Anda di halaman 1dari 12

A.

Instrumen Non-tes
Untuk melakukan penilaian diperlukan instrument penilaian yang relevan atau sesuai
dengan tujuan pembelajaran. Dengan menggunakan instrument yang sesuai, maka akan dapat
tercapai hasil penilaian yang optimal. Tujuan pembelajaran harus sesuai dengan tujuan
kurikulum harus sesuaidengan tujuan institusional danntujuan nasional.
Untuk mengetahui keberhasian proses pembelajaran

tidak

selalu

dengan

menggunakan alat tes, karena ada aspek kemampuan lain yang tidak bisa dinilai dengan
tes,misalnya tentang sikap, kebiasaan bekerja, kejujuran dan lain-lain.
Teknik penilaian non-tes berarti melaksanakan penilaian pada pembelajaran dengan
tidak melakukan es, tetapi menilai kepribadian anak keseluruhan yang meliputi aspek afektif,
kognitif, dan psikomotorik. Selain aspek tersebut, penilaian juga dilakukan melalui berbagai hal,
seperti dari ucapan, riwayat hidup, sosial, dan lain sebagainya, yang berhubungan dengan
kegiatan belajarn dalam ruang lingkup pendidikan, baik individu maupun kelompok. Berikut ini
beberapa jenis instrument non-tes.
1. Observasi (Pengamatan)
Observasi merupakan suatu teknik penilaian non-tes yang dilakukan secara
langsung terhadap siswa dengan memperlihatkan tingkah lakunya. Secara umum, observasi
adalah cara menghimpun berbagai bahan keterangan (data) yang dilakukan dengan pengamatan
dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena sebagai sasaran yang dapat dilakukan di
dalam ruang belajar (kelas), lapangan upacara, dan ruang lingkup sekolah lainnya.
Observasi dapat dilakukan pada berbagai tempat, misalnya kelas pada waktu
pelajaran, di halaman seolah pada waktu bermain, di lapangan pada waktu murid olahraga,
upacara, dan lain-lainnya. Menurut jenisnya, observasi terbagi menjadi 3, yaitu observasi
langsung, dengan alat (tidak langsung), dan partisipasi. Sedangkan, menurut cara dan tujuannya,
observasi juga dibedakan menjadi 3 macam :
a. Observasi partisipan dan non-partisipan. Observasi partisipan merupakan observasi
yang dilakukan oleh pengamat, tetapi dalam pengamatan itu, pengamat memasuki dan
mengikuti

kegiatan

kelompok

yang

sedang

diamati.

Observasi

partisipan

dilaksanakan sepenuhnya jikapengamat betul-betul mengikuti kegiatan kelompok,


bukan hanya pura-pura. Dengan demikian, ia hanya menghayati dan merasakan
seperti hal yang dirasakan orang-orang dalam kelompok yang diamati. Sedangkan,
observasi nonpartisipan, observasi tidak mengambil bagian dalam kegiatan yang
dilakukan oleh objek atau evaluator yang berada di luar garis seolah-olah sebagai

penonton belaka. Contoh observasi partisipan, yaitu guru mengamati setiap anak. Jika
observasi nonpartisipan, guru hanya sebagai pengamat dan tidak ikut bermain.
b. Observasi sistematik dan observasi nonsistematik. Observasi sistematik merupakan
observasi di mana berbagai factor yang diamati sudah didaftarkan secara sistematis
dan diatur menurut kategorinya. Sedangkan, observasi nonsistematik adalah apabila
dalam pengamatan tidak terdapat struktur kategori yang akan diamati. Berbeda
dengan observasi partisipan, dalam observasi sistematik ini pengamat berada di luar
kelompok. Dengan demikian, pengamat tidak dibingungkan oleh situasi yang
melingkupi dirinya. Contoh observasi sistematis, misalnya guru yang sedang
mengamati anak-anak menanam bunga. Di sini, sebelum guru melaksanakan
observasi, sudah membuat berbagai kategori yang akan diamati, misalnya kerajinan,
kesiapan, kedisiplinanan, ketangkasan, kerja sama, dan kebersihan. Kemudian,
berbagai kategori itu dicocokkan dengan tingkah laku murid dalam menanam bunga.
Sedangkan, bila observasi nonsistematis,guru tidak membuat kategori-kategori, tetapi
langsung mengamati anak yang sedang menanam bunga.
c. Observasi eksperimental. Observasi eksperimental terjadi jika pengamat tidak
berpartisipasi

dalam

kelompok.

Observasi

eksperimental

dilakukan

secara

nonpartisipasif, tetapi sistematis. Dalam hal ini, ia dapat mengendalikan unsur-unsur


penting dalam situasi sedemikian rupa, sehingga situasiitu dapat diatur sesuai tujuan
evaluasi.
Berikut tujuan observasi sebagai alat evaluasi :
a. Menilai minat, sikap, dan nilai yang terkandung dalam diri siswa.
b. Melihat proses kegiatan yang dilakukan oleh siswa maupun kelompok
c. Suatu tes essay (objektif) tidak dapat menunjukkan seberapa jauh kemampuan
siswa dapat menjelaskan pendapatnya secara lisan, dalam bekerja kelompok dan
mengumpulkan data.
Untuk mencapai tujuan tersebut, observasi yang baik dan tepat harus memilliki sifatsifat tertentu. Berikut sifat-sifat tersebut :
a.
b.
c.
d.

Hanya dilakukan sesuai tujuan pengajaran.


Direncanakan secara sistematis.
Hasilnya dicatat dan diolah sesuai tujuan.
Dapat diperiksa validitas, reabilitas, dan ketelitiannya.

Berikut beberapa kelebihan observasi sebagai alat penilaian non-tes :


a. Observasi dapat memperoleh data sebagai aspek tingkah laku anak
b. Dalam observasi, memungkinkan pencatatan yang serempak dengan terjadinya
suatu gejala atau kejadian yang penting
c. Observasi dapat dilakukan untuk melengkapi dan mengecek data yang diperoleh
dari teknik lain, misalnya wawancara atau angket.
d. Observasi tidak perlu menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan objek
yang diamati. Bila menggunakannya, hanya sebentar dan tidak langsung
memegang peran.
Selain kelebihan tersebut, observasi juga memiliki kelemahan. Berikut kelemahan
observasi:
a. Observasi tidak dapat mengungkapkan kehidupan pribadi seseorang yang sangat
dirahasiakan.

Apabila

seseorang

yang

diamati

sengaja

merahasiakan

kehidupannya, tidak dapat diketahui dengan observasi, misalnya mengamati anak


yang menyanyi, ia kelihatan bergembira, lincah, tetapi belum tentu hatinya
gembira. Mungkin sebaliknya, ia sedih dan luka, tetapi dirahasiakan.
b. Apabila objek yang diobservasi mengetahui bila sedang diobservasi, makan tidak
mustahil tingkah lakunya dibuat-buat agar observer merasa senang.
c. Observer banyak tergantungpada berbagai factor yang tidak dapat dikontrol
sebelumnya.

Berikut ini adalah contoh format lembar observasi.


FORMAT LEMBAR OBSERVASI
PENGUKURAN KEEFEKTIFAN PESERTA DISKUSI
Lembaran ini diisi oleh guru atau pengamat waktu istirahat ataupun setelah diskusi
berakhir. Lembaran ini mencatat keefktifan setiap peserta diskusi dalam empat
kriteria. Tulislah angka-angka yang tepat di belakang pernyataan-pernyataan di bawah
ini. Arti angka-angka :
5

= baik sekali

= baik

= cukup

= kurang

= kurang sekali

Kriteria
1. Sikap
Kerjasama
Semangat
2. Urunan
Masuk akal
Teliti
Jelas
Relevan
Berdasarkan pada

DISKUSI 1

DISKUSI 2

DISKUSI 3

DST

urunan sebelumnya
3. Bahasa
Kejelasan
Ketelitian
Ketepatan
Menarik
Kewajaran
4. Kesopanan
Menggunakan bahasa
yang sopan dan alasan
yang tulus
Membantu kelompok
pada arah yang benar
Meluruskan
penyimpangan
Menunjukkan sikap
yang terpuji
2. Wawancara (interview)
Wawancara atau interview termasuk salah satu alat penilaian non-tes yang
digunakan untuk mendapatkan informasi tertentu tentang keadaan responden dengan jalan Tanya
jawab sepihak. Dengan kata lain, wawancara adalah cara menghimpun berbagai bahan
keterangan yang dilaksanakan dengan melakukan taanya jawab lisan secara sepihak, berhadapan

muka, serta dengan arah dan tujuan yang telah ditentukan. Dikatakan sepihak karena berbagai
pertanyaan yang diajukan dalam kegiatan wawancara itu hanyaberasal dari pihak wawancara,
sedangkan responden hanya bertugas sebagai penjawab (pertanyaan hanya diajukan oleh subjek
evaluasi)
Wawancara dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
a. Interview bebas (tidak berstruktur atau tidak terpimpin), dimana responden
mempunyai kebebesan untuk mengutarakan pendapatnya tanpa dibatasi oleh
berbagai patokan yang telah dibuat oleh subjek evaluasi (tanpa terikat oleh
berbagai ketentuan yang telah dibuat oleh pewawancara)
b. Interview terpimpin (terstruktur), yaitu interview yang dilakukan oleh subjek
evaluasi dengan cara mengajukan berbagai pertanyaan yang sudah disusun
terlebih dahulu. Jadi, pada waktu menjawab pertanyaan, responden tinggal
memilih jawaban yang sudah dipersiapkan. Terkadang, pertanyaan itu bersifat
sebagai yang memimpin, mengarahkan, dan penjawab sudah dipimpin oleh
sebuah daftar cocok, sehingga dalam menuliskan jawaban, ia tinggal
membubuhkan tanda cocok di tempat yang sesuai dengan keadaan responden.
Sebagai alat penilaian, wawancara dapat digunakan untuk menilai hasil dan
proses belajar. Berikut tiga aspek yang harus diperhatikan dalam melaksanakan wawancara :
a. Tahap awal pelaksanaan wawancara bertujuan untuk mengondisikan
situasi wawancara. Buatlah situasi yang mengungkapkan suasana
keakraban, sehingga siswa tidak merasa takut, dan ia terdorong untuk
mengemukakan pendapatnya secara bebas dan benar atau jujur.
b. Penggunaan pertanyaan. Setelah kondisi awal cukup baik, barulah
diajukan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan tujuan wawancara.
Pertanyaan

pertanyaan

diajukan

secara

bertahap

dan

sistematis

berdasarkan rambu-rambu atau kisi-kisi yang telah dibuat sebelumnya.


c. Pencatatan hasil wawancara. Hasil wawancara sebaiknya dicatat saat itu
juga supaya tidak lupa.
Sebelum melaksanakan wawancara, perlu dirancang pedoman wawancara.
Pedoman ini disusun dengan menempuh berbagai langkah sebagai berikut :
a. Tentukan tujuan yang ingin dicapai dari wawancara.
b. Berdasarkan tujuan yang ada, tentukan aspek-aspek yang akan
diungkapkan dalam wawancara tersebut.

c. Tentukan bentu pertanyaan yang akan digunakan, bentuk berstruktur


ataukah terbuka.
d. Buat pertanyaan yang berstruktur atau bebas.
e. Ada baiknya, dibuat pula pedoman mengolah dan menafsirkan hasil
wawancara, baik pedoman wawancara terpimpin ataupun wawancara
bebas.
Berikut ini adalah contoh pedoman wawancara bebas.
Tujuan

: Memperoleh informasi mengenai cara belajar yang dilakukan


oleh siswa di rumahnya.

Bentuk

: Wawancara bebas

Responden

: Siswa yang memperoleh hasil belajar cukup tinggi.

Nama siswa

: .

Kelas/semester

: .

Jenis kelamin

: .

Pertanyaan guru

Jawaban siswa

1. Kapan dan berapa lama Anda


belajar di rumah?
2. Bagaimana
cara

Anda

mempersiapkan

diri

untuk

belajar secara efektif?


3. Kegiatan apa yang

Anda

lakukan

pada

waktu

mempelajari bahan pelajaran?


4. Seandainya Anda mengalami
kesulitan

dalam

mempelajarinya, usaha apa


yang Anda lakukan untuk
mengatasi kesulitan tersebut?
5. Dst.

Komentar dan kesimpulan


hasil wawancara

Seperti halnya observasi, teknik wawancara memiliki keuntungan dan kekurangan.


Beriku ini keuntungn dari wawancara :
a. Wawancara dapat memberikan keteranagan keadaan pribadi. Hal ini tergantung
pada hubungan baik antara pewawancara dengan objek.
b. Wawancara dapat dilaksanakan untuk setiap umur dan mudah dalam peaksanaan.
c. Wawancara dapat dilaksanakan serempak dengan observasi.
d. Data tentang keadaan individu lebih banyak diperoleh dan lebih tepat
dibandingkan dengan observasi dan angket.
e. Wawancara dapat menimbulkan hubungan yang baik antara pewawancara dengan
objek.
Sedangkan, berikut ini kelemahan wawancara sebagai alat penilaian :
a. Keberhasilan wawancara dapat dipengaruhi oleh kesediaan, kemampuan individu
yang diwawancarai.
b. Kelancaran wawancara dapat dipengaruhi oleh keadaan sekitar pelaksanaan
wawancara.
c. Wawancara menuntut penguasaan bahasa yang baik dan sempurna dari
pewawancara.
d. Adanya pengaruh subjektif dari pewawancara dapat mempengaruhi hasil
wawancara.
3. Angket (Kuisioner)
Kuisioner (questionnaire) juga sering dikenal sebagai angket. Pada dasarnya,
angket adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur
(responden). Dengan kuisioner ini, dapat diketahui keadaan atau data diri, pengalaman,
pengetahuan, sikap, attau pendapat seseorang. Pada umunya, tujuan penggunaan angket atau
kuisioner dalam proses pembelajaran adalah, terutama untuk memperoleh data mengenai latar
belakang peserta didik sebagai salah satu bahan dalam menganalisis tingkah laku dan proses
belajar mereka.
Angket disusun dengan tujuan untuk menghimpun sejumlah informasi yang
relevan dengan dengan keperluan bimbingan dan onselinng, seperti identitas pribadi peserta
didik, keterangan tentang keluarga, riwayat kesehatan, riwayat pendidikan, kebiasaan belajar di
rumah, hobi atau informasi lainnya.
Kuisioner dapat ditinjau dari beberapa segi. Pertama, ditinjau dari segi orang
menjawab. Berikut ini pembagiannya :

a. Kuisioner langsung, yaitu jika kuisioner tersebut dikirimkan dan diisi


langsung oleh orang yang akan dimintai jawaban tentang dirinya.
b. Kuisioner tidak langsung, kuisioner yang dikirimkan dan diisi oleh bukan
orang diminta keterangannya. Biasanya, kuisioner tidak langsung digunakan
untuk mencari informasi tentang bawahan, anak, saudara, tetangga, dan lain
sebagainya.
Contoh angket tidak langsung :
1. Apakah putra Ibu/Bapak memiliki kebiasaan belajar setiap hari di rumah?
Ya
Tidak
2. Berapa lama biasanya putra Ibu/Bapak belajar di rumah setiap harinya?
1 Jam
2 Jam
>2 Jam

Kedua, ditinjau dari segi cara menjawab. Berikut ini pembagiannya:


a. Kuisioner tertutup, yakni kuisioner yang disusun dengan menyediakan pilihan
jawaban lengkap, sehingga pengisi hanya tinggal memberi tanda pada
jawaban yang dipilih.
b. Kuisioner terbuka, yakni kuisioner yang disusun sedemikian rupa, sehingga
para pengisi mengemukakan pendapatnya. Kuisioner terbuka disusun apabila
macam jawaban pengisi belum terperinci dengan jelas, sehingga jawabannya
akan beraneka ragam. Keterangan tentang alamat pngisi tidak mungkin
diberikan dengan cara memiih pilihan jawaban yang disediakan. Kuisioner
terbuka juga digunakan untuk meminta pendapat seseorang.
Contoh angket terbuka untuk penilaian peserta didik :
1. Apakah Anda memiliki kebiasaan belajar setiap hari di rumah? Jelaskan
alasannya?

2. Berap lama biasanya Anda belajar di rumah?

3. Apakah waktu itu Anda rasa cukup? Mengapa?

Contoh
angket tertutup untuk penilaian peserta didik :

1. Apakah Anda memiliki kebiasaan belajar stiap hari di rumah?


Ya
Tidak
2. Berapa lama biasanya Anda belajar di rumah?
1 Jam
2 Jam
>2Jam
3. Apakah waktu tersebut Anda rasa cukup?
Ya
Tidak

Ketiga, daftar cocok (check list), yaitu deretan pernyataan (yang biasanya
singkat-singkat), dimana responden yang dievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok di
tempat yang sudah disediakan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa sebenarnya skala
bertingkat dapat digolongkan ke dalam daftar cocok. Karena, dalam skala bertingkat, respoden
juga diminta untuk memberikan tanda cocok pada pilihan yang tepat.
Adapun langkah-langkah dalam menyusun angket atau kuisioner adalah
sebagai berikut :
a. Merumuskan masalah,
b. Merumuskan kegiatan,
c. Menyusun langkah-langkah,
d. Menyusun kisi-kisi,
e. Menyusun panduan angket, dan
f. Menyusun alat penilaian.
Berikut ini beberapa kelebihan teknik penilaian jenis ini :
a. Dengan angket, kita dapat memperoleh data dari sejumlah anak dengan hanya
membutuhkan waktu yang singkat.
b. Setiap anak dapat memperoleh sejumah pertanyaan yang sama
c. Dengan angket, pengaruh subjektif dari guru dapat dihindarkan.
Selain kelebihan tersebut, angket juga memiliki beberapa kelemahan. Berikut
ini kelemahannya :
a. Pertanyaan yang diberikan melalui angket terbatas, sehingga ada hal-hal yang
kurang jelas, maka sulit diterangkan kembali.
b. Terkadang pertanyaan yang diberikan tidak dijawab oleh semua anak, atau
mungin dijawab, tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. Sebab, anak merasa bebas
menjawab dan tidak diawasi secara mendetail.
c. Ada kemungkinan angket yang diberikan tidak dapat dikumpulkan semua karena
banyak anak yang merasa kurang perlu hasil dari angketyang diterima.
Contoh angket :
ANGKET MINAT SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN
Mata peajaran

Kelas/semester

Hari/tanggal

Petunjuk
1. Pada angket ini terdapat 34 pertanyaan. Pertimbangkan baik-baik seriap pernyataan
dalam kaitannya dengan materi pembelajaran yang baru selesai kamu pelajari, dan
tentukan kebenarannya.
2. Berilah jawaban yang benar sesuai dengan pilihanmu.
3. Pertimbangkan setiap pernyataan secara terpisah dan tentukan kebenarannya. Jawabanmu
jangan dipengaruhi oleh jawaban terhadap pernyataan ain.
4. Catat responsmu pada lembar jawaban yang tersedia, dan ikuti petunjuk-petunjuk lain
yang mungkin diberikan berkaitan dengan lembar jawaban. Terima kasih.
Keterangan pilihan jawaban :
1
2
3
4
5

= sangat tidak setuju


= tidak setuju
= ragu-ragu
= setuju
= sangat setuju
PERNYATAAN
Pilihan Jawaban

No

Pertanyaan

1.

Guru benar-benar mengetahui bagaimana membuat

2.

kami menjadi antusias terhadap materi pembelajaran.


Hal-hal yang saya pelajari dalam pembelajaran ini akan

3.

bermanfaat bagi saya


Saya yakin bahwa

4.
5.
6.

pembelajaran ini
Pembeajaran ini kurang menarik bagi saya
Guru membuat materi pelajaran ini menjadi penting
Saya perlu beruntung agar mendapat nilai yang baik

7.

dalam pembelajaran ini


Saya harus bekerja sangat keras sgsr berhasil dalam

8.

pembelajaran ini
Saya tidak melihat bagaimana hubungan antara isi

saya

akan

berhasil

dalam

pelajaran ini dengan sesuatu yang telah saya ketahui

9.

Guru

membuat

suasana

menjadi

10

apabilamembangun sesuatu pengertian


Materi pembelajaran ini terlalu sulit bagi saya

tegang

.
11. Apakah saya akan berhasil atau tidak berhasil dalam
12

pembelajaran ini, hal itu tergantung kepada saya


Saya merasa bahwa pembelajaran ini memberikan

.
13

banyak kepuasan kepada saya


Dalam pembelajaran ini, saya mencoba menentukan

.
14

standarkeberhasilan yang sempurna


Saya berpendapat bahwa nilai dan penghargaan lain

yang saya terima adalah adil jika dibandingkan dengan

15

yang diterima oleh siswa lain


Siswa di dalam pembelajaran ini tampak rasa ingin

.
16

tahunya terhadaap materi pelajaran


Saya senang bekerja dalam pembelajaran ini

.
17

Sulit untuk memprediksi berapa nilaiyang akan

diberikan oleh guru untuk tugas-tugas yang diberikan

18

kepada saya
Saya puas dengan evaluasi yang dilakukan oleh guru

dibandingkan dengan penilaian saya sendiri terhadap

19

kinerja saya
Saya merasa puas dengan apa yang saya peroleh dari

.
20

pembelajaran ini
Isi pembelajaran ini sesuai dengan apa yang saya

.
21

peroleeh daripembelajaran ini


Guru melakukan hal-hal yang tidak lazim dan

.
22

menakjubkan yang menarik


Para siswa berperan aktif di dalam pembelajaran

.
23

Untuk mencapai tujuan, saya harus berhasil dalam

.
24

pembelajaran ini
Guru menggunakan bermacam-macam tekni mengajar

.
25

yang menarik
Saya tidak berpendapat bahwa saya akan memperoleh

.
26

banyak keuntungan dari pembelajaran ini


Saya sering melamun di dalam kelas

.
27

Pada saat saya mengikuti pembelajaran ini, saya dapat

.
28

berhasil jika saya berupaya cukup keras


Manfaat pribadi dari pembelajaran ini jelas bagi saya

.
29

Rasa ingin tahu saya sering kali tergerak oleh petanyaan

yang dikemukakan dan masalah yang diberikan guru

30

pada materi pembelajaran ini


Saya berpendapat bahwa tingkat tantangan dalam

pembelajaran ini tepat, tidak terlalu gampang, dan tidak

31

terlalu sulit
Saya merasa agak kecewa dengan pembelajaran ini

.
32

Saya merasa memperoleh cukup penghargaan terhadap

hasil kerja saya dalam pembelajaran ini, baik dalam

33

bentuk nilai, komentar, ataupun masukan lain


Jumlah tugas saya harus saya lakukan adalah memadai

.
34

untuk pembelajaran semacam ini


Saya memperoleh masukan yang

mengetahui tingkat keberhasilan kinerja saya

cukup

untuk

4. Portofolio
Portofolio penilaian (assessment) diartikan sebagai kumpulan fakta/bukti dan
dokumen yang berupa tugas-tugas yang terorganisir secara sistematis dan seseorang secara
individual dalam proses pembelajaran. (Fajar,2005:90). Portofolio adalah pengumpulan secara
sistematis hasil kerja seseorang. Penilaian portofolio merupakan strategi penilaian dengan cara
mengumpulakan dan menilai hasil kerja dan tugas siswa secara berkelanjutan sebagai acuan bagi
guru untuk melihat apakah telah terjadi kemajuan belajar pula diri siswa.