Anda di halaman 1dari 4

Laporan kunjungan ke kantor pos kebon rojo, gereja

katolik kelahiran santa perawan maria, hotel


majapahit
Pada tanggal 1 February 2013 Alfonso, Madeline,
Analicia, Raynaldo dari Sekolah Ciputra mengadakan
kunjungan ke Kantor Pos Kebon Rojo, Gereja katolik Santa
Perawan Maria(Gereja Kepanjen), Hotel Majapahit, untuk
mempelajari riwayat gedung gedung bersejarah di
Surabaya, mengamati arsitektur lama di surabaya. Dan
mewawancarai nara sumber di gedung gedung tersebut.
Kita semua didampingi oleh Bu Ani. Kita berangkat
memakai mobilnya Analicia.

Di Kantor Pos Kebon Rojo kita mewawancarai nara


sumber tentang sejarah kantor pos dan opininya tentang
gedung gedung bersejarah di seluruh Surabaya. Kita
mengobservasi Kantor Pos Kebon Rojo dari depan sampai
belakang. kita mengambil foto untuk membuktikan bahwa
kita melakukan wisata, dan mewawancarai nara sumber.
Kita juga mengamati seninya dari arsitektur gedung itu.
Dulu pada zaman penjajahan belanda, gedung ini
dipakai untuk sekolah setingkat dengan SMP dan SMA
zaman sekarang. Pada suatu masa yang berbeda gedung
ini juga pernah dipakai untuk gudang perbekalan senjata
untuk perang. Presiden soekarno, proklamator dan
presiden pertam RI, pada masa mudanya pernah juga
menerima pendidikan di tempat itu.

Kita mendapatkan banyak informasi di Kantor Pos Kebon


Rojo tentang gedung gedung bersejarah.
Disamping itu kami juga mendapatkan banyak cerita dan
informasi tentang gedung gedung bersejarah yang lain.

Dari kantor pos ini persis di belakangnya, terdapat


gereja kepanjen. Gereja kepanjen bisa dijangkau dengan
berjalan kaki sekitar tiga menit saja.
Gereja Kepanjen ini mempunyai arsitektur yang unik,
megah, bergaya klasik eropa abat pertengahan. Dengan
tekstur batu bata merah yang kelihatan tanpa lapisan
semen. Dari wawancara kami dengan administrator
gereja, Bapak Freddy kami mengetahui bahwa di sini
dibangun gereja pertama kali sekitar tahun 1822 oleh
Pastor Wanders. Pak Freddy menambahkan bahwa
bangunan gereja yang lama pernah terbakar hangus dan
kemudian dibangun ulang. Kami mengambil foto gereja ini
dari beberapa sudut berbeda. Saya melihat bahwa
bangunan ini terpelihara dengan sangat baik. Gedung ini
masih digunakan untuk ibadat dan misa (perjamuan umat
katolik). Misa diadakan setiap pagi jam 5.30 dan sore hari
jam6.00. misa hari minggu diadakan 4 kali.
Siang semakin terik perut terasa lapar selesai
mengunjungi Gereja Kepanjen, kami menuju ke jembatan
merah plaza untuk makan siang. Dari sini kami

melanjutkan perjalanan ke hotel majapahit. Selama


perjalanan menuju ke hotel kami melihat ada banyak
gedung gedung kuno, peninggalan sejarah yang dibangun
pada zaman belanda.

Hotel Majapahit terletak di jalan tunjungan. Hotel ini


dibangun sekitar tahun 1910 oleh keluarga Sarkish. Dari
wawancara dengan ibu staff PR hotel ini dulu disebut hotel
Oranje fungsinya memang hotel tetapi untuk orang orang
belanda. Kami mengambil beberapa foto bagian dari hotel
ini. Hotel ini besar, megah, namun sekaligus tidak mewah.
Kami melihat setiap bagian dari gedung hotel ini
terpelihara dengan sangat bagus. Hotel Majapahit ini
sekarang termasuk hotel bertaraf international bintang
lima. Siapa saja boleh menikmati dan tinggal di hotel ini.
Tarif hotel ini mulai dari harga Rp.1.500.000,00.
Konklusi:
Hampir satu hari menjelajah sebagian Kota Surabaya dan
mengunjungi beberapa gedung kuno yang bersejarah
perasaan kami sangat senang. Kami selangkah maju
dengan mengetahui sejarah gedung tersebut. almarhum
presiden Soekarno berkata: jangan sekali kali

meninggalkan sejarah(jasmera). Artinya bahwa mengenal


dan memahami sejarah bangsa adalah sangat penting.
Harapan kami adalah kita semua mau tahu dan ikut
memelihara warisan sejarah ini; terlebih harapan untuk
pemerintah supaya memberi perhatian untuk gedung
gedung bersejarah yang dijadikan cagar budaya.