Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

DATA DAN PEMBAHASAN

1.1.Data Percobaan
1.1.1.Menentukan Tegangan Dekomposisi Air
V (Volt)
1.5
1.6
1.7
1.8
1.9
2
2.1
2.2
2.3
2.4
2.5

I (A)
0
0
0
0.02
0.03
0.06
0.08
0.15
0.17
0.23
0.3

Gelembung

Tabel 1. Tabel Penentuan Tegangan Dekomposisi Akhir

1.1.2.Menentukan Efisiensi Energi dan Efisiensi Faraday Elektroliser PEM


t (s)
0
120
240
360
480
600

V (Volt)
0
2.1
2.2
2.3
2.4
2.5

I (A)
0
0.09
0.11
0.17
0.24
0.29

Vol Hasil (cm)


54
52
49
46
42
36

Tabel 2. Tabel Penentuan Efisiensi Energi dan Efisiensi Faraday


Elektroliser PEM

1.2.Pengolahan Data
1.2.1.Menentukan Tegangan Dekomposisi Air
Berdasarkan tabel data di atas diperoleh kurva grafik, yaitu:

Grafik 1. Grafik Karakteristik Arus terhadap Tegangan Elektroliser

1.2.2.Menentukan Efisiensi Energi dan Efisiensi Faraday Elektroliser PEM


Dengan menggunakan rumus dan contoh perhitungan :
Laju Produksi Hidrogen

:=
=

0.000052 m
120 s

: Vol hitung =

Volume Hitung

= 4.333 10-7 m3/s

Vol hitung =

J
ol

8.314 .K .0.09 .(25+273)K.120


C 1N
.
mol m2

96485

. 2

= 0.139 m
: =

Efisiensi Faraday



0.000052 m
0.139 m

= 0.00037501

Sehingga diperoleh hasil pengolahan data dan grafik sebagai berikut:


t (s)
0
120
240
360
480
600

V (Volt)
0
2.1
2.2
2.3
2.4
2.5

I (A)
0
0.09
0.11
0.17
0.24
0.29

Vol Hasil (cm) Vol Hasil (m)


54
0.000054
52
0.000052
49
0.000049
46
0.000046
42
0.000042
36
0.000036

Q (m/s)
0
4.333E-07
2.042E-07
1.278E-07
8.750E-08
6.000E-08

Vol Hit (m)


0
0.139
0.339
0.786
1.479
2.234

Tabel 3. Tabel Pengolahan Data Penentuan Efisiensi Energi dan


Efisiensi Faraday Elektroliser PEM

faraday
0
0.000375
0.000145
5.85E-05
2.84E-05
1.61E-05

Grafik 2. Grafik Hubungan Volume Hidrogen Hasil terhadap Waktu

Grafik 3. Grafik Hubungan Volume Hidrogen Hitung terhadap Waktu

1.3.Pembahasan
Pada praktikum PEM Elektroliser dilakukan dua kali percobaan, yakni
menentukan dekomposisi air, diamati pada tegangan berapa akan terjadi
dekomposisi air setiap 1 menit. dengan tegangan dimulai dari 1.6 Volt hingga
2.5 Volt diperoleh arus pada setiap tegangan, dan terlihat pada tegangan 2.1
Volt terjadi dekomposisi air, di mana sudah mulai terjadi pemisahan air murni
menjadi oksigen dengan terbentuknya gelembung, hal ini dikarenakan sudah
terjadi reaksi reduksi oksidasi yang menyebabkan reaksi kimia diubah menjadi

energi listrik. Tegangan dekomposisi air menurut teoritis yaitu 1.23 Volt,
namun pada praktikum diperoleh 2.1 Volt, hal ini dikarenakam tidak
dilakukannya pengambilan data sebelum tegangan 1.23 Volt ini, di mana pada
sumber daya tegangan awal langsung menunjukkan pada 1.6 Volt. Dari hasil
tegangan dan arus ini dapat dihubungkan menjadi sebuah kurva, di mana terlihat
semakin besar tegangan maka arus akan semakin besar atau tegangan
berbanding lurus terhadap arus.
Pada percobaan kedua, yaitu menentukan efisiensi energi dan efisiensi
faraday elektroliser PEM. Karena sudah diketahuinya tegangan dekomposisi air
pada 2.1 Volt, maka dapat diamati penurunan volume hidrogen setiap 2 menit
dan arus dari setiap tegangan. Dari data yang diperoleh tersebut dapat
ditentukan laju produksi hidrogen, volume hitung hidrogen berdasarkan hukum
1 Faraday, serta efisiensi Faraday. Laju produksi hidrogen diperoleh dari
volume hasil dibagi dengan waktu, dengan hasil 0 m3/s, 4.333 x 10-7 m3/s, 2. x
10-7 m3/s, 1.278 x 10-7 m3/s, 8.750 x 10-8 m3/s, dan 6.000 x 10-8 m3/s. Dapat
terlihat bahwa dengan semakin berkurangnya volume hidrogen seiring dengan
kenaikan tegangan serta semakin lama waktu yang digunakan maka laju
produksi hidrogen akan semakin besar, sehingga dapat terlihat dengan air yang
berkurang dan mulai berubah menjadi hidrogen. Selain laju produksi hidrogen,
diperoleh pula volume hitung, yang diperoleh dengan perumusan hukum
faraday 1, yakni V =

, volume hitungnya yaitu 0 m3 ,0.139 m3, 0.339 m3

,0.786 m3, 1.479 m3, dan 2.234 m3. Dengan semakin besarnya arus dan waktu
dalam sekon, maka hasil volume hitung akan semakin besar pula. Hal ini dapat
dilihat pada grafik 3. Di mana arus dan waktu berbanding lurus dengan volume
hitung. Dari volume hitung dan volume hasil yang diperoleh dalam percobaan,
maka dapat ditentukan efisiensi faraday yang merupakan perbandingan dari
volume hasil dan volume hitung, diperoleh 0, 0.00037501, 0.000144563,
5.85423 x 10-5, 2.83962 x 10-5, 1.61145 x 10-5, di mana efisiensi ini semakin
berkurang atau menurun di setiap kenaikan tegangan, hal ini dikarenakan
efisiensi faraday ini berbanding lurus dengan volume hasil yang semakin
berkurang, sehingga efisiensi yang dihasilkanpun akan semakin berkurang.

Dengan efisiensi terbesar di sini adalah 0.00037501 pada 2.1 Volt, di mana
semakin besar efisiensinya maka penggunaan energi lebih besar danlebih
efisien

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Pada praktikum kali ini dapat disimpulkan, bahwa :
1. Diperoleh tegangan dekomposisi air pada tegangan 2.1 Volt, di mana
tegangan dekomposisi literature, yaitu 1.23 Volt.
2. Diperoleh laju produksi hidrogen pada berbagai jenis elektroliser, yaitu 0
m3/s, 4.333 x 10-7 m3/s, 2. x 10-7 m3/s, 1.278 x 10-7 m3/s, 8.750 x 10-8 m3/s,
dan 6.000 x 10-8 m3/s, di mana dengan semakin berkurangnya volume
hidrogen seiring dengan kenaikan tegangan serta semakin lama waktu yang
digunakan maka laju produksi hidrogen akan semakin besar
3. Diperoleh efisiensi energi dan efisiensi faraday, yaitu pada 0, 0.00037501,
0.000144563, 5.85423 x 10-5, 2.83962 x 10-5, 1.61145 x 10-5, di mana
efisiensi ini semakin berkurang atau menurun di setiap kenaikan tegangan,
dengan efisiensi terbesar pada 0.00037501 di tegangan 2.1 volt.
4. Diketahuinya pengaruh lingkungan erhadap efisiensi elektroliser, yaitu
suhu (berbanding lurus) dan tekanan (berbanding terbalik).

5.2. Saran
Saat praktikum ini, yaitu disediakannya pipet yang lebih besar sehingga
memudahkan praktikan dalam mengisi atau mengosongkan tangki air dalam
elektroliser.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Sutresna, Nana. 2008. KIMIA. Jakarta : Erlangga


[2] Setiabudi, Agus dan Yayan Sunarya. 2007. Mudah dan Aktif Belajar Kimia.
Jakarta: Erlangga
[3] Sari, PP. 2014. Tinjauan Pustaka Elektrolisis. http://eprints.polsri.ac.id/87/3/
BAB%20II.pdf (9 Oktober 2015, 21.00 WIB)
[4] Ragolek. 2015. PEM. http://dokumen.tips/documents/pem5571fd1f49795991
69987bcf.html (10 Oktober 2016, 21.03 WIB)
[5] Mulyana, Cukup. 2011.Diktat Praktikum Fisika Energi. Jatinangor:
Laboratorium Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam Universitas Padjadjaran