Anda di halaman 1dari 7

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam melakukan suatu proyek pasti terdapat tahapan tahapan yang
sistematis dan telah diatur sedimikian rupa, agar proyek dapat terealisasi dengan
efektif, efisien dan produktif. Dimana proyek merupakan suatu kegiatan yang
mempunyai jangka waktu tertentu dengan alokasi sumber daya terbatas. Maka
dari itu dalam melaksanakan suatu Proyek seringkali mengalami banyak pilihan
diantara berbagai kemungkinan rencana, desain, metode dan prosedur
pelaksanaan. Setiap tantangan tersebut memiliki konsekuensi waktu, biaya serta
manfaat untuk menunjukan investasi di masa yang akan datang.
Menurut Husen (2009:4), proyek adalah gabungan dari sumber-sumber
daya seperti manusia, material, perlatan dan modal/biaya yang dihimpun dalam
suatu wadah organisasi sementara untuk mencapai sasaran dan tujuan. Kegiatan
atau tugas yang dilaksanakan pada proyek berupa pembangunan/perbaikan sarana
dan prasarana fasilitas umum yang berguna bagi masyarakat seperti proyek
rumah, gedung, jalan, jembatan, bendungan, bandara atau bisa juga berupa
kegiatan pendidikan, penelitian dan pengembangan. Dalam melaksanakan proyek
terutama dalam manajemen proyek perlu adanya SIDLaCOM menurut :
603/PRT/M/2005

tentang

Pedoman

Umum

Sistem

Pengendalian

Manajemen Penyelenggaraan Pembangunan Prasarana dan Sarana


Bidang Pekerjaan Umum yang akan dibahas pada paper ini.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari paper ini, yaitu :
a) Apa yang dimaksud dengan SIDLaCOM?
b) Bagaimana SIDLaCOM dalam tahapan proyek?
c) Kenapa harus diadakan SIDLaCOM?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 SIDLaCOM sebagai tahapan dalam proyek
Pasal 4
Peraturan Menteri ini terdiri atas: a. Petunjuk Penggunaan Daftar Simak
Sisdalmen sebagaimana tercantum dalam Lampiran I; dan b. Daftar Simak
Sisdalmen sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang disusun
menurut: 1) Tahap Survei, Investigasi, dan Desain (SID) 2) Tahap
Pengadaan Lahan (Land Acquisition/LA) 3) Tahap Pelaksanaan Konstruksi
(Construction/C) 4) Tahap Operasi dan Pemeliharaan/O&P (Operation &
Maintenance/O&M) yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Peraturan Menteri ini. Sistem Pengendalian Manajemen
SIDLaCOM itu singkatan dari S (Survey),I (Investigation), D (Design), La
(Land Acquisation), C (Construction), O (Operation) & M (Maintenance).
SIDLaCOM biasanya dilakukan oleh konsultan dalam mengawasi berjalananya
atau dilaksanakannya suatu proyek-proyek, terutama proyek yang berskala besar
dan nasional. Adapun tiap pengertian dari SIDLaCOM, yaitu :
a. Survey
Survey merupakan perencanaan yang bersifat umum dengan tujuan untuk
mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan maksud akan dibangunnya proyek
dimaksud. Survey akan menjawab hal-hal bersifat teknis maupun non-teknis
tentang apa; dimana; kapan; mengapa serta bagaimana: proyek dimaksud yang
akan dibuat, sehingga data hasil survey yang diperlukan adalah data tentang halhal yang terkait dengan bangunan proyek/tujuan proyek, tapak/lokasi proyek,
pengaruh proyek terhadap manusia dan lingkungannya.
Survey yang akan dilakukan antara lain tentang tapak dimana proyek akan
dibangun akan dilakukan dengan maksud untuk mengetahui keadaan topografi,
hidro-meteorologi, demografi, sosial budaya, ekonomi, dan lain-lainya pada
wilayah atau areal yang akan terpengaruh oleh keberadaan proyek. Dengan survey

yang dilakukan akan diperoleh hasil survey yang dapat dipakai untuk dasar-dasar
perencanaan umum atas proyek yang akan dibangun. Terkait dengan analisis
ekonomi teknik yang akan dilakukan maka kegiatan survey yang tentu
membutuhkan biaya yang cukup besar akan diperhitungkan sebagai bagian dari
Investasi Proyek.
b. Investigasi (Investigation)
Langkah selanjutnya setelah survey adalah pengambilan data (investigasi)
atas survey yang diperlukan dalam perencanaan umum (survey) untuk kemudian
dilakukan pengambilan data teknis. Data teknis yang akan diambil adalah data
yang dibutuhkan guna proses perencanaan teknis (design) atau data teknis yang
dibutuhkan dalam rangka pembangunan struktur bangunan sipil /non sipil lainnya,
antara lain adalah berupa data geologi teknik, mekanika tanah, hidrologi,
seismologi, oceanologi, humidity dan data teknis /standart lainnya. Terkait dengan
analisis ekonomi teknik yang akan dilakukan maka kegiatan investigasi yang tentu
membutuhkan biaya yang cukup besar akan diperhitungkan sebagai bagian dari
Investasi Proyek.
c. Design
Tahapan (detail) Design akan dilaksanakan setelah Rencana Proyek
dinyatakan Feasibel.Tahapan sebelumnya akan diawali dengan langkah Survey
dan

Investigasi

sebagaimana

diuraikan

diatas.

Detail

Design

akan

mempertimbangkan aspek Teknis secara utuh, artinya Proyek yang akan dibangun
harus cukup stabil sebagai bangunan dan mampu berfungsi sesuai dengan
peruntukannya.
d. Pembebasan Lahan (Land Acquisation)
Pembebasan Lahan untuk keperluan tapak bangunan perlu disediakan
dengan proses yang cukup rumit, oleh sebab itu proses Pembebasan Lahan
sejatinya memerlukan Teknis, Strategi dan Cara / Perlakuan yang tepat. Hal ini
mengingat bahwa pada era setelah reformasi, terbukanya kebebasan berpendapat
dalam menyampaikan hak-hak warga masyarakat, terkadang maksud baik proyek
bisa terkendala oleh kurang jelasnya misi proyek untuk bisa diterima warga, atau
malah sebaliknya bisa juga ada orang yang sengaja menggunakan kesempatan
pembebasan lahan sebagai ajang untuk memanipulasi harga ganti rugi lahan-demi

keuntungan pribadi ybs. Oleh sebab itu maka proses pembebasan lahan perlu
diantisipasi dengan strategi, teknis dan perlakuan,sbb:

Warga Masyarakat merupakan bagian dari Stake Holder yang akan ikut
menikmati keuntungan (bukan menderita kerugian), sehingga pada bagian
mana warga akan menikmati keuntungan, hal ini harus dirumuskan

terlebih dulu.
Sosialisasi Proyek dengan sebaik-baiknya sehingga warga (sebagai bagian
dari salah satu Stake Holder) bisa menerima kehadiran proyek dan akan

bermanfaat bagi semuanya.


Negosiasi Harga harus berdasarkan saling menguntungkan. Terutama

untuk proyek yang akan difungsikan sebagai proyek komersial.


Negosiasi akan dilakukan hanya diantara mereka yang berkepentingan.

Dll.
e. Construction
Pelaksanaan Konstruksi akan menjadi domain Kontraktor dan akan
dilaksanakan dengan memperhatikan hasil studi Amdal. Memenuhi Ketentuan
Kontrak Pelaksanaan Pekerjaan Proyek dengan Gambar Teknis, Metode Kerja,
Menjaga Kualitas dan Kuantitas agar sesuai persyaratan teknis / spesifikasi yang
telah ditentukan, harus dilaksankan oleh Kontraktor. Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi sebagai bagian dari kegiatan Proyek dengan semua kebutuhan dananya
perlu dijelaskan kepada mahasiswa.
f. Operation & Maintenance (O&M)
Pembiayaan O & M proyek dalam analisa Ekonomi Teknik akan
diperhitungkan sebagai bagian dari Annual Cost, yang bersifat rutin. Berapa dan
apa saja yang akan masuk sebagai biaya Operasi dan Pemeliharaan Proyek akan
dirumuskan dan ditentukan oleh Management Proyek.
2.2 Manfaat SIDLaCOM
Pada saat SIDLaCOM dilaksanakan maka akan memudahkan studi studi
dalam proyek atau keteknik sipilan seperti sebagai studi teknik (capability study:
civil engineering), studi kelayakan (feasibility study: economic engineering), studi
analisis dampak lingkungan ( acceptability study : environment impact

assessment) yang termasuk kedalam investigasi. Manfaat lainnya adalah


menjamin mutu konstruksi yang baik dan benar.

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Jadi, Menurut Husen (2009:4), proyek adalah gabungan dari sumber-

sumber daya seperti manusia, material, perlatan dan modal/biaya yang


dihimpun dalam suatu wadah organisasi sementara untuk mencapai
sasaran dan tujuan. Menurut Peraturan Kementrian Pekerjaan Umum
Nomor : 603/PRT/M/2005 pasal 4 tentang Pedoman Umum
Sistem Pengendalian Manajemen Penyelenggaraan
Pembangunan Prasarana dan Sarana Bidang Pekerjaan Umum .

Menurut Peraturan Menteri tersebut yang tahapan proyek yaitu


SIDLaCOM yang artinya S (Survey),I (Investigation), D (Design), La (Land
Acquisation), C (Construction), O (Operation) & M (Maintenance). SIDLaCOM
biasanya dilakukan oleh konsultan dalam mengawasi berjalananya atau
dilaksanakannya suatu proyek-proyek, terutama proyek yang berskala besar dan
nasional. Dengan adanya SIDLaCOM akan memudahkan studi studi dalam
proyek atau keteknik sipilan seperti sebagai studi teknik (capability study: civil
engineering), studi kelayakan (feasibility study: economic engineering), studi
analisis dampak lingkungan ( acceptability study : environment impact
assessment) yang termasuk kedalam investigasi. Manfaat lainnya adalah
menjamin mutu konstruksi yang baik dan benar.
3.2 Implikasi
Dengan dilaksanakan tahap tahap proyek yang baik dan benar yang
sesuai dengan prosedur akan memberi manfaat terhadap apa yang ada disekitar
proyek tersebut seperti Masyarakat, Lingkungan, investasi dll.

Anda mungkin juga menyukai