Anda di halaman 1dari 5

Ventilasi Tambang di Rusia

Ventilasi adalah bagian dasar dari seluruh operasi tambang bawah tanah. Ventilasi Tambang
merupakan pengendalian pergerakan udara, arah, dan jumlahnya. Udara diperlukan tidak
hanya untuk bernafas tetapi juga untuk membubarkan kontaminasi kimia dan fisika (gas,
debu, panas, dan kelembaban). Meskipun tidak memberikan kontribusi langsung ke tahap
operasi produksi, ventilasi yang kurang tepat seringkali akan menyebabkan efisiensi yang
lebih rendah dan produktivitas pekerja menurun dan tingkat kecelakaan meningkat.

Pada pengaturan aliran udara dalam ventilasi tambang bawah tanah, berlaku hukum alam
bahwa:

Udara akan mengalir dari kondisi bertemperatur rendah ke temperatur panas.

Udara akan lebih banyak mengalir melalui jalur-jalur ventilasi yang memberikan
tahanan yang lebih kecil dibandingkan dengan jalur bertahanan yang lebih besar.

Hukum-hukum mekanika fluida akan selalu diikuti dalam perhitungan dalam ventilasi
tambang
Berdasarkan asal supply udaranya, sistem ventilasi dibagi menjadi 2 (dua), yaitu :
a. Sistem Ventilasi Alamiah
Sistem ini terbentuk secara alami seiring dengan terbentuknya bukaan /
penggalian tunnel pada tambang bawah tanah. Dengan adanya lubang bukaan, secara
otomatis udara akan mengalir melalui lubang bukaan tersebut.
b. Sistem Ventilasi Buatan (artificial)
Sistem ventilasi ini dibangkitkan dengan bantuan listrik. Sebagai alat supply udaranya
digunakan fan. Fan pada sistem ini bertugas sebagai pengatur sirkulasi udara sehingga
setiap front kerja pada tambang tersebut akan tersuplai cukup udara.

Hafidha Dwi Putri Aristien / 12111003

Untuk itu, sistem ventilasi yang umum digunakan pada tambang bawah tanah
adalah artificial ventilation system. Artificial ventilation system ini adalah sistem
ventilasi buatan dengan memberikan intake udara bersih yang dihasilkan dari fan
blower dan mengeluarkan udara kotor melalui sistem exhaust fan. Sistem jaringan buatan
inilah yang dipergunakan di dalam tambang bawah tanah untuk membuat sirkulasi udara
lancar. Sistem ventilasi sangat tergantung dari ketersediaan dan karakteristik fan
blower dan exhaust fan.
Ventilasi tambang yang buruk dapat menyebabkan paparan gas berbahaya, panas dan debu di
dalam tambang. Konsentrasi metana dan kontaminan udara bawah tanah yang lain secara
umum dapat dikontrol dengan ventilasi (dilution).
Pada tambang batubara underground, keberadaan gas metana dengan konsentrasi 1,25% atau
lebih dapat menyebabkan ledakan hebat dalam tambang bawah tanah, terutama jika disertai
dengan tingginya konsentrasi debu batubara. Gas lain yang sering hadir dalam tambang
bawah tanah adalah karbon monoksida dan hidrogen sulfida. Kehadiran gas-gas tersebut
menjadi alasan dibutuhkannya sistem ventilasi yang memadai pada setiap aktivitas
penambangan bawah tanah.

Perkembangan Sistem Ventilasi


Pada era penambangan yang belum mengenal teknologi seperti saat ini, burung Canari
dimanfaatkan untuk mendeteksi gas dalam tambang batubara, melalui kepekaan yang
dimilikinya. Ketika gas dalam tambang batubara mencapai konsentrasi yang membahayakan,
burung-burung tersebut akan segera meninggalkan daerah tambang batubara tersebut.
Dalam waktu singkat, teknologi yang semakin canggih menghasilkan inovasi baru untuk
mengefektifkan sistem ventilasi tambang, yaitu dengan menggunakan hand-turned fans yang
mengarahkan gas dalam area kerja menuju ke arus udara utama. Pada tahun 1920, handturned fans digantikan dengan air-powered, kipas turbin kecil.
Kemajuan demi kemajuan telah dihasilkan sehingga sistem ventilasi semakin baik dan
semakin baik pula dalam mendeteksi gas yang muncul dalam tambang bawah tanah. Saat ini,
setiap operasi longwall disertai dengan metanometer yang dapat menunjukkan tingkat
konsentrasi metana dalam udara.

Kondisi Pertambangan Rusia


Permasalahan keamanan tambang di Rusia adalah salah satu yang paling kompleks dalam
industri pertambangan batubara. Kecelakaan tambang di Rusia pada tahun 1991 menempatkan
pertambangan Rusia sebagai salah satu yang paling berbahaya di dunia. Pada periode 1985-

Hafidha Dwi Putri Aristien / 12111003

1990, ledakan metana menyebabkan 6-11 kecelakaan setiap tahunnya, dan pada tahun 1990
meningkat menjadi 17-18 kejadian dalam satu tahun.
Penyebab utama terjadinya ledakan gas dalam tambang di Rusia adalah kegagalan dalam
menjalankan standar keamanan dan regulasi yang melebihi batas maksimum konsentrasi
metana yang diperbolehkan dalam udara ventilasi tambang. Kurangnya degasification
(pengurangan konsentrasi gas dalam udara) menjadi salah satu faktor kunci yang
menyebabkan tingginya konsentrasi metana yang berujung pada ledakan di dalam tambang.
Pengurangan metana yang kemudian dilepas menuju udara ventilasi hanya mencapai 30% dari
yang seharusnya yaitu 60-70%. Hal ini terkait pula dengan tingginya biaya yang harus
dikeluarkan untuk memenuhi sistem dan regulasi standar yang telah ditentukan. Dari
pandangan para penambang, terkait dengan produksi batubara, penambang seringkali
dihadapkan pada dilema untuk mengambil risiko atau kehilangan sebagian pendapatan
mereka.

Kecelakaan Tambang di Rusia


Beberapa kecelakaan tambang yang pernah terjadi di Rusia antara lain sebagai berikut.
1. Tambang batubara Ulyanovskaya
Tambang batubara Ulyanovskaya beroperasi pada 2002, 75 km dari kora Novokuznetsk.
Ketika berproduksi penuh, tambang ini menghasilkan 1,5 juta ton konsentrat batubara
kokas per tahun. Baru-baru ini tambang tersebut menambahkan kegiatan ekstraksi,
ventilasi, dan peralatan keamanan, termasuk sistem monitoring metana MineWatch PC
21, yang dibuat oleh Davis Derby di Inggris. Ketika sistem monitoring tersebut
mendeteksi kadar metana melebihi 2%, sistem ini akan mematikan daya ke shaft yang
terkena, menghentikan aktivitas kerja, dan mengaktifkan aktivitas ventilasi. Sistem ini
berharga 100 juta rubel dan diterapkan dalam tambang dengan biaya 400 juta rubel,
demi keselamatan tambang.
Pada 19 Maret 2007, ada 203 orang yang berada di tambang bawah tanah
Ulyanovskaya. 20 di antaranya adalah manajemen senior tambang dan penasihat
tambang Inggris, Ian Ribertson, yang akan meluncurkan program keamanan baru dalam
persiapan pembukaan perusahaan di pasar saham. Pada 2:19 pm, sistem keamanan
memberikan sinyal bahwa ada kenaikan kadar metana dan ledakan besar yang
mengoyak seluruh tambang. Meskipun ledakan tersebut terjadi di 270 meter di bawah
permukaan tanah, pada Shaft 11, ventilasi permukaan mengeluarkan debu sejauh 1
meter ke udara bebas dari hasil ledakan.
Operasi penyelematan dimulai dengan segera, dengan 28 ambulans dan lebih dari 500
kru penyelamat berusaha untuk mengeluarkan para penambang. Penambang yang
berjarak 300 meter dari ledakan menderita patah tulang dan beberapa luka, sedangkan
yang berada terdekat dengan ledakan meninggal seketika. Setelah evakuasi, 110
penambang dinyatakan meninggal.

Hafidha Dwi Putri Aristien / 12111003

Investigasi terhadap ledakan dilakukan dengan fokus bagaimana tambang dengan sistem
modern, yang dijalankan oleh perusahaan yang memiliki reputasi baik, dapat
menyebabkan kecelakaan seperti demikian. Pada awalnya banyak yang menyatakan
bahwa kecelakaan tersebut hanya merupakan sebuah ketidakberuntungan, risiko yang
tidak dapat dihindari dari tambang batubara. Namun dari penyeledikan lebih lanjut,
terkemuka bahwa terdapat ketidaklengkapan dalam penyelenggaraan sistem keamanan
dalam tambang tersebut.
2. Tambang Raspadskaya
Ledakan terjadi di tambang Raspadskaya , yang
terletak di dekat Mezhdurechensk, Kemerovo
Oblast, Rusia, pada 8 Mei 2010. Penyebab ledakan
tersebut adalah kenaikan kadar metana dalam
tambang. Ledakan kedua terjadi sekitar 4 jam dari
ledakan awal yang meruntuhkan poros-poros
tambang dan menyebabkan beberapa regu
penyelamat terjebak. Dalam kecelakaan ini, 66
orang dinyatakan meninggal dan 99 orang terluka.
3. Tambang Vorkutinskaya
Ledakan gas metana dalam tambang bawah tanah membunuh 18 penambang di Rusia
timur pada Senin, 11 Februari 2013.
Regu penyelamat mengatakan bahwa mereka telah membawa 10 mayat ke permukaan
tambang Vorkutinskaya, yang dimiliki oleh perusahaan besar baja Rusia, Severstal, di
wilayah Komi. Setidaknya 250 orang sedang berada dalam tambang ketika ledakan
terjadi.
Komite Investigasi Federasi Rusia membuka investigasi untuk menguji apakah terjadi
pelanggaran terhadap sistem keamanan di tambang Vorkutinskaya, yang mulai
berproduksi pada tahun 1973.

Perkembangan Teknologi Ventilasi di Rusia


TLT-Turbo GmbH
Pada tahun 2010, Rusia bekerja sama dengan TLT-Turbo GmbH yang merupakan inovator
dalam teknologi ventilasi tambang. Teknologi baru yang diterapkan pada sistem ventilasi
utama untuk tambang batubara, berdasarkan 2 axial flow fans sepanjang 3,8 m, yang dapat
mengatasi lebih dari 90% reversi aliran udara melalui pengaturan hydraulic blade.
VAM at Russian Coal Mines
Pada tahun 2011, Rusia bergabung dengan suatu proyek Ventilation Air Methane (VAM).
Proyek ini meningkatkan pengetahuan berdasarkan emisi VAM di Kuznetsk Coal Basin
(Kuzbass), Federasi Rusia, dengan mendefinisikan sumberdaya serta berbagai macam pilihan
peralatan untuk VAM. Ini akan menjadi awal mula penggunaan VAM sebagai bahan bakar
bersih yang potensial untuk produksi energi.

Hafidha Dwi Putri Aristien / 12111003

Akan ada pengembangan pra studi kelayakan yang relevan terhadap kondisi yang sesuai
untuk teknologi VAM pada tambang batubara di Kuzbass. Kandungan gas insitu yang tinggi
(30 m3/t average) dan kehadiran volume gas metana dalam jumlah besar diatasi oleh kipas
ventilasi dan fasilitas gob bleeder yang menghasilkan kondisi yang sesuai untuk for aplikasi
teknologi VAM pada pertambangan batubara di Kuzbass.
Ventilation fans dari GIA
Generasi terbaru kipas ventilasi tambang bawah
tanah Swedvent dan ducting system dari GIA
Industries diterapkan pada enam (6) tambang di
Rusia termasuk Tambang Apatit dan Olcon di
Murmansk, Tambang Mayskoe di Rusia Timur,
Tambang Alrosa di Udachnaya, dan Tambang
Magadan Lunnoe dan Tambang Perak Ducat.

Meskipun standar tingkat keamanan tambang telah ditingkatkan sejak kejadian pada tahun
1991 di Rusia, tingkat kecelakaan fatal di pertambangan Rusia masih tinggi. Sebagian besar
kecelakaan tersebut merupakan ledakan metana yang diakibatkan oleh pengabaian terhadap
regulasi keamanan standar yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan seberapa pentingnya
peran sistem ventilasi pada tambang bawah tanah, terutama tambang batubara dalam kasus
pertambangan di Rusia.

Daftar Pustaka
Coal Mine Methane in Russia, Information Paper, International Energy Agency, December
2009
http://edition.cnn.com/2010/WORLD/europe/05/08/russia.mine.blast/index.html
http://en.atropedia.net/article:6eb19e
http://en.wikipedia.org/wiki/Raspadskaya_mine_explosion
http://rachmatrisejet.blogspot.com/ventilasi_tambang
http://technology.infomine.com/reviews/ventilation/welcome.asp
http://www.minersmuseum.com/hof_considerations.htm
http://www.reuters.com/article/2013/02/11/us-russia-mine-idUSBRE91A05G20130211
http://www.swedishrockyjournal.com/products-and-services/russian-mines-take-delivery-ofnew-ventilation-fans-from-gia-2011-03-31
http://www.uglemetan.ru/vam.htm?eng
(semua sumber tersebut diakses pada Sabtu, 31 Agustus 2013, pk 13:34 15:16 WIB)

Hafidha Dwi Putri Aristien / 12111003