Anda di halaman 1dari 90

1

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat, taufik dan hidayahNya laporan akhir magang kerja ini dapat terselesaikan dengan baik. Laporan
akhir magang kerja yang berjudul MANAJEMEN PROSES PRODUKSI BENIH
MENTIMUN (Cucumis sativus L.) PADA PT BENIH CITRA ASIA DI JEMBER,
JAWA TIMUR.
Laporan magang ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi
kualifikasi magang kerja bagi mahasiswa Sarjana Pertanian Strata Satu (S-1)
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.
Pada kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak
yang telah membantu terselesaikannya laporan akhir magang kerja dengan baik.
Ucapan terima kasih secara khusus ingin saya haturkan kepada :
1. Kedua orang tua dan keluarga yang terus memberikan dukungan, doa serta
materil dalam studi;
2. Ibu Silvana Maulidah, SP. MP. selaku dosen pembimbing yang telah
membimbing dan memberikan saran yang bermanfaat;
3. Bapak Slamet Sulistyono, SP. selaku presiden direktur PT Benih Citra Asia
yang telah bersedia menerima penulis dalam melakukan kegiatan magang
kerja;
4. Bapak Taufik, SP. selaku pembimbing lapang di PT Benih Citra Asia Jember
yang telah membimbing dan memberikan pembelajaran serta pengalaman kerja
5. Seluruh staf dan karyawan Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian yang telah
membantu dalam kelancaran kegiatan magang kerja;
6. Seluruh karyawan di PT Benih Citra Asia baik karyawan di kantor maupun
karyawan di lapang dalam membantu kelancaran kegiatan magang kerja;
7. Rekan-rekan magang kerja yang ikut serta dalam kegiatan magang kerja yang
saling memberikan dukungan;
8. Teman-teman Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas
Brawijaya Malang selaku rekan satu angkatan.

9. Semua pihak yang turut membantu dalam pelaksanaan dan penyelesaian


laporan akhir kegiatan magang kerja ini.
Dalam penyusunan laporan akhir magang kerja ini tentu terdapat banyak
kesalahan. Harapannya kritik dan saran yang membangun dari pembaca, akan
membantu penulis dalam perbaikan selanjutnya.
Malang, September 2015

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman

DAFTAR TABEL
Nomor

Halaman
Teks

1. Tabel Produksi Tanaman Mentimun Periode 2009 2013..............


2. Tabel Interval sowing pada tanaman hibrida....................................
3. Tabel pemupukan tanaman mentimun .............................................

2
45
46

DAFTAR GAMBAR
Nomor

Halaman
Teks

1. Alat pengukur kadar air (Ohaus)......................................................


2. Alat sortasi (Air Screen Cleaner).....................................................
3. Alat stempel kemasan.......................................................................
4. Alat timbang benih...........................................................................
5. Mesin Sealer.....................................................................................
6. Bentuk guludan tanam......................................................................
7. Sistem tanam Single Row dan Double Row.....................................
8. Bunga setelah polinasi dan sebelum polinasi...................................
9. Buah mentimun siap panen..............................................................
10. Skema proses produksi benih...........................................................

35
38
39
39
40
42
43
50
51
55

DAFTAR LAMPIRAN
Nomor

Halaman
Teks

1. Logbook Kegiatan Magang Kerja di PT Benih Citra Asia...............


2. Struktur Organisasi PT Benih Citra Asia.........................................
3. Dokumentasi Kegiatan Magang Kerja di PT Benih Citra Asia........
I.

64
66
67

PENDAHULUAN

I.
I.1

Latar Belakang
II.

Negara Indonesia menempati daerah yang memiliki iklim

tropis yang bagus untuk kegiatan pertanian, usaha pertanian memiliki


peluang besar dalam meningkatkan perekonomian, hal ini juga didukung
dengan semakin banyaknya kebutuhan akan tanaman hortikultura. Usaha
perbenihan di Indonesia saat ini mulai banyak diminati oleh petani, usaha
perbenihan memberikan peluang ekonomi kepada petani untuk
mengembangkan usaha pertanian menjadi lebih baik, peluang ini cukup
besar dikarenakan dalam pengusahaan usaha benih merupakan perpaduan
antara kegiatan budidaya pertanian dan pengolahan hasil pertanian, hal
ini akan memberikan peluang besar jika dapat dilaksanakan sesuai
dengan standar pengolahan.
III.
Subsistem agribisnis salah satunya berupa subsistem
pengolahan hasil merupakan salah satu subsistem agribisnis yang
mempelajari bagaimana megolah hasil sebuah produk, subsistem ini
dapat dipelajari dengan melihat bagaimana pengolahan mulai dari awal
produk

direncanakan

hingga

menjadi

produk

jadi

yang

siap

dikomersilkan. Dimana kegiatan yang dilakaukan berupa mempelajari


manajemen proses produksi sehingga nantinya dalam pengolahan hasil
mampu mengoptimalkan kinerja dengan benar. Manajemen proses
produksi yang baik, dalam kaitannya pengolahan hasil yang tepat akan
menghasilkan produk yang berkualitas sehingga memiliki nilai tambah
pada produk. Guna menjaga keberlanjutan produk yang baik, maka perlu

adanya manajemen proses produksi yang baik dari perusahaan.


IV.
Dari uraian mengenai manajajemen proses produksi,
diharapkan mahasiswa mengetahui bagaimana penerapan hal tersebut di
PT Benih Citra Asia sebagai salah satu perusaahaan yang bergerak dalam
bidang pertanian khususnya dalam bidang industri benih tanaman
hortikultura. PT Benih Citra Asia dikenal dengan merek dagang benih
unggul Bintang Asia yang telah dikenal di pasaran benih Indonesia,
dimana benih yang dipasarkan adalah benih berkualitas yang telah
mendapatkan sertifikat kualitas mutu ISO 9001:2008 di bidang pertanian,
juga benih yang dipasarkan merupakan benih berkualitas dengan jaminan
mutu terbaik.
V.
Manajemen produksi dalam suatu perusahaan penting
untuk diperhatikan, mengingat dalam proses produksi nantinya akan
menentukan hasil berupa produk yang akan dipasarkan kepada
konsumen, Dengan demikian maka proses produksi pengolahan hasil
pertanian harus sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan
oleh perusahaan sehingga dapat mengurangi resiko hasil yang kurang
maksimal baik dari segi kuantitas maupun kualitas dari pengolahan.
VI.
Berdasarkan data BPS tahun 2014 produksi mentimun
dari tahun 2009 hingga tahun 2013 terus mengalami penurunan, berikut
tabel produksi mentimun hingga tahun 2013:
VII.
Tabel 1. Produksi Tanaman Mentimun Periode 2009 2013
VIII.
Ko
mo
dita
s
XVI.
Me
nti
mu
n
XXII.

XI.
2
0
0
9
XVII.
583,13

IX.
XII.
2
0
1
0
XVIII.
547,14

Produksi (Ton)
XIII.
2
01
1
XIX.
521,53

XIV.
2
0
1
2
XX.
511,48

XV.
2
0
1
3
XXI.
467,

Dari data produksi tanaman mentimun dapat dilihat bahwa dengan

penurunan produksi terus menurun, maka diperlukan adanya perbaikan


produksi mentimun, perbaikan tersebut dapat dilakaukan dengan mulai
memproduksi benih mentimun yang memiliki kualitas terbaik.
XXIII. Kebutuhan akan benih oleh petani tanaman hibrida cukup
diminati di Indonesia, begitu juga dengan kebutuhan benih yang baik,
kualitas dan jaminan mutu benih setiap perusahaan di Indonesia bersaing
ketat dalam pasar pertanian, hal ini menjadikan tantangan pada setiap
perusahaan untuk memberikan hasil terbaik pada pengolahan benih yang
diproduksi. Untuk itu maka manajemen proses produksi merupakan suatu
cara yang dilakukan untuk mengolah benih seningga mampu memberikan
produk benih yang memili mutu terbaik.
XXIV. Dengan adanya kegiatan magang kerja, diharapkan
mahasiswa mampu mengetahui gambaran manajemen proses produksi
yang diterapkan di PT Benih Citra Asia Jember, sehingga mahasiswa
mampu belajar untuk mengembangkan kemampuan dibidang pertanian
khususnya bidang perbenihan serta output akhir yang diharapkan
mahasiswa setelah proses magang kerja di PT Benih Citra Asia
mahasiswa mampu memenuhi kebutuhan akan tenaga ahli dalam bidang
pengolahan hasil pertanian.
I.2

Tujuan Magang Kerja


XXV.

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan magang

kerja yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :


I.2.1

Tujuan Umum

1. Mengetahui gambaran umum mengenai lingkungan kerja pada PT Benih


Citra Asia Jember, Jawa Timur.
2. Mampu beradaptasi dengan lingkungan perusahaan pada PT Benih Citra
Asia Jember, Jawa Timur.
3. Mendapatkan pengalaman kerja mahasiswa pada PT Benih Citra Asia
Jember, Jawa Timur.

I.2.2

Tujuan Khusus

1. Mengidentifikasi manajemen proses produksi dalam pengolahan benih


mentimun yang diterapkan di PT Benih Citra Asia Jember, Jawa Timur.
2. Mengidentifikasi kendala dan solusi dalam manajemen proses produksi
benih mentimun di PT Benih Citra Asia Jember, Jawa Timur.
XXVI.
I.3

Sasaran Kompetensi
XXVII. Berikut merupakan sasaran kompetensi yang ditargetkan
dalam pelaksanaan magang kerja di PT Benih Citra Asia :
1. Memiliki kesempatan dalam mendapatkan pengalaman kerja pada sektor
pertanian yang relevan dengan profesi yang akan diembannya di
masyarakat.
2. Mampu meningkatkan keterampilan dan wawasan yang dimungkinkan
berguna untuk bekerja di masa depan.
3. Mampu mengkorelasi dan menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh
selama perkuliahan dengan realitas yang ada di lapangan.
XXVIII.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

4.

2.1 Tinjauan Benih


2.1.1 Pengertian Benih
5.

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No.12 Tahun

1992 Tentang Sistem Budidaya Tanaman Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat 4,
benih didefenisikan sebagai berikut :
6.

Benih tanaman, selanjutnya disebut benih, adalah tanaman atau

bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan atau mengembangbiakkan


tanaman.
7.

Dari definisi di atas jelas bahwa benih dapat diperoleh dari

perkembangbiakan secara generatif maupun secara vegetatif, yang diproduksi


untuk tujuan tertentu, yaitu mengembang biakkan tanaman. Dengan pengertian ini
maka kita dapat membedakan antara benih (agronomy seed / seed) dengan biji
(grain) yang dipakai untuk konsumsi manusia (food steff) dan hewan (feed)
(Hendarto Kuswanto, 1996).
8.

Dalam perkembangbiakkan secara generatif, bibit biasanya

diperoleh dari benih yang disemaikan. Sementara perkembangbiakkan secara


vegetatif bibit dapat diartikan sebagai bagian tanaman yang berfungsi sebagai alat
reproduksi, misalnya umbi (Baran Wirawan, 2004).
9.

Dalam konteks agronomi, benih dituntut untuk bermutu tinggi

sebab benih harus mampu menghasilkan tanaman yang berproduksi maksimum


dengan sarana teknologi yang maju (Sjamsoeoed Sadjad, 1977). Beberapa
keuntungan dari penggunaan benih bermutu, antara lain : a) menghemat
penggunaan benih persatuan luas; b) respon terhadap pemupukan dan pengaruh
perlakuan agronomis lainnya; c) produktivitas tinggi karena potensi hasil yang
tinggi; d) mutu hasil akan terjamin baik melalui pasca panen yang baik; e)
memiliki daya tahan terhadap hama dan penyakit, umur dan sifat-sifat lainnya
jelas; dan f) waktu panennya lebih mudah ditentukan karena masaknya serentak.
10.

Benih yang memiliki mutu baik sangatlah diperlukan oleh petani

maupun penangkar benih. Agar petani maupun penangkar benih tidak merasa
dirugikan serta mereka memiliki jaminan kualitas atas benih yang digunakannya,
maka anjuran menggunakan benih bersertifikat sangatlah penting. Bagi benih
bersertifikat ditetapkan kelas-kelas benih sesuai dengan urutan keturunan dan
mutunya, antara lain penetapannya sebagai berikut:
1. Benih Penjenis (BS)

11.

Adalah benih yang diproduksi oleh dan di bawah pengawasan

Pemulia Tanaman yang bersangkutan atau instansinya, dan harus merupakan


sumber untuk perbanyakan benih dasar.
2. Benih Dasar (BD)
12.

Merupakan keturunan pertama dari Benih Penjenis (BS) atau

Benih Dasar yang diproduksi di bawah bimbingan yang intensif dan pengawasan
ketat, sehingga kemurnian varietas yang tinggi dapat dipelihara. Benih Dasar
diproduksi oleh instansi atau Badan yang ditetapkan atau ditunjuk oleh Ketua
Badan Benih Nasional, dan harus disertifikasi oleh Sub Direktorat Pembinaan
Mutu Benih BPSB.
3. Benih Pokok (BP)
13.

Merupakan keturunan dari Benih Penjenis atau Benih Dasar yang

diproduksi dan dipelihara sedemikian rupa sehingga identitas maupun tingkat


kemurnian varietas memenuhi standar mutu yang ditetapkan serta telah
disertifikasi sebagai Benih Pokok oleh Sub Direktorat Pembinaan Mutu Benih
BPSB.
4. Benih Sebar (BR)
14.

Merupakan keturunan dari Benih Penjenis, Benih Dasar atau Benih

Pokok, yang diproduksi dan dipelihara sedemikian rupa sehingga identitas


maupun tingkat kemurnian varietas dapat dipelihara, dan memenuhi standar mutu
benih yang ditetapkan serta telah disertifikasi sebagai Benih Sebar oleh Sub
Direktorat Pembinaan Mutu Benih BPSB (Ance G. Kartasapoetra, 2003).
2.1.2

Deskripsi dan Sejarah Mentimun


15.

Mentimun atau ketimun (Cucumis sativus L.) adalah jenis sayuran

dari keluarga (Cucurbitaceae). Tanaman mentimun merupakan tanaman semusim,


merayap atau merambat, berambut kasar, berbatang basah, panjang 0,5- 2,5 m.
Tanaman ini mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar disisi tangkai
daun. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai panjang, bentuknya bulat telur
lebar, bertaju 3-7, dengan pangkal berbentuk jantung, ujung runcing, tepi
bergerigi. Panjang 7-18 cm, lebar 7-15 cm, warnanya hijau. Bunganya ada yang
jantan berwarna putih kekuningan, dan bunga betina yang bentuknya seperti
terompet. Buah bulat panjang, tumbuh bergantung, warnanya hijau berlilin putih,
setelah tua warnanya kuning kotor, panjang 10-30 cm, bagian pangkal berbintil,
banyak mengandung cairan. Bijinya banyak, bentuknya lonjong meruncingi pipih,
warnanya putih kotor. Daun dan tangkai muda bisa dimakan sebagai lalab mentah

atau dikukus. Buahnya bisa dimakan mentah, direbus, dikukus atau disayur. Bisa
juga dibuat acar atau dimakan bersama rujak.
16.

Tanaman mentimun mampu beradaptasi pada berbagai iklim cukup

tinggi, namun pertumbuhan optimum pada iklim kering. Cukup mendapat sinar
matahari, temperature (21,1 26,7)C dan tidak banyak hujan. Ketinggian
optimum 1.000 1.200 mdpl. Budidaya mentimun memerlukan tanah yang
gembur, banyak mengandung humus, tata air baik, tanah mudah meresapkan air,
pH tanah 6-7 (Rukmana, 1994).
17. Klasifikasi tanaman mentimun adalah sebagai berikut:
18. Kingdom

: Plantae

19. Divisi

: Magnoliophyta

20. Kelas

: Magnoliopsida

21. Ordo

: Cucurbitales

22. Famili

: Cucurbitaceae

23. Genus

: Cucurmis

24. Spesies

: Cucumus sativus

2.1.3

Jenis-jenis Mentimun
25.

Jenis mentimun dikelompokkan menjadi 2 golongan yaitu:

1. Mentimun yang pada buahnya terdapat bintik-bintik di bagian pangkalnya.


Dibedakan menjadi 3 macam yaitu mentimun biasa, watong, dan wuku.
Mentimun ini biasa ditandai dengan penampilan kulit buah yang tipis, lunak
dan pada saat buah muda berwarna hijau keputih-putihan tetapi setelah tua
berwarna kuning tua.
2. Mentimun yang buahnya halus tidak terdapat bintik-bintik. Jenis mentimun
ini adalah mentimun krei da mentimun suri. Mentimun krei buahnya besar
dan cita rasanya seperi mentimun biasa sedangkan mentimun suri ukuran
buahnya sangat besar, bentuknya lonjong, rasanya manis renyah dan
umumnya dipanen buah tua (masak) untuk bahan pencampur minuman.
26.

Di Indonesia banyak sekali sebutan nama mentimun, daerah satu

dengan daerah lain berbeda-beda diantaranya disebut timon di Aceh, mentimun di


Melayu, laiseu di Nias, ancimun di Batak, Hanmentimun di Lampung, bonteng
masyarakat Sunda, temon atau antemon di Madura, mentimun di Jawa dan
Halmahera, kamentimun atau anmentimun di Bali, okamentimun di Timor, limud
di Minahasa, dan timu di Flores (Rukmana, 1994).
27.

2.2 Tinjauan Manajemen Proses Produksi


2.2.1 Pengertian Manajemen
28.

Terdapat banyak pengertian mengenai manajemen, dikarenakan

pengertian manajemen mememiliki banyak pandangan, menurut Mary Paker F.


mendifinisikan manajemen sebagai suatu seni, tiap pekerjaan bisa diselesaikan
dengan orang lain. Sedangkan menurut George R. Terry memberikan pendapat,
definisi manajemen merupakan ilmu sekaligus seni, manajamen adalah wadah
didalam ilmu pengetahuan, sehingga manajemen bisa dibuktikan secara umum
kebenarannya.
29.

Pengertian manajemen menurut Lawrence A Appley adalah sebuah

seni dalam mencapai tujuan yang diinginkan yang dilaksanakan dengan usaha
orang lain, dari beberapa pengertian manajemen yang telah didefinisikan beberapa
ahli, dapat disimpulkan bahwa pengertian manajemen adalah ilmu serta seni
dalam menjalankan aktivitas suatu organisasi, aktivitas tersebut bisa berupa
pengorganisasian yang meliputi tindakan perencanaan, penyusunan, dan aktivitas
mengusahakan serta pengawasan yang mempergunakan semua sumber daya yang
dimiliki oleh organisasi yang bertujuan tidak lain untuk mencapai tujuan
keinginan yang sudah ditetapkan sebelumnya, dimana tujuan dari sebuah
perusahaan contohnya adalah laba.
2.2.2

Pengertian Proses Produksi


30.

Proses

diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumbersumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh
suatu hasil. Menurut Ahyari (2002) proses produksi adalah suatu cara, metode
ataupun teknik menambah keguanaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan
faktor produksi yang ada. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau
menambah kegunaan barang atau jasa (Assauri, 2001). Sedangkan menurut
Nasution (2003), mengatakan bahwa proses produksi merupakan cara, metode,
dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu produk dengan
mengoptimalkan sumber daya produksi (tenaga kerja, mesin, bahan baku, dana)
yang ada.
31.

Produks

i adalah suatu kegiatan yang menghasilkan output dalam bentuk barang maupun
jasa. Contoh : pabrik gula yang memproduksi gula, pabrik mutifa yang
memproduksi obat-obatan, dan lain sebagainya. Pengertian produksi dapat

diartikan sebagai usaha untuk menciptakan atau menambah faedah ekonomi suatu
benda dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan orang,
badan usaha, atau organisasi yang menghasilkan barang dan jasa disebut
produsen.
32.

Dari

beberapa definisi produksi dapat diketahui bahwa untuk menghasilkan barang atau
jasa diperlukan usaha mendayagunakan masukan berupa tenaga kerja, bahan baku,
dan peralatan. Perkembangan dari pada proses produksi menghasilkan banyak
macam jenis-jenis proses produksi dalam perusahaan.
2.2.3

Perencanaan Proses Produksi


33.

Menurut Yamit (2007), penentuan tipe proses produksi didasarkan

pada faktor-faktor seperti: (1) volume atau jumlah produk yang dihasilkan, (2)
kualitas produk yang diisyaratkan, (3) peralatan yang tersedia untuk
melaksanakan proses. Berdasarkan pertimbangan yang cermat mengenai faktorfaktor tersebut ditetapkan tipe proses produksi yang paling cocok untuk setiap
situasi produksi. Macam-macam tipe proses produksi dari berbagai industri dapat
dibedakan sebagai berikut:
1. Proses produksi terus-menerus atau kontinu
34.

Proses produksi terus-menerus adalah proses produksi barang atas

dasar aliran produk dari satu operasi ke operasi berikutnya tanpa penumpukkan
di suatu titik dalam proses. Perusahaan yang menggunakan tipe ini pada
umumnya untuk industri yang menghasilkan volume besar seperti pabrik
semen, industri kimia, industri minuman dan makanan dalam jumlah besar dan
lain sebagainya. Pada umumnya industri yang cocok dengan tipe ini adalah
yang memiliki karakteristik: (1) output yang direncanakan dalam jumlah besar,
(2) variasi atau jenis produk yang dihasilkan rendah, dan (3) produk bersifat
standard.
2. Proses produksi intermittent
35.

Dalam pabrik yang menggunakan tipe intermittent, biasanya

terdapat sekumpulan atau lebih komponen yang akan diproses atau menunggu
untuk diproses. Hal ini menunjukkan salah satu penyebab mengapa dalam
proses intermittent lebih banyak memerlukan persediaan barang dalam proses
daripada proses produksi terus-menerus. Proses produksi intermittent lebih
banyak diterapkan pada perusahaan yang membuat produk dengan variasi atau
jenis yang lebih banyak. Setiap jenis produk memerlukan garis-garis proses

yang berlainan, dalam keadaan seperti ini sebaiknya dilakukan standardisasi


dari komponen yang dapat digunakan banyak produk dan setiap jenis produk
yang dihasilkan diperlukan pengawasan sendiri-sendiri.
3. Proses produksi campuran
36.

Banyak perusahaan dikatakan menggunakan proses produksi terus-

menerus meskipun pada kenyataannya mereka menggunakan proses kontinu


dan intermittent secara bersamaan. Penggabungan seperti ini dimungkinkan
berdasarkan kenyataan bahwa setiap perusahaan berusaha untuk memanfaatkan
kapasitas secara penuh. Persoalannya adalah bagaimana meningkatkan
fleksibilitas

dari

peralatan

yang

digunakan

sehingga

dimungkinkan

penggunaannya untuk lebih dari satu ukuran atau dapat digunakan untuk
bagian yang berlainan.
37.

Menurut Tampubolon (2004) selain ketiga proses produksi tersebut

terdapat satu proses produksi lagi yaitu proses produksi massa (mass
customization). Proses produksi massa (mass customization) merupakan proses
produksi yang menggabungkan fungsi intermittent process, continous process
serta repetitive process yang menggunakan berbagai komponen bahan, teknik
skedul produksi dan mengutamakan kecepatan pelayanan. Proses produksi massa
pada saat telah diadopsi oleh restoran-restoran besar yang mengutaman pelayanan
kepada konsumen.
2.2.4

Pengertian Disain Produksi


38.

Menurut Yamit (2007), definisi desain proses produksi yaitu suatu

kegiatan dengan melibatkan tenaga manusia, bahan serta peralatan untuk


menghasilkan produk yang berguna baik barang/jasa. Jadi proses produksi pada
hakikatnya merupakan proses perubahan (transformasi) dari bahan/komponen
(input) menjadi produk lain yang mempunyai nilai.
39.

Menurut Tampubolon (2004), desain proses pekerjaan dilakukan

dengan pendekatan ilmiah untuk meningkatkan kemampuan karyawan, antara lain


dengan:
1. Menetapkan masalah dalam operasional secara umum dalam melakukan
pekerjaan yang kemungkinan dapat menimbulkan persoalan
2. Menganalisis secara seksama dan mencatat bagaimana pekerjaan itu
dilaksanakan saat ini
3. Menganalisis beban kerja perorangan dan unsur-unsur di dalam pekerjaan
4. Mengembangkan dan melaksanakan metode kerja baru

40.

Menurut Yamit (2007) pada dasarnya desain proses produksi dapat

diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu:

1. Line Flow Process


41.

Line

flow

process

merupakan

penyusunan

stasiun

kerja

berdasarkan urutan operasi pembuatan produk menurut langkah-langkah


standar dalam proses produksi. Pola line flow process tidak begitu fleksibel
dalam memenuhi perubahan desain dan volume produk. Tapi persediaan
diminimalkan, skeduling tidak ada masalah dan pengendalian kualitas mudah
karena hanya mengikuti arus produk.

2. Jumbled Flow Process


42.

Jumbled flow process berkaitan dengan produk dibuat menurut

aliran terputus- putus/tidak kontinu. Peralatan dan tenaga kerja dikelompokkan


dalam pusat kerja menurut jenis pekerjaan. Operasinya sangat fleksibel
terhadap perubahan dalam desain dan volume produk. Jumbled flow process ini
sering menimbulkan masalah dalam pengendalian persediaan, penjadwalan dan
pengendalian kualitas.
43.

3. Project
44.

Dalam project tidak ada aliran produk tapi setiap proyek punya

urutan dalam proses operasinya. Dalam project biasanya material, peralatan


dan tenaga kerja dibawa ke lokasi proyek. Project memiliki kegiatan awal dan
akhir dengan batas waktu penyelesaian. Bentuk ini tidak sesuai untuk proses
produksi manufacturing karena proyek hanya dikerjakan sekali saja.

4. Flexible Manufacturing System (FMS)


45.

Flexible manufacturing system merupakan automated cell untuk

menghasilkan sekelompok komponen, dimana semua komponen butuh proses


manufacturing serupa tapi urutan dari operasi tidak selalu sama. FMS butuh
investasi awal yang besar. Tujuan FMS untuk memberi respon secara cepat
terhadap keinginan pelanggan terutama terkait dengan perubahan dalam desain,
jumlah dan pelayanan produk.

5. Agile Manufacturing System (AMS)


46.

Agile manufacturing system mengkombinasikan visi kompetitif

dengan kreatifitas dan aplikasi teknologi. Agile manufacturing system memiliki


4 dimensi yaitu:
a. Memperkaya nilai pada pelanggan
b. Bekerjasama dalam meningkatkan daya saing perusahaan
c. Mengorganisasikan perubahan dan ketidakpastian
d. Menelaah pengaruh dari informas

47.

III.

METODE PELAKSANAAN

3.1 Metode Penentuan Lokasi dan Waktu Magang Kerja


Penentuan lokasi magang kerja dilakukan dengan sengaja dengan
menentukan lokasi magang sesuai dengan minat dan kemampuan, pertimbangan
penentuan tempat magang yaitu tempat magang dapat digunakan sebagai media
pembelajaran untuk mahasiswa. Magang kerja dilakukan di PT Benih Citra Asia,
Jl. Akmaludin 26 Jember Jawa Timur. Kegiatan magang kerja ini dilaksanakan
pada bulan Juli hingga September tahun 2015.

3.2 Metode Pelaksanaan Magang Kerja


Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan magang kerja di PT
Benih Citra Asia adalah sebagai berikut :
1.

Praktek Kerja Langsung


Mahasiswa

melaksanakan kegiatan

praktek kerja langsung

yang

berhubungan dengan proses prouksi di PT Benih Citra Asia.


2.

Diskusi dan Wawancara


Mahasiswa melakukan kegiatan diskusi atau wawancara dengan karyawan

perusahaan guna mendapatkan informasi mengenai kegiatan magang yang


berhubungan dengan produksi benih di PT Benih Citra Asia.
3.

Pengumpulan Data
Mahasiswa melakukan kegiatan pengumpulan data, data yang diperlukan

berupa

data

primer

dan

sekunder

serta

sumber-sumber

yang

dapat

dipertanggungjawabkan dari kegiatan praktek magang kerja di PT Benih Citra


Asia.

3.3 Metode Pengumpulan Data


Metode yang dilaksanakan untuk menggali data dari sumbernya adalah data
primer dan data sekunder, kegiatan pengumpulan data ini dilaksanakan dengan
metode :

1.

Studi Literatur
Data yang didapat dari studi literature merupakan data sekunder yang

bukan dari sumber utama, studi literatur dilakukan untuk melenkapi informasi
dan data selama kegiatan magang kerja berupa informasi yang berasal dari
pustaka maupun literature bahan bacaan.
2.

Wawancara
Kegiatan wawancara dilaksanakan untuk melenkapi informasi berupa data

primer maupun data sekunder, wawancara dilakukan dengan diskusi bersama


pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan yang dilaksakan.
3.

Observasi
Observasi dilaksanakan guna melengkapi data primer, kegiatan yang

dilakukan berupa pengamatan secara langsung di lapang dalam kegiatan produksi


di PT Benih Citra Asia.
4.

Dokumentasi
Untuk menunjang kelengkapan data yang diperlukan dilakukan kegiatan

dokumentasi, kegiatan ini berupa pengumpulan dokumen, foto maupun video saat
magang kerja yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan, sehingga data yang
didapat menjadi akurat.

IV.
4.1

TINJAUAN UMUM

Profil Lokasi Magang


PT Benih Citra Asia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang
pertanian khususnya industri benih tanaman hortikultura yang diperoleh dari hasil
pemuliaan tanaman (plant breeding). PT Benih Citra Asia memiliki kantor pusat
yang terletak di jalan Akmaludin 26 PO BOX 26 Jember 68175. Telp. 0331 323216. FAX. 0331 323603 Jawa Timur Indonesia. Nomor Hp 0811355777
dengan email betrasia@ymail.com dan website www.betrasia.blogspot.com.
Selain itu, PT Benih Citra Asia juga memiliki kantor cabang yaitu kantor R and D
PO BOX 26 Kebun Rejodadi Cimanggu Cilacap Jawa Tengah.
Produk yang dihasilkan PT Benih Citra Asia dikenal dipasar dengan merek
dagang Bintang Asia. Peruahaan ini didirikan oleh Bapak Slamet Sulistyono
yang merupakan president director perusahaan tersebut dengan tujuan untuk
menjadi pelopor kebangkitan perbenihan nasional, mendukung keberhasilan
usahatani, terus bekerja keras dalam meneliti serta mengembangkan varietasvarietas baru yang lebih unggul, disukai pasar, produksi lebih tinggi, umur genjah,
toleran hama penyakit, tahan cuaca dan transportasi jarak jauh dan kemudahan
dalam budidaya.
PT Benih Citra Asia menghasilkan produk benih hortikultura yang
berkualitas dengan diproduksi dan diproses melalui pengawasan ketat dari kontrol
kualitas (quality assurance) baik di area produksi maupun di area pabrik. Kontrol
kualitas ini dilakukan dengan pengujian mutu di laboratorium dan di lapang untuk
memastikan bahwa benih yang dipasarkan telah memenuhi jaminan mutu yang
baik. PT Benih Citra Asia telah memperoleh Sertifikat Sistem Manajemen Mutu
Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Nomor 10-LSSM BTPH dari lembaga
sertifikasi sistem mutu benih tanaman pangan dan hortikultura, direktorat jendral
tanaman pangan dan direktorat jendral tanaman hortikultura yang menunjukkan
pengakuan terhadap mutu produk Bintang Asia sesuai standar ISO 9001:2008
sebagai wujud meningkatkan mutu dan pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.

Produk Bintang Asia memiliki logo, merek, nama produk dan desain
kemasan yang dipatenkan di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI pada
Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual sehingga lebih terjamin kualitasnya.
Selain itu produk Bintang Asia juga telah dilindungi Undang-Undang
Perlindungan Varietas Tanaman Nomor 29 tahun 2000.
PT Benih Citra Asia memiliki peluang untuk berkompetisi dalam kualitas
produk dengan perusahaan asing karena PT Benih Citra Asia merupakan salah
satu perusahaan yang memiliki kapasitas gudang berteknologi tinggi dan
kelengkapan aspek bisnis dari hulu hingga hilir. Kepercayaan pelanggan serta
dukungan plasma petani mitra yang tersebar di wilayah Jawa Timur dan
kemampuan sumber daya manusia, PT Benih Citra Asia akan mampu
menyediakan benih secara kualitas, kuantitas, dan berkesinambungan.
4.1.1

Visi dan Misi Perusahaan

1. Visi Perusahaan :
Mewujudkan kebangkitan benih nasional sebagai sumber varietas unggul di
dunia dan peningkatan kesejahteraan petani dengan meningkatkan kualitas produk
pertanian yang ramah lingkungan, serta dengan nilai-nilai keagamaan.
2. Misi Perusahaan :
a. Melakukan

penelitian

dan

pengembangan

varietas

unggul

yang

mempunyai daya saing serta permintaan pasar.


b. Memproduksi benih/bahan pertanaman dengan memberdayakan petani,
kelompok tani yang saling menguntungkan.
c. Memberikan kepuasan pelanggan dengan menyediakan varietas unggul
yang bermutu tinggi.
d. Membentuk karakter sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan
dalam bidang pekerjaannya masing-masing.
e. Melakukan pelayanan dan pembinaan terhadap petani dalam usaha tani
agar mampu bersaing dan mempunyai daya tawar di negeri sendiri.

4.1.2

Letak Geografis Perusahaan


PT Benih Citra Asia secara geografis terletak di Jalan Akhmaludin Nomor

26 Desa Wirowongso Kecamatan Ajung, Kabupaten jember. Letaknya diantara


sebelah barat Desa Sumuran, sebelah timur Desa Kranjingan, sebelah utara Desa
Muktisari dan sebelah Selatan Desa Mumbul. PT Benih Citra Asia terletak di
lokasi dengan ketinggian tempat 73 meter diatas permukaan laut. PT Benih
Citra Asia memiliki luas lahan 830 hektar yang terbagi atas 2 bagian yaitu 30
hektar untuk lahan perusahaan dan 800 hektar untuk lahan kemitraaan.
4.1.3

Legalitas Perusahaan
Akta notaris Hariyanto Imam Salwawi, SH. Nomor 3 tanggal 3 Januari

2006 Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Nomor: C-10050 HT.01.01.TH 2006. Surat Izin Perdagangan Nomor:
13.07.1.74.00626. Nomor Pokok Wajib Pajak (MPWP): 02.307.089.9-626.000.
4.2

Struktur Organisasi Lokasi Magang


PT Benih Citra Asia memiliki struktur organisasi yang disusun sebagai
upaya pelimpahan wewenang, tugas dan tanggung jawab kepada masing-masing
karyawan dengan batasan yang jelas dalam menjalankan tugas. PT Benih Citra
Asia dipimpin oleh seorang President Director, sedangkan untuk kantor wilayah
dibawah komando vice president director dan selanjutnya manager yang lain di
pegang oleh Marketing & Development Director dan Seed Operation Director.
Berikut merupakan uraian lengkap mengenai struktur organisasi PT Benih Citra
Asia.
1. President Director
2. Vice President Director
3. Management Representative
4. Marketing and Development Director
5. Seed Operation Director
a. Research and Development Manager
b. PDS Manager

c. Marketing Manager
d. Stock Seed Manager
e. Quality Assurance Manager
f. Production Manager
g. Farm Manager
h. Plant Manager
i. HRD Manager
j. Finance Manager
4.3

Unit dan Program Kerja


Berikut job description dari masing-masing divisi dalam struktur
organisasi PT Benih Citra Asia, Jember Jawa Timur :
1. President Director
President director memiliki tugas, wewenang dan juga tanggung jawab
sebagai berikut:
a. Membuat rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang
perusahaan.
b. Bertanggung jawab penuh terhadap perusahaan baik secara legalitas,
hukum, kewajiban keuangan dan seluruh kegiatan bisnis perusahaan dari
hulu dan hilir.
2. Management Representative
Management representative memiliki tugas, wewenang dan tanggung jawab
sebagai berikut:
a. Melakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen SMM (Sistem
Manajemen Mutu) dan bertanggung jawab terhadap kepastian kecukupan
yang dipersyaratkan.

b. Memastikan bahwa SMM telah ditetapkan, dterapkan dan dipelihara sesuai


dengan standar ISO 9001:2008.
c. Melakukan kerjasama dengan institusi atau organisasi lain didalam
perancangan program yang berhubungan dengan SMM.
d. Membuat rencana dan melaksanakan pemeriksaan secara berkala terhadap
efektivitas penerapan SMM.
e. Menjaga dan memelihara kerahasiaan sistem manajemen terhadap pihak
yang tidak berkepentingan.
f. Melaporkan kinerja SMM secara berkala kepada manajemen atau pucuk
pimpinan atau top management untuk ditinjau dan hasil tinjauan tersebut
dapat digunakan sebagai dasar untuk perbaikan SMM.
g. Menjadi penghubung dengan pihak luar dalam masalah yang berhubungan
dengan SMM.
h. Bersama dengan Top Management menyusun Rencana Anggaran.
i. Mensosialisasikan kebijakan Top Management.
3. Marketing and Development Director
Marketing and Development Director memiliki tugas, wewenang dan
tanggung jawab dalam membuat perencanaan produk yang akan dipasarkan,
pengawasan penelitian dan pengembangan, pengujian multilokasi, promosi dan
strategi pemasaran.
4. Seed Operation Director
Seed Operation Director memiliki tugas, wewenang dan tanggung jawab
dalam melakukan koordinasi dengan manager terkait dan pengawasan serta
bertanggung jawab terhadap pemenuhan sumber benih, produksi, pengawasan
mutu dan pengujian mutu, rekrutmen dan pengembangan sumber daya manusia,
pengendalian infrastruktur dan lingkungan, prosesing dan pengemasan serta
keuangan perusahaan.
5. Research & Development Manager

Research and Development Manager memiliki tugas, wewenang, dan


tanggung jawab sebagai berikut:
a. Bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yamg ada di divisi RND.
b. Melakukan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang berkaitan
dengan perakitan varietas sesuai hasil meeting managemen.
c. Melakukan pengawasan, pengarahan dan evaluasi terhadap kinerja breeder
dan coordinator farm.
d. Memecahkan permasalahan-permasalahan produk baik di dalam maupun di
luar perusahaan.
e. Melakukan koleksi plasma nutfah baik dari dalam negeri maupun luar
negeri.
f. Melakukan proses pemuliaan sesuai kebijakan perusahaan.
g. Melakukan perbanyakan benih sumber.
h. Membuat deskripsi tetua jantan, betina, tanaman F1 dan OP.
i. Membuat rekomendasi standar teknologi produksi.
j. Bekerjasama dengan PDS dalam proses penentuan calon varietas hingga
diputuskan menjadi komersil.
k. Membantu PDS dalam pelaksanaan uji multilokasi dan pelepasan varietas
pada Badan Benih Nasional Deptan Jakarta.
l. Bertanggung jawab terhadap proses Perlindungan Varietas Tanaman di
Kantor PVT Deptan Jakarta.
m. Mambantu proses sertifikasi, akreditasi, serta perijinan lainnya yang
dilakukan oleh perusahaan.
n. Melakukan pembinaan terhadap bawahannya dan atau antar divisi.
o. Melakukan meeting dalam tim, antar divisi dan/atau dengan managemen.

p. Melakukan supervisi perbanyakan benih sumber di Jember.


q. Melakukan roguing terhadap tanaman baru diproduksi.
r. Membuat perencanaan keuangan dan bertanggung jawab terhadap laporan
keunagan R&D.
s. Melakukan tugas-tugas lain yang ditetapkan, kemudiian oleh atasan atau
perusahaan.
t. Menjaga semua informasi atau data perusahaan sehingga tidak sampai
diketahui oleh pihak yang tidak berkepentingan.
6. Product Development Support Manager (PDS)
Product Development Support Manager (PDS) dalam pelaksanaannya
memiliki tugas, wewenang dan tanggung jawab sbagai berikut:
a. Membuat perencanaan sesuai dengan area, varietas dan musim.
b. Mengumpulkan informasi mengenai karakter dan performa varietas-varietas
PDS.
c. Mengumpulkan semua informasi mengenai segala hal yang menyangkut
kompetitor.
d. Melakukan koleksi plasma nutfah untuk research and development (varietas
lokal, varietas kompetitor)
e. Mengambil gambar tanaman PDS untuk keperluan label dan materi
promosi.
f. Membuat deskripsi tanaman (setelah mendapatkan nomor-nomor baru dari
R&D, yang dibutuhkan untuk merilisnya).
g. Mengumpulkan

informasi

mengenai

sistem

budidaya

(pemupukan,

pestisida, dan lain-lain).


h. Membuat laporan dan copynya untuk R&D Manager dan Marketing
Manager.

i. Melakukan meeting koordinasi baik dalam divisi maupun dengan divisi lain.
j. Melakukan kontrol inventori benih PDS, mendistribusikannya dan
seterusnya.
k. Melakukan pengawasan uji multilokasi varietas PDS yang sudah dinyatakan
status komersil untuk kepentingan pelepasan varietas.
7. Area Marketing Manager
Area Marketing Manager merupakan divisi yang memiliki tugas, wewenang
dan tanggung jawab sebagai berikut:
a. Melakukan tugas-tugas lain yang telah ditetapkan, kemudiian oleh atasan
atau perusahaan.
b. Menjaga semua informasi atau data perusahaan sehingga tidak sampai
diketahui oleh pihak lain yang tidak bersangkutan.
c. Bertanggung jawab secara langsung kepada Marketing Manager (MM)
d. Melakukan kontrol terhadap Marketing Support dan Marketing Executive
atas job description yang telah ditentukan oleh perusahaan.
e. Bertanggung jawab terhadap kegiatan sehari-hari dan melaporkan setiap
kegiatan serta rencana kegiatan secara periodik sesuai ketentuan yang
berlaku.
f. Melakukan negosiasi dengan pihak terkait untuk program-program yang
strategis dalam upaya meningkatkan demand, berkoordinasi dengan
Marketing Executive.
g. Bertanggung jawab untuk melakukan pembinaan terhadap pihak-pihak
terkait dengan peningkatan demand produk seperti kelompok tani, dealer,
dinas terkait dan pihak-pihak lain, berkoordinasi dengan Marketing
Executive.
h. Mengkoordinasi Marketing Executive dalam membuat rencana penjualan
dalam memantau serta mengontrol collection sales yang dilakukan oleh
Marketing Executive.

i. Mengumpulkan serta melaporkan data-data sesuai kebutuhan dan ketentuan


yang berlaku.
j. Senantiasa menjaga hubungan kerja dan melakukan koordinasi secara baik
dengan anggota tim dalam divisinya maupun dengan bagian lain yang
terkait di dalam PT Benih Citra Asia demi tercapainya tujuan perusahaan.
k. Memberikan semua informasi yang berkaitan dengan tugasnya sebagai Area
Marketing Manager kepada Marketing Manager.
l. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasannya dan atau
Marketing Manager untuk mendukung terhadap fungsi dan tugas divisi
Marketing secara umum.
m. Mengkover area-area yang tidak terjangkau secara efektif oleh Marketing
Executive di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.
n. Menjajagi dan menindaklanjuti proyek-proyek di wilayah kerjanya.
o. Melakukan survei pasar dan bertindak sebagai Market Inteligence dalam
upaya mendapatkan data akurat untuk mendukung strategi perusahaan
secara keseluruhan.
p. Menjaga semua informasi atau data perusahaan sehingga tidak sampai
diketahui oleh pihak yang tidak berkepentingan.
q. Bersedia setiap saat untuk ditempatkan dimana saja.
8. Marketing Manager
Marketing Manajer PT Benih Citra Asia memili tugas, wewenang dan
tanggung jawab sebagai berikut:
a. Bertanggung jawab secara langsung kepada Marketing and Development
Director.
b. Melakukan control terhadap Marketing Support, Marketing Executive dan
Area Marketing Manager atas job description yang telah ditentukan oleh
perusahaan.

c. Bertanggung jawab terhadap kegiatan sehari-hari dan melaporkan setiap


kegiatan serta rencana kegiatan secara periodic sesuai ketentuan yang
berlaku.
d. Melakukan negosiasi dengan pihak terkait untuk program-program yang
strategis dalam upaya meningkatkan demand.
e. Bertanggung jawab untuk melakukan pembinaan terhadap pihak-pihak yang
terkait baik internal maupun eksternal.
f. Melakukan control terhadap Marketing Executive dalam membuat rencana
penjualan dalam memantau serta mengontrol collection sales yang
dilakukan oleh Marketing Executive.
g. Mengumpulkan serta melaporkan data-data sesuai kebutuhan dan ketentuan
yang berlaku.
h. Senantiasa menjaga hubungan kerja dan melakukan koordinasi secara baik
dengan anggota tim dalam divisinya maupun dengan bagian lain yang
terkait di dalam PT Benih Citra Asia demi tercapainya tujuan perusahaan.
i. Memberikan semua informasi yang berkaitan dengan tugasnya sebagai
Marktting Manager kepada Marketing Development Manager.
j. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasannya untuk
mendukung terhadap fungsi dan tugas Divisi Marketing secara umum.
k. Mengcover area-area yang tidak terjangkau secara efektif oleh Marketing
Executive dan Area Marketing Manager.
l. Menjajaki dan menindaklanjuti proyek-proyek di wilayah kerjanya.
m. Melakukan survey pasar dan bertindak sebagai Market Inteligence dalam
upaya mendapatkan data akurat untuk mendukung strategi perusahaan
secara keseluruhan.
n. Menjaga semua informasi atau data perusahaan sehingga tidak sampai
diketahui oleh pihak yang tidak berkepentingan.
o. Bersedia setiap saat untuk ditempatkan dimana saja.

9. Production Manager
Production Manager dalam PT Benih Citra Asia memiliki tugas, wewenang
dan tanggung jawab sebagai berikut:
a. Bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur.
b. Membuat dan melaporkan potensi wilayah produksi serta membuat sistem
produksi er kode produksi.
c. Melakukan pencapaian target produksi secara kuantitas, kualitas, efektif dan
efisien.
d. Melakukan kontrol dan evaluasi terhadap Production Coordinator dan
Production Supervisor.
e. Melakukan pengamanan terhadap kebocoran, kecurangan baik buah sayur
maupun benih.
f. Membuat pelaporan perkembangan produksi, laporan bulanan dan lain-lain.
g. Melakukan pertemuan petani, pertemuan petani kunci dan meeting
organisasi.
h. Melakukan tugas sertifikasi baik secara administrative dan di lapangan.
i. Melakukan koleksi plasma nutfah untuk Research and Development.
j. Melakukan

tugas-tugas

lain

yang

ditetapkan

kemudiian

oleh

atasan/perusahaan.
k. Menjaga semua informasi atau data perusahaan sehingga tidak sampai
diketahui oleh pihak yang tidak berkepentingan.
10. Stock Seed Production Manager
Stock Seed Production Manager dalam PT Benih Citra Asia memiliki tugas,
wewenang dan tanggung jawab sebagai berikut:
a. Melakukan pengujian kemurnian genetik terhadap benih sumber.

b. Melakukan perbanyakan benih sumber.


c. Membuat dan melaporkan potensi produksi stock seed di wilayahnya.
d. Melakukan pencapaian target produksi stock seed secara kuantitas, kualitas,
efektif dan efisien.
e. Melakukun seleksi positif dan negative sesuai keinginan perusahaan.
f. Membuat pelaporan perkembangan produksi stock seed per crop, laporan
bulanan dan lain-lain.
g. Membuat deskripsi tanaman per kode produksi.
h. Melakukan supervise lahan, supervise tanaman produksi benih.
i. Melakukan rouging baik tetua jantan dan betina termasuk rouging tanaman
open pollinated.
j. Melakukan koleksi plasma nutfah untuk Research and Development.
k. Melakukan tugas-tugas lain yang ditetapkan, kemudiian oleh atasan atau
perusahaan.
l. Menjaga semua informasi atau data perusahaan sehingga tidak sampai
diketahui oleh pihak yang tidak berkepentingan.
11. Plant Manager
Plant Manager dalam PT Benih Citra Asia memiliki tugas, wewenang dan
tanggung jawab sebagai berikut:
a. Membuat perencanaan kebutuhan material packing (label, kemasan, lakban,
kardus, inner box dan lain-lain).
b. Menerima order benih masuk, order pembelian atau penjualan dan mengatur
pengambilan benih masuk.
c. Melakukan control terhadap proses benih masuk, pengeringan, prosesing,
pengantongan dan pelabelan, penyimpanan, pengemasan, pengiriman atau
ekspedisi.

d. Membuat bukti surat jalan, faktur pembelian, faktur penjualan, bukti return,
dan lain-lain.
e. Membuat laporan inventori benih, stock benih bulky, barang jadi, material,
monitoring order.
f. Melakukan tugas-tugas lain yang ditetapkan, kemudiian oleh atasan atau
perusahaan.
g. Menjaga semua informasi atau data perusahaan sehingga tidak sampai
diketahui oleh pihak yang tidak berkepentingan.
12. Field Quality Assurance Coordinator
Field Quality Assurance Coordinator dalam PT Benih Citra Asia memiliki
tugas, wewenang dan tanggung jawab sebagai berikut:
a. Melakukan koordinasi dengan SSP, SQA, R and D, dan Produksi.
b. Melakukan supervisi tanaman produksi benih khususnya proses hibridisasi.
c. Melakukan rouging baik tetua jantan dan betina termasuk rouging tanaman
OP.
d. Melakukan koleksi lasma nutfah untuk Research and Development.\
e. Melakukan tugas-tugas lain yang ditetapkan, kemudiian oleh atasan atau
perusahaan.
f. Menjaga semua informasi atau data perusahaan sehingga tidak sampai
diketahui oleh pihak yang tidak berkepentingan.
13. Seed Quality Assurance Coordinator
Seed Quality Assurance Coordinator dalam PT Benih Citra Asia memiliki
tugas, wewenang dan tanggung jawab sebagai berikut:
a. Membuat rencana kerja, kebutuhan peralatan dan perlengkapan serta segala
hal yang menyangkut pengujian mutu benih.

b. Mengkoordinasikan bawahannya dalam mencapai tujuan pengujian mutu


benih.
c. Melakukan control terhadap pengambilan sampel per lot benih.
d. Melakukan control, analisi kemurniaan fisik, uji daya berkecambah, uji
kadar air, uji bobot 1000 butir, uji kesehatan benih, uji hibriditas dan
pengujian lainnya sesuai standar ISTA.
e. Melakukan pencatatan dan pelaporan pengujian mutu benih.
f. Melakukan dan ikut serta dalam penyusunan dan penerapan sistem
manajemen mutu PT Benih Citra Asia.
g. Mewakili perusahaan dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan mutu
benih.
h. Bertanggung jawab terhadap semua kegiatan pengujian mutu benih.
i. Menganalisis terhadap pengujian benih.
j. Melakukan tugas-tugas lain yang ditetapkan, kemudiian oleh atasan atau
perusahaan.
k. Menjaga semua informasi atau data perusahaan sehingga tidak sampai
diketahui oleh pihak yang tidak berkepentingan.

14. Quality Assurance Manager


Quality Assurance Manager dalam PT Benih Citra Asia memiliki tugas,
wewenang dan tanggung jawab sebagai berikut:
a. Melakukan pengujaian kemurnian genetic terhadap benih sumber.
b. Melakukan perbanyakan benih sumber.
c. Membuat dan melaporkan potensi produksi stock seed di wilayahnya.

d. Melakukan pencapaian target produksi stock seed secara kuantitas, kualitas,


efektif, dan efisien.
e. Melakukan seleksi poditif dan negative sesuai keinginan perusahaan.
f. Membuat pelaporan perkembangan produksi stock seed per crop, laporan
bulanan dan lain-lain.
g. Membuat diskripsi tanaman per kode produksi.
h. Melakukan supervise lahan, supervise tanaman produksi benih.
i. Melakukan rouging baik tetua jantan dan betina termasuk rouging tanaman
OP.
j. Melakukan pengamatan uji hibriditas, uji multilokasi.
k. Melakukan tugas sertifikasi baik secara administrative dan di lapangan.
l. Melakukan kontrol terhadap pengambilan sampel per lot benih.
m. Melakukan uji kemurniaan fisik, uji daya berkecambah dan uji kadar air
sesuai standart ISTA.
n. Melakukan pencatatan terhadap sampel dan melaporkan hasil uji kemurnian
fisik, uji daya berkecambah dan uji kadar air.
o. Menganalisis terhadap pengujian benih.
p. Melakukan koleksi plasma nutfah untuk Research and Development.
q. Melakukan tugas-tugas lain yang ditetapkan, kemudiian oleh atasan atau
perusahaan,
r. Menjaga semua informasi atau data perusahaan sehingga tidak sampai
diketahui oleh pihak yang tidak berkepentingan.
15. Human Rsearch Development And General Activity (GA) Manager
Berikut merupakan tugas, wewenang dan tanggung jawab divisi Human
Rsearch Development and General Activity (GA) Manager:

a. Melakukan perencanaan dan pengadaan tenaga kerja.


b. Melaksanakan seleksi dan penempatan pegawai.
c. Pengembangan personil melalui pendidikan dan latihan.
d. Integrasi personil ke dalam organisasi dan pemeliharaannya termasuk
pemberian imbalan dan kompensasi.
e. Penilaian-penilaian terhadap hasil kerja juga pengembangan karir serta
pemberhentian personil.
f. Melakukan perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur.
g. Melakukan pemeliharaan lingkungan kerja.
h. Melakukan pengendalian alat ukur.
i. Melakukan kalibrasi.
j. Melakukan perencanaan dan perawatan kendaraan.
k. Melakukan pembayaran pajak kendaraan.
l. Melakukan

tugas-tugas

lain

yang

ditetapkan,

kemudiian

oleh

atasan/perusahaan.
m. Menjaga semua informasi atau data perusahaan sehingga tidak sampai
diketahui oleh pihak yang tidak berkepentingan.
16. Finance Manager
Berikut merupakan tugas, wewenang dan tanggung jawab divisi Finance
Manager:
a. Menganalisa, memeriksa bukti dokumen, baik kwitansi dokumen ekstern
yang tertuang dalam bukti kas keluar, kas masuk, bank keluar, bank masuk
serta buku bantu lainnya sebagai pendukung yang layak dalam laporan
keuangan.

b. Membuat dan menganalisa laporan keuangan dan penjelasannya setiap


bulan.
c. Membuat dan menganalisa cash flow untuk memonitoring dan kelancaran
kegiatan perusahaan.
d. Membuat laporan pajak dan melaporkannya ke departemen yang
bersangkutan.
e. Melakukan audit internal.
f. Memeriksa faktur pembelian, penjualan dan bukti-bukti yang terkait
didalamnya.
g. Melakukan dan memeriksa stock opname terhadap benih.
h. Memeriksa hasil tagihan perusahaan baik intern perusahaan maupuk
ekstern.
i. Menjadwal keuangan atau tagihan utang piutang perusahaan.
j. Membuat proposal pada pihak yang terkait.
k. Melakukan

tugas-tugas

lain

yang

ditetapkan,

kemudiian

oleh

atasan/perusahaan.
l. Menjaga semua informasi atau data perusahaan sehingga tidak sampai
diketahui oleh pihak yang tidak berkepentingan.
4.3.1

Ketenagakerjaan

PT Benih Citra Asia memiliki tiga jenis ketenagakerjaan, diantaranya


adalah sebagai berikut:
1. Karyawan Tetap
Karyawan tetap merupakan karyawan yang telah melewati masa kontrak
awal minimal 2 tahun masa kerja dan sistem penggajiannya dilakukan 1 bulan
sekali dengan tanggung jawab atas berjalannya suatu divisi.
2. Pekerja Borongan

Pekerja borongan dalam PT Benih Citra Asia merupakan pekerja yang


bekerja berdasarkan target dan penggajian dilakukan berdasar atas target yang
telah dilakukan dengan sistem penggajian 2 minggu sekali dalam 1 bulan yaitu
pada tanggal 1 dan tanggal 16.
3. Pekerja Harian Lepas.
Pekerja harian lepas merupakan pekerja yang bekerja dibawah pengawasan
karyawan tetap dalam menjalankan proses produksi di lahan/farm, laboratorium,
pabrik dan engineering dengan sistem penggajian 1 minggu sekali yang dilakukan
setiap hari selasa.
4.3.2

Fungsi Dan Jaminan Sosial

1. Fungsi Sosial
Fungsi sosial PT Benih Citra Asia diupayakan untuk meningkatkan
kesejahteraan karyawan melalui peningkatan pelayanan Jaminan Sosial Tenaga
Kerja (jamsostek). PT Benih Citra Asia juga memberikan jasa produksi dan
penjualan melalui bonus kepada karyawan atas dasar mereka ikut serta dalam
meningkatkan hasil produksi benih serta penjualan benih dan juga cuti apabila ada
keperluan.
PT Benih Citra Asia juga memberikan bantuan pendidikan yang berupa
sistem praktek kerja lapang ataupun magang kerja industri bagi siswa Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) dan mahasiswa tingkat universitas dan perguruan
tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan sumber daya manusia. Keberadaan PT
Benih Citra Asia juga memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya
dilingkungan sekitar yaitu berupa lapangan pekerjaan dan jaminan sosial.
2. Jaminan Sosial
PT Benih Citra Asia menciptakan dan meningkatkan kesejahteraan
karyawan melalui fasilitas dan jaminan sosial sebagai berikut:
a. Jasa peminjaman uang bagi karyawan dan tenaga kerja dengan bunga 0%
dan tanpa jaminan dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

b. Jaminan kesehatan bagi karyawan dan tenaga kerja dengan pelayanan


jamsostek.
c. Pembagian Tunjangan Hri Raya (THR) bagi karyawan dan tenaga kerja
sesuai dengan ketentuan perusahaan.
d. Kegiatan rekreasi bersama karyawan dan tenaga kerja dengan sistem
akomodasi gratis dan dilakukan dalam jangka waktu tertentu.
4.3.3

Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu

1. Kebijakan Mutu
PT Benih Citra Asia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam
bidang pertanian khususnya Industri Benih Hortikultura yang mempunyai
komitmen untuk memenuhi persyaratan pihak yang berkepentingan dengan
sasaran sebagai berikut:
a. Melakukan penelitian dan pengembangan varietas unggul yang mempunyai daya
saing serta ramah lingkungan.
b. Memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan dengan menyediakan varietas unggul
yang bermutu tinggi sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.
c. Melakukan perbaikan terus-menerus untuk menjamin kesesuaian dengan
persyaratan dan kebutuhan pelanggan melalui penerapan sistem menejemen
mutu ISO 9001:2008.
Kebijakan mutu ini akan selalu ditinjau untukmnejmain kesesuaian melalui
rapat tinjauan menejemen dan harus dipahami oleh seluruh personal dan
organisasi serta dijadikan kerangka kerja dalam penetapan dan peninjauan sasaran
mutu.
2. Sasaran Mutu
Sasaran mutu yang diterapkan di PT benih Citra Asia dalam menghasilkan
produk unggulan yaitu sebagai berikut:

a. Melakukan kegiatan pemuliaan tanaman khususnya hortikultura (plant breeding)


yang mempunyai daya saing, ramah lingkungan dan sesuai permintaan
pasar.
b. Memproduksi benih/bahan pertanaman yang memberdayakan petani, kelompok
tani yang saling menguntungkan.
c. Membentuk karakter sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan dalam
bidang pekerjaan masing-masing.
d. Memastikan dan menjamin produk yang dipasarkan telah memenuhi standart
mutu sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.
e. Melakukan pelayanan pembinaan terhadap petani dan usaha tani agar mampu
bersaing dan mempunyai daya tawar di negeri sendiri.
V.
V.1

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
Berikut dibawah ini merupakan kegiatan magang kerja yang dilakukan

menurut divisi yang ada pada PT Benih Citra Asia :


V.1.1 Divisi Quality Assurance (QA)
Divisi Quality Assurance merupakan divisi yang menangani jaminan mutu
benih, divisi ini dibagi atas empat bagian, yaitu seed quality assurance, purity and
hybridity test, plant quality assurance dan seed research. Dari keempat bagian
tersebut memiliki jobdesk yang berbeda, kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa
sebagai berikut :
1. Seed Quality Assurance (SQA)
Kegiatan yang ada pada bagian ini berupa pengujian benih, benih diuji
untuk mengetahui kualitas benih yang masuk ke pabrik sebelum benih diproses
selanjutnya, kegiatan yang dilaksanakan berupa :
a. Pengambilan Contoh Benih (PCB)
Benih hasil panen yang masuk ke pabrik berupa benih regular dan benih
stock seed diterima oleh divisi plant, kemudian dari divisi plant mengajukan

pengujian pada SQA untuk mengetahui kualitas daya berkecambah (DB), kadar
air (KA) dan kemurnian fisik (KM) dari benih.
Pengambilan contoh benih dilakukan dengan mengambil sampel benih,
benih diambil dengan menggunakan stick trier, alat ini digunakan untuk
mengambil benih dalam kantong secara acak (mix), setelah benih diambil dan
ditempatkan pada baki lalu benih dicampur menggunakan soil devider
sehingga didapatkan benih sampel, tahap terkahir yaitu menimbang benih
sesuai dengan kebutuhan untuk pengujian kadar air dan juga daya
berkecambah.
b. Sterilisasi
Sterilisasi merupakan kegiatan pembersihan alat/media dari kotoran
ataupun kontaminan yang mempengaruhi alat/media sehingga nantinya
menimbulakan pengaruh terhadap benih, sterilisai dilakukan pada setiap akan
melakukan kegiatan yang berhubungan dengan benih yang akan diuji, sterilisai
dilakukan dengan menggukan alkohol 95% dan dicampur dengan aquades
hingga alkohol berubah konsentrasi menjadi 75%. Sterlisasi dilakukan pada
kegiatan :
1) Sterilisasi meja/kaca untuk menyemai
2) Sterilisai alat/media berupa stick trier, soil devider, pinset, petridis,
sungkup, dan baki.
c. Penyemaian Tanaman Uji
Setelah melakukan pengambilan contoh benih, benih dibawa ke
laboratorium Quality Assurance, benih sampel yang didapat kemudian disemai
kedalam media yang sesuai dengan jenis benih yang diamati, penyemaian
dilakukan sebanyak 4 ulangan, dimana setiap ulangan terdiri dari 100 butir
benih. Metode yang digunakan pada setiap jenis benih berbeda, metode yang
digunakan pada penyemaian diantaranya adalah :
1) UKDdP (Uji Kertas Digulung dalam Plastik)

Metode digunakan untuk jenis benih benih besar, yaitu benih jagung,
semangka, buncis, parea, kacang panjang dan sebagainya, Pada metode ini
menggunakan media kertas untuk menyemai, jenis kertas yang digunakan
adalah kertas CD berjumlah 3 lapis dan 2 lapis pada bagian tengah yang
telah disesuaikan untuk kebutuhan daya berkecambah benih, kertas CD
harus melalui validasi kebutuhan perkecambahan.
Benih disemai kedalam kertas yang telah direndam dengan air panas,
setelah kertas direndam kemudian ditiriskan hingga dingin, tahap
selanjutnya yaitu penyemaian, dimana setiap gulungan kertas terdiri dari
100 benih, maka pada penyemaian menggunakan metode UKDdp
membutuhkan 4 gulung kertas untuk menyemai 400 benih yang akan diuji,
setelah proses penyemaian benih didalam kertas kemudian benih
dimasukkan kedalam plastik dan diletakkan kedalam germinator kabiner.
2) AK Kipas (Antar Kertas Kipas)
Pada metode ini jenis benih yang disemai berupa jenis benih timun dan
juga melon, media AK Kipas terbuat dari kertas CD dengan 3 lembar
kertas, kertas disusun dan dilipat membentuk gunungan, kemudian kertas
direndam dan ditata pada baki, untuk selanjutnya benih disemai pada
media kertas yang telah ditata.
Pada setiap baki terdiri atas 200 benih, setiap penyemaian 1 lot,
membutuhkan 2 baki dengan total 400 benih timun atau melon, setelah
benih disemai kemudian baki ditutup dengan menggunakan plastik wrap,
serta diberi perekat agar wrapping tidak lepas, selanjutnya baki ditaruh
kedalam ruangan pengujian daya berkecambah dengan suhu terkendali.
3) PK Tisu (Pada Kertas Tisu)
Metode PK Tisu dalam pengujian benih menggunakan media kertas
dan tisu, dimana tisu yang dipilih sudah divalidasi untuk kesesuai daya
berkecambah benih, jenis benih yang disemai pada metode ini adalah jenis
benih kecil seperti bayam, caisim, lettuce dan sebagainya. Tisu berbentuk
persegi dengan 2 lapisan ditaruh pada bagian pertama, kemudian pada
bagian atas tisu diberi kertas CD berbentuk lingkaran sebanyak 3 lapis,

setelah itu media tisu diberi air panas dan ditirskan. Benih disemai
sebanyak 100 butir pada setiap tisu, sehingga membutuhkan 4 pasang tisu
pada setiap nomor lot, setelah itu media yang sudah disemai diletkkan
diatas kaca berbentuk persegi panjang untuk 4 pasang media yang sudah
disemai, pada bagian bawah media diberi tisu kasar berukuran panjang
10 cm untuk penyerapan air dari bak air menuju media tisu, dan juga
diberi sungkup berbentuk kerucut pada setiap tisu, selanjutnya media yang
sudah disemai diletakkan diatas bak air pada ruangan pengujian daya
berkecambah dengan suhu terkendali.
4) Pasir
Metode pasir digunakan pada sebagian besar benih, karena dengan
metode ini sebagian besar benih dapat diamati, namun untuk memudahkan
pengamatan jenis benih yang disemai pada media metode ini adalah jenis
benih besar, seperti jagung, buncis, kacang, timun, melon, dan sebagainya.
Pasir yang digunakan pada metode ini adalah pasir yang sudah di saring
dan disterilisasi, pasir dimasukkan kedalam baki dengan ukuran hingga
dari baki tergantung pada jenis benih yang akan disemai. Pasir dalam
baki dilubangi dengan menggunakan cetakan pelubang dengan 2 jenis,
yang pertama yaitu cetakan dengan kapasitas 200 benih, yang kedua
adalah cetakan dengan kapasitas 100 benih pada setiap baki. Setelah itu
benih disemai dengan memasukkan kedalam lubang dan setelah proses
penyemaian selesai lubang ditutup dengan memerikan tanah ayakan
dengan mengayakkan pasir baru.

d. Pengamatan Daya Berkecambah


Setelah proses penyemaian benih, tahap selanjutnya adalah pengamatan
daya berkecambah, pengamatan daya berkecambah dikakukan setelah beberapa
hari setelah semai tergantung jenis benih yang diamati, pengamatan daya
berkecambah dibagi atas 2 tahap, yaitu yang pertama adalah first count,
pegamatan first count adalah pengamatan tahap pertama guna melihat daya
berkecambah benih, data yang didapat dari pengamatan first count berupa
jumalah kecambah normal, dan kevambah sisa atau kecambah yang belum

tumbuh. Setelah itu benih yang tumbuh dihitung dan diprosentasekan sesuai
jumlah rata-rata kecambah normal. Setelah diamati data yang didapat ditulis
kedalam form pengujian.
Pengamatan tahap kedua yaitu final count, pengamatan ini dilakukan oleh
seed analyst yang telah berpengalaman, waktu pengamatan final count
dilakukan beberapa hari setelah first count tergantung pada jenis benih yang
diuji, pada pengamatan ini akan didapatkan data berupa kecambah normal,
kecambah abnormal, benih keras benih segar tidak tumbuh (BSTT), dan benih
mati, setelah itu semuanya dijumlah hingga medapatkan prosentase pada
masing-masing data pengamatan, di tuliskan pada laporan hasil pengujian.
Benih dikatakan lulus adalah benih dengan prosesntase minimal 88%,
prosentase tersebut sesuai dengan kebijakan yang telah diatur sesuai standar
mutu benih, sehingga benih yang dinyatakan lulus memang sesuai dengan
peraturan perbenihan yang ada.

e. Pengujian Kadar Air


Pengujian kadar air dilakukan untuk mengetahui kadar air yang
terkandung dalam benih, apakah benih tersebut memiliki kadar air rendah atau
tinggi, pengujian ini dilakukan dengan 2 metode, metode yang pertama dengan
menggunakan oven, pada metode ini benih ditimbang sesuai dengan kebutuhan
pada pengujian dalam kadar air, kemudian benih dimasukkan kedalam oven
dan ditunggu beberapa waktu, setelah itu didapatkan presesntase kadar airnya.
Tahap kedua adalah dengan menggunakan alat Ohaus, cara kerja alat ini
cukup singkat dikarenakan alat ini bekerja secara otomatis, penimbangan dan
format untuk pengujian sudah terdapat dalam alat tersebut, hal yang perlu
dilakukan adalah menimbang jumah benih yang akan diuji, setelah itu alat
dijalankan secara otomatis dan beberapa saat kemudian kadar air akan muncul
pada layar Ohaus.

Gambar 1. Alat pengukur kadar air (Ohaus)


Kadar air benih dinyatakan lulus apabila prosesntase kadar air sesuai dengan
sesuai dengan standar mutu, misalnya untuk tanaman timun kadar air yang
sesuai dengan standar adalah 10%, untuk bayam 9% dan sebagainya.
f. Pengujian Tetrazolium
Pengujian

tetrazolium

dilakukan

apabila

pada

pengujian

daya

berkecambah terdapat benih segar tidak tumbuh (BSTT) atau benih semangka
seed less yang harus dilakukan pengujian tetrazolium. Pengujian ini bertujuan
untuk mengetahui viabilitas benih, viabilitas akan terlihat setelah benih
direndam semalam dalam larutan tetrazolim, benih yang viable memiliki ciri

yaitu warna benih merah rata, atau warna merah pada 50% dari titik tumbuh,
sedangkan non memiliki ciri warna benih putih pucat, atau putih pada titik
tumbuh benih. Berikut langkah dalam melakukan pengujian tetrazolium :
1) Siapkan bahan dan alat
2) Sterilisasi petridis dan pinset untuk pengupasan kulit
3) Kupas kulit luar benih dan kulit ari benih
4) Benih yang sudah dikelupas kulit luar maupun kulit ari direndam dalam
larutan tetrazolium
5) Biarkan tetrazolium bereaksi dalam waktu semalam
6) Amati viabilitas benih
g. Kalibrasi
Kegiatan kalibrasi di PT Benih Citra Asia dibagi menjadi 2 macam, yang
pertama yakni kalibrasi internal, kalibrasi internal dilakukan sendiri oleh
perusahaan rutin setiap minggu, kalibrasi internal bertujuan untuk mengkoreksi
ulang peralatan yang membutuhkan keakuratan pengukuran atau penggunaan.
Kalibrasi yang kedua adalah kalibrasi eksternal, kalibrasi eksternal
dilakukan oleh pihak UPT dari Surabaya khusus menangani kalibrasi, kalibrasi
eksternal dilakukan setiap satu tahun sekali atau jika dibutuhkan kalibrasi,
kebutuhan kalibrasi ini dilakukan agar kondisi peralatan tetap akurat karena
berhubungan dengan data pengukuran atau perlakuan yang khusus. Peralatan
yang mendapat penanganan kalibrasi diantaranya adalah timbangan, baik
timbangan digital kecil maupun timbangan besar, germinator cabinet, Ohaus
untuk pengukuran kadar air, Oven, Soil Devider, pengukur suhu dan
kelembaban, dan sebagainya.
2. Purity And Hybridity Test (PHT)
Hybridity Test dilakukan untuk mengetahui karakteristik tanaman F1,
subdivisi ini bertugas melihat secara langsung karakteristik tanaman yang ditanam
oleh petani sesuai dengan karakteristik yang diharapkan, langkah pengujian

hybridity test adalah dengan menghitung jumlah tanaman dalam satu nomot lot,
kemudian menghitung jumlah tanaman yang tergolong dalam jenis tanaman F1,
betina, varietas lain, dan off type.
Perhitungan yang dinyatakan lulus kedalam F1 uji hibriditas adalah apabila
dalam satu nomor lot terdapat maksimum 2% dari total populasi, setelah itu juga
dilakukan pengujian kemurnian benih, benih dilihat pada kantong-kantong yang
sudah diekstraksi, untuk jenis benih F1 toleransi benda lain adalah 1%, sehingga
benih yang masuk kedalam pabrik harus benar-benar bersih.
V.1.2 Divisi Plant
Divisi Plant merupakan divisi yang menangani penggudangan benih,
mulai dari penerimaan benih hasil panen (benih masuk) hingga benih siap dijual,
berikut kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada divisi Plant :
1) Benih Masuk (Seed Incoming)
Benih dikirim ke pabrik dinamakan benih masuk (seed incoming), benih
diterima oleh divisi plant, tahapan yang dilalui pada saat benih masuk berupa
serah terima benih dari supir kepada divisi plant, kemudian benih diperiksa
kemurniannya oleh petugas benih masuk divisi plant, toleransi kemurniaan adalah
2%, setelah itu benih diberi nomor lot dan kode produksi serta ditimbang,
penimbangan disesuaikan dengan tanda terima benih apakah sesuai dengan yang
dibawa pada saat benih masuk. Pemberian nomor lot berdasarkan nama petani.
Benih yang masuk ditempakan pada gudang Bulky.
2) Sortasi
Sortasi bertujuan untuk memisahkan benih dari kotoran maupun
memisahkan antara benih yang berkualitas dan kurang berkualitas, pada divisi
plant kegiatan sortasi dibagi atas 2 metode, metode pertama adalah sortasi manual,
sortasi manual dilakukan secara manual dengan manusia, sortasi manual
dilakukan dengan menggunakan alat bantu misalnya tampi, kemudian juga
terdapat sortasi manual berupa pemilihan benih yang layak dan kurang layak
berdasarkan warna maupun karakteristik, sortasi ini dilakukan di bagian
processing pabrik, sortasi ditempatkan pada bilik meja khusus untuk menjaga

kondisi lingkungan benih agar tetap bersih dan terjaga agar tidak tercampur
dengan benih lain.
Metode kedua adalah sortasi otomatis, sortasi ini dilakukan dengan
menggunakan tenaga mesin, mesin sortasi yang ada pada PT Benih Citra Asia
dinamakan dengan Air Screen Cleaner, alat ini mampu memisahkan benih dengan
kotoran serta benih dari ukurang yang tidak sesuai, sortasi ini menggunakan
screen yang berlubang yang sudah disesuaikan dengan jenis benih yang akan
disortir. Kegiatan sortasi diawasi langsung oleh coordinator bagian processing
sebagai salah satu bentuk control terhadap petugas yang menjalankan kegiatan
sortasi, tujuannya agar benih yang disortasi sesuai dengan standar prosedur sortasi
benih.

Gambar 2. Alat sortasi (Air Screen Cleaner)


3) Stempel
Penyetempalan kemasan dilakukan sesuai dengan kebutuhan kemasan yang
akan digunakan untuk mengemas benih, penyetempelan ini dilakukan dengan
menggunakan mesin otomatis yaitu mesin stempel laser jet printer. Kemasan yang
distempel berjalan otomatis pada mesin printer dengan cara menaruh pada
dudukan berjalan otomatis setelah itu mesin pencetak akan otomatis mencetak
pada kemasan. Kemasan distempel berisikan nomor lot, bobot benih, serta tanggal
kadaluarsa benih.
Penyetempelan ini dilakukan dilakukan oleh 3 orang, orang pertama
bertugas menaruh kemasan dalam dudukan berjalan mesin, orang kedua bertugas

memerika stempel yang tercetak apakah sesuai/tepat pada bagian yang dicetak,
orang ketiga bertugas menata kemasan yang sudah dicetak.

Gambar 3. Alat stempel kemasan


4) Timbang
Benih yang akan dikemas terlebih dahulu ditimbang, benih ditempatkan
pada baki untuk selanjutnya ditimbang, benih ditimbang sesuai dengan kebutuhan
kemasan, penimbangan dilakukan secara manual dengan timbangan duduk, benih
ditempatkan pada wadah kecil dan ditimbang sesuai kebutuhan, setelah ditimbang
benih dimasukkan kedalam kemasan,
Timbangan di cek ulang beberapa kali dengan menggunakan timbangan
analitik digital, agar timbangan duduk tetap akurat untuk menimbang benih, hal
ini termasuk kontrol yang harus dilakukan. Proses penimbangan harus dilakukan
dengan cepat dan tepat, dikarenakan benih berada ditempat terbuka dan harus
segera dikemas, hal tersebut akan mempengaruhi kadar air dari benih.

Gambar 4. Alat timbang benih.

5) Sealer
Setelah benih ditimbang dan dimasukkan kedaam kemasan, benih disegel
dengan menggunakan mesin sealer, mesin sealer berfungsi menyegel benih dalam
kemasan agar kemasan kedap udara, udara yang ada pada benih harus dikeluarkan
dengan cara menekan kemasan pada bagian atas, dan benih ditempatkan pada
bawah kemasan, kemudian kemasan ditekan dan diletakkan pada dudukan
berjalan mesin sealer.

Gambar 5. Mesin Sealer


Kekedapan udara benih dalam kemasan tersebut mempengaruhi kadar air
benih selama dalam kemasan agar tetap terjaga,, maka kemasan perlu diperiksa
ulang sebelum dimasukkan kedalam kardus kemasan, kemasan yang belum rapat
disegel harus disegel ulang guna memastikan kemasan telah tersegel rapat.
Kegiatan sealer dilakukan oleh 4 orang, dimana petugas sealer pertama bertugas
mengeluarkan udara dalam kemasan yang sudah berisi benih, petugas kedua
bertugas menyegel benih dengan menaruh kemasan dalam dudukan berjalan
mesin sealer, petugas ketiga bertugas untuk memeriksa kemasan apakah kemasan
sudah disegel dengan rapat dan benar, dan petugas keempat bertugas memberikan
pada petugas penghitungan kemasan.
6) Insert Inner
Kegiatan terakhir pada processing kemasan yakni memasukkan kemasan
kedalam kardus, kardus kemasan dibagi atas dua macam, yakni kardus pertama
(kardus kecil) berisi kemasan-kemasan, dan kardus kedua (kardus besar) berisi

kardus pertama berisi kemasan. Petugas dalam kegiatan insert inner terdiri atas
dua petugas, yakni petugas pada bagian insert inner kardus kecil, dan petugas
insert inner kardus besar.
7) Hitung dan Pengecekan Ulang
Tahap hitung disini bertujuan untuk menghitung kemasan yang akan
dimasukkan kedalam kardus pertama (kardus kecil), perhitungan kemasan harus
dilakukan secara cermat agar kemasan yang dimasukkan kedalam kardus pertama
sesuai dengan jumlah kemasan yang tertera pada kardus. Setelah kemasan sudah
dimasukkan kedalam kardus pertama kemudian benih diperiksa ulang dengan cara
menimbang kemasan dengan timbangan, kardus ditimbang dan dilihat bobot rataratanya, jika bobot tidak sesuai maka kardus akan dibuka ulang dan diperiksa
jumlah kemasannya. Jika kardus kemasan benih sesuai dengan bobotnya maka
kardus pertama akan dimasukkan kedalam kardus kedua (kardus besar).
V.1.3 Divisi Farm
Kegiatan magang kerja pada bagian farm berupa kegiatan budidaya,
kegiatan budidaya yang dilakukan berupa kegiatan mulai dari persiapan lahan,
pemeliharaan tanaman, pengamatan tanaman, pemupukan, polinasi, panen, dan
pasca panen (ekstraksi) menjadi benih yang masuk ke pabrik, kegiatan budidaya
dilakukan sesuai standar teknologi yang telah ditetapkan oleh PT Benih Citra
Asia. Berikut rincian kegiatan budidaya mentimun pada divisi farm:
A. Persiapan Lahan
1. Pengolahan tanah tahap ke 1
a. Lahan dibajak 2 kali dengan selisih waktu pembajakan minimal 7 hari.
b. Dibuat saluran drainage atau got keliling sedalam 50 cm, untuk
menghindari terjadinya genangan air.
c. Lahan dikerjakan dengan membuat guludan kasar :

Lebar guludan single row 60 cm,

Lebar guludan double row 90 cm,

Lebar saluran/lorong 50 cm.

d. Sebari guludan kasar dengan Dolomid (kapur pertanian) sebanyak 300


Kg/ 0,1 hektar.
e. Campur/cacah tanah guludan yang sudah ditaburi dolomit agar
tercampur, siram dengan air supaya segera bereaksi dengan tanah,
biarkan selama 15 hari.
2. Pengolahan tanah tahap ke 2
a. Lakukan pengguludan untuk tanaman jantan dan dikerjakan lebih dulu
sebelum pengguludan tanaman betina.
b. Bentuk guludan kasar menjadi guludan siap tanam dengan tinggi guludan
25-40 cm, tergantung kondisi air, jenis tanah dan lokasi.

Pada musim kemarau, tanah ringan/pasir, lokasi lahan teras iring


sebaiknya guludan dibuat pendek 25-30 cm

Pada musim hujan, pada tanah berat/liat dan lokasi lahan rata/datar,
guludan harus dibuat tinggi 35-40 cm.

3. Pemupukan dasar
Cara pemberian pupuk dasar :

Sistem tanam single row : Buat alur ditengah guludan

Sistem tanam double row : Buat alur di kedua tepi guludan.

Kedalaman alur

: 10 cm

Gambar 6. Bentuk guludan tanam.

Sebar pupuk dasar yang sudah disiapkan pada alur, tutup dengan
tanah dan lakukan penyiraman (di leb/di turap) sampai guludan basah.

Pasang Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) sesuai system tanamnya.

Pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan pada siang hari atau pada saat
ada panas matahari sekitar Jam 09.00 - 14.00 WIB), agar mulsa dapat
mengembang saat ditarik.

Jangan lakukan pemasangan mulsa jika panas matahari tidak ada


karena akan terjadi kendor pada esok harinya.

4. Sistem tanam
a. Single row (baris tunggal)
Penanaman mentimun dimana dalam satu guludan terdapat satu baris
tanaman

Lebar guludan

: 60 cm

Jarak tanam

: 110 cm x 60 cm

Ukuran mulsa

: 80 cm

Sistem penanaman ini dilakukan pada tanaman Female F1 yang


polinasinya dilakukan pada cabang.
b. Double row (baris ganda)
Penanaman mentimun dimana dalam satu guludan terdapat dua baris
tanaman

Lebar guludan

: 90 cm

Jarak tanam

: 60 cm x 50 cm penanaman sizak

Ukuran mulsa

: 120 cm

Sistem penanaman ini dilakukan pada tanaman jantan dan jenis tanaman
F1 yang polinasinya dibatang utama dan jenis tanaman mentimun OP.
60 cm

90 cm
50 cm

50 cm
60 cm

60 cm

60 cm

110 cm

SINGLE ROW

DOUBLE ROW

Gambar 7. Sistem tanam Single Row dan Double Row.

B. Persemaian Benih
1. Persiapan polibag

Siapkan media pesemaian dari tanah di bawah pohon bambu.

Tanah dijemur lalu diayak, dicampur pupuk SP-36 yang sudah


dihancurkan sebanyak 1 kg / 8 timba tanah (timba 10 liter) dan akan
menjadi 2000 polibag.

Media disterilisasi dengan cara disemprot fungisida (Dithane M-45) 3


sendok makan per tangki 14 liter.

Isi polibag dengan media/tanah yang sudah seteril, Ukuran polibag lebar
6 cm dan panjang 1 m (berbentuk sosis).

Potong polibag yang sudah diisi tanah sepanjang 6 cm dan tata ditempat
pesemaian, tutup dengan plastik agar tidak terkena hujan.

Kebutuhan polibag : tanaman betina = 1100 buah, tanaman jantan = 550


buah.

2. Semai benih

Benih dijemur selama 30 menit.

Benih direndam air dingin selama 3-4 jam, dicuci & digosok-gosok
sampai bersih, kemudian ditiriskan 15 menit.

JIKA PEMERAMAN MEMAKAI KAIN KAOS :

Rendam kain kaos yang bersih ke dalam air panas / mendidih selama 510 menit (agar jamur dan bibit penyakit mati), peras sampai tuntas (tidak
menetes ).

JIKA PEMERAMAN MEMAKAI KERTAS BURAM (KERTAS CD) :

Celupkan kertas CD rangkap 3 kedalam air dingin hingga basah semua,


angkat dan biarkan hingga airnya tidak menetes.

Benih ditata satu lapis (tidak menumpuk) diatas kain / kertas CD dalam
kondisi lembab kemudian ditutup dengan kain / kertas dan digulung /
dilipat kemudian masukkan pada baki / lengser dan ditutup agar suhu
hangat & stabil.

Selama 10-12 jam akan keluar calon akar, lalu dipindah ke polibag.

Buatkan rumah persemaian berbentuk setengah lingkaran/rak dari plastik


putih transparan.

Umur 5-7 HSS, atap mulai dibuka antara pukul 07.00 10.00 WIB untuk
melatih bibit terkena sinar matahari langsung.

3. Interval sowing benih Male dan Female


Pada tanaman jenis OP tidak ada interval sowing karena pada tanaman OP
hanya satu macam jenis tanaman (tidak ada tanaman male atau female).
Tabel 2. Interval sowing pada tanaman hibrida
Kode produksi

Interval sowing Male

Sistem tanam

KE

7 Hari

Double row

KE

7 Hari

Single row

KE

7 Hari

Single row

C. Transplant
Pada tanaman jenis OP, benih langsung ditanam dilapang tanpa dilakukan
pembibitan sebelumnya (tanam benih).
Transplant pada tanaman mentimun jenis F1 sebagai berikut:
1. Transpalant tanaman male

Lubangi mulsa 1 hari sebelum tanam atau pada pagi harinya menjelang
tanam,

Pastikan pada saat tanam, pupuk dasar sudah dilakukan minimal 7 hari
(dihitung dari pengairan).

Bibit ditanam pada umur 6-7 HSS (tunas daun sempurna sudah mulai
tampak).

Sebelum ditanam bibit disiram dahulu.

Cara tanam :

Polibag disobek dengan posisi tegak, kemudian ditanam dilubang


tanam dengan kedalaman di atas leher akar.

Disekitar tanaman sedikit dipadatkan, diberi furadan,

kemudian

dilakukan penyiraman agar tanah lembab.

Waktu tanam sebaiknya sore hari (mulai 14.00 WIB sampai selesai).

Penanaman bibit yang

tinggi (etiolasi) sebaiknya dijepit dengan

daun kelapa yang dipotong-potong sepanjang 10 cm.

Penyulaman dilakukan maksimal 7 hari setelah tanam untuk jenis OP


dan maksimal 2 hari untuk jenis F1.

Tanaman jantan ditanam pada guludan ganda (double row) dengan


jarak tanam 60 X 50 cm, lubang tanam sisak.

Pada tanaman jantan tidak dilakukan pewiwilan cabang.

2. Transplan tanaman Female


Tanaman female ditanam menyesuaikan dengan interval sowing tanaman
male.
D. Pemasangan Lanjaran
-

Tinggi lanjaran 150 cm dan dipasang tegak, 1 lanjaran untuk 1 tanaman dan
diberi tali rambatan 2-3 tingkat.

Pada jenis tanaman OP, lanjaran dipasang miring saling terkait dengan baris
sebelahnya.

E. Pemupukan Susulan

Cara pemberian :

Satu cangkir pupuk campuran ( 200 gram) dimasukkan kedalam 1 timba


air ( 10 liter air) dan diaduk.

Dikocorkan disekitar tanaman satu cangkir per tanaman, kemudian dibilas


/ disiram dengan air bersih.

ditugal 15 cm dari tanaman, 1 sendok makan ( 20 gr) pertanaman,


kemudian disiram dengan air bersih.

Tabel 3. Pemupukan tanaman mentimun


Cara
Aplikasi

Dosis pupuk (Gram/ tanaman)


Umur
tanaman
(HST)

Jenis pemupukan

ZA

SP18

KCL

Pupuk Dasar

13

33

13

10

Pupuk Susulan ke 1

17

Pupuk Susulan ke 2

24

Pupuk Susulan ke 3

10

10

36

Pupuk Susulan ke 4

10

10

NPK
Mutia
ra

KNO3
Tabur
3

Kocor
Kocor
Tugal

Tugal

F. Pemeliharaan Cabang dan Perambatan


-

Pada jenis tanaman mentimun yang di polinasi pada batang utama, pewiwilan
dilakukan di semua cabang yang muncul.

Pada jenis tanaman mentimun yang di polinasi pada cabang, pewiwilan


dilakukan mulai daun pertama sampai ke-6 di buang, cabang ke 7 sampai
dengan ke 13 dipelihara.

Ikat batang tanaman pada lanjaran agar kuat dan tidak mudah roboh (bisa
menggunakan daun kelapa disetaples).

Lakukan perambatan tanaman mengikuti lanjaran dengan mengikat batang


tanaman pada lanjaran.

G. Pengairan

Tanaman mentimun membutuhkan air yang cukup banyak, Waktu pemberian


air yang perlu diperhatikan adalah pada saat :
i. Tanam dan penyulaman
ii. Pemupukan
iii. Pembungaan, pembentukan buah dan pengisian biji

Pengairan sebaiknya diberikan setiap 7 10 hari, tergantung jenis tanah, fase


tanaman dan kondisi lahan, jangan biarkan lahan terlalu kering, karena dapat
mengakibatkan stress pada tanaman sehingga pertumbuhan tanaman bisa
terhambat (tanaman kerdil atau layu dan akhirnya mati).

Pengairan dapat dilakukan dengan penyiraman atau dikocor, pengairan


dengan sistem Leb / turap sangat beresiko, karena dapat mengakibatkan
kelayuan.

Gunakan air yang bersih dan hindari pemberian air yang berlebihan.

H. Penggunaan Pupuk Daun dan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)

Pupuk daun diberikan mulai tanaman masih muda sampai kegiatan polinasi
selesai, diberikan 2 minggu sekali.

ZPT diberikan pada tanaman masih muda hingga pada awal polinasi, di
berikan 2 minggu sekali.

Penggunaan pupuk daun & ZPT bisa diaplikasikan bersamaan pestisida


kecuali dengan pestisida yang bersifat alkali.

Jangan gunakan pupuk daun dan ZPT yang mengandung 2,4 D.

I. Polinasi
1. Persiapan alat dan bahan

Sungkup (cup) dari sedotan .

Benang siet (minimal 2 warna yang mencolok ).

Kertas bungkus nasi (kertas minyak).

Setaples.

Keranjang plastik.

2. Jumlah polinator rata-rata adalah 1 orang : 250 tanaman.


3. Pewiwilan cabang-cabang bawah harus sudah selesai.
4. Lakukan pelatihan polinator tentang pengenalan alat dan bahan, jenis
bunga, prosedur polinasi dan lain-lain.
5. Bersihkan & buang buah yang jadi bukan hasil polinasi (buah OP).
6. Buang dan bersihkan bunga jantan yang mekar dan belum mekar pada
tanaman betina dari pangkal sampai ujung tanaman.
7. Pasang sungkup (cup) pada bunga betina (bakal buah) yang besok pagi
mekar dengan ciri-ciri :

Mahkota bunga masih kuncup dan sudah berwarna kuning.

Bunga betina yang disungkup/dipolinasi adalah yang berada di cabang.

Jadwal hibridisasi / polinasi sebagai berikut:

Pagi ( 06.00 - 07.00 ) Pekerjaan yang dilakukan adalah :

Kontrol / pembuangan bunga betina mekar tidak disungkup & bunga


jantan mekar pada tanaman betina.

Persiapan alat dan bahan, taruh semua kebutuhan polinasi pada


keranjang plastik.

Cuci tangan sebelum melakukan polinasi untuk menghindari


tercampurnya serbuk bunga jantan yang menempel di tangan pada saat
pembuangan bunga mekar.

Pukul 07.00 11.00 Melakukan Polinasi / perkawinan dengan cara ;

Ambil dan siapkan bunga jantan,

Buka mahkota bunga jantan hingga kelihatan serbuk sarinya dengan


cara mahkota dibelah.

Buka sungkup (cup) bunga betina dan taruh dikeranjang plastik untuk
dipakai penyungkupan pada sore harinya.

Buka mahkota bunga betina dan lakukan polinasi dengan cara putik
diolesi dengan bunga jantan.( 1 bunga jantan untuk 1 bunga betina ).

Mahkota bunga betina ditutup dengan rapat dan lipat dengan kertas
dan di setaples.

Beri tanda dengan benang siet (ikat) pada tangkai bunga betina yang
sudah dipolinasi.

Kusus pada jenis polinasi di cabang : potong ujung cabang 2 daun


setelah bunga dipolinasi.

Setiap cabang dipolinasi 1-2 bunga betina.

Pada saat polinasi / perkawinan, jangan sampai memegang bakal


buah, karena jika duri pada bakal buah rusak/patah, dapat
mengakibatkan kegagalan polinasi (buah tidak jadi).

Sore ( 13.00-16.00 ) Pekerjaan yang dilakukan adalah :

Pembuangan bunga jantan yang belum mekar pada tanaman betina.

Pasang sungkup (cup) pada bunga betina (bakal buah) yang besok
pagi mekar pada cabang atau batang yang muncul.

Panen bunga jantan :

Bunga jantan di panen pada tanaman jantan dengan ciri-ciri :


bunga masih kuncup & sudah berwarna kuning (besok mekar),
kemudian ditaruh di tempat yang sejuk (kamar mandi).
Pada program FS : Bunga jantan akan dikirim perusahaan
selama polinasi, kemudian ditaruh di tempat yang sejuk ( kamar
mandi).

Polinasi dilakukan selama 7 hari berturut-turut dengan cara yang sama


seperti diatas.

Sampai dengan polinasi terakhir, hasil polinasi yang baik adalah rata
rata buah jadi 5-8 buah per pohon.

Setelah polinasi selesai, lakukan pembongkaran tanaman jantan.

Selama polinasi berlangsung jangan melakukan pemupukan susulan


karena dapat mengakibatkan kegagalan polinasi (buah tidak jadi).

Lakukan toping di ujung tanaman ketika tanaman sudah mencapai ujung


lanjaran.

Lakukan pembuangan buah OP (buah bukan hasil polinasi) setiap 5 hari


sekali.

Gambar 8. Bunga setelah polinasi (kiri) dan sebelum polinasi (kanan)


J. Panen
1. Ciri-ciri panen :
-

Buah sudah masak fisiologis (berwarna putih kekungan merata).

Jika buah dipijat sudah terasa agak lunak.

Buah sudah berumur 30 hari setelah polinasi.

2. Cara panen :
-

Petik buah yang masak fisiologis & kumpulkan pada suatu tempat.

Buang buah yang busuk . Jangan sampai dipanen atau diprosesing.

Panen mentimun dilakukan 2 kali dan panen berikutnya dilakukan 5 hari


kemudian dengan cara seperti diatas.

Gambar 9. Buah mentimun siap panen.


K. Prosesing
1. Alat-alat yang dibutuhkan :

Ember, bak

Pisau

Saringan dari ayakan pasir

Saringan halus / kalo

Sak plastik

Sabun deterjen (rinso dan lain-lain)

Screen pengeringan benih

2. Cara prosesing benih :

Buah dikumpulkan disuatu tempat, kemudian dibelah menjadi 2 bagian.

Kerok dengan tangan untuk dikeluarkan bijinya.

Hasil kerokan diletakkan pada ayakan dari kawat kasa (ayakan pasir) agar
airnya berkurang.

Biji dimasukkan kedalam sak dan diperam selama satu malam tanpa
ditambah air (hindari terkena air langsung).

Pagi harinya biji dalam sak diinjak-injak & dicuci, kemudian dirambang
(benih yg melayang /terapung dibuang).

Tambahkan sabun deterjen secukupnya, cuci sampai lendirnya bersih.

Bilas dengan air bersih hingga sisa busa/kotoran betul-betul bersih.

Taruh biji yang sudah bersih pada kalo yang halus/saringan agar air segera
habis, lakukan penjemuran diatas screen pengeringan.

3. Pengeringan benih
Tahapan pengeringan:

Setelah pencucian, benih harus segera dilakukan pengeringan, dan baru


dikering anginkan ketika kondisi benih sudah kesap (setengah kering).

Pengeringan selanjutnya dilakukan secara bertahap :


o Jam 08.00 - 10.00 WIB, benih dibolak balik agar tidak gumpal dan
segera kering.
o Jam 10.00 14.00 benih dikering anginkan di tempat yang teduh
(jangan ditumpuk).
o Diulang sore jam 14.00 - 16.00 WIB.
selama 3 hari (panas normal)

pengeringan dilakukan

Jika cuaca mendung/hujan dan benih dalam kondisi belum kering/basah


maka, gelar benih tipis-tipis pada screen pengeringan dan lakukan
pengipasan dengan kipas angin secara merata.

Sortasi benih
o Setelah benih kering (jika benih dipatahkan langsung patah
menjadi dua) dilakukan penampian agar kotoran dan benih hampa
hilang.
o Pisahkan antara benih yang bagus (bernas) dan yang kurang bagus
(intermedite / setengah bernas).
o Jika benih yang dihasilkan kurang bernas (benih intermedite), bisa
dilakukan selecta diperusahaan dan dikenakan biaya selecta.
o Benih yang sudah bersih dan bernas ditaruh pada kantong untuk
dilakukan penyetoran.

V.2
Pembahasan
V.2.1 Manajemen Proses Produksi
A. Perencanaan (planning)
Perencaan yang dilakukan oleh PT Benih Citra Asia berupa perencaan
sesuai dengan SOP (standart operation procedure) yang telah dibuat oleh
perusahaan, dimana perencanaan ini bertujuan untuk mempermudah kinerja dari
perusahaan dalam pencapaian target / tujuan. Selain itu perencanaan proses
produksi dapat mendukung dalam setiap akitivitaas produksi. Dengan adanya
perencanaan proses produksi, target produksi yang telah ditentukan dapat berjalan
dengan baik. Kegiatan proses produksi yang dilakukan oleh PT Benih Citra Asia
adalah proses produksi terus menerus (continuous process) dengan jumlah yang
telah ditargetkan dan juga menyesuaikan dengan pesanan pembeli serta persediaan
produk yang dijual distributor yang dimiliki. Dengan proses produksi secara terus
menerus, desain produksi yang diterapkan oleh PT Benih Citra Asia adalah line
flow process. Sehingga perencanaan yang dilakukan oleh Puslitkoka meliputi
perencanaan bahan baku, perencanaan tenaga kerja, perencanaan bahan pembantu
dan perencaan tenaga bahan bakar.

a. Perencanaan Bahan Baku


Salah satu faktor dalam menunjang kegiatan produksi adalah
perencanaan bahan baku yang baik, dimana bahan baku yang baik akan
menghasilkan produk yang baik, bahan baku yang digunkan oleh PT Benih
Citra Asia sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan, benih yang
diperbanyak sebagai bahan baku merupakan benih stock seed. Stock seed
di PT Benih Citra Asia diperbanyak di kebun milik perusahaan sendiri
guna menjaga kualitas benih stock seed yang diinginkan atau dibutuhkan
tetap terjaga, dimana stock seed tersebut nantinya dijadikan sebagai benih
tetua untuk kemudian diproduksi oleh petani.
b. Perencanaan Tenaga Kerja
Tenaga kerja merupakan faktor yang perlu direncanakan dengan baik
dalam mejalankan kegiatan produksi di perusahaan, perencanaan tenagan
kerja dilakukan berdasarkan kebutuhan di pabrik maupun dilahan, tenaga
kerja di pabrik sebagian besar merupakan tenaga kerja tetap seperti
engineering, petugas prosesing, dan petugas laboratorium, sedangakan
untuk tenaga kerja di lahan merupakan tenaga kerja lepas sesuai dengan
kebutuhan kepala kerja farm.

c. Perencanaan Bahan Pembantu


Perencanaan bahan pembantu dalam perusahaan benih menjadi hal
yang tidak boleh ditinggakalkan, bahan baku pembantu seperti kantung
benih, penjahit benih, tali rafia, karung, dan terpal, menjadi hal penting
guna membantu kelancaran produksi. Tujuan dari perencaan bahan
pembantu adalah untuk memperlancar kegiatan dalam proses produksi
benih.
d. Perencanaan Bahan Bakar
Bahan bakar menjadi hal yang perlu direncanakan dalam proses
produksi, ekstraksi biji yang melibatkan bahan bakar perlu diperhitungkan
agar kegiatan produksi dapat berjalan dengan baik. Selain itu PT Benih
Citra Asia juga menggunakan tenaga listrik dari pemerintah yaitu
Perusahaan Listrik Negara (PLN) guna memenuhi kebutuhan tenaga
listrik,

dikarenakan

memang

sebagian

besar

kegiatan

produksi

menggunakan tenaga listrik, seperti mesin sortasi, mesin pengeringan,


serta kebutuhan akan suhu terkendali pada gudang bulky.
B. Pengorganisasian (organizing)
PT Benih Citra Asia mentapkan pengorganisasian (organizing) sesuai
dengan kesepakatan dalam standar pengorganisasian perusahaan, dimana hal ini
merupakan salah satu fungsi manajemen yang berguna bagi perusahaan untuk
mengelolah sumber daya manusia. Fungsi pengorganisasian yang diterapkan oleh
PT Benih Citra Asia selama kegiatan proses produksi yaitu menempatkan sumber
daya manusia yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Dalam fungsi
pengorganisasian ini yang perlu diperhatikan yaitu penentuan tenaga kerja dan
tugas yang dibebankan kepada setiap tenaga kerja.
a. Penentuan Tenaga Kerja
Penentuan tenaga kerja mulai dari jumlah tenaga kerja, jenis kelamin,
tingkat kemampuan untuk kegiatan pada divisi terkait serta penentuan gaji
ditentukan sesuai dengan keputusan divisi ketenaga kerjaan. Tenaga kerja
yang dibutuhkan meliputi tenaga kerja tetap, tenaga kerja lepas, dan tenaga
borongan sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. Tenaga kerja tetap

merupakan tenaga kerja yang telah tercantum dalam struktur organisasi


perusahaan. Tenaga kerja lepas merupakan tenaga kerja yang berada dibawah
pengawasan petugas laboratorium, farm, engineering.
b. Penugasan Tenaga Kerja
Penugasan tenaga kerja telah disesuaikan dengan standar pelaksaan
kerja yang telah dibuat perusahaan, tugas yang diberikan sebagai beban kerja
setiap tenaga kerja berbeda-beda sesuai dengan keahlian yang dilakukan.
C. Pelaksanaan (actuating)
Proses produksi benih adalah skema benih yang sudah dipanen akan
melalui pengolahan lanjutan di pabrik, proses produksi dapat dilihat pada
gambar :
PANEN

EKSTRAKSI

PENGERINGAN

BENIH MASUK

PENGUJIAN 1

SORTASI

GUDANG BULKY 2

PROSES
SELANJUTNYA/
RETURN

PENGUJIAN 2

GUDANG BULKY 2

PROSESING

GUDANG BULKY 3

Gambar 10. Skema proses produksi benih

TREATMENT

1. Ekstraksi
Ekstraksi benih bertujuan untuk memisahkan biji dengan buah, buah
yang sudah dipanen dibagi menjadi 2 bagian, kemudian buah dikerok hingga
biji dengan buah terpisah, biji dimasukkan kedalam sak dan kemudian dicuci
bersih menggunakan deterjen dengan cara diinjak-injak. Biji yang sudah
diekstraksi dan bersih dimasukkan kedalam kalo dan dilakukan pengeringan,
proses ekstraksi dapat dilakukan di pabrik maupun lansung setelah panen di
lahan.
2. Pengeringan
Pengeringan dilakukan pada screen, benih yang sudah kesap (setengah
kering) dikering anginkan dengan kondisi panas normal, pengeringan juga
dapat dilakukan dengan menggunakan kipas angin.
3. Benih Masuk
Benih yang sudah di keringkan dan berada dalam kantong diangkut
menuju pabrik, benih yang masuk ditempatkan pada tempat sementara
sebelum dilakukan tahap pengujian, tempat benih masuk untuk tanaman
berada di gudang bulky 3. Benih yang masuk didata oleh petugas divisi Plant
untuk diberikan nomor lot sesuai nama petani.
4. Pengujian
Pengujian benih dibagi atas 2 tahap :
a. Tahap pertama yaitu setelah benih masuk, pengujian pertama
dilakukan yaitu pengujian daya berkecambah (DB) dan pengujian
karakter benih (F1), jika pengujian lulus maka benih dapat disortir atau
langsung disimpan kedalam gudang bulky. Namun jika benih tidak
lulus maka benih akan diperlakukan sesuai dengan kesepakatan antara
pabrik dengan petani.
b. Tahap kedua yaitu benah yang sudah disimpan dalam jangka waktu
tertentu, benih diuji dengan pengujian daya berkecambah (DB) dan
pengujian kadar air (KA), jika benih lulus maka benih akan disimpan

kembali ke gudang bulky 2, namun jika benih tidak lulus kemudian


benih akan mendapatkan perlakuan khusus oleh team Seed Research
(SR). Setelah benih di beri perlakuan dan pengujian DB serta KA
lulus, maka benih akan disimpan kembali ke gudang bulky 2 untuk
siap di kemas.
5. Sortasi
Sortasi benih bertujuan untuk memisahkan benih dari kotoran, sortasi
dibagi atas 2 jenis sortasi, yang pertama adalah sortasi dengan mesin ASC
(Air Screen Cleaner), benih dimasukkan kedalam mesin hingga dilihat benih
dan kotoran terpisah. Sedangkan yang kedua yaitu sortasi manual untuk
memisahkan benih dengan kotoran dengan menggunakan tampi. Benih yang
sudah disortasi dimasukkan kembali kedalam kantung-kantungnya dan
kemudian disimpan kembali kedalam gudang bulky.
6. Penggudangan
Penggudangan di PT Benih Citra Asia dibagi atas tiga tempat gudang
dengan keguanaan yang berbeda, yaitu:
a. Gudang Bulky 1
Gudang Bulky ini adalah tempat menyimpan benih stock seed (benih
perbanyakan) dan juga benih dalam proses. Gudang Bulky 1
menggunakan sistem suhu terkendali agar kadar air benih terja.
b. Gudang Bulky 2
Gudang Bulky ini adalah tempat menyimpan benih yang sudah disortir,
benih disimpan dalam kantung-kantung yang berada pad arak. Gudang
Bulky 2 menggunakan sistem suhu terkendali dan ruangan tertutup
agar kadar air benih tetap terjaga.
c. Gudang Bulky 3
Gudang Bulky ini merupakan gudang tempat benih yang sudah di
proses pada divisi plant berupa kardus-kardus benih yang siap untuk

dipasarkan. Gudang bulky 3 menggunakan sistem suhu terkendali


dengan pintu terbuka.
7. Prosesing
Prosesing merupakan tahap akhir pada proses produksi benih,
prosesing dilakukan oleh divisi plant, kegiatan pada prosesing terdiri atas
stampel, timbang, sealer, pengecekan, dan insert inner. Pada tahap prosesing
ini merupakan tahap akhir dimana benih siap untuk dipasarkan.
D. Pengendalian (controlling)
Pengendalian (controlling) merupakan salah satu fungsi manajemen yang
berfungsi untuk mengatur serta mengawasi jalannya proses produksi. Fungsi
pengendalian yang diterapkan oleh PT Benih Citra Asia selama kegiatan proses
produks. Fungsi pengendalian yang diterapkan oleh PT Benih Citra Asia selama
kegiatan proses produksi yaitu mengawasi setiap kegitan dengan standart yang
sudah ditetapkan sesuai ISO 9001:2008 sebagai berikut :
a. Pengujian hibriditas (hybridity test)
Pengujian ini bertujuan untuk melihat apakah benih yang diproduksi
sesuai dengan benih yang diharpakan pada saat benih ditanam, jika benih
sesuai maka produksi benih dapat dilanjutkan pada tahap ekstraksi, jika
tidak maka perusahaan berhak menentukan kebijakan sesuai dengan
kesepakatan kepada petani.
b. Pengujian kemurnian (KM)
Pengujian kemurnian dilakukan untuk melihat sejauh mana benih
tersebut terkontaminasi dengan kotoran, atau melihat benih tersebut dari
fisik pada tahap awal benih masuk ke pabrik, toleransi benda lain untuk
kemurnian adalah 99% untuk benih F1 dan 98% untuk benih OP (open
pollination)
c. Pengujian daya berkecambah (DB)
Pengujian daya berkecambah adalah sebagai satu tujuan utama dalam
control benih, daya berkembah benih dinyatakan baik apabila hasil akhir
dari pengujian benih dalam laporan hasil pengujian pada divisi Quality

Assurance menunjukkan prosesntase daPengujian daya berkecambah


adalah sebagai satu tujuan utama dalam control benih, daya berkembah
benih dinyatakan baik apabila hasil akhir dari pengujian benih dalam
laporan hasil pengujian pada divisi Quality Assurance menunjukkan
prosesntase daya berkembah mencapai minimal 88% sesuai dengan ISO
9001:2008, kemudian jika kurang dari 88% maka akan dilakukan
treatment apabila pada pengujian 1 pada pengujian F1 benih dinyatakan
lulus.
d. Pengukuran kadar air (KA)
Pengukuran kadar pada setiap benih memiliki standar tersendiri,
kadar air benih akan menentukan pertumbuhan benih pada saat ditanam,
pengukuran kadar dilakukan di laboratorium bersamaan dengan pengujian
daya berkecambah. Kadar air benih tidak boleh terlalu tinggi maupun
terlalu rendah, jika kadar air benih bermasalah maka akan dilakukan
perlakuan khusus (treatment) kepada benih tersebut.

V.2.2 Kendala dan Solusi


Adapun kendala yang ditemukan pada manajemen proses produksi di PT
Benih Citra Asia Jember Jawa Timur, adalah:
1. Prosesing yang kurang efisien
Proses produksi pada divisi plant kurang efisien, penimbangan
dilakukan secara manual dengan menggunakan timbangan manual, hal ini
menybabkan hasil timbangan benih kurang akurat, hal ini juga terjadi pada
proses sealing yang memerlukan banyak sumberdaya manusia dalam
menjalankan proses sealing.
2. Penumpukan pengujian benih
Benih yang masuk kemudian di uji pada laboratorium Quality
Assurance, jumlah benih yang masuk tidak dapat diprediksi, sehingga hal
ini sering menyebabkan benih yang masuk pada waktunya untuk pengujian
benih belum di uji, hal ini dikarenakan benih yang menumpuk belum

selesai dalam pengujian. Hal lain yang mempengaruhi yaitu kapasitas


pengujian benih tidak dapat menampung jumlah benih yang masuk, kabin
penyimpanan pengujia benih kurang besar sehingga benih yang masuk
pada saat diuji tidak mendapatkan kabin tempat pengujian benih.

Berdasarkan kendala tersebut adapun saran yang dapat dijadikan bahan


pertimbangan dan masukan, diantaranya adalah:
1. Perlu adanya pembaruan teknologi berupa mesin otomatis yang mampu
menjalankan proses pengemasan mulai dari memasukkan kedalam
kemasan, penimbangan benih, hingga pengemasan benih kedalam
kemasan plastik, sehingga hal ini dapat memberikan efisiensi, baik dari
tenaga kerja maupun waktu proses.
2. Perlu adanya perencaan tenaga kerja tambahan yang dapat digunakan
untuk membantu pelaksanaan pengujian benih di dalam laboratorium
Quality Assurance, serta juga dengan penambahan ruangan laboratorium
agar dapat menampung benih yang masuk dalam kapasitas besar.
VI.

VI.1

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Dari hasil kegiatan magang kerja serta pembahasan yang telah dilakukan

maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :


1. Kegiatan yang dilakukan pada magang kerja setiap divisi diberupa :
a. Pada divisi Quality Assurance kegiatan yang dilakukan berupa
pengambilan contoh benih, sterilisasi, penyemaian tanaman uji,
pembatan media uji, pengamatan daya berkecambah, pengujian kadar
air, pengujian tetrazolium, kalibrasi, serta uji hibriditas.
b. Pada divisi Plant kegiatan yang dilakukan berupa kegiatan benih masuk
(seed incoming), sortasi, penyetempelan, penimbangan, sealing, insert
inner, hitung dan pengecakan ulang.
c. Pada divisi Farm kegiatan yang dilakukan berupa kegiatan budidaya
yaitu mulai dari persiapan lahan, persemaian benih, transplant,
pemasangan lanjaran, pemupukan susulan, pemeliharaan cabang dan
perambatan, pengairan, penggunaan pupuk daun dan zat pengatur
tumbuh, polinasi, panen, dan prosesing (extraction).

2. Manajemen proses produksi pada PT Benih Citra Asia meliputi


perencanaan, organisasi, pelaksanaan, dan pengontrolan. Perencanaan
meliputi perencanaan bahan baku, perencanaan tenaga kerja, perencanaan
bahan pembantu dan perencanaan bahan bakar. Organisasi meliputi
penentuan tenaga kerja dan penugasan tenaga kerja. Pelaksanaan meliputi
kegiatan proses produksi yang dilakukan di PT Benih Citra Asia.
Pengontrolan meliputi pengujian hibriditas, pengujian kemurnian, pengujian
daya berkecambah dan pengukuran kadar air.
3. Kendala yang ditemukan dalam proses produksi adalah pada proses
produksi pada PT Benih Citra Asia yang kurang efisien, yaitu penggunaan
alat timbang manual, kendala berikutnya adalah kurangnya sumber daya
manusia yang menguasai bidang pengujian benih pada bagian laboratorium
baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

VI.2

Saran
Berikut saran yang dapat dipertimbangkan guna keberlangsungan kegiatan

proses produksi sebagai berikut:


1. Benih-benih yang memiliki permintaan tinggi ataupun menjadi produksi
rutin setiap semester seperti semangka seedless dan timun perlu adanya
perbaikan dari segi teknologi, baik teknologi secara buidaya maupun
teknologi dalam prosesing divisi Plant, agar proses produksi benih tersebut
menjadi maksimal dan meminimalkan resiko berukurangnya kualitas dan
kuantitas hasil panen maupun kegagalan panen. Teknologi pada divisi Plnat
agar kegiatan prosesing lebih efisien dapat menggunakan alat yang bernama
Automatic Seed Packaging, dimana alat ini mampu melakukan proses
penimbangan, penyetemepalan, sealing, hingga packing dalam satu jalur
proses.
2. Perlu adanya penambahan tenaga kerja dari segi kualitas yaitu dengan
mengadakan pelatihan untuk para karyawan pada divisi-divisi yang
membutuhkan kecermatan serta keahlian khusus, misalnya pada divisi
Quality Assurance yang membutuhkan tenaga ahli dalam bidang pengujian

benih, uji hibriditas yang membutuhkan tenaga ahli dalam bidang


karaktertistik/morfologi tanaman dan sebagainya.

3. DAFTAR PUSTAKA
4.
Ahyari, A. 2002. Tata Letak dan Sistem Kendali Mutu Perusahaan.

5.

Yogyakarta: BPFE UGM.


6.

Assauri, S. 2001. Management Produksi. Jakarta: Lembaga Penerbit


Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

7.

Badan Pusat Statistik (BPS), 2015. Produksi tanaman hortikultura.


Diakses dari http://www.bps.go.id/. Diakses pada tanggal 17 September
2015.

8.

Kartasapoetra, Ance G. 2003. Teknologi Benih, Pengolahan Benih dan


Tuntunan Praktikum. PT Rineka Cipta: Jakarta.

9.

Kuswanto, Hendarto. 1996. Dasar-Dasar Teknologi dan Sertifikasi Benih.


Andi: Yogyakarta.

10.

Nasution, Arman Hakim. 2003. Perencanaan dan Pengendalian Produksi.


Surabaya: Penerbit Guna Widya.

11.
12.

Rukmana, R. 1994. Budidaya Mentimun. Kanisius: Yogyakarta.


Sjamsoeoed, Sadjad. 1977. Teknik Ekstraksi Benih. PT Tiga Serangkai:

13.

Jakarta.
Tampubolon, Manahan P. 2004. Manajemen Operasional. Jakarta: Ghalia

14.

Indonesia.
Wirawan, Baran. 2004. Teknologi Benih. PT Gramedia Pustaka Utama:
Jakarta. Edisi ke 8 hal 36

15.

Yamit, Zulian. 2007. Manajemen Produksi dan Operasi. EKONISIA.


Fakultas Ekonomi UII. Yogyakarta.
16.

17. LAMPIRAN
18.

19. Lampiran 1. Logbook Kegiatan Magang Kerja


20. B
ul
an
30. Ju
li

54. A
gu
st
us

21.
Mi

22. Kegiatan

27. Afektif

23. Kompetensi
28. Kognitif

31.
1

32. Penyambutan, serta


kegiatan
on-farm
mentimun.

pengenalan
komoditas

33. Menjalin
kekeluargaa
n
dengan
karyawan
PT
Benih
Citra Asia

34. Pengetah
uan
umum
mengenai
PT Benih
Citra Asia

37.
2
43.
3
49.
4
55.
1

38. Kegiatan
on-farm
komoditas
mentimun
berupa
perawatan
tanaman, polinasi tanaman, panen,
dan mengikuti kegiatan pasca
panen di lahan.

39. Kemampua
n
pemahaman
SOP dalam
pelaksanaan
kegiatan
on-farm
dengan
baik.

40. Mengetah
ui
da
menerapk
an
tata
cara
kegiatan
on-farm
sesuai
dengan
jadwal
kegiatan.

29. Psikomotori
k
35. Penerapan
rasa hormat
serta
kekeluargaa
n
dalam
perusaahaan
.
41. Melakukan
kegiatan onfarm dengan
arahan dari
pembimbing
serta kepala
kerja.

78. Se
pt
e
m
be
r

61.
2
67.
3
73.
4
79.
1
85.
2

62. Kegiatan seputar pengujian dan


pengawasan kualitas benih
di
laboratorium
divisi
Quality
Assurance PT Benih Citra Asia.

63. Pemahaman
mahasiswa
dalam
menguji
kualitas
benih

64. Mampu
memaha
mi
tata
cara
dalam
pengujian
benih.

86. Mengikuti kegiatan pada divisi

87. Kemampan
untuk
memahami
serta
menganalisa
proses
produksi
pada divisi
plant
sebagai
topik
magang
kerja.
93. Berpatispasi
dengan
kegiatan
karyawan
untuk ikut

88. Mengetah
ui proses
produksi
benih
mulai dari
seed
incoming
hingga
benih
jadi.

65. Dapat
membuat
media
uji
benih, serta
melakukan
kegiatan
pengawasan
.
89. Mengoperas
ikan mesin
sealer,
menimbang
benih, serta
pengecekap
an terhadap
benih dan
sortasi
benih.

94. Mampu
mensintes
a
informasi
yang

95. Berdiskusi
serta
mendapatka
n
dokumentasi

plant, mulai dari seed incoming ,


processing hingga benih siap untuk
dipasarkan.

91.
3

92. Melakukan pelengkapan dokumen


yang dibutuhkan untuk penyusunan
laporan akhir magang kerja berupa
wawancara, dokumentasi dan studi
literatur perusahaan.

serta dalam
kegiatan di
divisi Plant.

102.
Oktob
er

108.

97.
4

98. Ujian akhir magang kerja serta


perbaikan laporan yang telah
direvisi oleh pembimbing lapang.

99. Penilaian
atas seluruh
kegiatan
magang
yang sudah
dilakukan.

103.
1

104.
Pelengkapan berkas-berkas
sekaligus
pelepasan
peserta
magang bersama karyawan PT
Benih Citra Asia.

105.
Rasa
kekeluargaa
n
kepada
karyawan
PT
Benih
Citra Asia.

didapat
untuk
pelengaka
pan
laporan.
100.
Se
bagai
evaluasi
diri dalam
melakasa
nakan
kegiatan
magang.
106.
M
engetahui
kelengka
pan
berkas
yang
dibutuhka
n.

kegiatan
untuk
kelengkapan
laporan
magang.
101.
Mem
berikan
argumen
atau
pendapat
kepada
pembimbing
lapang.
107.
Berk
as
yang
dibutuhkan
dapat
terpenuhi.

109.

Lampiran 2. Struktur Organisasi PT Benih Citra Asia

110.
111.

MANAGING DIRECTOR

DEPUTY MANAGING DIRECTOR

MANAGEMENT REPRESENTATIVE

MARKETING & DEVELOPMENT DIRECTOR

R & D MANAGER

PDS MANAGER

MKT MANAGER

AUDITOR
DOC. CONTROLER

SEED OPERATION DIRECTOR

SSP MANAGER

QA MANAGER

PRD MANAGER PLANT MANAGER FARM MANAGER

HRD MANAGER FINANCE MANAGER

112.

113.

Lampiran 3. Dokumentasi Kegiatan Magang Kerja

Penulisan nomor lot

114.

Penyiapan pot tanaman


semai

115.

Cracking benih paria

117.

Pembuangan tanaman
semai rusak

116.

118.

Sterilisasi alat semai

Bangunan screen house


dan nursery

119.

Kolam pengairan

120.

Ruang persemaian

nursery

121.

Buah mentimun hasil

nursery

122.

Kegiatan diskusi di
lahan

polinasi

123.

Ruang indoor mentimun

124.

Benih normal,

abnormal, sakit, BSTT

125.

Penyiraman tanaman

126.

semai di lab

semai di screen

127.

129.

Benih normal

Ruang pengujian DB

Penyiraman tanaman

128.

130.

Benih abnormal

Ruang pengujian KA,


viabilitas, DB

131.

Priming benih

132.

Enhancing benih
mentimun

133.

135.

Sortasi benih bayam

134.

Gudang bulky 1

Gudang bulky 2

136.

Gudang bulky 3

137.

Proses distribusi produk

138.

Proses distribusi produk

di pabrik

139.

di pabrik

Kegiatan supervisi oleh

140.

Kegiatan supervisi oleh

dosen

141.

dosen

Kegiatan dokumentasi mahasiswa bersama dengan pembimbing


lapang dan pemilik perusahaan

142.