAN

SOAL LATIHAN 1
Aliran suatu fluida cair pada pipa memberikan beberapa data dari persamaan DArcy
sebagai berikut:
f
L (ft)
f^0.35
L^4
f^0.49
L^5
f^0.54
L^9
Dengan persamaan DArcy:

D (ft)
D^0.15
D^0.25
D^0.35

V (ft/s)
50
55
65

. . 2
=

Tentukan f, L, dan D!
Penyelesaian:
Algoritma
. . 2
=

log = log + log + log 2 log


log log 2 = log + log log
log

Scipad

= log + log log


2

F
2120
3120
4120

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

Run di Console

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

SOAL LATIHAN 2
Suatu kolom distillasi digunakan untuk memisahkan 10,000 kg campuran benzene-toluene
(50% - 50%). Produk atas mempunyai komposisi 95% benzene dan 5% toluene. Produk
bawah mempunyai komposisi 4% benzene dan 96% toluene. Uap masuk kondenser hasil
atas dengan kecepatan 8000 kg/jam, sebagian dari produk dikembalikan lagi ke dalam
kolom sebagai refluks (R). Tentukan laju alir distilat (D), laju alir residu (W), serta jumlah
produk yang di refluks (R).
Penyelesaian:
Algoritma
Neraca Massa Total:
F

=D+W

10,000 = D + W ........................................(1)
Neraca Massa Benzene:
F. XF = D.XDb + W.XWb
5,000 = 0.95 D + 0.04 W...........................(2)
Neraca Massa Sekitar Condenser:
8000 = D + R.............................................(3)
Persamaan persamaan diatas ditulis kembali dalam bentuk matriks:
1
[0.95
1
Scipad

1
0

10,000
0.04 0] [ ] = [ 5000 ]
0
1

8000

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

Run di Console

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

SOAL LATIHAN 3
Hubungan parameter - parameter transfer massa dapat dinyatakan dengan bilangan tak
berdimensi. Diketahui data percobaan sebagai berikut:
Sherwood

Reynold

Schmitd

43.7

10800

0.6

21.5

5290

0.6

24.2

3120

1.8

Persamaan transfer massa :Sh = K1 + ReK2 + ScK3


Tentukan K1, K2, K3 !
Penyelesaian:
Linierisasi Persamaan
Scipad

Run di Console

=> Log(Sh) = Log(K1) + K2 log(Re) + K3 log(Sc)